MY PAST MAKE ME LIKE THIS
Cast : -Byun Baekhyun
-Park Chanyeol
-Do kyungsoo
-Kim jongin
-Oh Sehun
-Wu Kris
and other cast
This is genderswitch
don't like don't read!
Genre: family, Romance, Hurt/comfort
Rte: T+
TYPO EVERYWHERE!
chapter 7
"kau berkencan dengan sepupuku eoh?" kyungsoo menatap baekhyun dengan tatapan antusiasnya
baekhyun yang menyadari kyungsoo mengikutinya hanya menghela nafasnya " ya, dan berhenti mengikutiku kyungsoo-ya" kyungsoo menggelengkan kepalanya tidak percaya
"heol! bagaimana bisa namja idiot itu berhasil membawamu berkencan?" kyungsoo mencicit kecil seolah berbicara pada dirinya sendiri
baekhyun mengeryitkan kedua alisnya "tidak ada salahnya berkencan dengannya kyung, chanyeol orang yang menyenangkan"baekhyun mengedikkan bahunya saat kyungsoo menatapnya dengan pandangan yang menyatakan seolah ia tidak percaya dengan apa yang dikatakan baekhyun
"aku mengenalnya lebih dari 20tahun baek, dan aku tahu watak dari sepupu menyebalkanku itu, dan kau menyebutnya namja yang menyenangkan? aigoo bahkan park dobi itu hanya akan berkutat dengan buku-buku membosankannya" kyungsoo menghela nafas mengingat kebiasaan buruk sepupunya itu
"aku lebih suka menghabiskan waktu dengan chanyeol, daripada menghabiskn waktu dengan mendengar suara menyebalkan milikmu itu" kyungsoo mendelik pada baekhyun yang hanya di balas baekhyun dengan tatapan 'apakah aku mengatakan hal yang salah?', kyungsoo menghela nafas lelah, percuma berdebat dengan baekhyun hanya akan membuang banyak tenaga.
"baiklah, kau menang kali ini." baekhyun terkekeh geli sebelum kyungsoo melanjutkan kalimatnya "baek, ku harap kali ini kau bisa menjalin hubungan layaknya namja dan yeoja, dan hentikan kebiasaan burukmu itu byun baek" baekhyun menghentikan kegiatan- mari-menertawakan-kyungsoo nya, baekhyun menatap kyungsoo dan tersenyum "aku tahu kau mencemaskan chanyeol ketika kau tahu kami berkencan, kau yang paling mengenalku kyung, dan kali ini kau bisa memegang kata-kataku, jadi dengarkan ini baik-baik,okay?" kyungsoo menatap baekhyun penuh tanda tanya sebelum akhirnya menganggukkan kepalanya pelan "aku ingin menjalani ini semua bersama chanyeol, entah keinginan dari mana tapi aku benar-benar ingin mencobanya. aku hanya ingin mencobanya bersama chanyeol" kyungsoo tersenyum mendengar penuturan baekhyun
"jadi, aku harap keputusanku ini adalah keputusan yang tepat. chanyeol namja yang baik dan aku tidak berniat sedikit pun untuk menyakitinya, jadi ku rasa kau bisa tenang" baekhyun terkekeh geli saat mengucapkannya.
"aku mengharapkan yang terbaik untuk kalian berdua"baekhyun tersenyum menanggapi kalimat kyungsoo.
"kau yakin ingin kembali ke korea?" gadis yang memiliki wajah cantik bernama luhan ini memandangi punggung tegap sahabatnya yang tengah memasukkan beberapa bajunya kedalam koper besarnya.
"tentu, apa yang membuatku tidak ingin kembali ke korea,hm?" namja itu terlihat tetap sibuk dengan kegiatannya
"kau sudah terlalu lama tinggal disini, aku kira kau tidak akan berniat untuk sekedar kembali ke kampung halamanmu itu" luhan mengedikkan bahunya acuh.
