p.s : aku sengaja repost chapter ini karena aku ngerasa chapter ini terlalu banyak typonya hehe, maaf ya atas typo-typo yang menganggu. ada beberapa adegan yang aku tambah. jadi di baca ulang ya^^
Dan disinilah chanyeol, setelah perdebatan dengan kyungsoo dan jongin akhirnya ia bisa bertemu dengan namja ini, appa baekhyun dan sehun.
"annyeonghaseo, ajusshi" chanyeol membungkukkan badan nya
"duduklah, chanyeol" chanyeol hanya menganggukkan kepalanya dan duduk di kursi yang ada di depannya.
eomma baekhyun benar, wajah baekhyun dan appa nya sangat mirip. tapi tetap saja itu bukanlah alasan yang logis untuk eomma baekhyun memukuli anaknya sendiri, karena sungguh itu bukan salah baekhyun.
"ada yang bisa ku bantu? kyungsoo bilang kau kekasih baekhyun, apakah itu benar?" chanyeol menanggukkan kepalanya dan menatap wajah namja bernama byun joonmyeon itu, appa baekhyun terlihat tersenyum kecil pada chanyeol.
"ya, ajjushi. saya dan baekhyun baru-baru ini memutuskan untuk berkencan." joonmyeon tampak menanggukkan kepalanya kecil
"lalu, ada keperluan apa kau menemuiku?" chanyeol menelan ludahnya gugup, padahal saat dalam perjalanan menunju rumah yang di tinggali baekhyun dulunya itu, chanyeol terlihat percaya diri. namun saat berhadapan dengan appa baekhyun, keberanian chanyeol hilang seketika. tapi saat teringat akan kondisi baekhyun, chanyeol memantapkan hatinya dan menatap byun ajusshi
"maafkan aku karena lancang berbicara seperti ini, tapi aku sangat mencintai baekhyun dan aku tidak tega melihat ia dalam kondisi seperti ini. " joonmyeon sedikit terkejut dan menatap kekasih putrinya ini dengan pandangan penuh tanya
"apa yang terjadi pada baekhyun?"
"baekhyun bertemu dengan sehun beberapa hari yang lalu...dan baekhyun mengunjungi eommanya tepat setelah itu. selama beberapa hari ini baekhyun terlihat lebih pendiam dan selalu mengurung dirinya.." chanyeol menjeda kalimatnya
"baekhyun terlihat tertekan dan bahkan selalu berteriak dalam tidurnya karena memimpikan eomma nya selalu datang dan memukulinya karena wajahnya yang mirip dengan anda" joonmyeon terlihat menahan nafasnya saat mendengar cerita yang namja di depannya ini katakan
"aku tidak pernah berniat untuk ikut campur dalam masalah keluarga anda, tapi ini menyangkut kekasihku. " joonmyeon masih menatap kekasih putrinya ini dengan tatapan datarnya, walau nyatanya ia merasa gelisah.
"baekhyun sudah terlalu lama memendam dan menjalani ini sendiri, dan aku hanya ingin bersama dengannya untuk melewati masa-masa ini. " chanyeol menjeda kalimatnya lagi "dan inilah alasan yang sebenarnya kenapa saya memutuskan untuk bertemu langsung dengan anda" chanyeol menjeda kalimatnya dan menatap joonmyeon dengan ekspresi tegasny "bisakah anda menemui baekhyun dan menceritakan semua yang sebenarnta terjadi pada keluarga anda." chanyeol kembali menatap joonmyeon dengan rautragu sebelum akhirnya ia memutuskan untuk menanyakannya saja " dan fakta tentang sehun yang ternyata adalah putra anda...apakah anda mengetahuinya?" joonmyeon menanggukkan kepalanya "tentu, eomma sehun yang memberitahukan kehamilannya sebelum ia akhirnya menikah dengan appa sehun dan aku yang menikah dengan eomma baekhyun" joonmeyon menghela nafas lelah dan menyandarkan tubuhnya pada kursi yang ada di belakangnya "aku benar-benar menyesal karena sudah menghancurkan keluargaku sendiri, bahkan aku menghancurkan kehidupan putriku. aku mencintai eomma baekhyun, sangat" joonmyeon menatap chanyeol dan melanjutkan kalimatnya
"tapi bukankah dalam hubungan seperti ini kita harus bisa mengorbankan sesuatu untuk bisa bertahan bersama? "chanyeol menanggukkan kepalanya setuju
"eomma ku sangat menentang hubunganku dengan eomma baekhyun, hanya karena eomma baekhyun bukan dari keluarga kaya seperti kami" joonmyeon
Joonmyeon menatap chanyeol dengan senyum getirnya "bukankah itu alasan yang sangat egois?" chanyeol menganggukkan kepalanya tanda ia setuju
"eomma ku yeoja yang tidak mudah untuk terbantahkan dan semua keinginannya harus berjalan sesuai dengan apa yang telah di rencanakannya…. Tapi aku tidak menyangka ia dengan tega menjebakku untuk menghamili yeoja yang telah dipilihnya untuk menjadi istriku" joonmyeon menatap nanar chanyeol yang memasang wajah seriusnya ,chanyeol sedikit kesal dengan sikap halmeoni baekhyun yang menurutnya terlalu ikut campur dengan urusan rumah tangga putranya sendiri, bukankah untuk urusan menikah bukan hal yang main-main dan hanya mengandalkan sikap egois semata? Menikah harus bersama dengan orang yang benar-benar kita cintai, tanpa memandang harta apa yang ia punya dan latar belakang keluarganya.
