Author (yang menulis cerita ini) dan 'author' (yang punya hajatan SUC) dalam cerita ini adalah dua entitas yang berbeda.


Chapter 4-Scarlet ~ Susu Macan dan Koran Lampu Kuning


Di dalam ruang P3K, Hideyoshi menjadi bulan-bulanan~

Dipepet oleh lima orang – siapa lagi kalau bukan Eirin, Kanako, Satori, Tadakatsu, dan Yuyuko? – Hideyoshi berkeringat dingin. Kanetsugu hanya bisa melongo, tak tahu apa yang tengah terjadi.

"Jawab, Kagiyama-san kau apakan?" tanya Satori dingin, dengan tatapan yandere-nya (!?). Belum sempat Hideyoshi menjawab, Yuyuko menyelinap mundur, mencari tempat untuk menerima panggilan radio.

'Ya, Yuyuko di sini. Apa? Hina-chan udah ketemu? Bagus, bagus. Makasih, Masamune :D'

"Case closed, guys," kata Yuyuko setelah laporan itu, memecah suasana. Semua mata di ruangan itu tertuju kepadanya.

"Tadi aku dapat laporan dari Masamune, katanya Hina habis belanja, tapi kok nggak diberi uang sama Hideyoshi," lanjutnya. Hideyoshi malu dan kaget setengah mati. Tadakatsu kontan ngakak gulung-gulung di tempat, yang lain juga terbahak.

"Disuruh belanja apa aja, sih, kok perhitunganmu dia enggak bakal datang sampai acara selesai?" tanya Satori, masih tertawa. Hideyoshi menjawab pasrah, "Kemenyan."

"Kalau ke supermarket, mana mungkin dapat, geblek~ -_-;" ujar Eirin, sweatdrop.


Sementara itu, di dekat pintu studio...

"Hina, kamu ke mana aja?" sambut Masamune, setengah panik tiga per empat (?) lega.

"Tadi disuruh si 'monyet' beli ini di tempat sebelah," jawab Hina, menyerahkan selembar kertas kepada Masamune.

"Yaah, kamu kok bisa-bisanya dikerjain tuh monyet! Cari kemenyan kok di supermarket, coba aja ke pasar belakang studio!" seru Masamune.

"Ah, tapi aku balik bukan karena enggak ketemu barangnya, tapi karena tadi dia lupa memberi uang ^^;" sambung Hina.

"Ya, udah lah, sekarang yuk balik ke studio. Badan sakit semua nih, tadi habis ikut jotosan-" Masamune belum selesai bicara ketika ada sebuah suara yang berhasil membuat Masamune dan Hina terhempas.

"WOOI, DI MANA NIH SUIKA? DICARIIN NIIHHH~!" seru seekor yamabiko, Kasodani Kyouko, anggota sie kesekretariatan, yang diminta Eiki untuk mencari Ibuki Suika, juga dari sie kesekretariatan, yang sejak awal acara tidak muncul batang hidungnya.

"Suika, yah. Paling juga masih teler, peduli setan besok pagi ada acara besar dan dia (Eiki – Pen.) killer-nya setengah mati XD" bisik Hina kepada Masamune.

"Oh, iya. Apalagi semalam dia mabuk ama Yuugi (Hoshiguma Yuugi, sie dekorasi – Pen.), mana katamu kemarin ras oni kalo mabuk sering tidak kepalang tanggung. Pantes Nagamasa dan Yuuka tadi pagi marah besar, ternyata personilnya kurang satu itu, lagi teler. Untung kerja tuh oni sialan ter-cover oleh (Aki) Shizuha dan (Aki) Minoriko. Paling juga mereka semalam minum sake oplosan XD" tambah Masamune. Ia bercanda mengenai sake oplosan.

Setelah ia mendapat tatapan elo-tahu-dari-mana dari Hina, Masamune menepuk dada, "Semalam gue ikutan ... eh, Hina, bukannya semalam kita berdua lihat tuh oni tepar? Masak kamu udah lupa?"

