NARUTO POV.
tap…tap..tap..sebuah langkah kaki berjalan dengan cepatnya menuju tujuan misinya yaitu menyelamatkan hinata.
"tunggu aku hinata"batin naruto.
Hallo minna-san, Ketemu lagi dengan saya kangen gak, rindu gak (diabaikan author), saya mau melanjutkan ff saya mohon dibaca ya, gak dibaca author gak lanjutin … :P
Langsung aja.
Disclaimer : Masashi kishimoto
Pairing : naruhina,sasusaku serta semua karakter masashi kishimoto
Rated : T
Genre : action, romance, slice of life, school. dll
Warning : OOC, ejaan tidak sesuai EYD, banyak kata-kata membingungkan dan salah, dll
Inspirasi : hunter x hunter.
Chapter 12 : New power.
HASHIRAMA & MADARA POV.
Dua orang berambut panjang sedang berlari didalam lorong-lorong gua yang cukup gelap hanya diterangi cahaya lilin saja dalam bunyi langkah kaki mereka.
"ada apa hashirama?"tanya pria dengan suara baritonnya.
"aku sedikit khawatir madara dengan mereka semua terutama uzumaki naruto"ujar hashirama khawatir.
"tenanglah kau terlalu penakut hashirama, naruto bocah yang kuat dia memiliki caranya sendiri seperti muu dan ohnoki begitu pun Ai dan adik nya"ucap madara menyemangati hashirama.
"ya aku rasa begitu, muu dan ohnoki bahkan berkata akan menahan musuh untuk kita semua bersama dengan aid an bee juga "jawab hashirama mengingat yang terjadi sebelum menemukan persimpangan jalan.
#flashback_beberapa_saat_yang_lalu_sebelumnya_ON
Seorang manusia yang sudah ditutupi perban seperti mumi berjalan bersama kelompok yang lainnya, dan terjadi sesuatu yang aneh saat memasuki lorong-lorong gua yang sangat luas.
"hashirama ada yang mengikuti kita"ujar muu.
"begitu kah, baiklah kita berhenti"perintah semua tim.
"en ku sangat jauh sekali jika di banding kan orang ini"batin sakura melihat kearah muu.
"jadi kau sadar ya, gadis kecil"tanya ohnoki.
"h-hai. dan jangan panggil aku gadis kecil aku punya nama tahu haruno sakura, ojii-san hemm"jawab sakura terkejut dengan pertanyaan ohnoki dan tidak terima dengan panggilan ohnoki yang dipanggil gadis kecil.
"hahaha…gomen gomen, dia adalah sensei ku yang paling terkuat dalam en nya. Dia bisa mencapai beberapa ratus meter dibandingkan aku dalam penggunaan en"ujar ohnoki Sedangkan sakura hanya mendengarkan dengan serius pernyataan ohnoki.
Secara tiba-tiba sebuah akar kayu muncul dari semua dinding traaak…traaak … menangkap semua hunter serta melilitnya.
"aku tak akan membiarkan kalian lewat dengan mudah"ujar zetsu yang muncul dari bawah tanah.
"a-apa ini"ujar sakura sesak karena akar tersebut melilitnya.
"arghhh, k-kuso benda macam apa"ujar sasuke lalu memotong akar tersebut dengan pedangnya yang dialiri nen.
Sriiiing…sriiing… tebasan pedang tersebut membuat semua hunter terlepas.
"bagus sasuke"ujar hashirama terbebas.
Naruto mencoba mengaktifkan nennya untuk melawan musuh yang muncul didepannya.
"bocah, biarkan aku yang melawan nya"ujar muu.
"apa kau yakin bisa mengalahkannya oji-san"tanya naruto.
"tentu saja aku bisa mengalahkannya dan jangan panggil aku oji-san tapi muu dasar anak menyebalkan, biarkan aku yang urus dia, bukankah kau kesini ingin menolong pacar mu itu"tanya muu.
Naruto yang mendengar itu terkejut dan merona sedikit membuang muka atas pernyataan muu.
"ahahaha… kau lucu sekali jika sedang malu, pergilah aku akan menahan dia untuk mu" jawab muu.
Naruto yang mendengar ucapan muu pun menghilangkan nen nya lalu mulai pergi.
