baekhyun tersentak dari pelukan appanya saat ia mendengar appanya menyebut nama sehun. baekhyun membalik tubuh mungilnya untuk berhadapan dengan sehun.

sehun meneguk ludahnya kasar saat mendapati pandangan menusuk saat ia menatap baekhyun

"apa yang kau lakukan disini?" desis baekhyun

sehun menatap baekhyun, menghela nafas dan berujar tegas "aku ingin bertemu dengan appa dan adikku"

joonmyeon membulatkan matanya, bagaimana bisa sehun tahu mengenai hal itu? joonmyeon sudah meminta jongdae untuk menyimpan kebenaran itu selama-lamanya. bukan karna joonmyeon tidak menyayangi sehun, bagaimanapun joonmyeon mengelak sehun tetaplah darah dagingnya, darah ditubuhnya lah yang mengalir di tubuh tinggi namja bernama oh sehun ini.

sehun yang tahu appa nya terkejut lalu menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi

"5 tahun lalu, jongdae appa memberitahuku jika aku bukan anak kandungnya" sehun menjeda kalimatnya dan memandang kearah dua orang yang ada di depannya

"saat itu aku berniat untuk membawa baekhyun untuk bertemu dengan appa dan eomma. tanpa aku tahu ternyata kekasihku adalah adik kandungku sendiri" sehun tersenyum getir dan memandang wajah yeoja yang menjadi kekasih pertamanya itu

sehun mengalihkan pandangannya pada joonmyeon "tentu saja aku tidak mempercayai begitu saja saat jongdae appa menyebut baekhyun sebagai adikku, namun saat jongdae appa menyebut nama anda dan menceritakan tentang semua yang terjadi antara anda dan eomma di masa lalu.." sehun menjeda kalimatnya. sedangkan joonmyeon menahan nafasnya

"aku sedikit terkejut, dan kecewa. karena kalian semua merahasiakan ini dariku dan baekhyun" sehun mendesah kecil namun tersenyum setelahnya "tapi aku bersyukur karena aku mengetahuinya lebih dulu, sebelum hubunganku dan baekhyun berlanjut terlalu jauh"

"maafkan aku ,sehun-ah. aku tidak pernah bermaksud untuk menyembunyikan ini, hanya saja aku terlalu takut aku semakin memperburuk keadaan yang ada diantara aku dan baekhyun." joonmyeon memandang putrinya yang tengah berkaca-kaca dan menatap sehun kembali

"dan maafkan aku karena kau mengetahui tentang hal ini dari orang lain dan bukan dari mulutku sendiri" joonmyeon menjeda kalimatnya

"tapi aku bersyukur karena jongdae membantuku dengan menjelaskannya padamu. " sehun tersenyum kecil

dengan ragu joonmyeon bertanya pada namja di depannya ini

"apakah kau membenciku? " sehun mengernyitkan dahi saat mendengar pertanyaan appa nya

"awalnya, ya."sehun menjeda kalimatnya dan memandang baekhyun

"aku mencintai baekhyun saat itu, sangat mencintainya. tapi mendengar fakta bahwa aku dan baekhyun mempunyai hubungan darah benar-benar membuatku kecewa sekaligus marah. aku merasa marah pada keadaan, menyalahkan keadaan ,menyalahkan eomma yang melakukan hubungan terlarang dengan namja beristri. tapi pada satu titik aku sadar." sehun menjeda kembali kalimatnya

"tidak akan ada yang berubah jika aku teeus menyalahkan eomma dan anda. eomma sudah berjuang untuk merawat dan menjagaku. dan tentu aku tidak bisa menyalahkan anda, anda punya tanggung jawab pada istri dan anak anda, dan tentu saja anda akan memilih istri sah anda"joonmyeon terdiam.

keheningan tercipta diantara mereka bertiga hingga baekhyun menatap appa nya dan meminta izin untuk berbicara berdua dengan sehun. appanya menangguk dan meninggalkan sehun dan baekhyun yang saling berhadapan tersebut.

