MY PAST MAKE ME LIKE THIS
Cast : -Byun Baekhyun
-Park Chanyeol
-Do kyungsoo
-Kim jongin
-Oh Sehun
-Wu Kris
and other cast
This is genderswitch
don't like don't read!
Genre: family, Romance, Hurt/comfort
Rte: T+
TYPO EVERYWHERE
chapter empat
chanyeol adalah salah satu dari sekian banyak namja yang menyukai baekhyun, tapi chanyeol adalah namja yang bisa dengan baik menyimpan perasaannya, dengan mudahnya chanyeol bisa berkata bahwa dia tidak tertarik dengan baekhyun, kenyataannya chanyeol sudah menyukai baekhyun sejak baekhyun masih di tingkat sekolah menengah atas. tidak ada yang tahu bahwa chanyeol adalah sepupu dari seorang do kyungsoo. ya, park chanyeol dan do kyungsoo adalah sepupu berbeda marga, karena adik dari tuan park- yaitu ibu kyungsoo menikah dengan tuan do, itulah mengapa tidak pernah ada yang mengetahui bahwa kedua orang ini ternyata bersepupu, termasuk baekhyun. baekhyun memang tidak pernah tahu tentang keluarga sahabatnya itu.
chanyeol mengenal baekhyun dari cerita kyungsoo, sepupunya itu selalu menceritakan tentang sahabatnya yang cantik dan manis tapi memiliki sedikit ketakutan untuk berhubungan serius dengan namja manapun, kyungsoo yang sebagai sahabat tentu saja khawatir, menurut kyungsoo setidaknya saat baekhyun sudah menjalin suatu hubungan, akan ada seseorang yang bisa menjaganya. apalagi kondisi baekhyun yang tinggal seorang diri membuat kyungsoo khawatir. chanyeol yang awalnya hanya menjadi sepupu baik dengan mendengarkan cerita sepupunya ini akhirnya tertarik untuk mengetahui siapa si byun baekhyun yang sering menjadi topik cerita sepupunya ini. hingga akhirnya...
chanyeol masih ingat, hari itu kyungsoo mengadakan pesta kecil di rumahnya untuk merayakan ulang tahun ke-18 nya ,halaman belakang rumah sepupunya itu terlihat penuh dengan teman-teman yang di undang kyungsoo. chanyeol mengedarkan pandangan untuk mencari setidaknya jongin ataupun kyungsoo,nia ingin mengucapkan selamat ulang tahun pada sepupu cerewetnya itu. hingga akhirnya pandangannya berakhir pada sosok yeoja yang memakai dress berwarna peach dan flat shoes berwarna putih dengan rambut berwarna coklat tergerai sampai punggung, bahkan chanyeol bisa melihat eye smile yeoja itu saat yeoja igu tersenyum atau bahkan tertawa dengan lawan bicara nya. satu kata yang ada di pikiran chanyeol saat melihat yeoja itu, cantik.
"yak park chanyeol! dari mana saja kau? kau sudah melewatkan pesta utamanya" chanyeol tersadar dari lamunannya dan menoleh kebelakang, dilihatnya kyungsoo dan jongin ,chanyeol nyengir lebar.
"maafkan aku kyungsoo-ya, ada beberapa urusan yang harus aku selesaikan tadi. bukankah yang terpentig sepupumu ini datang,heum? hahaha" chanyeol tertawa melihat wajah kesal sepupunya ini, sebelum kyungsoo melontarkan kalimat yang bisa membuat telinganya sakit, chanyeol melanjutkan
"aigoo, gadis kecil yang dulunya suka memukul dan menangis ini ternyata sudah dewasa eoh? tapi kau tidak terlihat seperti gadis berumur 18 tahun kyung, bagiku kau tetap terlihat seperti bocah berumur 5 tahun" kyungsoo memutar bola mata bosan pada sepupunya ini, jongin hanya bisa tertawa memandang sepasang sepupu yang unik ini, mereka memang tidak pernah akur saat bertemu, tetapi mereka menyayangi satu sama lain, hanya saja mereka mempunyai cara tersendiri untuk menunjukkan rasa sayang mereka.
"keundae, selamat ulang tahun sepupu! kau yang terbaik, kyungsoo-ya jjang! kau dan jongin cepatlah menikah, dan berikan aku banyak keponakan yang lucu hahaha" chanyeol memeluk sepupu satu-satunya ini, kyungsoo adalah anak tunggal, maka dari itu chanyeol menyayangi kyungsoo seperti adik kandungnya sendiri.
kyungsoo yang awalnya cemberut ,akhirnya tersenyum saat sepupunya memeluknya "kau menggelikan chanyeol-ah, eomma akan membunuhku kalau aku berniat untuk cepat menikah ck! keundae, gomawo. aku menyayangimu chanyeol!" kyungsoo mengecup pipi sepupunya itu sebelum akhirnya chanyeol melepaskan pelukannya.
