Naruto masashi kishimoto
Summary: Saat perang shinobi hampir berakhir, Madara yang saat itu telah terperangkap jutsu penyegel dari Naruto mengeluarkan sebuah jutsu yang membuat Naruto terlempar ke dimensi lain. Namun, dengan usaha terakhirnya ia bisa menemani kekasih tercinta sebentar sebelum akhirnya ia harus jujur tentang hal tersebut.
Warning: OC, OOC, typo, gaje, pasaran… mokuton!naruto/ not jinchuriki!naruto/strong and smart!naruto/dll.
A/N: Di fic ini mengandung unsur beda dimensi beda waktu. Dan di chap ini dimulai dari skip 6 tahun kemudian di dimensi shinobi dan 6 hari di dimensi baru... Semoga dimengerti dan maaf bagi yang reviewnya belum dibalas... Selamat menikmati...
W
W
W
Enam tahun setelah perang, seluruh negara shinobi kembali normal. Keadaan pun semakin baik, walau ada beberapa missing-nin yang mencoba mengambil keuntungan dari bijuu yang berada di desa kecil tapi masih bisa diatasi dengan kerja sama semua desa.
Selama enam tahun itu Konohagakure telah mengganti Hokage mereka dan yang menjadi Rokudaime adalah Hatake Kakashi, sang shinobi jenius anak dari Hatake Sakumo.
Selama enam tahun itu pula, semua Rokie angkatan Naruto sudah menikah. Seperti Sasuke dengan sang medic-nin didikan Tsunade Senju, Haruno Sakura. Kiba dengan Hyuga Hinata. Dan shikamaru dengan kunoichi Suna, kakak dari Kazekage, Sabaku no Temari. Dan diantara mereka juga telah mendapat keturunan.
Dan untuk Naruto sendiri, keturunannya dengan Ino Yamanaka atau yang sekarang adalah Ino Uzumaki sudah berusia lima tahun lebih. Anak mereka bernama Uzumaki Riuuka, bocah bersurai pirang cerah seperti ayahnya dan beriris shappire, dengan wajah yang sedikit mirip seperti ibunya. Dan memiliki sifat tenang seperti kedua almarhum kakeknya, Minato dan Inoichi.
Saat ini Riuuka sedang duduk diteras rumahnya menggunakan kaos putih dengan lambang Uzumaki didepannya dan Senju dipunggungnya, ia duduk sambil memandang orang-orang yang lalu lalang didepannya. Hingga saat kedua iris shappirenya memantulkan dua orang sosok berbeda gender mendekat ke arahnya, keduanya memiliki surai pirang namun bedanya si pria berwarna cerah dan yang wanita berwarna pucat. Keduanya merupakan ayah dan ibunya, Uzumaki Naruto dan Uzumaki Ino.
"Tadaima Riuuka/Riuuka-kun." sapa Naruto dan Ino bersamaan saat mereka berada didepan Riuuka, dan Riuuka pun berdiri menyambut kedua orang tuanya.
"Okaeri, Tou-san, Kaa-san."
Riuuka mengerutkan keningnya begitu melihat tingkah ibunya yang agak aneh. Pasalnya saat mereka ingin pergi tadi wajah sang ibu baik-baik saja tapi mengapa sekarang nampak sangat sedih? Pikir Riuuka.
"Kaa-san kenapa?" tanya bocah itu setelah sedikit berdebat dengan batinnya sendiri. Sedangkan Ino sedikit tertegun mendengar ucapan polos sang anak, ia kemudian menatap lembut ke arah anaknya disertai senyuman menawan.
"Tidak, Kaa-san tidak apa-apa. Kaa-san hanya mendapat informasi mengejutkan tadi." jawabnya jujur sambil melirik Naruto yang hanya tersenyum kecut.
"Informasi apa?" tanya Riuuka lagi membuat keduanya terdiam. Apakah mereka harus berbohong kali ini, percuma saja kalau mereka harus berbohong. Karena...
"Aku ingin jawaban jujur!"
Ya, salah satu kemampuan gabungan dari gen Namikaze dan Yamanaka yang menghasilkan kemampuan yang hampir mustahil untuk dimiliki yakni... Pembaca pikiran. Sebuah kemampuan yang membuat penggunanya mampu membaca apa yang tengah dipikirkan targetnya.
