Cerita sebelumnya:

"Inilah Nen senjata pembunuh yang mematikan, Sekarang aku tanya apa alasan kalian ingin mempelajari Nen? Uchiha-san, Hyuuga-san" delik wanita paruh baya itu ingin mengetahui alasan sebenarnya.

"Awalnya sih tujuanku ingin berterima kasih kepada Uzumaki, karena dia sudah menolongku sebelumnya saat aku terluka terkena senapan api dan saat beberapa anak berandalan dari sekolah lain mencoba membunuhku sebelumnya, tapi semakin kesini aku membutuhkan kekuatan ini untuk melindungi diriku sendiri dan untuk melindungi Hinata!"

"Sasuke-kun" tersenyum senang mendengar perkataan sahabatnya.

"Lalu denganmu, Hyuuga-san?"

"Alasanku sama seperti Sasuke-kun sebelumnya. Kami diselamatkan oleh Uzumaki-kun dua kali, tapi alasan pribadiku adalah aku ingin mempelajari Nen yaitu karena ingin menjadi wanita yang kuat agar tidak menyusahkan orang lain disekitarku dan aku ingin bisa berguna untuk membantu Uzumaki-kun!"

"Hinata" kagum pria itu mendengarkan perkataan temannya.

"Seperti dugaanku, dia menyukai Naruto-kun" batin Kurenai merasa senang atas jawaban muridnya, tersenyum datar hampir tak terlihat bagi kedua orang tersebut.

"Baiklah, Sekarang aku tanya apa yang kalian rasakan saat ini?!"

"Seperti ada sebuah tekanan, tapi seperti tidak ada yang menganggu" jawab pemuda bermata onix itu berkata, Hinata hanya mengangguk menyetujui ucapan Sasuke.

"Karena aku tak memiliki niat jahat kepada kalian. kepekaan yang luar biasa padahal caranya saja tidak tahu, mereka pasti bisa merasakannya dengan insting. Nen adalah energi yang terpancarkan dalam tubuh manusia, karena itu efeknya akan terasa jika digunakan kepada manusia. Dalam arti buruk ataupun baik, jika seseorang yang tanpa persiapan hanya dengan aura saja bisa membunuh orang itu dengan seketika! Kita juga harus menjadi pengguna Nen juga"

"Berarti Nen harus dilawan dengan pengguna Nen juga ya?" tanya Hinata memastikan.

"Benar, untuk melindungi tubuh kalian dari serangan lawan, kalian Harus memiliki Ren yang kuat berasal dari tubuh kalian, kalau tidak!" ujar wanita bermata ruby merah itu yang meletakkan tangan kanannya didinding. Seketika dinding hancur retak dengan kerusakan yang cukup besar. Mata mereka berdua yang menyaksikan kekuatan Nen sebenarnya dibuat bungkam dan tak berkutik akan dahsyatnya kekuatan yang mengerikan tersebut.

"Tubuh kalian akan hancur berkeping-keping seperti ini, bagaiman apa kalian masih ingin mempelajari Nen?" tersenyum kecil didepan kedua muridnya.

Masashi kishimoto

Naruto x Hinata dll

Rated : T

Genre : action, romance, slice of life, school. dll

Warning : OOC, ejaan tidak sesuai EYD, banyak kata-kata membingungkan, pengulangan dan salah.

Inspirasi : Saya pinjam dulu cerita hunter x hunternya Togashi-san.

Chapter 4 : Pengakuan X Yang X Sebenarnya

Remake

Mengetahui kebenaran kekuatan Nen yang menakutkan, pilihan berada pada kedua anak muda itu, pernyataan yang ditunjukkan oleh guru mereka membuat muridnya sulit untuk berkata.

"Bagaimana? Jika kalian tidak mampu menguasainya kalian akan terbunuh!" ujar sang guru memberikan pilihan, menyudutkan kedua muridnya untuk mundur dalam batinnya.

"Aku siap!"

"H-hinata kau serius? Kau lihat sendiri resikonya adalah kematian bagaimana jika kita gagal dan mati, pikirkan dengan kepala dingin-…"

"Gomenasai, Sasuke-kun aku mungkin memang sedikit bertindak egois, tapi… jika aku tak memiliki kekuatan ini semua yang berada didekatku akan dalam bahaya. aku tahu kita sudah ditolong oleh Uzumaki-kun dua kali. Maka dari itu kali ini aku tidak mau merepotkanmu ataupun Uzumaki-kun!"Kata gadis bersurai biru legam kehitaman itu dengan iris mata serius dan tidak mau mundur kembali.

