Firdha858: iya ini chaptered, n lumayan panjang -_-)v

LVenge: yup, emang reinkarnasi mereka :3

celindazifan: dimana ada Kristao disitu kita senang xDd

Kirei Thelittlethieves: udah lanjut~

Rich L. Khalifa: sip! Udah lanjut ^^

Flywithbaek: hai juga! Nih udah di lanjut :3

.

.

FANFIC REMAKE

Sequel from 'If We Never Meet Again'

.

Dust Grains

By: Skylar.K

Pair: Kristao

Cast: Wu Yi Fan, Huang Zi Tao, Xi Luhan, EXO Members and other with OC

Genre: Drama, Romance, Fantasy

Rating: T

Warning: TYPO(S)!

Word with bold its meaning something

.

.

.

Hatiku tidak pernah menyesal,
Semuanya hanya untukmu
1000 burung kertas,
1000 ketulusan hatiku,
Beterbangan di dalam angin
Menginginkan bintang yang lebat besebaran di langit,
Melewati sungai perak,
Apakah aku bisa bertemu dengan mu?
Tidak takut berapapun jauhnya,
Hanya ingin sekarang langsung berlari ke sampingmu,
Masa lalu seperti asap, hilang dan tak kan kembali
Menambah kerinduan di hatiku
Bagaimanapun di cari,
Jodoh kehidupan ini pasti tidak akan berubah...

.

.

Monday, 22.30 pm.

"Aku tidak percaya ini" pemuda bermata coklat gelap disana agak menggumam, menatap pada selembar kertas berwarna putih gading yang di bawanya.

Pemuda lain yang berambut caramel―yang duduk bersandar di tempat tidurnya, tengah membaca buku di pangkuannya―mengangkat wajahnya menatap teman sekamarnya yang sekaligus menjabat Ketua Dewan Siswa di sekolah―sementara ia sendiri menjabat sebagai Ketua Asrama.

"Kenapa Lay?" Luhanーpemuda cantik bersurai caramel, mengangkat satu alisnya menatap Lay atau Zhang Yixing.

Pemuda yang memiliki lesung pipi itu mengangkat surat yang di bawanya, tak mau berkomentar. Luhan pun meletakkan buku yang tengah di bacanya ke ranjang lalu turun, menghampiri tempat tidur Lay yang hanya berjarak 3 meter dari tempat tidurnya.
Tanpa meminta persetujuan, ia mengambil surat tersebut, membaca tulisan rapih yang ada. Beberapa detik kemudian keningnya berkerut samar lalu semakin dalam, dan matanya yang sipit melebar sempurna.

"A-apa ini?" Luhan beralih menatap Lay, meminta pejelasan. "Tuan Bryan meninggal dunia?" ia memelankan suaranya, matanya menyipit. Lay mengangguk samar.

"Sebenarnya aku sudah merasa aneh kemarin, kenapa ada guru baru yang menggantikan Tuan Bryan" Lay berujar agak pelan.

Mengingat tidak semua siswa di Lazuli School Academy adalah manusia, mereka di haruskan untuk waspada di malam hari. Luhan berangsur duduk di pinggir tempat tidur Lay, raut wajahnya tampak shock.

"Di surat ini tidak di jelaskan penyebab meninggalnya, kemarin-kemarin Tuan Bryan masih baik-baik saja, 'kan?" Luhan menoleh ke sisi kanannya, menatap Lay yang duduk termenung.

"Tidak seperti biasanya, kenapa tidak di umumkan saat waktu sarapan atau istirahat siang? Kenapa guru-guru memberiku surat ini?"

"Pasti ada yang tidak beres" gumam Luhan, kembali melemparkan tatapannya ke dinding. Lay menghela nafas samar, bersandar pada nakas, menengadah menatap langit-langit kamar.

"Yang aneh, kenapa pihak Guru menyembunyikan hal ini dari para siswa" ucapnya pelan. Luhan mengangguk kecil, sependapat.

"Semoga saja tidak terjadi hal aneh lainnya" Luhan agak menggumam, melipat kembali surat yang di bawanya.

"Oya, ngomong-ngomong. Bagaimana menurut mu tentang Guru baru itu?" Luhan merubah posisi duduknya kini menghadap Lay. Pemuda bersurai madu itu beralih menatap Luhan.

"Entahlah, kurasa dia hanya terlalu tampan. Bagaimana mungkin ada pria setampan itu mau jadi Guru? Seharusnya dia menjadi Armour di kota" ucap Lay, Luhan ertawa.

"Baguslah kalau cuma itu" ia terkekeh kecil.

"Oya Lu" Lay menegakkan punggungnya.

"Hm?"

