chap 09
*fast update yaaaa wkwkwk daripada filenya numpuk mending langsung di update~ here we go!
baekhyun masih mengingat dengan jelas rupa namja yang berada di depannya ini. wajah tegas dan datarnya bahkan masih melekat setelah lima tahun mereka berpisah, wajah datar yang akan berubah ekspresi menjadi penuh senyum hangat saat bersama dengannya, tubuh tinggi dan bahkan aroma tubuhnya masih sama. baekhyun terdiam mematung tanpa mengucap sepatah katapun pada namja yang tengah memandangnya sendu.
"baek." sehun mengeluarkan suaranya setelah sekian lama mereka terjebak keheningan yang menyiksa.
baekhyun menatap sehun dengan tatapan dinginnya "apa yang sedang kau lakukan disini?"
sehun meneguk ludahnya kasar sangking gugupnya saat mendengar nada dingin dari baekhyun. sehun memang memutuskan untuk langsung menemui baekhyun sesampainya ia di korea, dan disinilah sehun, berhadapan dengan yeoja yang sudah ia tinggalkan lima tahun yang lalu. sehun ingat dengan jelas, baekhyun yang ia kenal tidak akan pernah mengeluarkan nada sedingin itu padanya, baekhyun hanya akan berbicara dengan nada lembut dan penuh perhatian padanya, berbeda dengan baekhyun yang di temuinya saat ini, nada dingin dan pandangan mata penuh dengan kemarahan menyambut sehun. dan sehun akui, ia pantas menerima perlakuan dingin dari baekhyun.
sehun kembali meneguk ludahnya sebelum menjawab pertanyaan baekhyun "aku ingin melihat keadaanmu, apakah-" belum sempat sehun melanjutkan kalimatnya, baekhyun dengan cepat memotongnya " aku hidup dengan baik, tanpamu" baekhyun menjeda kalimatnya sebelum menatap sehun tepat dimatanya "jadi, pergilah. kau tidak perlu peduli padaku dan kehidupanku" tegas baekhyun. baekhyun sudah akan menutup pintu apartemennya saat sehun menahannya "aku tau kau hidup dengan sangat baik, tapi ada hal penting yang membuatku kembali kesini dan menemuimu." baekhyun terdiam di tempatnya menunggu lanjutan kalimat sehun.
"aku ingin meminta maaf dan meluruskan semua yang terjadi lima tahun yang lalu. aku benar-benar minta maaf" lirih sehun, baekhyun membalikan tubuhnya dan menundukkan wajahnya "pergilah sebelum aku berteriak dan menangis kencang didepanmu" sehun terdiam dan memandang bahu kecil baekhyun yang sedikit bergetar karena menahan tangisnya
"kau tidak mendengarku? cepat pergi dari sini dan jangan pernah menemuiku lagi untuk alasan apapun" baekhyun menutup pintu apartemennya dan meninggalkan sehun yang masih memandangnya dengan tatapan sendu.
baekhyun menghela nafasnya saat membalikan tubuhnya setelah ia meninggalkan sehun di depan pintu apartemennya, baekhyun mendudukkan dirinya yang saat itu masih berada di dekat pintu masuknya, mata baekhyun yang memang sudah berkaca-kaca sukses meneteskan bulir-bulir bening yang sudah membasahi pipi putihnya. baekhyun terisak pelan agar chanyeol yang sedang berada di ruang tengah apartemennya tidak curiga namun ternyata usaha baekhyun gagal. chanyeol tengah berjongkok di hadapannya dan mengelus pelan rambutnya yang sedikit basah karena air matanya ,chanyeol tidak menanyakan apapun pada baekhyun ,sebagai gantinya chanyeol mendudukkan dirinya dan membawa baekhyun kedalam pelukannya, ia membiarkan kemeja hitamnya basah di bagian depannya karena air mata baekhyun. chanyeol telah berjanji pada dirinya sendiri untuk diam dan percaya pada baekhyun, ia mencintai baekhyun dan sudah sewajarnya ia untuk lebih menghargai batas-batas yang baekhyun berikan padanya.
"uljima, kau kenapa hm?" chanyeol mengelus pelan punggung baekhyun sambil menyandarkan dagunya pada puncak kepala baekhyun, setelah sekian lama menangis akhirnya suara serak milik baekhyun tedengar lirih
"chanyeol.." chanyeol yang mendengar baekhyun menggumamkan namanya hanya berdehem pelan, baekhyun mendongakkan kepalanya ,memperlihatkan mata sembabnya pada namja di depannya ini. chanyeol menundukkan kepalanya untuk mengecup pelan kedua mata baekhyun , baekhyun hanya menutup matanya dan tersenyum kecil menyadari tingkah romantis chanyeol.