"baiklah, arigatou muu-san"ujar naruto lalu pergi lebih dulu dari yang lain.
"na-naruto-kun cot-to mate,hufft… dasar, Ayo sasuke-kun kejar dia"kesal sakura karena naruto pergi sendirian lalu mengajak sasuke mengikuti naruto.
"aku serahkan padamu disini muu, ohnoki, muu" ujar hashirama mengejar naruto dan yang lainnya.
"berhati-hatilah"ucap madara.
Semua orang meninggalkan muu dan ohnoki yang akan bertarung dengan zetsu.
"tidak akan kubiarkan kalian pergi" ujar zetsu membuat klon nen berbentuk manusia menyerupai manusia ikan dan menghalangi hashirama yang akan pergi.
WUUUSH,… DUAAAR. Sebuah pedang diarahkan ke hashirama.
TRAAANG… pedang yang akan diarahkan musuh ke hashirama pun berhenti.
"kerja bagus bee" jawab Ai.
"tentu saja brother" jawab bee.
"hashirama-sama, pergi lah kami akan menghadang mereka" ujar Ai.
"b-baiklah" jawab hashirama menyusul madara dan yang lainnya.
Mereka pun menghilang didalam kegelapan gua.
"ohnoki, bantu aku"gumam muu.
"tentu"jawab ohnoki.
"kita mulai bee" ujar bee mengaktifkan nen nya.
"ok, brother" jawab bee.
#flashback_off
"hashirama…hashirama"panggil madara.
"ah,..h-hai ada apa?"tanya hashirama yang baru sadar dari lamunannya.
"seriuslah sedikit saja kau tidak serius kau akan mati, ayo lebih cepat"ujar madara.
"go-gomen,hehe… baiklah" jawab hashirama menambah kecepatannya seperti bayangan sesaat…
HIRUZEN DAN KURENAI POV.
Seorang wanita paruh baya sedang terluka ditangannya yang disebabkan oleh seseorang pembawa sabit dari akatsuki. Kurenai hanya memandangnya dengan tatapan sinis khawatir.
"bagaimana gadis kecil huh…apakah itu sakit aku rasa itu belum seberapa, bagaimana dengan ini….jleeb"ujar kakuzu mengarahkan tombak besinya menusuk ke kakinya yang sebelah kanan.
"AAAKKHHHRGG…H-HENTIKAN"ringis kurenai yang kesakitan.
"KURENAI"panggil hiruzen.
"bagaimana cara dia melukai kurenai padahal aku ada didekatnya, tapi aku tak merasakan sebuah serangan kesini, atau jangan-jangan itu.."batin hiruzen mencoba berpikir menolong kurenai dan hiruzen mengetahui akan suatu serangan yang mengenai kurenai sebelumnya diwajahnya.
" mungkin darah, aku rasa seperti itu cara kerjanya kalau sudah begitu"batin hiruzen mengeluarkan nen.
Muncullah tongkat besi yang cukup besar.
"kau memanggilku hiruzen"tanya tongkat tersebut.
"yah bantu aku enma"ujar hiruzen.
"baiklah"jawab enma.
"hoshimamani" ujar hiruzen membuat tongkatnya memanjang kearah hidan.
"apa itu" gumam hidan melihat sebuah benda hitam kearah hidan dengan cepat.
Buaaaghh…hidan pun terpental dari diagram lingkaran tersebut dengan kerasnya menabrak tanah.
"ittaiii,….sakit sekali"gumam hidan yang terlempar akibat serangan hiruzen .
"benar dugaanku, dia hanya bisa menyerang ketika didalam diagram itu menyakiti kurenai, jika memang serangannya itu bersifat permanen seharusnya ketika terkena tongkatku ini kurenai juga mendapatkan efek samping juga, aku rasa hanya aku yang bisa melawannya"batin hiruzen.
"kurenai biar aku saja yang melawannya, kau sembuhkan saja lukamu itu"ujar hiruzen maju kedepan.
"h-hai hiruzen-sama"ringis kurenai mulai menggunakan shu untuk mengobati dirinya sendiri.
"huh…sungguh menyebalkan aku akan membunuh mu juga-
"bersiaplah kau" ucap hiruzen memotong perkataan hidan.
