chapter 8

maaf jika ada typo

langsung aja ya! Here we go~

sehun ingat dengan jelas bagaimana kejadian lima tahun yang lalu membuat ia akhirnya memutuskan untuk meninggalkan seoul beserta segala masa lalunya. Dan hari ini, akhirnya sehun memutuskan untuk kembali dan menyelesaikan semua yang terjadi antara ia dan cinta pertama sekaligus kekasih pertamanya, byun baekhyun. Bukan keputusan yang mudah untuk sehun, namun setelah lima bulan sehun menimbang-nimbangnya akhirnya sehun memutuskan untu kembali dan meluruskan semua kesalahpahaman yang terjadi.

Sehun menatap luhan yang tengah sibuk menatap lurus pemandangan yang ada tepat dihadapannya tanpa berniat untuk meilirik sehun tengah memandanginya dari arah samping. Sehun tahu luhan sebenarnya tidak rela saat sehun memutuskan untuk kembali ke seoul, sehun tahu sahabat kecilnya ini memiliki perasaan yang lebih dari teman padanya karena itulah sehun memutskan untuk kembali dan meluruskan yang terjadi antara ia dan baekhyun,sehun tidak ingin menyakiti luhan apapun yang terjadi. Dan, sehun berharap luhan mengerti.

"mengapa memandangiku,eoh?"tanya luhan dengan raut wajah bingungnya, sehun hanya tersenyum kecil dan menggeleng sambil mengelus rambut luhan "aku hanya berpikir, aku akan merindukan wajahmu yang menggemaskan ini saat aku tiba di seoul nanti" luhan yang mendengar jawaban sehun hanya terkekeh geli dan memukul dada sehun pelan "tentu saja kau akan merindukanku, maka cepatlah pulang kembali kesini." ,sehun menangguk pelan kemudian tersenyum. Keheningan mengisi ruang diantara namja dan yeoja ini sampai akhirnya sehun teringat sesuatu dan kembali menatap luhan .

"Lu.." luhan yang mendengar sehun memanggil namanya hanya bergumam untuk menanggapinya dan tetap menatap pemandangan yang ada didepannya, sehun yang gemas dengan tingkah yeoja didepannya ini emudian memegang bahu kecil luhan dan berusaha membuat yeoja mungil ini menatapnya. Luhan yang merasa sehun memegang bahunya hanya menoleh kearah wajah tampan sehun.

"wae?" luhan bertanya dengan wajah bingung

"kau harus berjanji padaku" wajah sehun berubah serius dan luhan semakin bingung dengan tingkah namja tampan didepannya ini

"apa yang harus ku janjikan?" ujar luhan lembut

"berjanjilah untuk mempercayaiku. apapun yang akan terjadi saat aku berada di seoul nanti , aku mohon padamu untuk mempercayaiku. Aku berjanji akan menceritakan yang sebenarnya padamu setelah aku kembali kesini. Jadi, tungguhlah aku pulang." Sehun menatap luhan yang mulai berkaca-kaca setelah ia menyelesaikan kalimatnya, luhan hanya mengangguk dan menjawab dengan nada suara bergetar yang menandakan bahwa gadis cantik itu tengah menahan tangisnya .

"Aku percaya padamu, bukankah kau hanya akan bertemu dengan teman lamamu dan menyelesaikan masalah kalian? ,kau hanya perlu memikirkan untuk menyelesaikan masalah kalian dengan cepat, jadi setelah itu kau bisa kembali kesini dan tinggal bersamaku lagi." Sehun terkekeh kecil dan menanggukkan kepalanya, sehun tahu yeoja di depannya ini menahan tangisnya maka setelah luhan menyelsaikan kalimtnya sehun membawa luhan kedalam pelukannya dan membisikkan kata-kata yang berhasil membuat luhan menghentikan tangisnya dan beralih menatap wajah namja yang tengah memeluknya

"kau hanya perlu menungguku kembali kesini, dan setelah aku kembali…aku berjanji akan menjawab jawaban atas perasaanku. Jadi, jangan lelah menungguku kembali, akrena kau akan mendapat jawaban dariku setelah aku kembali kesini" luhan menatap wajah sehun tidak percaya, tentu luhan terkejut karena seingatnya ia tidak pernah mengatakan pada sehun tentang perasaannya, belum sempat luhan membalas kalimat sehun, terdengar suara dari bagian informasi bandara bahwa pesawat yang akan sehun tumpangi siap untuk lepas landas dan penumpang harus bergegas untuk memasuki pesawat.

