chapter 10

"kau menyebut dirimu apa? oppa baekhyun? jangan mencoba membodohiku, oh sehun-ssi" desis chanyeol

sehun menghela nafasnya kecil "sudah ku katakan kau jangan ikut campur, kau tidak tahu apapun tentang aku dan baekhyun"

chanyeol bersandar di depan pintu apartemen baekhyun sambil bersedekap dada "kau bisa menjelaskannya padaku"

sehun mendengus pelan "baiklah ,tapi bisakah kita bicara di dalam?" chanyeol terlihat menimbang-nimbang permintaan sehun dan akhirnya membuka pintu coklat yang ada di belakangnya dan menyuruh sehun untuk mengikutinya masuk.

"duduklah, baekhyun sedang tidur di kamarnya" sehun menanggukkan kepala dan menatap chanyeol serius "darimana aku harus bercerita?" ucap sehun to the point

"aku ingin tahu semua tentang hubungan kalian" sehun menangguk kecil dan memulai ceritanya

flashback on

sehun dan baekhyun bersahabat sejak mereka berada di sekolah menengah. baekhyun yang manis bersahabat dengan sehun yang mempunyai wajah tampan tentu menjadi sorotan siswa siswi di tempat mereka bersekolah.

baekhyun merupakan sosok yeoja yang cukup tertutup pada dunia luar, tapi baekhyun adalah sosok yeoja yang ramah pada siapapun, sehun yang sejak awal memandang baekhyun sebagai seorang sahabat akhirnya menyadari perasaannya saat itu yang berubah menjadi perasaan suka yang biasa di rasakan antara yeoja dan namja. sehun beruntung karena baekhyun ternyata memiliki perasaan yang sama padanya, kedua pasangan ini menjalani hubungan yang manis saat di tahun pertama dan tahun kedua mereka, namun pada tahun ketiga, ada fakta mengejutkan yang baru sehun tahui.

sehun ingat hari itu, hari dimana semua kebahagiaannya dan baekhyun berakhir.

sehun berniat untuk mengenalkan sosok yeoja yang hampir tiga tahun ini menjadi yeojachingu nya kepada eomma dan appa nya.

"eomma, aku ingin mengajak kekasihku kesini, bolehkah?" eomma sehun mengernyitkan alisnya "sejak kapan anak eomma yang tampan ini punya kekasih,hm?" sehun terkekeh " eomma~" sehun terdengar merajuk dengan nada penuh aegyo nya ,eomma nya menatap sehun dengan gemas dan mengacak surai hitam milik sehun " arraseo, kau bisa mengajak kekasihmu kesini. tapi, mintalah ijin pada appamu, okay?" sehun menangguk antusias dan bangkit dari duduknya untuk menemui appanya yang di yakini nya tengah sibuk dengan bermacam-macam berkasnya.

sehun mengetuk kecil pintu ayahnya, setelah sehun mendengar ayahnya meneriakkan kata 'masuk', sehun menyusupkan kepalanya untuk melihat keadaan di dalam ruang kerja appanya.

"apa yang sedang kau lakukan disitu,hm? masuklah"appa sehun memanggil sehun yang masih dengan setia tersenyum sambil menyembulkan kepalanya

sehun menangguk patuh dan berjalan hingga ia sampai di depan meja appanya yang penuh dengan berkas-berkas yang tidak di mengertinya