"a-apa dia mulai menyerangku" gumam hidan melihat sebuah tongkat dengan cepat mengarah kearah hidan.
DUUUAAAAR….tongkat pun menghantam tanah dengan kasarnya membuatnya langsung berlubang dengan besar.
"hampir saja aku terkena serangannya tersebut, jika aku tak waspada mungkin badanku sudah tembus"batin hidan melihat serangan hiruzen yang kuat.
Trang…trang… trang…sebuah sabit besar saling beradu dengan tongkat besar.
"hem..kau hebat juga kakek tua"ucap hidan.
"arigatou atas pujianmu"jawab hiruzen dengan senyum angkuh.
"tapi kau akan mati disini"ujar hidan .
Trang…. Trang dengan sengitnya mereka bertarung.
"aku harus berhati-hati. Karena dia membutuhkan darah sebagai syarat penggunaan aktif nya nen milik nya, sepertinya aku harus membunuhnya dengan cepat"batin hiruzen.
KURENAI POV.
"ikhh,… lukanya benar-benar lambat dalam penyembuhan nen ku"ringis kurenai.
Tap…muncul dua orang yang sudah berada dibelakang kurenai, kurenai pun mencoba melihat kebelakang.
"tsu-sunade-sama, shizune"gumam kurenai yang melihat kedatangan dua orang yang dikenalnya.
"kau tidak apa-apa kurenai?"tanya tsunade.
"h-hai"jawab kurenai.
"dimana sarutobi-sensei?"tanya tsunade.
"dia sedang bertarung dengan anggota akatsuki yang menggunakan sabit mata tiga disana."ujar kurenai memberitahu tahu tsunade.
Tsunade dan shizune melihat kearah hiruzen dan hidan yang sedang bertarung.
"baiklah, shizune cepat sembuhkan kurenai, aku akan membantu saratobi-sensei"ujar tsunade lalu menghilang dengan seketika.
"baiklah, berikan tanganmu kurenai biar aku yang mengobatimu"ucap shizune.
"h-hai" jawab kurenai merasa malu.
HIRUZEN POV.
"dia lawan yang tangguh juga aku harus membuat menghentikan tongkatnya yang besar itu, lalu menyerangnya"batin hidan.
Traang…traang…pertarungan dengan sengit membuat hiruzen menghabiskan banyak nen.
"kurang ajar kekuatannya benar-benar besar sekali. meskipun aku bisa dikatakan level hunter beast, tapi aku sudah mulai kelelahan karena terlalu banyak menggunakan nen dan usiaku yang tua juga, k-kalau seperti ini aku bisa mati sewaktu-waktu" batin hiruzen yang sedikit mulai khawatir.
Trang… hiruzen yang sedang bertarung tak fokus karena mulai kelelahan, membuat senjatanya terlempar dari genggaman tangan.
"g-gawat"gumam hiruzen.
"MATI…, KAU KAKEK TUA…"ujar hidan.
Crash… sebuah luka telah terjadi, hiruzen hanya menutup mata akan kepasrahannya,tapi… pria tua itu sama sekali tak merasakan sakit dan mencoba membuka mata nya.
"k-kau"gumam hiruzen tak percaya.
"maaf jika aku terlambat sensei, tapi dengan ini semua selesai"ujar tsunade.
Tik…tik….tik… sebuah darah mengalir dengan irama yang beraturan seperti tetesan air hujan.
"T-TEMEEE,… DASAR PENGANGGU"ujar hidan yang terluka akibat serangan tsunade dijantung hidan.
"sensei, biarkan aku yang urus sisanya"ujar tsunade tersenyum.
"b-baiklah"jawab hiruzen.
"aku akan mengakhirimu disini"ujar tsunade dingin.
"hem, jangan sombong kau perempuan sialan, aku ini tidak bisa mati meskipun kau menghancurkan jantung ku sekali pun…."ujar hidan angkuh.
"ooh… benarkah kita lihat saja"gumam tsunade.
"a-apa maksudmu?"tanya hidan mendengar pernyataan tsunade yang membingung kan.
Tak sebuah kepala diambil dengan kasarnya dari sebuah leher pria akatsuki itu.
