MY PAST MAKE ME LIKE THIS

Cast : -Byun Baekhyun

-Park Chanyeol

-Do kyungsoo

-Kim jongin

-Oh Sehun

-Wu Kris

and other cast

This is genderswitch

don't like don't read!

Genre: family, Romance, Hurt/comfort

Rte: T+

TYPO EVERYWHERE

hailoooo readers!, aku datang bawa chapter baru wkwkwk, semoga kalian suka yaaa. check this out!

chapter ketiga

Chanyeol sungguh kesal dengan tingkah baekhyun yang menurutnya naif itu. baekhyun mungkin bisa menutupi semuanya dari sahabat-sahabatnya, namun bagi chanyeol itu terlihat sangat jelas. Bagaimana baekhyun tersenyum dan tertawa tetapi dibalik senyum dan tawa baekhyun, mata baekhyun tidak memperlihatkan bahwa ia sama bahagianya, malah terkadang chanyeol bisa melihat tatapan kosong baekhyun saat di memang bukan seorang peramal, juga bukan seorang psikolog yang bisa dengan mudahnya membaca seseorang dari bahasa tubuhnya, chanyeol hanya salah satu dari teman sekelas baekhyun, yang bahkan tidak pernah sekalipun berbicara satu sama lain dengan baekhyun, saat di perpustakaan tadi adalah kali pertama chanyeol dan baekhyun berbicara satu sama lain. chanyeol berpikir, bagaimana bisa seseorang memakai topeng kebahagiaan terus menerus. entah apa yang di tutupi baekhyun, chanyeol tidak ingin ikut campur dan mencari tahu lebih dalam tentang kehidupan diva kampusnya ini.

sementara itu...

baekhyun memasuki apartemen yang selama ini hanya di tinggali nya seorang diri ,setelah kejadian itu baekhyun tidak berniat untuk tinggal dirumah lamanya , baginya itu hanya akan meninggalkan luka dan mengingatkannya akan masa kecilnya. bagi baekhyun masa kecilnya bukanlah hal indah yang harus dikenang, baekhyun terkadang iri dengan orang-orang yang mempunyai kenangan indah bersama keluarga nya, sementara baekhyun? mengingatnya pun baekhyun enggan.

baekhyun mendudukkan dirinya di sofa apartemennya, baekhyun menghela nafas berat. pembicaraannya dengan namja bernama park chanyeol tadi mengusik pikirannya, namja itu seolah bisa membaca apa yang baekhyun sembunyikan. baekhyun tertawa pelan mengingat saran namja itu untuk berhenti menyembunyikan apa yang dirasakannya, baekhyun mempunyai alasan untuk itu semua. bagi baekhyun yang sejak kecil sudah mengalami masa tersulit dari kehidupannya, baekhyun tidak mempunyai alasan untuk membiarkan semua orang tahu apa yang dirasakannya, bukan kah tidak akan ada orang yang benar-benar peduli? menurut baekhyun terkadang beberapa orang hanya penasaran dan sekedar ingin tahu. baekhyun tidak ingin orang lain menghujat masa lalu yang sudah di laluinya seorang diri. baekhyun tidak memiliki saudara yang bisa di jadikannya teman dan tempat berpegang saat ia mengalami masa sulit, baekhyun hanya mempunyai dirinya sendiri, hanya diri nya sendiri sebagai tempatnya berpegang dan mencari kekuatan selama ini. sampai akhirnya baekhyun bertemu dengan kyungsoo, sahabat yang sudah di angggapnya sebagai teman, saudara dan eomma nya ini adalah satu-satunya orang yang mengetahui sedikit apa yang baekhyun alami, baekhyun memang menceritakan sebagian kecil kisah masa lalunya pada kyungsoo, bukan karena baekhyun tidak percaya pada sahabatnya ini...bukan. baekhyun hanya...tidak ingin terlihat menyedihkan dan dipandangi dengan pandangan kasihan oleh sahabatnya sendiri. biarlah apa yang baekhyun alami dan rasakan menjadi rahasianya sendiri. baginya park chanyeol tidak tahu apa-apa dengan hidupnya, bagaimana bisa dengan lancangnya namja itu berbicara seperti tu padanya. baekhyun hanya tahu bahwa namja itu adalah salah satu dari teman sekelasnya,mereka bahkan tidak pernah berbicara satu sama lain sebelumnya.

