THE DIARY


Aku tak tahu, apakah aku harus bersyukur atau tidak; disaat dirimu hadir dikehidupanku. Aku akui jika pesonamu mampu menembus dinginnya hati dan perasaanku.

Namun, tahukah dirimu disaat aku harus mengagumi sosok rupawanmu dalam diam dan keheningan?

Dan semua – tentangmu – yang aku tuangkan begitu saja di sebuah buku harian, mengundang berbagai konflik yang memnderaku...


THE DIARY

© Shouda Shikaku^^

Genre : AU, Hurt/Comfort, Romance

Recommended Song : Boyce Avenue – F*ckin' Perfect (Acoustic Cover)


Chapter 3 : Heartache

Bright & Shine . , Seoul, October 5th, 2014; 08.09 a.m. (SKT)

.

.

`tok, tok`

Ketukan nyaring menggema, membuat sang empunya ruangan mengerang kecil karena merasa terganggu. Jemari panjangnya tergerak, meraih gagang telephone dan dilanjutkan dengan meng-input nomor yang memang sudah dihafalnya.

`tok, tok`

Kembali mengerang. Sungguh, ia merasa benar-benar terganggu. Akhirnya dengan setengah hati ia mengeluarkan suara deep-nya, sebelum ketukan itu berubah menjadi pukulan.

"masuk!" serunya setengah hati.

Dengan segera pemuda itu melanjutkan kajiannya pada beberapa berkas yang tertumpuk di mejanya. Tentu masih dengan gagang telephone yang masih terapit kepala dan bahu tegapnya.

`krieett~`

"Selamat pagi, sajangnim."

Sesosok gadis dengan surai kehitaman nampak sigap melangkah – sebelumnya ia sempat membungkuk hormat – mendekati meja sang atasan. Ditangannya nampak setumpuk hasil design beberapa staff bagian produk.

"selamat pagi, nona Choi. Bagaimana?"

"eum.. ini pesanan dari Nona Ryu. Sudah diselesaikan oleh beberapa staff ahli."

"apa Hae Yeon ikut ambil bagian?"

"animida, sajangnim."

"bagus. Aku tak suka jika pemuda kolot itu menyentuh rancangan Valerian B meskipun hanya seujung kuku."

"algeuseumnida, sajangnim."

Choi Yoon Hee, gadis yang menjabat sebagai asisten Kepala staff produksi itu segera undur diri. Ia akan mempersiapkan gaun indah tersebut, agar ketika ada pengambilan ia tak perlu repot-repot merapikannya.

Dan, masalah Hae Yeon.. ia sendiri juga teramat membencinya. Apalagi dengan angkuhnya ia selalu memerintah seenaknya sendiri. Dan ia yang memang dekat dengan Kyungsoo dan Baekhyun terkadang gemas sendiri disaat dengan mata kepalanya ia melihat Baekhyun yang diperlakukan semena-mena.

"eumm.. menurutku wajar jika Han Sajangnim sangat membencinya." Gumam Yoon Hee.

"membenci siapa?" suara serak seseorang membuatnya tersentak.

Matanya nyalang, mencari-cari siapa yang tiba-tiba bersuara. Dan ia langsung mendesah lega setelah tahu siapa yang tadi buka mulut.

"Ya Tuhan, Baek! Kau membuatku nyaris jantungan!" Yon Hee mengusap dadanya.

"hehe.. maafkan aku noona~. Aku tak bermaksud mengejutkanmu^^" Baekhyun terkekeh.

"aih~ terserah. Oh iya, apa kau baik-baik saja? Kenapa wajahmu pucat begitu?"

"..."

Baekhyun membeku ditempatnya. Bahkan gerakan jemarinya yang cepat terhenti begitu saja. Ia menggigit bibir bawahnya, bersamaan dengan datangnya rasa gugup yang mulai menguasai tubuh mungilnya.

"aku baik-baik saja, noona~"

Yoon Hee menghela nafasnya. Ia tahu, pasti sahabat calon adik iparnya itu sedang ada masalah. Tapi ia tahu, Baekhyun akan terus tutup mulut. Yeah~ tipikal orang keras kepala. Tak ingin merepotkan orang lain – lebih tepatnya tak ingin direcoki orang lain – katanya.