namja itu kemudian membalikkan tubuh tegapnya untuk melihat wajah sahabat kecilnya "ada sesuatu yang harus aku selesaikan dan ada seseorang yang sangat ingin aku temui, kau tahu dengan benar siapa orang itu, kan?" sehun- namja itu memandang wajah sahabatnya dengan tersenyum kecil
"kau masih mengingatnya sampai sekarang?"luhan memandang wajah sehun dengan raut wajah terkejutnya
sehun menangguk kecil "5 tahun bukan waktu yang terlalu lama sampai aku tidak mengingatnya lagi,Lu. tentu saja aku mengingatnya, dan ada yang harus segera aku selesaikan. tenanglah, aku akan kembali kesini secepat yang aku bisa" sehun terkekeh saat melihat wajah luhan yang sudah mengerucutkan bibir mungilnya, namun luhan hanya dan menanggukkan kepalanya tanda ia mengerti dan tidak ingin berdebat dengan sehun. luhan tidak sedang ada dalam mood untuk berdebat.
sehun mengelus rambut luhan dan membawa luhan kedalam dekapannya "aku akan kembali kesini setelah semua kekacauan yang ada disana berakhir. maukah kau menungguku, hm?" luhan hanya menjawab pertanyaan sehun dengan anggukan.
chanyeol terlihat terlalu sibuk dengan pikirannya sendiri hingga tanpa ia sadari, baekhyun tengah memandanginya dari sofa yang ada di depannya
"apa yang sedang kau pikirkan ,eoh?" chanyeol yang mendengar suara baekhyun hanya memandang baekhyun dengan pandangan terkejutnya
"sejak kapan kau duduk disana baek?" baekhyun terkekeh kecil dan mengambil cemilan yang dibawanya tadi kemudian memakannya sambil memandangi chanyeol "aku sudah disini sejak lima menit yang lalu, kurasa. jadi, apa yang sedang kau pikirkan tadi? apakah terjadi sesuatu?" baekhyun menatap chanyeol dengan pandangan ingin tahu nya, chanyeol hanya tersenyum tipis dan menggelengkan kepalanya "aku baik-baik saja, jangan terlalu memikirkannya" baekhyun mendengus kecil dan kemudian tersenyum.
"kemana perginya pasangan bodoh itu?"chanyeol menoleh ke kanan-kiri mencari kyungsoo dan jongin
"mereka sudah pergi beberapa menit yang lalu, wae? kau merindukan sepupumu?" baekhyun menatap chanyeol yang mendengus geli "aku bukan sister complex jika kau ingin tahu. mereka berdua itu benar-benar penganggu" baekhyun tertawa mendengar kalimat chanyeol
"apakah kau sudah makan malam? bagaimana jika kita makan malam bersama?" tawar baekhyun dan di balas anggukan antusias dari chanyeol.
"apakah kita harus memesan atau kita akan memasaknya sendiri?" baekhyun memandang wajah chanyeol yang di tanggapi chanyeol dengan gelengan "kita harus memasaknya sendiri, bukankah itu akan terasa jauh lebih menyenangkan?"
"baiklah, bagaimana jika kau yang memasaknya? atau haruskah kita berdua yang memasak?" chanyeol kembali menggelengkan kepalanya kali ini lengkap dengan senyum tampannya
"aku yang akan memasakkan nya untukmu sebagai ucapan terima kasih karena sudah mau berkencan denganku hari ini, jadi kau hanya perlu duduk dan melihatku yang tampan ini memasak, otte?" baekhyun mendengus geli mendengar kalimat yang di ucapkan chanyeol dengan nada penuh percaya diri kemudian menanggukkan kepalanya patuh.
"jadi, mari kita lihat apa yang kau punya di dalam sini,hm?" chanyeol terlihat melihat kedalam lemari pendingin milik baekhyun
"ku rasa aku punya beberapa telur di dalam sana, ah ya! ada beberapa sayur dan sosis ,kurasa" baekhyun mendudukkan dirinya pada kursi mini bar yang langsung menghadap ke arah dapurnya sambil melihat antusias chanyeol yang akan memasak makan malam untuk mereka.