"wae? ada yang ini kau bicarakan pada appa ,?" sehun menangguk antusias sebelum beujar "aku ingin mengajak kekasihku kesini untuk makan bersama kita, bolehkah appa?" appa sehun langsung terkekeh geli kemudian menanggukkan kepalanya "tentu, kau bisa mengenalkannya pada appa dan eomma, kau sudah memberitahu eomma mu?" sehun menangguk sambil tersipu malu "eomma mengijinkannya, dan eomma menyuruhku untuk meminta ijin pada appa" sehun menggaruk tengkuknya kecil, ia sungguh gugup karena akan mengenalkan sosok kekasih mungilnya pada kedua orangtua nya , sehun menatap appa nya saat suara berat appanya menanyakan tentang kekasihnya "kau sudah punya kekasih,hm? nugu? kenapa tidak pernah bercerita pada appa dan eomma?" sehun kembali menggaruk tengkuknya salah tingkah, tuan oh yang menatapnya hanya tersenyum geli "baekhyun melarangku untuk memberithu kalian tentang hubungan kami ,appa" tuan oh menangguk kecil "jadi, kekasihmu bernama baekhyun,hm?" sehun terkekeh kecil "ne, byun baekhyun. dia yeoja yang manis appa. aku yakin appa akan menyukainya saat pertama melihatnya"

tuan oh terkejut saat mendengar nama kekasih dari anak semata wayangnya ini "byun...siapa?" mata tuan oh memicing

"byun baekhyun, wae appa?" sehun memandang appanya dengan tatapan bingung

"kau keluarlah, suruh eomma mu menemui appa" sehun dengan wajah bingungnya hanya menangguk dan keluar dari ruangan appanya

samar sehun mendengar pembicaraan appa dan eomma nya saat eomma nya sudah memasuki ruang kerja appa nya

"bagaimana bisa kau tak tahu ia berkencan dengan saudaranya sendiri?!" suara appa sehun terdengar

" belum tentu yeoja itu anak darinya ,yeobo. tenanglah." sehun dengan wajah bingungnya berniat menguping pembicaraan appa dan eomma nya yang menurutnya terdengar aneh.

"kau membelanya,eoh? kau membela namja itu?" desis tuan oh

"bagaimana bisa kau menyebutku membela nya? aku hanya mencoba berpikir positif, dan berhenti berteriak padaku, sehun bisa mendengarnya."

"lebih bagus jika sehun mendengarnya, supaya anak itu mencari tahu tentang latar belakang keluarga kekasihnya"

"kau berlebihan, yeobo. ku rasa-"

"sehun berhak untuk melakukannya, bukankah yeoja itu kekasihnya? aku hanya tidak ingin ia berkencan dengan adiknya sendiri. hanya itu"

sehun semakin bingung saat mendengar penjelasan appa nya "bagaimana bisa aku mempunyai adik? " namun sehun memilih untuk kembali menguping pembicaraan appa dan eomma nya.

"wae? kau takut jika sehun tahu bahwa tuan byun appa dari kekasihnya itu adalah appa nya?"

"YEOBO!" terdengar suara eommanya yang berteriak

"bukankah aku mengatakan sebuah kenyataan? bukankah kau hamil dengan namja bermarga byun itu?"

"sudah ku katakan sebelumnya untuk tidak membahasnya lagi" desis nyonya oh

sehun membeku saat mendengar percakapan appa dan eomma nya, sehun menghentikan kegiatan mari-menguping-appa-dan-eomma, sehun berniat membuka ruangan appanya, namun terlambat karena ternyata eomma nya dengan wajah merah menahan tangis dan amarahnya sendiri yang menyambut sehun, nyonya oh bahkan kehilangan kata-katanya saat menatap wajah sendu sehun.

"s-sehun-ah... kau mendengar s-semuanya?" ujar nyonya oh gugup

"ya" sehun menjawab dengan nada dinginnya, wajahnya menuntut penjelasan pada yeoja yang telah melahirkannya ini

"e-eomma b-bisa menjelaskannya..-"

"kau bukan anak appa, sehun-ah" tiba-tiba terdengar suara tuan oh yang berada di belakang nyonya oh.

nyonya oh berbalik menatap suaminya terkejut "apa yang kau lakukan!"

tuan oh tetap menatap sehun yang masih terdiam tanpa berniat memandang wajah iatrinya "kau bukan anak appa sehun-ah, saat appa menikah dengan eomma mu, eomma mu tengah hamil tiga bulan." mata sehun mulai berkaca-kaca saat mendengar kalimat yang appa nya katakan .

tuan oh melanjutkan kalimatnya "appa kandungmu bernama byun joonmyeon. itulah sebabnya appa sempat terkejut saat mendengar kekasihmu bermarga byun dan-"

sehun menatap appa dan eomma nya "kalian menyembunyikannya dariku selama ini?" sehun berujar lirih

"s-sehun" sehun beralih menatap lama eomma nya sebelum akhirnya membungkukkan badannya, sehun berniat pergi dari hadapan kedua orang tuanya, namun niat sehun terhenti saat mendengar isak tangis eomma nya.

