Chapter 2
Tittle : Just to be with you
Author : DETONG
Cast : Do Kyungsoo, Kim Jongin, Byun Baekhyun, Park Chanyeol
Other Cast : EXO member
Genre : Romance, hurt, sisanya masih dipikirkan kembali/?
Rate : T (masih aman)
Lenght : 1 of ?
Disclaimer : Semua tokoh bukan milik saya tapi milik tuhan YME dan orang tua juga agenci mereka, TAPI mungkin suatu saat nanti salah satu diantara mereka akan menjadi milik Author jika tuhan mengijinkan xD mungkin.
.
.
.
Let's Read Chingu ^^
"Jongin!"
"Hmm" pemuda itu tersenyum miris mendengar jawaban singkat dari pemuda tan di depannya yang terlihat serius dengan laptopnya.
"Ahh tidak jadi, mungkin hanya perasaanku saja hehe" pemuda mungil itu tertawa paksa mencoba menghiraukan sebuah rasa ragu dihatinya. Mencoba menampik kenyataan bahwa Jongin, kekasih yang dicintainya itu memang telah berubah tak sehangat dulu lagi.
"Sebaiknya aku pulang, sepertinya kau sedang sibuk. Jangan terlalu memaksakan diri, aku tidak mau kau sakit" Jongin menolehkan kepala pada pemuda di belakangnya sekilas lalu kembali menatap monitor di depannya.
Sekali lagi pemuda mungil itu hanya dapat tersenyum miris melihat pemuda tan yang sangat di cintainya itu benar-benar sudah berubah.
"Jongin! Aku... aku mencintaimu" begitu yang terakhir Jongin dengar sebelum suara pintu tertutup menandakan pemuda mungil itu sudah meninggalkan apartemennya.
.
.
.
"Hahh hhah hah" Jongin terbangun dari tidurnya.
Keringat dingin mengalir melalui pelipisnya, jantungnya berdegup kencang, nafasnya memburu seakan ia baru saja dikejar sesuatu, yah sesuatu dari masa lalunya.
Mimpi ini lagi. Mimpi buruk yang selama ini selalu menghantui dirinya. Ia memimpikan sebuah masa yang begitu ia sesali hingga saat ini. Jongin menekuk lutut, memeluk erat lututnya dan menenggelamkan kepalanya disana.
"Aku juga mencintaimu, Soo" Jongin berucap lirih.
Jongin mendongakkan kepalanya. Di lihatnya jam sudah menunjukkan pukul tujuh pagi. Pagi ini ia ada kuis dan ia hanya punya waktu 30 menit lagi sebelum kelas dimulai. Mau tidak mau Jongin harus beranjak dari ranjangnya. Jongin berjalan menuju kamar mandi dengan langkah gontai.
Tidak lama akhirnya Jongin pun siap menuju kampusnya. Ia sedikit terburu menuju basement apartemen mengingat tinggal lima belas menit lagi kelasnya dimulai. Dengan cepat Jongin mengendarai mobilnya menuju kampus. Setelah sampai ia langsung berlari menuju kelasnya. Namun langkahnya tiba-tiba melambat. Jongin melihatnya, melihat seseorang dari masa lalunya. Kyungsoo, Do Kyungsoonya.
Pemuda mungil itu berjalan seorang diri di ujung koridor sana. Jongin dapat melihat tatapan Kyungsoo yang menyendu kearahnya. Ada sedikit rasa bersalah dan penyesalan saat melihat mata itu, hanya saja Jongin segera mengontrol emosinya. Ia menatap dingin pemuda mungil itu lalu berjalan melewatinya.
Kyungsoo menghentikan langkahnya saat Jongin melewati dirinya begitu saja. Ia tersenyum lemah lalu mememjamkan matanya. Menghela nafas berat dan kembali membuka matanya, melanjutkan lagi langkahnya tanpa menyadari Jongin tengah menatapnya dari jauh.
***DTG***
Kelasnya kini sudah usai. Kyungsoo masih mendudukkan dirinya di dalam kelas, ia melihat ke luar jendela memperhatikan sosok pemuda jangkung yang tengah berada di lapangan, namun sebuah suara membuat perhatiannya teralih.
"Kyung, Chanyeol menyuruhmu kelapangan!" ucap sebuah suara cempreng dari arah pintu kelasnya.
"Ah ya, aku akan segera kesana!" balas Kyungsoo.