"eomma ku bahkan tahu bahwa istri ku tengah mengandung putri pertama kami, tapi ia masih bersikeras untuk menceraikan istriku dan bertanggung jawab pada eomma sehun yang ternyata saat itu juga tengah hamil. Tentu aku menolaknya dengan tegas, bagaimana bisa aku menikah dengan yeoja yang tidak aku cintai? Aku hanya ingin menghabiskan sisa hidupku dengan istriku" chanyeol menatap wajah joonmyeon dengan pandangan penuh simpati, yang ia lihat dihadapannya ini adalah seorang namja yang sangat tulus dan sangat mencintai istri dan putrinya dengan segenap kekuatan yang dimilikinya, meskipun keadaan seolah tidak membiarkannya, bahkan jika ia berada diposisi joonmyeon maka ia mungkin akan segera membawa baekhyun lari dan hidup bahagia bersama anak-anak mereka nantinya.
"aku tetap bersikeras untuk mempertahankan istri dan anakku, tentu saja eomma ku semakin membenci istri dan bahkan calon anakku yang saat itu masih hidup di dalam perut istriku. Sampai akhirnya baekhyun lahir…" joonmyeon tersenyum kecil saat mengingat bagaimana pertama kali ia melihat wajah manis putrinya yang saat itu tengah menangis kencang, dengan tubuh yang masih memerah karena darah tetapi putrinya itu tetap terlihat sangat sempurna, joonmyeon sangat mencintai malaikat kecil pertamanya yang sudah lahir kedunia, tapi disisi lain joonmyeon tahu bahwa salah satu malaikat tampannya juga akan segera melihat dunia.
"sehun ternyata lahir dua bulan sebelum baekhyun, jongdae bilang bahwa sehun lahir premature, aku bahagia mendengar bahwa putarku telah lahir, meskipun disisi lain aku juga merasa takut, aku takut jika suatu saat, saat mereka dewasa mereka akan bertemu dan merasakan perasaan yang tidak seharusnya mereka rasakan, kau tahu mereka saudara dan itu bukan hal yang wajar untuk sepasang saudara menjadi sepasang kekasih" joonmyeon menghela nafasnya sebelum kembali bercerita pada namja di depannya yang sedari tadi hanya menangguk pelan dan memandang wajahnya dengan serius.
"aku menjalani kehidupanku dengan bahagia bersama baekhyun dan eomma nya, sampai akhirnya saat baekhyun menginjak umur 13 tahun, eomma ku kembali berulah. Ia kembali menjodohkanku dengan anak dari sahabatnya yang lain, kau bisa bayangkan betapa marahnya aku saat itu"
"jika aku jadi anda, aku akan melarikan diri dengan membawa istri dan anakku untuk meninggalkan korea dan melanjutkan kehidupan kami yang baru tanpa gangguan dari eomma ku atau siapapun" jooenmyeon tersenyum mendengar jawaban jujur dari chanyeol
"aku bisa saja melakukan hal itu, itu bukan hal yang sulit" chanyeol mengernyitkan dahi nya tidak tahan untuk bertanya akhirnya chanyeol membuka mulutnya " lalu mengapa anda tetap membiarkannya? Bukankah anda tahu itu akan berdampak pada keluarga kecil anda?"
"aku mencintai eomma ku, sangat. Hanya ia yang aku punya saat itu, aku tidak memiliki sanak saudara dan hanya eomma ku yang merawatku sejak aku kecil, tentu aku tidak bisa dengan mudah mengambil keputusan untuk meninggalkan eomma ku sendirian di sini" chanyeol tertegun, tentu ia juga akan bingung jika ia terjebak dalam kondisi yang sama dimana saat ia mencintai eommanya tapi disisi lain ia mencintai istrinya. itu adalah dua pilihan yang sulit sama sulitnya ketika kita di suruh untuk memilih "udara atau air?", kita tidak akan bisa baik-baik saja jika kita kehilangan satu dari keduanya.
"eomma ku bertindak jauh lebih cepat dari apa yang kukira, ia mengatakan bahwa aku menikah lagi dan akan memiliki anak dari yeoja yang baru ku nikahi itu. Istriku yang saat itu memang sedang cukup stress karena tidak kunjung hamil anak kedua kami tentu saja langsung emosi dan mempercayainya begitu saja "chanyeol tercekat ludahnya sendiri, bagaimana bisa halmeoni baekhyun bisa dengan teganya berbohong seperti itu?