"maukah kau menemaniku menemui seseorang?" baekhyun memecah keheningan diantara mereka
chanyeol menatap baekhyun penuh tanda tanya "kau mau menemui siapa,hm?"
baekhyun berkata dengan penuh rahasia " seseorang.., temani aku menemuinya dan aku akan menceritakan segala hal yang ingin kau tahu. aku janji" baekhyun menatap chanyeol dengan tatapan penuh harapnya. chanyeol menghela nafasnya dan akhirnya menanggukkan kepalanya.
"baek, apa yang akan kita lakukan disini?" chanyeol melihat sekelilingnya dan menatap baekhyun
"kita akan bertemu dengannya disini" baekhyun berjalan mendahului chanyeol, chanyeol mengikuti baekhyun dari belakang dan kembali menatap sekelilingnya, chanyeol menatap punggung kecil baekhyun yang tiba-tiba berhenti di depan sebuah ruangan.
"kenapa berhenti ,hm?" chanyeol menatap baekhyun yang sedang memandang seorang yeoja paruh baya di dalam suatu ruangan yang ada di rumah sakit yang mereka datangi ini.
"kau lihat yeoja itu?"baekhyun menunjuk ke arah dalam ,dimana ada seorang yeoja yang tengah memandang ke arah mereka dengan pandangan kosong, chanyeol mengarahkan pandangnya ke arah yeoja itu dan menanggukan kepalanya "dia...eomma ku" chanyeol menoleh dengan cepat ke arah baekhyun yang masih menatap kearah eommanya dengan tatapan sendunya dan beralih menatap chanyeol.
"kau terkejut melihat ibuku berada di ruangan di salah satu rumah sakit jiwa ini?" chanyeol menanggukkan kepalanya kecil, baekhyun tersenyum maklum dan beralih menatap eommanya lagi
"aku masih berumur 13tahun saat aku pertama kali melihat eomma dan appaku berteriak satu sama lain" pandangan baekhyun menerawang, entah kenapa setiap baekhyun menemui eommanya semua kenangan masa kecilnya seolah seperti sebuah film pendek yang terputar ulang dan terus menerus di kepalanya, sekuat apapun baekhyun untuk membuatnya berhenti, ingatan itu akan terus terngiang.
flashback on
"kau menikahi yeoja murahan itu?! berani-berani nya kau!" nyonya byun terlihat berteriak histeris pada tuan byun yang hanya memasang wajah angkuhnya
"kenapa kau diam? kau tak berniat untuk membantahnya, eoh?!, jawab aku, yeobo!" nyony byun kembali berteriak tanpa menyadari putri kecil mereka -byun baekhyun mendengar semua yang di teriakkan appa dan eomma yang di anggapnya sebagai pahlawannya yang hidup di dunia. bahkan baekhyun benar-benar mengidolkan appa dan eomma nya, baekhyun selalu berkhayal bahwa ia akan menikah dengan seseorang yang mirip dengan appa nya, karena menurut baekhyun hanya sosok yang mirip dengan appanya lah yang pantas untuk menjadi suami nya, tapi setelah mendengar pertengkaran antara appa dan eomma nya ,baekhyun terlihat ragu.
sampai puncaknya saat halmeoni nya mendatangi baekhyun dan eommanya yang sedang menghabiskan makan siang mereka. halmeoni baekhyun dengan rasa tidak bersalah menampar wajah nyonya byun di depan kedua mata baekhyun, sumpah serapah terdengar dari mulut halmeoni baekhyun yang masih terus memukuli tubuh nyonya byun dengan tas yang di bawanya. baekhyun kecil hanya bisa menangis dan memegang tangan sang halmeoni agar berhenti memukuli eommanya yang terbaring dengan wajah penuh warna kebiruan akibat pukulan ibu mertuanya, bahkan nyonya byun tidak mengeluarkan setetespun air matanya.
"pukul aku lagi ,eomonim. pukul aku lagi, aku ingin menyusul ibuku. jadi cepat pukuli aku lagi" nyonya byun berukar lirih dan memandang wajah ibu mertuanya
baekhyun memberanikan diri memandang wajah halmeoninya dan berujar dengan nada bergetarnya, baekhyun tidak merasakan takut ,baekhyun lebih merasa marah atas perlakuan halmeoni nya ini.
