"Eh,... n-nii-san berarti?"tanya sakura terkejut.

"yah orang yang sebelumnya kita lawan itu adalah nii-san ku,sakura"ujar sasuke.

Nengok kanan kiri,hallo minna-san lama tak jumpa dengan author yang super tampan dan bergoyang ini (u pikir squiwad kali) :v

abaikan aja author , saya mau promosi fanfic saya nih,hehe…

semoga gak bosen ya sama saya. :D langsung saja cekidot…

Disclaimer : Masashi kishimoto

Pairing : naruhina,sasusaku serta semua karakter masashi kishimoto

Rated : T

Genre : action, romance, slice of life, school. Super power

Warning : OOC, ejaan tidak sesuai EYD, banyak kata-kata membingungkan dan salah,BANYAK KATA-KATA KASAR dll

Inspirasi : hunter x hunter.

Chapter 13 : hole hearts.

Dua orang sedang berbicara, seseorang pria berambut hitam pekat dan seorang gadis berambut pink sedang mengobrol didalam ruangan yang cukup luas, awalnya mereka berpikir akan bertarung dengan salah satu anggota akatsuki, tapi berbeda dengan apa yang mereka pikirkan. ternyata orang tersebut hanya memberikan sebuah kekuatan baru kepada sasuke. Sakura yang melihat kekuatan baru sasuke benar-benar takjub.

"Kakkoi,... ne sasuke-kun ini kekuatan yang hebat, kau bisa dikatakan hampir sama dengan naruto-kun?"ujar sakura memuji sasuke.

"be-benarkah itu sakura"tanya sasuke sedikit ragu.

"he'em, kau bisa dikatakan memiliki dua tipe nen yang berbeda satu bertipe henka dan satu lagi bertipe gugenka sama hal nya seperti naruto-kun hanya saja dia bertipe kyoka dan tokushitsu berbeda denganmu, aku saja yang level hunter pro setara dengan naruto-kun hanya bertipe tokushitsu. Aku sama seperti kurenai-sensei"ujar sakura.

"begitu-kah, aku rasa ini sudah cukup kuat bagiku"ujar sasuke sedikit bangga dengan apa yang diterima itachi.

"dasar sombong, hemm… kita tak tahu lawan kita seperti apa didepan sana. sebaiknya kita harus cepat menyelamatkan hinata, sasuke-kun"ujar sakura mencoba mencari hinata secepatnya.

"baiklah, ayo kita pergi"ujar sasuke menghilangkan nen-nya lalu berlari menuju pintu berikutnya.

Diruangan altar utama.

"sudah selesai, pimpinan" ujar seseorang berambut panjang berkulit putih.

"bagus orochimaru, dengan ini hanya tinggal menunggu dia, gadis ini sudah tak berguna lagi"ujar yahiko membuang orang yang sudah tak bernyawa lagi.

Bruuuk…dilemparnya jasad yang sudah tak bernyawa tersebut dengan kasarnya.

"sasori kau bisa menggunakannya, jika kau mau untuk melawan tamu yang tak diundang datang kemari"ujar yahiko.

"hai, pimpinan"ujar sasori mengambil jasad tersebut.

"yahiko kapan kita mulai bergerak untuk menangkap uzumaki naruto?"tanya seseorang berambut merah lainnya dengan mata seperti riuk air.

"tenanglah nagato, tak usah terburu-buru cepat atau lambat orang itu akan datang ke kita dan aku sudah mendapatkan apa yang ku mau hanya tinggal tahap terakhir..."ujar yahiko tertawa melihat jasad yang sudah tak bernyawa itu, yang sekarang ini dipegang oleh sasori.

"begitu kah kalau begitu aku akan pergi"ujar nagato.

"aku juga sama"ujar sasori.

"yah"jawab yahiko dan dua orang yang lainnya pun menghilang dengan cepat.

MUUOHNOKI POV.

Empat hunter yang bisa dikatakan berlevel hunter beast, sedang bertarung dengan salah satu anggota akatsuki yang sangat kuat untuk dikalahkan.