"a-apa dia mengambil kepala ku dengan mudah"gumam hidan tak percaya karena kepala dan badan hidan sudah terlepas.
"sayounara"ujar tsunade dingin.
Crash…satu kepala itupun hancur berkeping-keping dengan kasar bahkan sampai tengkorak kepalanya hancur tanpa sisa. Bruuk tsunade pun ambruk karena kelelahan.
"huh…huh…akhirnya selesai juga"hela tsunade.
"h-hai, arigatou tsunade"jawab hiruzen dan tsunade hanya mengangguk mendengar jawaban hiruzen.
KURENAI POV.
Seseorang wanita umur 25 tahun sedang mengobati temannya yang terluka akibat pertarungan melawan akatsuki, suasana yang awalnya hanya diam akhirnya kurenai mencoba mencairkan suasana.
"a-arigatou, shizune"ujar kurenai.
"tentu, ini sudah tugasku juga untuk menolong orang lain"jawab shizune.
Beberapa saat terdiam akhirnya kurenai bertanya kembali.
"e-etoo, bagaimana kau bisa melawan anggota akatsuki dengan cepat shizune?"tanya kurenai tiba-tiba.
"oh, itu kami menggunakan racun untuk melawan musuh, sebelum kita datang kesini aku membuat racun bersama tsunade-sama yang mematikan untuk membunuh melawan akatsuki, racun itu kami buat untuk menghancurkan system syaraf otot dan aliran hatsu keluarnya nen, jadi meskipun musuh itu bisa dikatakan hunter pro atau hunter beast jika sudah masuk aliran darah, maka cepat atau lambat orang itu akan terbunuh"ujar shizune.
"begitu kah"gumam shizune merasa lemah dihadapan shizune.
"kamu tak perlu khawatir kurenai, aku pun dulu pernah merasa lemah dan kalah dari orang lain, jadi tak perlu kamu pikirkan ya"ujar shizune secara tiba-tiba yang seakan mengetahui apa yang dipikirkan kurenai.
"h-hai"jawab kurenai.
TAP…tap..sebuah langkah kaki telah tiba dihadapan kurenai dan shizune.
"kau baik-baik saja kurenai"tanya hiruzen.
"h-hai, aku baik-baik saja, maaf jika aku merepotkan anda"ujar kurenai merasa tak berguna.
"jangan menyalahkan dirimu sendiri wajar jika kau terbawa suasana, kami sudah menghabisi orang yang menggunakan sabit itu"jawab hiruzen.
"begitu yah"gumam kurenai.
Tap..tap..tap…tap..Seseorang telah muncul didepan hiruzen dan yang lainnya.
"maafkan kami jika terlambat"ujar semua orang yang baru muncul.
"kami juga baru selesai, kerja bagus kakashi, guy"ujar hiruzen.
"huh…huh…huh…ayo kita lanjutkan menyusul naruto"ujar kurenai yang masih kelelahan.
"tenanglah kurenai, kita istirahat sebentar sambil menunggu pasukan bantuan tiba, baru kita menyusul yang lain"ujar tsunade.
"baiklah jika seperti itu"jawab kurenai dan yang lain pun mulai beristirahat mengumpulkan tenaga sebentar.
SHKAMARU & TEMARI POV.
Dua orang insan berbeda gender sedang berlari dengan cepat menuju kearah godfather membawa beberapa tim.
"dasar, kenapa kita tak dari awal saja mengikuti mereka shikamaru. Ini gara-garamu jadi kita terlambat,dan akhirnya kita ditinggal kan, huuft?"ujar wanita berambut kuning kesal.
"gomen…gomen, habisnya aku mengantuk sekali jadinya kesiangan, jangan marah lagi ya"ujar shikamaru meminta maaf.
"dasar, kamu ini aku itu mengkhawatirkan yang lain tahu apalagi, bocah laki-laki itu"ujar temari mengingat naruto ketika dipertemuan godfather dengan dinginnya berkata dia mau bekerja sendiri.
Temari mulai melamun memikirkan akan kejadian naruto yang meminta untuk bekerja sendiri.
"tenang saja, temari dia itu orang yang kuat, aku bisa merasakan hanya dengan melihat matanya saja, aku merasa dia memiliki kekuatan yang besar" jawab shikamaru serius dan masih fokus kedepan.