"Apa kata Nona Sandara? Beliau sudah mengetahui dimana buku itu?"

Luhan menggelengkan kepalanya pelan. "Rasanya akan sulit sekali menemukannya"

"Lalu bagaimana dengan Tao, Jongin, Xiumin dan Joonmyun? Kau sudah menanyakan pada mereka?"

"Kalau mereka tahu, pasti kita juga tahu"

"Ku rasa kau harus menanyakan pada Tao besok. Ingat dia berbeda, Moon Elfdan Wood Elf yang menjadi satu"

"Itu masalah gampang, kita hanya perlu waspada dengan Sehun dan makhluk hitam lainnya"

"Kau benar. Aku heran, kalau Dark Elfseperti Sehun memiliki kekuatan sihir sangat tinggi, kenapa dia mendompleng kita?"

Luhan mengangkat bahu kecil.

"Entahlah, sudah malam ayo tidur" si cantik itu bangkit berdiri, meletakkan surat yang di bawanya ke tempat tidur dan menuju tempat tidurnya sendiri.

"Besok kau harus berunding dengan mereka" ujar Lay mengingatkan, karena Luhan sudah berbaring menyelimuti tubuhnya sebatas pundak.

Angin yang berhembus, melingkupi lorong asrama dan seluruhnya, semakin membuat suasana hening yang mencekam kemudian.

Tuesday, 06.00 am.

Helaan nafas pendek meluncur dari mulut Tao. Masih terlalu pagi untuk menghela nafas, dan tidak biasanya ia tampak sangat lesu di pagi hari, matanya yang berkantungnya juga terlihat agak merah.

Kini ia telah siap dengan seragamnya yang bernuansa abu-abu merah, ia beranjak dari depan kaca mengambil buku yang berada di atas nakas. Jongin yang melihat kesiapan Tao, memperhatikan pemuda Panda pemilik bibir curvy itu dengan mengangkat satu alisnya heran.

"Apa tidak terlalu pagi?" tanyanya, sembari memakai seragamnya.

"Aku mau mengembalikan buku ini dulu. Aku duluan!" ujar Tao berjalan ke arah pintu seraya berseru.

Pemuda bertubuh tinggi semampai itu menyusuri lorong asrama yang tergolong masih cukup sepi, hanya terlihat segelintir anak, itupun banyak dari mereka yang masih mengenakkan piyama atau baju biasa.

"Tao-ah!" seseorang berlari kecil di lorong.

Tao memutar kepalanya, berhenti berjalan menunggu sosok jangkung mungil Joonmyun yang tengah berlari ke arahnya.

"Pagi sunbae" sapanya tak lupa tersenyum. Joonmyun mengangguk kecil sebagai balasan.

"Pagi, mau kemana?"

Tao kembali melanjutkan langkahnya, berjalan berdampingan dengan sang seniornya yang terkenal ramah.

"Ke Ruang Direktur, kalau sunbae?" ia menoleh pada seniornya yang bersurai brunette itu.

"Aku ada urusan dengan Sehun"

Tao mengernyit menatap lekat Joonmyun, pemuda tampan itu tersenyum miring seolah tahu apa yang di pikirkan sahabat kecil sekaligus juniornya.

"Aku hanya ingin menanyakan soal kejadian beberapa hari yang lalu" ucapnya santai.

"Kejadian apa?" kerutan di kening Tao semakin dalam.

"Ah iya" Joonmyun menepuk dahinya pelan, kemudian menoleh menatap Tao. "Lain kali saja ku ceritakan"

"Apa ada kaitannya dengan Dunia Tengah?" Joonmyun mengangguk kecil.

"Apa terjadi sesuatu disana?" Tao bertanya cemas.

"Sedikit, ah aku kesana ya" Joonmyun tersenyum tipis, mengambil jalan yang berbeda, sementara Tao harus mengambil jalan di sisi kanannya.

Pemuda manis itu terdiam beberapa detik, lalu kembali melanjutkan langkahnya menuju gedung kuno sekolah yang menyerupai kastil. Namun saat ia hendak melangkahkan kaki memasuki gedung, suara derap langkah kaki kuda yang berlari tak jauh darinya, membuatnya menoleh ke belakang punggungnya.

Tao mendekap buku yang di bawanya ke dada, memperhatikan seorang pria berbaju serba hitam yang menunggangi kuda hitam. Pria itu berambut pirang gelap, memiliki gestur tubuh yang tegap, sangat menarik untuk memikat lawan jenis.

Tanpa sadar Tao meremas tangannya yang mendekap buku, matanya tak sedikit pun berkedip menatap Guru biologinya tersebut. Ada yang menggeliat di dalam perutnya saat tanpa sengaja tatapan matanya bertemu dengan mata Kris yang memiliki tatapan tajam.