"aku tahu kau akan menyebut eomma ku sudah menjadi eomma dan halmeoni yang sangat jahat, aku tidak menyalahkannya karena saat itu akupun merasakan hal yang sama dengan yang kau rasakan saat ini" joonmyeon tersenyum pelan
"bolehkah aku bertanya satu hal lagi?" chanyeol memandang joonmyeon dengan menampakkan wajah menyesalnya karena ia merasa ia sudah terlalu banyak ikut campur namun saat melihat joonmyeon tersenyum dan menanggukkan kepalanya ,chanyeol menegakkan tubuhnya kembali
"kenapa anda tidak menjelaskan yang sebenarnya pada nyonya byun? Jika aku jadi anda aku akan menceritakan yang sebenarnya dan kami akan memikirkan solusinya berdua, bukankah itu terdengar sedikit lebih mudah" ucap chanyeol ragu
"aku memang berniat untuk menjelaskannya tapi sebelum aku bisa menjelaskannya, eomma baekhyun menyambutku dengan melempar barang-barang dan berteriak padaku yang saat itu baru kembali dari kantor. Selalu seperti itu. " joonmyeon menghela nafasnya " kau tahu aku hanya manusia biasa, mungkin aku bisa memakluminya di kejadian pertama, kedua dan ketiga. Tapi aku cukup lelah dan merasa tidak dihargai sebagai seorang kepala keluarga. Dan terjadilah kebodohan yang selalu aku sesali hingga saat ini" chanyeol memandang dengan wajah penuh tanda tanya
"aku mengatakan padanya bahwa apa yang dikatakan eommaku benar, dan kau tahu setelah itu keadaan semakin memburuk" joonmyeon menahan nafasnya dan matanya terlihat berkaca-kaca "aku akan sangat menerimanya apabila ia memukul dan bahkan membunuhku sekalipun, tapi…..ia tidak melakukannya padaku dan malah menyiksa putri kecil kami, baekhyun" chanyeol ikut menahan nafasnya
"sampai puncaknya , ia yang ingin mencekik leher kecil baekhyun dengan satu tangannya dan tangan satunya yang tengah menjambak rambut baekhyun. Baekhyun tidak melawan dan terlihat pasrah, ia hanya menangis sambil memanggil nama eomma nya"air mata joonmyeon akhirnya jatuh setelah sekian lama ia menahannya
Flashback on
Joonmyeon yang saat itu baru kembali dari kantornya tiba-tiba terkejut saat mendengar suara teriakan istrinya disusul dengan suara tangisan tercekat putrinya dari arah pintu masuk kediaman mereka. Segera ia berlari untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi, joonmyeon hanya berdoa semoga putrinya baik-baik saja.
Joonmyeon rasanya ingin menangis saat melihat tindakan istrinya yang benar-benar seperti sudah kehilangan akal sehatnya, ia mendorong tubuh istrinya dan segera membawa baekhyun kepelukannya dan memandang wajah istrinya dengan tatapan marahnya, namun ia sadar ia yang membuat keadaan semakin kacau, ia ingin memperbaikinya namun sudah terlambat.
"berlarilah dan masuk kedalam kamarmu, kunci pintunya dan jangan keluar sampai appa yang menyuruhmu keluar" joonmyeon membisikkan kalimat itu pada baekhyun dan di tanggapi baekhyun dengan anggukan, setelahnya joonmeyon melepaskan pelukannya pada putri mungilnya dan membiarkan baekhyun berlari menuju lantai dua, ia memperhatikan baekhyun hingga putri mungilnya itu menghilang dari pandangannya dan suara pintu yang dibanting menyadarkan joonmyeon. joonmyeon mengalihkan pandangannya pada yixing.
Ia menatap iba yeoja yang selama 13tahun ini menjadi istrinya. Zhang yixing, yeoja kelahiran china ini berhasil memikat hatinya saat mereka sama-sama menjadi mahasiswa di salah satu perguruan tinggi yang ada di seoul, kepribadian yang manis dan ceria yixing berhasil membuat joonmyeon bertekuk lutut. Namun, tentunya akan selalu ada jalan berliku,bukan?. Eomma joonmyeon mengetahui anak semata wayangnya menjalin hubungan dengan yeoja yang tidak sepadan dengan mereka. yeoja itu hanyalah berasal dari keluarga sederhana yang tinggal di daratan china, bahkan ia hanya mengandalkan beasiswanya untuk berkuliah.
Eomma nya mulai berusaha untuk memisahkan ia dan yixing, namun selalu gagal. Hingga akhirnya joonmyeon dan yixing menikah, meskipun eommanya tidak sedikitpun menujukkan wajah bahagianya saat proses pemberkatan yixing dan joonmyeon, joonmyeon tetap memeluk eommanya dan mengucapkan kata terima kasih, setidaknya eommanya tidak menghalanginya untuk menikahi yixing.
Dugaan joonmyeon ternyata salah, saat pernikahannya berusia 2 tahun dengan mengejutkan eommanya memintanya untuk menikah dengan yeoja pilihan eommanya
"apa yang eomma lakukan? Aku sudah menikah, eomma"
Nyonya byun hanya menggeleng "bukankah kau tahu aku tidak pernah menanggap yixing sebagai menantuku, jadi kau hanya perlu menuruti eomma, temui minseok dan menikahlah dengannya" putus nyonya byun tegas
"eomma!"joonmyeon benar-benar sudah kehilangan kesabarannya sekarang, bagaimana bisa eommanya dengan mudahnya memintanya untuk menikah lagi dengan yeoja yang bahkan tak dikenalnya?
