"infomasi apa?"tanya sasuke kembali.

"aku tahu apa yang membuat kalian sedih-...

(eberapa saat terdiam dan mulai berbicara kembali).

"dengarkan baik-baik, apakah kau ingin menghidupkan naruto dan hinata kembali sasuke, jika kau ingin tahu. aku akan membantu mu menghidupkan mereka berdua?"ujar itachi.

Sasusaku yang mendengar itu benar-benar terkejut atas pernyataan itachi.

Hallo minna-san, gimana kabar kalian pasti baik dong kalau yang sakit berarti itu DL (author dilempar drum minyak) , saya mau lanjutkan kembali fanfic saya the hunter. Selamat membaca deh. :D

Disclaimer : Masashi kishimoto

Pairing : naruhina,sasusaku serta semua karakter masashi kishimoto

Rated : T

Genre : action, romance, slice of life, school. dll

Warning : OOC, ejaan tidak sesuai EYD, banyak kata-kata membingungkan dan salah,BANYAK KATA-KATA KASAR dll

Inspirasi : hunter x hunter.

Chapter 16 : spesialist nen (final chapter).

Dua pemuda berbeda gender yang dikatakan sudah tak hidup berjalan dengan tenangnya disetiap kegelapan didunia yang memisahkan antara dunia manusia dan dunia orang mati. Dua insan tersebut masih asyik dengan pikirannya masing-masing saling bergandengan tangan sampai gadis berambut indigo mulai membuka pembicaraan.

"ano…na-naruto-kun"panggil hinata sedangkan naruto hanya menengok kesamping melihat sang kekasih.

"ada apa?"tanya naruto.

"Eto,... a-arigatou"gumam hinata.

"hmm…untuk apa kamu berterima kasih?" tanya naruto kembali.

"a-aku sangat senang sekali, ketika aku baru bertemu dengan naruto-kun dan menolong ku dua kali saat peristiwa sasori-senpai, lalu ketika ada preman yang mencoba membunuhku dan sasuke-kun, lalu saat kamu mencoba menolongku, sebenarnya aku masih ingin melihat luasnya dunia ini bersama mu, tapi… impian itu kurasa sudah tak bisa ku dapatkan lagi karena aku dan kamu sudah sama-sama mati dan aku-... ujar hinata yang terkejut melihat naruto yang menunduk diam.

"na-naruto-kun go-gomenasai, a-aku tak bermaksud menyinggungmu kok, a-aku-...

"gomen jika saja, aku lebih cepat waktu itu menyelamatkanmu, kamu tak akan bernasib seperti ini" ujar naruto memotong pembicaraan hinata.

cup…sebuah kecupan kecil di pipi sang pria blonde itu dari sang kekasihnya membuat naruto merona.

"k-kenapa?" tanya naruto gugup.

"aku membenci orang yang selalu merenungi kesalahannya dimasa lalu, kamu ya kamu dan aku ya aku, setiap manusia memiliki masa lalu yang buruk jadi tak perlu kamu khawatirkan, aku senang kok bisa bersama mu meskipun kita sudah tak bisa kembali kedunia nyata"ujar hinata tersenyum manis membuat naruto sedikit gugup.

"S-sankyuu hinata, ayo" jawab Naruto melanjutkan perjalanan kembali kedepan.

"he em" jawab hinata mengangguk.

SKIP TIME.

Beberapa saat berjalan, terlihatlah sebuah desa yang sangat indah setelah melewati dunia yang begitu gelap sebelumnya.

"K-kirei…" gumam hinata melihat sebuah pemandangan yang sangat indah ditambah dengan taman bunga yang cantik, naruto hanya memandang hinata tersenyum.

"ne naruto-kun, ayo kesana" ujar hinata tersenyum menarik tangan naruto menuju ketaman bunga tersebut.

"matte… " jawab naruto yang sudah ditarik tangannya oleh hinata.

Dilain tempat.

"huh… aku sangat lelah hari ini, ne sai-kun mau kubuatkan sesuatu… hmm ada apa sai-kun?"tanya seseorang berambut merah melihat kearah pria berkulit putih.

"sara.. coba kamu lihat kesana"ujar sai.

"mana… hmm… apa mereka orang yang baru mati ya, aku baru melihatnya?"jawab sara yang sedikit bingung.

"ayo kesana" ucap sai menarik tangan sara.

"cot-to matee… "jawab sara yang hampir terjatuh karena tak bisa menjaga keseimbangan akibat tangannya ditarik oleh sai.

NARUHINA POV.

"NARUTOOO-KUN, AYO KESINI INI MENYENANGKAN SEKALI,HEHEHEHE…"teriak hinata senang sedang asyik bermain ditaman bunga.

"AKU MENUNGGU DISINI SAJA"jawab naruto tersenyum sambil berteriak ke hinata menunggu diatas batu besar.

Naruto tak mengetahui bahwa dirinya dan hinata sedang di awasi oleh dua orang dibalik pohon.

"HEIII BUKANKAH DIA… hmmmph-...

"Sssttt, jangan berisik nanti ketahuan" ujar sai menutup mulut sara yang berisik.

Naruto yang mendengar ada suara gaduh langsung berdiri dan mengaktifkan nen nya.

"SIAPAPUN YANG BERADA DIBALIK POHON ITU, KELUARLAH"ujar naruto berteriak membuat hinata melihat kearah naruto lalu menghampirinya.

"ada apa naruto-kun?"tanya hinata.

"hinata tetap dibelakangku"ujar naruto memperingati hinata, hinata hanya menurut berlindung dibelakang punggung naruto.

Beberapa saat menunggu akhirnya dua orang yang bersembunyi tersebut, menampakkan dirinya keluar.

"tak perlu sekasar itu, apa kau mau menyakiti teman lamamu ini naruto"tanya seseorang berkulit putih.

"kalian"ucap naruto terkejut melihat dua orang yang sudah lama tak bertemu.

DIDUNIA NYATA SASUSAKU POV.

Dua orang berambut raven dan berambut permen kapas yang mendengar itu tak percaya.

"BENARKAH ITU NII-SAN?" tanya sasuke berteriak membuat semua pengunjung yang berada dicafe melihat kearah sasusaku dan itachi, orochimaru.

"sasuke-kun, tenanglah sedikit, a-aku malu dilihat banyak orang" bujuk sakura untuk sedikit tenang karena malu dilihat oleh banyak orang.

"G-gomen sakura… benarkah itu nii-san?"tanya sasuke.

"huh… kau ini memalukan saja, tentu saja. Orochimaru kau yang melanjutkan saja, karena kau yang lebih tahu tentang tempat itu"ujar itachi menyuruh orochimaru menjelaskan topik yang dibahas, sedangkan itachi hanya meminum kopinya sejenak.

"ya sasuke-kun, kurang lebihnya aku bisa menghidupkan naruto dan hinata kembali, tapi tak secara utuh atau dengan kata lain hanya seperti mayat hidup saja, yang aku ingin jelaskan disini adalah aku mendapat informasi bahwa disebuah gunung oni no kuni dibagian selatan dari kota ini sekitar 3 hari jarak yang harus kita tempuh,disana ada seorang pengguna nen yang bisa mengabulkan keinginanmu" ujar orochimaru.