"menggelikan, saranmu menggelikan park chanyeol-ssi" baekhyun bermonolog pada dirinya sendiri.

baekhyun merasa ponsel didalam tasnya berbunyi, kemudian mengambilnya dan melihat nama penelponnya dan terlihat nama "kyungsoo-ya" di layar ponselnya

"yeoboseyo"

"kau dimana baby baek?"

"wae?aku di apartament ku sekarang, neon eodiya?" baekhyun beranjak dari sofa dan berjalan menuju counter dapurnya untuk mengambil minum

"aku sedang bersama jongin sekarang, kau sudah makan malam? akan ku antarkan kalau kau belum makan, aku sedang di restoran favoritmu baek"

"kalau kau memaksa, kau bisa mengantarkannya untukku kyung eomma hehe..." baekhyun meneguk air mineral yang diambilnya.

"ck! bilang saja kau ingin di traktir ,eoh? arra arra, akan ku antarkan ke apartemen mu saat aku pulang nanti, pergilah mandi sebelum aku tiba di apartemenmu baek"

baekhyun tersenyum mendengar celotehan cerewet sahabatnya ini

"ne kyung eomma aku akan pergi mandi, jadi cepatlah tutup telpon mu ini dan aku ingin delivery ayamku datang dengan cepat. annyeong!" baekhyun memutuskan panggilannya dengan cepat saat di dengarnya kyungsoo menggerutu "ck! yak! byun baek, apa yang kau-!" bagi baekhyun lebih baik ia cepat mematikan sambungan telpon mereka sebelum kyungsoo mengeluarkan kalimat dengan nada cerewetnya lagi.

baekhyun memilih untuk segera membersihkan dirinya sebelum kyungsoo datang, baekhyun sedang tidak ingin mendengar ocehan-ocehan dari sahabatnya itu.

tepat setelah baekhyun keluar dari kamarnya, terdengar suara sesorang memasuki apartemen nya. kyungsoo memang satu-satunya orang yang mengetahui password apartement nya.

"yak byun baekhyun, kau dimana?" kyungsoo memanggil baekhyun sambil melepas alas kakinya dan menggantinya dengan sandal rumah.

"masuklah kyungsoo-yaa aku di dapur" baekhyun balas berteriak

kyungsoo yang mendengar suara baekhyun, menghampiri baekhyun yang sedang di dapur untuk mengantarkan makan malam untuk sahabatnya ini.

"ini makan malammu baby baek, habiskan okay? maaf aku tidak bisa menemanimu makan malam, aku harus segera pulang, eommaku sudah menelponku tadi" kyungsoo menyerahkan kotak makanan yang diyakini baekhyun berisi menu makanan kesukaannya- ayam.

"arraseo eomma, terima kasih untuk makan malamnya dan sampaikan salamku untuk eomma mu "baekhyun mengambil kotak makanan tersebut sambil nyengir lebar memandang sahabatnya.

"kau jelek saat seperti itu, baby baek! aku pergi dulu, dan habiskan makan malam mu" baekhyun mempoutkan bibirnya kemudian tersenyum

"aku akan mengantarkanmu sampai kedepan" kyungsoo menggeleng dan tersenyum pada baekhyun

"tidak usah, kau hanya perlu menghabiskan makanan ini, aku tahu jalan keluarnya baek. kau tidak perlu mengantarku, aku benar-benar harus pergi sekarang, jongin menungguku di parkiran, kita bertemu besok,okay? jalja baekki-ya" kyungsoo tersenyum lembut menatap sahabatnya ini .

"baiklah, hati- hati di jalan kyung eomma, terima kasih untuk makan malam nya" baekhyun tersenyun lebar ,kyungsoo yang melihat sahabatnya tersenyum juga ikut tersenyum, setelahnya kyungsoo berlalu dari dapur dan berlalu meninggalkan apartemen baekhyun.

"maaf ,apakah aku terlalu lama ?"kyungsoo memasuki mobil kekasihnya, sambil menatap khawatir pada kekasihnya

"gwaechana soo-ya, kau sudah mengantarkannya pada baekhyun?" jongin menghidupkan mobilnya

"ne ,sudah jongin-a. " kyungsoo tersenyum manis pada kekasihnya

"kekasihku ini sangat baik, eoh?"jongin mengacak-acak rambut kyungsoo yang duduk di sampingnya, kyungsoo yang diperlakukan seperti itu hanya tersenyum sambil memperbaiki rambutnya

"kau membuatnya jadi berantakan jongin-a, aku hanya berusaha menjadi sahabat yang baik untuk baekhyun, dia butuh seseorang yang bisa menjadi tempatnya bersandar, dan untuk sekarang, dia hanya punya aku, hanya aku sahabatnya."

