keadaan joonmyeon terlihat cukup membaik dari hari ke hari dan itu membuat sehun maupun baekhyun menghela nafas lega. meskipun baekhyun awalnya terlihat sering menangis saat melihat keadaan appanya tapi akhirnya baekhyun bisa mengontrol perasaannya.

seperti saat ini, baekhyun tengah menyuapkan satu demi satu sendok berisi bubur yang tadi pagi dibuatnya sebelum mengunjungi appa nya.

joonmyeon sungguh terharu melihat putrinya masih menaruh perhatian padanya, meskipun sebenarnya joonmyeon merasa ia tidak pantas untuk menerima perlakuan ini dari putrinya, joonmyeon merasa bersalah karena sudah membuat putrinya ini kehilangan sosok seorang ibu karena kebodohannya. bahkan dulu sebelum ibu nya -halmeoni baekhyun dan sehun- meninggal, ibunya itu terus bergumam maaf dan mengatakan ia menyesal pada joonmyeon dan meminta joonmyeon untuk menyampaikan permintaan maafnya pada yixing. meskipun pada akhirnya ibunya itu tidak pernah lagi bertemu baik dengan yixing maupun dengan baekhyun hingga akhir hidupnya.

joonmyeon menatap baekhyun yang tengah menaruh piring-piring yang dipakainya saat makan siang tadi, joonmyeon memanggil baekhyun dengan susah payah.

"b-ba-baek.." baekhyun menoleh kearah appa nya saat mendengar suara appanya kemudian melangkahkan kakiknya keaeah ranjang rawat inap joonmyeon

baekhyun mendudukkan dirinya dan menatap joonmyeon lembut

"ne, appa. waeyo?" joonmyeon menatap kearah nakas yang ada di dekatnya, baekhyun yang bingung nampak mengikuti arah pandang appa nya. mata baekhyun menatap kertas yang terlipat diatas nakas tersebut, baekhyun menatap kearah appa nya dan bertanya

"appa ingin aku mengambilkan itu untuk appa?" joonmyeon menggeleng dengan susah payah, joonmyeon menangkat tangan kanannya dan menunjuk anggota tubuh sebelah kanan joonmyeon masih bisa berfungsi dengan baik.

"appa ingin memberikannya padaku?" tanya baekhyun dan hanya dibalas anggukan susah payah dari joonmyeon.

baekhyun mengambil kertas itu dan membaca tulisan yang ada di dalamnya, tulisannya terlihat sedikit tidak rapi tapi baekhyun masih bisa membacanya dengan baik

" putri appa, baekhyun.

maaf karena appa tidak bisa berbicara padamu secara langsung, kau tahu alasannya bukan?. appa merasa bodoh dan tidak berguna didepanmu dan sehun, appa bahkan merasa tidak pantas menerima perhatian yang kau dan sehun berikan. appa tahu appa adalah orang tua yang buruk, benar begitu baek?.

appa selalu ingin mengatakan ini selama appa masih bisa bernafas, namun keterbatasan ini menghalangi appa. tapi bukankah tuhan masih berbaik hati? appa bahkan masih bisa menuliskan kalimat ini untukmu .

baek, appa menyayangimu. sangat.

jangan menangis, appa akan semakin merasa bersalah jika kau menangis setelah membaca ini.

maukah kau memaafkan appa? appa benar-benar merasa bodoh karena baru berani mengatakan maaf padamu, maafkan appa baek.

maaf karena appa tidak bisa menulis terlalu banyak, tangan kanan appa terasa sakit, maafkan keterbatasan appa...

appa menyayangimu dan sehun, berbaikanlah dengan oppamu, karena oppamu yang akan menggantikan appa untuk menjagamu dan appa berharap yang terbaik untukmu dan chanyeol, dia namja yang baik dan appa menyukainya.

maaf karena appa kau menjadi takut untuk menjalin hubungan, maafkan appa baek.

dan bisakah appa meminta bantuanmu? jika kau bertemu dengan eomma mu, bisakah kau mengatakan kalimat ini padanya?

katakan pada eomma bahwa sampai kapan pun appa akan tetap mencintai eomma mu, bahkan sampai nafas appa berhenti, appa hanya mencintai eomma mu, baek. katakan itu pada eomma mu nanti.

