Author (yang menulis cerita ini) dan 'author' (yang punya hajatan SUC) dalam cerita ini adalah dua entitas yang berbeda.


Chapter 4-Oda ~ Selirku Ada Tiga, Rupa-Rupa Warnanya


Beberapa saat kemudian, di dalam ruang P3K ...

"Jadi, nanti kita manggil R, bilang kalo kita mau check-up setelah dia tadi pingsan. Terus, nanti kita manggil S pake alasan apa?" tanya Satori sambil menulis rencana konspirasi 'Kemakmuran' (?) yang mereka berempat susun.

"Check-up-nya P? Masak kita bilang kalo S juga perlu ikut, orang dia nggak kenapa-kenapa?" tanya Eirin, mencegat opsi itu.

"Well~ kalo pake alasan itu, mungkin – mungkin, lho, ya – R bakal mengutus S untuk mendampingi P?" jawab Satori.

"R lagi? Masak R yang kita bicarakan bisa mengutus S?" tanya Eirin

"Bukan R yang itu juga, kali! x_x Eh, Naoe-san ke mana?" sambung Satori.

"Kane-kun? Dia tadi pamit ke WC, kayaknya kemarin habis salah makan," jawab Eirin.

'Nah, kan, Kanetsugu dan Eirin cinlok XD' pikir Satori setelah ia menyaksikan bahwa Kanetsugu dan Eirin memanggil satu sama lain dengan 'nama kecil' mereka.

Lho, Yuyuko ke mana?

Sebenarnya, sejak dia dapat laporan radio dari Date Masamune, orang tangan kanannya di dalam sie acara (Youmu, orang tangan kanannya yang asli, adalah anggota sie OP), bahwa salah satu punggawa sie acara hilang entah ke mana, ia mendadak panik.


Sementara itu~

'Haduuuh, masa gue mencret gara-gara ofuda (semacam jimat kertas – Pen.) gue hilang? T_T' Untuk berjaga-jaga kalau ada apa-apa yang melibatkan klenik, si author menujuk beberapa orang – setidaknya satu orang di setiap sie – sebagai "Ofuda Guard (selanjutnya 'OG)," digawangi Yasaka Kanako (sekaligus PJ sie keamanan), dan Kanetsugu kebagian menjadi OG di sie P3K. (Harap maklum, kleniknya Jepang ... sakit, men~)

Tapi tidak lantas semua PJ sie menjadi OG juga; Reimu dan Kenshin, meski keduanya tidak menjadi PJ sie acara, menjadi OG dari sie acara (in fact, Kenshin adalah wakil ketua grup ini). OG yang lain antara lain Sanae, sie keamanan (BTW, Keine, Tadakatsu, dan Yukimura juga orang keamanan; in fact, Tadakatsu menjadi wakil PJ sie keamanan); Mitsunari, wakil PJ sie konsumsi (sebaliknya, Daiyousei, si PJ, bukan anggota OG); Yukari, yang sekaligus PJ sie transportasi, plus shikigami-nya, Ran, yang beroperasi di sie acara, plus shikigami Ran, Chen, yang sedianya beroperasi di sie konsumsi tapi babak belur habis dimassa delapan belas panitia (lihat lagi Bab 1); dan (Toyosatomimi no) Miko, punggawa sie kesekretariatan yang malah ketahuan main catur melawan (Hijiri) Byakuren, wakil PJ sie perlengkapan yang juga anggota OG.

Eh, ketahuan habis main catur, ding, karena Byakuren baru kena skak mat kilat. Tak lama setelah kemenangan itu, yang membuat Miko tertawa, Miko diseret tanpa ampun oleh Eiki, sukses membuat Byakuren benang gulung-gulung *dan author pun dihajar Byakuren* eh, salah ding, ngakak gulung-gulung.


Mari kita kembali ke ruang sie P3K~

Aura konspirasi (!?) langsung menguap, menihilkan segala konspirasi yang disusun keempatnya, seiring dengan masuknya Hideyoshi ke ruang itu. Apa pasal? Salah satu konspiratornya, Yuyuko, tanpa cas-cis-cus langsung ngelabrak Hideyoshi, "Woi, Nyet, Hina-chan ke mana? Tadi kucariin bareng Masamune nggak ketemu, Kanako juga nyariin. Dia sakit atau kenapa?"

Pertanyaan: Kenapa bawa Kanako kalau personil yang hilang, Kagiyama Hina, adalah orang acara?

Simpel, sih, karena Hina juga termasuk anggota OG.