"ya sudah, aku harus segera menemui Min Joon oppa di basement. Ah, minggu depan datanglah ke cafe-nya bersama Kyungie^^"

"iya noona, aku akan usahakan agar datang. Tapi bersama Kyungie? Aku tak tahu. Bisa saja ia malah asyik berkencan dengan pacar hitamnya itu"

"YA! PACARKU TIDAK HITAM!"

"oops!"

Yoon Hee langsung bergerak meninggalkan Baekhyun yang ternganga di depan lift. Diujung lorong nampak Kyungsoo berdiri dengan raut wajah yang menyeramkan. Uh,oh.. sepertinya ucapan Baekhyun terlalu keras untuk membangunkan raja dapur itu.

"Kyungieee~~ aku setuju atas ucapan Baekhyun! Pacarmu bukan hanya hitam, tapi hangus!"

"NOONAAAA~! hmmpptt – "

Teriakan Kyungsoo langsung teredam setelah Baekhyun menutupnya dengan sebuah bantal kecil yang tergeletak di meja sekretaris. Ini masih terlalu pagi bagi Baekhyun untuk mengundang cacian dan cemoohan karyawan lain.

Keduanya saling melempar tatapan tajam, sebeum akhirnya derit pintu dari ruangan Han Sajangnim menghentikan tingkah konyol Kyungsoo dan Baekhyun.

"ah~ selamat pagi, sajangnim"

"selamat pagi Kyungsoo, Baekhyun. Kenapa tadi terdengar bising?"

"animida, sajangnim."

"oh iya. Baekhyun-ssi, apa rancanganmu sudah selesai?"

"sudah sajangnim."

"..."

Han sajangnim terdiam. Membuat Baekhyun dan Kyungsoo yang sedari tadi menunduk saling menyikut. Pandangan mereka beradu, sama-sama menyiratkan kebingungan. Dan setelah Kyungsoo memberi isyarat, keduanya mengangguk kecil dan serentak mendongak.

`DEG`

Baekhyun membelalak, berbeda dengan Kyungsoo yang kembali menunduk dengan pipi yang merona. Bagaimana tidak, Han Sajangnim kini tengah tersenyum manis dengan iris yang terus menatap mereka intens.

'Aduh, sajangnim~ anda membuatku nyaris jantungan~'_batin Kyungsoo dan Baekhyun bersamaan.

Baekhyun menggaruk kecil tengkuknya yang tak gatal. Ia jadi merasa bingung dan salah tingkah. Pasalnya baru kali ini ia merasa diperhatikan dengan seksama oleh orang lain.

"Ah, satu lagi. Jangan kau urusi permintaan ah, ani... lebih tepatnya perintah Hae Yeon."

`DEG`

"n-nde?"

"aku tahu, selama ini ia memperbudakmu Asisten Byun. Dan perlu kalian tahu, ia sudah masuk daftar Karyawan yang akan mengalami skors dalam waktu dekat. Aku tak suka orang yang mengandalkan orang lain."

Suara Han Sajangnim yang tegas terdengar tajam dan menusuk. Membuat siapapun yang kebetulan mendengar lontaran ultimatum dari Direktur muda berwajah rupawan itu merinding, termasuk Baekhyun dan Kyungsoo yang bahkan mematung.

"da-darimana sajangnim tahu?" kali ini Kyungsoo yang angkat suara.

"itu masalah kecil. Dan katakan padanya untuk berhati-hati mulai sekarang. Bisa saja kedepannya rancangannya akan berakhir di butik yang ada dipinggiran kota."

Kyungsoo menelan ludahnya kasar. Baekhyun memucat. Ia malah bertambah takut, bisa saja Hae Yeon akan menyalahkannya, bukan?

Han Sajangnim kembali melangkah. Ia berhenti sejenak, sebelum akhirnya tangannya terulur untuk meraih lengan kurus Baekhyun. Kepalanya menunduk, dan ia nampak membisikkan sesuatu. Baekhyun hanya mampu mengangguk kecil, kemudian menunduk guna menyembunyikan rona merah yang menghiasi pipi chubby-nya.

"temani aku makan siang dan makan malam nanti, Cantik.."

