baekhyun berlarian di lorong seoul hospital. sesaat setelah sehun menelponnya, baekhyun langsung meminta chanyeol untuk membawanya ke rumah sakit ini. baekhyun merasakan takut sekarang, ia takut appa nya akan meninggalkannya. ketakutan itu membayangi disetiap langkah baekhyun, dan ketakutan itu memuncak setelah baekhyun berdiri diluar ruangan appa nya. baekhyun terlihat diam mematung tanpa berusaha untuk masuk dan melihat keadaan joonmyeon, sampai tepukan pelan dari chanyeol menyadarkannya.

"kenapa hanya diam disini, hm? masuklah, aku tahu kau khawatir pada joonmyeon ajusshi" chanyeol tersenyum kecil pada baekhyun, baekhyun hanya menangguk kaku dan membuka pintu ruangan joonmyeon.

yang nampak di pandangan baekhyun saat ini adalah seorang namja terbaring lemah dengan berbagai alat yang ada ditubuhnya yang bisa membantunya melewati masa kritis ini, baekhyun meneteskan air matanya ia tidak percaya bahwa ia akan menemukan appa nya dalam keadaan seperti ini, dengan berbagai macam selang yang terpasang diatas tubuh renta nya.

baekhyun tetap memandang appa nya sampai suara dari sehun menginterupsi nya "kau datang, baek" tatapan baekhyun beralih ke arah sofa yang ada di ruang vip rumah sakit itu, dan pandangannya terpaku pada sosok sehun yang terlihat sama kacau dengannya

"apa yang terjadi pada appa?" tanya baekhyun lirih

"entahlah, dokter bilang appa mengalami serangan jantung dan sekarang sedang dalam keadaan kritis" sehun tertunduk lesu

air mata baekhyun nampak mengumpul di pelupuk matanya, baekhyun rasanya tidak bisa berdiri lagi namun beruntung karena chanyeol menopang tubuh mungilnya sehingga ia bisa berdiri tegak.

"kau yang membawa appa kesini?" tanya baekhyun

sehun menggeleng "sekertaris appa yang membawa appa kesini"

baekhyun mengernyitkan dahi nya"lalu darimana kau tahu appa di rawat disini?"

"jongdae appa memberitahuku. dokter pribadi appa ku ternyata juga dokter pribadi dari joonmyeon appa, aku langsung berlari kemari saat jongdae appa menelpon." sehun menjeda kalimatnya

"kita bahkan hampir kehilangan appa baek, detak jantung appa sempat terhenti beberapa menit yang lalu" baekhyun dan chanyeol terkejut, terutama baekhyun. yeoja mungil ini benar-benar menyesal karena tidak menghubungi appa nya setelah mereka bertemu beberapa hari yang lalu, baekhyun tahu appa nya kesepian tapi baekhyun seolah menutup kedua mata dan kedua telinga nya dengan kondisi appa nya. baekhyun sadar ia telah melakukan kesalahan besar karena mengikuti keegoisan nya sendiri, dan setelah melihat keadaan appa nya baekhyun berjanji pada dirinya sendiri bahwa ia akan menjaga appa nya dan berada di samping appa nya sampai appa nya sadar. bahkan baekhyun melupakan rasa kesalnya pada sosok seorang oh sehun, baekhyun bersyukur karena sehun masih mau untuk mengubungi nya setelah semua sikap menyebalkan nya pada oh sehun.

"gomawo, sehun-ah"

sehun mengernyitkan dahinya "untuk apa?"

"karena sudah mau memberitahuku tentang kondisi appa. " sehun tersenyum kecil lalu berdiri dari sofa yang di dudukinya

"kau adalah adikku dan namja ini adalah appa ku" sehun mengalihkan tatapannya pada joonmyeon

"jika terjadi sesuatu pada appa, sudah sewajarnya aku memberitahu adikku sendiri, bukan begitu,hm?"