"kau berteriak pada eomma?!" nyonya byun terlihat kaget sekaligus marah mendengar putra satu-satunya yang biasanya selalu patuh padanya beralih membentaknya
"eomma sudah keterlaluan kali ini, aku sudah menikah dan aku tidak akan berselingkuh dibelakang istriku. Tidak akan pernah, sekalipun eomma yang meminta nya." Joonmyeon menegaskan
"eomma tidak akan merubah keputusan eomma, eomma akan pulang dan kau…bersiaplah untuk bertemu minseok malam ini, eomma akan mengirim alamatnya padamu" nyonya byun berujar tegas dan berbalik keluar dari ruang kerja anaknya.
Joonmyeon yang melihat kepergian eommanya hanya mendesah frustasi sambil mengusap wajahnya kesal. Dengan berat hati dan berbohong pada istrinya ia menemui yeoja bernama kim minseok itu.
Kim minseok yeoja yang manis, dengan tubuh mungilnya belum lagi kulit seputih susunya tampak serasi dengan warna rambutnya yang sedikit berwarna oranye. tapi ayolah…ia bahkan memiliki yeoja manis yang sudah sah menjadi istrinya yang akan selalu menanti nya pulang dan menyambutnya dengan senyuman manisnya. Joonmyeon merasa bersalah karena telah membohongi istrinya, tapi ini permintaan eommanya.
"ini yang pertama dan terakhir, setelah ini aku tidak akan menemui yeoja ini lagi" batin joonmyeon
"maafkan aku minseok-ssi, aku tidak akan bisa melanjutkan hubungan ini seperti yang kau inginkan. Aku sudah memiliki istri."joonmyeon melihat minseok tersenyum kecil dan menanggukkan kepalanya "arra, eomma mu sudah mengatakannya padaku, dan aku cukup terkejut mendengarnya. Bagaimana bisa seora namja yang sudah beristri ingin mengikuti kencan buta seperti ini?" joonmyeon menghela nafas sebelum menjawabnya "ini keinginan eommaku, dan aku menghargainya. Eomma ku sedikit tidak setuju dengan hubunganku dan istriku" joonmyeon mengedikkan bahunya dan kembali menatap jam tangan yang ada di tangan kirinya "ku rasa aku harus segera pulang, istriku sudah menungguku" minseok tersenyum tipis dan menanggukkan kepalanya "sebelumnya ,maafkan aku. Tapi aku berharap kita bisa menjadi teman, mungkin?" , minseok terkekeh kecil "tentu".
Setelahnya joonmyeon tidak pernah bertemu minseok lagi, meskipun eommanya tetap memaksanya untuk menemui yeoja itu tapi joonmyeon selalu mempunyai alasan untuk berkilah, dengan alasan "pekerjaan ku sudah menumpuk eomma" "aku sedang tidak enak badan dan berniat untuk pulang dan beristirahat sepulang dari kantor" dan berbagai alasan lainnya.
Namun ternyata takdir berkata lain, saat ia dan eommanya pergi kesebuah acara amal, joonmyeon bertemu lagi dengan minseok dan disanalah tragedy itu terjadi….mereka harusnya bisa menjaga jarak mereka dan tidak melakukan hubungan yang tidak semestinya mereka lakukan, karena mereka bukanlah pasangan suami istri.
Bukan main terkejutnya joonmyeon saat bangun dan mendapati tubuhnya tengah telanjang dengan minseok yang tengah tertidur pulas disampingnya tanpa sehelai benangpun menutupi tubuhnya. Joonmyeon merutuki dirinya yang cukup lemah dengan pengaruh alcohol dan berakhir dengan terbangun diranjang yang sama dengan yeoja yang bahkan bukan kekasih apalagi istrinya. Dan setelah kejadian itulah semua takdir menyakitkan ini bermula…..
Sesaat setelah joonmyeon pulang yixing menyambutnya dengan wajah merajuknya
"dari mana saja kau, eoh? Ini sudah pukul 03.00 pagi dan kau baru pulang?"
Joonmyeon tersenyum dan membelai rambut panjang halus milik istrinya ini "aku menghadiri acara amal dengan eomma semalam, acara amal berakhir pukul 11.00 malam tadi, tapi aku memutuskan untuk kembali kekantor dan melanjutkan pekerjaanku" yixing masih mempoutkan bibirnya lucu
Joonmyeon hanya terkekeh kemudian memandang wajah yixing penuh tanda tanya "tapi kenapa kau masih menungguku sampai selarut in? ada yang mau kau bicarakan,hm?"