mianhe, saranghae, gomawo putriku, byun baekhyun"

baekhyun meneteskan air matanya saat membaca surat yang ditulis appanya dengan susah payah itu. air mata baekhyun tidak bisa dibendungnya lagi dan ia menangis dengan sesenggukkan sambil menggenggam erat surat yang baru dibacanya tadi.

baekhyun menatap wajah appa nya dengan air mata yang masih mengalir di wajah cantiknya "jangan pernah meminta maaf lagi appa. aku bahkan sudah memaafkan appa" baekhyun terlihat berbicara dengan susah payah karena air matanya tidak berhenti mengalir

baekhyun mengenggam tangan appanya "jangan meminta maaf karena kondisi appa, aku dan sehun akan merawat appa. kita akan menghadapinya bersama. dan aku minta appa tidak menyalahkan diri appa lagi, itu membuatku semakin merasa bersalah karena sempat membenci appa"

joonmyeon menatap baekhyun dengan mata yang berkaca-kaca.

baekhyun beralih memeluk tubuh lemah appa nya dan menangis disana, bagaimana mungkin baekhyun masih bisa membenci appa nya setelah melihat keadaan appanya yang seperti ini.

chanyeol menatap pemandangan itu dari luar ruang inap dan tersenyum kecil karena ia tahu bahwa akhirnya baekhyun benar-benar bisa membuka hatinya untuk appanya.

hubungan chanyeol dan baekhyun memang belum memiliki status yang jelas, meskipum chanyeol sudah menanggap baekhyun sebagai kekasih tapi ia tidak tahu apakah baekhyun menanggapnya kekasih ataupun bukan. chanyeol sadar ini bukan saatnya untuk egois dan memaksa baekhyun untuk menjalin hubungan dengannya, chanyeol tentu tahu situasi.

chanyeol beralih mendudukkan dirinya di dekat ruang inap joonmyeon sampai akhirnya suara sehun membuat chanyeol menolehkan pandangannya

"baekhyun menangis didalam.." kalimat sehun lebih terdengar sebagai pernyataan daripada pertanyaan. chanyeol hanya menangguk menanggapi sehun sebelum akhirnya sehun membuka suaranya lagi

"terima kasih chanyeol, aku tidak tahu harus mengungkapkan rasa terima kasihku dengan apa, aku benar-benar berterima kasih padamu." chanyeol kembali menolehkan kepalanya pada sehun yang tengah menatap lurus

"aku bukan oppa dan anak yang baik, aku bahkan lari dari kenyataan yang harusnya ku hadapi dulu. bukankah ini terlihat ironis? saat aku sudah bisa menerima semuanya, tuhan menghukumku chanyeol." chanyeol tahu apa yang dimaksud sehun, chanyeol mengerti perasaan bersalah sehun. chanyeol membuka suaranya dan menatap lurus

"kau masih beruntung, setidaknya tuhan mengizinkanmu untuk bersama dengan appa dan adikmu meskipun appamu sedang dalam kondisi yang kurang sehat seperti sekarang. tapi, bukankah itu sebuah keberuntungan untukmu? setidaknya kau bisa merasakan hidup bersama appa kandungmu" sehun menanggukkan kepalanya dan tersenyum karena mendengar kalimat chanyeol.

sehun bersyukur karena namja ini yang pada akhirnya bersama dengan adiknya, kedewasaan chanyeol benar-benar membuat sehun lega ,setidaknya sehun bisa mempercayakan adiknya pada chanyeol. dan lagi sehun melihat besarnya rasa sayang chanyeol pada baekhyun, chanyeol seolah tidak peduli dengan masa lalu baekhyun dan sehun. jika sehun ada diposisi chanyeol, sehun tentu tidak akan tenang seperti yang dilakukan chanyeol.