"Oh, iya ya~" Hina menguap di akhir ucapannya. "Sebentar. Masamune, katamu tadi apa? Sake oplosan? Dioplos dengan apa aja?" Rupanya, lelucon sake oplosan Masamune ditanggapi serius oleh Hina.

Sebelum Masamune sempat menjawab, ia mendapat panggilan radio. "Ah. Bentar, yah," katanya.

"Moshi moshi, Date Masamune?"

"Masamune~ Ada berita gawat nih! Dai-chan tadi panik, minyak tanah di dapur raib!" seru Hideyoshi di sisi lain.

"Kita masih pake kompor minyak tanah? Bukannya di dapur kompornya kompor elpiji semua? o.O" tanya Masamune. Hina berpikir, 'Wah, jangan-jangan beneran dioplos, pakai minyak tanah dari dapur?'

"Makanya itu, Masamune. Kemarin sore, Dai-chan menginventaris dapur, katanya ada sebotol minyak tanah. Dia pikir, mungkin ada masakan yang terpaksa pake kompor minyak, soalnya dia kemarin juga kelihatan satu. Weladhalah, tadi pagi dia ngecek tuh botol, eh, kok berkurang banyak. Dia periksa tuh kompor minyak, kok nggak berubah. Kamu sama Hina kan semalam patroli, ada yang memakai dapur nggak?"

'Hideyoshi, kayaknya enggak ada. Tadi aku udah tanya Mitsunari, katanya kapur semalam dia kunci. Setahu dia, tuh dapur tidak ada kunci duplikatnya,' jawab Yuyuko.

Pada saat yang sama, Masamune menjawab, "Wah, kurang tahu. Semalam kami tidak ditugaskan ke situ oleh Tadakatsu."

Hideyoshi kemudian menjawab, "Eh, tadi udah dijawab Yuyuko. Katanya, sepertinya tidak ada. Sepertinya dia tahu lebih banyak, kalau dia aja yang bicara gimana?"

"Boleh, boleh," jawab Masamune.

Tiga menit kemudian, radio Masamune masih belum bunyi lagi.

"Masa' mereka ngoplos sake pake minyak tanah?" tanya Hina panik kepada Masamune.

"Sabar dikit lah, Hina-chan, jangan membuat kesimpulan yang enggak-enggak," sergah Masamune.


Sementara itu~

"Dai-chan? Kamu ngapain ke sini? :O" tanya Hideyoshi yang kaget dengan kedatangan Daiyousei.

"Ah, hendak memberi kejelasan soal minyak tanah. Kata Ishida-san, tadi malam kok ada ribut-ribut pas patroli," jawab Daiyousei.

"Wah, panjang umur, kau. Baru saja kami hendak mencarimu atau Ishida," kata Tadakatsu. "Ada kasus yang muncul gara-gara minyak tanah itu, yang bisa jadi mengancam nyawa. Penjelasannya bagaimana?" lanjutnya.

"Semalam, waktu kita dipanggil untuk briefing, saya sedang mengisi kompor minyak. Karena buru-buru menghadiri briefing, botolnya tidak sempat ditutup. Begitu selesai briefing, sepertinya Ishida-san langsung saja mengunci pintu, lalu bersiap patroli. Katanya, dia dapat pasangan patroli dengan ... dengan...," jelas Daiyousei, entah lupa entah tak tahu siapa pasangan patroli Mitsunari semalam.

"Kirisame?" jawab Tadakatsu.

"Oh, i- Eh, t-tunggu, mengancam nyawa?" tanya Daiyousei terkejut, baru ngeh dengan kasus yang muncul.

"Hm. Semalam, Ibuki dan Hoshiguma ketahuan mabuk oleh empat orang," jawab Tadakatsu setelah ia mengangguk.

"Empat?" tanya Satori. 'Ada lagi, yah, selain kami,' pikirnya.

"Yah. Date, Kagiyama, ... siapa lagi, yah, seingatku ada empat~" Tadakatsu kelupaan.

"... aku, dan Sanada-san -_-" tambah Satori, lalu facepalm.