"maafkan aku , tapi kau memukuli orang yang salah nyonya" baekhyun menjeda kalimatnya saat dilihatnya halmeoni nya menatapnya tajam "kau seharusnya memukuli anak kesayanganmu itu, bukan eomma ku. " baekhyun kecil bahkan tidak sudi untuk memanggil yeoja tua itu dengan sebutan 'halmeoni'
saat dilihatnya halmeoni nya akan melayangkan tamparannya dari pipi kecilnya baekhyun hanya berteriak dan menutup matanya "pukul aku! dan aku tidak akan pernah menanggap kau dan anakmu sebagai appa dan halmeoni ku! jadi cepat pukul aku!"nyonya byun menatap baekhyun dengan air mata yang mengalir bak sungai di kedua pipinya yang masih memerah berkat pukulan yang dilayangkan ibu mertuanya tadi.
"jangan bercanda...byun baekhyun" desis halmeoni nya. baekhyun tersenyum meremehkan dan menatap yeoja itu "kau takut jika cucu satu-satunya yang kau punya tidak mau mengakuimu?" halmeoni nya hanya memandang baekhyun tajam dan tertawa pelan "kau tahu gadis kecil, appa mu baru memberiku seorang cucu lagi dari yeoja yang ku pilihkan, dan yeoja tidak berguna seperti eomma mu itu hanya akan menghambat anakku" halmeoni nya memandang wajah baekhyun dan wajah menantunya angkuh sebelum kembali fokus menatap wajah menantunya "cepatlah urus perceraian kalian, atau aku sendiri yang akan menyeretmu untuk mengurus berkas peceraian kalian" yeoja itu akhirnya berjalan keluar dari ruang makan yang ada di rumah mereka.
baekhyun hanya memandang eommanya dengan tatapan terluka "eomma...kenapa eomma tidak melawannya ? kenapa eomma malah diam saat yeoja tua itu memukuli eomma?" baekhyun mendudukkan dirinya di depan tubuh eommanya yang masih terbaring tak berdaya
"eomma pantas untuk diperlakukan seperti ini, jadi kau diamlah dan naik ke kamarmu" nada suara eommanya terdengar dingin dan menusuk, mau tidak mau baekhyun menuruti kemauan eomma nya. baekhyun tahu eommanya menangis setelah berbicara sekasar itu padanya, namun baekhyun hanya bisa untuk mengacuhkannya dan mengikuti perintah eommanya untuk kembali masuk kedalam kamarnya yang ada di lantai dua.
kehidupan baekhyun kecil berubah 360derajat, kedua orangtuanya yang selalu menampakkan kemesraan mereka, kini berbalik saling berteriak satu sama lain, bahkan baekhyun tidak pernah melihat lagi tatapan penuh cinta yang selalu mereka perlihatkan satu sama lainnya. eomma nya mulai melampiaskan semuanya pada baekhyun kecil, baekhyun hanya bisa menangis saat tiba-tiba eommanya menampar pipi kecilnya sehabis berteriak satu sama lain dengan appa nya.
"melihat wajahmu ini membuatku kesal, kau begitu mirip dengan namja itu!" plak! nyonya byun melayangkan tangannya kearah pipi kecil putrinya yang seharusnya di lindunginya ,baekhyun kecil tidak memberontak bahkan saat eommanya memukulinya berkali-kali. baekhyun tidak pernah lagi bertatap muka dengan appa nya.
hingga puncaknya baekhyun yang tidak mengetahui apapun itu hampir dibunuh dengan ibu kandungnya sendiri, baekhyun yang ketakutan hanya bisa menangis kencang untuk menyadarkan eomma nya, bukannya berhenti nyonya byun semakin emengencangkan tarikkan tangannya pada rambut baekhyun "berhenti menangis yeoja kecil, suaramu mengangguku" baekhyun menatap eommanya dengan pandangan mengiba "eomma..hiks" setelah memanggil eommanya baekhyun merasakan tarikan eommanya pada rambutnya makin mengencang "jangan pernah memanggilku eomma!" baekhyun mendesah pasrah akan apapun yang akan terjadi padanya, namun tiba-tiba...
"jangan sentuh putriku!" baekhyun mendengar appa nya berteriak sambil melangkah cepat untuk menghampiri baekhyun yang tergeletak dengan berbagai macam bekas pukulan eomma nya.
"kau namja bodoh! kau tau apa?! dia anakku dan aku berhak untuk melakukan apapun padanya" baekhyun menatap eommanya dengan tatapan sendu. tidak kah cukup baekhyun kehilangan sosok appa? dan sekarang baekhyun mulai kehilangan sosok eomma..