Sehun melepas pelukannya pada luhan dan tersenyum kecil lalu mengecup puncak kepala luhan pelan sebelum berkata "Pegang janjimu dan kau akan mendapat jawaban dariku,Lu." Setelah sehun melihat luhan menganggukkan kepalanya pelan sehun bangkit dari tempat duduknya dan berjalan meninggalkan luhan . namun saat langkah sehun yang kedua puluh, sehun membalikkan tubuhnya dan mendapati luhan yang tengah memandangnya sendu, sehun melambaikan tangannya "aku akan menghubungimu setelah aku sampai. Annyeong" luhan menangguk balas melambaikan tangannya.

Sesaat setelah memasuki pesawat, pikiran sehun kembali melayang memikirkan semua rencana yang akan di lakukannya setelah pesawatnya mendarat di seoul nanti. Sehun gugup bukan main sebenarnya, tapi sehun berusaha menyembunyikannya, ini adalah hal terbaik yang bisa sehun lakukan untuk meluruskan semua yang terjadi di masa lalu.

"apakah kau hidup dengan baik, byun baek?" monolog sehun

Chanyeol menghela nafasnya pelan. Setelah kejadian dimana baekhyun tidur dengan menggumamkan nama sehun, chanyeol lebih terlihat sering berdiam diri dan terlalu larut dengan pikirannya sendiri. Seperti saat ini ,ia dan baekhyun tengah menghabiskan waktu makan siang mereka di sebuah café kecil yang ada di dekat apartemen baekhyun.

Baehyun sedikit heran dengan tingkah namja di depannya ini, ia tahu chanyeol memang bukan tipe namja yang banyak bicara, tapi sungguh, kali ini chanyeol lebih menyebalkan dengan sikap diamnya yang seolah-olah mengacuhkan baekhyun bahkan chanyeol lebih sibuk memandangi pemdangan diluar café yang mereka datangi.

Baekhyun yang mulai jengah dengan tingkah diam chanyeol kemudian membuka suaranya di tengah keheingan mereka

"apakah kita datang kesini untuk saling diam dan makan dengan tenang?" chanyeol yang mendengar perkataan baekhyun sontak mengalihka pandangannya untuk menghadap pada yeoja mungil yang tengah menekuk wajah didepannya ini

"kau bahkan tidak berbicara padaku sesaat setelah kita memesan makanan, kau mengacuhkanku kau tahu! Dasar menyebalkan" baekhyun tengah dalam mode merajuknya saat ini

Chanyeol hanya mendengus gelid an menatap wajah merajuk baekhun "jangan memasang wajah seperti itu baek, sungguh kau terlihat menggemaskan saat seperti itu" bukannya tersenyum saat mendengar ucapan chanyeol, baekhyun malah semakin menekuk wajahnya

"baiklah, baiklah. Maafkan aku, ya?. Jadi, apa yang ingin kau bicarakan hm?" chanyeol lebih memilih untuk mengalah daripada harus beradu argument dengan yeoja di depannya ini karena sungguh itu akan sangat melelahkan

"berhenti mengabaikanku, kau bisa membicarakannya denganku, tapi jangan mengabaikanku. Itu sangat menyebalkan, kau tahu?" baekhyun masih dalam mdoe merajuknya, dan susngguh ia benar-benar merasa kesal dan ia yakin bahwa ada sesuatu yang sedang dipikirkan namja di depannya ini, sehari setelah mereka kencan di taman bermain , chanyeol terlihat lebih pendiam dari biasanya dan lebih memilih untuk diam jika baekhyun tidak berinisiatif untuk memulai percakapan diantara mereka berdua.

"apa ada pembicaraan yang tidak aku tahu antara kau dan jongin beberapa hari yang lalu? Jongin menceritakan sesuatu tentangku?" chanyeol membolakan kedua matanya dan menatap baekhyun yang juga tengah memandangnya dengan tatapan seriusnya. Chanyeol makin merasa lelah saat ada di kondisi seperti ini, sungguh. Chanyeol berharap baekhyun tidak akan megungkit tentang apapun yang berkaitan dengan kejadian di apartemennya.