"eomma punya alasan untuk ini, eomma minta maaf jika-"

sehun membalikkan tubuhnya dan menatap eommanya dengan mata berkaca-kaca "bukankah ini benar-benar kebetulan yang hebat, aku dan joonmyeon ajju- mian,apakah aku harus menyebutnya dengan joonmyeon appa, eomma?"

sehun melanjutkan kalimatnya "aku sudah bertemu dengannya sebelum aku tahu tentang kenyataan ini, dan appa.." sehun beralih menatap appa nya

"terima kasih sudah mau menerimaku sebagai anak appa selama ini, dan untuk baekhyun...aku akan menyelesaikannya. gamsahmnida" sehun membungkukkan tubuhnya untuk kedua kalinya sebelum benar-benar pergi dari hadapan appa dan eomma nya.

samar-samar sehun mendengar eomma nya yang berteriak marah pada appa nya, tuan oh hanya memeluk istrinya dan berujar "kau tidak akan bisa menyembunyikan ini selamanya, aku mencintai kalian berdua. aku tidak peduli dengan latar belakang sehun yang bukanlah anak kandungku. maafkan aku karena aku lancang dengan langsung mengatakannya pada sehun, namun sehun perlu tahu. aku tidak ingin ia dan baekhyun menjalin hubungan sepasang kekasih, mereka bersaudara yeobo. pikirkan itu" samar sehun mendengar penjelasan appanya dari dalam kamarnya.

sehun membenarkan perkataan appa nya, bukankah ia sudah cukup dewasa untuk bisa mengerti tentang kenyataan pahit yang baru saja dikatakan appanya? sehun tidak menyalahkan tuan oh, sehun malah merasa bersyukur karena eomma nya menikah dengan tuan oh. tuan oh adalah appa yang baik dan sehun benar-benar menjadikan appanya itu sebagai panutan. bahkan tuan oh mau untuk merawat dan membesarkan seorang putra yang nyatanya bukan darah dagingnya.

sehun tersenyum di antara tangisnya, dan tak lupa mengucap syukur karena bisa menjadi bagian dari keluarga oh.

sehun memandang kosong langit-langit kamarnya, yang sekarang sehun pikirkan adalah bagaimana menjelaskan pada baekhyun bahwa ia ingin mengakhiri hubungan mereka karena...mereka bersaudara.

sehun keluar dari kamarnya dan mendapati eomma nya tengah menyiapkan makan malam untuk mereka. wajah nyonya oh terlihat sendu dengan kedua mata yang membengkak karena terlalu banyak menangis. sehun berjalan kearah nyonya oh dan memeluknya dari belakang, nyonya oh yang merasa pelukan pada pinggangnya sontak menoleh dan mendapati wajah sehun yang tengah tersenyum padanya .

"apa eomma sudah selesai membuat makan malam untukku? aku sudah lapar eomma~~" sehun bertingkah seperti tidak terjadi apa-apa sebelumnya, sedangkan nyonya oh kembali akan meneteskan air matanya, sehun terkekeh kecil dan tetap memeluk nyonya oh "jangan menangis lagi eomma, aku mengerti dan sekarang aku ingin kita menjalaninya seperti saat sebelum aku tahu bahwa aku bukan anak appa. aku mencintai kalian berdua" sehun menjeda kalimatnya dan mengecup pelan pipi eomma nya