"keinginan apa maksudnya orochimaru-san?"tanya sakura.

"jadi bisa dikatakan nen nya memiliki kemampuan untuk menghidupkan orang yang mati kembali hidup atau dapat mengabulkan permintaan yang lainnya… tapi masalahnya " ujar orochimaru.

"tapi, apa… ?"tanya sasuke.

"aku belum pernah kesana, kemungkinan disana sangat berbahaya dan aku mendengar pengguna nen tersebut, di kelilingi beberapa penjaga monster yang mengerikan, itu saja yang ku tahu dari informasi yang kudapat sasuke-kun. jadi bagaimana sasuke-kun apa kau masih mau kesana untuk menghidupkan teman mu atau menyerah saja untuk tidak melakukannya. Jika aku menjadi kau aku akan menyerah dan tidak akan kesana dan menerima takdir" ujar orochimaru meminum kembali kopinya.

"sasuke-kun"gumam sakura melihat sang pria disampingnya.

Beberapa saat terdiam akhirnya jawaban pun ditemukan.

"baiklah, tunjukkan jalannya"jawab sasuke.

"s-sasuke-kun, a-apa kamu yakin.?" gumam sakura tak percaya dengan jawaban sasuke.

"kalau tidak dicoba kita tidak akan tahu"ucap sasuke.

"k-kita, a-a-a-a-aku juga s-sasuke-kun maksud mu?"tanya sakura panik, sedangkan sasuke hanya menjawab dengan mengangguk saja.

"baiklah akan kuberi tahu jalan kesana"ujar orochimaru.

KEESOKKAN HARINYA.

Pagi hari sang matahari mulai menerangi seluruh kota. didalam sebuah kereta dua orang berbeda gender sedang duduk dengan tenangnya, gadis berambut surai pink mulai membuka pembicaraan.

"s-sasuke-kun"panggil sakura.

"hmm… ada apa?"tanya sasuke.

"k-kenapa hanya kita berdua yang pergi lalu dimana itachi-san dan orochimaru-san?"tanya sakura kembali.

"huh… sudah ku tebak memang kau tidak mau ikut ya sakura, mereka berdua akan menyusul kita berdua"jawab sasuke sedikit menghela nafas mendengar pernyataan sakura.

"b-bukan begitu, a-aku senang bisa membantu sasuke-kun h-hanya saja, apa tidak apa-apa jika kita meninggalkan sekolah selama seminggu seperti ini"ucap sakura gugup.

"sakura, dengarkan aku tahu ini salah, tapi-...

Terdiam sejenak sakura hanya melihat sasuke dan mulai berbicara kembali.

"Aku berhutang nyawa pada dia. Aku ingin menyelamatkannya sekali lagi, meskipun kemungkinan ini hanya berhasil 1% saja, aku memang masih lemah, tapi aku akan berusaha untuk membalas budi untuk naruto"ujar sasuke, sakura yang mendengar pernyataan itu benar-benar kagum dengan sasuke.

"begitu ya. Baiklah, aku akan membantu sasuke-kun semampu ku"jawab sakura tersenyum manis membuat sasuke sedikit merona.

"k-kawaiii, tak seperti biasanya sakura secantik seperti itu, a-apa yang kupikirkan"batin sasuke sedang bergelut dengan pikirannya.

"arigatou sakura"jawab sasuke.

"tentu"ucap sakura senang.

SKIP TIME.

Waktu pun berganti antara siang dan malam perputaran waktu yang tidak bisa dihindari, Beberapa saat didalam kereta mengarah menuju tempat yang dituju dibutuhkan waktu sekitar 3 hari, sampailah disebuah stasiun yang cukup sepi. Sasusaku pun turun dari kereta yang dinaikinya sebelumnya.

PREEEEMMM… JEGJEGJEGJEGJEG… PSSST... kereta pun mulai berjalan kembali meninggalkan sasusaku yang berada distasiun yang sepi.

"sepi sekali"gumam sakura.

"ayo kita pergi"ujar sasuke.

"h-hai"jawab sakura.

Sasusaku pun mulai meninggalkan stasiun dan mulai berjalan menuju kearah yang di beritahu orochimaru sebelumnya, beberapa saat berjalan sasusaku menemukan seorang kakek tua yang sedang membawa kayu, sasuke pun mencoba bertanya kepada orang tua itu.

"sumimasen, ojii-san aku mau bertanya arah menuju gunung ono no kuni kemana ya?"tanya sasuke.

"oh, kalian lurus saja kearah sana nanti akan terlihat perbatasan daerah, sepertinya kalian orang baru disini"jawab sang orang tua.

"ya kami bukan orang asli sini"ucap sasuke.

"begitu ya, tapi berhati-hatilah anak muda. hutan disana sangat berhantu dan terdapat beberapa monster yang berbahaya, kenapa kalian ingin kesana ?"tanya kakek tua.

"h-hantu"gumam sakura yang bergedik ketakutan bersembunyi dibelakang sasuke.

"aku ada sedikit urusan yang harus aku lakukan, baiklah arigatou gozaimasu ojii-san, sakura ayo"ujar sasuke lalu melanjutkan perjalanan kembali.

"sasuke-kun matee…iiih"jawab sakura yang ketakutan.

"anak muda yang hebat, semoga kalian selamat sampai tujuan… "jawab sang kakek lalu menghilang secara misterius.

DI KONOHA HIGH SCHOOL.

Di konoha high school, seorang sensei berambut panjang dengan mata rubinya sedang mengabsen murid-muridnya satu persatu sampailah nama yang dipanggil berikutnya.

"Sasuke uchiha" panggil sang guru.

"tidak hadir sensei" jawab semua murid.

"sakura haruno"panggil sang guru.

"tidak hadir juga sensei" saut beberapa orang.

"apa ada yang tahu kemana sakura dan sasuke?" tanya sang guru.

"Kami tidak tahu sensei kenapa mereka berdua tidak hadir, tapi sudah 3 hari mereka tak hadir, sensei" jawab sang ketua kelas rock lee.

"sakura mengatakan kalau dia akan pergi tugas kelompok sebelumnya, tapi kenapa dia tak hadir selama 3 hari, aku kurang mengawasi dia juga karena terlalu sibuk dengan rapat sekolah, aku tak menyangka kalau sakura dan sasuke membolos selama 3 hari lamanya"batin kurenai.

"begitu kah, baiklah ayo kita mulai saja pelajarannya" ujar sang guru.

"HAI" jawab semua murid.

"aneh kemana sakura dan sasuke pergi, sebaiknya aku periksa saja"batin kurenai.

SASUSAKU POV.

Dua orang anak muda yang sedang berjalan didalam hutan, hanya berkeliling saja disekitar hutan karena ditutupi kabut asap yang tebal yang menyebabkan sasusaku kesulitan dalam melangkah dan akhirnya sasuke mencoba berhenti sejenak.

"kabutnya tebal sekali, ada apa sasuke-kun" gumam sakura.

"sakura, apa kau merasa sedikit aneh dengan tempat ini" tanya sasuke.

"b-benar juga kita sudah berjalan lama, tapi tak sampai-sampai lalu bagaimana sasuke-kun?" tanya sakura kembali.