"Dia gadis yang luar biasa" Kagum wanita paruh baya itu memahami tekad Hinata.

"Ha! Aku kalah darimu Hinata, baiklah aku akan ikut denganmu kali ini!" jawab Sasuke setuju dengan Hinata. Mendapatkan jawaban sahabatnya membuat dirinya senang.

"Sepertinya kalian tidak akan mau mundur setelah peringatan yang kuberikan, baiklah aku akan mengajarkan Nen!"

"Eh, benarkah?"

"Tunggu Hinata, ada satu hal yang tidak kumengerti, mengapa sekarang Yuhi-sensei ingin memberitahu hal yang sebenarnya tentang Nen?!" perasaan curiga Sasuke membuat Hinata pun berpikiran sama seperti temannya.

"Um,… aku memiliki alasan pribadi. pertama aku menyetujui apa yang dikatakan Hyuuga-san memiliki Nen adalah fungsi salah satu untuk melindungi diri sendiri dan bisa digunakan untuk menolong orang lain juga, Kedua aku yakin Nen kalian akan bangkit setelah ini, Ren kalian sangat luar biasa itulah yang kurasakan! Ketiga aku sudah mengetahui kalian akan datang padaku, saat Naruto-kun menolong kalian di taman hiburan dan saat dikelas, itulah sebabnya aku berdiam diri tak mengatakan apapun untuk memperhatikan kalian"

"Erk!? Kalau begitu kenapa tidak bilang dari awal saja, sampai memohon segala kami berdua untuk minta diajari Yuhi-sensei, dasar penguntit!" Kesal Sasuke.

"Alasannya sederhana, sangat menyenangkan bisa bermain dengan orang lain, Tapi aku punya alasan lainnya, Kalian pasti menyadari berita yang sudah tersebar beberapa bulan ini bukan"ujar Kurenai sambil melipat kedua tangannya menjadi satu pada dadanya.

"Tentang beberapa wanita yang menghilang kah?" tebak Hinata asal.

"Benar, mereka adalah penjahat yang mengincar gadis muda sepertimu, Hyuuga-san. itulah alasannya aku akan mengajari kalian Nen bukan sebagai sumber kekuatan saja, tapi sebagai pertahanan diri, Apa kalian siap menerima konsekuensinya?"

"Kami siap"

"Tapi perlu kalian tahu, mempelajari Nen membutuhkan waktu yang lama sekitar setengah tahun dan kepekaan kalian dalam menguasainya"

"Kalau begitu mustahil. Kami berdua tidak bisa menguasai Nen untuk membela diri, jika ada orang lain yang berbuat jahat kepada kami berdua seperti sebelumnya"

"Yuhi-sensei, apakah tidak ada metode menguasai Nen dalam waktu cepat?" tanya Hinata langsung the point.

"Um, ada sih. Tapi terlalu berbahaya untuk kalian yang belum mengenal Nen sama sekali, metode dengan cara paksaan"

"Apa dengan cara itu bisa berhasil?"

"Ini tergantung kalian bisa memahami Nen atau tidak, jika kalian menginginkannya? aku akan mengirimkan aura kepada kalian yang disebut Hatsu. mirip seperti yang aku lakukan barusan, tentu saja kekuatannya tidak akan sebesar tadi, tapi tetap saja cara ini sangat berbahaya. akan kukirim aura pada kalian berdua untuk membuka Shouko kalian"

"Shouko?"

"Seperti titik saraf ya" sahut Sasuke.

"Benar titik keluar jalan aura, sejumlah Shouko didalam kalian selama ini tertutup dan dibiarkan diam sehingga aura tidak bisa keluar dengan bebas. Biasanya Shouko dibuka secara perlahan-lahan dengan cara meditasi"

"Meskipun dengan cara paksaan bukankah jika bisa membangkitkan dengan cepat itu lebih baik bukan" Kata Hinata membenarkan.