sehun berniat membuka suaranya namun gagal saat ia mendengar pertanyaan dengan nada lirih baekhyun

"kau sudah tahu jika kita bersaudara sebelum kau pergi ke china?"

sehun terdiam sebelum akhirnya menanggukkan kepalanya kecil "maafkan aku-" belum sempat sehun melanjutkan kalimatnya ,baekhyun memotong kalimat sehun

"kenapa kau tidak menjelaskannya padaku?" sehun menghela nafasnya kecil

"baek.. dengar. aku tidak mungkin menjelaskannya padamu saat itu. "

"lalu kau kira dengan pergi ke china tanpa menjelaskan apapun akan membuat keadaan lebih baik?" sehun terdiam, benar apa yang di katakan baekhyun. semua tidak akan membaik bahkan setelah 5tahun sehun meninggalkan korea. sehun sadar harusnya ia mencoba menjelaskan pada baekhyun yang sebenarnya terjadi bukan dengan pengecutnya melarikan diri ke china dan baru kembali saat keadaan sudah sangat kacau.

"aku benar-benar minta maaf untuk itu. aku tidak bermaksud untuk menyakitimu, aku hanya...ingin kita mengakhiri hubungan terlarang kita. dan pergi ke china adalah keputusan yang tepat, karena saat itu aku ingin menghapus semua perasaanku padamu .aku ingin saat aku kembali bertemu denganmu, rasa sayang yang aku punya dulu berubah menjadi rasa sayang seorang oppa pada dongsaengnya " jelas sehun

"tapi pada akhirnya kau menyakitiku" baekhyun tertawa getir

"aku tidak pernah berniat untuk menyakitimu baek, sungguh." baekhyun menundukkan kepalanya dan menangis dihadapan sehun. sehun melanjutkan kalimatnya

"tidak mudah untukku menerima kenyataan jika yeoja yang aku cintai adalah adikku, aku kacau saat itu. aku tidak ingin menyakitimu, tapi aku tidak punya pilihan lain dengan meninggalkanmu di korea dengan alasan aku akan bertunangan di china, agar kau percaya dan setuju untuk mengakhiri hubungan kita " sehun menjeda kalimatnya

"maaf karena selama 5 tahun ini aku tidak pernah sekalipun mencoba untuk menghubungi mu, aku-" baekhyun tiba-tiba mendongakkan wajahnya dan menatap sehun

"lalu kenapa kau disini? setelah selama ini kau menghilang, kenapa kau kembali? KENAPA?!" sehun cukup terkejut mendengar teriakkan baekhyun tapi sehun sadar ia pantas mendapatkannya

"berteriaklah padaku jika perlu pukul aku sampai kau puas, aku pantas menerimanya" baekhyun tersenyun miring dan memukul dada bidang sehun berulang kali

"aku membencimu, dasar namja bodoh!. aku membencimu. hiks...hiks" sehun merasakan pukulan baekhyun melemah dan suara tangis baekhyun terdengar keras.

sehun membawa baekhyun yang masih menangis kedalam pelukannya, namun sebelum sehun berhasil memeluk baekhyun, baekhyun lebih dulu mendorong tubuh tegap sehun dan memandang sehun dengan ekspresi terlukanya.

