Halo minna-san maaf jika saya baru muncul kembali. Wajar orang sibuk
#dilempar_panci_hehe… langsung saja deh daripada makin bingung.
Tes..secara tiba-tiba sasuke merasakan sebuah tetesan air mengenai mukanya begitu pun sakura.
"Apa ini"gumam sakura merasakan pipinya basah.
"lihatlah kedepan sakura"jawab sasuke.
Sakura terkejut karena melihat tetesan air tersebut berasal dari tangisan uzumaki naruto yang berlari didepan sasuke dan sakura.
"naruto-kun, naruto"batin sasusaku bersama merasakan rasa sakit naruto.
Disclaimer : Masashi kishimoto
Pairing : naruhina,sasusaku serta semua karakter masashi kishimoto
Rated : T
Genre : action, romance, slice of life, school. dll
Warning : OOC, ejaan tidak sesuai EYD, banyak kata-kata membingungkan dan salah, dll
Inspirasi : hunter x hunter.
Chapter 11 : fights.
KAKASHI DAN GUY POV.
Dua pria melihat sahabat lama nya dengan tatapan yang sangat dingin.
Tak…sebuah lompatan obito mulai mulai menyerang lebih dahulu ke kakashi dan guy.
"bersiaplah guy"ujar kakashi memperingatkan.
"aku tahu"jawab guy.
Kakashi mencoba menendang obito tapi obito menendangnya lebih cepat..buuaghh, tendangan tersebut membuat kakashi terpental dan menabrak pohon-pohon hingga hancur.
"kakashi"panggil guy.
"akan ku kalahkan kau…hiaaat"ujar guy mulai memukul obito, tapi guy masih kalah cepat dengan obito karena membuat tubuhnya menembus. Obito dengan cepat mengerakkan tangannya dan menangkap tangan guy.
"kali ini kau tak kan bisa kabur"gumam obito mulai menghisap guy.
SRUUUP… sebuah lubang hitam muncul.
Guy pun terkejut karena tak bisa melarikan diri cengkraman obito dan mulai terhisap.
"kakashi sekarang" teriak guy.
Crasssh… sebuah serangan berhasil melukai obito telak dititik vital jantungnya, guy yang awalnya hampir terhisap akhirnya gagal.
"a-apa b-bagaimana b-bisa…uhuk…uhuk…"gumam obito yang terluka cukup parah dijantungnya dan bingung dengan apa yang terjadi.
"hah… hah… kaminari" gumam kakashi mengarahkan petir kearah obito seperti tombak yang bisa memanjang.
"begitu kah, jadi dia hanya sebagai pengalih saja ya"batin obito melihat kearah guy, sedangkan guy hanya tersenyum kecil.
"a-aku rasa kali ini, aku akan mati dan menyusul rin"batin obito memandang langit.
Kakashi pun menghentikan nen nya dan mulai mendekati obito.
"kalian menang melawanku. kakashi, guy. A-aku rasa a-aku akan mati disini d-dan menyusul rin, s-selamatkan m-minato sensei"gumam obito diakhir kata dan akhirnya menutup mata dihembusan kata-kata terakhirnya, tubuh obito pun akan jatuh ketanah yang kasar dan keras.
GREEP… pelukan dari sang sahabat menahan tubuh tak bernyawa itu tidak terjatuh.
"O-obito, gomen" gumam kakashi yang menahan obito agar tidak jatuh ketanah yang kasar melihat temannya yang sudah tak bernyawa karena kakashi membunuhnya.
"kakashi"gumam guy yang merasakan kesedihan kakashi sebagai teman rivalnya.
TEN GODFATHER POV.
Saat semua orang berfokus untuk menerobos masuk kedalam gua sebuah parit seperti shikigami menyerang dari belakang secara tiba-tiba mengarah kearah sasuke, sasuke yang tidak mengetahui itu tak bisa menghindar dengan cepat.