'Oh, iya, Komeiji dan Sanada,' tiru Tadakatsu pelan. 'Padahal mereka yang lapor duluan, kok malah lupa duluan juga, yah? x_x' pikirnya, ikut facepalm.

"Lho, mereka masih belum turun juga?" Kanetsugu ikut panik.

Tadakatsu menggeleng, "Terakhir kali aku menghubungi Shiki, Miyamoto (Musashi, wakil PJ sie kesekretariatan – Pen.), Azai, dan Kazami, keempatnya kompak menyatakan belum." Kontan, seisi ruangan kaget.

"Makanya itu, tadi aku memberi tahu Kamishirasawa, orang tangan kananku, agar dua tengu gagak bermulut ember itu, Shameimaru dan Himekaidou (Hatate, sie dokumentasi – Pen.)," kata Tadakatsu, dengan penekanan pada ember, "tidak menyebarkan isu yang tidak-tidak."

'Nggak pake kuah juga, kali~ -_-;' gerutu Daiyousei dan Kanako yang kehujanan ember Tadakatsu.


Dan bagaimana Remilia nyerocos? Berikut cuplikannya.

"Stand-up comedy kan komedi cerdas," mulai Remilia, "jadi mestinya nggak apa-apa dong kalo saya nyerocos di sini pake bahasa Inggris? Buat author-nya sih mungkin enggak apa-apa, cuman kasihan pembacanya. Apalah lagi kalau saya ngemeng di atas sini pakai bahasa Jepang, udah kasihan pembaca, kasihan author-nya juga!" Tak pelak, ulah Remilia yang menembus dinding keempat membuat penonton tergelak.

"Saya punya kenalan, wartawan, whuss, cepet banget. Sebut saja, namanya Sha(meimaru Aya – Pen.)." Aya ke-GR-an di pojokan. "Sha itu, ya, pikirannya cepat, makanya beritanya sering tak terduga. Pernah satu hari, saya baca surat kabar, headline-nya panjaa~aang banget:

Ketika Kappa Alay Patah Hati
3 Kali Bunuh Diri, Enggak Juga Mati
-) Mau Loncat dari Air Terjun, Ketahuan Polisi
-) Gantung Diri, Eh Ternyata Kepanjangan Bener Nih Tali
-) Minum Racun Serangga, Belum Minum Dilarikan Mantan ke Eientei
PADAHAL, SETELAH TANYA KIRI KANAN, TERNYATA MANTANNYA CEWEK JUGA

Heran, saya, itu dia bisa bikin headline sepanjang itu siapa gurunya." Untungnya, Nitori, yang ikut meramaikan bangku penonton, ikut ngakak karena ia tak merasa terlibat dengan kasus kappa malang itu ... meskipun dia juga merasa miris sambil mengingat-ingat, kappa mana yah yang mau bunuh diri sampai segitunya cuma gara-gara diputusin pacarnya yang juga cewek?

Remilia melanjutkan, "Lihat bawahnya, ada lagi, sedikit lebih pendek tapi tetap gila:

Frustasi Cintanya Diputusin, Cewek Mengamuk di Depan Si Mantan
Wheladhalah, Tahu-tahu Kepalanya Diputusin Juga ama Si Mantan
(Kejam Bener Coy
._. )

'Wah, nih orang kok makin gila aja nih beritanya, mana pake emoticon segala.' Saya lihat di bagian atas halaman, ternyata 'Wooo, semprul, Koran Lampu Kuning tho.' Di Gensokyo kan ada dua harian besar, Bunbunmaru dan Kakashi Spirit. Kukira salah satu dari dua itu, nggak tahunya koran Lampu Kuning, harian ecek-ecek. Capek deeh~" Bukan hanya Aya dan Hatate, yang korannya disebut, yang dibuat terbahak, seisi studio juga sukses dibuat ngakak.

"Juga, saking cepatnya si Sha, dia dari sini ke matahari bolak balik lima menit udah sampe." Penonton sukses dibuat bertanya-tanya. "Dari sini ke matahari bolak balik lima menit," ulang Remilia untuk penekanan, dengan intonasi yang lebih pelan.