"k-kau tidak marah pada eomma?" nyonya oh bertanya dengan suara lirihnya

sehun menggeleng "bagaimana bisa aku marah pada yeoja yang sudah berjuang untuk melahirkan dan merawatku selama ini? aku bukan namja yang sering eomma lihat di drama yang sering eomma tonton itu" kekeh sehun

"appamu-" sehun menggeleng dan melanjutkan kalimatnya

"aku tidak bisa marah pada namja yang dengan rela membesarkanku selama ini pdahal ia tahu dengan jelas bahwa aku bukan anak kandungnya. aku bersyukur karena eomma menikah dengan appa" sehun melepaskan pelukannya pada tubuh nyonya oh

nyonya oh membalikkan tubuhnya untuk berhadapan dengan anak semata wayangnya ini. sehun menghapus lelehan air mata eommanya dan memeluk eomma nya dari arah depan, sampai akhirnya suara berat menghentikan kegiatan mereka

"apakah kau tidak akan memeluk appa,hm?" sehun terkekeh kecil dan melepaskan pelukannya pada nyonya oh dan beralih menuju tuan oh untuk memeluknya erat "gomawo, appa" tuan oh dengan mata ikut berkaca-kaca menangguk sambil tetap memeluk putra satu-satunya itu.

saat keluarga oh itu tengah sibuk dengan makan malam mereka, tiba-tiba suara sehun memecah keheningan diantara mereka bertiga

"appa ,eomma. aku ingin menyusul luhan, bolehkah?" nyonya oh menatap sehun dengan pandangan bertanyan"luhan? kau ingin pindah ke china?" sehun menangguk.

"bagaimana menurut appa? aku ingin melanjutkan sekolahku disana appa~" sehun beraegyo di depan appanya dan dibalas dengan anggukan kecil dari tuan oh.

"kurasa itu bukan ide yang buruk, kau boleh pergi jika eomma mu mengizinkan" sehun beralih menatap eomma nya

"eomma...~" nyonya oh menghela nafasnya saat melihat putra satu-satunya yang biasanya hanya akan memasang wajah dinginnya itu beralih beraegyo di depannya sambil menyatukan kedua tangannya di depan dada dengan wajah penuh permohonan. nyonya oh memicingkan matanya

"sebenarnya apa yang sedang kau rencanakan ,eoh?" sehun menggeleng imut

"aku hanya ingin hidup mandiri, lagipula aku akan tinggal bersama keluarga xi"

nyonya oh menghela nafasnya pelan, menurutnya percuma berdebat dengan sehun, anaknya itu akan terus membujuknya seharian hingga ia berucap 'ya'. maka dengan setengah hati nyonya oh menanggukkan kepalanya.

sehun bangkit dari kursi yang didudukinya dan mencium pipi eommanya "gomawo, eomma! aku akan menelpon luhan dulu", sehun beranjak menuju kamarnya,meninggalkan appa dan eommanya yang hanya tersenyum maklum. mereka tahu sehun sengaja untuk pindah untuk menetralkan pikirannya, sehun memang terlihat baik-baik saja tapi tentu nyonya oh tahu bahwa putranya itu masih belum bisa untuk bertatap mata dengannya dan appanya. maka dari itu, nyonya dan tuan oh mengizinkan sehun untuk pindah dan memulai kehidupannya di china.

"yeoboseyo-"

"yeoboseyo, luhan-ah!" sehun memotong kalimat luhan

",jangan berteriak di telingaku oh! "

sehun terkekeh " mian.. keundae aku membawa kabar gembira untukmu~"

"mwo? kabar apa?"

sehun tersenyum penuh rahasia, padahal ia tahu jika luhan tidak akan melihatnya "coba kau tebak~"

,luhan terdengar berdecak dari sebrang sana "cepat katakan padaku,oh!"

sehun kembali terkekeh dan merubah suaranya menjadi lebih serius "aku akan pindah ke china beberapa hari lagi, aku ingin kau mencarikan tempat untukku tinggal. bisakah?

"mwo? kau pindah? waeyo?"