"aigoo, jongin akan membunuhku setelah ini"chanyeol menoleh ke arah jongin dengan wajah takut yang di buat-buat, jongin hanya tertawa dan merangkul kyungsoo mesra
"aku titip sepupuku yang cerewet ini padamu jongin-ah, kalau aku mendengar kyungsoo menangis karenamu, bersiaplah untuk tidak bertemu kyungsoo lagi setelahnya. aku serius"chanyeol menatap jongin serius dengan nada bicara yang tidak main-main.
"arraseo hyung, kau sudah berulang kali memberitahuku tentang hal ini, dan jawabanku tetap sama, aku tidak akan pernah membuat sepupumu ini menangis, kecuali tangis bahagia"kyungsoo memandang jongin dan jongin balas memandang kyungsoo dengan tersenyum.
"baiklah akan ku pegang janjimu kim jongin. berhenti bertatapan seperti dunia hanya milik kalian berdua" chanyeol terlihat jengah dengan kelakuan sepupu dan kekasih sepupunya ini. kyungsoo dan jongin memutuskan pandangan mereka berdua dan tersenyum pada chanyeol
"carilah kekasih, kau ini benar-benar namja membosankan, kau tahu? berhentilah berkutat dengan buku-bukumu dan carilah kekasih"kyungsoo menggerutu
"aku belum menemukan seseorang yang cocok, kau tahu itu kyung"
"ck! alasan klasik" kyungsoo heran dengan sepupunya ini, tidak ada yang kurang dari fisik sepupunya yang hampir sempurna ini , dengan tinggi 185cm dan wajah yang tampan dengan garis wajah tegasnya belum lagi sepupunya ini bukan berasal dari keluarga sembarangan, pamannya itu adalah pebisnis sukses dan chanyeol adalah satu-satunya calon pewaris, sebaga satu-satunya namja ,karena noona nya tidak mungkin ikut mengurus perusahaan keluarga, maka chanyeol yang akan mewarisi harta berlimpah dari pamannya tersebut, apa lagi yang kurang pikir kyungsoo?
"kyungsoo-ya, kau kenal yeoja itu?" kyungsoo tersadar dari lamunannya dan memandang ke arah yang di tunjuk oleh sepupunya itu
"yang memakai dress berwarna peach itu? tentu saja aku tahu, dia sahabatku byun baekhyun, keundae wae? kau tertarik padanya?" kyungsoo terlihat antusias karena chanyeol memang belum pernah terlihat tertarik dengan yeoja lain sebelumnya, maka dari itu saat mendengar chanyeol menanyakan tentang sahabatnya, kyungsoo terlihat antusias
"aku hanya bertanya okay, calm down." chanyeol jengah dengan antusiasme sepupunya ini
"kau akan cukup sulit untuk mendekatinya hyung, baekhyun bukan yeoja mudah yang akan dengan cepat jatuh cinta saat ada yang mendekatinya" jongin memberikan pendapatnya tentang sahabat kekasihnya tersebut
"aku tidak menyukainya okay? aku hanya bertanya apakah kyungsoo mengenalnya atau tidak, hanya itu. kalian terlalu cepat berspekulasi" lama-lama chanyeol jengah dengan pasangan didepannya ini
"aku akan menceritakan tentang baekhyun nanti, sekarang nikmati pestanya. aku akan menghampiri tamuku yang lain. "kyungsoo mengecup pipi sepupunya sebelum pergi menjauh untuk menghampiri tamu-tamu lainnya.
chanyeol ingat itu adalah pertemuan pertamanya dengan gadis didekapannya ini, sayangnya yeoja ini tidak pernah sedikitpun mengenalnya. saat chanyeol mendengar cerita tentang yeoja ini dari sepupunya, chanyeol terlihat terkejut. bagaimana bisa yeoja seperti baekhyun menghadapi masa sulit seperti itu.