Yixing langsung tersenyum cerah seolah lupa bahwa sebelumnya ia tengah dalam mode merajuknya dan dengan antusias menangguk "aku punya kejutan untukmu, tutup matamu yeobo" joonmyeon hanya mengernyitkan alisnya dan memilih untuk menutup matanya. Terdengar suara kaki yixing yang berlari kearah lantai dua dan tak lama yixing kembali berlari ketempat dimana joonmyeon masih setia menutup matanya
"jangan membuka matamu!" yixing mendelik kesal pada joonmyeon yang akan membuka matanya, joonmyeon hanya menghela nafas lelah dan kembali menutup kedua matanya .joonmyeon merasa yixing menarik tangannya dan menaruhnya diatas peurt ratanya, kemudian dengan ceria yixing berbicara pada suaminya "buka matamu yeobo!", joonmyeon mengangguk dan membuka matanya perlahan. Pandangan joonmyeon tertuju pada foto kecil yang di pegang istrinya dengan tangan kirinya, sedangkan tangan kanan nya masih setia memegang tangan joonmyeon yang berada diatas perut datarnya
"yixing-ah…jangan bilang-" yixing menangguk cepat dan tersenyum kekanakan
"ne, aku sedang mengandung anakmu joonmyeon-ah. Dia.."yixing beralih menatap foto yang ada ditangan kirinya dan beralih menatap joonmyeon yang sudah mulai berkaca-kaca
"dia akan tumbuh besar disini, dia ada di dalam sini"yixing menggerakan tangan suaminya untuk mengelus perutnya pelan
"berapa usianya? "joonmyeon berujar lirih dengan tetap mengelus perut yixing dimana sekarang sedang bertumbuh calon anak mereka, buah hati mereka.
"dokter bilang, usianya sudah mencapai 4minggu." Yixing tersenyum lembut dan kemudian terkekh melihat suaminya tengah meneteskan air matanya
"kenapa kau yang menangis? Yang hamil dan akan merasakan sakitnya melahirkan kan aku?" yixing berujar dengan nada bercanda dan joonmyeon langsung membawanya kedalam dekapan hangatnya
"ck! Bagaimana bisa aku tidak menangis saat tahu ada kehidupan kecil yang sedang hidup disini" joonmyeon menyentuh perut yixing yang terlihat masih rata
"aku menyayangimu dan anak kita, tentu saja. Gomawo yixing-ah" yixing hanya terkekeh kecil dan menanggukan kepalanya
Joonmyeon lupa bahwa setelah ini masih ada kenyataan yang akan dihadapinya
sebulan setelah kejadian ia dan minseok yang terbangun tanpa sehelain benangpun itu ia harus menghadapi sebuah kenyataan bahwa ia akan memiliki seorang anak dari kim minseok.
"permisi, sajangnim. Ada yang ingin bertemu dengan anda" sekertaris kim membungkukkan badan dan menghadap joonmyeon yang tengah menandatangani beberapa berkasnya, joonmyeon hanya menjawab tanpa mengalihkan pandangannya "suruh ia masuk", sekertaris kim menangguk dan membungkukkan tubuhnya sekali lagi sebelum benar-benar keluar dari ruangan joonmyeon.
Joonmyeon terkejut saat minseok memasuki ruangannya bersama dengan jongdae. Joonmyeon mengenal jongdae karena mereka adalah rekan bisnis, jongdae adalah salah satu pemegang saham di perusahaannya.
Joonmyeon dengan alis mengernyit mempersilahkan mereka untuk duduk. Minseok yang pertama kali membuka suaranya
"maafkan atas kedatangan kami yang mendadak, joonmyeon-ssi" joonmyeon menggelengkan kepalanya pelan "gwaenchana, tapi ada keperluan apa kalian datang kemari?" minseok menatap jongdae yang ada disampingnya, meminta bantuan. Jongdae yang ditatap hanya menghela nafas kemudian membuka suaranya "minseok hamil, anakmu. Usianya kurang lebih 4 minggu,jika kau ingin tahu" nafas joonmyeon tercekat, ia ingat dengan jelas bahwa sebulan yang lalu mereka memang bertemu dan melakukan hal 'itu' dibawah pengaruh alcohol dan dengan noda darah diranjang yang mereka gunakan saat itu menjadi bukti bahwa itu adalah kali pertama untuk minseok, dan joonmyeon tahu minseok adalah yeoja yang terpelajar dan tidak mungkin melakukan itu pada sembarang lelaki lagi, tentu joonmyeon percaya bahwa anak yang dikandung minseok itu memang anaknya. Minseok yang melihat wajah panic joonmyeon segera membuka suaranya "aku tidak meminta pertanggung jawabanmu, aku hanya ingin memberitahumu tentang kehadiran anak ini."minseok menatap perut ratanya dan beralih memandang jongdae yang tengah tersenyum menguatkannya ,pandangan minseok beralih kearah joonmyeon yang berada didepannya "aku akan menikah dengan jongdae seminggu lagi, ia bersedia bertanggung jawab dan merawat anak ini bersamaku. Aku hanya ingin memberimu ini" minseok menyodorkan sebuah undangan mungil dengan nuansa perak pada joonmyeon, joonmyeon menyambutnya dengan ragu dan menatap wajah minseok dan jongdae bergantian "aku tidak tahu harus berkata apa. Disisi lain aku merasa seperti namja berengsek yang menghamili yeoja yang bahkan baru ku kenal. Aku sungguh menyesal, maafkan aku" joonmyeon menundukkan kepalanya ,minseok hanya tersenyum kecil.
