MY PAST MAKE ME LIKE THIS
Cast : - Byun Baekhyun
-Park Chanyeol
-Do Kyungsoo
-Kim jongin
-Oh sehun
-Wu Kris
And other cast
This is Genderswitch
Don't like don't read!
Typo Everywhere!
Genre : family, Romance, Hurt/Comfort
Rate : T+
Hailooooo! Aku datang dengan chapter kedua yang updatenya sengaja aku majuin dari rencanya sebelumnya, makin penasaran? Makin penasaran? Yuuuuu langsung dibacaaa. Tinggalkan reviewnya okeee^^
Chapter dua
"apa yang akan kau lakukan setelah ini Baek?" Kyungsoo memandang Baehyun yang tengah memasukan buku-bukunya setelah kelas Kim Seonsangnim usai.
"ku rasa aku akan menghabisan waktu di perpustakaan."
"ck! Berhenti menghabisan waktumu di perpustakaan Baek. Bagaimana kalau kau ikut denganku? Kita akan bersenang-senang bertig-" belum sempat Kyungsoo melanjutkan kalimatnya BAekhyun sudah lebih dulu menoleh dan memotong kalimat yang aan diucapkan sahabatnya tersebut.
"Bertiga dengan Jongin maksudmu? Aigoo…Jongin akan membunuhku kalau terus-terusan menganggu kencan kalian Kyung. Pergilah berdua dengan Jongin kali ini. Aku benar-benar sedang ingin menghabiskan waktuku di perpustakanan Kyung. Jadi, Pergilah" Baekhyun tersenyum memandang sahabatnya yang sudah di anggapnya saudara ini. Kyungsoo hanya bisa menghela nafas, membujuk Baekhyun memang bukan hal mudah, sahabatnya ini memang tipe gadis yang keras kepala dibalik sifat ceria dan ramahnya, jadi daripada mereka berdebat, Kyungsoo lebih memilih mengikuti keinginan baekhyun yang ingin pergi ke perpustakaan daripada harus ikut dengan dirinya dan Jongin.
"bailah, kali ini aku sedang tak ingin memaksa. Jika terjadi sesuatu, kau tahu harus menghubungi kemana kan? Jangan membuatku khawatir dan jangan pulang terlalu larut baek. Aku pergi dulu, okay? Jongin sudah menunggu di parkiran" Kyungsoo mengacak-acak rambut sahabatnya sambil tersenyum yang di hadiahi tatapan tajam Baekhyun
"Ck! Aku bukan anak kecil lagi Kyung eomma. Dan berhenti mengacak-acak rambutku, kau membuatku makin terlihat jelek, kau tahu? Pergilah, dan habiskan waktumu dengan baik, aku sudah berulang kali menghancurkan kencan kalian, dan sampaikan salamku pada jongin"
Kyungsoo terbahak "bagaimana mungkin diva Byun akan langsung terlihat buruk hanya karena aku mengacak-acak rambutmu Baek? Kau bahkan tetap terlihat cantik kekekeke~ kau tidak pernah mengangguku dan jongin ,jangan pernah beranggapan seperti itu baek. Baiklah, akan ku sampaikan salammu pada jongin nanti. Annyeong ,Baekki-ya"Kyungsoo tersenyum dan menepuk bahu Baekhyun lembut.
"kau menggodaku Kyung? Rayuanmu payah sekali!. Annyeong Kyung eomma, Hati-hati di jalan, ne?"Baekhyun tersenyum sambil melambaikan tangannya. Kyungsoo tertawa terbahak dan balas melambaian tangannya dan akhirnya berlalu meninggalkan Baekhyun.
"ku rasa, perpustakaan bukan tempat yang buruk untuk menghabiskan hari"Baekhyun tersenyum sambil bergumam pada dirinya sendiri.
Baekhyun sebenarnya hanya beralasan pada kyungsoo dengan menyebut dirinya akan menghabiskan waktu di perpustakaan. Baekhyun hanya tahu diri untuk tidak (lagi) menganggu acara kencan kedua sahabatnya itu, beruntunglah Kyungsoo langsung percaya dan tidak berniat untuk memaksa Baehyun ikut.
