NAUGHTY
Pairing : NaruXFemSasu
Genre : Romance
Rated : Full Lemon, Straight. Cerita Geje berat. EYD amburadul tidak karuan
Sasuke Pov
Aku Uchiha Sasuke, keturunan terakhir dari klan Uchiha. Kalian pasti tahu, entah dari orang-orang atau dari internet, Uchiha adalah sebuah klan yang terpandang dan terkaya di konoha. Semua anggota klan Uchiha tidak ada yang tidak sukses dan kaya. Entah bagaimana mereka mendapatkan kesuksesan itu, aku tidak begitu peduli. Aku hanya bungsu dan aku sangat di sayangi oleh semua keturunanku. Aku bingung, apa yang menarik dari diriku sehingga angggota klan yang lain begitu simpati dan pasti akan mengalah bila aku sudah meminta apapun. APAPUN.
Aku perempuan dan memang wajar aku hobi berbelanja. Semua orang mengatakan bahwa aku cantik dan sangat sempurna. Benarkah, aku tidak terlalu habis pikir. Memang seluruh klan Uchiha tidak ada yang bertampang dibawah standart. Mereka selalu diatas rata-rata dalam segi kesempurnaan ragawi. Apalagi Nisaan ku, Oh My andaikan ini adalah FF dengan genre incest, mungkin aku sangat mencintai kakak laki-laki ku ini. Siapapun baik wanita maupun pria pasti akan mencintai kesempurnaan ragawi kakak ku.
Saat ini aku sedang menjalin hubungan dengan seorang teman yang satu sekolah dengan ku. Dia beruntung bisa menjadi pacar ku, salah kan saja ibunya yang menjadi teman baik dari kedua orang tua ku. Oh jangan lupa kan juga kekayaan serta eksistensi yang dimiliki oleh keluarganya, kalkulator pun tidak akan mampu menampung jumlah nol di belakangnya. Dia pemuda yang tampan, tentu saja mana mungkin aku mau menerimanya kalau dia buruk rupa. Namanya adalah Namikaze Naruto, keturunan tunggal klan Namikaze dan pewaris utama yayasan yang menaungi sekolah tempat ku belajar. Sudah cukup lama juga kami, pacaran mungkin sekitar satu tahun.
"Siang Sasuke." Aku hanya mengangkat kepalaku saat mendengar seseorang memanggil namaku dengan lembut dan nampak lah seorang pemuda tampan berkulit tan manis dengan surai spike blonde yang berantakan namun seksi serta mata Blue Shapire yang jernih.
"Akh..ada apa?" ternyata yang memanggil ku adalah pacarku.
"Aku rindu padamu sayang, bagaimana kalau nanti kita…"kata-kata nya menggantung, dia memandangku dengan mata nakal yang menggoda.
"Hn, memangnya yang kemarin masih belum puas heh?" Tanya ku dengan mengalungkan tanganku pada leher kokohnya. Kembali ku tatap mata blue elektrik nya dengan pandangan tak kalah menggoda. Sengaja ku geserkan lututku ke selangkangan nya. Biar tahu rasa kau baby. Memang enak di goda seperti ini. Kemarin kau sudah nakal memakai kan ku vibrator sepanjang pelajaran yang bergetar hebat di vaginaku. Aku harus menahan gejolak dengan tidak berteriak atau mengeluarkan suara-suara aneh saat aku klimaks.
"Uhh..mana mungkin aku puas bila tidak menyentuh bidadari ku yang cantik ini." balasnya sembari mendekatkan selakangannya pada lutut ku dan bergerak layak nya orang bersetubuh. Oh My..aku lupa, pacar ku ini memang mesumnya sudah kelewatan sekali.
Dia bisa terangsang di manapun dan saat sedang melakukan apapun. Dan bila dia sudah Hard dia pasti akan melakukan nya. Entah saat itu berada dimana. Dia memang Naughty sekali kan. Dia benar-benar hebat di ranjang. Dia bisa membuatku klimaks hanya dengan jarinya saja.
"Benarkah, bukan kah kau yang kemarin menyerah dengan permainan ku, hn sayang." bisik ku dengan mendesah di telinganya. Aku tahu pasti dia tidak akan tahan bila aku sudah begini.