"GYO" gumam sasuke mengaktifkan nennya dimata.

Ternyata ada beberapa jalan labirin hutan. Hutan tersebut seakan memiliki kehidupan untuk bergerak. Sasuke melihat sebuah gelembung dengan cepat mengarah kearahnya.

"sakura, ada serangan musuh"panggil sasuke mengingatkan, dengan cepat sasusaku menghindari serangan gelembung misterius tersebut .

Cess..cess… gelembung tersebut membuat pohon yang mengenainya pada berlubang dan meleleh.

"zat asam, sakura gunakan gyo. Kita akan pergi dari sini"ujar sasuke mengaktifkan nen nya.

"Hai" jawab sakura mengaktifkan nen nya.

"kanmuru"gumam sasuke mengaktifkan nen dan mengubah aliran nennya menjadi listrik di tubuhnya.

"sugoi, dia banyak berubah"batin sakura.

"bruuk… kyaa, cotto matee"pekik sakura yang terkejut karena sasuke mengendongnya secara tiba-tiba menarik sakura serta mengendongnya ala bridal style dan berlari dengan cepat.

"orang itu bukan orang sembarangan, sebaiknya aku memberitahu yang lain"gumam monster besar. Monster tersebut memberitahu temannya yang lain untuk menghalangi sasusaku menuju puncak gunung oni no dan sasusaku sudah berlari dengan cepat meninggalkan area pertarungan sebelumnya.

"sakura kearah mana?"tanya sasuke yang masih berlari.

"I-ini arah yang benar kita lurus saja didepan ada bangunan dan danau besar" ujar sakura mengaktifkan nen dimatanya.

"begitu ya. Pegangan yang erat"ucap sasuke sedangkan sakura hanya berpegangan erat ditubuh sasuke.

Dengan cepat sasuke bergerak menambah kecepatannya seperti petir yang berjalan. Sriing…

SKIP TIME.

Tap… sasusaku pun sampai ditempat yang dituju lalu menurunkan sakura. Dan terlihatlah sebuah bangunan rumah yang besar dan terdapat danau disamping kanannya. Sasuke pun mulai kehilangan keseimbangan karena terlalu kelelahan dalam menggunakan nen.

"sasuke-kun, kamu tidak apa-apa?" tanya sakura.

"huh… huh… aku tidak apa-apa"jawab sasuke.

"yokatta, sasuke-kun a-aku mau bertanya darimana kamu belajar teknik itu.?" tanya sakura kembali.

"oh, aku belajar sendiri, memangnya kenapa?"tanya sasuke.

"t-tidak apa-apa, hehe… ayo sasuke-kun"jawab sakura sedangkan sasuke hanya mengangguk dan mulai berdiri.

Tap… dua orang baru saja hadir dihadapan sasusaku. Dua orang yang dikenal sasuke dan sakura.

"maaf, jika kami datang terlambat. Sasuke, sakura"ucap seseorang berambut panjang dari sang kakak.

"huh… kau ini selalu terlambat nii-san, jadi apa yang kau lakukan sampai terlambat seperti ini?" tanya sasuke kesal.

"aku membawa jasad mereka berdua, aku tahu ini salah tapi kami tak punya pilihan lain. Manda keluarkan mereka berdua" ujar orochimaru mengaktifkan nen berbentuk ular lalu mengeluarkan dua orang jasad tak bernyawa bersurai kuning dan bersurai ungu.

Tiba-tiba DUAARR… DUAAR… BYUUR… bunyi ledakan dari dalam air dan dari dalam hutan memunculkan 9 monster besar yang menakutkan.

"sepertinya ini tidak akan mudah. sasuke, sakura bawa jasad naruto dan hinata kedalam bangunan itu. kami akan menahan mereka semua" ujar itachi.

"Itu tidak mungkin, mereka sangat kuat dan tidak mungkin untuk dilawan semua, kita lawan bersama-...

"TIDAK BOLEH, BIAR KAMI YANG URUS, CEPAT PERGI" ucap itachi memotong perkataan sasuke.

Sasuke dan sakura pun pergi membawa jasad naruto dan hinata menggendongnya menuju kedalam bangunan tua yang cukup besar.

"nii-san no baka"gumam sasuke meninggalkan itachi dan orochimaru.

"orochimaru, bantu aku"ucap itachi.

"baiklah aku akan membantumu"jawab orochimaru. Bersama mengaktifkan nennya bersama.

DILAIN TEMPAT DIDALAM BANGUNAN YANG GELAP.

Seorang wanita sedang terduduk tanpa ekspresi terdiam didalam penjara kayu dan melihat semua orang yang berada disekitarnya.

"siapa mereka, kenapa mereka mau datang ketempat ini hanya untuk orang lain, apa kemauan mereka" batin sang gadis yang merasakan kehadiran tamu tak diundang itu.

BRAAAK… sebuah pintu utama dilantai atas berhasil dibuka dengan kasarnya oleh pria berambut raven diikuti gadis berambut pink, saat sasusaku akan maju sebuah cahaya 2 pasang terlihat berwarna ungu membuat sasusaku terdiam sejenak.

"apa keinginan kalian datang kesini?"tanya seseorang dalam kegelapan yang terhalangi penjara kayu yang berada disisi gelap sedangkan disisi sasusaku tempat mereka berhenti mendapatkan penerangan karena terkena sinar matahari dari jendela.

"kami datang kesini untuk meminta tolong bantuan anda"jawab sakura.

"aku tak mau menghidupkan mereka berdua"ucap tiba-tiba dari seorang dibalik penjara kayu dengan datarnya.

"k-kenapa?"tanya sakura.

"aku tak mau membantu manusia yang selalu membuat kehancuran didunia ini, meskipun kalian memaksaku aku tak akan menolong kalian"ujar sang gadis dari kegelapan.

BRUUK… seorang gadis berambut pink bersujud kearah seseorang wanita dibalik kegelapan tersebut.

"AKU MOHON HIDUPKAN MEREKA BERDUA, AKU TAK INGIN KEHILANGAN MEREKA BERDUA, KUMOHON…HIKS KUMOHON… HIKS KUMOHON… HIKS"ujar sakura yang memohon kepada orang dibalik kegelapan tersebut.

"sakura"gumam sasuke yang merasa miris melihat sakura seperti itu, sasuke pun mulai berbicara.

"gomen, siapa namamu. Aku tak tahu kau membenci semua orang yang menyalahi aturan kehidupan didunia ini, tapi bisakah kita bicarakan ini baik-baik, kenapa kau sampai tak mau membantu kami?" tanya sasuke.

Beberapa saat terdiam menunggu jawaban dari orang dibalik penjara kayu tersebut, akhirnya mulai berbicara.

"shion…" jawab wanita itu dibalik penjara kayu yang gelap itu.

(terdiam sejenak)

"aku berbeda dengan semua orang, aku dilahirkan dari keluarga seorang pendeta. Semua orang menghinaku karena mata ini dengan sebutan iblis yang membuatku marah kepada semua orang dan aku memutuskan untuk mengasingkan diri dari dunia ini, ditambah orang tuaku dibunuh oleh mereka semua"jawab orang dibalik kegelapan dengan nada datar.