Dan disinilah baekhyun , di perpustakaan kampusnya. situasi perpustakaan kampus mereka masih terlihat ramai dengan beberapa mahasiswa dan mahasiswi yang masih berkutat dengan buku-buku mereka atau hanya sekedar untuk tidur setelah kelas siang mereka usai. Baekhyun kali ini berniat membaca beberapa buku yang di anggapnya menarik. Baekhyun pergi menyusuri rak-rak buku psikologi, entah mengapa baekhyun sedang ingin membaca buku tentang kejiwaan, baekhyun merasa konyol karena buku yang dipilihnya bahkan tidak ada sangkut pautnya dengan jurusan yang baekhyun ambil, baekhyun adalah salah satu mahasiswi jurusan manajemen dan lihatlah buku yang diambilnya benar-benar menyimpang dari apa yang di pelajarinya.
"Mempelajari bahasa tubuh seseorang? Ini terlihat menarik"Baekhyun mengambil satu buku yang dianggapnya menarik dan mencari tempat yang nyaman untuk membaca buku yang di telah dipilihnya, Baekhyun mengedarkan pandangannya dan baekhyun memilih duduk di salah satu meja di sudut perpustakaan, tempatnya terlihat nyaman . Baekhyun menduduki kursi yang dipilihnya dan dilihatnya lelaki yang berada tepat bersebrangan meja dengannya sedang tertidur pulas. Baekhyun mengedikkan bahunya acuh, lalu mulai membuka buku yang sudah di pilihnya tadi.
Baekhyun yang sedang membaca tidak menyadari bahwa lelaki yang dilihatnya tertidur pulas tadi searang sedang memandanginya. Saat baekhyun mendongakkan kepalanya dari buku yang dibacanya, pandangannya bersinggungan dengan mata bulat milik lelaki yang tengah memandangnya. Baekhyun menautkan kedua alisnya sambil berpikir apakah ia mengenal lelaki yang tengah memandangnya ini. Saat baekhyun masih tenggelam dengan pikirannya, lelaki itu lebih dulu membuka suaranya..
"Byun Baekhyun-ssi" Baekhyun menatap lelaki yang tengah menatapnya masih dengan alis bertautan baekhyun bertanya
"apakah kita saling mengenal sebelumnya?"
"berhentilah berlaku kuat dengan menutupi semua yang kau rasakan, itu tidak akan merubah keadaanmu, kau tahu?"lelaki itu memandang baekhyun intens, baekhyun semakin tidak mengerti dengan apa yang dibicarakan lelaki yang bahkan tidak di kenalnya ini, belum sempat baehyun bertanya maksud ucapan lelaki di depannya ,lelaki itu sudah melanjutkan kalimatnya.
"Kau bersembunyi dari semua kesakitanmu dengan topeng kebahagiaan yang kau buat, kau hanya akan menyakiti dirimu lebih dalam. Bahkan luka yang kau rasakan terlihat jelas dimatamu, apaah orang-orang itu buta atau apa?, mereka bahkan tidak bisa membedakan kebahagiaan asli dan kebahagiaan yang kau buat-buat itu, sungguh menggelikan" lelaki itu masih tepat memandang baekhyun dengan tatapan datarnya. Baekhyun yang semula terdiam, terlihat kurang menyukai kalimat lelaki yang bahkan tidak dikenalnya ini
"kau tidak berhak mencampuri urusanku, kita bahkan tidak mengenal satu sama lain. Kau sungguh lucu, kau bahkan tidak mengenalku tapi berani berkomentar tentang hidupku"
Lelaki itu tersenyum mnegejek "aku yang bahkan tidak mengenalmu secara dekat saja tahu ada sesuatu yang salah denganmu, lalu bagaimana dengan semua teman-teman yang selalu berada didekatmu itu?mereka yang mengenalmu dekat bahkan tidak menyadari? Atau bahkan tidak peduli?"
"Kau.." baekhyun berusaha meredam amarahnya, baekhyun menyesal untuk memilih pergi keperpustakaan "lebih baik tadi aku pulang, daripada harus berhadapan dengan namja gila ini!" batin baekhyun.
"wae? Kau tidak bisa mengelak? " namja itu melihat lurus kemata baekhyun yang tengah memandangnya dengan beragam perasaan , yang di dominasi perasaan marah tentunya.