"aku tidak akan membiarkanmu berdua dengan baekhyun disini. kau bisa membunuhnya kapan pun saat kau kehilangan akal sehatmu" tegas tuan byun yang tengah memeluk putri semata wayangnya yang kini tengah menangis terisak di pelukannya, nyonya byun hanya tertawa geli mendengar kalimat yang di ucapkan suaminya itu " kau bicara apa yeobo? mana mungkin aku membunuh baekhyun,hm? kau tahu sendiri kita menunggu kehadiran baekhyun cukup lama, dan kau berpikir aku akan membunuhnya, pemikiran dari mana itu?" tuan byun menatap iba pada istrinya yang kini memandangnya dengan tatapan polosnya.
"kemari baek, kenapa kau memeluk appamu, eoh? bahkan appa mu belum mengganti bajunya" nyonya byun menarik tangan kecil baekhyun dan hanya direspon baekhyun dengan mengeratkan pelukannya pada tubuh appanya
nyonya byun yang menerima penolakan dari putrinya mulai berteriak-teriak pada appa baekhyun yang hanya bisa menutup kedua telinga putrinya. baekhyun menangis kencang meratapi takdir yang di berikan tuhan padanya.
setelah kejadian malam itu, hanya satu hal yang baekhyun tahu. eommanya mengidap depresi berat saat tahu appanya menghamili yeoja pilihan halmeoni nya. baekhyun menyalahkan keadaan, menyalahkan appanya yang dengan teganya melakukan hal menjijikkan itu pada yeoja lain, menyalahkan halmeoni nya yang dengan teganya menghancurkan keluarga kecilnya.
baekhyun menangis berhari-hari dan mengurung dirinya tanpa makan dan minum, baekhyun membenci appanya dan bersumpah akan membenci anak yang akan dilahirkan yeoja yang dihamili oleh appanya itu. setelah tiga hari mengurung diri, baekhyun berubah menjadi sosok lain yang terkesan tidak peduli dengan lingkungannya, baekhyun bahkan enggan untuk menanggapi saat appa nya mengajaknya berbicara. hingga akhirnya baekhyun bertemu dengan kyungsoo dan memutuskan untuk tinggal bersama keluarga do .
flashback off
chanyeol menatap sendu pada baekhyun yang menatap eommanya dengan mata yang berkaca-kaca dan pertahanan chanyeol runtuh saat baekhyun menatap wajahnya dengan gigi gemerutuk karena baekhyun yang menahan isakan tangisnya, chanyeol memegang pundak kecil baekhyun dan membawa baekhyun kedalam dekapan hangatnya "bukankah kehidupanku terdengar menyedihkan?" baekhyun bergumam dengan suara seraknya dan di tanggapi chanyeol dengan gelengan, chanyeol melepaskan pelukannya pada baekhyun dan beralih menangkup kedua pipi putih baekhyun yang terlihat basah karena air matanya yang mengalir dengan deras, chanyeol mengecup kedua pipi baekhyun dan beralih mengecup kedua mata baekhyun cukup lama.
"semua orang mempunyai kisah hidupnya sendiri baek. begitupun denganmu, kau adalah yeoja hebat dan menakjubkan yang pernah ku temui" chanyeol mengusap lelehan air mata baekhyun sambil melanjutkan kalimatnya "kau sudah memendamnya sendiri begitu lama dan aku tidak akan memintamu untuk berhenti menangis, jadi menangislah dan lepaskan apa yang selama ini menjadi bebanmu" baekhyun semakin terisak saat chanyeol kembali membawanya kedalam pelukannya, yang bisa chanyeol lakukan adalah membuat baekhyun tetap merasa nyaman .
"aku merindukan eomma..."baekhyun bergumam sambil membenamkan wajahnya pada dada bidang chanyeol
"aku akan menemanimu untuk menemuinya, bagaimana hm?" baekhyun menggeleng dalam pelukan chanyeol
"kenapa ? tau tidak mau menemuinya?" baekhyun menanggukkan kepalanya untuk merespon pertanyaan chanyeol
"baiklah, aku tidak akan memaksamu. kita bisa kembali kesini setelah kau siap untuk bertemu eomma mu, eotte?" baekhyun mendongakkan kepalanya dan menangguk kecil.
chanyeol tersenyum dan merangkul pundak kecil baekhyun untuk menuju mobil mereka yang terpakir rapindi parkiran rumah sakit, chanyeol ingin membawa baekhyun kembali ke apartemennya, chanyeol yakin baekhyun merasakan lelah yang teramat sangat, dan dengan membawanya pulang untuk beriatirahat adalah ide yang terbaik untuk saat ini.