Uh, oh. Baekhyun melayang. Ia bahkan tak mempedulikan tatapan menggoda yang Kyungsoo berikan untuknya. Han sajangnim menarik lembut tubuh mungil Baekhyun guna meninggalkan tempat tersebut.

Dan tanpa ada yang tahu..

"aku harus melakukan sesuatu pada si itik jelek itu.."

No Hae Yeon mengepalkan tangannya di dekat lift. Ia mendengar semuanya.

.

.

.

Chanyeol melangkah dengan tenang, menyusuri daerah teduh karena rimbunnya pepohonan di jalanan Jinan. Ia tengah break untuk syuting CF sebuah produk kecantikan. Disebelahnya nampak Sera tengah berceloteh dengan riangnya. Ia nampak bahagia setelah ada email konfirmasi dari designer favoritnya.

"ah, Yeol-a~ kau memang ddaebbak! Aku bahkan langsung mendapat konfirmasi dari Valerian B."

"benarkah, aku jadi penasaran seperti apa sosok Valerian B itu, noona.." Chanyeol mulai menerawang.

"Aku yakin, pasti Valerian B sosok orang dengan wajah rupawan dan hati bagaikan malaikat. Ia bahkan rela membalas email yang masuk ditengah kesibukannya." Sera berujar dengan penuh keyakinan.

"eumm.. noona benar." Chanyeol masih menerawang.

"pasti dia sosok berwajah manis – "

"kau benar noona~"

"dengan bibir tipis yang selalu menyunggingkan senyum – diteliti dari konsepnya yang selalu ceria – "

"..." Chanyeol tersenyum.

"dengan eyesmile yang menggemaskan.."

"..."

Tiba-tiba Chanyeol mengernyit. Seingatnya Hae Yeon tidak memiliki eyesmile. Ia mengedikan bahu sebelum akhirnya berucap –

"dengan kulit putih berkilauan/kulit kecokelatan eksotis.."

...bersamaan dengan Sera.

Sera terkejut, sebelum kemudian ia dan Chanyeol saling menatap tajam. Sera tak habis fikir sebenarnya sepupunya ini kenapa?

"hei, kenapa kau justru menebak Valerian berkulit kecokelatan?" Sera bertanya dengan raut sebal.

"entahlah. Err~ aku sedang memikirkan orang lain."

"ck, bodoh! Aku padahal sangat ingin kau itu berkenalan dan langsung melakukan pendekatan dengan Valerian B.." sungut Sera kemudian.

"memangnya noona pernah bertemu dengannya?" cibir Chanyeol.

"hehe.. belum. Tapi dari foto yang ia blur di email, aku yakin dia sosok yang pas untukmu."

"terserah"

Chanyeol langsung memasang wajah cemberut, yang selanjutnya berjalan dengan tergesa meningalkan kakak sepupunya yang cantik dan bersuara indah namun menyebalkan itu. 'Ayolah, aku sudah menemukan sosok idamanku!' – gerutu Chanyeol dalam hati.

Ah, ia teringat si Pembuat sketsa wajahnya. Ia harus menemui sosok itu sepulangnya dari syuting hari ini.

"ah, aku tak sabar.."

.

.

Baekhyun sibuk di ruangannya. Sekali lagi ia mengecek, apakah buku diarinya benar-benar hilang. Bisa saja kan ternyata tertinggal diruangannya?

"pasti ada disini, pasti ada disini.." ia mensugesti dirinya berulang-ulang, supaya raa panik tak menyerangnya.

Ia mencoba untuk terus berfikiran positive sebelum benar-benar memvonis bukunya itu hilang. Ia kembali mencari diantara tumpukan buku design, juga katalog khusus yang terletak di atas meja kerjanya.

"kau sedang apa, Baekkie?"

"Ya Tuhan, Kyungie~! Sejak kapan kau berdiri disana?" Baekhyun menoleh sekejap.

"sejak kau terus mengucapkan 'pasti ada disini' berulang-ulang.."

"..."

"memangnya apa yang sedang kau cari, eum?"

"aku mencari buku diariku.."

"huh? Buku diarimu yang berwarna cokelat itu bukan? Apa kau takut identitasmu terungkap?" Kyungsoo langsung mendekati Baekhyun, dan ikut mencari buku itu.

"bukan.. bukan itu yang aku takutkan.."