"kau sudah bisa menerima jika kita bersaudara?"

sehun terkekeh kecil lalu menangguk "tentu saja, baekhyun-ah. tapi aku sangat menyayangimu seperti layaknya seorang oppa pada dongsaengnya" sehun menjeda kalimatnya

"bagaimanapun, kita berasal dari appa yang sama. sekuat apapun kita menolaknya, darah yang mengalir di tubuhku dan tubuhmu berasal dari namja yang sama. "baekhyun menangguk pelan

sehun beralih menatap chanyeol "aku titip adikku, jangan meninggalkannya apapun yang terjadi nanti. kau mengerti?" chanyeol hanya tersenyum dan menanggukkan kepalanya

"baiklah, aku harus pergi. tinggalah disini dan temani appa. aku memiliki beberapa urusan" sehun memeluk baekhyun sesaat lalu melepaskannya, sehun tahu baekhyun mulai bisa menerimanya meskipun baekhyun terkesan dingin padanya tapi sehun tahu gadis ini mulai membuka hatinya dan menerima kenyataan yang ada di antara mereka berdua.

"kau harus memanggilku 'oppa' lain kali, baek."sehun menaik-turunkan alisnya seolah menggoda baekhyun

baekhyun hanya menatapnya datar tanpa ekspresi "pergilah, kau bilang kau punya beberapa urusan"

sehun menghela nafasnya sambil terkekeh kecil "baiklah, aku pergi, ne?. " sehun menepuk pundak chanyeol dan berjalan kearah pintu, baekhyun masih memandang kepergian sehun hingga suara pintu kembali tertutup.

"apa yang kau pikirkan,hm?" tanya chanyeol lembut

baekhyun mendongak menatap chanyeol "apa kau cemburu melihatku dan sehun?" chanyeol menggeleng

"aku bukan seorang maniak yang akan cemburu jika kekasihnya bermanja-manja dengan oppa nya" chanyeol mengusak puncak kepala baekhyun gemas

"tapi, kau tahu..aku dan sehun pernah saling mencin-" chanyeol memotong kalimat baekhyun, chanyeol menatap baekhyun lembut dan menangkup kedua pipi baekhyun "aku menanggap itu tidak pernah terjadi, yang aku tau kau adalah adik sehun, dan sehun adalah oppa mu, hanya itu. aku tidak ingin kita hidup dengan bayang-bayang masa lalu kita, arrachi?" baekhyun menangguk pelan

"jja, sekarang duduklah di sofa itu. aku akan menemanimu menjaga appa" chanyeol menuntun baekhyun untuk duduk di sofa yang tadi di duduki sehun.

sehun memasuki rumah megahnya dan mendapati eomma nya berada di ruang tengah rumah mewah itu, minseok sepertinya tidak menyadari kedatangan putranya, namun saat minseok merasakan pelukan di pinggangnya ia menoleh dan mendapati wajah tampan putranya

"kau bukan anak kecil lagi, oh sehun. aigooo" sehun mencebikkan bibirnya saat mendengar kalimat eomma nya

"eomma~~" minseok menatap sehun gemas

"kau bahkan beraegyo, luhan akan menatapmu menjijikkan jika ia melihatnya", sehun menggelengkan kepalanya

"luhan tidak akan berlaku seperti itu ,eomma" minseok hanya menanggukkan kepalanya dan tatapannya kembali fokus pada televisi di depannya yang sedang menampilkan acara drama favoritnya

"eomma.." minseok hanya bergumam menanggapi panggilan sehun

"aku bertemu appa tadi" minseok memandang sehun dengan tatapan penuh tanda tanya

"appa kandungku eomma, joonmyeon appa" sehun menjelaskan

minseok menangguk mengerti, ia memang tahu bahwa selama sehun kembali ke korea, putranya ini selalu menyempatkan dirinya untuk mengunjungi appa nya, dan minseok tidak merasa terganggu dengan hal itu begitupun dengan jongdae karena minseok tahu joonmyeon mempunyai hak yang sama dengannya, dan sehun juga memang harus bertemu dengan appa nya, untuk menebus beberapa tahun yang dilalui nya tanpa tahu siapa sosok appa kandungnya. minseok bersyukur sehun dengan berbesar hati menerima kenyataan yang ada di depannya, meskipun minseok tahu pada awalnya sehun sangat kecewa padanya, dan keputusannya menyetujui kepindahan sehun ke china adalah keputusan yang tepat. minseok tahu putranya itu sedang berusaha untuk menenangkan hati dan pikirannya dengan pergi ke china, dan minseok merasa bangga, karena setelah 5 tahun menetap di china, sosok sehun berubah menjadi lebih dewasa dan bahkan sehun langsung menemui appa kandungnya saat ia baru tiba di seoul.