Kyungsoo berjalan dengan santai menuju lapangan, ia juga membawa handuk dan sebuah botol air mineral. Untuk apa, tentu saja untuk diberikan pada tiang listrik berjalan yang kini tengah melambaikan tangannya pada Kyungsoo dengan senyum idiot, menurut Kyungsoo. Kyungsoo langsung menyerahkan botol air itu pada Chanyeol dan tanpa basa-basi namja jangkung itu menenggaknya hingga tersisa setengah.
Kyungsoo duduk di depan Chanyeol lalu mengusap kening Chanyeol yang berkeringat dengan handuk yang ia bawa tadi.
"Kau membolos eoh?" tanya Kyungsoo sedikit mendorong kepala Chanyeol dengan tangannya, Chanyeol hanya tersenyum memamerkan giginya dan Kyungsoo mendengus melihat itu.
"Bodoh, sekali lagi bolos drop out menantimu Dobi" omel Kyungsoo.
"Hanya kali ini, Soo. Aku berjanji"
"Simpan saja janjimu itu, aku tidak peduli"
Chanyeol merenggut mendengarnya namun tak lama ia tersenyum jahil dan mencolek dagu pemuda mungil di hadapannya.
"Kau marah eoh? Astaga imutnya, kekasihku begitu perhatian kkk~" Chanyeol makin terkekeh melihat Kyungsoo menatapnya sebal.
"Aku ini hanya-" ucapan Kyungsoo terpotong saat dengan tiba-tiba Chanyeol mendekatkan wajahnya kearahnya.
"Ternyata kau begitu manis saat sedang marah" ujar Chanyeol. Kyungsoo membulatkan matanya dan mencoba mendorong pundak Chanyeol, namun pemuda jangkung itu tetap mempertahankan posisinya.
"Chan kau-"
"Sedikit bermain Soo, seseorang tengah menatapmu di belakang sana" ujar Chanyeol yang lagi-lagi memotong ucapan Kyungsoo. Kyungsoo menaikkan sebelah alisnya tidak mengerti. Matanya semakin membesar saat Chanyeol memejamkan matanya dan makin mendekatkan wajahnya, bahkan ia bisa merasakan deru nafas Chanyeol di wajahnya. Tanpa sadar wajah pemuda mungil itu memerah, Chanyeol memang tampan begitu sekiranya yang ada di pikiran Kyungsoo saat ini.
Semua terjadi begitu cepat. Sebuah tangan menarik Kyungsoo berdiri dan membawanya meninggalkan Chanyeol. Langkah Kyungsoo terseret karena seseorang di depannya berjalan begitu cepat. Orang itu membawa Kyungsoo menuju parkiran dan memasukkan Kyungsoo kedalam sebuah mobil dan mandudukkannya di kursi penumpang.
Kyungsoo terkejut saat menyadari bahwa yang menyeretnya tadi adalah Jongin. Pemuda berkulit tan itu menatap tajam dan dingin kearah Kyungsoo, lengannya masih menggenggam erat pergelangan tangan Kyungsoo.
"Kau-" suara itu tercekat, tidak bisa berkata-kata.
Jongin memajukan badannya dan mendorong tubuh Kyungsoo kepojok mobil, menghimpit tubuh mungil itu. Lagi-lagi Kyungsoo terkejut dengan tindakan Jongin yang tiba-tiba. Ia baru saja sadar dengan posisi mereka dan mendorong pundak Jongin.
"Apa yang kau lakukan brengsek! Lepas!" Kyungsoo berontak dalam kukungan Jongin. Namun apa daya, tubuh mungil miliknya kalah telak dengan tubuh kekar milik Jongin. Jongin menahan lengan Kyungsoo dengan sebelah tangannya dan sebelah tangannya lagi ia gunakan untuk menahan pergerakan Kyungsoo.
Jongin kembali mendekatkan dirinya menghimpit Kyungsoo. Kyungsoo tidak bisa berbuat apa-apa lagi, ia hanya bisa pasrah dengan apa yang akan jongin lakukan padanya. Tubuhnya sudah terlalu lelah memberontak dan tanpa diduga...
***DTG***
Chanyeol menyeringai saat Jongin menarik Kyungsoo menjauhinya. Ia berdiri lalu terkekeh geli berniat menyusul Kyungsoo namun sebuah panggilan membuatnya menoleh dan mendapati seorang namja cantik yang sama mungilnya dengan Kyungsoo berjalan menghampirinya. Chanyeol terkejut, namja mungil yang sedang berjalan kearahnya itu adalah Baekhyun, Byun Baekhyun.
"Baekkie?" tanya Chanyeol masih dengan wajah terkejutnya. Ia segera menarik Baekhyun untuk duduk disampingnya.