"jika aku menceritakannya padamu, apakah kau akan jujur padaku?" chanyeol menatap baekhyun serius dan di tanggapi baekhyun dengan aggukan pasti "tentu, memang apa yang jongin katakan?"

Chanyeol menarik nafasnya sebelum mengatakan kalimat yang membuat baekhyun terkejut "oh sehun, jongin meneceritakan tentang oh sehun" chanyeol dengan jelas melihat raut wajah terkejut baekhyun.

Baekhyun memandang chanyeol dengan pandangan yang sulit di artikan namun setelahnya baekhyun merubah raut wajahnya , baekhyun terlihat datar dan tidak suka saat chanyeol mengucapkan nama namja yang benar-benar ingin baekhyun lupakan, apapun caranya. Baekhyun bahkan tidak sudi untuk menyebut nama namja itu dengan mulutnya sendiri dan baekhyun sungguh terkejut bagaimana bisa chanyeol tahu tentang namja itu.

"kau tidak akan menceritakannya dengan jujur, padaku?" pinta chanyeol dan hanya dibalas baekhyun dengan gelengan " aku tidak ingin membicarakan hal yang sudah menjadi masa lalu" baekhyun mengedikkan bahunya acuh "aku tidak suka mengungkit masalah itu, bukankah jongin sudah mengatakannya padamu?"

Chanyeol menatap baekhyun "kau…masih mencintai oh sehun? Baekhyun memandang chanyeol dengan wajah datarnya dan menggeleng setelahnya

"aku tidak akan menjalani ini denganmu jika aku masih menyimpan perasaan pada namja itu, jadi jangan mengungkit tentang namja itu jika kita sedang bersama seperti saat ini, bisakah?"

Chanyeol tertegun sebelum menangguk kecil dan bergumam kata "maaf" yang hanya dibalas baekhyun dengan guamaman.

Setelahnya situasi antara mereka berdua lebih hening dari sebelum chanyeol menanyakan tentang oh sehun.

"kau tahu baek…" baekhyun menatap chanyeol yang sedang kembali menatap kearah luar café

Chanyeol melanjutkan kalimatnya "aku seperti orang bodoh yang tidak tahu apa-apa tentang orang yang ku cintai" chanyeol mengalihkan pandangannya pada baekhyun yang juga tengah menatapnya sambil menunggu lanjutan kalimat yang chanyeol ucapkan "aku mencintaimu. Dan aku ingin tahu semua tentangmu, masa lalumu, apa yang sudah kau lalui, namun sepertinya tidak mungkin ya?" chanyeol tertawa getir dan menundukkan pandangannya kearah mug kecil berisi kopi yang tadi dipesannya dengan baekhyun sebelum menatap baekhyun kembali "kau tidak perlu menjalani ini denganku jika kau hanya merasa kasihan padaku, baek." Baekhyun tidak percaya dengan apa yang didengarnya dari mulut namja di depannya ini, baekhyun menatap chanyeol dengan pandangan tidak percaya , chanyeol melanjutkan kalimatnya "aku kira aku bisa menjadi seseorang yang special bagimu, tapi bahkan kau tidak bisa membagi apapun padaku kau-" baekhyun memotong ucapan chanyeol

"ada beberapa hal yang tidak perlu kau tahu. Dan jika kau merasa terluka tentang oh sehun, aku tidak memiliki perasaan apapun lagi padanya, seperti yang sudah ku katakan tadi. Sehun adalah masa laluku dan aku tidak ingin membahas tentangnya lagi" chanyeol menggeleng pelan "kau masih memiliki perasaan padanya, kau tahu itu" baekhyun benar-benar merasa chanyeol tengah memancing emosinya namun sebelum baekhyun menanggapi kalimat yang chanyeol ucapkan, chanyeol kembali memotong kalimat baekhyun

"kau bahkan menyebut namanya dalam tidurmu" baekhyun yang mendengar kalimat lirih yang chanyeol ucapkan hanya terdiam. Heining tercipat diantara mereka, namun saat baekhyun membuka suaranya tiba-tiba terdengar nada dering dari smartphone chanyeol, sesaat chanyeol terlihat sibuk dengan percakapannya. Setelahnya chanyeol memandang baekhyun dan berujar "eomma, menyuruhku untuk pulang dan mengantarnya untuk bertemu dengan eomma kyungsoo. Aku akan mengantarmu pulang" chanyeol lalu bangkit dari tempat duduknya dan menatap baekhyun, baekhyun menanggukkan kepalanya pasrah.

