Naruto Masashi Kishimoto
Summary: Gak tahu lagi mau bikin summary apa,..
Warning: Pasti udah pada tahu, iya kan?
A/N: Tidak ada yang perlu dibicarakan...
W
w
w
Pagi menjelang seperti biasanya di desa Konohagakure, beberapa penduduk telah menjalani aktivitas mereka. Seperti membuka kedai, pergi ke ladang, hingga ada yang hanya berjalan-jalan biasa untuk menikmati pagi.
Sama halnya dengan pria yang satu ini, dengan jubah putihnya yang berkibar ia berjalan santai sembari membalas sapaan beberapa penduduk. Pria pirang bermarga Senju itu nampak lesu seperti hari-hari sebelumnya. Ayolah, siapa yang senang bila kau harus dibangunkan pagi-pagi sekali hanya untuk berkumpul dengan para orang tua yang telah mendekati ajalnya? Tapi, apa mau dikata. Ia harus mematuhi segala apa yang dikatakan oleh mereka, walau tidak semua.
"Naruto..."
Sedang asik-asiknya melamun, tiba-tiba sebuah suara memecah pikirannya. Ia edarkan pandangan demi melihat siapa yang memanggilnya, dan saat ia menoleh sebuah rambut yang mirip seperti buah nanas menyambut penglihatannya.
Orang itu berjalan semakin mendekat saat ia menghentikan langkahnya untuk menunggu pria nanas tersebut.
"Tumben kau sendiri, Shikaku. Dimana Choza dan Inoichi?" rasa tidak enak muncul di hati Naruto kala memanggil mertuanya dengan nama kecilnya, tapi mau bagaimana lagi. Sementara Shikaku hanya menghela nafas sebelum menjawab.
"Hahh... Mereka mungkin telah sampai ditempat pertemuan."
"Begitu? Sebaiknya kita lekas berangkat, tidak enak membuat 'orang tua' itu menunggu." Shikaku mengangguk dan paham siapa yang dimaksud 'orang tua' oleh pria Senju itu. Siapa lagi kalau bukan para tetua keriput.
Mereka pun melanjutkan perjalanan mereka yang sempat tertunda. Dan selama perjalanan berlangsung, keduanya nampak terlibat pembicaraan ringan. Seputar keluarga mungkin, atau tentang klan.
Tak terasa perjalanan mereka terhenti didepan sebuah gedung bersimbol api merah membara. Kedua Chuunin yang bertugas menjaga gerbang langsung mempersilahkan mereka berdua masuk kedalam gedung. Dan pas sekali saat keduanya memasuki pintu, kedua iris berbeda warna itu disambut oleh banyak shinobi konoha yang berlalu lalang. Mulai dari Chuunin, hingga elit Jounin.
"Sepertinya rapat kali ini sangat penting." ujar Shikaku melihat shinobi-shinobi itu berjalan didepannya dan Naruto. Sedangkan si pirang hanya mengangkat kedua bahunya tak peduli.
"Mungkin amat sangat penting hingga mampu membuat mereka sangat sibuk."
Setelahnya kedua laki-laki tersebut kembali berjalan dengan dipandu oleh seorang wanita bersurai coklat yang memang bertugas mengantar para ketua klan di Konoha ke ruang rapat dewan.
W
w
w
#Beberapa jam kemudian#
Satu persatu orang keluar dari ruangan rapat, dan Naruto sendiri keluar bersama seorang kakek yang pernah menjabat sebagai Hokage, dialah Hiruzen Sarutobi.
"Saya tidak habis pikir, Hiruzen-sama." ucap Naruto sembari melangkah santai.
"Maksudmu?"
"Kenapa si tua bangka itu menolak hanya karena kekurangan informasi?" Hiruzen terkekeh mendengar jawaban Naruto.