"tidak ada satupun dari kita yang ingin ini berakhir seperti ini, tapi aku tidak ingin menyesalinya. karena itu berarti aku juga menyesali kehadiran anak ini. aku menyayanginya dan aku berjanji akan membesarkannya dengan baik."
Jongdae kemudian membuka suaranya "aku akan merawatnya seperti anak kandungku sendiri, kau tidak usah khawatir" joonmyeon mendongakkan kepalanya dan menatap wajah minseok
"terima kasih, dan aku berharap pernikahan kalian berdua berjalan dengan lancar. Dan tolong jaga anakku…..jongdae-ssi" ucap joonmyeon lirih
Jongdae hanya menanggukkan kepalanya "tentu saja, kau bisa mempercayaiku" ucap jongdae tegas.
Joomyeon memutar semua peristiwa yang terjadi dan semua permintaan egois eommanya hingga ia tersadar dari pikirannya saat mendengar nada suara mengejek dari yixing
"apa yang kau pikirkan, yeobo? Memikirkan istri barumu itu eoh?" joonmyeon hanya menatap yixing sendu, ia merasa bersalah karena sudah berbohong pada istrinya.
"kenapa tidak menjawab pertanyaanku? JAWAB AKU JOONMYEON-SSI!" suara yixing terdengar marah dan sedih disaat yang bersamaan
"kau sedang sakit, pergilah tidur. Aku akan menemui baekhyun dulu" joonmyeon membalikkan tubuhnya namun baru beberapa langkah joonmyeon meninggalkan yixing, terdengar suara yixing yang tertawa
"aku tidak sakit, bodoh!. Kau yang sakit! Namja yang berselingkuh dan mempunyai anak dari selinguhannya itu patut disebut namja yang sakit!, jadi berhenti memanggilkan psikiater untuk menemuiku, kau yang gila!" setelah tertawa histeris yixing beralih menangis
Joonmyeon masih berdiam di tempatnya tanpa berniat untuk membalikkan tubuhnya, ia tahu kondisi kejiwaan sang istri memang tengah dalam keadaan depresi yang cukup berat dan itu cukup membahayakan, setidaknya itu info yang joonmyeon dapat dari dokter lee yang menjadi psikiater untuk yixing
"apa karena aku hanya yeoja miskin? Jadi kalian beranggapan kalian bisa bertindak seperti ini padaku? Menyakitiku seperti ini seakan-akan aku yeoja yang tidak memiliki perasaan. Kau dan ibumu, apakah kalian berencana membunuhku secara perlahan dengan cara seperti ini?" yixing berujar lirih. Joonmyeon yang mendengar kalimat yixing hanya mengepalkan tangannya
"kenapa kau diam? Kau tidak berniat menjawab pertanyaanku? Berbalikah dan jawab aku byun joonmyeon!" joonmyeon yang memang sejak tadi menahan emosinya kemudian berbalik menatap yixing
"jangan pernah mengatakan hal bodoh seperti itu lagi, byun yixing.." joonmyeon berujar dengan nada mengancam
"wae? Bukankah itu kenyataan, kau dan eomma mu-"
"KAU TIDAK MENGERTI APAPUN! Jadi berhenti menyebutku tidak mencintaimu dan sengaja melakukan ini! Aku mencintaimu ,kau tahu itu" joonmyeon membentak di awalnya namun menatap yixing dengan raut putus asanya .
"kau tidak pernah menjelaskan apapun padaku, dan kau meminta aku mengerti? Kau bergurau?" joonmyeon tercekat ludahnya sendiri
"aku istrimu tapi kau tidak pernah sedikitpun menjelaskan padaku apa yang sebenarnya terjadi, aku hanya….merasa tidak di anggap sebagai seorang istri olehmu" belum sempat joonmyeon membuka suaranya, yixing melanjutkan kalimatnya dengan senyum aneh yang tercetak di wajah cantiknya
"aku akan menghabisi yeoja kecil itu dulu, kau tahu jika aku melihat wajanya aku muak. Ia benar-benar mirip denganmu, dan itu membuatku membencinya" joonmyeon membulatkan matanya dan memandang yixing tidak percaya
"jangan coba-coba menyakiti putriku" joonmyeon berujar dengan nada rendah mengancam
Yixing mengedikkan bahunya dan mencoba menyusul joonmyeon yang memang sudah berada di dekat tangga, namun joonmyeon berhasil menahan tangan yixing
"jangan coba-coba untuk mendekatinya…..ku peringatkan padamu"desis joonmyeon, namun yixng hanya tertawa terbahak-bahak dan berusaha melepaskan cengkraman joonmyeon pada lengan kurusnya, namun usahanya gagal.