"ku rasa aku akan memasak omurice, bagaimana menurutmu, hm?" chanyeol mengangkat wajahnya lalu memandang baekhyun, baekhyun hanya menangguk kecil "aku akan memakan apapun yang kau masak, dan omurice terdengar tidak buruk untuk menjadi menu makan malam kita hari ini"
"baiklah, tunggulah disitu. aku akan memasaknya dengan cepat" setelah mengucapkan kalimat itu, chanyeol terlihat sibuk dengan pekerjaannya. bahkan bisa baekhyun lihat chanyeol sangat ahli dalam hal memasak seperti ini, terlihat jelas ini bukan kali pertama chanyeol memasak untuk seseorang.
baekhyun tersenyum saat memandang punggung tegap namja yang tengah memasak di dapur apartemennya ini, ini kali pertama baekhyun membiarkan teman lelakinya untuk berkunjung ke apartemennya. entah apa yang membuat baekhyun yakin dengan keputusannya, entahlah...chanyeol terlihat sangat tulus padanya, perasaan nyaman saat bersama chanyeol juga menjadi dasar kuat baekhyun, tapi di balik semua itu ada satu alasan yang baekhyun yakini menjadi dasar mengapa ia dengan berani mengambil keputusan untuk berkencan dengan chanyeol, baekhyun mengenal dirinya dengan sangat baik dan ia tahu bahwa ia adalah yeoja yang sangat memperhitungkan apa saja yang akan di pilihnya karena ia tidak ingin kembali merasakan sakit nantinya, tapi saat baekhyun menatap mata chanyeol, baekhyun melihat ada sebuah harapan untuknya dan chanyeol. chanyeol berusaha memberi baekhyun sebuah kepercayaan, kepercayaan bahwa ia tidak akan meninggalkan baekhyun apapun yang terjadi nantinya, dan saat memandang mata chanyeol itulah dengan ajaibnya baekhyun seolah percaya dengan perasaan namja yang sedang membelakanginya ini.
lain baekhyun, lain lagi chanyeol. namja yang tengah sibuk memasak ini bisa memasang wajah penuh senyumnya saat berada di depan baekhyun, namun siapa sangka pikiran chanyeol saat ini tengah berkecamuk hebat, di tambah lagi saat ia mengingat pembicaraannya dengan jongin
flashback on
"apa ada lagi yang tidak aku ketahui tentang oh sehun, jongin-ah?" jongin memasang pose berpikirnya dan menanggukkan kepalanya "kyungsoo pernah bercerita padaku, bahwa hanya sehun yang mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada baekhyun noona. sehun bukan hanya sekedar cinta pertama bagi baekhyun noona, sehun lebih dari itu." jongin menjeda kalimatnya " dan yang ku tahu sehun berada di cina sekarang, namun ada satu hal yang menurutku aneh" chanyeol mengernyitkan kedua alisnya ,jongin yang sadar sepupu dari kekasihnya ini terlihat bingung dengan kalimatnya kemudian melanjutkan "baekhyun noona akan selalu berbalik marah jika aku atau kyungsoo menanyakan tentang sehun. sepertinya ada sesuatu yang terjadi sebelum mereka berdua berpisah"
"benarkah?" jongin menanggukkan kepalanya menjawab pertanyaan chanyeol.
"tenanglah hyung, sehun tidak mungkin kembali ke korea dalam waktu dekat ini" jongin menepuk pundak chanyeol dan tersenyum untuk menenangkan chanyeol setelahnya.
flashback off
chanyeol menggelengkan kepalanya saat pembicaraannya dengan jongin kembali terngiang di kepalanya, chanyeol mencoba kembali fokus pada omurice yang tengah dibuatnya.
"yang harus aku lakukan saat ini adalah menikmati semua yang aku dan baekhyun jalani saat ini. lagipula sehun hanyalah masa lalu bagi baekhyun" batin chanyeol .
chanyeol membalikkan tubuhnya untuk menghadap baekhyun lengkap dengan kedua piring yang berada di tangannya yang kini sudah berisi omurice yang sedari tadi dibuatnya .
baekhyun bertepuk tangan saat chanyeol menghampirinya dengan dua piring yang berisi omurice yang sudah di tunggu-tunggunya. chanyeol hanya terkekeh melihat tingkah yeoja di depannya ini yang terlihat sangat kekanakan, chanyeol meletakkan piring yang di bawanya lalu mengusak pelan rambut baekhyun sambil terkekeh "kau kepalaran,eoh?" baekhyun menanggukkan kepalanya imut.