"aku akan menjaga baekhyun dan membahagiakannya, aku harap kau tidak keberatan untuk itu" suara chanyeol menyadarkan sehun dari lamunannya, sehun menanggukkan kepalanya

"aku akan sangat lega jika kau yang ada di samping baekhyun dan menjaganya. aku tidak akan bisa selalu disampingnya dan aku mempercayakan adikku padamu. jaga dan jangan sakiti dia, aku sudah pernah dengan bodohnya menyakiti hatinya dan aku harap kau tidak mengulangi kesalahan bodoh sepertiku" sehun tersenyum tipis

chanyeol menangguk "kau bisa mempercayaiku. lalu, apa rencanamu setelah ini?"

sehun terlihat berpikir "aku akan menetap di seoul dan mengurus perusahaan appa, appa memintaku untuk mengurus perusahaannya sebelum appa jatuh sakit. tapi aku akan kembali ke china besok, ada beberapa urusan yang harus aku selesaikan"

sehun teringat akan janjinya pada luhan dan ia memutuskan untuk kembali ke china untuk menemui luhan, setidaknya sehun tidak akan khawatir dengan keadaan baekhyun dan appanya karena sehun tahu chanyeol akan selalu menemani baekhyun.

saat sehun dan chanyeol memasuki ruang inap joonmyeon, mata baekhyun terlihat sembab namun baekhyun memaksakan untuk tersenyum.

chanyeol dan sehun memilih untuk mengabaikan keadaan baekhyun sampai baekhyun sendiri yang menceritakannya pada mereka.

"baek, kau pulanglah hari ini. aku yang akan menjaga appa" baekhyun mengerucutkan bibirnya mendengar perintah sehun

"aku ingin disini, kau saja yang pulang"

"kau sudah disini sejak kemarin dan sekarang giliranku, pulanglah. kau butuh istirahat atau kau ingin chanyeol menggendongmu pulang?" sehun menaik-turunkan alisnya menggoda baekhyun

"ck! kalian berdua bersatu untuk mengusirku eoh? menyebalkan. baiklah, aku pulang" baekhyun mengambil tasnya dan meninggalkan sehun dan chanyeol yang masih terkekeh.

"aku akan mengurusnya. hubungi aku jika terjadi sesuatu." setelah mengucapkan itu chanyeol membungkukkan kepalanya pada joonmyeon dan setelahnya segera menyusul baekhyun.

chanyeol menemukan baekhyun yang sedang menatap langit yang sudah berwarna warna menjadi jingga. chanyeol mengampiri baekhyun dan memeluk baekhyun dari arah belakang.

baekhyun tersentak saat merasakan tangan kekar memeluk tubuh mungilnya tapi baekhyun seketika lega saat ia mencium aroma parfum yang sangat dikenalnya

"chanyeol..."

chanyeol hanya berdehem menjawab baekhyun sambil menaruh dagunya pada pundak sempit baekhyun

"terima kasih."

chanyeol tahu baekhyun akan melanjutkan kalimatnya, karena itu chanyeol memilih untuk diam dan membiarkan baekhyun melanjutkan kalimatnya

"terima kasih untuk semuanya, aku tidak tahu harus berterima kasih dengan cara apa-"

"jadilah kekasihku, baek" baekhyun terkejut saat mendengar kalimat tiba-tiba yang chanyeol ucapkan, namun baekhyun kemudian tersenyum jahil.

"bukankah kita memang sudah menjadi sepasang kekasih? aku kira setelah aku mengatakan aku mencintaimu,kau sudah menanggapku kekasihmu, ternyata tidak ya?" chanyeol membalikkan tubuh baekhyun dan memandang wajah baekhyun

"astaga, baek. bukan begitu maksudku, kau tahu kan aku belum pernah memintamu secara langsung menjadi kekasihku. sungguh, aku sudah menanggapmu kekasihku sejak kau menyetujui untuk menjalani ini denganku. aku pikir hanya aku yang menanggapmu kekasihku"

baekhyun terkekeh kecil dan mengusap lembut rahang tegas chanyeol

"mianhae, aku terlihat jahat padamu,hm?." chanyeol menggelengkan kepalanya dan memegang tangan baekhyun yang berada di rahangnya

"aku mengerti dengan keadaanmu, baek. jangan menyalahkan dirimu" baekhyun tersenyum lembut pada chanyeol.

"jadi...kau sekarang kekasihku,hm?" baekhyun tertawa mendengar pertanyaan chanyeol dan menanggukkan kepalanya.