"Baek, apa tadi kau melihat-"
"Ah ini, handphonemu tertinggal diapartemenku" potong Baekhyun dan tersenyum sambil menyerahkan sebuah ponsel pada Chanyeol. Chanyeol menerimanya lalu menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Ahh pantas saja tidak ada. Ngomong-ngomong terimakasih Baek" Chanyeol tersenyum melihat rona di wajah cantik Baekhyun.
"Oh ya tadi itu si-"
"Ah sebentar aku harus mengangkat telepon" lalu Chanyeol pun berdiri menjauhi Baekhyun. Baekhyun menghembuskan nafasnya kasar, ia menatap Chanyeol yang kini sudah berjalan menghampirinya.
"Baek, maafkan aku tapi aku harus segera menemui Kyungsoo. Baiklah sampai jumpa?" Baekhyun tidak menjawab, hanya menganggukkan kepalanya.
Melihat itu Chanyeol tersenyum dan segera mengecup pipi kiri Baekhyun lalu berlari meninggalkannya sendiri. Baekhyun mengusap pipinya yang tadi di kecup oleh Chanyeol, namun ada sesuatu yang mengganjal di pikirannya.
Siapa Kyungsoo? Apa hubungannya dengan Chanyeol? Apakah Kyungsoo itu adalah namja manis yang tadi akan dicium oleh Chanyeol? Mungkinkah Kyungsoo adalah kekasih Chanyeol? Beberapa pertanyaan bersarang dibenaknya.
Sebenarnya Baekhyun sudah di sana sejak pemuda bermata bulat itu menghampiri Chanyeol dan yeah, Baekhyun melihat semua. Baekhyun melihat bagaimana Chanyeol tersenyum pada pemuda itu, Chanyeol yang memberenggut, Chanyeol dengan tawa jahilnya dan ia juga melihat bagaimana Chanyeol mendekatkan wajah sambil menutup matanya kearah pemuda manis itu. Baekhyun melihatnya dan Baekhyun merasakannya. Merasakan sebuah perasaan ngilu yang tiba-tiba menghantam hatinya.
Baekhyun tidak mengerti dengan perasaannya, bahkan mereka hanya bertemu beberapa kali. Harusnya ia tidak seperti ini. Baekhyun menyentuh dada sebelah kirinya. Disini, disini terasa sangat sesak. Baekhyun ingin menangis saja rasanya.
***DTG***
Saat mendapat telepon dari Kyungsoo untuk menemuinya, Chanyeol langsung berlari mencari sosok mungil itu. Tidak butuh waktu lama karena sosok yang dicarinya tengah mendudukkan diri dibawah pohon dengan lutut yang ditekuk. Chanyeol tersenyum melihatnya dan berjalan menghampirinya, lalu Chanyeol memeluk pemuda mungil itu dari belakang.
"Kau tidak apa? Apa si brengsek itu menyakitimu?"
"Aku ingin pulang" pertanyaan Chanyeol tidak digubris, namun Chanyeol kembali tersenyum maklum dan menganggukkan kepalanya.
"Anything for you" Chanyeol langsung merangkul Kyungsoo, ia tahu jika Kyungsoo bahkan tidak mampu untuk sekedar berjalan sekarang. Chanyeol langsung menyuruh Kyungsoo masuk kedalam mobil dan membawanya pulang.
Sepanjang perjalanan Kyungsoo tetap diam, sesekali Chanyeol melirik kyungsoo. Kyungsoo benar-benar membuatnya khawatir sekarang. Berbeda dengan Chanyeol, Kyungsoo sedang memikirkan kejadian tadi saat dirinya sedang bersama Jongin.
FLASHBACK ON
"Apa yang kau lakukan brengsek! Lepas!" Kyungsoo berontak dalam kukungan Jongin. Namun apa daya, tubuh mungil miliknya kalah telak dengan tubuh kekar milik Jongin. Jongin menahan lengan Kyungsoo dengan sebelah tangannya dan sebelah tangannya lagi ia gunakan untuk menahan pergerakan Kyungsoo.
Jongin kembali mendekatkan dirinya menghimpit Kyungsoo. Kyungsoo sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi, ia hanya bisa memejamkan matanya pasrah dengan apa yang akan Jongin lakukan padanya. Tubuhnya sudah terlalu lelah untuk memberontak. Namun,matanya membulat saat pemuda di depannya itu memeluknya perlahan dengan bahu yang bergetar halus. Kyungsoo tau, Jongin tengah menangis. Seseorang yang dulu hingga kini ia cintai, menangis dihadapannya. Seharusnya ia bisa kuat melihat pemuda itu menangis namun, sebesar apapun perasaan benci Kyungsoo pada pemuda tan itu, rasa cintanya bahkan jauh lebih besar untuk Jongin, Kim Jonginnya.