"aku dan baekhyun hampir saja kehilangan appa, detak jantung appa sempat berhenti." sehun berujar dengan nada sendu

minseok mengusap punggung putranya lembut, jongdae sudah menelponnya tadi untuk memberitahukan keadaan joonmyeon

"appa mu akan baik-baik saja, bukankah kim uisa adalah yang terbaik di seoul hospital, hm? jadi jangan khawatir" minseok menatap lembut wajah putranya

sehun mendengus kecil "bagaimana aku bisa tenang eomma, appa sedang kritis bahkan sebelum aku banyak menghabiskan waktu dengannya" sehun menatap eommanya sedih

minseok membawa sehun kepelukannya, minseok memeluk putranya erat "eomma yakin appa mu akan baik-baik saja, semua akan baik-baik saja chagi" sehun menangguk kecil di pelukan eomma nya

"appa, ireona" baekhyun menatap appanya sendu

"bukankah kita belum menghabiskan waktu bersama? aku merindukan appa" bisik baekhyun

baekhyun menghela nafas berat "appa, kumohon. bangunlah appa" tanpa disadarinya air matanya sudah membasahi kedua pipinya

chanyeol memegang bahu kecil baekhyun dan berujar "appa akan semakin sedih jika melihatmu menangis seperti ini"

baekhyun membalikkan tubuh mungilnya dan memeluk tubuh chanyeol yang masih berdiri

"aku takut appa tidak akan membuka matanya lagi, aku takut chanyeol"cicit baekhyun

chanyeol melepaskan pelukan baekhyun dan mensejajarkan tubuhnya dengan baekhyun yang masih duduk dengan air mata yang mengalir membasahi kedua pipi putihnya "stt, jangan berpikiran buruk seperti itu, sayang. appa akan baik-baik saja, kau harus yakin tentang itu" chanyeol mengusap air mata baekhyun dan mengecup kedua mata baekhyun

"appa akan membuka matanya dan menghabiskan waktu dengan kalian berdua, kita hanya harus bersabar menunggu appa, arrachi?" baekhyun menatap chanyeol dan menanggukkan kepalanya kecil

"jja, sekarang kau istirahat dan aku yang akan menjaga appa sampai oppa mu datang" baekhyun menggelengkan kepalanya "bagaimana bisa aku tertidur dalam keadaan seperti ini, aku akan ikut menjaga appa bersamamu"

chanyeol menghela nafas "kau benar-benar keras kepala, byun baekhyun"

baekhyun berdecak "ya, dan kau menyukai gadis keras kepala ini, park chanyeol."

chanyeol terkekh kecil dan memilih mengalah pada baekhyun "baiklah, baiklah. dasar keras kepala" baekhyun hanya terkekeh dan kembali menatap wajah appanya, seolah dengan menatap wajah appanya maka namja itu akan membuka matanya, baru kali ini baekhyun benar-benar merindukan tatapan lembut yang dimiliki appa nya dan baekhyun berharap ia bisa melihatnya sekarang.

tatapan baekhyun beralih kearah tangan appa nya dan mata baekhyun membola saat jari-jari tangan appanya nampak bergerak kecil, baekhyun menggenggam tangan appa nya sambil berdoa dalam hati agar appa nya cepat membuka matanya.

entah tuhan memang sedang berbaik hati, doa baekhyun menjadi kenyataan. kedua mata joonmyeon yang awalnya tertutup rapat mulai terbuka dan chanyeol yang melihatnya segera menekan tombol untuk memanggil dokter.

dokter kim datang dan memeriksa kondisi tuan byun, baekhyun dan chanyeol menunggu hasil pemeriksaan dengan hati gelisah namun tiba-tiba baekhyun teringat akan sesuatu

"bisakah kau menelpon sehun? kita harus memberitahu nya tentang keadaan appa" pinta baekhyun, chanyeol hanya menanggukkan kepalanya dan berjalan sedikit menjauh dari baekhyun untuk menghubungi sehun. baekhyun kembali menatap kearah dokter kim dan kembali menampakkan raut cemasnya.