"maaf, karena baru memberimu jawaban sekarang" chanyeol mengecup bibir tipis baekhyun cepat

"jangan meminta maaf lagi, aku benci mendengarnya, arrachi?" baekhyun terkekeh dan menanggukkan kepalanya.

chanyeol mengenggam tangan baekhyun dan membawa baekhyun kearah parkiran rumah sakit, baekhyun harus istirahat karena yeoja mungil itu sudah sangat terlihat lelah meskipun ia masih mencoba tersenyum.

sehun menatap appanya dan tersenyum, sehun tengah menggantikan pakaian joonmyeon setelah tadi ia membersihkan tubuh appa nya itu. sehun teringat akan rencana kepergiannya dan ia berniat meminta izin appanya.

"appa, aku akan pergi ke china beberapa hari kedepan, baekhyun dan chanyeol akan menemani appa." sehun menjeda kalimatnya dan kembali tersenyum lembut "aku ingin menemui seseorang disana dan aku berjanji akan membawa seseorang itu bertemu appa. aku janji" joonmyeon menanggukkan kepalanya tanda ia menyetujui kepergian sehun

"jja, appa sekarang sudah tampak lebih baik" sehun terkekeh melihat hasil kerjanya, ini kali pertama sehun memandikan dan mengganti baju appanya karena sebelumnya perawat rumah sakit yang memandikan appanya tapi hari ini sehun bersikeras untuk menggantikan tugas perawat tersebut.

joonmyeon benar-benar merasa bersyukur karena penyakit ini ternyata membuat anak-anaknya kembali padanya. meskipun joonmyeon melakukan kesalahan pada eomma sehun, tapi sehun dengan berbesar hati bisa menerimanya dan kini bahkan sehun mau merawatnya.

"tidurlah appa, appa harus beristirahat." sehun membantu joonmyeon untuk tidur diatas ranjang rawat inapnya.

joonmyeon menatap wajah sehun, sehun berwajah campuran antara ia dan minseok. joonmyeon meneteskan air matanya .

sehun yang melihat appanya meneteskan air mata tiba-tiba merasa panik

"waeyo, appa?, apakah ada yang sakit?" sehun menampakkan raut khawatirnya

joonmyeon menggelengkan kepalanya dan berusaha mengeluarkan kalimat dari bibirnya meskipun sulit "g-go-gomawo.." joonmyeon mengatakannya dengan air mata yang masih mengalir deras

sehun tersenyum kecil "ini memang tugasku appa. jangan meminta maaf dan berterima kasih lagi appa, aku melakukannya karena aku ingin. aku anak appa, bukankah itu normal jika seorang anak merawat appanya?" sehun menjeda kalimatnya

"aku ingin kita memulai hidup yang baru tanpa mengingat masa lalu kita, bisakah appa?" sehun tersenyum tipis. joonmyeon terlihat menangguk kecil pada putranya

"jja, appa benar-benar harus istirahat. aku akan mematikan lampunya agar appa bisa tidur dengan nyaman" sehun beranjak dari tempat duduknya untuk mematikan lampu ruang inap tersebut

"selamat malam appa" .

baekhyun terlihat berlari didalam bandara incheon, baekhyun menyapukan pandangannya kesembarang arah.

baekhyun menemukan sosok yang dicarinya dan berlari setelahnya.

"oh sehun.." sehun terkejut saat mendengar suara yang sangat dikenalnya tersebut dan sehun makin terkejut saat melihat baekhyun dengan wajah berantakannya ada dibelakangnya sekarang.

"apa yang kau-"

"kenapa kau pergi lagi? kau bilang kau akan disini bersamaku dan appa? tapi kenapa kau pergi?" baekhyun bertanya menuntut

"kau berniat meninggalkanku dan appa lagi? kau berbohong padaku oh sehun!" sehun tersentak karena bentakan baekhyun.

baekhyun memang langsung pergi kebandara saat chanyeol bilang sehun akan pergi ke china hari ini, baekhyun tidak habis pikir dengan keputusan sehun.