"Tetap saja ini teknik rahasia yang disebut Keihou. Jika bukan orang terlatih dan memiliki niat buruk. Kalian akan mati! Lepaskan pakaian luar kalian dan menghadaplah kebelakang!"

"Ada apa Hinata?"

"I-itu, apakah aku harus membuka bajuku s-sekarang, m-maksudku d-didepan Sasuke-kun? A-aku malu s-sensei"

"H-hei! Jangan asal bicara .A-aku juga sadar diri tahu!" gerutu pria surai raven hitam itu karena temannya berpikir dirinya mesum.

"Huh… ambillah kaosku dikamar sekarang! Dasar murid yang merepotkan" Hinata pun segera mengganti baju seragam sekolahnya dengan kaos hitam tipis dan kembali ketempat latihan Sasuke pun melakukan hal yang sama seperti Hinata hanya mengenakan kaos dalaman.

Merasakan sensasi tekanan yang tak biasa, keringat mengalir perlahan dari kening mereka sedikit demi sedikit, menahan rasa panas yang tidak biasa pada umumnya.

"Panas sekali, seperti didekat api unggun saja rasanya"

"Aku masih sanggup jika seperti ini!"

"Kumulai!" Kurenai mengalirkan Hatsu kepada mereka berdua, tubuh mereka yang terkejut seperti dipukul benda keras pun berteriak dengan sangat kuat, memejamkan mata mereka menahan rasa sakit.

"Buka mata kalian dan lihatlah saat ini Shouko diseluruh tubuh kalian keluar sudah terbuka! Auranya sudah terlihat jelas bukan!" ujar Kurenai, memperhatikan kedua muridnya yang terkesima melihat derasnya aura mereka.

"I-ini Nen ku, uap saja" gumam hinata.

"Aku merasa badan ku ringan sekali, tapi apa tidak berbahaya jika keluar sebanyak ini?!" tanya sasuke memastikan.

"Jika keluar sebanyak itu sampai habis. Kalian akan mati. Ikuti intruksiku ambillah kuda-kuda sambil mengeluarkan tekad untuk menyimpan aura dalam tubuh kalian, tutup mata dan ambillah posisi yang paling mudah bagi kalian, lalu bayangkan aura itu bagaikan darah mengalir dari kepala kalian menuju tangan kebadan lalu kekaki, lalu bayangkan aura itu seperti berpendar menyelimuti kalian" timpal Kurenai.

"Anak-anak macam apa mereka ini? tanpa diajari mereka mampu menguasai Ten dalam waktu singkat! Padahal sikap badan natural adalah hal yang sangat sulit, tapi mereka hanya diberikan satu kali petunjuk langsung mengerti" terkejut melihat kemampuan bakat kedua muridnya.

"Bukalah mata kalian secara perlahan, apa yang kalian rasakan?"

"Seperti memakai baju hangat" Kata Hinata, Sasuke mengangguk setuju.

"Baiklah. Kalian sudah berhasil menguasai Ten yang merupakan dasar dari empat ajaran Nen itu sendiri, sekarang hilangkan Ten kalian sesuai dengan yang kukatakan sebelumnya. Tenangkan pikiran dan bayangkan aura itu berhenti atas kehendak kalian yang menggunakannya" perlahan Nen mereka menghilang, kembali menjadi normal sepeti biasanya.

"Huh… akhirnya kita berhasil Hinata-…"

"Hinata kau tidak apa-apa?" Sasuke yang khawatir pun menahan tubuh Hinata yang hampir jatuh kelantai.

"A-aku baik-baik saja, hanya sedikit kelelahan saja. i-istirahat yang cukup nanti akan pulih kembali kok"

"Apa kau yakin?"

"Apakah yang namanya Nen itu sangat mudah dikuasai seperti ini? Tidak! Kedua anak inilah yang istimewa, t-tapi entah mengapa aku sangat takut-… Eh" tersadar dari lamunannya yang dipanggil oleh Sasuke berulang kali.

"Sensei, ada apa? Kenapa anda melamun?"

"Ah, tidak ada apapun. baiklah cukup sampai disini saja untuk hari ini. besok kita akan melakukan latihan pengenalan tipe Nen kalian"

"Baik"

"Boleh kutanya? Apakah orang tua kalian tidak khawatir pulang tengah malam seperti ini?"