"Sebentar saja, kumohon biarkan seperti ini. Kau tahu, aku sangat menderita Soo" Kyungsoo membeku mendengar perkataan Jongin. Benarkah? Benarkah Jongin juga menderita sama sepertinya? Benarkah Jongin juga merasakan sakit sesakit dirinya?
Kyungsoo benci ketika hatinya tidak mampu mengikuti pikirannya, ia begitu menyayangi pemuda yang terisak didepannya. Ia tidak bisa lebih lama lagi membohongi perasaanya sendiri jika ia juga begitu merindukan sosok dihadapannya ini, ia begitu merindukan Jongin.
Kyungsoo mengelus wajah Jongin, menghapus air mata itu lalu mengecup singkat bibir pemuda berkulit tan itu.
"Uljima, jangan menangis Jongin. Jangan pernah menangis dihadapanku, rasanya sangat menyesakkan" lirih Kyungsoo menatap mata Jongin.
Begitu hangat tangan Kyungsoo diwajahnya, perkataan Kyungsoo barusan semakin membuat Jongin merasa sesak. Didorongnya pelan Kyungsoo untuk bersandar pada jok mobil dan diraupnya bibir berbentuk hati itu, meluapkan segala emosinya, rindu, bahagia, marah, semua dalam sebuah ciuman hangat bersama Kyungsoo. Pemuda mungil itu tidak menolak karena ia juga merasakan apa yang Jongin juga rasakan. Mereka masih saling mencintai, semua tahu akan itu. Namun takdir masih ingin mempermainkan kedua anak adam ini.
FLASHBACK END
Kini Kyungsoo sudah terbaring diranjangnya. Chanyeol menyelimuti pemuda mungil itu hingga dada lalu duduk disampingnya. Ia menatap cemas pada pemuda mungil yang kini tengah memejamkan matanya, Kyungsoo tidak tidur dan Chanyeol tahu itu. Kyungsoo yang diam adalah Kyungsoo yang selalu menyembunyikan sesuatu dan itu kadang membuat Chanyeol khawatir.
Diusapnya sayang kening Kyungsoo lalu mengelus-elus surai hitam itu, berharap agar pemuda mungil itu bisa tidur dan beristirahat. Cukup lama Chanyeol melakukan itu ia pun beranjak dari duduknya. Namun baru saja berdiri, jaket bagian bawahnya ditahan oleh seseorang. Kyungsoo menahan kepergian Chanyeol.
"Kajima" lirih Kyungsoo, sangat lirih nyaris tak terdengar. Chanyeol menatap sendu kearah Kyungsoo. Sungguh menyedihkan melihat Kyungsoo seperti ini. Kyungsoo tidak boleh seperti ini. Bagaimana pun ia bertanggung jawab atas Kyungsoo. Walaupun-
"Chan..." pikiran Chanyeol terbuyarkan oleh panggilan Kyungsoo. Pemuda tampan itu kembali mendudukkan dirinya disamping Kyungsoo.
"Aku disini Baby" kini ia menggenggam tangan Kyungsoo, meremasnya pelan.
"Tenanglah"
-To Be Continue-
Akhirnya chap dua ngambang/? hohoho :D
Ada apakah antara mama Kyung dan papa Jong/? serta mas DJ tamvan Cahyo dan mbak sexy Yuni Wkwkwk
Semoga kalian suka hehe terimakasih untuk review favs dan follownya. Menambah semangat author untuk semakin berkarya /hallahhh/ xD
Jangan lupa review jusseyo chingu^^
Balasan ripiwww in here hohoho :*
Meliarisky7 : Syudah lanjut hohoho semoga suka ^^
ViraaHee : Gantung aja mbak gantung wkwkwk *giring Chanyeol*
KaisooShip : Pacaran, ya seperti itulah hohoho Chanyeol di sini punya kerjaan sampingan sebagai DJ di club malam hohoho betichu ^^
Cute : Wkwkwkw penasaran astogeh author terhura #abaikan XD Sudah lanjut semoga suka ^^
KaisooShip : Iyaaiyaaa :* sudah lanjut semoga sukaaaa hihihi ^^
Terimakasih atas reviewnya Chingu author sangat-sangat terhura dan bahagia wkwkwk #abaikan
Semoga kalian suka jangan bosan meninggalkan jejak Reviewnya ya Chingu gomawo~ ^^