"Tidak ada yang mungkin tahan dan tidak ejakulasi saat kau bergerak seliar itu di atas penis ku,baby kau membuat ku ingin menyutubuhi mu di sini." balasnya dengan suara berat.
Dia pasti sudah Horny sekali. Kasihan sekali pacar ku ini. Namun itu tidak menyulutkan niat ku untuk menggodanya lebih. Dengan perlahan ku jilat leher kekar yang berwarna tan manis milik pacarku ini. Sedikit ku gigit agar ia semakin frustasi dengan keadaan nya. Ternyata itu berhasil terdengar dari desahan yang keluar dari bibirnya
"Hnn..Sasu sayang, uughh…kau membuatku turn on..akhh."
"Apa kau ingin menyetubuhi ku di sini hnm Naruto, di ruangan ini, biar semua orang mendengar desahan seksi ku dan aku akan meneriakan namamu saat penis besar mu menghajar lubang ku." tanyaku dengan dirty talk yang selalu ia lakukan saat menggoda ku bila ia ingin meniduri ku.
"Kenapa mulutmu bisa senakal ini. Lihat penis ku menjadi bangun mendengar suaramu." balasnya dengan membuka kancing seragamku. Aku tahu dia tidak akan tahan dengan ku.
"Kau yang mengajari ku bicara senakal ini Naru, akh kau membuka kancing ku sayang." Tangan besarnya menyelinap masuk dan mengelus dadaku di luar bra. Seketika serangan listrik beratus volt menyerang tubuh ku.
"Hari ini kau memakai Bra berenda pemberian ku, kau benar-benar sudah menyiapkan ini." kata nya sambil menatapku lekat namun tangannya semakin nakal mengelus kesana kemari.
Mana aku tahan bila sudah begini. Dia memang sudah menghafal kelemahan ku.
"akh..ngh..sshh….na..Naruhhh ak..aku…ahn." Mana mungkin aku bisa bicara dengan jelas, karena tiba-tiba tangan nya dengan lincah menyusup dibalik bra dan menyentuh titik yang menjadi kelemahan ku. Jemarinya memang begitu terampil memanja bagian tersebut. Oh Good, aku benar-benar turn on sekarang.
"Puting kecil mu menegang baby, kau memang benar-benar bereaksi dengan sentuhan ku ya Sasukehh." Bisiknya lalu ia menjilati daun telingaku. Ya Tuhan dia juga hafal titik kelamahan ku yang lain.
"Ssshh…ough…uhhh..Naruhh tohhh." lenguhku pelan
"Wangimu benar-benar membuat ku mabuk." katanya pelan namun masih bisa ku dengar. Sedetik kemudian, bagian leherku terasa basah dan geli.
"Ukhh..ahhh….ughh." aku melenguh memperdengarkan desahan tertahan ku yang tercekat di tenggokan. Oh betapa pintar ia memainkan lidah nya di leherku. Ia pasti meninggalkan banyak kissmark di sana. Bekas yang kemarin saja belum hilang dia sudah membuat bekas yang baru. Good sayang kau membuat ku bingung bagaimana aku menutupi tanda cinta mu ini nanti saat aku di rumah. Kau bisa di bunuh Tousan bila trademark mu tergambar jelas di leherku.
"Kau benar-benar malaikat ku yang nakal Sasuke, aku benar-benar gila pada mu." bisik nya pelan di telingaku saat ia sudah selesai menunaikan tugas meninggalkan bekas di leherku.
Dengan mata yang masih menatapku tajam dia melepas seragam atasku dan membuang nya di lantai. Oh My, dia benar-benar ingin melakukan nya di sini. Bagaimana kalau ada yang datang dan mempergoki kami. Tidak. Aku harus menghentikannya. Setidaknya dia bisa bersabar sampai sekolah usai dan bisa melanjutkan nya di hotel berbintang seperti biasanya.
"Ungh Naru sayang, bagaimana kalau kita melakukan nya di hotel saja. Aku kurang nyaman di sini." kata ku pelan dengan membingkai wajah tampannya dengan kedua telapak tanganku. Tak lupa aku memberi nya jilatan panas dari lidah nakal ku di pipi mulusnya yang terdapat tanda lahir berupa tiga kumis kucing yang membuatnya mempesona.