"aku ingin berdekatan denganmu, lu~"

terdengar luhan berdecak menanggapi kalimat sehun

"jangan menggodaku, bodoh. aish! baiklah, tapi aku akan mencarikannya setelah kau berada di sini, tidak ada penolakan!" sehun tahu benar dengan sikap sahabat kecilnya itu

"baiklah, aku akan mengubungimu saat aku tiba di china nanti. tunggu aku, ne?"

"baiklah, dan kau masih berutang penjelasan padaku"

sehun tertawa "arra. aku tutup telponnya, ne? jalja"

"ne ,jalja"

sehun memutuskan hubungan telponnya dan luhan. sehun memandang smartphone nya dan tatapannya berubah sendu.

"maafkan aku, baek." monolog sehun

disinilah sehun dan baekhyun, duduk berdua di bangku taman sambil menatap langit yang mulai berubah warna menjadi oranye .

"apa yang ingin kau bicarakan,hm?" baekhyun memecah keheningan diantara mereka.

"mianhe.." sehun mengatakan permintaan maafnya pada baekhyun tanpa menatapnya

" kau minta maaf untuk apa,hm?" sehun menoleh pada baekhyun kemudin beranjak dari bangku yang didudukinya sebelum akhirnya berjongkok di depan baekhyun.

"maafkan aku" sehun menggenggam tangan kecil baekhyun dan mengusapnya pelan

saat baekhyun terlihat ingin bertanya, sehun melanjutkan kalimatnya

"aku rasa hubungan kita tidak bisa kita lanjutkan, lagipula aku akan pindah ke china beberapa hari lagi, dan ku harap kau-" sehun terkejut saat baekhyun menghempaskan tangannya yang tengah menggenggam tangan kecil baekhyun

"apa yang baru saja kau katakan, oh sehun?" desis baekhyun sebelum akhirnya memandang sehun tepat di matanya dengan wajah yang memerah menahan emosinya

"aku ingin kita mengakhirinya baek-" baekhyun menggeleng kuat dan air matanya seketika tumpah, bagaimana bisa hubungan yang sudah dijalaninya dengan sehun selama tiga tahun akan berakhir dengan cara seperti ini?

"sudah ku duga, kau tidak pernah benar-benar mencintaiku kan, sehun?"

sehun menggeleng "aku mencintaimu, hanya saja-"

"KALAU KAU MENCINTAIKU, KENAPA KAU MENINGGALKANKU DAN MEMUTUSKAN HUBUNGAN KITA DENGAN CARA SEPERTI INI!" sehun terkejut mendengar baekhyun yang berteriak ,apalagi air mata baekhyun semakin tumpah ruah dan membasahi kedua pipi putihnya

"kau menyakitiku, jika kau ingin tahu..."ujar baekhyun lirih

"maafkan aku baek, appa dan eomma ku memang sudah lama berniat untuk memindahkanku ke china, hanya saja aku belum sempat memberitahumu" sehun bmenatap sendu baekhyun yang sedang menangis, ingin rasanya sehun menarik baekhyun kedalam pelukannya dan mengecup puncak kepala yeoja mungil itu lembut , tapi sehun tahu jika ia melakukan itu maka semua usahanya ini akan sia-sia.

"dan lagi, aku...appa sudah menjodohkanku dengan anak sahabatnya yang berada di china-"

"jadi, kau meninggalkanku untuk yeoja lain?" baekhyun berujar datar dengan wajah yang masih penuh dengan air mata

"kau meninggalkanku untuk orang lain? apakah itu benar?JAWAB AKU OH SEHUN!" sehun menanggukkan kepalanya untuk menanggapi teriakan baekhyun

"ya, aku akan bertunangan dengannya sesaat setelah aku sampai di china. dan aku harap kau mengerti akan kondisiku-"

"KAU HARUSNYA YANG MENGERTI! kau bilang kau mencintaiku dan tidak akan meninggalkanku, kau pembohong"lirih baekhyun

sehun sebenarnya sudah akan menangis saat memandang wajah terluka baekhyun, tapi sehun tahu bahwa ini adalah keputusan yang terbaik untuknya dan baekhyun.