"begitukah"tanya temari.
"yah, ayo kita percepat minna"perintah shikamaru.
"hai"jawab beberapa orang dibelakang mengikuti shikamaru dan temari yang didepannya lalu menghilang untuk menambah kecepatannya.
SASUSAKU POV.
Dua insan sedang berlari dengan cepat dilorong-lorong gua yang sedikit penerangannya sampai akhirnya menuju sebuah pintu yang ada didepannya, braak…pintu pun ditendang dengan kasarnya oleh sasusaku dan terlihatlah sebuah ruangan yang cukup luas.
"lama tak berjumpa sasuke"ujar seseorang yang sedang duduk disebuah batu.
"siapa kau, darimana kau tahu namaku?"tanya sasuke dingin.
"oh, jadi tousan dan kaa-san tak memberitahumu ya"ujar seseorang dan tap menghilang dengan cepat dan sudah berada didepan sasusaku.
"cepat sekali"batin sasusaku yang terkejut karena lawannya sudah ada didepan mereka.
Buuuaagh… sebuah pukulan telak berhasil mendarat diperut sakura membuatnya terlempar jauh.
"arrgh"ringis sakura yang mencoba berdiri, tapi tak bisa karena terkena pukulan yang sudah dialiri hatsu dalam jumlah besar oleh itachi membuat sakura kesakitan.
"sakura..sialan kau rasakan ini"ujar sasuke mengalirkan pedangnya dengan nen yang dia ubah dengan petir.
tapi…TAK sebuah tangan berhasil menghentikan gerakan sasuke yaitu lawan yang ada didepannya.
"sasuke aku akan memberitahumu tentang sesuatu" gumam pria berambut panjang itu lalu mulai menanamkan ilusi. Sasuke yang berada disitu tak bisa bergerak karena terkena serangan ilusi musuh.
"SASUKE-KUN,SADARLAH "teriak sakura. Tapi percuma karena sasuke sudah dipengaruhi oleh itachi.
#ILUSI_ITACHI_ON
Sebuah tempat dirumah yang cukup megah, sasuke yang melihat itu cukup terkejut mengetahui rumah tersebut.
"kenapa aku ada disini?"tanya sasuke.
"kau ada didalam ilusiku, sasuke"jawab itachi.
"kau"geram sasuke mencoba mengambil pedangnya lalu menebas itachi.
tapi…wussh…tebasan tersebut gagal karena hanya menembus seperti angin lalu menghilang.
"apa"gumam sasuke.
"percuma sasuke, kau ada didalam ilusi ku berulang kali kau coba percuma saja, ada sesuatu yang ingin ku tunjukkan padamu"ujar pria berambut panjang tersebut.
"apa yang ingin kau tunjukkan padaku?"tanya sasuke dingin.
"sebenarnya kita ini bersaudara sasuke, dan kau sebenarnya otouto ku"ujar itachi.
"a-apa i-itu bohong, otou-san dan okaa-san tak pernah bilang kalau aku punya nii-san, kau pembohong"tanya sasuke tak percaya dengan apa yang dia dengar.
"sudah kuduga, akan seperti ini. Sasuke biarkan aku perlihatkan kebenaran tentang keluarga kita mengapa kau tak mempercayaiku. Lihatlah itu"ujar itachi.
Disebuah rumah yang megah itachi bermain dengan riangnya bersama okaa-san, tapi suatu ketika datanglah danzo yang meminta itachi untuk ikut danzo dikarenakan itachi sangat berbakat dalam pelajaran diusianya yang terbilang cukup muda.
"k-kenapa jadi seperti ini, siapa orang itu?"tanya sasuke melihat semua kenyataan itu dan melihat seseorang yang cukup tua umurnya membawa itachi pergi dari rumah itu.
"dia adalah danzo, dia adalah pimpinanku. Aku bekerja untuk dia untuk menyelesaikan sebuah misi"ujar itachi.
"kita lihat saja yang berikutnya tiba-tiba semua ruangan menjadi terang seperti terkena cahaya putih yang menyilaukan dan tiba-tiba scene berganti ditengah hutan.