"begitu ya, bisa kau ceritakan masa lalu mu ini shion-san?"tanya sasuke menunggu jawaban shion.

"baiklah"gumam shion mulai menceritakan masa lalunya.

#FLASHBACK_ON

Satu keluarga dibunuh dengan sadisnya di sebuah desa dan menyisakan satu orang gadis yang masih hidup dan bersembunyi dibalik semak karena ketakutan yang disebabkan oleh beberapa orang dengan ciri khas awan merah.

"apa kalian sudah membunuh semua penghuni desa ini?"tanya sang pemimpin.

"sudah pimpinan"ujar semua anggota.

"baiklah, kalau begitu kita pergi dari sini"ucap sang pemimpin dan semua anggotanya menghilang dengan cepat.

Dengan cepat sang gadis yang sebelumnya bersembunyi dibalik semak-semak lalu keluar dan mendekati ayah dan ibunya.

"kaa-chan… tou-chan… jangan tinggalkan a-aku sendiri, a-ayo bangun… hiks… hiks…"panggil sang gadis, tapi alhasil usaha sang gadis terbuang sia-sia karena yang dipanggil sudah tewas.

Sang gadis pun memutuskan pergi meninggalkan desa tersebut, selama diperjalanan gadis bermata sayu itu mengalami banyak kesulitan dan diabaikan oleh semua orang, bahkan ada yang menghinanya.

"pergi kau keturunan iblis"ucap orang-orang.

"benar, pergi dari sini nanti kami akan ditimpa bencana jika kau disini" sahut orang-orang.

shion pun memutuskan masuk kedalam hutan dan dia pun terjatuh dengan kasarnya karena berlari menghindari penduduk desa, karena hidupnya seakan sudah menganggu dan mengotori orang lain.

"ittai… k-kenapa kami-sama, kenapa mereka semua tak mau menolongku. Apa aku pernah menganggu mereka?" gumam shion yang sudah lemas dan akhirnya pingsan.

Sreek… sreek… sebuah bunyi dari semak-semak memunculkan 9 binatang yang unik lalu membawa shion pergi kesuatu tempat dan shion pun mulai berteman dan menganggap semua binatang tersebut sebagai keluarga barunya.

#FLASHBACK_OFF

"sejak saat itu aku membenci semua manusia yang hanya mengingin kan kekuasaan, ketamakan. Aku membenci semua orang yang seperti itu, manusia tak berhak untuk menghukum manusia lain yang tak mengerti penderitaannya yang berhak untuk mengadili manusia adalah tuhan, aku sudah menceritakan semua diriku. Apa kau bisa mengerti tentang penderitaanku ini?"ujar shion kepada sasuke, sasuke hanya diam sejenak.

DILAIN TEMPAT LUAR BANGUNAN.

Itachi dan orochimaru bersiap untuk melawan 9 monster yang sangat kuat dan besar, secara tiba-tiba semua monster yang akan menyerang itachi dan orochimaru berhenti dan mulai meninggalkan mereka berdua secara tiba-tiba.

"apa yang terjadi itachi?"tanya orochimaru bingung.

"aku tidak tahu, tapi sekarang adalah kesempatan kita untuk menyusul sasuke dan sakura"jawab itachi, orochimaru pun hanya mengangguk dan mengikuti itachi masuk kedalam bangunan tua.

SASUSAKU POV.

"aku mengerti akan masalahmu ini. aku tahu rasanya disakiti oleh orang lain rasanya membuat kita ingin membunuhnya, tapi-...

(sejenak terdiam dan mulai berbicara kembali)

"kau harus memaafkan kesalahan orang tersebut, lagi pula akatsuki sudah hancur oleh kami, aku tahu orang tua mu dibunuh oleh anggota akatsuki dan orang yang menghancurkan akatsuki salah satunya adalah dia"ujar sasuke melihat kearah jasad naruto.

"jadi kumohon, bantulah kami dan cobalah mengenal dunia luar yang sangat luas ini sekali lagi"mohon sasuke.

"KAMI MOHON SHION-SAN"mohon sakura berteriak ke shion, sedangkan shion diam dan melihat kearah jasad naruto dan hinata.

Sakura dan sasuke hanya menunggu jawaban shion, dan akhirnya shion mulai menjawab.

"baiklah aku akan membantumu"jawab shion menghampiri sasuke dan sakura, sasusaku yang mendengar hal tersebut sangat senang.

Tap…tap…tap… langkah kaki dari balik penjara kayu nampaklah seorang wanita berambut kuning dengan mata ungu dan berambut kuning panjang yang memakai baju miko.

"aku bisa saja menghidupkannya kembali, tapi apakah kalian bisa menerima syarat yang akan kuberikan?"Tanya shion melihat kearah jasad naruto dan hinata.

"berapapun harga yang kau inginkan aku akan membayarnya-...

"kalian harus membayarnya dengan nyawa kalian sebagai syarat untuk menghidupkan dua orang ini" ujar shion memotong pembicaraan sasuke.

Sasuke dan sakura yang mendengar pernyataan shion benar-benar terkejut membuat seluruh badan sasusaku kaku seketika dan bungkam sesaat.

"n-nyawa"gumam sakura.

"ya, aku butuh pengorbanan nyawa untuk menghidupkan mereka berdua. Jika dia masih hidup aku bisa saja menyembuhkannya tanpa pengorbanan nyawa, tapi kalau nyawa mereka sudah tidak ada itu akan berbeda ceritanya, menghidupkan satu orang membutuhkan satu orang pengorbanan, bagaimana keputusan kalian?"Tanya shion.

"sasuke-kun"gumam sakura melihat kearah sasuke, sedangkan sasuke hanya menunduk dan mulai memberikan tatapan tenang.

"baiklah, aku akan menerima syarat itu, gunakan nyawaku untuk menghidupkan mereka berdua" jawab sasuke.

"SASUKE-KUN APA YANG KAMU PIKIRKAN, BAGAIMANA KAU BISA BERPIKIR SEMUDAH ITU-...

"TENANGLAH SAKURA" teriak sasuke membuat sang gadis berambut permen kapas terdiam.

"gomen, tapi jika kita kesini tanpa hasil apapun, sama saja kita gagal sakura, jadi aku siap menerima syarat itu"ujar sasuke tanpa keraguan sama sekali, sedangkan sakura hanya memandang sasuke sedikit kecewa dan sedih lalu akhirnya sakura pun membulatkan tekadnya.

Secara tiba-tiba…

"jangan lakukan hal yang bodoh untuk naruto dan hinata. sasuke, sakura"ucap seseorang dari belakang sasusaku dibelakangnya, sasusaku yang mendengar itu lalu melihat kearah belakang.

"nii-san, orochimaru, kenapa kalian disini"gumam sasuke.

"biar kami saja, menggantikan mereka berdua sebagai syarat menghidupkan dua orang itu"ujar orochimaru.

"baka… apa yang kalian pikirkan ini masalah kami kalian jangan ikut campur"kesal sasuke.

"ini masalah kami juga, sasuke dengarkan aku, jika kau melakukan ini kalian hanya akan membuat naruto dan hinata sedih. Jadi biarkan kami yang selesaikan disini, kau dan sakura cukup diam saja"ujar itachi dan menghampiri shion.