"Tidak tua kami sedang pergi keluar kota, karena ada tugas diluar"

"Oh, orang tua kalian saling mengenal ya" Kurenai mengantarkan mereka sampai depan pintu rumahnya.

"Arigatou Yuhi-sensei. Kami izin pulang dulu"

"Hati-hati dijalan"

"Naruto-kun, teman-temanmu merasa iri denganmu. terutama Hyuuga-san dia memiliki keinginan tekad kuat seperti baja, benar-benar gadis jujur yang sangat polos" terkekeh melihat sifat murid wanitanya. Memasuki rumah kembali menguncinya dan segera tidur kembali.

NARUTO_DREAM_POV_ON

Pemuda surai itu berjalan melangkahkan kakinya hingga sampai disebuah taman. Pria itu pun duduk disana disebuah ayunan taman bermain, mendorongkan tubuhnya kebelakang dan bergerak maju mundur alat bermain itu, perasaannya masih terasa orang dewasa mendatangi anak muda itu dan berdiri didepan Naruto.

"Ada apa?Apakah anda punya urusan denganku?"

"Kau sudah dewasa Naruto"

"Apa maksud anda?" tak mengerti ucapan pria dewasa didepannya.

"Maafkan kami menjadi berdua, Naruto,"

"Tunggu kalian siapa? Tolong jawab pertanyaanku-… huh?" perubahan lokasi yang berada ditaman tiba-tiba berganti background yang terlihat hitam gelap gulita hanya sebuah cahaya putih pada pijakan kakinya yang terlihat berwarna.

Beberapa perkataan kebencian, ketakutan dan kemarahan terdengar jelas bagi pemuda surai kuning itu yang terus menahan suara memuakkan dan mengesalkan bagi Naruto.

"Kau hanyalah anak yatim piatu tahu, enyahlah dari hadapanku"

"Dasar monster, pergi dari sini!"

"Jangan mendekati kami!"

"Diam kalian semua!" teriak Naruto yang tak tahan menahan ocehan memuakkan mereka, lantai bumi hitam itu retak berkeping-keping membuat pria itu terjatuh kedalam lubang tak bertepi.

NARUTO_DREAM_POV_END

"Jangan mendekat! Pergi kalian semua!... pergi!" mendengar teriakan pemuda itu yang tidak tenang pada pagi hari, membuat wanita paruh baya itu memasuki kamar Naruto dan mencoba menyadarkan.

"Uwaaah-…" Naruto pun tersadar dari teriakannya, ditemui wanita disamping murid surai blonde itu yang menampar pipinya dengan kuat, rasa panas masih bersarang pada pipi kanannya, air mata mulai berkumpul pelupuk matanya, jatuh membasahi wajahnya,

"Ada apa Naruto-kun?" tanya Kurenai khawatir.

"A-aku minta maaf, K-kurenai-sensei.Aku takut!" jawab Naruto pendek.

"Tenanglah Naruto-kun, apa yang sebenarnya terjadi, mungkin aku bisa membantumu"

"A-aku tak tahu dua orang dewasa itu sensei, mereka selalu menganggu kehidupanku, t-tidak hanya itu mereka semua selalu menghantuiku.A-aku takut sensei!" isak pria itu tak bisa menahan dirinya untuk bersikap kuat.

"Tenanglah Naruto-kun, aku ada disini"

"Psikologinya benar-benar buruk, aku tahu kau terluka dan dikhianati sampai dirimu dipanggil monster, tapi hatimu masih penuh cinta, tapi kau masih merasa ketakutan dan tidak mau mempercayai siapapun. Emosimu yang kacau dan bergejolak, seperti awan badai yang bergemuruh dan berputar-putar" batinnya memperhatikan pemuda itu dan memeluknya, menenggelamkan kepala pemuda itu pada dadanya.

"Last in memoriam" membangkitkan kemampuan Nen kurenai dan menunjukan semua ingatan Kurenai pada Naruto.

KURENAI_FLASHBACK_ON

Matahari mulai petang dalam kegelapan menandakan sang pemilik malam dan bulan yang akan bertugas sekarang, berada dilokasi yang sama, rumah yang ditempati oleh sepasang kekasih yang bekerja sebagai Hunter, terdapat pembicaraan didalam rumah, diruang tamu terlihat sosok sama seperti yang berada dalam mimpi Naruto.