"sehun akan segera kemari, aku sudah menghubunginya" baekhyun hanya menanggukkan kepalanya merespon chanyeol, chanyeol yang melihat baekhyun sedang dalam mode cemasnya kemudian menggenggam tangan kecil baekhyun dan mengusap kecil pada punggung tangan baekhyun

"semua akan baik-baik saja, baek." baekhyun menatap chanyeol dan matanya beralih menatap tautan tangan mereka

"selama kau menggenggamku seperti ini, maka aku akan merasa baik-baik saja" chanyeol terkekeh

"kau menggodaku, hm?" baekhyun hanya memutar matanya bosan kemudian kembali menatap kearah dokter kim

sehun terlihat berantakan, rambutnya yang biasanya akan tertata rapi kini terlihat berantakan, ditambah dengan pakaian rumahnya membuatnya benar-benar terlihat sangat tergesa-gesa setelah menerima panggilan chanyeol.

"bagaimana keadaan appa?" suara sehun mengejutkan baekhyun dan chanyeol

"dokter masih memeriksa nya, dan apa yang terjadi pada rambutmu ,eoh?" komentar chanyeol

"aku tidak punya waktu untuk sekedar menata rambutku, jadi diamlah park" chanyeol hanya mengedikkan bahunya acuh

dokter kim telah menyelsaikan pemeriksaannya dan kini baekhyun dan sehun tengah menyiapkan perasaan mereka untuk mendengar penjelasan dari dokter kim tentang keadaan appa mereka

"kalian beruntung, appa kalian bisa melewati masa kritisnya" dokter kim tersenyum, setelahnya melanjutkan kalimatnya "namun, serangan jantung yang dialami appa kalian cukup serius. dan aku rasa appa kalian tidak akan bisa menggunakan bagian tubuh sebelah kirinya lagi" baekhyun dan sehun tercekat mendengar penjelasan dokter kim

"jadi...maksud dokter ,appa kami mengalami kelumpuhan pada bagian sebelah kiri tubuhnya ?" tanya sehun hati-hati

dokter kim menatap sehun dengan raut penyesalan "anda benar, dan aku harap kalian mau merawat appa kalian. appa kalian benar-benar membutuhkan kalian berdua untuk melewati masa-masa berat ini" mata baekhyun sudah berkaca-kaca dan chanyeol yang melihatnya hanya biasa menggenggam erat tangan baekhyun untuk memberi kekuatan pada kekasih mungilnya ini.

"aku akan memeriksa appa kalian beberapa jam lagi, aku permisi." dokter kim membungkukkan kepalanya sebelum meninggalkan ruang rawat inap joonmyeon

tangis baekhyun pecah sesaat setelah dokter kim meninggalkan ruangan appa nya, chanyeol membawa yeoja mungilnya ini kedalam dekapannya

"sst, aku tahu ini berat tapi kau harus bertahan, joonmyeon appa hanya punya kau dan sehun, kalian berdua harus kuat. aku disini bersamamu, kita akan menghadapinya bersama." bisik chanyeol sambil mengusap pelan punggung baekhyun

sehun yang melihat adiknya menangis hanya bisa menahan air matanya, tentu saja sehun ingin menangis saat mendengar kalimat yang dokter kim katakan. sehun dan appa nya bahkan baru bertemu dan fakta tentang appa nya yang lumpuh benar-benar membuat sehun sedih. namun sehun tahu, disini ia yang harus menjadi pihak yang kuat. sehun mendekati ranjang rawat inap joonmyeon dan menatap wajah appanya.