Pria tampan itu tersenyum ke arahnya, menunggangi kudanya dengan lincah. Tao buru-buru memegangi dadanya yang tiba-tiba berdebar ketika melihat senyum Guru biologinya itu. Aneh, ia mendadak gugup.

Pemuda Panda itu pun membalikkan badannya cepat, melanjutkan langkahnya yang tertunda sambil memegangi dadanya karena jantungnya tak kunjung berdetak normal.

Apa yang terjadi? Kenapa dirinya jadi bersikap aneh seperti ini?

Tao mengangkat wajahnya, berusaha untuk tampak tenang. Ia pun memutuskan untuk berdiri diam sejenak di depan pintu kayu besar yang bertuliskan 'Ruang Direktur', menarik-hembuskan nafas perlahan agar detak jantungnya berangsur-angsur normal.

Setelah yakin dirinya mulai tenang, ia mengetuk pintu kayu tersebut dan terdengar suara dari dalam. Di genggamnya handle pintu, membukanya dan masuk.
Seorang pria tampan bermata cemerlang yang duduk di belakang meja kayu kerjanya, tersenyum melihat jika murid kesayangannya lah yang masuk.

Tao menundukkan kepalanya sedikit, dan pria bernama Choi Siwon tersebut mempersilahkan Tao untuk duduk.

"Ada apa pagi-pagi sekali datang kemari?" tanya Siwon, saat Tao telah duduk di hadapannya.

"Saya ingin mengembalikan buku ini Tuan" Tao meletakkan buku yang di bawanya ke meja.

"Sudah kau pejari?"

"Sudah"

Siwon mengambil buku tersebut dan meletakkannya diatas tumpukan buku yang lain yang ada di mejanya.

"Tahu kenapa aku menyuruhmu membaca buku-buku yang ku pinjamkan?"

"Ya, karena Tuan ingin saya mempelajari Dunia ini lebih dalam lagi"

"Kau benar, untungnya kau anak yang cepat belajar"

Tao tersenyum, ada semburat merah di pipi gembilnya.

"Omong-omong, kenapa matamu merah?" Siwon menaikkan satu alisnya. Memang ia sangat memperhatikan murid yang duduk di depan mejanya ini.

"Ah ini, saya tidak bisa tidur nyenyak selama sepekan ini"

"Kenapa?"

"Saya selalu bermimpi hal yang sama"

"Mimpi apa?"

"Tidak ada apapun, hanya kabut tebal dan suara nyanyian"

"Seperti apa nyanyiannya?"

"Saya tidak ingat. Apa itu pertanda buruk?"

"...tidak, mimpi hanya bunga tidur. Tapi tidak ada salahnya kau waspada"

Tao mengangguk kecil. Siwon meraih sebuah gulungan usang di dekat tumpukan buku yang berada di sisi kanan meja, dan di berikannya pada Tao.

"Sekarang aku mau kau mempelajari ini" ujarnya.

Tao mengamati perkamen yang ada di tangannya itu. "Ini...perkamen China?" ia kembali menatap Siwon, pria itu mengangguk.

"Perkamen itu menjelaskan kehidupan di Dunia ini, pelajarilah"

"Baik!"

Siwon hanya tersenyum melihat semangat Tao, serta keluguan yang terpancar di sorot mata Onyx nya.

"Ah iya, tolong sekalian berikan berkas data Siswa ini pada Tuan Kris" ucapnya kemudian, menggeser setumpuk berkas di mejanya ke hadapan Tao.

"Baik, kalau begitu saya permisi" Tao bangkit berdiri, meletakkan perkamennya di atas tumpukan berkas dan membawanya dengan kedua tangan.

Siwon bangkit berdiri, membukakan pintu untuk Tao yang tampak susah payah membawa semua barangnya.

"Ah, ada yang ingin ku tanyakan" ucap Siwon tiba-tiba, membuat Tao urung melangkah keluar ruangan.

"Ya?"

"Dari ke lima Elf yang ada di sekolah ini, menurutmu siapa yang patut di percaya?"

Tao melirik keatas, tampak mengingat dan menimbang-nimbang. "...Jongin?" sebutnya kemudian.

Siwon mengangguk-angguk kecil.

"Baiklah. Oh ya, semalam aku melihat kalian bertiga di halaman asrama. Saranku jangan berkeliaran saat malam, terlalu berbahaya" ujarnya, Tao mengangguk kecil.

"Baik, terima kasih Tuan"

Siwon tersenyum, Tao pun keluar. Tapi baru beberapa langkah menjauh dari depan Ruang Direktur dirinya teringat sesuatu yang penting.