"Dia benar, Naruto-kun. Bila kita berjalan saat kita tidak mengetahui jalan, maka kita akan tersesat. Kau tahu artinya, bukan?" Naruto mengangguk karena mengerti makna ucapan tersebut. Ia kemudian pamit untuk pulang kerumahnya, dan hanya ditanggapi dengan anggukan beserta senyum ramah dari sang mantan Hokage tersebut.
Sama seperti sebelumnya, Naruto mendapat beberapa sapaan dari penduduk selama perjalanan menuju rumahnya. Tapi selang beberapa saat setelah membalas salaman terakhir, semilir angin tiba-tiba saja berhembus menerpa wajah tampannya. Ia terdiam sesaat seakan tengah berkonsentrasi. Kemudian kembali melanjutkan perjalanannya.
"Tadaima..." ucap Naruto setibanya di depan pintu rumah, dibukanya pintu katu tersebut kemudian melangkah masuk.
"Okaeri." terdengar jawaban yang sepertinya berasal dari ruang tengah, tapi dihiraukan olehnya. Ia lebih memilih berjalan ke arah kamar melewati istri dan kakak perempuannya yang tengah berbincang di ruangan tersebut.
Setelah masuk ke dalam kamarnya, Naruto kembali berjalan mendekati lemari. Membuat sebuah segel tangan dan mendekatkan telapak tangan kirinya ke arah dinding lemari bagian dalam tepat ditengah.
Secara ajaib, sebuah pintu muncul dihadapan Naruto. Dimasukinya pintu tersebut dan berjalan menyusuri anak tangga yang entah mengantarnya kemana. Selama berjalan tidak ada yang terlihat selain dinding dan lilin yang menjadi penerangan di lorong kecil itu.
Setelah beberapa menit berjalan, Naruto tiba di depan sebuah pintu kayu yang dimana ditengah pintu tersebut terdapat sebuah simbol klan Senju dan dibawahnya simbol Uzumaki. Dibukanya pintu tersebut dan hanya gelap yang menyambut penglihatan Naruto, tapi kegelapan ruangan yang terlihat cukup luas itu di terangi oleh beberapa batang lilin yang menyala disetiap sudutnya.
Melangkahkan kedua kakinya dan menghasilkan sebuah suara yang menggema di ruang bawah tanah tersebut. Dan tepat saat Naruto berdiri ditengah ruangan secara tiba-tiba beberapa bayangan bergerak cepat dari sudut-sudut ruangan gelap itu dan berdirilah lima sosok yang entah pria atau wanita. Kelima sosok tersebut mengenakan pakaian sama, yaitu baju hitam polos berlengan panjang yang dilapisi sebuah armor baja berwarna coklat yang kemudian dipadukan dengan celana panjang yang warnanya senada dengan armor yang mereka gunakan, tak lupa juga sepasang sepatu standar untuk shinobi dan topeng shinigami yang menutup seluruh bagian wajah mereka. Karena kesamaan merekalah Naruto membedakan kelimanya dari simbol yang berada di bagian kening topeng mereka.
Sosok pertama disebelah kanan Naruto bersimbol daun, lanjut ke sebelah kanan sosok pertama memakai topeng bersimbol huruf 'i', kemudian disebelahnya lagi bersimbol dua buah batu, kemudian sosok disebelahnya bersimbol garis-garis melengkung membentuk huruf 's' sebanyak empat buah, dan terakhir bersimbol huruf 'h' terbalik dan terdapat sebuah garis disamping atas sebelah kiri.
Kalau kalian bertanya siapa mereka? Pastilah kalian telah mengetahuinya saat melihat simbol ditopeng mereka. Ya, mereka merupakan perwakilan dari kelima desa besar yang berada di dunia shinobi ini. Dan dari mana Naruto mengumpulkan mereka? Itu adalah rahasia yang sangat dijaga, bahkan mereka sendiri tidak mengetahui rekan mereka sendiri. Yang mereka ketahui hanyalah code name yang sesuai dengan simbol yang berada di topeng mereka, atau dengan kata lain mereka memanggil satu sama lain menggunakan nama desa tempat mereka berasal.