"pergi dari sini dan jangan pernah kembali. aku tidak ingin melihatmu disini." sehun terdiam di tempatnya tanpa berniat untuk pergi

"KELUAR DARI RUMAHKU OH SEHUN!" sehun tetap terdiam di tempatnya tanpa berniat membalas teriakkan baekhyun ataupun sekedar mengikuti keinginan baekhyun yang mengusirnya

chanyeol yang terkejut mendengar teriakan baekhyun dengan tergesa-gesa memasuki ruang kerja tempat baekhyun dan sehun berada

"apa yang terjadi disini?" baekhyun menatap kearah pintu dan mendapati sosok chanyeol

"suruh namja ini pergi, chanyeol."

chanyeol menghela nafasnya dan berjalan menghampiri baekhyun

"dengar, sehun sedang berusaha untuk menjelaskannya padamu. bukankah kau selalu ingin tahu apa alasan dibalik kepindahan sehun,hm? jadi dengarkan-"

"kau tidak mengerti apapun, jadi jangan bertingkah seperti kau tahu semuanya hanya karena kau ada disini saat ini" baekhyun menatap dingin chanyeol

chanyeol menatap baekhyun dengan pandangan terkejut

"aku peduli padamu, hanya itu. jadi, dengarkan sehun bica-"

"SHIREO! BERHENTI MEMAKSAKU, PARK CHANYEOL!" dada baekhyun terlihat naik turun karena menahan amarahnya

baekhyun menjeda kalimatnya "aku bukanlah kekasihmu, jadi kau tidak perlu repot-repot untuk bersikap peduli padaku dan keluargaku" chanyeol memandang baekhyun dengan pandangan terluka

"jadi...selama ini hanya aku yang menanggapmu kekasihku?" chanyeol tersenyum getir

"bukankah aku sudah memberitahukannya padamu sejak awal, aku tidak bisa menjanjikan apapun padamu, bukankah itu jelas?" chanyeol tidak percaya dengan apa yang di dengarnya

"kalian berdua bisa keluar dari ruangan ini sekarang, pergilah. aku ingin sendiri" chanyeol hanya menanggukkan kepalanya pasrah dan berbalik meninggalkan sehun dan baekhyun

sehun menatap baekhyun "aku tau kau membenciku, tapi itu bukan berarti kau bisa menyakiti namja lain. chanyeol adalah namja yang baik, aku tahu itu. " sehun menjeda kalimatnya sebelum membungkukkan kepalanya kecil "aku hanya ingin menyampaikan permintaan maafku, karena setelah ini aku akan kembali ke china. " sehun menghela nafas sebelum membalikkan tubuhnya sehun berujar "baiklah, aku pergi" sehun mengikuti jejak chanyeol dan menghilang di balik pintu.

setelah kejadian itu baekhyun dan chanyeol tidak pernah terlihat bersama lagi. entahlah, chanyeol seolah menghindar dan baekhyun rasa itu adalah keputusan yang terbaik untuk mereka berdua. baekhyun sebenarnya merasa bersalah karena membentak chanyeol dan menyakiti chanyeol dengan kata-katanya. sungguh, baekhyun tidak pernah bermaksud untuk melakukan hal itu.

seperti saat ini, baekhyun tengah menatap chanyeol yang sedang sibuk dengan buku-bukunya tanpa memperhatikan lingkungan sekitarnya. baekhyun merasa bersalah karena sudah berbicara kasar pada chanyeol, baekhyun hanya terlalu emosi dan melampiaskannya pada chanyeol.

karena tidak tahan dengan sikap diam chanyeol, baekhyun menghampiri chanyeol yang tetap sibuk dengan kegiatannya.

"chanyeol.."

chanyeol sedikit terkejut saat mendengar suara baekhyun namun chanyeol bisa menguasai perasaannya dan bergumam untuk membalas kalimat baekhyun

"apa yang sedang kau lakukan?" baekhyun mendudukkan dirinya disamping chanyeol sambil tersenyum kecil

"kau bisa lihat sendiri" ucap chanyeol datar

baekhyun menghela nafasnya saat mendengar nada datar chanyeol

"kau marah padaku?" cicit baekhyun

chanyeol menolehkan pandangannya "untuk apa aku marah? aku tidak punya hak untuk itu"

baekhyun mendengus pelan

"aku tahu kau marah, aku minta-"

chanyeol melanjutkan kalimatnya "jangan seperti ini byun baekhyun, kau akan membuat mereka menyangka jika kita sepasang kekasih"

baekhyun 6memutar matanya "oh, ayolah chanyeol. kau ini kenapa?"