"baekhyun sempat bercerita padaku bahwa eomma nya dirawat di rumah sakit jiwa, tapi baekhyun tidak menceritakan apapun tentang kenapa ibunya bisa menjadi seperti itu. baekhyun selalu tidak bisa mengontrol dirinya saat ada orang lain yang mengungkit masalah eomma nya"
chanyeol yang mendengar sontak terkejut dan menatap kyungsoo tidak percaya
"lalu appa nya? "
"entahlah, baekhyun hanya bercerita bahwa ia hanya tinggal dengan ibunya sebelumnya, yang aku tahu appa nya meninggalkan baekhyun dengan eomma nya. baekhyun sama sepertiku, baekhyun anak tunggal. aku kagum dengan baekhyun yang bisa melewati semuanya sendiri selama ini. baekhyun tidak pernah sedikitpun mengeluh dengan keadaannya"
kyungsoo melanjutkan "kalau kau memang tertarik padanya, ku rasa kau harus berusaha dengan keras chanyeol-ah. seperti yang jongin katakan waktu itu, baekhyun bukan yeoja yang mudah untuk ditaklukkan. aku mendukungmu dan aku akan membantu sebisaku, aku harap kau bisa membuktikan pada baekhyun bahwa kau berbeda dari appa nya yang meninggalkannya dan eomma nya"
chanyeol tersenyum kepada sepupu mungilnya ini
"tentu, aku akan berusaha mendapatkan apa yang aku inginkan. kau yang paling tahu dengan baik aku orang yang bagaimana kyung" kyungsoo balas tersenyum dan memandang sepupunya ini. "aku percayakan baekhyun padamu, chanyeol-ah".
setelah itu, chanyeol selalu mendapat kabar tentang baekhyun dari sepupunya ini, kyungsoo selalu menceritakan tentang apa yang dilakukan baekhyun dan segala kegiatan baekhyun, kyungsoo yang selama ini bersedia menjadi stalker untuk sepupu nya ini.
mungkin chanyeol beruntung, setelah lulus dari high school dan berniat melanjutkan di kampus yang sama dengan kyungsoo, chanyeol malah bertemu dengan baekhyun yang ternyata memang sejak lama berniat untuk bisa satu kampus dengan kyungsoo. keberuntungan lain menhinggapi chanyeol, dari sekian banyak kelas yang ada, chanyeol ternyata menjadi salah satu teman sekelas baekhyun. entah karena karakter chanyeol yang pemalu atau karena rasa gengsi chanyeol yang besar, chanyeol dan baekhyun tidak pernah bertegur sapa satu sama lainnya. chanyeol sempat kesal dengan fakta bahwa baekhyun menjadi salah satu most wanted yeoja di kampusnya, chanyeol tidak menyalahkan baekhyun, siapa yang tidak akan tertarik dengan segala kesempurnaan yang baekhyun miliki? belum lagi sikap ramah baekhyun pada lingkungan sekitarnya menjadi nilai tambah pada diri baekhyun.
chanyeol tersentak dari lamunannya saat baekhyun berusaha melepaskan diri dari pelukannya.
"aku sudah baik-baik saja chanyeol-ssi, kau bisa melepaskan pelukanmu sekarang" suara baekhyun terdengar serak- khas seseorang yang habis menangis
"o-oke. mianhae,aku tiba-tiba memelukmu tadi, aku hanya...ha-hanya berusaha menenangkanmu" chanyeol melepaskan pelukannya dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal- kebiasaan saat chanyeol sedang gugup.
"gwaenchana, dan terima kasih chanyeol-ssi" baekhyun tersenyum tipis pada chanyeol
"aku minta maaf atas kata-kataku kemarin baekhyun-ssi, aku tidak bermaksud menambah bebanmu dengan kata-kataku kemarin" chanyeol memandang baekhyun dengan tatapan menyesalnya. kemarin setelah baekhyun pergi meninggalkan perpustakaan, chanyeol mengumpat pada dirinya sendiri kenapa di saat ada waktu yang tepat untuk bicara dengan baekhyun ,chanyeol malah mengeluarkan kalimat bodohnya. kemarin chanyeol sedikit kesal saat melihat baekhyun duduk berdua dengan kris sang kapten basket kampusnya, kris adalah seorang most wanted namja di kampus mereka. wajar jika chanyeol kesal saat melihat baekhyun dan kris menghabiskan waktu berdua di kantin kampus mereka, chanyeol memutuskan untuk mengahabiskan waktu diperpustakaan, entah takdir atau memang chanyeol sedang beruntung, baekhyun duduk tepat di depannya, dan akhirnya terjadilah percakapan bodoh-menurut chanyeol- mereka kemarin.
"gwaenchana chanyeol-ssi, bukan salahmu. aku...tiba-tiba hanya sedang ingin menangis seperti tadi, aku mengerti dengan apa yang kau ucapkan kemarin. terima kasih karena sudah mau memperhatikanku dan terima kasih sudah mau menemaniku saat ini" baekhyun tersenyum, eye smile baekhyun tetap terlihat meski matanya terlihat membengkak
"aku juga minta maaf karena sudah bicara kasar padamu, aku tidak harus melakukan hal seperti itu padamu. maafkan aku" baekhyun memandang chanyeol menyesal
"kau tidak perlu meminta maaf padaku baek, hmm...bisakah aku hanya memanggilmu baekki? bukankah kita teman sekelas, tapi jika kau keberatan kita bisa-" belum sempat chanyeol menyelesaikan kalimatnya , baekhyun menggeleng "tentu, kau bisa memanggilku baekki, itu terlihat lebih nyaman untukku, dan aku akan memanggilmu chanyeol-ah"
chanyeol tersenyum saat mendengar baekhyun menyebut namanya, chanyeol-ah..., terdengar bagus untuk awal perkenalan mereka.