"LEPASKAN AKU!"yixing berteriak saat joonmyeon menariknya kearah luar dan memasukkannya kedalam mobil setelah menyuntikkan obat penenang yang diberikan oleh dokter lee jika sewaktu-waktu yixing bertingkah dengan membahayakan dirinya sendiri, beruntung joonmyeon meninggalkan beberapa suntikkan di dashboard mobilnya. Saat dilihatnya yixing mulai tenang, joonmyeon menutup pintu penumpang dan berlari untuk mengunci pintu rumahnya. Saat ia telah masuk kedalam mobilnya, joonmyeon memandangi sekali lagi wajah yeoja yang sudah menemaninya selama 13 tahun ini denga tatapan sendu sambil bergumam "maafkan aku yixing-ah…maafkan aku" joonmyeon menangis lirih sambil menghidupkan mesin mobilnya
Mungkin ini adalah keputusan yang paling buruk yang pernah joonmyeon lakukan, bagaimana bisa ia dengan kesadaran penuh mengantar istrinya sendiri kesebuah rumah sakit jiwa yang ada di seoul. Sebelum salah satu dari perawat membawa yixing untuk memasuki ruang perawatan, joonmyeon mengecup pelan kening yixing yang masih dalam pengaruh obat penenang .
"maafkan aku, yeobo" ucap joonmyeon lirih.
Joonmyeon bukan hanya kehilangan sosok istri tapi ia juga kehilangan sosok putri kecilnya, setelah putrinya tahu bahwa appanya membawa eommanya kesebuah rumah sakit jiwa, baekhyun tidak memberikan respon apapun dan mengurung dirinya berhari-hari. Hanya satu kata yang baekhyun ucapkan sebelum ia memasuki kamarnya saat itu "aku membenci appa".
Flashback off
Chanyeol terlihat membolakan matanya saat mendengar keseluruhan cerita joonmyeon. Joonmyeon sendiri terlihat meneteskan air matanya.
"aku ingin bertemu baekhyun, aku merindukan putri kecilku. Aku ingin memeluknya,bercanda dengan nya, aku ingin menghabiskan waktuku dengannya" joonmyeon tersenyum kecil disela tangisnya
"tapi sepertinya itu tidak mungkin, bahkan untuk mendengar suaraku saja baekhyun selalu menolak"
Chanyeol menatap iba appa dari kekasihnya ini dan kemudian ia teringat
"keluarlah, kau sudah mendengar semuanya kan?" joonmyeon terlihat bingung dengan kalimat chanyeol, chanyeol menyuruh seseorang untuk keluar, tapi siapa?
Joonmyeon membulatkan matanya saat dilihatnya yeoja kecilnya keluar dari balik pintu yang ada di belakang chanyeol, chanyeol memang sengaja untuk membawa baekhyun langsung tanpa harus menjadi perantara diantara kedua ayah dan anak ini.
"masuklah baek dan bicaralah berdua pada appamu" chanyeol bangkit dari duduknya dan meninggalkan baekhyun berdua dengan appanya
Keheningan mulai tercipta saat suara pintu yang ditutup oleh chanyeol terdengar
Baekhyun menundukkan kepalanya tanpa berniat memandang wajah ayahnya
"baek…"
Belum sempat joonmyeon melanjutkan kalimatnya, baekhyun membuka suaranya
"jangan bicara padaku!" bentak baekhyun yang akhirnya mengangkat wajahnya dan menatap joonmyeon dengan pandangan terluka
"bagaimana bisa….." baekhyun menjeda kalimatnya
"bagaimana bisa appa menyembunyikan semuanya dariku? Appa bisa memukul dan memaksaku untuk mendengar penjelasan appa" baekhyun melihat appanya dengan mata yang berkaca-kaca
"kenapa appa membiarkanku hidup di dalam rasa benciku? Kenapa appa membiarkanku membenci appa?" joonmyeon menggeleng kecil
"kau pantas membenci appa, kau-"
"hanya appa yang aku miliki di dunia ini, aku menyayangi appa, sangat. " baekhyun menjeda kalimatnya "aku bahkan sering menangis karena merindukan pelukan appa, menangis karena merasa iri saat melihat kyungsoo yang tertawa bersama appa dan eomma nya. aku membenci appa, bahkan setelah aku mendengar penjelasan appa tadi, aku tetap membenci appa." baekhyun menatap appanya, joonmyeon hanya tersenyum maklum, tentu saja baekhyun tidak akan memaafkannya dengan mudah setelah apa yang telah dilakukannya di masa lalu.
"appa tahu, dan appa tidak memaksamu untuk-" baekhyun menggelengkan kepalanya
"aku membenci appa bukan karena itu, tapi aku membenci appa karena bagaimana bisa appa dengan jahatnya membuatku membenci appa selama ini" baekhyun menundukkan kepalanya sambil menangis "appa membuatku terlihat jahat" baekhyun berujar dengan nada bergetar
"bahkan appa tidak pernah sekalipun berusaha untuk menjelaskannya padaku. aku bukan anak kecil lagi appa, appa tahu itu" joonmyeon menghela nafas
"tentu appa tahu, tapi bagaimana bisa appa menjelaskannya padamu jika mendengar suara appa saja kau tidak mau, hm?" baekhyun menundukkan kepalanya, ia merasa bersalah pada appanya. seharusnya ia bisa menekan egonya dan bertemu dengan appanya, baekhyun sadar bahwa ia tidak bisa hanya menyalahkan appanya, karena disini ia juga pihak yang bersalah. baekhyun menangis sesenggukkan tanpa berniat untuk menjawab pertanyaan appa nya.