"Jadi apa keputusanmu? Asuma" tanya pria menunggu.

"Aku akan ikut dengan anda, Minato-san"

"Kalau begitu, aku juga akan ikut Asuma-…"

"Tidak boleh! Kau harus tetap disini Kurenai" sela Asuma memotong pekataan istrinya.

"Kenapa?!"

"Kumohon mengertilah, situasi ini sudah sangat berbahaya bagi masyarakat. Lagipula aku tak ingin bayi kita bermasalah"

"Tapi.." ucapan wanita itu diabaikannya.

"Kapan kita berangkat?" tanya Asuma kembali.

"Malam ini, Asuma-kun" jawab Kushina singkat.

Mereka berdua pun sepakat dan mulai mempersiapkan barang-barang yang diperlukan dan berkumpul ditempat yang dijanjikan, tengah malam sepi dan tenang. Mereka bertiga berkumpul kembali didepan rumah pemilik bernamakan Sarutobi.

"Berhati-hatilah kalian semua" kata Kurenai mengingatkan.

"Aku berjanji akan kembali setelah ini" Asuma mencium dahi kurenai dan mulai beranjak pergi bersama Crime Hunter berpangkat double, langkah kaki wanita surai merah itu terhenti.

"Kurenai, aku punya satu permintaan. jika suatu hari nanti anakku tiba disini. Tolong awasi dia dan jangan beritahukan keberadaan kami berdua, mengerti" ujar Kushina dengan nada yang sulit dideskripsikan.

"Aku mengerti"

KURENAI_FLASHBACK_OFF

"Kenapa anda membohongiku, Kurenai-sensei?!" Naruto hanya menahan kekecewaan dan kekesalannya, karena wanita paruh baya itu menyembunyikan rahasia darinya.

"Sumimasen, aku tidak ingin dirimu terlibat dalam pertarungan ini. aku tidak ingin kehilangan siapapun lagi! Hidupku sangat hancur ketika mengetahui bahwa Asuma telah tewas, Aku tidak ingin hal buruk terjadi padamu, itulah sebabnya aku berbohong akan hal ini padamu-…" ucapannya tercekat karena melihat pemuda itu memakai baju dan jaketnya dan segera menuju kedepan pintu.

"Kau mau kemana, Naruto-kun?"

"Aku akan pergi dan menghancurkan Akatsuki!"

"Hentikan! Aku tidak akan membiarkanmu pergi!" ujar Kurenai yang sudah berada didepan pintu keluar.

"Jangan mencegahku, minggir!"

"Jika kau masih ingin pergi, terpaksa akan kupatahkan kedua kakimu dan akan kubunuh kau ditempat ini sebagai seorang penjahat! Kau tidak mengerti yang kau lakukan hanya akan mengantarkan nyawamu dengan sia-sia, kemampuanmu dalam menggunakan Nen belumlah sempurna dan kuat. Bersabarlah sedikit lagi aku akan mengajarkan semua apa yang kubisa untukmu. Kumohon tenangkan dirimu Naruto-kun!" mohon Kurenai dengan nada terdengar parau yang tak tega. Naruto yang tertekan dan bingung pun meninju tembok disampingnya hingga memerah, rasa sakit tergiang dalam inderanya, namun ditepiskan oleh pemuda bermatakan biru sapphire.

"Sumanai Kurenai-sensei"

"Arigatou, Naruto-kun. aku berjanji akan membuatmu kuat bersama temanmu, Hyuuga-san dan Uchiha-san!"

"Apa maksud anda sensei, temanku?"timpal Naruto tak mengerti.

"Tentu saja teman sekelasmu, kau pikir siapa lagi? Um"

"Kurenai-sensei, mengapa kau membiarkan mereka mempelajari Nen? Aku tak menyukai mereka berdua, tak berbeda jauh dengan temanku yang berada disekolah lamaku sebelumnya! Aku tak mempercayai mereka sama sekali-…"

"Karena mereka orang yang baik menurutku! sela Kurenai memotong perkataan muridnya.