Kelima sosok bertopeng itu sedikit membungkuk ke arah Naruto dan kembali berdiri tegak tanpa bergerak seinci pun. Karena mereka merupakan lima orang yang sangat amat terlatih dalam berbagai bidang, baik itu bertarung atau pun dari segi emosi. Dan hal itu adalah hasil dari latihan yang amat sangat keras bahkan melebihi organisasi resmi seperti ANBU atau ROOT sekali pun, tapi tidak menggunakan cara penyeleksian karena Naruto sendiri yang mengamati mereka selama beberapa bulan.
"Apa yang kau bawa kemari, Iwa?" tanya Naruto memecahkan kesunyian tempat tersebut. Orang yang dipanggil pun nampak maju dua langkah dan kembali membungkuk kepada Naruto sebelum menjawab.
"Desa Iwagakure sedang dalam persiapan ingin membentuk aliansi dengan desa-desa kecil disekitarnya dan juga kembali memulai aliansi dengan desa Kumogakure untuk meratakan Kirigakure yang kini masih dilanda perang saudara, Naruto-sama."
Setelahnya sosok Iwa tersebut kembali mundur tak lupa membungkuk kembali kepada Naruto sebelum bergerak mundur dan berdiri sejajar dengan rekannya yang lain. Semua kembali sunyi, bukannya Naruto takut kalau shinobi yang berasal dari Kiri atau Kumo terpancing. Seperti yang dijelaskan tadi, mereka sangat terlatih. Jadi, urusan desa masing-masing adalah hal yang tak lagi ada dipikiran mereka, karena sekarang mereka telah digantikan oleh chibunshin masing-masing yang telah diberi Fuin khusus agar tidak terdeteksi oleh shinobi tipe sensor.
"Hanya itu?" Naruto kembali membuka suara, kelima sosok tersebut kemudian dengan serempak mengangguk.
"Baiklah, laporan dari Iwa telah kuterima awasi terus pergerakan desa Iwagakure. Selanjutnya, aku perintahkan Kiri untuk mencari tahu apa motiv dibalik perang saudara ini!" sosok Iwa dan Kiri mengangguk setelah mendengar perintah Naruto, "Dan Kumo, aku ingin data lengkap tentang rencana penyerangan aliansi kedua desa tersebut, mengerti!"
"Ha'i"
"Suna, kau kuminta untuk mengawasi jinchuuriki Ichibi dan tunggu perintah selanjutnya!" dan sosok Suna pun mengangguk disertai jawaban yang sama seperti sosok Kumo barusan. "Sementara Konoha, tetap waspada! Terutama pada organisasi gelap seperti ROOT."
"Karena semua telah mendapat perintah, kalian boleh bubar! Jangan lupa, bila tugas yang kuberikan telah kalian selesaikan segera mengirim pesan seperti biasa, apa kalian paham?"
"Ha'i" jawab kelima sosok yang berdiri dihadapan Naruto itu dengan serentak dan kemudian kembali melesat bagai bayangan sebelum akhirnya menghilang.
Sementara Naruto yang masih berada ditempat itu cuma terdiam sambil memikirkan langkah selanjutnya yang akan ia ambil. Merasa tak menemukan apa yang dicarinya, ia lantas segera beranjak dari ruangan gelap itu dan kembali menyusuri tangga menuju ke kamarnya.
W
w
w
#Seminggu kemudian#
Naruto pov.
Sudah seminggu sejak aku memberikan perintah kepada kelima anggota KOI KAGE yang aku didirikan tanpa sepengetahuan siapa pun, termasuk keluargaku kecuali istri tercinta, Ino Senju. Tapi, walaupun anggotanya hanya lima orang, jangan pernah remehkan kekuatan mereka. Karena kelima orang tersebut telah kuamati secara langsung dengan bantuan bunshin-bunshin kayu yang aku sebarkan untuk mengamati kelima desa besar itu. Dan jangan lupakan bahwa mereka telah kulatih secara ekstra disebuah hutan tanpa penghuni selama satu tahun dan diuji dengan bertahan hidup melawan bunshinku sendiri yang jumlahnya sepuluh kali lipat dari jumlah mereka, walau mendapat luka parah hingga hampir mati tapi mereka tetap menjalaninya. Dan berkat pelatihan itulah ketahanan tubuh mereka meningkat pesat, pelatihan simulasi perang yang diterapkan oleh Senju Naruto memang tak diperkirakan oleh mereka berlima sebelumnya. Hahaha...