Dalam perjalanan pulang ke apartemen milik baekhyun, baik chanyeol maupun baekhyun tidak ada yang membuka suara mereka, mereka lebih betah untuk berjalan dalam diam tanpa ada yang berusaha mencairkan situasi kaku setelah pembicaraan tentang oh sehun di café tadi.

Saat telah sampai di gedung apartemen baekhyun, chanyeol mengeluarkan kalimat pertamanya sejak keheningan yang tercipta sepanjang perjalananmereka pulang

"kau bisa mempertimbangkan kembali keputusanmu untuk menjalin semua ini denganku" chanyeol menatap lurus dan baekhyun yang terkejut dengan apa yang chanyeol ucapkan anya memandang chanyeol dengan wajah tidak percaya sekaligus marahnya " apa yang kau-" kembali chanyeol memotong kalimat baekhyun namun kali ini chanyeol menatap baekhyun dan menatap baekhyun tepat dimatanya "aku tahu ada sesuatu yang belum selesai diantara kau dan sehun dimasa lalu, dan aku harap kau bisa menyelesaikannya sebelum kita melanjutkan hubungan kita ini kearah yang lebih serius. " chanyeol menjeda kalimatnya untuk menghela nafas sebelum melanjutkan " kau tahu hal yang paling buruk dari hubungan sepasang kekasih? Itu adalah saat kau berusaha untuk mencintai seseorang yang bahkan masih hidup didalam kenangannya" chanyeol menatap baekhyun dan kembali melanjutkan kalimatnya "dan aku tidak mau itu terjadi, jadi…kau bisa kembali memikirkan tentang kelanjutan hubungan kita. Aku tidak ingin memaksamu untuk bisa mencintaiku tapi-" baekhyun menggelengkan kepalanya tidak percaya, bagaimana bisa namja di depannya ini mengucapkan kalimat penuh rasa putus asa setelah ia pernah mengatakan bahwa ia akan berada di sisi baekhyun apapu n yang akan terjadi kedepannya, baekhyun tidak bisa mempercayainya.

Dengan mata berkaca-kaca baekhyun menatap chanyeol "apakah kau benar-benar park chanyeol?" lirih baekhyun ,baekhyun melanjutkan kalimatnya "kau bukan park chanyeol, karena park chanyeol yang ku kenal adalah park chanyeol yang mencintaiku dan tidak akan menyerah pada hubungan yang bahkan baru kami jalani ini. Kau bukan park chanyeol…hiks" baekhyun memukul dada chanyeol pelan dan menangis ,chanyeol sempat terkejut saat melihat baekhyun menangis, saat chanyeol terlihat ingin berbicara padanya baekhyun melanjutkan kalimatnya "jangan bicara apapun! Hiks..kau bukan park chanyeol, aku tidak mengenalmu" chanyeol kembali merasakan pukulan kecil baekhyun didada bidangnya kemudian memegang pergelangan tangan mungil baekhyun dan membawa baekhyun yang tengah menangis kepelukannya "apa yang terjadi padamu, kenapa kau seperti ini? Bagaimana bisa aku menyerah saat aku bahkan baru mulai merasakan kebahagiaan pada hubungan ini" suara baekhyun terdengar serak saat mengucapkannya, chanyeol masih terdiam dan hanya mengusap punggung kecil baekhyun yang tengah menenggelamkna wajahnya pada dada bidang chanyeol

"kau tahu…aku hanya tidak ingin hidup dalam bayangan masa lalumu" chanyeol mengucapkannya dengan lirih namun baekhyun tentu bisa mendengarnya ,baekhyun mendongakkan kepalanya

"lihat, bahkan sekarang kau sudah berniat untuk meninggalkanku. Kau tidak ada bedanya dengan appa dan oh sehun! Aku percaya padamu park chanyeol! Hiks….aku membencimu! Lepaskan aku!" baehyun berontak dari dalam pelukan bchanyeol dan berusaha melepaskan dirinya. Namun chanyeol tetap memeluk baekhyun erat seolah enggan melepaskannya.