"cih, kenapa akarnya tak pernah habis dan kekuatan ini sama dengan kemampuan hashirama-sama"ujar ohnoki kesal karena zetsu selalu mengeluarkan akar yang tak pernah habis.

"jangan banyak mengeluh ohnoki, pertama kita harus menghentikan pergerakan orang tersebut dengan mencari tubuh aslinya" ujar muu menghindari setiap serangan zetsu.

"hahaha… kau pikir bisa mengalahkan dengan mudah seperti yang lain, rasakan ini Mokusei no yari "ujar zetsu mengeluarkan akar pohon yang tajam dipermukaan ujungnya dengan cepat mengarah ke muu dan ohnoki.

"MENGHINDAR"ujar muu.

Brak…brak tembok-tembok gua pun mulai runtuh akibat serangan zetsu yang sangat cepat.

"k-kekuatan yang luar biasa, jika aku tak menggunakan gyo dan peringatan muu-sama aku pasti sudah terbunuh oleh akar tersebut"batin ohnoki merasa lawan yang sekarang lebih kuat daripada sebelumnya musuh-musuh yang pernah dia hadapi.

Ditempat bee dan ai bertarung.

BYUUUR... sebuah ombak besar menyeret bee dan ai, mereka pun terjebak didalam air oleh pria bermuka hiu.

"Percuma saja kalian melawan, penjara air ini tidak akan bisa ditembus dengan api maupun tanah bodoh sekali kalian bisa terjebak oleh perangkap ku"ucap kisame dengan senyum angkuh yang sebelumnya memasang jebakan saat bertarung.

"Arrgh... b-brother bagaimana ini, sialan bakayaro, konoyaro" ringis bee yang terkena jebakan musuh.

"Bee...hiiaaat" teriak ai marah karena adiknya dalam bahaya kemudian mengaktifkan nen nya dalam jumlah besar berupa petir yang menyelimuti tubuhnya.

"Arrgh... l-listrik" gumam kisame tak tahu bahwa musuh akan mengeluarkan kemampuan listrik.

BYUUR... air yang menangkap mereka berdua pun terlepas.

"Sekarang bee" ujar ai.

"Ok, brother"jawab nya mengeluarkan aura juga dan membentuknya menjadi petir sama seperti ai.

"Celaka, aku harus memenjarakan mereka-...

"Double lariat, KO" teriak kakak beradik memukul bersama menembus tubuh kisame dari depan dan belakang, membuat tubuh pria bermuka hiu itu membentuk lubang di jantung dan dihati.

"C-cepat sekali hampir tak terlihat sama sekali oleh ku"batin kisame menyerah.

BRUUUK... tubuh kisame pun jatuh ketanah dan berubah menjadi akar.

"Ternyata dia hanya klon" batin ai sedikit terkejut dan melihat sang adik.

Hah... hah... hah... helaan dari sang adik yang mulai kelelahan.

"Kau baik-baik saja bee?" Tanya ai khawatir.

"Aku baik-baik saja, tapi kita berhasil brother yey" ujar bee senang sambil meminta beradu tinju.

"Yeah" jawab ai memberi tinju ketangan bee juga.

Ditempat ohnoki dan muu bertarung.

"dia menghilang"gumam ohnoki.

"iie, dia hanya brsembunyi untuk menyerang kita saat kita lengah"ujar muu memperingati ohnoki.

"aku akan gunakan EN, ketika musuh sudah ku temukan kau gunakan kekkai agar dia tak melakukan teleportasi yang membuatnya dapat menembus tembok ataupun dinding untuk kabur, kau mengerti ohnoki?"ujar muu.

"baiklah"jawab ohnoki.

"dimana posisinya"batin muu.

Dan secara tiba-tiba serangan akar dari empat arah secara bersamaan dengan cepat mengarah ke hunter beast tersebut.

"MENGHINDAR"ujar muu.

Jleeeb…jleeeb…jleeeb…jleeeb. Akar pohon pun menancap dengan cepatnya.