"aku tak mau kau melakukan itu, kita baru saja bertemu nii-san jadi–

"akhhrg… bruuk.

sasuke yang pingsan karena dipukul dibagian tengkuknya oleh seseorang, sakura pun lalu menahan nya agar tidak jatuh ketanah.

"orochimaru-san"gumam sakura yang tak percaya bahwa dia akan membuat sasuke pingsan.

"maaf, sakura. Biarkan kami yang melakukan ini, aku tahu ini membuat sasuke terluka tapi,… bahkan jika aku berbuat kebaikan pun sekarang aku kira sudah terlambat, jadi biarkan kami yang mengurus sisanya dan sakura aku punya satu permohonan terakhir, permohonan ku ini tidak sulit maukah kamu membantu ku?"ujar itachi.

"p-permohonan a-apa?"Tanya sakura.

"Tolong jaga sasuke untuk ku, aku rasa orang yang pantas menjaga nya hanya kau seorang, bisa kah kau mengabulkan nya untuk ku?"Tanya itachi tersenyum kecil hampir tak terlihat.

"E-EHH, A-AKU… hmm"jawab sakura yang gelagapan sejenak terdiam akhirnya sakura menerima permohonan itu.

"doumo arigatou. kalau begitu kita berpisah sampai disini sakura. orochimaru" ucap itachi dan memanggil orochimaru untuk maju kedepan.

"kami yang akan menjadi pengorbanan untuk mereka berdua"jawab orochimaru dan itachi serempak.

Secara tiba-tiba mata shion yang berwarna ungu pun berubah menjadi hitam pekat dan mengaktifkan nen nya.

"syarat diterima"ujar shion.

Sriiing… sebuah cahaya yang sangat terang membuat penglihatan sakura kabur seketika.

Di alam kematian…

NARUTO POV.

Empat orang sedang asyik berkumpul dengan kegiatan nya masing-masing, dua gadis sedang asyik bermain ditaman bunga, sedangkan sang laki-laki sedang terduduk diatas batu besar mengobrol.

"tak kusangka kau akan mati dengan cepat seperti kami naruto"Tanya sai.

"ya begitu lah, karena aku lah yang menyebabkan hinata seperti ini dan kalian juga" ucap naruto menunduk menyesal.

"heiii… tak perlu menyalahkan dirimu sendiri naruto. Aku senang bisa mengobrol denganmu sekarang dan tak kusangka kau seorang hunter, aku kagum denganmu"jawab sai dengan senyum palsu.

"heh… ternyata kau masih berpura-pura memujiku dengan senyum palsu mu itu, tapi sankyuu sai" ujar naruto yang sedikit kesal dengan sai.

"hahaha… ketahuan ternyata rupanya"jawab sai.

HINATA POV.

Dua gadis yang sedang asyik berlomba merangkai bunga membuat seperti mahkota.

"AKU MENANG …"teriak sara dengan bangganya.

"huh… aku kalah cepat"jawab hinata sedikit kecewa.

Srek… sebuah rangkaian bunga mirip seperti mahkota mendarat dikepala hinata. Hinata pun terkejut atas ulah sara.

"sara-san"gumam hinata.

"kamu sangat cantik sekali dengan ini, hinata"ucap sara memakai kan rangkaian mahkota sebelumnya yang diadakan acara lomba mendadak,sara pun menambahkan satu bunga berwarna ungu ditelinga kanan hinata.

"a-arigatou sara-san"jawab hinata gugup dan merona atas pernyatan sara.

"ne… ne… hinata apa kamu benar-benar berpacaran dengan naruto?" Tanya sara mendekatkan dirinya kedepan hinata.

"hmm"jawab hinata mengangguk kecil.

"begitu, aku senang mendengarnya jika kamu mencintainya, tolong jaga naruto ya untuk kami hinata"ujar sara.

"tentu saja"jawab hinata dengan berani.

Secara tiba-tiba… badan hinata dan naruto bersinar berwarna putih yang cukup terang.

"hinata, kamu baik-baik saja"tanya naruto menghampiri hinata yang dikelilingi cahaya putih.

"aku baik-baik saja, tapi ini apa. Naruto-kun juga sama sepertiku?"jawab hinata terkejut melihat cahaya putih yang menyelimuti naruto juga.

"sepertinya, kalian memang belum pantas mati seperti kami. Sampai jumpa naruto"ujar sai.

"apa maksudmu sai, kita baru saja bertemu dan akan berkumpul bersama seperti dulu, aku tak mau pergi meninggalkan kalian berdua"jawab naruto yang sudah tak bisa menahan air matanya.

"kamu harus kembali kedunia mu naruto-kun, disana banyak orang yang menyayangimu, jadi kamu tak perlu bersedih lagi ya dan untuk hinata-chan tolong jaga naruto-kun untuk kami berdua ya"ujar sara.

"hai sara-san, sai-san. Naruto-kun ayo kita pergi"jawab hinata sedangkan naruto hanya diam lalu tubuh naruto dan hinata pun menghilang.

"aku harap kalian berdua bahagia"gumam sai.

"kenapa, anda berdua tak keluar dan menyambut anak anda" Tanya sara tiba-tiba.

Tap… tap… tap… muncullah dua sosok pria dan wanita paruh baya.

"aku tak tega menganggu hinata-chan dan naruto-kun, jadi kami bersembunyi saja"jawab sang wanita paruh baya.

"begitu ya, sayang sekali. Padahal ini momen yang bagus untuk seorang anak dan orang tua berkumpul, tapi, ya sudahlah"ujar sai.

"kalian berhutang cerita panjang dengan kami dirumah nanti, sai, sara"ucap seorang pria paruh baya.

"baiklah, baiklah kami akan menceritakannya dirumah ayo kita pulang, okaa-sama, otou-sama, etooo…dimana neji-nii"ujar sara.

"dia sedang dirumah, pasti neji pun ingin mendengarkan cerita kalian berdua"ucap sang gadis paruh baya berjalan lebih dulu diikuti sang ayah dan sara sedangkan sai masih terdiam memandang langit.

"sayounara, naruto, hinata"batin sai memandang langit lalu mengikuti sara dan yang lainnya.

DIDUNIA NYATA.

Dua orang yang awalnya sudah tewas akhirnya kembali hidup kembali tanpa luka sama sekali seperti tak terjadi apa-apa pada mereka berdua.

"hmmzzh, a-apa yang terjadi, dimana kita?"Tanya sang gadis berambut indigo.

"kepalaku sakit sekali"ucap sang pria bersurai kuning yang mulai sadar.

"naruto, hinata"ujar seseorang memanggil nama mereka berdua.

"sakura-san, sasuke-kun, ada apa ini lalu sasuke-kun kenapa?"Tanya hinata.

"dimana kita berada dan siapa dia?" Tanya naruto.

"nanti aku cerita kan di kota sebaik nya kita pulang dahulu saja"ucap sakura.

"baiklah, ayo kita pulang"jawab naruto mengendong sasuke yang masih pingsan.

"arigatou gozaimasu shion-san, kami akan pulang, kami permisi"ucap sakura.

Mereka berempat pun mulai melangkah, meninggalkan shion yang terdiam.