Dan sekarang lima bulan setelah terbentuknya KOI KAGE, aku dengan penuh sikap layaknya seorang pemimpin mampu memandu dan menggiring mereka berlima dengan baik, dan dalam kepemimpinanku aku selalu menekankan agar kelima shinobi bayangan itu selalu bersikap netral dikala bertugas. Artinya mereka harus bias memisahkan permasalahan pribadi disaat menjalankan misi atau hanya sekedar hadir dalam pertemuan.
Pov. End
"Hahh…"
Memikirkan tentang semua hal itu membuat Naruto mendesah lelah, ia kembali ke alam nyata ketika samar-samar kakinya merasakan sebuah getaran ringan. Dengan wajah yang entah kapan berubah serius, si pirang kembali berjalan dengan sedikit lebih cepat dari sebelumnya. Mengabaikan jubah putihnya yang berkibar akibat pergerakannya dan semua pasang mata yang memandang heran ke arahnya.
Naruto tiba di kediaman pribadinya tepat setelah beberapa menit berjalan, ia menyapa kedua penjaga dengan cepat dan meninggalkan mereka dengan cepat pula. Kedua shinobi Chuuninyang menjadi penjaga gerbang kediaman Senju tersebut dibuat heran dengan tingkah sang pemilik rumah, tapi mereka memilih untuk mengabaikannya karena merasa tidak memiliki hak untuk menanyakan hal tersebut.
"Tadaima…"
Hening
Jelas saja, kakak perempuan yang menjadi keturunan klan Senju yang asli telah pergi berkelana tiga hari yang lalu. Alasan pergi membantu orang yang membutuhkan bantuan medis yang dimilikinya, ia pergi meninggalkan desa dan menyusul teman sesama sennin yang memang telah meninggalkan desa terlebih dulu karena tugasnya yang merupakan seorang mata-mata desa. Tapi bukan itu yang menjadi pikiran Naruto karena sapaannya tidak terjawab, melainkan karena istri yang biasa dirumah kini tak terlihat walau hanya sebatas batang hidung yang tak terlalu mancung itu.
"Hahh.. mungkin dia sedang keluar." Gumamnya yang kemudian memilih melangkah menuju dapur untuk mengambil segelas air minum dan menghabiskannya dalam sekali tenggak.
Setelah mendinginkan tenggorokan yang terasa kering, Naruto kemudian berjalan menuju kamarnya dan sang istri. Begitu masuk, ia telah melihat sang istri yang dikiranya tengah keluar kini sedang tertidur dalam damai. Sebuah senyum menghiasi wajah rupawan sang Senju kala melihat wajah polos istrinya yang tertutupi oleh poni rambutnya yang sama seperti ketika mereka masih berpacaran dulu.
Ia melangkah mendekati ranjang dan duduk ditepi ranjang. Tangan kanannya bergerak guna membersihkan gangguan untuk menyaksikan secara sempurna wajah cantik milik wanitanya. Kulit lembut milik wanita bersurai pirang yang sama seperti dirinya walau agak sedikit lebih pucat itu langsung terasa saat telapak tangan kanannya telah bersentuhan dengan kulit pipi belahan jiwanya. Ia terus menggerakkan tangannya membelai pipi lembut Ino hingga tanpa sadar telah membangunkan wanita yang menjadi pemilik hatinya tersebut.