"cih hanya keberuntungan, tapi yang ini kalian tak akan bisa menghindarinya"batin zetsu memasang kembali serangan.

"ohnoki bisa kau gunakan teknik kekkai mu itu di 6 lokasi yang berbeda?"tanya muu yang masih mencari posisi zetsu.

"tentu aku bisa gunakan?"jawab ohnoki bertanya kembali.

"bagus, aku akan mencari lokasinya dengan pasti dimana dia akan keluar, ketika musuh mengeluarkan serangannya pada saat itu kau gunakan teknik kekkai-mu untuk menangkapnya dengan cepat, kau mengerti?"ujar muu.

"baiklah akan kucoba"jawab ohnoki mulai berkonsentrasi.

Beberapa saat tenang mencari letak posisi musuh dimana dan duaarr….akar yang lancip dengan cepatnya mengarah kearah mereka berdua.

"SEKARANG OHNOKI"perintah muu.

"baiklah, Keimusho no hokori" ujar ohnoki mengarahkan ke 6 tempat yang disebutkan muu.

Sring…sring…sring…sring…sring…sring...semua tempat musuh akan mengeluarkan serangannya tertahan dipenjara debu ohnoki.

"a-apa ini, aku terjebak, tapi ini adalah hal yang mudah"ujar zetsu yang terperangkap didalam sebuah kubus besar didalamnya dan mencoba keluar.

"k-kenapa aku tidak bisa keluar dari sini"gumam zetsu.

"percuma saja, perangkap itu tidak akan bisa ditembus bahkan jika kau bisa memanipulasi kotak tersebut untuk berpindah tempat sekalipun" ujar ohnoki tersenyum menang.

"cih, sialan kalian,keluarkan aku"teriak zetsu meminta untuk dikeluarkan.

"aku akan mengampuni nyawamu jika kau memberitahu siapa nama ketua-mu. kau hanya punya 3 kesempatan"ujar muu dingin.

"aku tak akan menjawabnya"jawab zetsu ketus.

"ohnoki"ujar muu.

Ohnoki yang paham mulai menyusutkan kotak tersebut.

"a-apa yang kalian lakukan keluarkan aku dari sini"ujar zetsu kesal.

"kemampuan nen apa yang dimiliki pimpinan kalian?"tanya muu dingin.

"bunuh saja, aku"jawab zetsu.

"ohnoki"panggil muu. Ohnoki yang mengerti membuat keenam kotaknya menyusut kembali lebih kecil.

"apa tujuan akatsuki yang sebenarnya?"tanya muu kembali.

"masa bodoh dengan perkataan mu"jawab zetsu emosi.

"ohnoki habisi dia"ujar muu. Ohnoki dengan cepat menyusutkan ke enam kotak tersebut secara bersama sampai zetsu yang berada didalam hancur berkeping-keping.

Braaak…duarr…tes…tes…tes… darah pun membasahi arena pertarungan.

"hah…hah…kita berhasil muu-sama"gumam ohnoki kelelahan.

"yah, aku tahu itu"jawab muu melihat darah yang bercecaran di depannya.

"misi kita cukup sampai disini ohnoki, ayo kita pulang kau masih sanggup untuk berjalan"ujar muu.

"hai, tentu saja, lalu bagaimana dengan mereka berdua"jawab ohnoki.

"Biarkan saja"jawab muu.

SASUSAKU POV.

Dua pemuda berbeda gender bersurai permen kapas dan berambut raven tersebut dengan langkah kaki berlari mencoba mencari lokasi dimana hinata berada tapi….

"Sinrai tensei"ujar seseorang dari arah depan sasusaku.

Dengan cepat dorongan angin yang kuat membuat mundur sasusaku…

(kyaaaa…..huaaaa…)teriak sasusaku yang terlempar jauh kebelakang…DUAAR...menabrak dinding yang kasar.

Uhuk…uhuk…dua remaja yang terlempar tersebut terluka akibat serangan mendadak yang sangat kuat itu.

"sa-sasuke-kun, uhuk…uhuk…kau tidak a-apa-apa"ringis sakura batuk berdarah mencoba membantu sasuke.