Kemampuan yang membuat seorang Nara Shikamaru kalah telak bermain shogi. Tidak hanya itu ia juga telah mengetahui apa yang dipikirkan ayahnya selama berada didekatnya termasuk rahasia besarnya.
"Hah... Tou-san mu yang ini bukanlah yang asli." ujar Ino sambil menunjuk Naruto atau bunshin Naruto dengan malas. Riuuka menghela nafas mendengar jawaban yang memang telah diketahuinya setahun yang lalu, saat dimana kemampuannya itu terlahir dan saat itu ia sangat depresi dikala mengetahui semua pikiran orang-orang disekelilingnya.
"Itu saja?" tanya Riuuka enteng membuat Ino mendengus melihat kelakuan anaknya yang mirip seperti laki-laki disampingnya.
"Kalau masalah itu Kaa-san tenang saja, karena mungkin Tou-san 'palsu' ini sudah mengetahui jalan keluarnya." lanjut Riuuka sambil memberi penekanan terhadap kata 'palsu'. Sedangkan Ino langsung mengalihkan perhatiannya kepada Naruto untuk meminta kepastian ucapan anaknya tadi dan mau tak mau Naruto mengangguk menjawab pesan mata istrinya. 'Aku sangat ingin menghapus kemampuan anak ini.' batin Naruto menjerit frustasi, namun Riuuka dengan mudah mengetahuinya berkat kemampuannya itu. Dan membuatnya tersenyum polos ala bocah suci membuat Naruto semakin menahan emosi. Tapi begitu Naruto memandang ke arah Ino, dengan segera ia berdigik ngeri.
"Se-sebenarnya bu-bukan Naruto yang kembali, t-tapi kita yang kesana." ucap Naruto tergagap melihat Ino yang menatapnya amat tajam hingga membuatnya menelan ludah.
"Jelaskan!" ucap atau perintah Ino dengan penuh penekanan.
"A-aku menemukan suatu cara agar bunshin bisa kembali kepada yang asli dimana pun tempat yang asli berada. Dan juga bisa membawa beberapa orang dengan perlindunganku." Ino mengangguk kemudian menjitak kepala Naruto secara tiba-tiba.
"Ittai... Kenapa kau menjitak kepalaku?" tanya Naruto sambil mengelus kepala pirangnya.
"Itu sebagai balasan karena kau telah membohongiku." jawab Ino dengan cuek.
Setelah itu si kecil Riuuka menengahi pertengkaran kedua orang tuanya dan mereka semua masuk kedalam rumah. Tapi sebelum masuk Ino sempat memandang tajam Naruto sambil berkata.
"Kita pergi malam ini!"
w
w
w
#Malam hari#
Didesa damai Konoha kini tampak sepi karena hari telah larut, semua penduduk telah berada dirumah masing-masing untuk beristirahat. Namun, berbeda dengan salah satu rumah dikediaman Yamanaka. Yakni kediaman keluarga Uzumaki, semua anggota keluarga Uzumaki telah berkumpul diruang keluarga dengan beberapa gulungan berukuran sedang.
"Baiklah, apa kalian sudah siap?" tanya sang kepala keluarga Uzumaki tersebut yang kemudian dibalas dengan anggukan oleh istri dan anaknya.
Setelah mendapat jawaban Naruto segera membentuk rangkaian segel tangan dan tiba-tiba dari belakang tubuhnya muncul beberapa akar pohon besar yang kemudian melilit kedua orang didepan Naruto hingga tertutup sepenuhnya.
"Dan sekarang..." ucap Naruto sambil meletakkan telapak tangan kanannya dilantai dan bergumam.
"Mokubunshin: hen'i no jutsu"
Secara perlahan tubuh Naruto, Ino, dan Riuuka tertelan kedalam sebuah portal dibawah kaki mereka hingga pada akhirnya tak terlihat lagi dan portal tersebut perlahan menghilang.
#Keesokan harinya#
Kepanikan melanda desa Konoha dan seluruh negara Hi yang dikarenakan keluarga pahlawan perang besar secara misterius menghilang dari kediaman mereka. Dan yang lebih mengejutkan lagi adalah sebuah pesan yang ditemukan oleh Haruno Sakura yang mengatakan bahwa 'bila kalian ingin mengetahui apa yang terjadi tanyakan saja pada Kurama!'.