"Padahal, kapan hari saya sama Patchy pernah hitung-hitungan, sinar matahari sampai ke bumi butuh ... delapan menit setengah kalo nggak salah. 'Lho, ning, berarti Sha bisa bergerak lebih cepat daripada cahaya, dong? Padaha, katanya benda bermassa nggak bisa digerakkan melebihi kecepatan cahaya?' Sha melebihi kecepatan cahaya apanya, orang dia ke Matahari, supermarket sebelah, lima menit bolak balik bisa lah!" Aya, yang tadinya GR di pojokan, jadi sweatdrop di pojokan. XD

"Tapi, secepat-cepatnya Sha, masih ada yang lebih cepat. Apa itu? Koruptor Indonesia. 'Lho, Ning, koruptor Indonesia cepat apanya?' Cepat hilangnya. Baru diduga sebagai saksi, tahu-tahu ada di hutan Columbia, belanja di Singapura, di Bali nonton tenis, kadang juga nonton di Amerika."

"Ada juga, yang saking cepatnya, se-Indonesia tali raib semua. Kok bisa saya berkesimpulan begitu? Dulu, dia waktu dilantik pernah sesumbar, kalo saya korupsi, lihat saya digantung di Monas. Nyatanya, sejak dia terbukti korupsi sampai sekarang, belum terdengar kabar dia digantung. Kapan-kapan saya minta talinya sie perlengkapan dah buat menggantung nih orang. x_x"

"Gampang~!" seru Yoshihiro mantap dari bangku penonton sambil mengacungkan jempol. Tepuk tangan riuh menyambut keduanya. Yang paling riuh bertepuk tangan adalah Asakura Yoshikage, personil sie perlengkapan, serta Asakura Rikako, anak sie dekorasi yang ternyata cucunya entah generasi keberapa.

(Yang pasti, Rikako bukan cucu Abunawas generasi '74, mimpinya jadi lagu Gombloh. Serius, cari aja Mimpi Cucu Abunawas Generasi '74. Eh, tapi kok bisa yah cucu Abunawas sampe ke Jepang? o.O -


Terus, nasib Suika dan Yuugi gimana?

"Ah, sebentar, ada yang memanggil," Daiyousei minta izin undur diri. Pada saat yang sama, Satori berbisik kepada Yuyuko, lalu kabur juga.

Tak lama, setelah ia menjawab panggilan radio itu~

"WOII~ DAI-CHAN, KENAPA DAPURNYA BAU MINYAK TANAH!? BUKANNYA TADI PAGI KETIKA KITA BUKA BAUNYA TIDAK SEKUAT INI!?" teriak Mitsunari dari sisi lain line radio.

"Bukannya tadi kamu juga ikut menggebuki mereka karena minuman setan yang mereka buat untuk Knowledge-san (lihat lagi Bab 2S) dan menumpahkan botol minyak tanah yang semalam lupa kututup, Ishida-san? -_-;" jawabnya, sweatdrop.

"Oh, iya, ya x_x" jawab Mitsunari, Temon-style.

Daiyousei was not amused.


Sementara itu~

"Komeiji ke mana?" tanya Tadakatsu.

"Mencari Yukimura. Katanya, semalam, ketika mereka patroli, Yukimura mengambil semua 'susu macan' yang mereka minum, sementara mereka terkapar mabuk," jawab Yuyuko. "Barusan aku tanya Date sama Hina, mereka cuma lihat tuh oni tepar."

"Maksudnya 'susu macan' apa?" Tadakatsu tidak tahu apa itu susu macan.

"Itu, lho, susu dicampur dengan minuman keras. Barangkali mirasnya dari kendi sake Suika. Heran, bagaimana bisa tuh kendi menghasilkan sake segitu banyak," jawab Eirin.

"Terus, susunya?" tanya Kanetsugu ringkas.