jongin tersenyum mendengar kalimat kyungsoo "arra..., kau yang terbaik, jjang! "jongin mengacungkan jempol kanannya pada kyungsoo, yang di balas kyungsoo dengan tawa pelannya.

baekhyun baru saja memasuki kelasnya saat pandangannya bersinggungan dengan park chanyeol yang sedang menatapnya. baekhyun yang menyadari mereka tengah memandang satu sama lain, memutuskan kontak mata mereka. baekhyun kemudian mendudukkan dirinya di belakang tempat duduk chanyeol. chanyeol tetap acuh saat tahu baekhyun duduk di belakang tempat duduknya. chanyeol lebih memilih untuk melanjutkan membaca buku yang tadi sempat terhenti.

"chanyeol-ssi.." chanyeol mendongakkan kepalanya dari buku yang dibacanya, kemudian menggumam membalas sapaan yang di ucapkan baekhyun

"berbaliklah, ada yang ingin ku bicarakan denganmu, ini...tentang kemarin"

dengan enggang chanyeol berbalik menghadap baekhyun. baekhyun hari ini tetap terlihat cantik seperti biasanya dengan gaya casualnya, chanyeol mengakui di dalam hatinya kalau baekhyun memang cantik sekaligus...manis?

"apa yang ingin kau bicarakan?" chanyeol bertanya dengan nada datarnya

"ini tentang kemarin..., aku tidak tahu darimana kau mengetahui tentang masalahku, aku hanya ingin menegaskan padamu. aku tidak merasa ini akan menyakiti diriku, aku punya alasan kenapa aku bersikap seperti ini, aku tidak ingin dipandang dengan pandangan kasihan oleh orang lain, terutama...kau. tidak ada yang perlu tahu apa yang aku rasakan, yang aku alami. itu semua menjadi masalahku, urusanku. jadi, berhenti untuk ikut campur dalam masalahku" baekhyun memandang chanyeol dengan datar dan pandangan yang menyiratkan ketidaksukaan.

chanyeol mendengus dan tertawa kecil "sudah ku katakan kemarin, aku tidak akan ikut campur dengan hidupmu. aku hanya berusaha membantumu untuk keluar dari kehidupan pura-pura mu itu, baekhyun-ssi" belum sempat baekhyun membalas kalimat chanyeol, smartphone baekhyun bergetar di saku celananya, baekhyun yang merasakan getaran dari smartphone nya, kemudian mengambil dan melihat nama penelponnya, dan terlihatlah id penelpon bernama "Appa", baekhyun menghela nafas lelah, kemudian bangkit dari tempat duduknya dan meninggalkan kelas untuk menjawab panggilan dari Appa nya.

"baekki-ya?"

"sudah ku katakan berhenti menghubungiku" baekhyun berujar datar

terdengar helaan nafas dari sebrang, ini bukan kali pertama baekhyun menjawab panggilan appa nya dengan nada kasar

"ini tentang eomma mu baek,dia-" belum sempat appa baekhyun meneruskan kalimatnya, baekhyun mendecih

"jangan menyebut namanya, kau tidak berhak mengungkit tentang eomma ku! dan berhenti menghubungiku" baekhyun memutuskan panggilan telponnya secara sepihak .

baekhyun menghelas nafas kesal,

"berusaha menghubungiku dan mengungkit masalah eomma? dia pikir dengan menyebut tentang eomma ,aku akan berubah menjadi baik padanya? menggelikan" monolog baekhyun, baekhyun merasa moodnya benar-benar kacau karena panggilan dari appa nya, baekhyun memilih untuk mengambil tasnya dan pergi menenangkan diri di atap kampusnya akan menjadi pilihan yang bijak. lagipula baekhyun tidak akan bisa fokus di dalam kelasnya saat moodnya sedang kacau seperti ini. saat baekhyun mengambil tasnya yang tertinggal dikelas, dilihatnya kursi yang diduduki chanyeol tadi telah kosong. baekhyun mengambil tasnya dan bergegas keluar dari kelas sebelum kyungsoo datang, baekhyun sedang tidak ingin bercerita apapun pada kyungsoo.

baekhyun menyusuri koridor kampusnya, mempercepat langkahnya menuju atap kampus mereka, tempat yang menurutnya aman untuk meredakan emosi dan mengembalikkan moodnya. saat memasuki kawasan atap kampus, baekhyun menatap lurus ke pemandangan di depannya. hanya dengan mendengar kata 'eomma' dari mulut appa nya ,sudah berhasil menghancurkan mood baik baekhyun. masih dengan tatapan lurus pada pemandangan di depannya, baekhyun menarik nafas dan mengeluarkannya dengan berat. rasanya baekhyun ingin menangis saja sekarang, beban yang di tanggungnya semakin menghimpitnya, keadaannya sekarang benar-benar membuatnya stress.