Setelah menemukan pesan tersebut para shinobi Konoha berangkat menuju tempat Kurama berada dan ketika mereka tiba, mereka telah disambut oleh Kurama yang telah menunggu mereka semua.
"Kurama, menurut pesan dari Naruto kau mengetahui sebab dirinya beserta keluarga menghilang. Bisa kau jelaskan kepada kami!" pinta Kakashi sang Rokudaime.
"Aku memang telah menunggu kalian. Sebenarnya Naruto yang bersama kalian selama ini adalah mokubunshin dari Naruto yang asli..." sontak jawaban Kurama tersebut membuat semua shinobi yang ada disana terlonjak kaget, "Dan ia beserta bocah pirang dan anaknya telah berangkat untuk menemui Naruto yang asli." lanjut Kurama menyelesaikan penjelasannya.
Semua shinobi kini tertunduk, sunyi langsung menghinggapi mereka. Hingga tak lama kemudian Sasuke membuka suaranya.
"Tapi sejak kapan? Dan kenapa kami tidak menyadarinya?"
Kurama menghela nafas sebelum menjawab, "Naruto yang asli menghilang sejak sesaat setelah perang berakhir, tepatnya saat sebuah portal menelannya..." seakan berpikir, semua shinobi yang ikut berperang mencoba mengingat kejadian yang dimaksud dan segera membulatkan matanya masing-masing saat menyadari peristiwa dimana Naruto sempat tertelan sebuah portal mencurigakan.
"Dan kenapa kalian tidak menyadarinya, itu karena mokubunshin Naruto memperoleh 85% chakra Naruto asli. Itu mengakibatkan kesadaran Naruto yang asli akan berpindah ke bunshinnya. Sudah tak ada lagi yang bisa ku beritahukan, dan kalau kalian ingin mencari mereka. Kusarankan sebaiknya jangan, karena tidak ada yang mengetahui jalan perpindahan dimensi."
w
w
w
Konohagakure saat ini tengah mengalami krisis, sebuah serangan yang dilancarkan oleh seseorang yang tak dikenal dengan memanggil sesosok bijuu terkuat yaitu Kyuubi.
Semua shinobi Konoha dikerahkan untuk menghentikan amukannya. Tapi, semua itu sia-sia. Kyuubi dengan mudah membabat shinobi-shinobi itu dengan cakar-cakarnya yang tajam, membuat korban yang jatuh tak hanya shinobi, melainkan penduduk dan juga bangunannya.
Sementara keadaan desa yang porak-poranda akibat amukan Kyuubi, namun sebuah rumah sakit didesa itu tak terkena imbasnya. Karena letak rumah sakit tersebut memang dapat dikatakan cukup jauh dari tempat Kyuubi menamuk.
Dan tepat diatap rumah sakit tersebut secara perlahan muncul sebuah portal yang kemudian keluarlah tiga buah patung kayu, dan saat patung kayu tersebut perlahan terbuka sehingga menampakkan sesuatu yang ada didalamnya yaitu tiga orang. Dua lekaki, yang satu dewasa dan yang satu lagi seorang anak, serta seorang wanita.
Sang pria menatap kedua orang itu, istri dan anaknya. Ia tersenyum melihat wajah mereka berdua yang sedikit pucat akibat efek samping dari jutsu yang digunakannya salah satu bahu keduanyadan mulai mengalirkan chakra penyembuh yang diberikan oleh Hashirama Senju.
Setelah beberapa saat kemudian warna kulit mereka yang pucat kembali seperti semula, dan Naruto menjauhkan tangannya dari bahu mereka berdua.
"Apa kalian baik-baik saja?" tanya Naruto kepada iastri dan anaknya yang kemudian dijawab dengan anggukan oleh Riuuka sementara Ino menjawab dengan tersenyum dan berkata.
"Ya, kami baik-baik saja. Arigatou, ngomong-ngomong kita berada di..."
Duarrr...
Sebuah ledakan tiba-tiba terjadi membuat Ino membatalkan pertanyaannya dam memilih untuk melihat sumber ledakan yang terjadi dihutan sebelah utara Konoha.