Dengan perlahan Ino membuka kelopak matanya dan sedikit mengerjap guna menetralisir cahaya yang memasuki retina matanya yang berwarna biru pudar, Ino mentautkan kedua alis matanya ketika melihat suami pirangnya tengah memandang lembut. Bukannya ia tak suka, malah ia sangat menyukai suasana seperti ini. Tapi, bukankah hal itu jarang terjadi akhir-akhir ini.
"Ada apa, Naruto?"
Suara bernada rendah yang hampir menyerupai bisikan itu sukses menyadarkan Naruto dari khayalannya. Ia tersenyum memandang Ino yang juga berbalik menatapnya, tapi dengan tatapan heran yang seolah bertanya.
"Tidak, maaf sudah membangunkanmu. Aku akan ke ruang pertemuan dulu! Oh ya, dimana Riuuka?" ucap Naruto sembari bangkit dari posisi duduknya dan berjalan menjauh.
"Dia sedang menjalani misi ke Yukigakure, katanya sih misi B-rank mengawal pemimpin desa itu untuk melakukan pertemuan dengan pemimpin desa disekitarnya." jawab Ino dan dapat dilihatnya bahwa sang suami hanya mengangguk sebagai respon. Ino yang kini telah duduk di atas tempat tidur senan tiasa menatap punggung tegap si pirang cerah yang mulai menjauh.
Dan seperti sebelumnya, Naruto berdiri di depan lemari pakaiannya dan membuka pintu lemari tersebut. Sedikit menyibakkan baju-baju yang tergantung di tempatnya hingga sebuah kanji muncul di penglihatannya.
W
w
w
Berjalan dalam keheningan, Naruto melewati susunan lilin yang seperti tak pernah padam. Ia berjalan dengan tenang sampai akhirnya ia melihat sebuah pintu, dibukanya pintu tersebut dan terlihatlah sebuah ruangan luas tak terkira dengan lima sosok manusia bertopeng telah berdiri menunggu sang Uzumaki Senju. Merekalah KOI KAGE, para bayangan yang menjaga keseimbangan melalui bayangan mereka.
Kelima sosok KAGE itu tampak membungkuk ketika Naruto berdiri tepat di depan mereka. Dan setelahnya mereka kembali berdiri tegak menunggu pemimpinnya berbicara.
"Baik, kabar apa yang kalian bawa?" suara Naruto bergema di ruangan gelap tersebut, hening sesaat akibat menunggu siapa yang memulai. Tapi, tak ada yang berbicara membuat Naruto mau tidak mau kembali berucap.
"Kiri!?"
Dan sosok yang dipanggil pun melangkah maju, kembali membungkuk sebelum kemudian menjawab. "Menurut pengamatan saya, desa Kirigakure mengalami peningkatan dalam bidang kemiliteran. Semua anak yang telah mencapai usia lima tahun diharuskan masuk kedalam akademi shinobi atas perintah Yondaime Mizukage. Tapi, sebagian dari shinobi Kirigakure menentang keras perintah tersebut. Para pemberontak yang menamai diri mereka rebillion mulai melakukan penyerangan dan terjadilah perang saudara tersebut. Sekian, Naruto-sama." setelah menyampaikan laporannya KAGE Kiri kembali membungkuk dan mundur kembali ke barisan.
"Lantas alasan apa yang menjadi penyebab perintah Mizukage?" tanya Naruto kembali pada Kiri.
Sementara sosok yang ditanya kembali menjawab tanpa berjalan maju. "Alasan yang mendasari perintah tersebut belum diketahui karena Yondaime Mizukage tidak menjelaskan hal tersebut. Oleh karena itu, para pemberontak rebillion tidak menyetujui perintah Yondaime. Menyebabkan kedua belah pihak tersebut berselisih." Naruto mengangguk mendengar penuturan Kiri, ia mengalihkan pandangannya ke sosok yang berdiri di sebelah Kiri.
"Iwa!?"