"Kau menolak ku, bukan kah kau tahu kalau aku tidak bisa menunggu apalagi penis ku sudah bangun dan ingin segera memasuki mu, hnn." suaranya yang serak dan berat menandakan bahwa dia sudah berada dalam puncak gairah nya. Aku tahu dia tidak akan mampu menahan nafsunya bila sudah begini.
"Tapi sayang ini di sekolah, kau ingat, kita bisa ketahuan siswa yang lain, kau mau kita di hukum hanya karena kau tidak mampu menahan junior nakal mu ini." bisik ku lagi dengan penekanan kata 'sekolah'.
Bukannya berhenti dia malah melepas bra ku dan mulai mempelintir dan memainkan puting ku yang memang sudah menegang saat ia menggoda ku tadi.
"Oh..sshh..akh.. hentikan Naruhh." rancau ku sambil menahan tangan nya yang semakin liar menjamah payudara ku. Dia bisa turn on hanya dengan menatap payudara ku saja. Sungguh Naruto ku ini adalah makhluk paling mesum yang pernah aku temui.
"Hhkkk...akhh…sshh." pekik ku keras saat ia mulai mengulum puting ku yang sebelah kanan. Nikmat rasanya. Mulutnya dengan sangat nakal mengulum dan menggigiti puting merah muda ku yang menegang di sana. Dia tidak mengindakan panggilanku, dia benar-benar sudah bernafsu sekali.
"Ouh.. Naru sayang jangan di gigit …akhh ooughhh." Keluh ku nikmat saat ia menggigit puting ku dengan nakal. Dan perbuatan nya yang barusan itu membuat vaginaku basah. Akh, kau membuat ku tidak tahan.
"Hmmp…slurph…kau menikmatinya sayang..slurph..enak sekali rasanya~" katanya di tengah kulumannya di payudara ku.
Perlahan tangan nakal nya merambah ke daerah ku yang paling rawan yaitu di bawah rok ku. Ia mengelus pelan paha ku dan sedikit ia tepuk-tepuk. Rupanya ia ingin menggoda ku. Uhh..usapan lembut tangan nya pada paha ku benar-benar membangkitkan nafsu ku.
"Sshhh akhh~ sayang ~ tanganmu membuatku Hard…akhhh." desah ku pelan sambil membuka lebar pahaku agar ia semakin leluasa dan mudah menjamah tubuh bagian bawah ku. Ia menyerigai kecil lalu meraup bibir ku.
Bibir nya yang lembut meraup bibir ku dengan bringas dan kasar. Ia akan berbuat seperti ini bila ia sudah dalam kondisi memuncak. Lidah yang terampil memberikan salam manis pada organ dalam mulutku. Saliva ku mengalir deras tak dapat ku bendung. Ia memainkan lidah nya untuk memberiku kenikmatan lewat ciuman panas nya. Berkali-kali aku mengganti posisi kepala ku untuk mengimbangi gerakan nya yang semakin liar. Manis dan hangat. Mulut bagian dalam nya benar-benar nikmat. Ku gerakkan lidah ku se seduktif mungkin untuk menyambut lidah nya yang seakan mengajak ku bertarung. Deruh nafas nya terdengar cepat di wajah ku. Tangan nya tak ia biarkan diam. Sesekali ia pelintir puting menegang ku dan meremas pelan payudara besar ku.Good job, sayang vagina ku benar-benar basah sekarang.
"Unghh…nnhh..ahn..mphh…slurph." lenguhku di tengah ciuman panasku. Aku memekik pelan saat ia gigit pelan lidah ku.
"Hhh..hhh..Naru…mmph." ku lepaskan pagutan bibir kami sebentar untuk mengambil nafas dalam-dalam. Aku bisa mati kehabisan oksigen bila tidak menghentikan sejenak. Namun kembali ia panggut bibir ku dengan sedikit kasar.