"kenapa… hangat, apa ini, padahal dulu aku selalu acuh, tapi kenapa… ketika aku melihat mereka pergi rasanya sangat sakit hatiku, terutama pria itu dia sama denganku memiliki masa lalu yang buruk?"batin shion melihat kearah naruto.

"MATEE…"panggil shion membuat empat orang yang berjalan meninggalkan shion menghentikan langkahnya.

"ada apa?"Tanya naruto datar sedangkan shion hanya terdiam sebentar.

"a-aku… boleh kah aku ikut dengan kalian berempat, a-aku merasa senang saat bertemu kalian, hangat saat berbicara dengan kalian, a-aku ingin melihat dunia luar sekali lagi, kumohon aku ingin ikut dengan kalian semua"ujar shion memohon ingin ikut dengan naruto dan yang lainnya.

"bagaimana ini naruto-kun?" bisik sakura.

"naruto-kun ajak saja dia, a-aku yakin kurenai-sensei akan menerimanya dirumah nya, boleh ya"ucap hinata memohon ke naruto.

Hinata dan sakura menunggu jawaban dari naruto, akhirnya naruto pun menjawab.

"huh… baik lah kau boleh ikut dengan kami, siapa nama mu?"Tanya naruto.

"shion"jawab shion.

"shion kah, nama yang bagus. Ayo kita pergi shion"ujar naruto

"hmmm"jawab shion yang merona sedikit akan pujian naruto dan mengangguk mengikuti yang lainnya.

DILAIN TEMPAT DISEBUAH RUMAH MODERN YANG CUKUP BESAR…

Dirumah yang cukup besar ditempati oleh pemilik rumah bersama gurunya, wanita bermata rubi, sedang terduduk dihalaman belakang sambil memegang hand phone ditangannya untuk menghubungi murid kesayangannya.

tut… tut… tut… bunyi berulang-ulang karena gagal menghubungi sasuke dan sakura.

"kemana mereka berdua, bikin aku khawatir saja"gumam kurenai yang memegang hand phone menelepon sakura dan sasuke kembali, tapi sama sekali tak dijawab.

"ada apa kurenai, sepertinya kau sangat panik dan khawatir?"Tanya minato tiba-tiba.

"e-eto… aku sedang menghubungi sasuke dan sakura, tapi selalu gagal. Aku khawatir dengan mereka berdua"jawab kurenai panik.

"tenanglah, kurenai aku yakin mereka baik-baik saja"jawab minato menenangkan kurenai.

"hai, minato-san"jawab kurenai.

"kurenai, ada yang ingin ku katakan, besok kami akan kembali ke amerika untuk misi penelitian purbakala dari asosiasi hunter, jadi kami-…

DUAAARRR…. Sebuah ledakan besar telah terjadi dibelakang rumah kurenai hanya beberapa meter saja.

"apa itu?" Tanya kurenai terkejut mendengar sebuah ledakan yang cukup keras.

"aku akan memeriksanya?" ucap minato.

"m-minato-kun, matee…"panggil kushina yang mengikuti minato dari belakang menuju arah ledakan yang sebelumnya terjadi.

SKIP TIME.

Sekelompok orang sedang terbaring ditanah dengan tidak elitnya karena menaiki hewan kesayangan milik shion.

"huh… tadi itu benar-benar mengerikan, kau baik-baik saja hinata-…

"KYAAA... HINATA, BANGUN OIII…. BANGUN" panggil sakura memegang bahunya dan mengerakannya karena melihat hinata yang ketakutan ditambah berbusa dimulutnya.

"shion, kau ini terlalu cepat"ucap naruto dengan perempatan siku-siku di kepala nya.

"benar sekali"sahut sasuke yang setuju dengan naruto karena sudah sadar ketika diperjalanan pulang.

"s-sumimasen, habisnya jika tak seperti ini kita butuh waktu selama 3 hari, a-aku tak mau menunggu selama itu naruto-san, sasuke-san. Hehehe…"jawab shion tanpa dosa membuat naruto dan sasuke kesal.

"dasar wanita menyebalkan"batin naruto dan sasuke bersama.

"hmmmzz… apa yang terjadi"gumam hinata yang mulai sadar.

"hinata, syukurlah kamu baik-baik saja"ujar shion yang memeluk hinata.

"hmm"jawab hinata.

"ya sudah kita lupakan tentang hal ini, tapi tak kusangka jika kau memiliki hewan siluman seperti itu,shion "ucap naruto memikirkan hal yang sebelumnya terjadi ketika masih di gunung ono no kuni, shion hanya melihat kearah naruto.

FLASHBACK_ON

Awal dari tujuan untuk menghidupkan naruto dan hinata berujung bertemu dengan teman baru yang bersama-sama keluar dari sebuah bangunan tua yang cukup besar, saat membuka pintu tak disangka bahwa rombongan naruto dan yang lainnya sudah dihalangi oleh 9 monster yang besar.

"kau mau kemana, shion?"Tanya seekor monster yang berdiri paling depan mirip musang dengan ekornya yang berjumlah Sembilan.

"aku ingin pergi dari sini kurama, izinkan aku pergi dengan mereka semua. a-aku ingin melihat dunia luar sekali lagi, bertemu dengan orang-orang baru dan berteman dengan mereka, a-aku-...

"Kau pikir, kami akan mengizinkanmu pergi dari sini begitu saja, shion" potong kurama membuat shion terdiam dan terluka.

"k-kenapa. Aku tak di izin kan pergi… kenapa?"Tanya shion yang ingin pergi.

"apa kau tidak ingat shion, saat semua manusia mencelakai mu, mengabaikan mu dan membuat mu terluka. Kami sebagai monster siluman ingin menolong mu karena kebaikan mu yang tidak takut pada kami, tapi sekarang kau ingin pergi begitu saja dari sini, apakah ini balasan mu untuk kami selama ini, kau bukan manusia, tapi pendeta suci yang tak perlu mengenal dunia dan kau tak perlu membutuhkan teman manusia kau hanya butuh kami saja, kembali lah kedalam ruanganmu" perintah kurama.

Tik… tik… tik… sebuah tetesan air mata menjatuhi tanah, naruto yang melihat shion menangis dalam diam itu membuat hatinya teriris dan mulai berbicara.

"sakura, tolong jaga sasuke"ucap naruto menyerahkan sasuke yang masih pingsan ke sakura.

"h-haii"jawab sakura.

"kembali lah ke dalam ruanganmu itu sekarang-...

Gadis berambut kuning itupun kembali kedalam bangunan gedung itu, tapi...

GREEP... sebuah tangan menghalangi gadis itu pergi melangkah.

"kau tak berhak untuk menghalangi kebahagiaan seseorang"ucap naruto yang menunduk menahan tangan shion, menyuruh nya diam agar tak menuruti perintah monster itu.

"naruto-san"gumam shion yang sedikit terkejut karena naruto menahan dia.

"naruto-kun"batin hinata yang terkejut melihat naruto melindungi shion.

"apa yang kau tahu bocah, kau tak akan mengerti tentang masa lalu nya. Kau tak tahu berapa banyak orang yang mengasingkan dia, hanya kami lah yang mengerti tentang penderitaannya karena kami pun sama seperti shion jangan ikut campur bocah. Shion kembali lah kedalam"ujar kurama kesal dan menyuruh shion kembali kedalam bangunan.