sehun bangkit dan kembali menatap baekhyun yang menundukkan kepalanya sambil terisak

"jangan bersikap egois, baek. ini adalah keputusan yang terbaik untuk kita. dan aku harap kau mengerti-"

baekhyun mendongak untuk menatap sehun yang berdiri di depannya "pergilah..." baekhyun berujar lirih, sehun tetap memasang wajah datarnya menunggu baekhyun melanjutkan kalimatnya "aku mengerti, jadi pergilah kemanapun kau mau. dan selamat atas perjodohanmu" baekhyun bangkit dari bangku taman yang didudukinya "senang mengenalmu, oh sehun-ssi" setelah mengucapkan kalimat perpisahan itu, bekhyun berlari meninggalkan sehun yang membeku di tempatnya.

"maafkan aku baek, aku akan kembali saat aku hanya menyimpan rasa sayang sebagai oppa padamu." sehun melangkah keluar dari taman sambil menghapus sedikit air mata yang menetes .

flashback off

"baekhyun hanya tahu jika aku meninggalkannya karena wanita lain, ia tidak tahu jika kami adalah saudara" sehun mengakhiri ceritanya dan memandang chanyeol yang sedang menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan.

",kau menyakiti baekhyun ,kau tahu. dan dengan kehadiranmu disini tidak akan membantu apapun, kau hanya akan membuat luka di hati baekhyun kembali menganga" sehun menangguk untuk membenarkn ucapan kekasih adiknya ini

"kau benar, tapi aku oppa nya dan aku merindukan adikku, chanyeol-ssi" melihat chanyeol terdiam sehun melanjutkan kalimatnya

"aku akan kembali ke china setelah aku membicarakan ini dengan baekhyun. dan aku ingin meminta bantuanmu" chanyeol mengernyitkan dahinya bingung

sehun melanjutkan kalimatnya "izinkan aku bertemu dengan adikku, chanyeol-ssi" sehun menatap chanyeol dengan tatapan memohonnya "sudah lima tahun aku tidak bertemu dengannya, dan aku menyesal meninggalkannya di korea tanpa memberitahu alasan yang sebenarnya"

"bisakah aku bertanya satu hal lagi?"

sehun menangguk

"apakah eomma kalian-" sehun menggeleng dan memotong ucapan chanyeol sebelum chanyeol menyelesaikan kalimatnya

"eommaku dan eomma baekhyun bukan orang yang sama, jika itu yang ingin kau tahu" sehun menjeda kalimatnya

"eommaku adalah yeoja yang dipilihkan oleh eomma dari appa baekhyun, tapi appa baekhyun mencintai yeoja lain yang sekarang menjadi eomma baekhyun. entah bagaimana, appa baekhyun menghamili eommaku, dan di saat bersamaan eomma baekhyun juga tengah mengandung" sehun kembali menjeda kalimatnya

"disaat itulah, appa ku dengan berbesar hati ingin bertanggung jawab dan menikahi eommaku yang saat itu tengah hamil muda. tapi halmeoni baekhyun berbohong pada eomma baekhyun dengan menyebut appa baekhyun menikah lagi dengan eommaku"

chanyeol mengernyitkan dahinya bingung "halmeoni baekhyun berbohong? keundae wae?"

"eomma baekhyun bukan berasal dari keluarga baik-baik, dan halmeoni baekhyun menentang keras pernikahan mereka. hanya itu yang aku tahu" chanyeol menanggukkan kepalanya mengerti.

baekhyun memiliki masa lalu yang cukup rumit, belum lagi sampai saat ini baekhyun belum mengetahui alasan yang sebenarnya kenapa dulu sehun meninggalkannya dengan berbohong tentang perjodohannya.

