Disclaimer: Haruskah ane bicara soal Touhou Project atau Samurai Warriors? They're not mine, nuff said.

Author (yang menulis cerita ini) dan 'author' (yang punya hajatan SUC) dalam cerita ini adalah dua entitas yang berbeda.


Kalau ada yang tanya, penjemputan Remilia dan Nobunaga ane pisah jadi dua paruh-bab (makanya nomor babnya 2S dan 2O – S dan O berarti, masing-masing, Scarlet dan Oda). Problem? *trollface*


Chapter 2-Scarlet ~ DEMI TU-HAAAN~!


Scarlet Devil Mansion, Gensokyo
Target: Remilia Scarlet

Siang hari itu merupakan hari yang tenang di Scarlet Devil Mansion.

Tapi, semua berubah ketika Negara Api

(Negara Api mana lagi? -_-; – Kotarou dan Hanzou)

eh, maaf, kedua ninja kita menyusup ke dalamnya.

'Siang hari?' Yap, Yukari mengirim mereka berdua tidak pada malam hari, tapi siang hari.

"Hei," bisik Kotarou, "kok kita beroperasi di siang hari?"

"Katanya, sasaran kita nokturnal," bisik Hanzou balik, "beraktivitas di malam hari dan tidur di siang hari. Tahu sendiri, lah, gimana jadinya kalau kita menjemput doi di malam hari."

"Yee, ngerti gini lebih seru kalo malam hari," gumam Kotarou.

"Ciyus lu? Miapah?"tanya Hanzou dengan penasaran, alay, dan OoC. Kok Kotarou berpikir lebih baik mereka dikirim di malam hari, pikirnya.

"DEMI TU-HAAAN~! ITU KAN GAYA KAMU, SCARLET?! PASUKANMU SUDAH TIDAK ADA! INGAT, KAWAN-KAWAN, BUKTIKAN UCAPAN SAYA! TIDAK LAMA LAGI, SCARLET, DAN SEMUA PENGIKUTNYA, DAN SEMUA YANG MASIH MEMBELA SCARLET AKAN HABIS SEHABIS-HABISNYA! DEMI TU-HAAAN~!" teriak Kotarou sekencang-kencangnya tanpa mau kalah OoC (!?) dengan Hanzou, sukses mengguncang Scarlet Devil Mansion.

"Anjir, jangan keras-keras kalo teriak! Bisa-bisa berabe kite, Baka! Kita hanya disuruh menjemput dia, bukan menjemput nyawanya, Goblok!" bisiknya diikuti dengan segenggam tangan yang sukses menjitak kepala Kotarou. "Nyonya puri ini katanya nokturnal, tapi pelayan kepalanya diurnal (beraktivitas di siang hari, tidur di malam hari – Pen.), tahu? Lagian, di sini katanya ada pustakawan sama penjaga gerbang, yang kita nggak tahu mereka aktif di siang hari apa malam hari! Lu teriak-teriak seperti itu emang lu melawan kakek-kakek beristri banyak?"

"Bentar, bentar, emang nyonya puri ini apa sih?" tanya Kotarou.

"Vampir, Nyet!" jawab Hanzou, sebal atas inkompetensi Kotarou.

"Gue bukan Hideyoshi, Nyet!" teriak Kotarou balik. (Konon, Oda Nobunaga memberi julukan 'monyet' kepada Toyotomi Hideyoshi lantaran posturnya yang mirip monyet. – Pen., lihat lagi writer's cut pada Bab 1)

"Yee, monyet teriak monyet. Dibilangin jangan keras-keras, kok ...," mulut Hanzou tercekat ketika ia melihat seisi rumah – Remilia Scarlet, si nyonya puri; Flandre Scarlet, adik si nyonya; Izayoi Sakuya, kepala pelayan; Patchouli Knowledge, pustakawan puri itu; dan Hong Meiling, penjaga gerbangnya – memberi lima tatapan maut kepada dua ninja kita. Remilia lalu melemparkan pertanyaan dengan tatapan horornya, "'Scarlet' siapa yang kamu sumpahi?"

"B-b-b-bukan ente, bukan ente~" jawab Kotarou panik.

"Lalu siapa?" tanya Remilia makin horor.

"Itu," jawab Kotarou, dengan poker-face terbaiknya, menunjuk sesuatu di atas; yang pasti bukan Flandre, karena saat itu ia tidak terbang. Mereka berlima sukses ditipu Kotarou, dan kedua ninja kita memanfaatkan kesempatan untuk KABURR~

Sesaat setelah mereka mendapat jarak aman dari kelimanya, "Pucuk dicinta ulam tiba, memburu nyonya serumah tiba!" Kotarou malah main pantun tanpa maksud yang jelas. Sudah jelas nyawa mereka terancam, kok masih sempat main pantun, sih? -_-;

"'Pucuk dicinta ulam tiba' gundulmu! Kamu, sih, teriak-teriak kayak orang edan waktu misi siluman, jadinya kita dikejar orang serumah, nih!" bisik Hanzou.

"Eh, tuh, ada makanan, ambil, yuk," bisik Kotarou.