"a-aku tidak apa-apa,uhuk…uhuk…"jawab sasuke yang batuk berdarah juga.

"oohh, ternyata hanya sekumpulan sampah yang dikirimkan asosiasi hunter kepada kami"ujar seseorang yang muncul dari kegelapan yang berjarak 20 meter dari sasusaku.

"s-siapa kau?"tanya sakura meringgis.

"aku nagato, aku tak akan membiarkan kalian lewat untuk mengganggu rencana yahiko"ujar nagato dingin.

"a-aku tak p-peduli siapa namamu, t-tapi aku harus m-menyelamatkan h-hinata, MINGGIR KAU"ujar sasuke berdiri dan mengeluarkan nen berupa monster berwarna ungu untuk melawan nagato.

"Gugenka kah, ini sama seperti milik itachi, jadi begitu kah dia menghianati kami, tapi aku tak peduli jika kenyataannya seperti itu"batin nagato sedikit terkejut melihat nen milik sasuke.

"RASAKAN INI" teriak sasuke mengarahkan susano nya untuk membidik nagato tepat sasaran dan tak…wusssshh…panah pun mengarah dengan cepat kearah nagato, nagato hanya mengerakkan satu tangan

DUAAAR... Ledakan besar membuat gua akatsuki pun hancur dan terlihatlah cahaya dari matahari yang menyambut mereka dari kegelapan yang sebelumnya hanya berupa penerangan lilin saja.

"apa aku berhasil"gumam sasuke. Asap yang timbul akibat serangan sasuke yang dahsyat pun menghalangi penglihatan sampai semua debu menghilang dan nagato hanya berdiri dengan tenang yang masih mengarahkan tangannya kedepan seperti diawal.

"a-apa bagaimana bisa"ujar sasuke dan sakura yang melihat itu pun terkejut dengan apa yang dilihatnya karena nagato masih berdiri dengan tenangnya.

"cukup menyakitkan juga terkena panah itu"gumam nagato.

"sasuke-kun, kita harus bekerja sama untuk melawan dia"ucap sakura yang mulai berdiri.

"yah"jawab sasuke.

"kalian bocah-bocah yang cukup mengesankan, baiklah aku akan bersenang-senang dengan kalian sebentar"ujar nagato.

"sasuke-kun bersiaplah"ujar sakura sedangkan sasuke hanya mengangguk mengerti untuk bertarung melawan nagato.

HASHIMADA POV.

Tak-tak langkah kaki dua pemimpin terkuat dalam asosiasi hunter untuk melawan pemimpin akatsuki sampailah disebuah tempat singgasana yang mulai hancur. Hashirama dan madara pun telah sampai disebuah ruang altar.

"aku tau kalau kalian akan datang kemari untuk membunuhku, sayang sekali yang datang bukanlah uzumaki naruto, tapi tamu tak diundang lainnya, jika kau memang ingin bertarung denganku. Kita bertarung ditempat lain jangan disini. Aku tak ingin membuatnya terkena serangan pertarungan kita" ujar pria surai orange membelai pipi seorang wanita berambut biru yang tak bernyawa.

Madara dan hashirama hanya saling melihat dan membuat keputusan.

"baiklah jika itu maumu"jawab hashirama.

"ikuti aku"ujar yahiko meninggalkan altar ruangan dan wanita yang tak berjasad tersebut.

"GODFATHER POV.

Semua ten godfather yang habis bertarung dengan anggota akatsuki beristirahat sejenak dan mulai berdiri untuk menyusul naruto dan yang lainnya.

"cukup. kita harus menyusul yang lain untuk membantu mereka, ayo kita berangkat"ujar hiruzen.

"hai"jawab semua orang mulai berlari mengejar naruto dan yang lainnya.

"naruto-kun jangan berbuat hal yang bodoh"batin shizune dan kurenai bersama khawatir memikirkan naruto.

Baru saja berjalan beberapa langkah mereka semua dihadang musuh. Hiruzen yang mengetahui ada musuh memperingati semuanya.