"tidak kah kehidupan ini tidak adil? aku hanya sendirian tetapi masalah datang bertubi-tubi dan terus menerus,mereka seolah menertawakanku yang hanya seorang diri menghadapi ini semua, "baekhyun tersenyum getir, bagi baekhyun kondisi seperti ini bukanlah hal yang asing, tapi tetap saja hal ini membuat luka dihatinya makin dalam.

"maka berhentilah menutupi itu semua, baekhyun-ssi" baekhyun terkejut dan menoleh ke arah belakang, dilihatnya park chanyeol berdiri tidak jauh dari nya.

"apa yang sedang kau lakukan disini?! kau mengikutiku?"

chanyeol berdecak ,chanyeol berjalan mendekati baekhyun yang masih memandangnya ,"aku tidak mengikutimu bodoh, ku pikir kau yang membuntuti ku sampai kesini" chanyeol bersedekap dada sambil memandang baekhyun yang tepat di depannya.

"kau gila?!, untuk apa aku mengikutimu, aku hanya sedang ingin kesini. wae? kau melarangku ada disini?" baekhyun mendongak untuk memandang chanyeol yang memang 11cm lebih tinggi darinya itu. chanyeol tidak menanggapi kalimat yang baekhyun lontarkan, chanyeol memandang lurus pada mata baekhyun, mata yang biasanya terlihat terluka itu kini makin terlihat menyimpan luka, bahkan sekarang baekhyun sudah terlihat ingin menangis, mungkin baekhyun akan menangis jika chanyeol tidak mendatanginya tadi.

"apa yang kau lihat? kau senang melihatku seperti ini? kau ingin menasehatiku lagi? lakukan park chanyeol! aku yakin kau senang melihatku kacau seperti ini ,kau-"belum sempat baekhyun meneruskan kalimatnya, chanyeol masih dengan memandang baekhyun tepat dimatanya berujar pelan .

"menangislah.." baekhyun terdiam memandang wajah namja yang tengah memandangnya itu, baekhyun berdecih dan balas memandang datar pada mata bulat dihadapannya ini "menangis? apa yang ingin ku tangisi? kau tidak tahu apapun Chanyeol-ssi! berhenti berlaku seperti kau tahu segala yang ku rasakan!" nafas baekhyun terlihat memburu karena menahan air mata dan amarahnya

"ku bilang menangislah, kau tidak butuh berteriak dan memaki, kau tidak perlu untuk tertawa atau tersenyum. sekarang yang kau butuhkan hanya menangis. jadi,menangislah" tatapan datar chanyeol berubah, memang bukan tatapan penuh cinta yang chanyeol berikan, tetapi tatapan itu lebih terasa sedikit bersahabat

"tidak, aku tidak akan menangis. itu akan membuatku terlihat lemah, aku tidak ingin terlihat lemah. terutama di depanmu" setelah mengucapkan kalimat itu baekhyun memalingkan wajah cantiknya, ia tahu jika ia tetap menatap chanyeol, maka air mata yang mati-matian ditahannya akan keluar dari kedua mata cantiknya.

"dengarkan aku baekhyun-ssi, menangis bukanlah tanda bahwa kau adalah wanita lemah. menangis adalah tanda bahwa kau punya perasaan dan kau hidup. berhenti menyakiti dirimu dengan menjadi pribadi seperti ini...menangislah, luapkan apapun yang kau rasakan. itu akan membuatmu menjadi lebih baik" tidak terdengar lagi nada datar dari chanyeol, yang ada hanya nada lembut bersahabat.

baekhyun menggigit bibir bawahnya, berusaha menahan air mata yang ia yakini akan tumpah, sebentar lagi. keadaan berubah hening, hanya bunyi semilir angin yang terdengar di antara keduanya.

"ku rasa aku akan meninggalkanmu sendiri disini agar kau merasa nyaman, kau-"

belum sempat chanyeol menyelesaikan kalimatnya, dilihatnya wajah baekhyun yang sudah mulai basah oleh air matanya sendiri. chanyeol yang tadinya berniat pergi mengurungkan niatnya

"baek..." chanyeol mencoba mengajak gadis yang dipandangi nya ini berbicara.