"Lihat itu!" sontak Ino dan Naruto mengalihkan perhatiannya begitu mendengar seruan anak mereka, Riuuka. Dan begitu melihat apa yang ditunjuk oleh Riuuka keduanya seketika mematung.
"I-itu bu-bukannya K-Ku-Kurama?" tanya Ino terbata-bata begitu melihat sesosok yang begitu mirip dengan Kurama, bijuu terkuat yang mereka kenal atau mungkin itu memang Kurama.
"Disana!" ucap Naruto yang menunjuk ke arah patung wajah Hokage, tepatnya ke arah wajah Yondaime Hokage. Disana tampak seorang pria pirang cerah seperti Naruto tengah berhadapan dengan seseorang yang menggunakan topeng bermata satu.
Setelah beberapa saat kemudian si pria pirang tertangkap dan tiba-tiba terhisap kedalam mata kanan musuhnya yang seperti pusaran. Namun, sesaat sebelum si pria pirang masuk kedalam mata kanan musuh misteriusnya ia dengan cepat menghilang meninggalkan kilatan kuning yang kemudian disusul sosok misterius itu dengan cara seperti masuk kedalam matanya sendiri.
"Jangan-jangan..." ucap Naruto memecahkan keheningan mereka bertiga yang dari tadi asik menonton. Mendengar perkataan Naruto yang diputusnya secara sengaja membuat kedua anggota keluarganya menjadi penasaran.
"Jangan-jangan apa, Naruto?" tanya Ino yang didukung oleh Riuuka dengan mengangguk.
"Jangan-jangan... Ini dimensi shinobi yang lain." sambung Naruto yang sekarang menatap keduanya, Ino dan Riuuka bergantian.
"Ino, Riuuka. Kita tak punya banyak waktu, kalian berdua segera membantu shinobi Konoha yang lain untuk mengungsikan penduduk!" pinta Naruto yang mau tak mau Ino harus mematuhinya, tapi berbeda dengan Riuuka yang masih diam.
"Lantas bagaimana dengamu, Tou-san?" tanya Riuuka yang dari tadi hanya diam tak bergeming.
"Tenang saja, Tou-san akan mencoba menghentikan amukan Kurama. Dan disaat Tou-san menghentikan Kurama, Tou-san ingin kamu menjaga Kaa-san. Bagaimana?" Riuuka tampak berpikir sebelum akhirnya hanya mengangguk mematuhi perintah ayahnya.
"Ayo, Kaa-san!"
"Ayo!"
Mereka kemudian menghilang dengan shunshin meninggalkan Naruto yang kembali menatap Kurama yang tengah ditahan oleh beberapa shinobi Konoha yang dipimpin oleh Sandaime Hokage.
"Baiklah, sekarang saatnya kau bangun Naruto!" ucapnya kepada diri sendiri sambil melakukan segel tangan dengan cepat dan perlahan rubuhnya berubah menjadi patung kayu yang perlahan memasuki bangunan rumah sakit tersebut mencari letak Naruto asli dengan akar-akar kecil yang merambat menyusuri tembok dan dinding Rumah sakit yang membuat petugas dan beberapa pasien sedikit bingung.
Hingga akar-akar tersebut tiba disuatu kamar dan menemukan pria pirang yang tengah dicarinya. Dengan perlahan akar-akar tersebut merambat dan mulai masuk kedalam tubuh pria itu. Menunggu beberapa detik sebelum kedua kelopak mata itu terbuka perlahan menampilkan iris jernih sejernih langit musim panas, tangan kanannya dengan gerakan kaku bergerak memegang kepalanya yang penuh warna pirang karena merasakan sakit ketika ingatan yang tiba-tiba masuk kedalam otaknya.
Setelah proses ingatan itu selesei, dengan cepat ia bangun dari tidurnya dan sedikit merenggangkan otot-ototnya yang kaku akibat tertidur hampir seminggu.
"Oke, saatnya beraksi!" gumamnya dengan nada malas dan sedetik kemudian ia menghilang meninggalkan kepulan asap putih yang disetai beberapa helai daun hijau.