chanyeol mengedikkan bahu lalu kembali fokus pada buku yang dibacanya "aku hanya bersikap seperti layaknya seorang teman. jika kau sudah selesai, bisakah kau pergi? aku sedang sibuk"

baekhyun membulatkan mata sipitnya, bagaimana bisa chanyeol dengan mudahnya mengusirnya?

dengan raut terluka baekhyun berdiri dari tempat duduknya "baiklah, aku pergi"

chanyeol memandangi kepergian baekhyun dengan raut wajah bersalah. sungguh, bukan maksud chanyeol untuk mengusir baekhyun hanya saja chanyeol ingin baekhyun menyadari perasaannya dengan bersikap acuh.

"maafkan aku, baekki-ya" chanyeol menatap nanar pada baekhyun yang berjalan keluar dari kelas mereka.

entahlah, baekhyun merasa benar-benar kehilangan saat sosok chanyeol tidak ada di sampingnya. baekhyun tahu ia sudah sangat keterlaluan dengan melampiaskan kemarahannya pada chanyeol. baekhyun menghela nafasnya berat.

baekhyun memutuskan untuk membolos mata kuliah kim sonsaengim kali ini dan memilih untuk mengunjungi seseorang. seseorang yang di rindukannya.

baekhyun memandangi sosok eomma nya yang tengah duduk diam sambil memandangi beberapa bunga yang ada di taman rumah sakit. baekhyun melangkahkan kakinya mendekati sosok eommanya, walau sedikit takut tapi baekhyun memberanikan dirinya untuj mencoba. ia sangat merindukan sosok eomma nya, dan kali ini baekhyun tidak bisa lagi menahan rasa rindunya pada sosok yeoja yang telah melahirkannya ini.

baekhyun berdiri di depan eomma nya dan tersenyum kecil

"eomma.."panggil baekhyun

nyonya byun menolehkan pandangannya pada yeoja yang baru saja memanggilnya 'eomma' ini.

dengan wajah bingung nyonya byun bertanya "kau siapa?"

baekhyun hanya tersenyum maklum menghadapi sosok eomma nya "eomma tidak mengingatku? aku anak eomma, ini baekki, eomma" nyonya byun terlihat mengerutkan alisnya namun saat ia sadar nyonya byun hanya tertawa

"kau bergurau! aku tidak pernah melahirkan seorang anak dan sekarang kau disini dan menyebut kau putriku? aigoo kau bergurau, nona" baekhyun menatap eomma nya sedih

"aku benar-benar putrimu eomma, aku anak dari appa dan eomma, apakah eomma melupakannya?"

nyonya byun menatap baekhyun dengan memiringkan kepalanya "appa? siapa nama appamu, nona?".

"byun joonmyeon, eomma meningatnya?"

raut wajah bingung nyonya byun berubah menjadi raut wajah penuh kemarahan "aku membenci byun joonmyeon..." desis nyonya byun

baekhyun hampir saja meneteskan air matanya "eomma.."

"aku benar-benar membenci byun joonmyeon..." nyonya byun kemudian menatap baekhyun

"melihat wajahmu mengingatkan aku pada byun joonmyeon, kau istri barunya itu eoh?" nyonya byun tertawa mengerikan sebelum kembali menatap wajah putrinya sendiri "kau yang menghancurkan keluargaku! kau menggoda suamiku dan mempunyai anak darinya" nyonya byun berdesis dan bangkit dari duduknya agar bisa berhadapan dengan baekhyun.

nyonya byun melayangkan tamparannya pada pipi putih baekhyun "itu balasan untukmu karena menghancurkan keluargaku!"

baekhyun terkejut saat merasakan tamparan eomma nya, baekhyun merasakan sakit yang teramat sangat pada pipi sebelah kirinya hingga ia meneteskan air matanya. 'pukulan ini lagi' batin baekhyun.