"aku akan mencoba membantumu, tapi aku harap kau menerima semua keputusan baekhyun nanti. aku tidak bisa memaksa baekhyun untuk mau kembali bertemu denganmu" sehun menangguk mengerti dan kemudian bangkit dari sofa yang didudukinya

"kau bisa menghubungiku disini" sehun menyodorkan kartu nama kecil miliknya dan di sambut chanyeol dengan anggukan

"aku menunggu kabar darimu, chanyeol-ssi. ku rasa aku harus pergi sekarang sebelum baekhyun bangun dan mengamuk disini karena melihatku" sehun terkekeh kecil dan mengangguk kecil pada chanyeol

chanyeol hanya tersenyum kecil dan ikut bangkit untuk mengantar kepergian sehun.

chanyeol menghela nafas berat sesaat setelah menutup pintu apartemen baekhyun, dan chanyeol di kejutkan dengan suara tangis pecah baekhyun dari arah kamarnya, dengan langkah lebar chanyeol memasuki kamar baekhyun.

saat telah memasuki kamar kekasihnya itu, chanyeol dihadapkan dengan pemandangan menyedihkan , baekhyun tengah menangis kencang di atas ranjangnya, bahkan mata baekhyun masih menutup. baekhyun menangis kencang dalam tidurnya .

chanyeol mendudukkan dirinya di pinggiran ranjang baekhyun dan mengguncang pelan bahu baekhyun

"baekki-ya, ireona" chanyeol mendengar tangis baekhyun semakin mengeras

bahkan baekhyun menggumamkan kata "mianhae, eomma...eomma mianhae".

chanyeol akan berbohong jika ia bilang ia tidak terluka melihat baekhyun seperti ini, dan dengan sabar chanyeol mengecup berkali-kali kelopak mata baekhyun hingga akhirnya tangis baekhyun mereda.

baekhyun mengerjapkan mata sembabnya ,saat dilihatnya wajah chanyeol yang menatapnya dengan cemas, baekhyun mendudukkan dirinya dan memeluk chanyeol erat.

"aku mimpi buruk..."lirih baekhyun

"ya, kau bahkan menangis di dalam tidurmu" chanyeol mengelus pelan rambut bsah baekhyun

"apa yang kau mimpikan,hm?" chanyeol bertanya pelan

"eomma, aku bermimpi eommaku datang dan memukulku karena wajahku yang memang mirip dengan wajah appaku, dan-"

chanyeol melepaskan pelukannya dan menangkup kedua pipi baekhyun "eomma mu tidak akan memukulmu lagi, kau bukan pihak yang bersalah disini." chanyeol menjeda kalimatnya "aku akan melindungimu dari apapun, eomma mu tidak akan bisa memukulmu seenaknya lagi, arraseo?"

baekhyun menggeleng pelan "aku rela eomma memukulmu, aku sangat ingin bertemu dengan eomma...bahkan jika eomma akan memukulku setelahnya aku tidak keberatan"

chanyeol menggeleng pelan "aku tidak akan membiarkannya. eomma mu tidak dalam kondisi yang memungkinkan untuk bertemu denganmu, jangan membantahku" ucap chanyeol tegas saat dilihatnya baekhyun akan memotong kalimatnya

"ini demi kebaikanmu, baek.", baekhyun hanya menangguk lemah dan kembali memeluk chanyeol.

chanyeol mengelus punggung kecil baekhyun pelan.

"aku akan menemanimu bertemu dengan eomma, bagaimana hm?" baekhyun mendongak menatap mata bulat chanyeol

"akan ku pikirkan nanti, kali ini aku hanya ingin memelukmu" baekhyun kembali membenamkan wajahnya di dada bidang chanyeol.

sepulangnya dari apartemen baekhyun, chanyeol memutuskan untuk menemui sepupu mungilnya itu dan menceritakan semua cerita tentang baekhyun dan sehun yang ia tahu.

saat chanyeol memasuki rumah kyungsoo, kyungsoo nampak sibuk dengan tayangan tv yang menampilkan kartun bernama pororo, di samping kyungsoo ada jongin yang tengah sibuk dengan ponselnya. tanpa mengucapkan salam chanyeol mendudukkan dirinya di sofa disebelah kaisoo.