W
w
w
*Di perumahan penduduk*
Tidak jauh dari rumah sakit Konoha, seperti yang diperintahkan oleh Naruto. Ino dan Riuuka membantu mengungsikan penduduk Konoha ke tempat yang lebih aman, sesekali mereka membantu beberapa penduduk yang terjebak reruntuhan dan membawanya kepada shinobi terdekat.
"Siapa kalian? Dan kau, bocah. Seharusnya kau segera mengungsi dari tempat ini!" ucap seorang shinobi Konoha yang kebetulan lewat didepan mereka dan sedikit bingung melihat keduanya atau lebih tepatnya seorang wanita yang memakai pakaian seorang ibu rumah tangga. Tapi bukan itu yang membuatnya bingung, melainkan pelindung kepala yang dipakainya yaitu pelindung kepala bersimbol daun.
"Siapa kami itu tidak penting. Yang perlu kau lakukan sekarang adalah membawa wanita ini kerumah sakit! Dan untuk anak ini, dia ada dalam perlindungan ku." jawab Ino sambil menyerahkan wanita yang tadi ditolongnya dari reruntuhan dan tanpa pikir panjang segera diterima oleh shinobi tersebut.
"Baiklah, kalau begitu berhati-hatilah!" setelah mengucapkan hal itu shinobi tersebut menghilang dengan shunshin bersama wanita yan tadi ditolong oleh Ino dan Riuuka.
Ino kemudian mengalihkan pandangannya kepada Riuuka yang juga memandangnya, seakan melakukan kontak keduanya kemudian mengangguk bersama dan melanjutkan pencarian penduduk yang mungkin belum dievakuasi.
W
w
w
*Sementara ditempat Naruto mucul*
"Mokuton: hotei no jutsu" sebuah seruan yang disertai kemunculan lima tangan raksasa yang terbuat dari kayu dan kemudian menangkap keempat kaki serta kesembilan ekor Kyubi hingga tak bisa bergerak.
Semua shinobi terkejut melihatnya, bahkan Sandaime sekarang tengah terdiam dengan mulut yang sedikit terbuka dan mata yang membulat sempurna.
"GOARRR..."
Kyuubi meraung akibat pergerakannya yang dihentikan paksa, ia mencoba memberontak tapi tangan-tangan kayu itu mencengkram tubuhnya sangat kuat. Hingga ia pun memutuskan untuk membuka mulutnya dan mulai mengumpulkan chakra positif dan negatif membentuk sebuah bola energi yang bernama 'bijuudama'.
"M-moku-ton." sementara Sandaime Hokage tanpa sadar bergumam walau tergagap dan langsung mencari siapa yang membuat jutsu tersebut hingga matanya berhenti saat melihat seorang pemuda pirang yang tak ia kenal namanya tapi pernah dilihatnya dirumah sakit.
"Pe-pemuda itu." gumamnya lagi dengan terbata karena terkejut. Sementara beberapa shinobi disampingnya masih setia diam ditempat sampai akhirnya mereka tersadar saat melihat Kyuubi yang sedang membuat sebuah bola raksasa berwarna ungu didepannya.
"San-Sandaime-sama, Ky-Kyuubi." mendengar seseorang memanggilnya membuat Sandaime Hokage, Hiruzen Sarutobi mengalihkan perhatiannya dari pemuda itu kepada Kyuubi dan kembali terkejut melihat Kyuubi yang membuat bijuudama skala sedang.
"Bijuudama" seru Kyuubi sambil menembakkan bijuudama yang tadi dibuatnya ke arah Hiruzen dan beberapa shinobi yang bersamanya.
Bijuudama tersebut melesat dengan cepat membuat Hiruzen yang masih terkejut dan beberapa shinobi yang setia menunggu perintah tak bisa menghindar.
"Sandaime-sama." panggil seorang ANBU membuat Hiruzen segera sadar dan memerintahkan untuk menghindar karena bijuudama tak mungkin ditahan dengan mudah. Namun, usaha mereka untuk melompat menghindari bijuudama tersebut sia-sia karena jarak bijuudama itu sudah dekat.
Sementara itu, Naruto yang melihat bijuudama itu telah mendekat ke arah shinobi Konoha segera membentuk segel tangan sembari mempertahankan chakranya agar jutsu yang digunakannya untuk menahan Kyuubi tidak menghilang.