"SASUKE-KUN MENUNDUK" teriak sakura yang mengetahui serangan tersebut dan menyelamatkan sasuke dengan menjatuhkan diri ketanah untuk menghindari serangan tersebut.
Braak…parit tersebut pun menancap di tembok-tembok gua.
"kau tidak apa-apa sasuke-kun"tanya sakura.
"h-hai aku baik-baik saja, arigatou sakura"jawab sasuke.
"he'em"gumam sakura mengangguk menjawab penyataan sasuke.
"a,…aaah hampir saja aku berhasil"teriak seseorang dari belakang rombongan ten godfather.
"baka sudah kubilang ikuti perkataanku dulu hidan" jawab pria bermasker hitam yang kesal terhadap teman nya yang maniak akan agama.
"iya-iya aku tahu itu, oh… ternyata banyak juga ya, ayo kita bersenang-senang pasti dewa jashin akan senang dengan persembahan ini" ujar hidan mulai mendekap kalung dan berdoa sebentar.
"kau ini memang berisik aku muak dengar pernyataanmu tentang dewa jashin, bisa kah kau tak melakukan ritual bodoh mu itu,hn"ujar kakuzu masih kesal.
"berisik aku akan membunuh mereka dan akan kujadikan persembahan dewa jashin"jawab hidan lalu menarik kembali senjatanya yang menyatu dengan tali yang terhubung ke pengguna nya.
Braaakk…tak dan berhasil ditangkap oleh hidan.
"ayo kita bunuh mereka, pasti harga organ tubuh mereka mahal" ujar kakuzu.
"baiklah - baiklah" jawab hidan.
"minna pergilah biar aku yang urus mereka"ujar tsunade.
"aku juga akan membantu tsunade-sama"ujar kurenai.
"baiklah kalau begitu, ayo kita pergi"ujar hashirama dan sisa rombongan pun menghilang dalam kegelapan.
"ayo kita mulai"gumam hidan yang merasakan darah segar didepan mereka.
GODFATHER POV.
Tak…tak…tak… semua orang sedang berlari melewati lorong-lorong gelap yang hanya ditemani penerangan lilin gelap saja dan sampailah disebuah 4 persimpangan jalan. Hashirama pun memberi kode untuk berhenti.
"dari sini kita akan berpisah, aku, madara akan mengambil jalur lurus"ujar hashirama.
"baik lah kami akan ke kiri"jawab sakura.
"lalu bagaimana denganmu naruto kau tetap ingin satu tim dengan sakura atau dengan kami-…
"aku kekanan, aku pergi duluan" jawab naruto yang langsung menghilang dilorong yang gelap.
"hn, bocah yang bersemangat, ayo hashirama"ajak madara ke hashirama sesudah melihat naruto pergi.
"hai, berhati-hatilah kalian berdua sasuke, sakura" ujar hashirama lalu pergi dengan madara.
"ayo kita juga pergi sasuke-kun, k-kenapa sasuke-kun?"tanya sakura ke sasuke yang hanya diam saja melihat kepergian naruto
"t-tidak apa-apa, ayo"ajak sasuke mencairkan suasana.
"hai"jawab sakura.
"kau harus selamat naruto"batin sasuke.
"sasuke-kun"batin sakura yang sedikit khawatir.
SESEORANG SEDANG MENGAWASI MEREKA.
"aku harus laporkan ke yahiko-sama"batin zetsu yang sebelumnya bersembunyi lalu menghilang kembali.
HIRUKURE DAN TSUNASHIZU POV.
Dua tim sedang mencoba melawan dua anggota akatsuki yang berada didepannya.
"hmm, akhirnya aku bisa memberikan persembahan lagi untuk dewa jashin, lawanku yang sebelumnya sangat tidak menarik membuatku cepat bosan, serta membuatku terbatuk-batuk karena asap hitamnya, dia itu orang atau gurita sih-…"ujar hidan merengangkan badannya yang seolah-olah pegal.
"diamlah hidan"ujar kakuzu.