Belum sempat mereka mengambil makanan, tiba-tiba, "MALIINGG~" seru kelima penghuni rumah itu serempak.

"KABURR~," seru kedua ninja itu serempak. Hanzou lari menjauh dari kelima penghuni puri itu (ke portal Yukari, or so he believes), tapi Kotarou malah sebaliknya, sukses menjatuhkan Sakuya saat ia berlari – dengan paniknya – melewati kelimanya. Kenapa mereka tidak siap formasi pagar betis saat mereka menghadang Fuuma, yah?

Sesaat kemudian, Fuuma baru sadar ia salah arah. Ia lantas balik kanan, lalu lari secepat mungkin ke portal Yukari – or so he believes – untuk menyelamatkan diri. Sesaat kemudian, ia menabrak Remilia dan nyaris terjungkal. Ia lalu berteriak, "Hattori, tungguin gue~!" sementara kelima penghuni rumah itu memburunya.

"OGAAH~!" sahut Hanzou entah di bagian mana dari Scarlet Devil Mansion. Keenamnya sweatdrop berjamaah (?) sementara kejar-kejaran itu tetap berlangsung.

Kelimanya mengejar Kotarou Fuuma rame-rame, tanpa berpencar untuk mencegatnya. Sungguh disayangkan, padahal dengan berpencar mereka bisa menutupi lebih banyak bagian puri itu (dan untung-untung menangkap Hanzou) dan kalau ada yang terjebak, tidak semuanya terkena jebakan yang sama.

Dua menit berlalu. Sakuya, yang tahu Flandre hendak mengeluarkan senjata rahasianya, langsung memberi aba-aba untuk yang lain agar berhenti sejenak ("Uh-oh~" dan merentang tangan), sehingga tidak kecipratan senjata rahasia Flandre. Apa itu?

"FUS RO DAAHHH~!"

Bukannya Kotarou (apalagi Hanzou) yang terjungkal, Flandre sendiri yang terpental ke belakang, menabrak Sakuya.

Empat menit berlalu. Patchouli, yang sempat ngos-ngosan selama pengejaran (harap maklum, Patchouli mengidap asma), sekarang digendong Meiling.

Kelimanya masih mengejar Kotarou, tanpa tahu ia sebenarnya menggiring mereka ke portal yang menghubungkan puri itu dengan ruangan diadakannya stand-up comedyor so he believes.

Begitu ia dan lima pengejarnya sudah berada di tempat diadakannya pertandingan, si author memberi ucapan selamat datang pada rombongan Remilia sementara mereka kaget, ruangan apa ini. Tentu saja, si author berhasil meyakinkan kalau ia tidak diapa-apakan.

Dua menit berlalu. Patchouli memesan secangkir kopi hangat; kalau tidak ada, teh hangat.

Lima menit berlalu. Minuman pesanan Patchouli diantarkan oleh Mitsunari, yang tidak tahu apa yang ia antarkan. Minuman itu, yang ternyata kopi dicampur teh dengan rasa yang amit-amit, kontan memaksa sejumlah panitia bertindak agar pertengkaran antara Patchouli dan Mitsunari tidak memanas.

Rahasia minuman itu? Penulis mendapat laporan dari Daiyousei – penanggung jawab bagian konsumsi – kalau ia melihat minuman jadi-jadian itu ditambahi garam, bukannya gula, dan terasi. Lebih kisruh lagi, ada saksi – Uesugi Kenshin, salah satu juri yang lagi cari WC karena kebelet – yang mengaku melihat minuman itu ditambahi bubuk kopi, kecap, saos sambal, dan saos tomat (WTF!?) sebelum – seperti kata Daiyousei – garam dan terasi ditambahkan ke minuman jadi-jadian tersebut. Saat Daiyousei mendengarnya dari Kenshin, ia baru ingat kalau ia menyerahkan pesanan itu pada tiga peri (yang udah kadung kondang di Gensokyo suka ngerusuh): Sunny Milk, Luna Child, dan Star Sapphire. What the hell~ -_-

Seriously, Dai-chan, you should know better than to entrust the drink to the three of 'em. :/

Sepuluh menit berlalu. Sementara Remilia berbasa-basi dengan author, Flandre nantangin Sakuya adu lama mengangkat Youmu. Karena Youmu hanya ada satu, sedang ia separuh manusia separuhnya lagi hantu (serius, cek aja kanon Touhou – Pen.), kata Flandre, dia mengangkat paruh hantunya, sementara Sakuya mengangkat paruh manusianya.

Curang kali kau, Flan, gumam Youmu dengan aksen Batak (?) yang entah ia dapat dari mana. :/

(Emangnya ada orang Batak yang pernah masuk Gensokyo, yah? :/ Reimu dan Yukari)

Dua puluh menit berlalu. Di sela basa-basi si author dengan rombongan Remilia dan Fuuma, ia baru sadar Hattori Hanzou belum datang juga.

"Fuuma-kun, kau tahu Hattori di mana?" tanya si author. Fuuma hanya bisa angkat bahu soal keberadaan Hanzou Hattori. Si author memberitahu Yukari untuk tidak buru-buru menutup portal yang menghubungkan tempat itu dan Scarlet Devil Mansion.