"Habis main hitori kakurenbo semalam, terus kecelakaan. Tahu sendiri, kan, sekali kecelakaan main hitori kakurenbo jadinya gimana," jawab Hideyoshi. Aslinya, Hina ia 'bebas tugaskan' karena ia takut kemampuannya, 'mengumpulkan kesialan,' bakal membuat acara itu penuh kesialan.

Tak lama, Hideyoshi merasa dicolek seseorang. Begitu ia balik kanan, bhuss! muncul Kanako, lengkap dengan seperangkat onbashira, pertanda kesialan yang ia khawatirkan datang dengan adanya Hina malah datang karena tidak adanya Hina.

"Hitori kakurenbo apaan! Kata Kawashiro-san, waktu dia masuk kamar mereka, Kagiyama-san udah ngiler. Dan dia mengaku membangunkan Kagiyama-san tadi pagi. Jangan ngibul kamu!" bentaknya.

'Buset dah, udah gede masih ngiler aja XD' gumam Yuyuko dan Satori bersamaan.

"Lagian, semalam paling nggak ada sepuluh orang yang patroli base camp. Mana ada tempat buat main Nitori kakurenbo!" Rupanya, Tadakatsu juga ikut nimbrung; meski dia sendiri bukan OG, tentu dia khawatir kalau ada orang yang hilang. Cuma, karena lidahnya terpeleset, 'Eh, hitori, woi, bukan Nitori! Nitori mah, apa, anak OP - -;' bisik Kanako.

'Bukan cuma anak OP, PJ-nya OP ya dia itu,' bisik Tadakatsu balik. Sisanya sweatdrop.

"Terus, hilangnya Hina bagaimana, kok kalian malah meributkan Nitori? - -;" tanya Eirin.

"Yang jelas, aku sefaham dengan Saigyouji-san. Kirain Kagiyama-san sakit. Padahal, setahuku, dia dan Takenaka-san (Takenaka Hanbei – pen.) sama-sama sakit-sakitan, tapi etos kerjanya, wih, luar biasa," Satori nimbrung.

"Apalagi keduanya sie acara, yah~" kata Eirin.

"Mm-hm. Untung Hanbei-kun hari ini agak mendingan, sebelum aku nimbrung ke sini dia kusuruh bantuin Dai-chan dan Mitsunari. Kasihan sie konsumsi, setelah tadi terjadi jotosan tinggal tiga – apa empat, yah? – yang bisa beroperasi. Untung Yuuka dan Nagamasa-kun juga membantu di da-eh, Eirin mau ngapain? o.O" Yuyuko mulai bereaksi begitu ia melihat Eirin mendatangi Hideyoshi, menodongkan sebotol kecil larutan ke arahnya.

"Asal kau tahu, tiga tetes larutan ini mampu membuatmu menceritakan semua rahasia terkelammu dengan jujur. Apa aku perlu memakai larutan kebenaran ini hanya untuk mencari seseorang?" ancam Eirin. Ancaman kosong, sih, karena botol itu berisi air cucian beras. Well, kecuali kalau masker dari air cucian beras bisa memaksamu untuk menjawab semua pertanyaan yang diajukan kepadamu dengan jujur. (capek deh~ -_-" – Eirin)

"Bukannya bukti yang ditimbulkan dari larutan itu tidak sah secara hukum?" tanya Kanako dengan muka 125% innocent (?).

"Oh, iya, ya," jawab Eirin, Temon-style. Semua makhluk lain yang ada di situ sweatdrop berjamaah. 'Jangan buka rahasia, dong, Bakanako! x_x' gerutunya.


Di panggung, Nobunaga nyerocos seperti apa? Berikut cuplikannya.

"Semalam, saya kena marah mendiang ayah lewat mimpi, 'kamu kalau bicara jangan kasar-kasar!' Lalu saya ingat, perbedaan antar bahasa sering membuat suatu istilah, yang kalau di suatu bahasa pemakaiannya sopan, di bahasa lain tabunya setengah mati. Kalo dari, glass diserap menjadi gelas, itu mah dekat. Tapi, sebelumnya maaf kalau dirasa SARA, 'cakot' Sunda dengan 'cakot' Jawa, itu jauh bedanya! 'Atos' Sunda ama 'atos' Jawa, artinya juga jauh bedanya. Bisa-bisa youkai (!?) Sunda ama Jawa nggak pernah akur kena kalimat 'atos!'"