"BERHENTI"ucap hiruzen membuat semua orang berhenti mengikuti intruksi hiruzen.

"SIAPAPUN YANG ADA DISANA CEPAT KALIAN KELUAR!"teriak hiruzen

Musuh pun keluar dari tempat persembunyiannya karena teriak kan hiruzen, membuat semua orang yang melihat dua orang itu sangat terkejut, karena melihat dua orang yang dikenalnya yaitu namikaze minato dan uzumaki kushina.

"t-tidak mungkin kalian masih hidup"gumam tsunade terkejut.

"sensei, kalian masih hidup,syukurlah"ujar kakashi merasa senang.

"ne..minato-san, kushina-san kenapa kalian diam saja?"tanya kurenai

"ada yang aneh, gyo…"batin shizune melihat dua orang tersebut dan betapa terkejut dengan apa yang dilihatnya.

"minna mereka bukan orang yang kalian kenal, mereka dikendalikan"ujar shizune

"a-apa maksud-...

buagh... buagh… buagh...gerakan cepat dari sosok pria bersurai kuning membuat semuanya terkejut karena sudah berada didepannya dan menendang semua orang.

"Hiraisin"gumam minato.

"aaakhrrrghhh, c-cepat sekali dia"ujar shizune dan semua orang mulai berdiri untuk melawan minato dan kushina.

Secara tiba-tiba,…Brak….brak…brak….sebuah rantai keluar dari bawah tanah dan dinding tanah..criing..criiing bunyi irama rantai yang menari menangkap semua orang.

"chain retsraint" gumam kushina memperlihatkan nen sebuah rantai dari tangan kanannya.

"cih dia memakai in, pantas saja kami tak mengetahui posisi serangannya, sekarang harus bagaimana" batin tsunade kesal karena tertangkap oleh rantai nen milik kushina.

"minato-san, kushina-san apa kau tak mengenal kami semua, kenapa kalian melakukan ini,sadarlah kumohon" ujar shizune.

"percuma shizune, dia dikendalikan seseorang"ujar tsunade.

"apa maksudmu tsunade-sama"tanya shizune.

"cobalah kau lihat sekali lagi teknik yang lebih tinggi dari gyo"ujar tsunade dan shizune hanya melakukan apa yang dikatakan tsunade.

"RYU"batin shizune memfokuskan 80 persen nya kemata dan 20 persen menyelimuti seluruh tubuh.

"monster a-apa itu, kenapa seperti ini"gumam shizune tak percaya bahwa nen nya berbeda dengan nen orang biasa yang dikendalikan, tapi kali ini oleh sebuah monster boneka.

"sousha level 2"gumam tsunade.

Wusssh…dengan cepat minato sudah berada didepan tsunade.

"TSUNADE-SAMA,IKKHH…KENAPA TAK MAU TERPUTUS"teriak shizune mencoba menghancurkan rantai kushina dengan hatsu 100%.

"Shinigami"gumam minato memunculkan sebuah monster nen yang membawa pisau besar dimulutnya.

"i-itu, hentikan sensei kau bisa membunuh tsunade-sama"teriak kakashi mencoba melepaskan diri dari lantai yang menangkapnya.

Saat akan mau mengambil arwah dalam tubuh tsunade secara tiba-tiba…. Trang….rantai yang menahan semua orang pun terputus.

Buaaghh,…buaaagh… sebuah pukulan dengan cepat membuat minato dan kushina terlempar cukup jauh.

DUAAAR…dinding gua pun hancur karena serangan seseorang misterius.

"kalian tidak apa-apa"ujar seseorang.

"yokatta kita selamat terima kasih muu-san, ai-san" ujar shizune.

"Tentu"jawab muu.

"maaf jika kami terlambat"ujar seseorang dari belakang godfather.

Seseorang baru muncul dari belakang.

"kau benar-benar terlambat, tapi lebih baik datang daripada sama sekali tidak shikamaru, temari"gumam kakashi.

"ya, maaf jika terlambat"ujar temari.