Beberapa saat setelah rombongan Oda Nobunaga – bersama Alice dan Marisa – tiba, Hattori Hanzou baru muncul. Hanya saja, begitu ia muncul, ia menabrak Akechi Mitsuhide, lalu jatuh dengan posisi yang ... epic fail: Hanzou menindih Mitsuhide, kaki kiri Mitsuhide di antara kaki Hanzou, tangan Hanzou di pinggang Mitsuhide, tangan Mitsuhide di pundak Hanzou, komplit lah untuk adegan seme-uke, tinggal 'main course' dan 'dessert'! #ifyouknowwhatImean

Dan adegan itu beneran komplit – Hanzou dan Mitsuhide berusaha untuk memisahkan diri, namun apa daya jubah Mitsuhide yang membelit malah membuat mereka makin erat.

Yang terkejut lantaran adegan seme-uke ini bukan hanya rombongan Nobunaga (termasuk di antaranya Mori Ranmaru, yang pingsan dan menimpa Hong Meiling), tapi juga rombongan Remilia (Patchouli hampir saja pingsan kalau tidak ditangkap "si monyet" (aka Toyotomi Hideyoshi); kalau kau ingin tahu itu terjadi karena Patchouli memang sakit-sakitan atau karena terkejut, minumlah Bayg*n, pasti nggak ketemu solusinya).

(You don't say, Thor, udah ko-it duluan, kalee~ -_-; – keempat juri)

Flandre diamankan oleh Remilia dan Sakuya, kalau-kalau adegan tak senonoh tadi merenggut kepolosannya. Meiling dan Patchouli ... tahu sendiri, lah, tadi sudah dijelaskan di atas.

To be continued.


Up next, in Battle of Demons!

Chapter 2O ~ Teki wa Honnouji ni Ari!

Begitu mereka tiba di Kuil Honnouji, Marisa langsung berkata dengan takjub, "Jadi, ini Kuil Honnouji, yah? Kok kalah gede dengan Kuil Hakurei atau Moriya, yah?"

"Kamu nggak terbalik, nih, Marisa?" tanya Alice sambil mengeluarkan ajiannya untuk mengeluarkan sejumlah boneka untuk mencari keberadaan sasaran mereka: siapa lagi kalau bukan Nobunaga? Tidak diketahui apakah Alice pernah menyambangi Kuil Moriya, berhubung kuil itu baru belakangan ini berdiri di Gensokyo, tapi mereka telah beberapa kali – berkali-kali, mungkin! – menyatroni (!?) Kuil Hakurei, dan mereka tahu ukuran Kuil Hakurei tidak ada apa-apanya dibandingkan ukuran kompleks Kuil Honnou-ji yang sedang mereka sambangi.

"Oh, iya, ya," ucap Marisa pelan, Temon-style, kepalanya miring ke kanan.


A/N: Ini bukan pertanda ane membuat naskah ini mengusung crack-pair Hanzou / Mitsuhide dan/atau cross-pair Ieyasu / Meiling (and don't get me started with Hideyoshi / Patchouli!), yah, fokus cerita (harapannya) tetap pertandingan stand-up comedy Remilia vs Nobunaga!

Soal Patchouli mengidap asma, itu bukan ide ane, itu juga dari kanon Touhou.


How about some writer's cut?


Amukan Fuuma praktis ane kopas dari amukan Arya Wiguna.

Minuman jadi-jadian (yang resepnya ditunjukkan dari kesaksian Daiyousei dan Kenshin) itu bukan murni karya ane. Ane mendapat resep edan itu dari lomba yang pernah diselenggarakan oleh organisasi yang ane ikuti.

Resep aslinya, sih, 'hanya' teh dicampur garam, kecap, saos tomat, dan saos sambal, nggak ditambahi kopi dan terasi. Mau tahu nama internalnya? Rahasia. :v

(Ada yang mau minum? – Sunny Milk, Luna Child, dan Star Sapphire, sebelum mereka bertiga dikeroyok 18 orang yang tadinya ngeroyok Chen, plus Tadakatsu, Yukimura, Sanae, dan Keine, plus Daiyousei – PJ konsumsi yang menahan malu lantaran ulah mereka – dan Patchouli – korban minuman kisruh mereka; Mitsunari, yang sempat makan amukan Patchouli, udah masuk Grup 18 yang tadi ngeroyok Chen)

*tiga pichuun~ kemudian – Bleach Piece, dua puluh empat lawan tiga, yang dua puluh empat banyak yang sakti pula!*

*tuing tuing~*

"Cirno, ngapain?" tanya si author, yang merasa tadi dicolek Cirno.

Bukannya menjawab, Cirno malah memberi aba-aba, "Satu, dua, tiga~"

"Seluruh panitia dan peserta Stand Up Comedy: Battle of Demons! mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri 1434 H, mohon maaf lahir dan batin~" seru mereka serempak.

"Gile lu, Thor, minuman dari organisasi elo aja udah edan, ngapain ditambah kopi dan terasi!?" tanya Mitsunari dan Daiyousei bersamaan.

"Simpel, biar tambah edan. :V" jawab si author.