"kajima.., kau yang menyuruhku menangis, kau harus bertanggung jawab dengan menemaniku menangis disini" baekhyun memandang chanyeol dengan wajah basah penuh air mata dengan mata yang sedikit membengkak. chanyeol yang mendengarnya, mengehembuskan nafasnya pelan.

"kau tahu hal yang paling aku benci didunia ini? aku membenci kenapa aku dilahirkan kalau hanya untuk merasakan rasa sakit bertubi seperti ini,tidak kah tuhan tahu aku menghadapi semua masalah ini sendiri?" baekhyun masih memandang chanyeol dengan air mata yang semakin deras keluar dari mata cantiknya. chanyeol tidak berniat untuk memotong kalimat baekhyun, chanyeol akan menjadi pendengar yang baik kali ini.

baekhyun tersenyum getir sebelum melanjutkan kalimatnya "aku tidak punya siapa-siapa untuk tempatku menyandarkan semua beban yang ku tanggung, bahkan aku hanya punya diriku sendiri sebagai teman yang paling setia menemaniku di saat seperti ini. tidak kah tuhan tahu itu? aku menyesal di lahirkan kedunia ini, sungguh..."bahu baekhyun terlihat sedikit terguncang, baekhyun terlihat kacau sekarang. dengan air mata yang belum mereda, baekhyun mendongak menatap lawan bicaranya "dan ini adalah hak yang paling memalukan yang pernah ku perbuat. menangis di hadapanmu, aku yakin kau serakang sedang menertawaiku dengan semua yang kau lihat saat ini. kau puas chanyeol-ssi?" baekhyun tersenyum getir menatap chanyeol yang sedari tadi tidak mengatakan apapun.

entah naluri darimana, bukannya menjawab kalimat baekhyun, chanyeol malah menarik gadis mungil ini kedalam pelukannya. baekhyun menegang dan berusaha melepaskan pelukan chanyeol

"lepaskan aku park chanyeol, apa yang kau lakukan, hah?!" baekhyun berontak dalam pelukan chanyeol

"menangislah lagi. luapkan apapun perasaan yang sedang kau rasakan sekarang." chanyeol mengelus pelan punggung kecil gadis byun ini

"kau-" air mata baekhyun mulai menggenang lagi dimata cantiknya

"aku serius byun baekhyun, keluarkan segala rasa sakitmu dalam tangisanmu ini. itu akan membuatmu merasa lebih baik",ujar chanyeol sambil tetap mengelus punggung kecil baekhyun dengan teratur dengan maksud membuat yeoja mungil ini menjadi lebih nyaman.

baekhyun tidak punya alasan lagi untuk menolak, "kali ini saja, kali ini saja...biarkan aku menangis" batin baekhyun. baekhyun yang tadinya berontak akhirnya berdiam pasrah dipelukan chanyeol. air matanya mengalir dengan deras, bahkan sampai membasahi baju bagian depan chanyeol, tapi chanyeol seolah tidak peduli dengan hal itu. chanyeol masih setia memeluk baekhyun dengan erat, seolah jika chanyeol melepaskannya baekhyun akan hancur berkeping-keping. chanyeol sadar, yeoja yang didekapnya ini adalah yeoja yang rapuh, hal ini yang membuat chanyeol tergerak untuk memeluk dan menenangkan baekhyun.

"aku ada disini baek...aku disini. kau akan baik-baik saja, tidak akan ada yang tahu kau menangis. menangislah, kau bisa berteriak agar kau merasa lebih baik"

baekhyun tidak menjawab dan menekan wajahnya pada dada bidang chanyeol dan menumpahkan semua kesakitan yang dia pendam belakangan ini. Pelukan chanyeol semakin erat saat dirasakannya baekhyun semakin menangis hebat.

"aku disini baek, kau akan baik-baik saja. aku janji"

To Be Continue

eaaaaa chapter ketiga udah muncul aja iniii wkwkwk, makin aneh ga sih alurnya?. mumpung ide ceritanya masih ada jadi update chapternya cepet supaya idenya ga keburu hilang hehe. ini aku udah buat sedikit lebih panjang dari chapter kemarin ^^, hope you'll like this chapter, guys! review nya tetep di tunggu okaaaay.

p.s terima kasih untk yang review di chapter-chapter kemarin ^^