"Ah...aku lupa menanyakan apa yang di katakan Suho-sunbae tadi, bodoh!" rutuknya kesal sendiri.

Tuesday, 10.05 am. Break time.

"Kyungie~!"

Pemuda bermata bulat tersebut menghentikan langkah kakinya di tengah-tengah koridor sekolah―hendak menuju ke kelas berikutnya―menoleh ke balik punggungnya.

"Ada apa Nan?" tanyanya, begitu Nancy― teman sekelasnya―berdiri di hadapannya.

"Kau lihat Tao tidak?" tanya gadis berambut pirang itu.

"Tadi sih buru-buru keluar mengejar Tuan Kris, kenapa?"

"Ada rapat Dewan Siswa. Ya sudah, terima kasih!" ujar Nancy kembali berlari.

Kyungsoo mengangkat bahu cuek, berbalik kembali dan melanjutkan langkahnya. Tapi lagi-lagi langkahnya terhenti saat tiba-tiba ada sesuatu yang berkelebat di depan matanya, Kyungsoo terdiam untuk beberapa detik kemudian menoleh ke sisi kirinya. Menatap ke luar melewati celah pilar berbahan bata merah yang membentuk rongga jendela berukuran besar, ke arah langit biru di atas sana. Matanya menyipit melihat sekelompok gagak yang terbang berputar di langit.

Kenapa mereka berada di sini? Karena sebelumnya tidak pernah ada burung gagak yang berada di wilayah sekolah.

"Hei!" sebuah tepukan di pundaknya, membuat pemuda itu manis itu berjingkat kaget.

Kyungsoo mencibir menatap Jonathan―teman satu kelasnya.

"Kenapa berdiri disini?" tanya pemuda jangkung berkulit putih itu.

"Ada burung gagak di luar" Kyungsoo kembali melemparkan tatapan matanya ke arah langit.

"Eh, ngomong-ngomong soal gagak..." Jonathan menggantung kalimatnya, Kyungsoo pun menoleh, memperhatikan Jonathan yang tengah merogoh saku celananya.

"Aku menemukan ini di meja guru" lanjut Jo, menunjukkan sehelai bulu berwarna hitam pada Kyungsoo.

"Menurut mu ini bulu apa?" Kyungsoo mengambil bulu tersebut dengan kening berkerut samar.

"Ini bulu gagak, kenapa bisa ada di meja guru?" ia beralih menatap Jo.

"Mana ku tahu"

"Lagipula kenapa kau memungutnya?"

"Kupikir mau ku tanyakan dulu padamu"

Pemuda manis bermata bulat itu kembali mengamati bulu hitam tersebut.

"Mungkin milik Tuan Kris" celetuk Jo. Kyungsoo menoleh, kembali menatap pemuda bersurai madu itu.

"Terakhir pelajaran biologi 'kan?" imbuhnya, seakan mengerti akan raut bertanya di wajah Kyungsoo.

"Kau benar" ia menggumam.

Tiba-tiba ia menyerahkan buku-bukunya pada Jonathan, yang siap tidak siap harus menampung barangnya. Dan nyaris menjatuhkan buku-buku itu karena mendadak di berikan padanya

"Aku mau mencari Tao!" teriaknya, berlari menjauh―berlawanan arah.

"Hei! Kyung! Bagaimana dengan bukumu ini!" teriak Jonathan sia-sia, karena teman kecilnya itu sudah berlari cukup jauh.

To be continue

Note:
Moon Elf(Night Elf) = salah satu ras Elf yang memuja bulan.
Wood Elf = ras Elf yang ahli mengendalikan busur dan serangan tersembunyi, sangat lincah dan setara dengan Dark Elf.
Dark Elf(Drow) = ras yang paling ahli menggunakan sihir dan dark magic. Merupakan Elf yang terbuang.

Ah ya, fanfic ini menggunakan sedikit bahasa para Elf. Di part ini memang belum ada, buat jaga2 aja di part2 selanjutnya. Dan bahasa Elf itu ada loh, ga hanya di film Lord Of The Rings(yang di pakai Legolas cs). Bahasa Elf di ff ini juga masih satu jenis dengan yang di pakai Legolas, ga selurunya sama, soalnya ada beberapa jenis bahasa Elf, n jujur itu bikin gw pusing pas bikin ff ini dengan fandom aslinya.

Kalo penasaran kalian bisa search di google, dan itu bener2 ada tutorial buat belajar bahasa Elf, dan bahkan ada komunitasnya. And thats it's so awesome! N klo ada yang mau di tanyakan, just PM me ^^

Gw pribadi suka banget ma Legolas #OOC xD well, jangan lupa tinggalkan review ya! *wink*

© Skylar.K