Chanyeol merasa bodoh saat ini, bagaimana bisa ia mengucapkan kalimat bodoh seperti itu. bukankah ia yang telah berjanji akan disamping baekhyun dan berjanji akan membuktikan pada baekhyun bahwa ia tidak akan meningglkan baekhyun seperti orang-orang yang sudah meninggalkan baekhyun sebelumnya, seberat apapun kondisinya chanyeol sudah berjanji untuk akan selalu menjadi sandaran bakehyun dan bahkan ia berjanji akan selalu menjadi rumah bagi baekhyun untuk pulang saat baekhyun merasa lelah oleh semua masalah dalam kehidupannya. Chanyeol benar-benar merutuki kebodohannya karena telah membuat baekhyunmenangis seperti saat ini, seharusnya chanyeol hanya harus bertahan disisi baekhyun dan membuat baekhyun melupakan tentang oh sehund an segala masa lalunya tanpa berniat untuk tahu dan ikut campur.

Suara tangis baekhyun masih mendominasi keadaan mereka berdua. Baekhyun merasakan saat bibir penuh chanyeol mengecup puncak kepalanya lama, seolah ingin menyalurkan permintaan maafnya pada gadis mungil di dekapannya ini, bukannya merasa tenang baekhyun kembali menangis terisak

"maafkan aku, seharusnya aku tidak mengucapkan kalimat bodoh seperti tadi. Aku benar-benar minta maaf" chanyeol mengecup puncak kepala beakhyun berkali-kali dan memeluk baekhyun semakin erat seolah baekhyun akan hancur berkeping-keping jika ia tidak mendekap baekhyun erat.

"aku benar-benar minta maaf baek, aku tidak-" baekhyun mendongakkan kepalanya dan menatap chanyeol "jangan pernah mengucapkan kalimat bodoh itu lagi. Kumohon " suara baekhyun terdengar lirih dan serak, chanyeol menganggukkan kepalanya dan melepaskan pelukannya kemudian menggandeng tangan baekhyun untuk memasuki apartemennya.

Didalam apartemen baekhyun memilih untuk memeluk tubuh tegap chanyeol yang tengah mengusap rambutnya sambil sesekali mengecup puncak kepalanya, baekhyunmasih terisak kecil saat chanyeol tiba-tiba mengecup hidung dan pipi putihnya sambil tersenyum setelahnya "maafkan aku, aku tidak bermaksud membuatmu menangis seperti in" chanyeol mengelus pelan pipi putih baekhyun, dan hanya dibalas baekhyun dengan anggukkan dan semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh tegap chanyeol, chanyeol yang mendapati respon baekhyun hanya terkekeh kecil

"apakah permintaan maafku diterima?" chanyeol emncubit hidung kecil baekhyun sambil terkekeh, belum sempat baekhyun memprotes perlakuan chanyeol, terdengar seseorang memencet bell apartemennya. Baekhyun bangkit dan menuju kearah pintu untuk membuka pintu tanpa melihat siapa intercom untuk melihat siapa yang menganggu acara-mari-memeluk-chanyeol-nya .

Bukan main terkejutnya baekhyun saat melihat siapa yang sedang berdiri di depan pintu apartemennya,baekhyun merasa kakinya melemas saat memandang seseorang dari masa lalunya yang tiba-tiba datang dan berdiri di depan pintu apartemennya. sampai suara tegas dari namja yang juga tengah memandangnya ini membuat baekhyun tersadar dari pikirannya sendiri.

"baek… annyeong" sehun memanggil baekhyun dengan suara lirihnya

"oh sehun?!" baekhyun menatap sehun dengan wajah terkejutnya.

TO BE CONTINUE

Hailoooo maaf sebelumnya updatenya lamaaa. Dan ini chapter lanjutannya hehe, gimanaaa? Puas? Apakah kalian ada yang baper? Wkwkwkwk. Chapter depan sedikit demi sedikit semua masa lalu baekhyun mulai terungkap. Semoga kalian ga bosan ya baca ff ini. Kritik dan saran tetap di perlukan untuk kelanjutan ff ini. Jadi silahkan tinggalkan review ya!

Annyeong^^