"lalu?"

Baekhyun menghentikan aktivitasnya. Ia menghela nafas panjang. Mungkin kini saatnya ia terang-terangan pada sahabat karibnya.

"sepertinya ini memang saatnya kau tahu semua.."

"maksudmu?"

Baekhyun menarik lengan sang sahabat ke arah sofa untuk tamu diruangannya. Sebelumnya, ia juga menyiapkan minuman untuk Kyungsoo. Perlahan, ia mulai menceritakan semuanya, tanpa terkecuali.

Beberapa saat kemudian..

"Are you kidding me?" Kyungsoo memekik. Ia tak habis fikir sahabatnya bisa segila itu.

"itulah, Kyung. Dan yang aku takutkan masalah sketsa wajah Chanyeol-ssi di buku diariku."

Kyungsoo memijit kepalanya. Ia sendiri ikut bingung. Yang jelas, ia juga berharap kedepannya Baekhyun akan menjalani kehidupan yang lebih baik dari sekarang.

Hening beberapa saat, sebelum akhirnya tiba-tiba Kyungsoo menepuk keningnya dan berteriak seperti orang yang kerasukan(?)

"ahhh~ jinjaa... jinjja~! Baekkie.. Hae Yeon-nim memintaku untuk menjemputmu. Ia juga meminta rancangan yang dimintanya 3 hari lalu.."

"jinjja?"

"iya.."

Baekhyun nampak kalang kabut. Ia dengan tergesa meraih sebuah gaun yang tergeletak di meja kerjanya. Sesekali ia nampak membenarkan kacamatanya yang melorot.

"Ya Tuhan~! Semoga rancangan kali ini benar."

.

.

.

Disebuah ruangan khusus pemotretan katalog, nampak beberapa orang staff dan model yang berlalu lalang. Dan nampak seorang No Hae Yeon yang berdiri dengan angkuhnya. Wajahnya tertekuk, menandakan jika ia tengah jengkel luar biasa.

"Hae Yeon-nim.. aku sudah menjemput Baekhyun.."

"..."

Hae Yeon melirik Kyungsoo sinis. Seulas senyum culas terukir begitu saja di wajahnya. Entahlah, mengingat ucapan Sang Direktur pagi tadi ia makin muak pada Baekhyun.

"kenapa kau lama sekali?" tanya Hae Yeon ketus.

"i-itu..."

"sudahlah, lupakan! Sana duduk!" perintahnya.

Kyungsoo mengangguk. Ia tak tahu harus berbuat apa. Yang jelas, ia berharap semoga Baekhyun tak kena omel lagi dari atasannya yang kekanakkan itu.

Baekhyun muncul dengan langkah yang terburu-buru. Ia dengan nafas yang terengah langsung berhenti di depan Hae Yeon dan menyerahkan rancangannya.

Degngan setengah hati, Hae Yeon menerimanya. Ia mulai melihat-lihat rancangan Baekhyun.

"dasar bodoh! Aku ingin baju dengan konsep cantik, bukan ceria!" bentaknya membuat aktivitas diruangan itu sempat terhenti.

"...a-aku.."

"aku tak mau mendengar alasan! Yang jelas, perbaiki segera dan serahkan padaku 2 jam kedepan!"

Baekhyun mengangguk. Ia pun berjengit, disaat Hae Yeon melempar pakaian itu ke arahnya. Dengan segera ia membalikan tubuhnya, bermaksud meninggalkan ruangan yang rasanya seperti neraka itu.

Tepat saat ia membalikkan tubuhnya, ia berpapasan dengan Chanyeol. Dan taknpa ia rencanakan, ia yang tenga melepas kacamatanya beradu pandang dengan Chanyeol. Chanyeol sempat tertegun saat irisnya bertubrukan dengan iris kecokelatan itu.

'Ah, apa yang kulihat? Ya Tuhan~ matanya indah sekali..'

Chanyeol menggeleng kecil sebelum akhirnya ia menghampiri Hae Yeon yang tersenyum manis menyambutnya.

"Chanyeol-ssi~"

"ah, langsung saja, aku ingin mengembalikan bukumu yang kemarin terjatuh."

`DEG`

Kyungsoo membelalak di kursinya. Buku? Ah~ jangan bilang itu buku Baekhyun – batinnya menjerit.