"Mokuton: Mokujoheki"
Beberapa saat kemudian sebuah kubah kayu tercipta dihadapan Hiruzen dan shinobi Konoha yang masih berada diudara, sehingga membuat bijuudama tadi bertabrakan dengan kubah kayu yang diciptakan oleh , bijuudama tersebut terus menekan kubah kayu yang melindung para shinobi Konoha hingga bijuudama tersebut kembali melesat keatas kearah patung wajah para Hokage dan meledak diatasnya.
Secara perlahan kubah kayu yang sudah hampir tertembus itu menghilang masuk kembali kedalam tanah, memperlihatkan Hiruzen yang bersama beberapa shinobi yang kembali terdiam tak bergeming. Mereka masih mencerna kejadian yang tengah mereka alami.
Sementara ditempat Naruto berada saat ini ia terlihat membungkuk sambil mengatur nafasnya yang memberat. Mengambil dan mengeluarkan nafas dengan cepat, dan sesekali terbatuk sambil memegang dadanya dengan tangan kanan.
"Uhuk... uhuk... Sial, chakraku sudah menipis. Mungkin aku akan menggunakan jutsu 'itu'." ucap Naruto yang disertai terbatuk-batuk hingga mengeluarkan darah.
Kemudian jutsu yang menahan Kyuubi melemah dan menyebabkan Kyuubi kembali terbebas. Dan membuat Hiruzen yang telah sadar mulai memasang sikap siaga yang kemudian diikuti oleh para shinobi didekatnya.
"Minna, giring Kyuubi keluar dari desa!" perintah Hiruzen kepada para jounin dan ANBU yang berada didekatnya, "Dan satu orang madic-nin segera mengobati pemuda itu!" lanjutnya sambil menunjuk kepada Naruto.
"Ha'i" jawab mereka serempak yang kemudian membentuk segel tangan.
"Katon: goryuuka no jutsu"
"Suiton: suiryuudan no jutsu"
Beberapa naga air dan api pun terbang ke arah Kyuubi. Dan saat sudah berada dihadapan sang bijuu terkuat, semua naga elemen tersebut membenturkan diri mereka masing-masing hingga menciptakan sebuah kabut asap yang diharapkan mampu menghalangi penglihatan Kyuubi.
"GOARRR..."
Tapi, diluar dugaan. Kesembilan ekor Kyuubi melesat cepat dan menghancurkan bangunan dan rumah-rumah penduduk serta menewaskan beberapa shinobi karena mereka belum sempat menghindar.
Naruto yang saat ini tengah mendapat pertolongan dari salah seorang medic-nin yang tadi diperintah oleh Sandaime untuk mengobatinya hanya diam sambil memandang ke arah Kyuubi, sesaat kemudian ia merepalkan segel tangan yang membuat sang medic-nin membulatkan matanya.
"Tu-Tuan, anda masih belu..." ucapan medic-nin tersebut langsung terhenti dikala Naruto telah menyebutkan nama jutsunya.
"Mokuton:..." kembali medic-nin itu terkejut mendengar kekkai genkai yang hanya dimiliki oleh Shodaime Hokage, membuatnya bertanya-tanya 'Siapa sebenarnya pemuda ini?' batinnya.
"Mokuryuu no jutsu"
Seketika tanah berguncang hebat dan keluarlah sesosok naga kayu dengan kedua mata merahnya membuat shinobi-shinobi Konoha mengalihkan perhatiannya termasuk Sandaime Hokage, dan beberapa diantara mereka ada pula yang merasa takut sehinga memilih untuk menjauh.
Naga kayu itu kemudian terbang ke tempat Kyuubi berada dan masuk kedalam kabut uap yang masih belum mereda. Tak ada yang tau apa yang terjadi antara kedua mahluk tersebut, tapi yang dapat mereka dengar adalah raungan-raungan entah itu Kyuubi atau naga kayu.
Yang jelas, setelah kabut uap itu mereda dapat mereka lihat sesosok bayangan rubah raksasa yang tak dapat bergerak akibat lilitan dari naga kayu. Mulai dari moncong hingga kesembilan ekornya.