"hey, dengarkan aku dulu-"

"dasar pembohong!" baekhyun menatap sehun dengan terluka

"dengarkan aku dulu byun baekhyun!" sehun balik membentak baekhyun.

baekhyun yang mendengar nada tinggi sehun hanya terisak pelan, baekhyun tidak peduli dengan pandangan yang dilayangkan orang-orang yang ada disekitar mereka

"aku hanya akan pergi sebentar, ada seseorang yang ingin aku temui. aku janji akan kembali secepatnya kesini, aku tidak akan meninggalkan appa saat kondisi appa seperti ini" sehun menjeda kalimatnya dan membawa adiknya ini dalam dekapannya

"aku tidak akan meninggalkanmu dan appa, aku bahkan tidak memiliki niatan seperti itu. aku akan membawa luhan kemari setelah ini" baekhyun terisak di pelukan sehun dan mendongak menatap sehun

"luhan? siapa?" sehun tersenyum lembut

"kekasihku. aku akan mengenalkannya pada kalian." baekhyun menangguk mengerti dan melepaskan diri dari pelukan sehun.

tepat setelah pelukan antar kedua saudara itu terlepas, terdengar pemberitahuan bahwa pesawat yang ditumpangi sehun akan segera berangkat. sehun kembali memeluk baekhyun dan mengecup puncak kepala adiknya ini.

"jaga dirimu baik-baik dan aku titip appa, hubungi aku jika terjadi sesuatu" sehun melepaskan pelukannya, baekhyun menangguk mengerti

sehun membalik tubuhnya dan berniat melangkahkan kakinya namun saar mendengar kalimat singkat baekhyun, langkah sehun terhenti

"aku akan merindukanmu, oppa" sehun membalikkan tubuhnya untuk menatap baekhyun

"kau memanggilku apa baek?" sehun terlihat tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.

baekhyun tersenyum dengan mata sembabnya "sehun oppa, kakakku"

sehun kembali memeluk baekhyun sambil berucap 'gomawo baek, gomawo'.

baekhyun berhasil mengalahkan egonya, baekhyun merasa lega karena bisa memperbaiki hubungannya dengan sehun, seperti yang appa nya inginkan.

setelah acara saling memeluk selesai, sehun melambaikan tangannya pada baekhyun sebelum pergi dan baekhyun hanya tersenyum sambil ikut melambaikan tangannya pada kakaknya itu.

luhan benar-benar merindukan sehun, namja albino itu tidak pernah lagi menghubungi luhan. hal itu membuat luhan memikirkan hal yang tidak-tidak namun luhan berhasil menepis pikiran negatifnya itu.

"mungkin sehun sedang sibuk, lagipula sehun sudah lama tidak menemui appa dan eommanya. jangan berpikiran negatif, xi luhan" luhan berbicara dengan dirinya sendiri

"tapi aku benar-benar merindukanmu, oh sehun" luhan berujar sendu

malam ini luhan memutuskan untuk menginap di apartemen yang biasa ia dan sehun gunakan, karena ia sangat merindukan sehun dan hanya apartemen ini yang membuat luhan merasa sehun berada didekatnya setidaknya banyak kenangan yang sehun dan luhan lakukan disini.

luhan menghela nafas lelah dan ia memutuskan untuk mengistirahatkan tubuhnya yang akhir-akhir ini terlihat semakin kurus. setelah sehun pergi, nafsu makan luhan nampak menurun dan mempengaruhi berat badannya.

luhan memposisikan tubuh mungilmya diatas ranjang berwarna putih bersih itu, luhan memejamkan matanya. setidaknya hanya dengan tidur luhan bisa melupakan rasa rindunya pada sehun.

luhan hampir menyapa dunia mimpinya namun luhan tiba-tiba terbangun dari tidurnya karena ia merasakan tangan kekar yang memeluk perut ratanya dari arah belakang.

"siapa ka-" ucapan luhan terhenti saat ia mendengar suara yang sangat dirindukannya

"aku pulang, Lu" itu sehun dan ini benar-benar sehun, luhan rasanya ingin menangis sekarang, luhan benar-benar merindukan sosok yang sedang memeluknya ini.

"aku merindukanmu.." bisik sehun

luhan membalikkan tubuhnya "aku lebih merindukanmu" cicit luhan

sehun terkekeh dan kemudian menatap luhan dengan tatapan seriusnya "maaf karena tidak menghubungimu, terlalu banyak yang terjadi di seoul. maafkan aku"

luhan menggeleng pelan "aku mengerti, jadi apakah semuanya berjalan lancar?"

sehun menangguk dan mendudukkan dirinya "aku sudah berjanji untuk menceritakannya setelah aku pulang, kan?" luhan bangkit dan duduk untuk menghadap sehun dan kemudian menanggukkan kepalanya

"aku akan bercerita dan jangan memotongnya sebelum aku selesai, arrachi?"