"oh,… jika aku yang memaksa agar shion untuk ikut dengan kami bagaimana, siluman"gumam naruto memandang keatas dengan mata merah yang seluruh tubuhnya sudah diselimuti nen berwarna hitam dan merah.

"nen nya menakutkan sekali"batin shion yang ketakutan melihat sosok naruto yang sebenarnya

"naruto-kun"batin hinata yang khawatir melihat sang kekasih sudah diselimuti kebencian.

"d-dia... "batin semua monster yang melihat kearah naruto tak percaya bahwa nen nya benar-benar menakutkan.

"nen itu mirip dengan orang itu, kurasa aku bisa mempercayainya"batin kurama melihat kearah naruto tersenyum kecil.

"bocah, boleh aku bertanya sesuatu?"Tanya kurama.

"apa yang ingin kau tanyakan?"jawab naruto dingin.

"siapa nama mu bocah?"Tanya kurama.

"uzumaki naruto"jawab naruto datar.

"benar dugaanku,minna beri salam untuk tuan muda kita" ujar kurama.

"maaf, jika kami lancang tuan muda namikaze naruto"ujar semua monster hormat kepada naruto.

"Eh, t-tunggu… a-apa maksudnya ini?"jawab naruto yang tidak mengerti karena dirinya dihormati bagai raja.

"maaf jika kami lancang, kau boleh bawa shion pergi dari sini, sampaikan salam ku ini ke tuan namikaze minato dan nona uzumaki kushina"ujar kurama.

"Hah…i-itu… aku tak mengerti maksudmu itu?"ucap naruto yang masih bingung dan mulai panik.

"tenang lah, biar lah choumei yang mengantarkan kalian dan menjelaskannya dijalan, kau tidak keberatan kan choumei"ujar kurama.

"tentu saja, ayo kita pergi tuan muda. Semua nya naiklah"ucap choumei.

Naruto dan yang lainnya pun naik diatas punggung choumei dan mulai berangkat pulang kerumah kurenai-sensei sambil menceritakan apa yang terjadi sebenarnya.

FLASHBACK_OFF

"tak kusangka jika ayah dan ibu pernah pernah menolong kalian saat aku masih kecil, aku sama sekali tak mengetahui tentang hal itu, tapi aku sangat senang bisa bertemu dengan kalian semua"ucap naruto.

"iya tuan muda, minato-sama dan kushina-sama pernah menolong kami. kalau begitu saya izin pergi dulu jaa-...

"CHOOUMEEII"… panggil seseorang membuat semua orang melihat kearah teriak kan tersebut.

Pria bersurai kuning diikuti semua orang dibelakangnya mengikuti langkah minato.

"oiii…choumei, apa yang kamu lakukan disini, sudah-… eh"Tanya kushina diikuti minato dan betapa terkejut mereka berdua melihat kearah naruto dan hinata.

"i-ini tidak mungkin, bagaimana bisa?"gumam minato melihat kedepan betapa terkejutnya bahwa yang dia lihat didepan nya adalah naruto dan hinata.

"b-bohong bukan kah kalian sudah mati apa kalian berdua hantu yang datang untuk menghantui kami"gumam kushina.

"gomenasai, jika kami berdua banyak merepotkan kalian berdua,kami bukan hantu. okaa-san, otou-san"ucap hinata lembut.

Tap… tap… tap… dua orang paruh baya itu berlari dengan cepat, bruuk sebuah pelukan dari minato dan kushina yang berlari kearah hinata dan naruto berhasil mendarat pada mereka berdua.

"hiks…hiks…hiks… yokatta arigatou kami-sama, arigatou"gumam kushina dan minato bersama betapa bahagianya bisa memeluk hinata dan naruto kembali.

"kalau begitu aku pergi dulu minato-sama, kushina-sama"ucap choumei.

"H-hai, arigatou choumei"jawab kushina.

"hai"sahut choumei.

Choumei pun pergi dari tempat tersebut untuk kembali menuju tempat tinggalnya di gunung ono no kuni. Semua orang yang melihat itu sangat senang karena melihat kebahagiaan minato dan kushina bisa bertemu dengan anaknya kembali, hanya satu orang bermata rubi yang berjalan kearah sasuke dan sakura, tap… tap… tap… sampailah pada dua orang berambut kapas dan berambut raven.

"sasuke-kun, sakura-chan. kalian harus jelaskan ini kepadaku semuanya kenapa kalian membolos, kalian paham.?"ujar kurenai dengan siku-siku perempatan dikepalanya dengan tawa yang sedikit dipaksa.

"h-hai kurenai-sensei"hela sakura dan sasuke bersama pasrah.

"I-itu siapa dia?" Tanya kurenai baru pertama kali melihat gadis berambut kuning dengan mata sayu nya yang bersembunyi dibelakang pohon.

"oh dia. keluarlah kau tak perlu sembunyi, shion"ajak sasuke.

"siapa namamu. Ojou-chan, tak apa-apa aku bukan orang jahat?"tanya kurenai menghampiri shion perlahan.

Shion pun mencoba keluar dari persembunyian nya dibalik pohon dengan gugup.

"shion" jawab shion gugup karena masih trauma jika bertemu orang baru, kurenai menyentuh puncak kepala shion dan secara diam-diam membaca pikiran masa lalunya yang sangat buruk.

"Shion kah, nama yang bagus" ujar kurenai mengelus kepala shion dan sebuah pelukan dari kurenai menabrak tubuh sang gadis bersurai kuning itu.

"ano…etooo, k-kenapa anda m-memeluk ku seperti ini, a-aku-...

"kamu tak perlu memendam perasaan itu, menangislah jika itu bisa membuatmu lega, tak apa-apa. Mulai sekarang aku akan mengemban bebanmu kau sama sepertiku, shion" ucap kurenai memotong perkataan shion.

Shion yang mendengar itu sudah tidak bisa menahan emosi yang sudah dia pendam selama bertahun-tahun dan cairan bening dari mata gadis itupun tumpah membasahi pundak kurenai.

"Hontou ni g-gomenasai… hiks… gomenasai… atashi hiks…hiks"jawab shion yang sudah tak bisa menahan emosinya, semua orang yang berada disitu hanya tersenyum melihat shion yang sudah bisa terbuka dengan orang lain.

"yokatta, shion-san"batin hinata melihat kearah shion.

2 TAHUN KEMUDIAN.

Sore hari ditemani api unggun, semua murid kelas tiga di KHS sedang merayakan kelulusan atas keberhasilan ujian yang mereka lewati selama 3 tahun berturut-turut, dengan canda dan duka yang di alami bersama, sekarang semua murid sedang asyik merayakan festival KHS serta di adakan folk dance sebagai persembahan dari kelas satu dan dua kepada senior mereka.

"hinata-chan, aku tak menyangka kamu akan mendapatkan nilai tertinggi di angkatan kita"sahut sang gadis berambut panda.

"a-arigatou, tenten-san terlalu berlebihan"jawab hinata gugup.

"kau tak perlu merendah hinata, aku juga kagum denganmu"sahut sang gadis berambut pink.