"Naruto-kun, dengar. aku bisa memahami dan mengerti apa yang kau rasakan saat ini, tapi perlu kau tahu semua manusia pasti membutuhkan orang lain, karena manusia itu bagaikan sebuah bunga. Suatu hari nanti akan layu dan mati, maka untuk menutupi kekurangannya bunga itu harus mencari tempat yang subur dan memiliki banyak kawanannya yang sejenis dengan bunga itu untuk hidup, sama hal-nya dengan manusia maka untuk menutupi kekurangannya itu kita perlu orang lain yang bisa memahami diri kita. Mungkin sulit untukmu saat ini, tapi akan tiba waktunya kau akan menemukan orang seperti itu dalam hidupmu. Kau sudah mengerti" ujar Kurenai menasihati Naruto, mengangguk setuju akan perkataan pengawas sekaligus guru.

"Istirahatlah, besok jam 10. aku akan mengajarkanmu tentang tahap pengembangan Hatsu"

"Baik Sensei"

"Kurenai-sensei" panggil Naruto.

"Ada apa?"

"Aku benar-benar berterima kasih, karena kau sudah mengawasiku. aku merasa tenang sekarang, rasanya seperti aku memiliki Ibu saja, ah-… lupakan saja ucapanku yang tidak jelas ini" ucap Naruto dengan semu diwajahnya dan bergegas masuk kamarnya. Terdiam dan terhanyut dalam kata-kata pujiannya.

Disebuah ruangan rahasia

"Bagaimana Orochimaru?"

"Mereka memiliki kemampuan yang berbeda dari pengguna nen pada umumnya, setiap luka yang terjadi pada mereka berdua akan melakukan regenarisasi penyembuhan yang cepat. Kemudian Nen mereka sangatlah spesial, wanita surai merah panjang itu memiliki kemampuan yang berbeda-beda pada setiap jarinya, jika kulihat dia bertipe gugenka dan untuk yang laki-laki diapun bertipe gugenka dan menerapkan Hatsu pada pisau belati berkepala tiga, tapi aku masih belum mengetahui carra kerjanya.

"Baiklah, terus lakukan analisa kemampuan mereka" anak buah berkulit putih itu hanya mengangguk menurut dan beberapa kaki tangan Akatsuki muncul yang berjumlah dua orang menghadap kepada pimpinan muda surai orange. Mata cokelat intensnya tersenyum datar melihat kehadiran yang dikenal.

"Kupikir kau tidak akan kembali, Sasori"

"Aku tidak akan mengkhianati anda, Yahiko-san. Maafkan aku karena tidak bisa menyelesaikan misi anda sebelumnya. semua karena dirinya, kalau saja aku bisa menyingkirkannya!" kesal Sasori mengingat pria yang menganggu rencananya.

"Aku sudah mendengar itu, kuberikan kesempatan kedua dan kali ini jangan gagal. Mengerti" ujar pimpinan dengan nada datar, Sasori hanya mengangguk menurut mematuhi perintah mutlak sang ketua. Kehadiran seorang pria surai hitam panjang mendekati mereka.

"Aku sudah mendapatkan informasi tentang orang yang anda cari, tapi aku belum bisa menemukannya" ucap Itachi yang muncul bersama rekannya dan mulai menyampaikan informasi.

"Lalu?"

"Dia bernama Uzumaki Naruto, dia bersekolah diSMA Tokyo" sontak ucapan itu membuat Sasori geram mengingat wajah dan namanya yang tidak akan pernah hilang dalam ingatannya. Suara gemerincing besi rantai yang mengikat kedua orang dewasa paruh baya itu terhenti sesaat membuat yahiko tersenyum tipis memahami akan sesuatu pada tamu spesial mereka.

"Pimpinan, maaf jika aku menyela. Bolehkah aku meminta saran"

"Saran? Apa maksudmu"

"Aku tahu anda orang yang sangat menyukai ketegangan dalam bertarung dan menyukai lawan kuat, tapi bisakah aku membunuh orang bernama Uzumaki Naruto dengan tanganku sendiri, semua dendam dan kemarahanku tidak akan pernah surut dan hilang sebelum aku membunuh dirinya"

"Jangan gegabah Sasori dia lawan yang kuat, kau masihlah sangat lemah darinya-"

"Aku akan membawa wanita muda untuk Conan-san, sebagai persembahan untuk anda. Aku orang yang sangat egois Yahiko-san, jadi biarkanlah aku pergi dan menghabisinya atau aku bisa membawa wanita muda disini yang memiliki kekuatan seperti kita"

"Kemana arah pembicaraanmu?"