"cepatlah oh sehun."

sehun kembali terkekeh "baiklah, dasar tidak sabaran"

sehun memulai ceritanya. namja itu bahkan tidak melewatkan satupun, ia menceritakan semuanya pada luhan.

"begitulah yang sebenarnya terjadi" sehun mengakhiri sesi ceritanya dan menatap luhan yang masih menampakkan raut tidak percaya nya.

"kau terkejut,eoh?"

luhan tersadar dari pikirannya dan menatap sehun "bagaimana bisa kau menyembunyikan ini dariku selama 5 tahun, eoh? kau!jinjja oh sehun" luhan terlihat kesal pada namja di depannya ini

"aku hanya tidak mau kau memandangku dengan tatapan kasihan, lagipula aku tidak ingin membuatmu khawatir" ucap sehun lembut

luhan kembali terdiam menatap sosok di depannya ini "aku juga sudah berjanji untuk memberikan jawaban untuk perasaanmu bukan?" luhan terkejut karena sehun masih mengingat tentang hal itu dan hanya menangguk kaku

"aku akan menjawabnya sekarang"

nafas luhan tercekat saat menunggu lanjutan kalimat sehun

"aku mencintaimu. jadilah kekasihku, xi luhan. " ucap sehun lirih. sejujurnya sudah lebih dari 2tahun ini sehun memendam keinginannya untuk mengatakan hal ini pada luhan, namun sehun ingat dengan janjinya pada dirinya sendiri. ia tidak akan menjadikan siapapun kekasihnya hingga semua yang terjadi antara ia dan baekhyun selesai. setelah keadaan di seoul membaik sehun kembali ke china dan langsung menemui luhan yang memang sedang ada di apartemen mereka.

luhan nampak menatap sehun dengan mata yang berkaca-kaca ,sehun membawa luhan kedalam pelukannya "maafkan aku karena baru bisa mengatakannya sekarang, tapi aku serius dengan ucapanku. tidakkah kau mau menjawabnya?" luhan perlahan melepaskan pelukan sehun dan memegang wajah tegas sehun dengan kedua tangan mungilnya ,luhan mendekatkan wajahnya dan mengecup bibir sehun pelan. sehun cukup terkejut dengan kecupan yang diberikan luhan namun sehun hanya diam dan menantikan jawaban dari gadis didepannya ini.

luhan memundurkan wajahnya dan menatap sehun "ya, untuk ajakan menjadi kekasihmu" sehun terkekeh dan mengecup puncak kepala luhan setelah sebelumnya berhasil membawa luhan kedalam pelukannya.

beberapa bulan kemudian...

keadaann joonmyeon nampak lebih baik dari beberapa bulan sebelumnya, meskipun ia masih belum bisa berbicara dengan jelas tapi ia sudah bisa berkomunikasi dengan baik pada kedua anaknya. baekhyun dan sehun bersyukur untuk itu, setidaknya kondisi appanya sudah lebih baik.

setelah kepergian sehun ke china beberapa bulan yang lalu sehun benar-benar menepati janjinya dan membawa luhan kepada keluarganya. baekhyun menyambut luhan dengan suka cita, kekasih oppa nya itu sungguh cantik wajar jika sehun jatuh hati pada wanita keturunan china ini.

baekhyun sudah benar-benar bisa menerima bahwa sehun dan ia adalah saudara.

hubungan baekhyun dan chanyeol makin terlihat serius dari hari ke hari, chanyeol benar-benar bisa membuat hati baekhyun terbuka untuknya. hubungan mereka menjadi lebih baik, sehun yang mewarisi perusahaan appa mereka dan baekhyun mendukungnya.