"arigatou, sakura-san"sambung hinata kembali.

"hinata-san, apa kau melihat naruto-kun dan sasuke-kun sebentar lagi folk dance akan segera dimulai aku ingin mereka ada disini, aku tak ingin kita merayakan ini tanpa mereka berdua disini, tentunya dengan semangat muda yang membara?"tanya sang ketua kelas berambut mangkuk dengan semangat yang luar biasa.

"Aheheh... b-baiklah… oh ya benar juga kemana sasuke-kun ya aku baru sadar kalau dia tidak ada disini, hinata ayo kita cari mereka berdua"tawar sakura.

"Uhm" jawab hinata mengangguk meninggalkan semua temannya.

"mereka benar-benar bersahabat baik ya, aku tak menyangka bahwa kami-sama akan menghidupkan naruto dan hinata kembali" gumam tenten melihat kearah sakura dan hinata.

"benar sekali"jawab lee.

"Tapi tetap saja ketika mereka masuk kembali ke kelas, semua orang termasuk diriku merasa Ketakutan "ujar tenten dengan sweatdrop memikirkan beberapa tahun yang lalu saat semua temannya merinding melihat naruto dan hinata hidup kembali.

"hahah, tak perlu dipikirkan tenten, sebaiknya kita mulai bersiap-siap saja"ujar lee.

"Uhm"jawab tenten.

"shion-chan, ayo kita siap-siap untuk menyambut naruto-kun dan sasuke-kun"ucap lee mengulurkan tangannya ke gadis berambut kuning.

"Uhm... lee-kun"jawab shion tersenyum meraih tangan lee dan mengikutinya.

SKIP TIME.

Seorang pria sedang terduduk dilantai bangunan atas sambil memejamkan matanya, menikmati hembusan angin sore dengan tenangnya.

"kau disini rupanya, folk dance akan dimulai kenapa kau tak turun dan bersenang-senang dengan yang lainnya naruto"sahut seseorang yang membuat naruto membuka matanya melihat kearah asal suara.

"aku tak mau melakukan hal bodoh sepertI itu" jawab naruto.

Beberapa saat terdiam akhirnya sasuke membuka suara.

"naruto"panggil sasuke.

"hmm… ada apa?"tanya naruto.

"arigatou, karena kau sudah menolongku dan hinata dua kali"jawab sasuke.

"hmm… tak perlu di pikirkan itu sudah sewajarnya jika aku membantu orang lain"jawab naruto tenang.

"Bagaimana naruto jawaban mu tentang hinata?" Saut sasuke membuka pembicaraan kembali.

"Aku sudah berpacaran dengan hinata, kau sendiri?"tanya naruto kembali sambil mulai berdiri dan menghampiri sasuke.

"I-itu-... GREEEP pundak sasuke dipegang oleh pria bersurai kuning.

"Berjuanglah, sasuke"jawab naruto sedangkan sasuke hanya tersenyum kecil.

Kreeiit… sebuah pintu dibuka oleh dua orang gadis bersurai biru dan bersurai permen kapas.

"rupanya kalian disini"ujar sakura.

"naruto-kun, sasuke-kun ayo kita kebawah, semua orang sudah menunggu kalian berdua"ucap hinata.

"naruto"panggil sasuke.

"baiklah, aku akan ikut"jawab naruto malas.

"ayo kita pergi sekarang"ujar sakura dan hinata bersama menarik tangan sasuke dan tangan naruto.

"cot-to…matee hinata-chan"jawab naruto yang tertarik oleh hinata berjalan lebih jauh dari sasuke dan sakura. Sakura pun menarik tangan sasuke, tapi...

Tak... tangan sasuke pun melepaskan tangan sakura. Sedangkan sakura terkejut melihat sasuke seperti itu, hinata yang melihat sahabatnya menjadi dingin seperti itu mencoba menghampiri sasuke.

GREEP... pria surai kuning itu menahan tangan hinata agar tak kesana.

"Naruto-kun, kenapa?" Tanya hinata tak mengerti.

"Hinata-chan lihatlah baik-baik" ucap naruto sedangkan hinata hanya melihat sasusaku dari jauh.

SASUSAKU POV.

"A-ada apa sasuke-kun, m-maafkan aku jika aku memaksa-...

"Sakura, g-gomen. a-aku-...

Cup... sebuah kecupan dipipi oleh sakura membuat pria surai hitam itupun merona dalam diam.

"S-sakura" gumam sasuke tak percaya menyentuh pipinya sendiri.

"Aku tahu apa yang ingin kamu katakan, karena itulah aku menghadiah kan ini sebagai tanda bahwa aku akan selalu ada buat mu mulai saat ini dan ini juga merupakan permintaan dari itachi-san. Jadi aku mau"jawab sakura tersenyum manis.

"Arigatou, sakura"jawab sasuke senang.

"S-sakura b-bolehkah a-aku-... ngh" ucapan sasuke terhenti karena sakura mencium sasuke lebih dulu.

cinta mereka berdua pun menjadi awal yang sangat baik, ditempat naruhina.

"Yokatta, sasuke-kun, sakura-san" gumam hinata senang melihat mereka berdua bersama dan naruto juga senang melihat mereka.

"Oii... sasuke,sakura mau berapa lama kalian melakukan hal tersebut, kami duluan yah" ujar naruto pergi lebih dulu.

"Eh...g-gomenasai sakura" ucap sasuke merasa bersalah.

"U-uhm, sasuke-kun tidak salah kok, ayo kita susul mereka berdua" ujar sakura sedangkan sasuke hanya mengangguk saja.

SKIP TIME.

Sampailah dua pemuda yang ditunggu-tunggu hadir.

"baiklah, karena dua orang pahlawan sekolah ini yang kita tunggu sudah hadir, ayo kita rayakan malam festival KHS dan kelulusan kita bersama ini"teriak sang ketua kelas terbaik yaitu rock lee.

"HAIIII"jawab semua murid serempak.

acara pun dimulai dengan kebahagiaan yang tak bisa terlukis dengan indahnya disenyum para siswa dan siswi kelas 3 tangan mereka pun saling bertautan satu sama lain membentuk seperti lingkaran yang tak terputus.

"apa yang kurasakan ini, aku merasa di sore yang spesial ini. Banyak hal yang sudah terjadi dalam hidupku, tapi kenapa saat aku mencoba tertawa, hatiku rasanya sakit sekali, jika sore ini memang harus berakhir, aku rasa aku harus berfikir semuanya akan baik-baik saja kedepannya, karena aku sudah senang dengan adanya dia"batin naruto memandang semua teman ku dan sejenak memikirkan masa lalu yang pernah naruto alami lalu melihat kearah hinata yang tersenyum bahagia bersama teman-temannya.

"arigatou, naruto-kun"gumam hinata melihat kearah naruto.

"Tentu, hinata-chan"jawab naruto.

FIN

Akhirnya selesai juga fanfic terakhir saya. Maaf jika lama nge postnya. Karena saya sibuk kuliah & kerja jadi mohon maaf, arigatou atas kritikkan dan kesabaran kalian dalam menunggu fanfic ini, sampai jumpa ketemu difanfic yang lainnya. Jaa