"aku bukan wanita itu eomma, aku baekhyun putri eomma" nyonya byun menggeleng dan kembali melayangkan tamparannya pada pipi putih baekhyun

baekhyun hanya diam menerima tamparan maupun jambakan yang eommanya berikan, baekhyun hanya menangis. bayangan masa kecilnya seolah menamparnya kembali, kenangan pahit itu seolah berputar-putar di kepalanya.

baekhyun masih menangis sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangannya sampai di rasanya pukulan eommanya melemah.

saat baekhyun membuka matanya, pandangannya menatap punggung tegak yang berdiri di depannya.

namja itu memutar tubuhnya untuk menghadap baekhyun, namja itu chanyeol..

baekhyun menatap chanyeol tidak percaya "apa yang kau lakuk-" belum sempat baekhyun menyelesaikan kalimatnya, baekhyun merasakan tangan besar chanyeol memegang pipi sebelah kirinya yang terlihat memerah

"apakah itu sakit?" tanya chanyeol lembut, baekhyun hanya menanggukkan kepalanya kecil

dengan tangan yang masih mengusap pipi baekhyun, chanyeol menatap baekhyun sedih "kenapa kau tidak melawannya, hm? kau tahu kau tidak pantas diperlakukan seperti ini, baek"

bukannya menjawab pertanyaan chanyeol, baekhyun memilih untuk memeluk sosok namja yang ada didepannya ini dengan erat. chanyeol awalnya terkejut namun akhirnya chanyeol balik memeluk baekhyun yang sudah mulai kembali menangis di dalam pelukannya. baekhyun menenggelamkan wajahnya pada ceruk leher chanyeol, baekhyun ingin menenangkan dirinya dan pelukan chanyeol adalah tempat terbaik untuk kembali pulang.

"tenanglah, ibumu tidak akan memukulimu lagi. ada aku disini" chanyeol membisikan kalimat itu saat di dengarnya baekhyun masih menangis .

baekhyun dan chanyeol masih saling berpelukan di taman rumah sakit, saat mendengar tangisan baekhyun yang mulai mereda, chanyeol berniat untuk melepaskan pelukannya, namun kalimat lirih yang baekhyun ucapkan membuat chanyeol mengurungkan niatnya

"aku masih tetap ingin memelukmu seperti ini, chanyeol" chanyeol kembali mengeratkan pelukannya.

"maafkan aku" baekhyun bergumam di pelukan chanyeol

"maaf untuk apa, hm?"

baekhyun menjauhkan sedikit tubuhnya dan menatap chanyeol "maafkan atas kata-kataku kemarin, aku tidak -"

chanyeol kembali memeluk baekhyun "sst, jangan bicarakan tentang itu dulu, baek."

baekhyun menggeleng "aku benar-nenar merasa bersalah, maaf-" ucapan baekhyun terhenti saat chanyeol mengecup kecil bibirnya

"kau berisik, byun baekhyun" baekhyun merasakan wajahnya memerah hanya memukul kecil dada bidang chanyeol

tapi seolah sadar baekhyun kembali menatap chanyeol "bagaimana bisa kau ada disini?"

chanyeol mengedikkan bahunya "aku mengikutimu sejak tadi, kau tidak sadar?" baekhyun menggeleng kecil

"aku kira kau tidak akan peduli lagi" cicit baekhyun

chanyeol terkekeh kecil "aku bahkan merasa bersalah karena beberapa hari ini mendiamkanmu, mianhae" chanyeol mengusak pucuk kepala baekhyun pelan

"lalu dimana eomma? aku tidak melihat eomma saat ak membuka mataku tadi" baekhyun menatap chanyeol penuh tanda tanya

"perawat membawanya, kau seharusnya memanggil perawat saat eomma mu memukulmu tadi, kenapa kau hanya diam?"