"'Lah, Kang Nobunaga, nggak akur gimana?' Misal saja, saya dari Sunda, Remi dari Jawa. Saya minta tolong ambilin dongkrak, saya teriak ke dia, 'Remi, cakot teu dongkrak!' Remi jawab, 'Atos!' Saya tunggu lima menit, ini dongkrak kok nggak datang-datang, saya teriak lagi, 'Remi, cakot teu dongkrak!' 'Atos!' jawab dia. Ditunggu sepuluh menit, dua puluh menit, brengsek nih orang, dari tadi dongkraknya kok nggak datang-datang, saya teriaki lagi, 'Remi, cakot teu dongkrak!' Dia nyamperin saya, terus ngomong nggak kalah seru, 'Edan, kamu tuh atos, tahu?' Berantem dah."

"Rupanya, cakot, kalo bahasa Sunda artinya ambil, kalo bahasa Jawa gigit. Ya nggak habis pikir, dong, Remi, dongkrak kok digigit, makanya dia ngomong, 'Atos!' dalam bahasa Jawa artinya keras. Cuman, 'atos' dalam bahasa Sunda artinya 'sudah,' makanya saya mikir, ini dongkrak kok nggak datang-datang." Meski Meiling dan Sakuya awalnya sempat tersinggung, belum sempat mereka bertindak Remilia sudah keburu ngakak.

"Terus, ada lagi: butuh pacul. Maaf kalau SARA, tapi ... begini saja. Coba saudara tanya, 'Siapa di sini yang butuh pacul?' ke petani Jawa, dijamin dah banyak – kalau enggak semua – yang tunjuk tangan. Tapi coba tanyakan ke petani Banjar, salah-salah digebuki orang sekampung. 'Lah, Kang Nobunaga, marah-marah kenapa?' Selidik punya selidik, kalo bahasa Jawa, butuh artinya ya butuh, perlu. Pacul, artinya cangkul. Tapi dalam bahasa Banjar, butuh itu, maaf, alat vital pria." Penonton, sebagian di antaranya adalah panitia yang ditugaskan untuk berjaga-jaga kalau-kalau ada kerusuhan, mulai riuh. Yang paling rame adalah Shimazu Yoshihiro, PJ sie perlengkapan. "Nah, kalo pacul, itu artinya lepas, putus. Kesimpulannya, dalam bahasa Banjar, butuh pacul artinya apa, tahu sendiri, 'alat vitalnya lepas.' Namanya alat vital, kalau sudah tidak ada yang 'vital,' kan hampa hidup ini ^ ^; " tukas Nobunaga. Tawa makin riuh.

Tak lama, Remilia nyeletuk, "Jangan-jangan, anakmu tidak ada yang kau bawa ke sini karena kamu sendiri 'butuh pacul.'" Nobunaga menjawab, "Remi, jangan bilang-bilang, ya, belum pecah Okehazama selirku ada tiga." Ketika tawa pecah gara-gara omongan mereka, tiba-tiba muncul nyanyian yang cemprengnya minta ampun: "Selirku ada tiga, rupa-rupa warnanya; kelabu dengan jingga, satunya belang tiga~"

Sebagian penonton makin keras tawanya, sementara sebagian lagi penasaran, "Siapa tuh yang nyanyi?" Sakuya dan Ranmaru, secara bersamaan, menyahut, "'Selir belang tiga' emang kucing!" Tak lama, Keine dan Yukimura meringkus pelaku, yang tak lain dan tak bukan adalah kakak Yoshihiro, Shimazu Yoshihisa, yang tidak termasuk daftar panitia acara edan ini. Of course, Yoshihiro facepalm karena ulah memalukan kakaknya.

Tentu saja, preseden yang terjadi di antara Sakuya dan Ranmaru tidak terlewatkan oleh Remilia. Ketika ada peri pelayan Scarlet Devil Mansion yang masuk medan pandangnya, ia memanggilnya.

"Ojou-sama memanggil?" tanya si peri, sebut saja Aoi.

"Mm-hm. Lihat ke sana," bisik Remilia, kemudian menunjuk ke arah Sakuya. "Sepertinya dia jatuh cinta dengan seorang cowok dari rombongan Oda. Kamu kumpulin orang kita, lima sampai sepuluh peri, bilang saja 'ada misi rahasia dari Ojou-sama.' Nanti, setelah aku turun panggung, kita bicarakan lagi."

"Berarti dia tidak boleh tahu, yah," gumam Aoi. Apesnya, gumaman itu terdengar Remilia, yang membuatnya berkata, "You don't say? - -;"

"Kalau Patchouli-sama, bagaimana?" "Patchy ... aman, sih. Sebelum kau bertanya, sebisa mungkin Meiling dan Koa(kuma – Pen.) jangan sampai tahu. Kapok, dah, gua, mau ngerjain Sakuya malah bocor lewat Meiling ^^;" tukas Remilia.