Sebagian shinobi menghela nafas lega dan sebagian lagi jatuh terduduk dengan nafas tersengal. Mereka semua bersyukur Kyuubi tak lagi berkutik, begitu pula dengan Sandaime Hokage yang sekarang menjadi mantan Hokage atau telah menjadi penasehat desa.
Dengan nafas yang sedikit memberat akbat pertarungan diusianya yang tak lagi muda, ia memandang sekeliling dan berakhir pada pemuda yang masih menahan jutsunya agar tak lepas. Dapat dilihatnya pemuda pirang itu telah berdiri dengan didampingi sang medic-nin suruhannya.
Ia kemudian memerintahkan beberapa ANBU untuk ikut dengannya dan melompat ke arah pemuda tersebut berdiri.
"Ahh, tuan. Arigatou, anda telah membantu kami." ujar Hiruzen sembari sedikit membungkuk yang kemudian diikuti beberapa ANBU yang mendampinginya.
Naruto mengalihkan pandangannya dan memasang senyum lembut nan hangat sebagai balasan dan kembali memandang Kyuubi.
"Tidak apa-apa, sudah sepantasnya saya membantu bila saya masih mampu. Lagi pula desa anda telah menolong saya saat entah sudah berapa lama saya berada dirumah sakit desa ini." jawab Naruto tanpa mengalihkan pandangannya lagi. "Dan masih ada hal lain yang harus kita lakukan!" lanjutnya yang kemudian melompat ke arah Kyuubi yang menuai tatapan bingung dari Hiruzen dan beberapa ANBU termasuk medic-nin yang berada didekatnya.
"Sandaime-sama, jangan-jangan orang itu ingin mengendalikan Kyuubi?" bisik salah satu ANBU yang membuat Hiruzen memandangnya dan menjawab dengan gelengan.
"Sepertinya tidak."
w
w
w
Setelah mengevakuasi warga Ino dan Riuuka kini berdiri diatas sebuah bangunan dan memandang tempat Kyuubi, atau Kurama. Mereka berdua memperhatikan Kurama yang masih berada didalam kabut uap hasil tabrakan beberapa naga api dan air yang diciptakan shinobi-shinobi Konoha.
Beberapa saat kemudian mereka melihat sebuah naga kayu masuk kedalam kabut dan bertarung dengan Kyuubi. Begitu melihat naga kayu tersebut, Ino segera mengedarkan pandangannya kesegela arah guna mencari pencipta naga tersebut. Ia terus mencari sambil menajamkan pandangannya hingga ia mampu melihat seorang pemuda pirang tengah jatuh berlutut dengan seorang medic-nin dibelakangnya.
Melihat hal tersebut ia segera berniat pergi namun terhenti saat meresakan tangan kirinya digengam oleh sebuah tangan mungil dan dapat diyakini bahwa pemiliknya tangan tersebut adalah Riuuka.
"Sebaiknya kita tidak usah kesana, Kaa-san. Lebih baik kita ambilkan dulu pakaian Tou-san yang sepertinya terjatuh!" ucap Riuuka sambil menujuk ke arah pemuda pirang tersebut yang masih menggunakan pakaian rumah sakit.
"Hah... baiklah, kita ambil dulu pakaian Tou-sanmu." Kemudian mereka berdua menghilang dalam kepulan asap putih.
W
w
w
Naruto yang telah mendarat dan berdiri tepat didepan kedua mata Kyuubi atau yang lebih dikenalnya sebagai Kurama, dapat dilihatnya kedua mata Kurama berwarna merah bertomoe yang menandakan bahwa ia berada dibawah kendali seseorang. Dengan cepat ia melakukan segel tangan dan mengarahkan telapak tangan kanannya yang telah bertuliskan sebuah kanji disana.
"Keiyaku fuin"
Secercah cahaya keluar dari kanji tersebutsaat bersentuhan dengan kening raksasa Kurama, dan membuat iris mata Kurama yang sebelumnya bertomoe berubah menjadi vertikal. Kemudian secara perlahan kedua kelopak mata Kurama menutup karena kelelahan.
Tbc
oke... Itu dia karya chap terbaru saya, semoga bisa dinikmati oleh reader semua...
Tak ada yang akan saya sampaikan sekarang. Selain...
Sampai jumpa di chap selanjutnya...
HORE...