Kurenai yang mendengar itu langsung marah mendengar pernyataan hidan.
"j-jadi kau yang membunuh asuma-kun"tanya kurenai dingin.
"oooh, siapa kau?"tanya hidan.
"aaaah, aku tau kau pasti kekasihnya ya, tak kusangka kau akan datang kesini, apa kau mencoba membunuhku" tebak hidan dan mulai memancing emosi kurenai.
"A-AKU A-AKAN MEMBUNUHMU DISINI..."teriak kurenai yang tak rela asuma dihina hidan.
"KURENAI TENANGLAH"panggil hiruzen membuat kurenai bungkam.
"jangan terbawa emosi karena keegoisanmu sendiri, aku pun merasakan hal yang sama"ujar hiruzen.
"cukup basa-basinya ayo serang kakuzu"ujar hidan sedangkan kakuzu hanya mengangguk.
"mereka datang"ujar tsunade.
Wuuussh…wuusssh..wuuush… menghindari serangan dari parit besar berwarna merah yang siap mencincang daging manusia.
Tak…tak…tak….sebuah pukulan mencoba melukai dengan bertahan dan menyerang.
"a-apa kau marah padaku, aku menghabisinya dengan sangat menyenangkan bagaikan kelinci percobaan, hahaha"ujar hidan masih dalam kondisi menyerang sedangkan hiruzen dan kurenai mencoba menghindari semua serangan tersebut.
"a-aku tak akan memaafkanmu"ujar kurenai mengarahkan pukulannya karena emosinya tak terkontrol.
Sedangkan hidan hanya tersenyum licik, hiruzen yang menyadari itu mencoba memperingatkan kurenai.
"kurenai, mundur"ujar hiruzen tapi tak diterima oleh kurenai.
Kurenai tak mengetahui bahwa hidan sudah menyembunyikan sebuah tombak dibelakang mencoba memukul hidan, tapi gagal alhasil hidan berhasil menghindari serangan musuh dan berhasil melukai kurenai dengan tombak nya.
"kena kau"batin Hidan menyerang dengan tombaknya yang berada dibelakang punggungnya.
Kurenai yang melihat itu terkejut karena tak menyadari itu,…crasssh…sebuah luka berhasil mengenai muka cantik si mata ruby tersebut…
kurenai pun mencoba mundur untuk menjaga jarak.
"cih hampir saja, hanya luka kecil"gumam kurenai.
"hahahaha…, kau akan mati disini, dewa jashin aku akan memberikan persembahan untuk anda, dengarkan lah teriakkan dan rasa sakitnya"ujar hidan lalu mulai menjilat darah kurenai ditombak yang digunakan untuk menyerang sebelumnya.
"apa maksud perkataannya?"batin hiruzen melihat kearah hidan.
Hiruzen dan kurenai melihat hidan sesaat terkejut karena secara tiba-tiba warna kulitnya berubah menjadi hitam pekat seperti tinta.
"dengan ini syarat pertama terpenuhi, sekarang…crash..tik…tik…tik…" gumam hidan lalu melukai dirinya sendiri darah pun akhirnya terjatuh ketanah dan membuat sebuah diagram.
"apa yang dia lakukan"batin hiruzen dan kurenai bersama.
"selesai, lihatlah ini"gumam hidan.
crash… senjata tombak hidan menancap disebuah telapak tangan sang pemiliknya sendiri.
"akkhhrrg,ittaaai, a-apa yang terjadi kenapa tanganku sakit sekali"ujar kurenai terkena seperti serangan tapi tak dilukai secara langsung dan secara tiba-tiba darah keluar dari tangan kurenai, betapa terkejutnya kurenai.
"kau tidak apa-apa, kurenai"tanya hiruzen dan terkejut melihat kurenai sudah terluka ditelapak tangannya padahal dia tak diserang secara langsung.
"tak mungkin bagaimana bisa"batin hiruzen.
"b-bagaimana b-bisa"gumam kurenai berkeringat karena terluka ditangannya lalu melihat kearah hidan.