"aku tidak peduli dengan apa yang kau katakan tentangku, aku bahkan tidak mengenalmu. Aku tidak meminta kau untuk menyukaiku dan mau berteman denganku seperti yang lainnya, aku tidak peduli bahkan jika kau menjadi pembenci byun baekhyun nomer satu di kampus ini,tapi jangan pernah ikut campur dan mencoba menghakimi kehidupanku, park chanyeol-ssi" baekhyun mengetahui nama namja itu dari buku yang tadinya dijadikan namja tadi sebagai bantal tidurnya.
"aku tidak membencimu dan ya aku tidak menyukaimu disaat yang bersamaan,Baekhyun-ssi. Aku hanya sedikit muak melihat sikapmu yang terlalu kau buat-buat, bersikaplah apa adanya pada lingkungan sekitarmu sebelum sikap pura-puramu ini menyakiti dirimu sendiri nantinya" namja bernama park chanyeol ini masih tetap memperlihatkan mimik wajah datarnya dengan nada bicara yang juga sedatar wajahnya.
"kalau kau muak jangan memperhatikanku,bodoh. Kau ini bodoh atau apa?" baekhyun mulai tersulut emosi .
"apa yang sebenarnya di inginkan namja bodoh ini? Benar-benar membuatu kesal!" batin baekhyun.
"terserah ,kau bisa menganggapku dengan segala opinimu, itu hakmu. Aku hanya menyampaikan apa isi pikiranku selama ini, dan beruntungnya aku bisa langsung menyampaikan padamu langsung, Baekhyun-ssi"
"Kau….." Baekhyun sudah siap mengeluarkan sumpah serapah untuk namja yang-menurutnya bodoh ini,namun sebelum baekhyun mengeluarkan semua kalimatnya, Chanyeol bangkit dari tempatnya duduk dan pergi meninggalkan baekhyun seolah tidak terjadi apa-apa.
"Berhenti berpura-pura, kau tahu kau bisa menyakiti dirimu sendiri. Pikirkan itu" chanyeol menghentikan langkahnya dan mengucapkan kalimat yang menurut baekhyun sok tau itu, sebelum akhirnya benar-benar pergi.
"Lucu sekali, bagaimana namja yang tidak pernah ku kenal berani mengatakan hal seperti itu. Sikapnya benar-benar….." baekhyun menghela nafas sebelum mengucapkan kata yang hanya bisa di dengarnya sendiri "bagaimana kau bisa mengetahui hal itu, park chanyeol? " Baekhyun menatap sendu buku yang tadi dibacanya, baekhyun benar-benar kehilangan mood membacanya sekarang.
"Lebih baik aku pulang dan beristirahat, aku rasa itu lebih baik daripada disini"monolog Baekhyun. Baekhyun mengembalikan buku yang tadi dibacanya dan berlalu meninggalkan perpustakaan. Tanpa baekhyun sadari ada sepasang mata bulat yang memandangi kepergiannya.
"gadis bodoh" ujar Chanyeol pelan. Chanyeol ternyata tidak benar-benar pergi dari perpustakaan, ia berdiam diri di tempat yang tidak bisa baekhyun lihat, tapi chanyeol bisa dengan jelas melihat gadis tersebut. Maka setelah baekhyun benar-benar menghilang, barulah chanyeol keluar dari tempatnya dan mengikuti langkah baekhyun ,keluar dari perpustakaan.
To Be Continue
Kok Chanyeol di chapter pertemuan pertama ngeselin yaaaa?wkwkwkwk, tenang sikap chanyeol disini di chapter-chapter yang akan datang bakal aku jelasin, maaf ya kalau ff nya jadi makin absurd, ini bener-bener dari ide aku sendiri heheh. Sekali lagi terima kasih untuk yang sudah mau membuang waktunya untuk sekedar membaca, dan terima kasih untuk yang sudah review,follow, dan favorite ff ini. Aku terharu hahahaha, but thank's. bener-bener bikin jadi semangat untuk nulis chapter kedua hehehe. Aku harap kalian suka dengan chapter kedua dari ff ini. Baby baekki benar-benar akan tersiksa batin di ff ini, soooooo ikutin terus yaaaaa!
See you on chapter ketiga. Review juseyooooo^^