Ia rebah kan tubuh ku di lantai keramik di bawah. Seketika dingin menyeruak masuk dalam pori-pori kulit ku. Ku tatap mata biru jernihya. Mata nya sayu dan berkabut. Dia pasti sudah berrnafsu sekali. Sesekali ia menjilati bibir nya yang mungkin terasa kering, salah siapa mencium ku lebih dari 10 menit. Ia menatap lapar tubuh polos ku yang tergeletak tak berdaya di lantai bak hidangan makan malam ekslusif di resto berbintang yang siap santap.
"Narutohhh…akhh…apakah aman kita me..melakukan nya di sini?" Tanya ku dengan susah payah karena ia mulai mengelus vagina basah ku dengan telunjuknya.
"Kau meragukan ku, hnn Uchiha Sama. Ruangan ini adalah ruangan privat Namikaze. Tidak akan yang berani masuk ke sini." jawabnya lalu menundukan kepalanya di selakangan ku.
"Akkhh…baby..oughh…sssshh~" desis ku layak nya ular berbisa yang sedang kawin lantaran ia mulai mengecupi liar pahaku.
Naruto pov
Ku kecupi paha mulus nya berwarna putih itu. Hmm.. benar-benar halus dan mulus. Aku tidak bisa menahan diri lagi, akan ku buat Uchiha Sasuke ku mendesah dan tak berdaya di bawahku.
"Ouhh…nnhhh…aakhhh." Desah nya lembut. Ku jilati pelan paha dalam nya dan mulai merambah ke daerah tersensitiv nya. Oh wow, apa ini dia benar-benar sudah basah sekali. Vagina nya sudah sangat banjir. Kau benar-benar terangsang ya sayang.
Ku beranikan lidah ku merambah ke daerah yang lain. Ku tatap intens vagina ranum nya yang berwarna pink kemerahan. Uhh, benar-benar cantik dan sangat mengggoda. Entah sudah berapa kali lubang nikmat nan kecil ini membuat ku klimaks. Sudah berapa kali lubang ini membuat ku gila. Aku benar-benar ingin menghajar lubang nakal ini sekarang.
Ku gerakan lidah panas ku di vagina basah nya. Ku sedot lembut cairan khas wanitanya yang keluar deras disana. Aromanya benar-benar membuatku mabuk kebayang.
"Ooughh….akhhh…Narutohh…akhhhh!" teriak Sasuke ku saat ku sedot-sedot klitoris nya yang membengkak.
Aku tahu ini adalah bagian yang paling sensitive baginya. Selain kedua payudara montoknya itu. Selain ia cantik dan kaya. Ia memiliki body yang membuat para pria bertekuk lutut di bawahnya. Dia benar-benar malaikat pembawa dosa yang tak mungkin sanggup ku menolak pesona nya.
"Ouhhh….nnhhhh…akhh..ak..aku." pekiknya membuyar kan lamunan ku. Namun lidah ku tak berhenti bergrilya di lubang kenikmatannya. Perlahan ku gigiti lembut klitorisnya. Aku tahu ia akan klimaks. Aku akan membuatnya frustasi kali ini.
"sluurpph….slurphh..kau…basah sayang." kataku di tengah kegiatan ku memanja vagina nya. Ia meremas kuat surai pirang ku dan ia memekik keras.
"AAKKHHH….Naruuhh…ak..akhhh..aku…sudah…di ujung…akhhh." Kata nya sambil mengangkat satu kakinya dan ia tahan sendiri dengan tangannya. Perbuatannya itu membuat vaginanya semakin terekspoks di wajahku. Oh My, kenapa kau bisa senakal ini.
Ku tahan kaki nya, dan semakin ku gerakkan lidah liar ku di klitorisnya.
"Khhhhhh…ukkhh….Naruuhh..ak..aku…akhhhh…faster." ia mendesah semakin kuat dan menjadi-jadi.
Ia gerak kan liar pinggulnya maju mundur. Apa-apaan ini kenapa ia seganas ini. Sasuke ku yang polos benar-benar sudah menjadi Naughty sekarang.
Wajah cantiknya yang biasanya angkuh menjadi merona merah dan menggoda, matanya yang tajam berubah menjadi sayu dan memohon penis seperti pelacur serta bahasa yang sopan nan berwibawa itu menjadi kotor dan nakal seperti wanita murah kelas atas. Oh semua ini hanya Namikaze Naruto yang tahu.