sehun terkejut saat mendapati appanya tengah menangis dalam diam, appa nya terlihat ingin mengatakan sesuatu dan setelah bersusah payah akhirnya kata-kata itu keluar dari mulut joonmyen "m-mian" joonmyeon mengucapkannya dengan susah payah dan dengan air mata yang mengalir deras, sehun menatap chanyeol dan mengisyaratkan chanyeol untuk membawa baekhyun keluar. chanyeol yang menyadari arti tatapan sehun hanya menangguk dan membawa baekhyun yang masih menangis keluar.

sehun mendudukkan dirinya disamping appa nya "jangan meminta maaf, ini bukan kesalahan appa" ujar sehun lembut

sehun melanjutkan kalimatnya "baekhyun hanya sedang terpukul dan itu tidak akan lama, jadi appa jangan khawatir" sehun tersenyum kecil

joobmyeon masih menyebutkan kata-kata "maaf" dan sehun yang melihatnya kemudian mengambil tangan appa nya dan menggenggamnya

"kita akan menghadapinya bersama-sama appa. aku dan baekhyun akan menemani appa, jadi jangan memintaa maaf lagi. tidak ada siapapun yang salah disini" sehun memberi appa nya pengertian

"jangan menangis seperti ini baek, appa akan menanggap bahwa kau menanggap dirinya menyedihkan, jadi jangan seperti ini" chanyeol mencoba membuat baekhyun berhenti menangis

"aku tahu bagaimana perasaanmu, tapi bukankah hal yang appa perlukan saat ini adalah dukungan dari kedua anaknya?" baekhyun menatap chanyeol

chanyeol melanjutkan kalimatnya "appa membutuhkanmu, kau adalah yeoja satu-satunya yang akan merawatnya. bukankah kau bilang ingin menghabiskan waktu lebih banyak dengan appa mu? hm?" baekhyun menangguk kecil

"maka berhentilah menangis, dan ayo kita hadapi ini bersama-sama. kau tidak akan terpuruk sendirian lagi, ada aku dan sehun yang akan berdiri menopangmu. kuatlah untuk appa."

baekhyun menatap chanyeol dengan berbagai perasaan yang ada di hatinya, baekhyun tidak pernah henti-hetinya bersyukur karena sudah di pertemukan dengan seorang park chanyeol. kebaikan seperti apa yang baekhyun lakukan di kehidupannya yang terdahulu sampai tuhan dengan baik hatinya mempertemukannya dengan sosok seorang park chanyeol yang dari luar nampak begitu dingin tapi saat mengenalnya ,chanyeol akan berubah menjadi sosok yang hangat.

"hapus air matamu, appa akan merasa beraalah jika melihatmu menangis setelah mendengar kondisinya"

"arrraseo, gomawo chanyeol-ah" baekhyun tersenyum tipis pada namja yang juga tengah tersenyum padanya ini.

TO BE CONTINUE

gimanaaa chapter iniiiiii? readers pada puazzzzz? wkwkwk. aku berusaha yang terbaik buat chapter-chapter akhir ff ini san yaaaaa inilah hasilnya, semoga ga mengecewakan. sekali lagi, reviews tetap di perlukan untuk masa depan ff ini hehehehehe. maaf kalo banyak typo gak sempet edit soalnya.

balasan reviews

vampireDPS : sayangnya itu kenyataan huhu T.T, tenang aja penderitaan baekhyun bakal berakhir kok kekekek~ makasih ya buat review-review nya ,aku ush baca semuanyaaaaa~ semoga chapter ini bikin kamu baper ugaaaa wkwkwk. see you!

chanhunbaek: maaf ya baru muncul sekarang wkwk kemaren ide lagi stuck dan memang ga pengen maksa buat nulis karena takutnya jelek hehe. ini udh fast update^^

byunkkaebb: syukur deh kalo feelnya nyampe hehehe, jangan lupa baca+review chapter ini yaaaaa. gomawo^^