Kembali ke P3K.

"Hi gu~ ... :O" begitu Kanetsugu masuk setelah ia BAB, ia hanya bisa cengo: Yuyuko, yang tadi saat ia tinggalkan air mukanya santai, sekarang serius. Tambahkan Hideyoshi dan Kanako yang saling deathglare (sampai-sampai keluar percikan listrik dari mata mere- *Author dibereskan Tachibana Ginchiyo, Soga no Tojiko, dan Nagae Iku sebelum selesai nulis*


Sori.

Ane salah naskah.

Lanjut ke naskah aslinya.


"Hi gu~ ... :O" begitu Kanetsugu masuk setelah ia BAB, ia hanya bisa cengo: Yuyuko, yang tadi saat ia tinggalkan air mukanya santai, sekarang serius. Tambahkan Hideyoshi yang berkeringat dingin karena di-deathglare Eirin, Kanako, Tadakatsu, dan Yuyuko, dan air muka Satori yang persis cewek yandere yang diduakan kekasihnya (!?) *kabur sebelum diapa-apakan Satori* (padahal tatapan seperti itu Satori tujukan pada Hideyoshi karena bohongnya mengenai Hina sama sekali tidak meyakinkan), Kanetsugu hanya bisa jawsdrop.

"Ada apa, nih? o.O"


Up next, in Battle of Demons!

Chapter 4S ~ !?

Unfortunately, the synopsis has been lost. Hina borrowed the original from me, without having a backup, and when Hideyoshi orchestrated her disappearance, the synopsis is gone along with her.

(Banyak alasan lu! Setengah tahun nggak update ke mana aja? – digetok Hina)


A/N: Oke, jadi nih naskah sudah resmi tercemar Kanetsugu/Eirin. Enggak tahu dah entar crosspair apa lagi yang mencemari naskah ini.


How about some writer's cut?


Larutan yang digertakkan Eirin kepada Hideyoshi, tentu saja, didasarkan dari Veritaserum yang ane curi dari (coret) fume hood Profesor Snape (coret) fandom Harry Potter, lengkap dengan fakta bahwa fakta yang dikatakan oleh subjek yang dipengaruhi Veritaserum secara hukum tidak dianggap sah.

Lah, kok tidak dianggap sah? Simpel, sih.

Satu, kamu tidak bisa tahu pasti apakah Veritaserum benar-benar mempengaruhi subjek. I mean, c'mon, larutan sekuat itu apa ya tidak memancing munculnya penawar rahasia?

Dua, kalaupun subjek terpengaruh, subjek hanya bisa menceritakan apa yang ia yakini benar, dan itu belum tentu benar. Coba minumkan Veritaserum ke orang gila, Satori sekalipun bakal pusing sendiri menerjemahkan racauannya. Padahal, per kanon Touhou, in a nutshell, ras satori sembilan-sebelas dengan poligraf hidup.:v *kabur sebelum diapa-apakan Satori*


Hitori kakurenbo tuh apa?

Idenya, ente main petak umpet (kakurenbo) ... sendirian (hitori).

Well, enggak benar-benar sendirian, sih, tapi dengan hantu. Arwah gentayangan. Hi-hi-hi-hi-hi-*cetarr – gosong disetrum Tojiko saat ketawa ala maklampir*

(Mainnya gimana? – Hideyoshi)

Permainan ini terlalu berbahaya, sehingga ane menolak untuk menjelaskan tata cara bermainnya di naskah ini. Seriously, masih banyak jiwa muda yang berkeliaran di internet. Kalau ane ceritakan tata cara bermainnya, besar kemungkinan mereka bakal melakukannya, tanpa sadar kalau sekali salah langkah dalam memainkannya, seumur hidup deritanya (apalagi ane, penyesalannya bertumpuk telah membawa kemalangan bagi sekian pembaca iseng yang menerapkannya dengan keliru).

(Sementara itu, Hina memburu Hideyoshi, 'Nih orang asal bunyi aja, main hitori kakurenbo apaan, orang aku tidur dengan Nitori. Lagian, boneka dari mana, coba. Masa' minta Alice, dia jelas menolak kalau dia tahu bonekanya mau kupakai untuk apa.')


Disclaimer: Author hanya menyumbangkan ide naskah pada cerita ini. Yang terbukti mengkopas naskah ini tanpa seizin penulis bakal ane minta membuat larutan Veritaserum ala Harry Potter, bukan 'Veritaserum' ala Yagokoro Eirin (i.e., air cucian beras). *kabur sebelum diapa-apakan Eirin* Dijamin hasilnya tidak akan baik~:v