"Hyuuga Hinata, dia orang yang sebelumnya akan kubawakan sebagai persembahan untuk menghidupkan Conan-san, namun rencanaku gagal karena Uzumaki Naruto. Aku tahu kepribadian Hinata yang tidak mau merepotkan siapapun, itu berarti cepat atau lambat dirinya akan mengenal Nen untuk pertahanan diri bukan. Maka dari itu aku akan menggunakan kesempatan ini merebut Hinata dan menyerahkannya kepada anda"

"Baiklah lakukan rencanamu sekarang dan kalian boleh pergi dari tempat ini" mereka semua menghilang dari tempat yang terlihat berantakan untuk sebuah para penjahat. Pimpinan muda itu mendekat kearah tamu spesialnya.

"Ada apa tamu istimewaku, apakah kalian terganggu dengan pembicaraan kami?" kata Yahiko dengan nada dingin.

"Aku hanya merasa bosan berada disini selama beberapa tahun disini, mengapa kau tidak membunuh aku saja biar diriku bebas" sahut wanita itu dengan nada lebih dingin.

"S-sakit… dengar aku ini orang yang baik, aku akan membunuh kalian saat mengetahui potensi kekuatan Nen kalian yang luar biasa. jadi tak perlu terburu-buru bagi kalian untuk mati cepat Minato-san, Kushina-san"

"Aku sudah tahu semuanya, Uzumaki Naruto adalah anak kalian berdua bukan. Ini akan menjadi pertemuan nostalgia beberapa tahun dan akan kubunuh anak kalian dihadapan kalian berdua"

Mereka berdua terdiam terpaku mendengar tuturan kata Yahiko, yang mengintimidasi mereka berdua. Perasaan sedih tersirat dari wajah mereka berdua.

"Jackpot, tepat sesuai dugaanku" tersenyum dingin dengan santai melihat ekspresi kedua orang itu khawatir kepada anak semata wayangnya.

To be Continue…

Dictionary Nen

Ten : menyelimuti tubuh dengan aura.

Ren : mempertegas / memperkuat nen dengan memancarkan aura dengan kuat.

Zetsu : menyembunyikan aura sementara/menghilangkan aura keberadaan.

Hatsu : aura sudah meluap dan memfokuskan pada satu titik target kearah yang dituju.

Tipe nen ada 6 :

-Kyouka : memperkuat aura, tanda air didalam gelas akan meluap/menambah.

-Henka : mengubah aura menjadi sesuatu (api/petir/tanah/angin/air), tanda air didalam gelas memiliki rasa tertentu.

-Gugenka : mewujudkan sesuatu dengan aura, tanda air didalam gelas air menjadi lebih jernih.

-Hoshutsu : melepaskan nen dari tubuh, tanda air didalam gelas akan berubah warna.

-Sousha : mengendalikan sesuatu dengan aura, tanda daun didalam gelas yang berisi air akan bergerak sendiri.

-Tokushitsu : apa saja bisa mencakup 5 nen yang ada/spesialis.

Teknik pengembangan nen :

Gyo : memusatkan aura pada mata untuk melihat kemampuan orang lain.

In : hampir sama dengan zetsu hanya lebih kuat dalam penyamaran/menyembunyikan auranya.

En : membuat aura melebar dengan kapasitas yang bisa dijangkaun oleh si pengguna agar mengetahui letak orang lain yang menggunakan zetsu.

Shu : lanjutan dari ten atau mengalirkan sesuatu pada benda untuk memperkuat benda tersebut.

Ken : teknik bertahan untuk memusatkan pada titik tertentu yang bisa menyebabkan kerusakan fatal dalam pertarungan.

Ko : hampir sama dengan ken tapi hanya ditekankan dalam menyerang gabungan dari . Gabungan dari Ten dan Ren.

Ryu : hampir sama dengan gyo tapi lebih tinggi tekniknya, biasanya digunakan untuk mengatur kekuatan sipengguna nen dalam mengeluarkan jumlah aura.

Sudah pahamkah minna, jadi mohon maaf jika kurang bagus dan ada beberapa typo kata yang salah. Arigatou gozaimasu