"tentu, chanyeol-ah terdengar cocok untukku. jadi, apakah kita akan membolos kelas choi seonsaengnim?" chanyeol mengalihkan pembicaraan mereka dengan topik baru
"kurasa ya, kita bahkan sudah telat lebih dari setengah jam"baekhyun mengecek jam ditangan kiri nya.
"baiklah, aku akan menemanimu bolos kali ini baek hahaha"
"tentu, kau harus bertanggung jawab karena sudah membuatku menangis, jadi kita harus membolos berdua kali ini"baekhyun tertawa pelan
"aku akan dengan senang hati bertanggung jawab, jadi kurasa kita bisa mencari tempat untuk duduk, kakiku terasa pegal baek"
"bagaimana kalau kita pergi ke perpustakaan, kurasa membolos keperpustakaan bukan hal buruk" chanyeol tersenyum mendengar ide dari yeoja di hadapannya ini.
baekhyun dan chanyeol duduk berhadapan ditempat mereka bertemu kemarin, hanya saja kali ini situasi terasa lebih bersahabat, tidak ada lagi nada datar yang di keluarkan baekhyun dan chanyeol. chanyeol tidak menyangka bahwa akhirnya ia punya kesempatan seperti ini bersama baekhyun. chanyeol pada awalnya memang hanya sekedar kagum pada yeoja dihadapannya ini, namun rasa kagum itu semakin lama berubah menjadi rasa sayang, setiap chanyeol melihat baekhyun bersedih, chanyeol selalu ingin bisa berada disisi baekhyun untuk sekedar memeluk baekhyun, chanyeol ingin menjadi tempat baekhyun bersandar saat baekhyun merasa sedih, hanya keinginan sederhana memang, tapi sampai hari ini akhirnya keinginan itu baru bisa terwujud.
baru kali ini baekhyun merasa lebih baik setelah akhirnya menangis di hadapan namja yang bahkan baru di kenalnya ini, baekhyun merasa aman saat namja ini memeluknya. mereka memang belum pernah bertegur sapa sebelumnya, apalagi setelah kejadian kemarin baekhyun masih merasa kesal, tapi baekhyun bersyukur namja ini berada disampingnya saat ia kehilangan kontrol atas emosinya sendiri, baekhyun tidak pernah menangis di depan orang lain- kecuali eomma nya, baekhyun bukanlah gadis cengeng yang akan dengan mudah mengeluarkan air mata nya,baekhyun bahkan terkejut hanya dengan mendengar suara chanyeol yang menyuruhnya menangis, ia bisa menumpahkan semua yang membuatnya merasakan sesak. baekhyun menghela nafas berat.
chanyeol yang mendengar baekhyun menghela nafas, akhirnya memecah keheningan diantara mereka berdua
"apakah ada sesuatu yang salah?" baekhyun mendongakkan kepalanya untuk menatap chanyeol, baekhyun menggumam dan menggeleng pelan "semuanya baik-baik saja, jangan terlalu dipikirkan" baekhyun tersenyum setelahnya
"bukankah itu melegakan?" baekhyun memandang chanyeol dengan pandangan tidak mengerti, chanyeol melanjutkan kalimatnya sebelum baekhyun sempat bertanya
"maksudku setelah kau menangis...tadi, apakah itu melegakan ,untukmu?" baekhyun tertegun sebelum menjawab
"tentu itu sangat melegakan, baru kali ini aku menangis di hadapan orang lain, apakah aku terlihat menyedihkan?"
chanyeol menggeleng "tidak ada yang akan terlihat menyedihkan hanya karena ia menangis setelah sekian lama menyimpannya sendiri, kau yeoja hebat, aku tahu itu. jadi jangan pernah menyimpannya sendiri lagi, okay?" chanyeol tersenyum setelahnya
baekhyun tersenyum dan menganggukkan kepalanya "kali ini aku akan mempertimbangkan saranmu, gomawo chanyeol-ah"
To Be Continue
gantung ya? heheehe..., ada setitik pencerahan tentang kemana eomma baekhyun sebenarnya, kasian bgt yaa baby baek uhuhuhu. buat yang review yang nanya chanyeol stalker baekhyun apa bukan, jawabannya udah ada di chapter ini :p, aku lagi kepengen fast update karena supaya feelnya gak cepet hilang^^, buat yang udh mau review ,favorite,follow sekali lagi aku ucapin terima kasih hihihi, buat yang udah baca juga aku ucapin terima kasih, aku harap ff yang aku buat ini bisa diterima dengan baik. see you on the next chapter!xoxoxo