Sasuke yang melihat itu tak mempercayainya bahwa itachi dan semua rombongan orang-orang dari akatsuki sebelumnya sedang dikepung oleh pasukan danzo dan kejadian saat itachi melarikan diri sampai dia masuk kedalam gua dan membunuh danzo serta membentuk kelompok akatsuki.
Sasuke yang melihat itu akhirnya terdiam menundukkan diri.
"kau sudah paham kah, aku dihianati oleh danzo, aku akhirnya memutuskan untuk ikut dalam organisasi akatsuki ini"ujar itachi.
"k-kenapa otou-san dan okaa-san tak memberitahu aku tentang ini,lalu kenapa kau bergabung dengan akatsuki?"tanya sasuke yang geram terhadap nii-sannya.
"aku rasa tou-san dan kaa-san tak ingin kau mengetahui misiku ini, maka dari itu dia menyembunyikan kenyataan ini darimu, aku bergabung hanya ingin mengetahui rencana akatsuki, pimpinan sepertinya mengincar uzumaki naruto" ujar itachi membuat sasuke terkejut dengan pernyataan itachi.
"a-apa kau masih ingin melawanku, nii-san"jawab sasuke.
"aku rasa itu tak perlu, aku pasti kalah darimu, aku akan memberikanmu sebuah hadiah, kemarilah?"ajak itachi.
Sasuke hanya menuruti perkataan itachi. Sebuah sentuhan di kening sasuke telah dilakukan oleh itachi.
"apa yang kau lakukan nii-san?"tanya sasuke yang memegang keningnya karena disentuh itachi.
"sekarang cobalah, aktifkan nen-mu itu dan kau akan tahu"jawab itachi.
Sasuke pun hanya menurut dan mengikuti intruksi itachi dan secara tiba-tiba dibelakang pria berambut raven itu muncullah sebuah monster berwarna ungu dengan panah ditangan kirinya.
"sugoooi, apa ini?"tanya sasuke tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"itu susanoo, aku memberikan sedikit kekuatanku untukmu. Aku rasa hanya itu saja yang bisa kuberikan untukmu, aku rasa kita harus berpisah disini?"ujar itachi membuat sasuke terkejut.
"cotto matee, nii-san mau pergi kemana?"tanya sasuke.
"aku akan pergi dengan seseorang, kau harus tetap menyayangi otou-san dan okaa-san sasuke dan tolong rahasia pertemuanku ini denganmu ya, jaa"ujar itachi mulai menghilang dan suasana ruangan tersebut membuat penglihatan sasuke sedikit kabur.
wusssh. sasuke pun kembali ketempat semula yang gelap hanya ada penerangan lilin saja.
"SASUKE-KUN…SASUKE-KUN, AYO BANGUN"ujar seseorang.
"emhhhzz…a-apa yang terjadi sebenarnya?"gumam sasuke baru sadar.
"k-kamu tadi habis terkena ilusi musuh aku berusaha untuk menolongmu tapi… aku tak sanggup…karena serangan orang itu sangat kuat, lalu aku berusaha melakukan penyembuhan pada diriku sendiri sebentar dan orang itu lalu pergi dengan cepat, tapi… syukurlah jika kamu selamat" ujar sakura panjang lebar.
"begitu kah, lalu apakah dia berkata sesuatu sebelum pergi sakura?"tanya sasuke.
"e-etooo, dia hanya m-mengatakan bahwa a-aku harus m-menjagamu, sasuke-kun"ujar sakura merona.
"begitu yah"jawab sasuke dan mencoba berdiri lalu mengeluarkan nen nya dan muncullah monster ungu dengan sebuah panah ditangan kirinya, sakura yang melihat itu benar-benar tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"s-sasuke-kun kapan kamu memiliki ini?"tanya sakura tajub.
"aku mendapatkan ini dari nii-san ku, namanya susanoo"jawab sasuke.
"Eh,... n-nii-san berarti?"tanya sakura terkejut.
"yah orang yang sebelumnya kita lawan itu adalah nii-san ku,sakura"jawab sasuke.
Akhirnya selesai juga, bagaimana pendapat minna-san kurang greget kah/kurang baguskah ya harap maklumi namanya karya manusia gak bisa sempurna 100%.hehe…
Mohon reviewnya saja deh.