"yak! park chanyeol idiot! kau mengagetkanku ,bodoh!" kyungsoo mengelus dadanya dan menatap chanyeol dengan mata membulat kaget

"kau asik dengan kekasih mu itu, dan aku tak mau menganggu kalian" chanyeol mengedikkan bahu nya acuh.

"kedatanganmu saja sudah menganggu kami, hyung" jongin menimpali chanyeol yang di balas chanyeol dengan mendelik kesal

"ada yang ingin aku ceritakan pada kalian, jadi jangan menyela sebelum aku menyelesaikan ceritaku" kyungsoo dan jongin menangguk malas

chanyeol menceritakan semuanya pada sepupu dan kekasih dari sepupunya itu, bahkan tidak ada satu ceritapun yang chanyeol lewatkan. kyungsoo dan jongin hanya menampilkan raut terkejut mereka dan dengan serius mendengarkan apa yang chanyeol sampaikan.

"begitulah yang sebenarnya terjadi, dan sehun memintaku untuk membantunya. apa yang harus ku lakukan, kyung?" kyungsoo tesadar dari lamunannya dan menatap chanyeol "kau tidak mengarang cerita tadi, bukan?"

chanyeol berdecak kesal "apa ada keuntungan bagiku dengan membuat cerita omong kosong tentang keluarga yeoja yang ku sukai?" kyungsoo menggeleng pelan dan beralih memandang chanyeol

"tentu saja kau harus membantu sehun, bagaimana pun juga baekhyun harus tahu apa yang sebenarnya terjadi di masa lalu." kyungsoo menjeda kalimatnya dan tersenyum kecil pada chanyeol

"aku yakin kau pasti bisa membujuk baekhyun untuk bertemu sehun. kami akan membantu semampu yang kami bisa" ujar kyungsoo dan di tanggapi dengan anggukan pasti dari jongin

"katakan hyung, apa yang bisa kami lakukan untuk membantumu?" chanyeol terkekeh kecil menatap kyungsoo dan jongin lalu menggelengkan kepalanya

"aku akan membujuk baekhyun dengan usahaku sendiri, tapi bisakah kalian membantuku dalam hal lain?" jongin mengernyitkan dahinya sebelum akhirnya mengangguk.

"apa yang harus kami bantu?"

"pertemukan aku dengan appa baekhyun" ucap chanyeol tegas.

TO BE CONTINUE

maaf baru bisa update sekarang, kemaren lagi sakit jadi ga ada mood untuk nulis, sekarang belum sehat bener sih tapi aku berusaha untuk nulis dan...akhirnya bisa selesai hehehe. gimana? makin penasaran gak sih? hehehehe.

chapter depan bakal ada penjelasan dari appa nya baekhyun jeng jeng jeng~~~~~, niatny ff ini selesai sebelum nyampe chapter 10 ternyata gagal hehehe. berhubung ini ff debut aku disini, aku cukup tersentuh *elah wkwk* sama respon kalian hehe.

reviewny tetap di perlukan untuk perbaikan di chapter-chapter depan. see you on the next chappter~ annyeong

balasan review chapter lalu ^^

aya : ini udah fast update yaaa :D, makasih untuk review-reviewnya ayaaaa *chu

yeollo : tujuan aku emg mau bikin bingung readers .-., ini udah aku panjangin dikit . semoga suka!:)

taman coklat : baekhyun sama sehun udah sempet pacaran kooook, di chapter ini udh aku jelasin tapi di chapter depan bakal ada penjelasan yang lebih jelas. semoga suka chapter ini ya!:)

guest : iya seriusan hehe, di chapter ini jawabannya.

byunkkaebb : iya ini udah di update , semoga suka chapter ini yaaa ^^~

chanhunbaek : di chapter ini jawabanny :p, iya nanti di usahain buat update chapter 2x sehari kalo lgi gak sibuk kerja hehe.

yang mau kenalan sm author *emg ad yg mau kenalan?* *plak* bisa follow ig author dianayua atau invite line author diyunggreni. see you *chu