sesaat setelah membawa baekhyun masuk kedalam kamarnya untuk beristirahat, chanyeol berniat untuk meninggalkan baekhyun sendiri karena ia mengira yang baekhyun butuhkan sekarang adalah ketenangan, namun saat chanyeol ingin berdiri dari duduknya yang semula di pinggir ranjang tempat baekhyun berbaring terhenti saat ia melihat tangan kecil baekhyun memegang tangannya sambil berujar lirih "jangan pergi, malam ini menginaplah." chanyeol menggeleng pelan dan mendudukkan dirinya lagi kemudian mengelus rambut baekhyun "kau harus tidur dan aku tidak ingin-"belum sempat chanyeol meneruskan kalimatnya baekhyun menggeleng keras dan menatap chanyeol penuh harap "tinggal disini malam ini, aku membutuhkanmu. aku selalu bermimpi buruk setelah aku menemui eomma ku, dan aku harap kau akan memelukku saat aku terbangun karena mimpi burukku" ucap baekhyun lirih
chanyeol menghela nafasnya "baiklah, hanya malam ini. jadi tidurlah, aku akan menemanimu disini" chanyeol masih mengelus rambut baekhyun lalu kemudian mengecup kening baekhyun lama.
sesaat setelah chanyeol memastikan bahwa baekhyun sudah benar-benar tertidur baru akhirnya chanyeol dengan langkah pelannya berjalan keluar dari kamar baekhyun untuk mengambil beberapa makanan kecil dan minuman untuknya.
tepat setelah chanyeol menutup pintu kamar baekhyun pelan, terdengar bunyi bell apartemen baekhyun disusul dengan beberapa ketukan pada pintu berwarna coklat itu, chanyeol menaikkan alisnya bingung namun akhirnya beranjak membuka pintu apartemen baekhyun tanpa berniat melihat ke arah intercom yang ada di apartemen tersebut
cklek
sehun menatap heran dengan namja yang baru saja membukakan pintu untuknya ini "kau siapa?" sehun tidak tahan untuk bertanya pada namja jangkungbyang juga memandangnya denan raut bingungnya
"aku kekasih baekhyun, kau siapa? teman kampusnya? maaf baekhyun sedang tidur jadi saat ini tidak bisa bertemu dengannya" chanyeol menjelaskan panjang lebar pada namja yang berbalik menatapnya ini.
"bisakah kau katakan padanya nanti saat ia bangun bahwa aku kemari dan mencarinya, ia tidak mau bertemu denganku" chanyeol menanggukkan kepalanya "kau bisa memberitahukanku namamu, aku akan menyampaikan pesanmu besok pagi"
sehun menghela nafas "katakan padanya ,oh sehun datang ke apartemennya dan mencari nya" chanyeol terkejut saat memandang wajah namja di depannya
"kau...sehun? oh sehun?" sehun menaikkan alisnya bingung lalu menangguk, chanyeol menatap sehun tegas dan dengan raut wajah datarnya "jangan pernah mencari baekhyun lagi, kau hanya akan membuka luka lama yang pernah baekhyun alami" sehun memandang chanyeol dengan senyum kecil "aku kesini untuk memperbaiki semuanya, dan aku harap kau tidak ikut campur untuk hal ini."
chanyeol melipat kedua tangannya di depan dada "aku kekasihnya dan aku berhak-" sehun memotong ucapan chanyeol
"aku oppa nya dan aku ingin bertemu dengan dongsaengku" chanyeol membolakan matanya.
"lelucon macam apa lagi ini?" batin chanyeol
TO BE CONTINUE
bwahahahaha *ketawa nista, lebih baik chapter nya cepat di update biar minat readers buat ff ini tetep ada hehe. gimana chapter yang tadi siang? aku minta maaf karena setelah aku baca-baca ternyata banyak typo nya yaa hehe, aku minta maaf atas ketidaknyamanannya. dan chapter ini aku update cepat karena aku ngerasa chpter tadi ga cukup membuat rasa penasaran readers terobati wkwkwk. aku berharap feelsnya nyampe *deep bow
buat yang review sekali lagi maaf karena belum punya waktu untuk balas reviewnya, aku janji di chapter depan bkl bls semua reviewnya hehehe. dan buat ff mermaid tears mungkin besok aku bakal update chap ketiganya, di tunggu aja ya besok hehe. oke segitu dulu yaaaa, annyeong~