"apakah terjadi sesuatu antara kau dan jongin tadi,hm?" chanyeol menghentikan gerakan tangannya pada puncak kepala baekhyun kemudian memandang wajah baekhyun sambil tersenyum kecil "tidak ada yang terjadi diantara kami berdua, kenapa kau bertanya seperti itu,eoh?" chanyeol mendudukkan dirinya didepan baekhyun
"kau terlihat sedang memikirkan sesuatu setelah kau selesai berbicara dengan jongin, jadi apa yang sudah di katakan jongin sampai wajahmu terlihat kau begitu berpikir dengan keras,hm?" baekhyun menatap chanyeol lembut dan baekhyun sedikit terkejut saat chanyeol menarik tangannya lembut dan mengelusnya perlahan "aku senang mendengar kau mengkhawatirkanku, tapi sungguh.. aku baik-baik saja" chanyeol tersenyum lembut sambil memandang tangan mungil yang tengah berada di dalam genggamannya "terima kasih sudah mengkhawatirkanku" chanyeol berkata dengan lembut tanpa melepaskan pandangannya pada kedua tangan mereka yang masih saling menggenggam sebelum akhirnya pandangan chanyeol mengarah pada kedua mata baekhyun yang ternyata juga sedang memandanginya sambil tersenyum kecil "baiklah, tapi kau bisa berbagi sesuatu denganku jika memang ada sesuatu yang menganggu pikiranmu" baekhyun balas mengelus pelan tangan besar chanyeol dan di tanggapi chanyeol dengan sebuah anggukan.
"kau harus berjanji untuk segera kembali saat semua masalahmu dan sahabatmu itu selesai" luhan memandang wajah sehun dengan tatapan memohonnya
"tentu, jadi maukah kau juga berjanji untuk menungguku pulang? " sehun mendekat ke arah luhan yang tengah berbaring menghadapnya dan membawa luhan ke pelukannya sambil berbisik "aku hanya akan pergi sebentar. aku akan kembali, kau bisa pegang kata-kataku" luhan menghela nafasnya dan mendongak menatap sehun "aku takut, aku takut kau-" belum sempat luhan menyelesaikan kalimatnya,sehun meletakkan jari telunjuknya pada bibir luhan dan menggelengkan kepalanya pelan "bukankah kita sudah pernah membahas tentang hal ini, jadi jangan pernah mengungkitnya lagi, arra?" luhan menangguk pasrah dan kembali melesakkan kepalanya pada dada bidang sehun, luhan berusaha menghirup aroma maskulin yang menguar dari tubuh sehun, luhan berusaha mengingat aroma yang akan sangat dirindukannya dalam beberapa hari kedepan. sehun memperhatikan wajah cantik luhan yang mulai terlelap dan mengecup kening luhan pelan.
sehun memandang kosong pada dinding kamarnya "bagaimana kabarmu ,baek? apakah kau hidup dengan baik selama ini?"monolog sehun
chanyeol mengecup pelan kening baekhyun yang sudah terlelap dengan manisnya, bahkan yeoja itu tertidur hanya dengan bersandar pada pundak chanyeol.
"aku takut kehilanganmu ,baek. aku ingin bertanya tentang sehun padamu, tapi aku takut mendengar jawabanmu, aku takut jika jawaban yang keluar dari mulutmu ini akan membuatku kecewa" chanyeol mengelus pelan bibir bawah baekhyun dan mengecupnya pelan.
chanyeol kemudian membawa tubuh mungil baekhyun menuju kamarnya, menaruh baekhyun dengan hati-hati agar yeoja mungil itu tetap berada dalam tidur lelapnya, dan setelah dirasanya baekhyun kembali tidur lelap, akhirnya chanyeol keluar dari kamar baekhyun. saat chanyeol berniat menutup pintu kamar baekhyun, terdengar baekhyun memanggil nama seseorang yang berhasil membuat chanyeol mematung "sehun-ah...oh sehun".
TO BE CONTINUE
gimanaaa chapter tujuhnya? agak pendek yaaaa emang hehe. tapi aku berharap feelnya kali ini nyampe ke readers semua hehe.
di chapter ini sehun mulai muncul jeng jeng jeng~, tapi tenang endingnya tetep chanbaek kok *hohoho, dan fakta tentang hubungan sehun dan baby baek akan terjawab di beberapa chapter depan, bakalan ada kejutan tentang hubungan sehun dan baby baek hehee
p.s Aya : terima kasih untuk review-reviewnya yaaaaaa aku udah bca semua hehe. bakal aku usahain update setiap hari lagi. gomawo^^
see you on the next chapter! review juseyooooo