"aku tidak mau menjadi CEO, kau saja. lagipula kan kau anak tertua di keluarga ini" elak baekhyun

sehun hanya memutar bola matanya malas "baiklah" sehun berkata pasrah.

meskipun baekhyun masih merasa kurang karena eomma nya tidak ada disampingnya saat ini namun baekhyun tetap bersyukur setidaknya tuhan masih mengijinkannya merasakan kehangatan keluarga lagi untuk kesekian kalinya. baekhyun dan chanyeol masih sering mengunjungi yixing sekedar untuk mengurangi rasa rindu baekhyun pada sosok ibunya tersebut, meskipun chanyeol tidak mengijinkan baekhyun untuk bertatap muka dengan yixing, karena chanyeol takut jika kekasihnya itu kembali menjadi sasaran kemarahan dari sang ibu.

saat ini keluarga byun tengah menikmati waktu mereka. baekhyun memperhatikan mereka dari kejauhan, nampak sehun, chanyeol dan jongin tengah sibuk memanggang beberapa daging di halaman belakang rumah mewah keluarganya. baekhyun memang mengundang kyungsoo dan jongin untuk bergabung dan pasangan itu menerima ajakan itu dengan tangan terbuka. kyungsoo dan luhan terlihat langsung akrab saat pertemuan pertama mereka beberapa jam yang lalu, mungkin karena mereka memiliki hobi yang sama, entahlah. kyungsoo adalah orang yang paling bersemangat saat tahu baekhyun benar-benar memutuskan untuk menjadi kekasih chanyeol, sepupunya.

pandangan baekhyun beralih menatap appanya yang tengah duduk diatas kursi roda sambil kadang-kadang tersenyum kecil melihat tingkah kekanakan dari sehun, chanyeol dan jongin.

baekhyun tersenyum kecil

"aku tidak pernah menyesal dengan masa lalu yang sudah aku alami, aku bersyukur karena hal itu terjadi padaku dan pada akhirnya karena kejadian itu berhasil membuatku menjadi sosok yang kuat, benar begitu bukan?. chanyeol adalah hal yang aku syukuri setelahnya, ia benar-benar berhasil membuktikan padaku bahwa ia berbeda dan ia benar, bahkan chanyeol tidak pernah selangkah pun meninggalkanku di saat terburukku, aku mencintai chanyeol lebih dari apapum yang ada di dunia ini. oh sehun ah! apa aku harus menyebutnya dengan byun sehun? aku merasa lega karena sehun kembali ,meskipun awalnya aku belum bisa menerimanya tapi pada akhirnya dengan tangan terbuka aku menerima sehun, oppa ku. meskipun eomma tidak disini, tapi aku selalu berharap suatu saat nanti saat keadaan sudah menjadi lebih baik. aku akan membawa eomma kembali tinggal disini"

baekhyun tersadar dari pikirannya saat mendengar suara chanyeol "sayang, kemari! dagingnya sudah matang!"

baekhyun menanggukkan kepalanya dan balas berteriak "arraseo, aku akan kesana!" chanyeol terlihat menanggukkan kepalanya

"terima kasih untuk masa depan yang kau berikan padaku park chanyeol, aku mencintaimu" baekhyun tersenyum saat mengucapkannya sebelum berlari menghampiri appa dan kekasihnya.

" i've seen the ugly parts of you, and i'm staying"- park chanyeol to byun baekhyun

END

hahahaha akhirnya berhasil menamatkan ff debut ini, legaaaaaaaa~~~~~~~~…

gimana endingnya? kurang memuaskan? wkwkwk maaf ya kalo emg kurg memuaskan hehe. semoga feelnya dapet.

terima kasih untuk readers yang setia nunggu updatean ff ini, aku terharu hehe padahal juga ini ff debut dan aku yakin masih banyak kekurangan tapi ngeliat reaksi kalian aku jadi teharu wkwkwk *lebay dikit, buat yang review terusssss ff ini terima kasih banyak yaaaaa duh gabisa disebutin satu-satu hehe, siders juga terima kasih yaaa karena menyempatkan waktunya buat baca ff ini. maaf jika ff final chapter ini ada typo karena lagi kerja jadi ga sempet edit, kasian ya hari minggu aku masih kerja wkwk *curhat dikit.

oke, intinya aku bener2 berterima kasih untuk kalian semuaaaaa~~~~ *chu. aku janji di ff yang lainnya nanti aku bakal nulis lebih baik lagi, jadi di tunggu ya karya aku selanjutnya hahahaha.

see you on the next ff! *deep bow :)