baekhyun tersenyun miris "aku merindukan eomma, sampai disini sesak rasanya" baekhyun menyentuh dadanya sendiri

"saat aku memutuskan untuk mengunjungi eomma, aku sudah siap untuk menerima apapun resiko yang akan aku hadapi" baekhyun menjeda kalimatnya kemudian tersenyum dan mengusap kecil rahan tegas chanyeol "rasa sakit yang aku rasakan tidak sebanding dengan apa yang eomma ku rasakan. dan aku baik-baik saja, jangan khawatir"

chanyeol memegang tangan kecil baekhyun dan menjauhkannya dari wajahnya, chanyeol menggenggam tangan baekhyun erat "bagaimana mungkin aku membiarkan seseorang menyakiti yeoja yang aku cintai,hm? sekalipun itu ibunya sendiri, aku tidak bisa menerimanya. aku khawatir sungguh" baekhyun menghangat karena ucapan chanyeol, baekhyun tahu bahwa chanyeol akan selalu mencintainya dan berada dipihaknya apapun yang terjadi. chanyeol sudah berjanji akan hal itu, dan baekhyun menyesal baru menyadarinya sekarang.

"saranghae, park chanyeol." kalimat itu tiba-tiba saja terucap dari bibir tipis baekhyun

chanyeol dengan pandangan terkejutnya menatap baekhyun "kau bilang apa baek?"

baekhyun tersenyum "saranghae, chanyeol-ah"

chanyeol dengan senyum bahagia membawa baekhyun kedalam pelukannya "nado. nado saranghae" chanyeol mengecup puncak kepala baekhyun berkali-kali

baekhyun terkekeh kecil dan balik membenamkan wajahnya pada dada bidang chanyeol.

chanyeol melepaskan pelukannya dan menangkup kedua pipi baekhyun "kurasa kita harus pulang, aku akan mengobati luka di sudut bibirmu ini, otte?" baekhyun hanya menanggukkan kepalanya

chanyeol beralih mengenggam tangan mungil baekhyun dan membawa baekhyun keluar dari rumah sakit.

baekhyun merasakan smartphone nya bergetar tanda panggilan masuk, baekhyun mengerutkan dahi saat dilihatnya sederet nomor asing yang menelponnya

baekhyun menjawab dengan ragu-ragu

"yoboseyo?"

"baek, ini aku sehun" baekhyun sedikit terkejut

"kau harus segera kemari baek, aku sedang berada di seoul hospita. appa terkena serangan jantung dan sekarang dalam kondisi kritis" nada suara sehun terdengar panik

baekhyun terkejut, sangat. dan lidah baekhyun serasa kelu, setelah kejadian itu baekhyun memang belum bertemu lagi dengan appa nya, hubungannya dengan appanya memang belum terlalu membaik tapi baekhyun bisa meeasakan tunuhnya seketika melemas saat mendengar appa nya tengah berjuang melawan penyakitnya.

"baek, kau dengar aku? cepatlah kesini byun baekhyun"-bip baekhyun memutuskan sambungan telpon nya dan menatap chanyeol yang ada di sampingnya

"chan, appa...appa" chanyeol menoleh ke arah baekhyun dan mendapati baekhyun-nya itu tengah menatapnya dengan mata yang berkaca-kaca

chanyeol menepikan mobilnya "appa kenapa,hm?"

"seoul hospital, appa dalam masa kritis chanyeol-ah, bagaimana ini?" baekhyun berujar sambil menangis

TO BE CONTINUE

tbc dengan nistanyaaa hahahaha ,gimanaaaaaaa? duh kok makin kompleks yaaa huhu. feelnya dapet gak? wkwk. review tetap dibutuhkan yaaaa readers-readers cantiiiik~~~~

p.s aya : makasih yaaaa udh ngingetin buat update~ yuk lanjut ngobrol di line nyaaaa hihihi *chu