"Tadi yang aku dengar dari Satori, diamankan-" jawab Yuyuko, terpotong oleh jeritan Yukimura yang diseret Satori tanpa ampun: "Satori-san, jangan seret-seret dong~ T_T"


Up next, in Battle of Demons!

Chapter 5 ~ And the Winner is ...

Setelah Remilia turun dari panggung, ada peri pelayan SDM yang menunggunya.

'Ojou-sama, apa perintah Anda?' tanya mereka, yang tadi dikumpulkan Aoi (lihat lagi Bab 4O)

Remilia berbisik, 'Kau lihat cowok di situ?' lalu menunjuk Ranmaru. '

'Aku udah makar dengan Nobunaga, dia sepertinya juga merasakan orang tangan kanannya jatuh cinta dengan seseorang di sisi kita. Kami sepakat untuk mempertemukan mereka di suatu meja, nanti kalian ...' kata Remilia, lalu mendemonstrasikan gerakan yang akan mereka lakukan.

'Kalau mereka tanya, bagaimana, Ojou-sama?'

'Bilang aja aku yang nyuruh,' jawab Remilia ringan.


A/N: Crack-pair baru lagi: Masamune / Hina. x_x


How about some writer's cut?


Beneran deh, OTP bagi saya dalam praktiknya bukan one true pairing, tapi one-time pad. Eh, bukan yang itu (entar dimarahi Sakuya dan dosen kriptografi ane :p ), one-time pairing.

Lah, dosen kriptografi sih masuk akal, kenapa bawa Sakuya juga? o.O

(dikutip dari naskah crossover Touhou / Harry Potter ane)

Kalo lu mengira one-time pad ada hubungannya dengan (breast-)pad Sakuya [sumpah, geregetan ane ama tuh meme, untung udah berkurang popularitasnya sebelum ane masuk fandom Touhou], mending lu bunuh diri aja, gih!

One-time padmerujuk pada sebuah teknik enkripsi yang, kalau dijalankan dengan benar, akan membuat pesan yang dienkripsi aman mutlak dari pihak tak berwenang karena secara matematis ia tak mungkin diretas. Masalahnya, syarat dan ketentuan pemakaiannya (terutama bahwa key yang digunakan untuk mengenkripsi pesan harus benar-benar acak dan dihancurkan segera setelah pemakaian, belum lagi distribusinya) membuat pemakaian one-time padtidak praktis kecuali untuk pesan yang benar-benar sensitif. ^^;

(quote end)


Kenapa, Yoshikage dan Rikako tidak muncul dalam seri yang sama?

Ya, kamu benar. XD

Serius. Semua berasal dari satu ... kesadaran, mungkin, bahwa Asakura Yoshikage, yang hanya menjadi NPC di Samurai Warriors, dan Asakura Rikako, yang hanya muncul dalam Phantasmagoria of Dim. Dream (itu game Touhou yang dirilis di platform PC-98, kalau elo mau mainin tuh game di platform Windows (dan Linux/Mac, mungkin) musti pakai emulator ^^;), kanji marganya (朝倉) sama!

Makanya, ane berpikir, rada usil sih, 'kalo (Kochiya) Sanae dan (Moriya) Suwako, yang marganya lain aja, ternyata berhubungan darah (kanon Touhou – Pen.), kenapa Yoshikage dan Rikako, yang kebetulan marganya sama, tidak mungkin demikian?'

(BTW, Asakura sebenarnya marga yang, menurut profil Rikako di en dot touhouwiki dot net, umum dipakai di Jepang.)


(Lho, dab, Ranmaru/Sakuya-nya gimana? – Hideyoshi)

Sabar dikit lah, Nyet, toh udah ada teaser di atas, untuk Bab 5.


Disclaimer: Author hanya menyumbangkan ide naskah pada cerita ini. Yang terbukti mengkopas naskah ini tanpa seizin penulis bakal ane setorkan kepada Remilia sebagai ganti si koruptor yang, menurut Remilia, 'berhasil menghilangkan tali di seantero Indonesia,' untuk kemudian digantung dengan tali yang ia minta dari sie perlengkapan. Dijamin hasilnya tidak akan baik~ :v