"bagaimana dengan kumotsu shi ku, sakit kah, tapi ini akan menjadi lebih menyakitkan lagi dari yang sebelumnya" ujar hidan lalu mengoyak-ngoyakkan tombaknya kedalam perut nya sendiri kesegala arah.
"AKKKHRRGHH…"teriak kurenai kesakitan.
TSUNADE DAN SHIZUNE POV.
"KURENAI" panggil tsunade yang melihat kurenai terduduk kesakitan.
"apa yang kau lihat" tanya kakuzu yang sudah ada didepan tsunade, tsunade yang melihat itu terkejut.
buuuaaaghhh…sebuah pukulan berhasil mendarat diperut tsunade….membuatnya terlempar ketanah.
"tsunade-sama, sialan kamu. Rasakan ini yodukuna kokuen fuuh"ujar shizune lalu menyemburkan sebuah asap hitam seperti kabut.
Seluruh ruangan yang disekitar shizune dan tsunade menjadi gelap.
"a-apa ini apakah ini, racun kah atau hanya pengalih saja, hn..tidak berguna"ujar kakuzu lalu memakai en untuk mengetahui posisi musuh.
"ketemu kalian"ujar kakuzu lalu mencari posisi tsunade dan shzune berada.
Tsunade-sama, kau tidak apa-apa?"tanya shizune.
"yah, aku baik-baik saja, ittai sakit juga"jawab tsunade mencoba berdiri.
"ketemu kalian"dari belakang shizune"ujar seseorang.
Tsunade - shizune yang melihat itu terkejut karena sudah ada kakuzu yang berada dibelakang mereka berdua. Tak….dua leher pun tertangkap oleh kedua tangan kakuzu.
"ikkhh" pekik tsuna-shizu bersama karena dicekik lehernya.
"aku akan mengakhiri kalian dengan cepat, dan aku akan mengambil organ tubuh kalian"ujar kakuzu mulai menguatkan tangannya.
Tsunade dengan cepat menendang kakuzu, Buuagh…buaagh …buuagh.
"ikkhh, a-apa b-bagaimana k-kau tak terluka?" tanya tsunade tak mengerti sedangkan shizune hanya meringis kesakitan karena dicekik dengan sangat kuat.
"percuma saja, aku bisa membuat tubuhku sekuat besi dan sekuat baja, serangan kalian tidak akan berguna"ujar kakuzu.
"shi-izune"panggil tsunade. Shizune yang paham pun segera menendangnya.
Buaggh…buagh…buagh…
"percuma semua serangan kalian tak berarti" ujar kakuzu kembali.
ikkhh,a-apa k-kau yakin?" tanya tsunade tersenyum.
Beberapa detik kemudian tubuh kakuzu sedikit terkurai lemas merasa ada kesempatan tsunade dan shizune menendang kakuzu bersama.
buaagh…tendangan pun berhasil mengenainya sehingga terpental jauh duaaarrr...menabrak tembok dan terjatuh ketanah.
"a-apa yang k-kalian lakukan ke p-padaku?"tanya kakuzu tak mengerti.
"tenang saja, aku sudah menyebarkan racun kedalam tubuhmu melalui seranganku saat menendangmu tadi, jadi kau akan mati secara perlahan dan nen mu tidak akan berfungsi lagi sama sekali karena racun itu menghancurkan aliran nen hatsu mu"ujar shizune.
"j-jangan-jangan" batin kakuzu baru menyadari bahwa asap sebelumnya itu adalah racun.
"K-KAU"geram kakuzu melihat tsunade dan shizune.
NARUTO POV.
tap…tap..tap..sebuah langkah kaki berjalan dengan cepatnya menuju tujuan misinya yaitu menyelamatkan hinata.
"tunggu aku hinata"batin naruto.
Maaf jika lama, maaf saya kurang sehat sebelumnya jadi harap maklumi …
Mohon reviewnya saja deh. :D