"buku?"

"iya, buku diari. Coba saja kau check."

Hae Yeon mengangguk. Jemarinya mulai bergerak, memilah lembar-lembar buku itu. Gerakannya terhenti sesaat setelah jemari panjang Chanyeol menggenggam jemarinya sendiri. Ia langsung menyunggingkan senyum manis, bersamaan dengan bibr Chanyeol yang mendarat di pelipisnya.

Kyungsoo kian ternganga.


_To Be Continued_


Omake :

.

.

Waktu menunjukan pukul 05.00 p.m.

Terlihat Hae Yeon dengan gusar membolak-balikkan lembaran buku diarai ditangannya. Ia makin kesal setelah ia tahu, jika tulisan di buku ini adalah tulisan Baekhyun. Wajahnya pun bertambah merah – karena amarah – setelah irisnya tanpa sengaja menangkap selembar sketsa.

"dasar Baekhyun sialan!" gerutunya.

Ia langsung melangkah menuju ruang untuk menjahit rancangan. Dengan langkah yang sengaja ia hentak-hentakan, terlihat jelas bahwa ia teramat marah. Dibelakangnya Kyungsoo dengan takut-takut mengikuti pemuda berdarah Amerika itu.

"BAEKHYUN!" sergahnya dengan suara yang mulai menggema di ruang produksi yang memang sepi.

Matanya nyalang, mencari keberadaan namja mungil itu. Dan ia langsung menyunggingkan seringai mengerikan disaat terlihat olehnya Baekhyun yang tengah menyandarkan kepalanya di dekat almari besar dengan wajah yang menghadap ke jendela.

"BYUN BAEKHYUN!"

"Ha-Hae Yeon-ssi.." Baekhyun terbata.

"apa maksud semua ini?"

Baekhyun membeku. Ia tak menyangka jika buku diarinya itu ada pada Hae Yeon. Dan tanpa terasa buliran bening meluncur begitu saja setelah telinganya menangkap umpatan tajam dan cemoohan menyakitkan. Dan isakan yang sedari tadi ditahannya langsung keluar disaat ia mangkap gerakan tangan Hae Yeon yang menyobek buku diarinya.

"geuman.. geumanhae Hae Yeon-ssi!"

"rasakan! Rasakan ini!"

"Hae Yeon-nim!"

"geuman.. geumanhae Hae Yeon-ssi!"

Baekhyun terus menangis. Dan Kyungsoo terus berusaha menghentikan atasannya.

`brugh`

`deg`

"ANDWAEEEE~!"

Hae Yeon melemparkan buku yang sudah tak berbentuk itu di jendela. Menyebabkan Baekhyun histeris.

"dasar sampah!"

Hae Yeon langsung melangkah, meninggalkan Baekhyun yang merana. Diikuti Kyungsoo yang turut bersedih. Ia bingung, ia juga kesal pada dirinya sendiri.

`Wushh~`

`BRUKK`

"apa itu?"

Seorang pemuda jangkung langsung keluar dari mobilnya, guna memastikan apa yang baru saja mendarat di atap mobil kesayangannya. Ah, ternyata sebuah buku. Buku itu mendarat di atap sebuah mobil dengan ceceran dari isinya yang berhamburan. Dan ternyata, Chanyeol-ah pemilik mobil tersebut.

"bukankah ini...?"

Chanyeol mematung dengan mata yang terbelalak.


[A/N]

A-YO!

Aku kembali dengan lanjutan The Diary sebelum aku memutuskan Hiatus menjelang Ujian. Ini adalah klimaks cerita. Mohon setia untuk menunggu lanjutannya, ya?

Di chapter 4 nanti adalah ending. Dan aku akan mengusahakan untuk tetap meng-update-nya jika ada waktu yang luang.

Mohon do'a-nya. Karena Senin aku mulai UAS.

Yoon Hee adalah OC, dan dia calon kakak ipar Kyungsoo.

Do Min Joon juga OC tapi kalian bisa menganggapnya sebagai Do Mi Jon MFTS XD dan dia adalah Kakak kyungsoo

Keep rcl please 3

SALAM CHANBAEK HARD SHIPPER~!

#BAEKCROCHanyaMitos ._.