Sama seperti sosok Kiri, orang bertopeng dengan lambang dua buah batu tampak berjalan beberapa langkah dan membungkuk. "Persiapan Iwagakure kini telah mencapai kesiapan 90%. Saat ini, beberapa shinobi Kumogakure telah terlihat terlihat di desa Iwagakure. Dan menurut pengamatan saya, para shinobi Kumogakure yang berada di desa Iwagakure tersebut diperintahkan oleh Raikage untuk menjadi jalan informasi antar kedua desa tersebut." dan dengan berakhirnya perkataan KAGE Iwa, sosok Iwa kembali mundur dan berdiri berdampingan dengan keempat rekannya yang lain.
Setelah itu, Naruto kembali memanggil Kumo yang laporannya hampir sama seperti Iwa. Yaitu shinobi Iwagakure juga terlihat di desa Kumogakure. Tetapi, terdapat sedikit perbedaan pada laporan KAGE Kumo. Salah satunya adalah aliansi kedua desa akan membagi kelompok menjadi dua, Raikage dan Tushikage akan memimpin dua kelompok tersebut secara langsung.
Informasi berikutnya yang sedikit banyak membuat Naruto terkejut datang dari desa Konohagakure, KAGE dengan code name Konoha itu menjelaskan bahwa ROOT juga akan memanfaatkan situasi di Kirigakure untuk menculik shinobi junior yang memiliki potensi tinggi. Dan yang terakhir adalah laporan KAGE Suna yang mengatakan bahwa Jinchuuriki bijuu berekor satu masih dalam kendali Sunagakure, artinya masih belum ada tanda-tanda bermasalah pada jinchuuriki tersebut. Memang apa yang diharapkan dari anak berumur 3 tahun?.
"Bagus, informasi yang kalian peroleh sangat menarik. Dengan informasi ini kita dapat mengambil langkah selanjutnya."
Semua diam, tak ada yang menanggapi perkataan Naruto. Karena mereka tahu, bahwa pemimpin mereka belum selesai bicara.
"Jadi, langkah apa yang akan kita ambil, Naruto-sama?" tanya KAGE Kiri saat melihat Naruto yang tak kunjung meneruskan ucapannya. Naruto sendiri yang tadinya tengah berpikir segera sadar akibat pertanyaan tersebut.
Sambil memasang pose berpikir Naruto menjawab, "Hmm... Untuk langkah selanjutnya akan kupikirkan nanti! Kita tidak boleh mengambil tindakan dengan gegabah. Karena bila kita salah sedikit saja, semua pasti hancur." jawab Naruto sembari menatap anggotanya satu persatu. "Dan yang bisa kita lakukan saat ini hanyalah mengawasi situasi perang saudara tersebut. Kalian tetap melakukan perintah yang kuberikan sebelumnya, kecuali Suna. Aku ingin kau membantu Kiri dalam misinya mengawasi Kirigakure, kontak fisik diperbolehkan asalkan kalian berada dalam situasi tertentu! Apa kalian semua mengerti?" kelima KAGE mengangguk begitu Naruto bertanya.
"Baiklah, karena sudah tidak ada lagi yang harus dijelaskan lagi, kalian boleh pergi! Ingat misi kalian ini sangat berbahaya, kalian harus selalu waspada. Mengerti?" kembali KAGE-KAGE tersebut mengangguk sebagai jawaban, dan dalam hitungan detik kelima KAGE langsung berpencar dan menghilang dalam gelapnya ruangan tersebut.
Tbc...
Yosh... Hanya itu yang bisa saya sajikan,, saya sedikit mengurangi jumlah word karena ingin membuat fic ini sedikit gaje,, hehe...
Untuk kedepannya mungkin akan sama jumlah wordnya,, atau mungkin bisa lebih...
Dan untuk kk junior,, makasih telah membantu saya membuat fic abal ini...
Oke itu aja yang mau saya sampaikan,, oh ya,, saya juga berterima kasih buat semua kk yang udah baca atau pun memberi masukan...
Sekali lagi,, terima kasih banyak...