Joonmyeon yang tidak tega kemudian menghampiri baekhyun yang masih berdiri kemudian memeluk putri semata wayangnya ini. baekhyun terkesiap saat merasakan pelukan appa nya, baekhyun merindukan pelukan hangat appa nya ini. air mata baekhyun semakin turun dan membasahi kemeja yang dikenakan joonmyeon.
"maafkan appa baek, maafkan appa" baekhyun masih menangis tersedu di dalam pelukan appanya
"apa kau sudah bertemu baekhyun,hm?" suara lembut luhan terdengar dari sebrang
"aku sedang berusaha untuk menemuinya, ia masih menghindar untuk bertemu denganku" sehun berujar lirih
"tenanglah, aku akan selalu mendoakanmu. Kau akan bisa bertemu dengan baekhyun dan semua kesalahpahaman yang terjadi akan berakhir" sehun teersenyum dan menanggukkan kepalanya meskipun ia tahu luhan tidak akan melihatnya
"aku sudah tidak sabar untuk segera bertemu baekhyun lalu kembali pulang ke china"
"kau merindukan china eoh?" luhan berujar dengan nada menggoda
"ani. Aku merindukan gadis china yang sedang berbicara denganku ini" sehun yakin disebrang sana wajah luhan tengah memerah sempurna, dan sehun terkekeh membayangkannya.
"ck! Jangan menggodaku bodoh" luhan berdecak , sehun tertawa saat mendengarnya namun saat luhan mengancam akan menutup telponnya sehun berujar lembut
"jangan menutupnya! Aku masih merindukanmu, lu."
"m-mwo?!" luhan gelapan sendiri dan sehun kembali terkekeh
"aku benar-benar harus menutup sambungan telpon kita sehun,mama memanggilku"
Sehun menghela nafasnya "baiklah, pergilah temui mama. Aku akan menelponmu lagi nanti, ku tutup ya?"
"t-tunggu.." sehun mengernyitkan dahinya mendengar suara luhan
"wae?"
"aku juga merindukamu, sehun. Cepat pulang. Bye" luhan memutuskan sambungan telpon mereka sepihak. Sehun hanya terkekeh kecil
Namun saat sehun ingin memasukkan smartphone nya kedalam saku celananya ia merasakan ponselnya bergetar, sehun melihat nama penelponnya namun tidak tertera nama siapapun yang berarti itu adalah nomor asing.
"yeoboseyo?"
"oh sehun, ini aku park chanyeol" sehun membolakkan matanya belum sempat sehun membuka suaranya terdengar chanyeol meneruskan kalimatnya
"aku tidak akan berbasa-basi, ini kesempatan terakhirmu untuk bertemu baekhyun karena setelah ini aku tidak akan membantumu lagi. Kau bisa menemui baekhyun di alamat yang sudah ku kirimka padamu. Segeralah temui baekhyun dan selesaikan masalah kalian" bip. Chanyeol memutuskan sambungan telpon bahan sehun belum sempat mengeluarkan kalimatnya.
Ponsel sehun kembali bergetar menandakan pesan masuk, sehun membaca alamat yang dikirimkan chanyeol dengan gerakan tergesa sehun mengambil kunci mobilnya dan bergumam "tunggu aku, baek"
sehun sampai di alamat yang tadi chanyeol berikan, ia mengenal dengan baik tempat ini. dulu ia sering berkunjung kesini sebagai kekasih baekhyun.
sehun merasakan kegugupan yang luar biasa, disini ia bisa saja bertemu dengan appa kandungnya. byun joonmyeon.
sudah lebih dari lima tahun ia dan appanya tidak bertemu.
sehun mengetuk pelan kediaman keluarga byun itu, dan terlihat chanyeol menyambutnya dengan tatapan datarnya.
"masuklah, temui mereka di ruangan joonmyeon ajusshi. " sehun menanggukkan kepalanya saat dilihatnya chanyeol menunjuk sebuah ruangan yang ada di dalam rumah besar milik keluarga byun itu
kegugupan sehun makin menjadi-jadi saat ia telah berada di depan pintu ruang kerja appa nya. disini...ia akan bertemu dengan appa dan adik kecilnya, baekhyun.
sehun menarik nafas gugup dan membuka pintu di depannya dengan perlahan.
pemandangan yang mengharukan segera tertangkap oleh mata sehun saat melihat adik dan appanya yang ia tahu selama ini terlibat dalam kesalahpahaman tengah berpelukan sambil baekhyun yang masih menangis tersedu.
joonmyeon yang mendengar seseorang membuka pintu ruang kerjanya segera menatap ke arah pintu, dan matanya membola saat dilihatnya sehun berdiri dengan canggungnya
"sehun..?" joonmyeon menatap kedatangan putranya dengan wajah terkejutnya
TO BE CONTINUE
maaf ya belum post chapter 12nyaa huhu T.T, ide lagi mampet soalnya. tapi kalo ada dari beberapa readers yang mau request buat chappter depan bisa line author langsung yaa hehe ini id nya diyunggreni, siapa tau ide author langsung muncul waktu baca request dari kalian hehe. segini dulu yaaaa. see you.