DUARRR…DUAAAR…runtuhan batu yang menimpa kushina dan minato pun terlempar, kushina dan minato pun mulai berdiri kembali untuk melawan godfather.

"siapa dia"ujar shikamaru.

"nanti saja penjelasan nya, bersiaplah kita akan melawan dia"ujar hiruzen begitu pun yang lain mengaktifkan nen nya untuk melawan minato an kushina.

NARUTO POV.

Pria surai kuning berlari untuk menemukan hinata dan terlihatlah sebuah titik cahaya yang cukup terang diujung jalannya, tap…tap..tap… bunyi hentakan kaki berlari, sampailah disebuah lembah dengan air terjun yang cukup berisik …bunyi gesekan kaki yang mencoba berhenti sedang berlari dari sang pria berkumis tiga garis itu.

"ini dimana?"gumam naruto mencoba mencari suatu petunjuk dan terlihatlah seseorang yang sedang terduduk ditepi air terjun.

Naruto yang mengetahui itu lalu mengaktifkan nen nya dalam jumlah besar dengan amarah yang luar biasa.

"kau tak perlu melakukan itu naruto-kun, aku tak punya niat untuk menangkapmu atau membunuhmu"ujar seseorang berambut panjang berkulit putih mulai berdiri.

"apa maksudmu?"tanya naruto dingin.

"aku tahu siapa yang kau cari, hyuuga hinata kah?"jawab pria berkulit putih mulai berjalan kearah naruto.

"dimana kalian menahannya?"tanya naruto kembali.

"dia ada diujung barat sana, sasorilah yang membawa hinata pergi."ujar pria tersebut.

"tapi,…dia sudah…mati"lanjut gumam pria berkulit putih kenaruto.

Naruto yang mendengar itu tak percaya dengan apa yang dikatakan salah satu anggota akatsuki tersebut.

"b-bohong hinata belum mati. kau hanya berdalih saja untuk membohongiku dan menangkap ku ketika aku lengah sajakan"ujar naruto kesal tak percaya tetapi pria berkulit putih tersebut hanya melihat naruto dengan tatapan bersalah.

Naruto yang tak menerima hal tersebut dengan cepat berlari Wusssh… hanya melintas melewati orochimaru seakan tak melihat apapun, orochimaru hanya diam melihat naruto pergi kearah barat.

"sudah kuduga, akan seperti ini jadinya, apa yang akan kita lakukan sesudah ini orochimaru"ujar seseorang yang muncul.

"yah, aku merasa menyesal juga dengan apa yang kulakukan ini kepada gadis tersebut dan mengatakan ini kepada dia itachi, tapi intinya aku sudah memberitahunya, ayo kita pergi"ujar orochimaru.

"yah"jawab itachi.

Mereka berdua pun menghilang dengan cepat. pria surai kuning yang sangat amat marah masih berlari menuju kebarat dengan cepatnya.

"hinata kau belum tewaskan, aku yakin itu"batin naruto gelisah berlari dengan cepat sampai akhirnya tak terduga naruto melihat dua orang yang dikenalnya dan satu orang lain yang tak dikenalnya lalu berhenti sejenak dalam kegelapan bayangan pohon yang menutupi tubuh naruto.

"jadi dia sudah disini, biarlah sasori yang mengurus anak itu"batin yahiko melihat kearah naruto dan fokus kedepan kembali.

hashirama dan madara yang mengetahui kehadiran naruto. Hanya melihatnya sesaat, hashirama pun memberi kode tangan kearah belakang dimana sasori berada dengan tersenyum dan fokus kedepan kembali untuk melawan yahiko meninggalkan naruto.

Naruto yang mengetahui posisi sasori berkat hashirama itupun sudah diselimuti nen ,mata naruto sudah berubah menjadi gelap akan amarah dan kebencian yang besar serta membuat matanya berubah jadi merah pekat seperti darah yang kental.

Alhamdulillah selesai juga chapter ini, kurang gregetkah atau kuang bagus kah. Mohon dimaklumi namanya juga buatan …

Mohon reviewnya saja deh. :D