Kurasakan cengkraman tangannya di rambut ku semakin kuat, tubuhnya menegang dan vaginanya semakin basah. Apalagi desahannya sudah berubah menjadi permohonan kenikmatan. Ia akan segera sampai rupanya.
"Aakkhhh…Naruhhh…AHHH!" desah nya keras.
Segera ku hentikan pekerjaan ku yang memanja vagina nya. Ia mendesah kecewa. Kutatap mata sayu nya yang berubah menjadi death glare mengerikan yang ia layangkan kepadaku. Aku terkekeh geli menatap wajah gagal orgasme nya. Aku tahu ia pasti sangat kesal sekarang.
"Kenapa sayang ku, bukan kah kau bilang tadi kurang nyaman di sini. Sekarang kau marah karena aku menggagal kan orgasme mu, hn~" bisik ku nakal di telinganya lalu kujilat lembut daun telinga nya.
Perlahan ku lepaskan ikatan rambutnya dan seketika rambut indahnya tergerai. Ia nampak semakin cantik dengan rambut tergerai seperti ini.
"Kau menyebalkan " katanya pelan sambil membuang muka. Hei bila seperti itu kau terlihat semakin cantik.. Apalagi pipi tembam mu yang kau gembungkan seperti itu. Kau sama sekali tidak tampak mengerikan, bahkan kau terlihat sangat menggemaskan. Ku bingkai wajah cantiknya dengan kedua tanganku.
"Kau sempurna sayang, kau cantik dan aku benar-benar jatuh cinta pada mu." kata ku lalu ku kecup mesra puncak kepalanya. Wajahnya merona dan ia menunduk, kelihatannya ia malu.
"Berhenti menggoda ku, kau mau melanjutkannya atau tidak. Sebentar lagi bel masuk dan aku tidak mau ketinggalan pelajaran." katanya ketus terlihat dari cara bicara nya.
Ia mainkan rambutnya lalu menyelipkannya di belakang telinga. Sungguh dia adalah perempuan tercantik setelah ibu ku yang pernah ku lihat. Mungkin aku akan menjadikan rencana pertunangan yang sudah ku bicarakan dengan keluarganya menjadi kenyataan. Bagaimana mungkin aku membiarkan wanita cantik seperti Sasuke begitu saja, aku akan menyesal seumur hidup bila ia berpaling dari ku. Lebih baik segera menjadikan nya milik ku sebelum ia di ambil oleh orang lain.
Kembali ku tindihi tubuh mungilnya lalu ku buka lebar paha mulusnya.
"Mana mungkin aku berhenti bila vagina mu memanggil penis ku untuk masuk." jawab ku lalu mulai memandu penis besar ku masuk ke dalam lubang kenikmatannya.
"Khh..hhhh…akhhh..Naruhh." desah nya. Ia genggam kuat lengan ku. Aku tahu ia kesakitan. Walaupun sudah sering aku melakukan hal ini padanya namun tetap saja vagina nya masih terasa rapat dan sempit. Menyulitkan barang berharga ku menerobos nya.
"Hhhh…i..itttai…AKHH!"pekiknya keras saat aku mencoba masuk dengan menghentak kan pinggul ku. Sungguh aku sudah tidak kuat, rasanya aku hampir sampai karena sensasi yang di berikan vagina sempitnya pada batang penis ku.
"Sshh…ughh…sempit..hhh." keluh ku saat penis ku sudah masuk sempurna di vaginanya. Aku tatap wajah nya yang berada di bawah ku.
Wajahnya merona merah, dan bibirnya terbuka meneteskan saliva. Di sudut mata nya terdapat setetes liquid bening yang siap tumpah. Ku rendahkan wajah ku lalu ku ciumi seluruh wajahnya, kening, pipi, hidung dan terakhir bibir.
Tubuhnya bergetar pelan menahan sakit. Aku bisa merasakan nya. Apalagi vaginanya berdenyut liar seakan menyuruh ku bergerak memanjanya. Jujur melihat wajah kesakitan Sasuke membuat ku tidak sabar menganggahinya dengan brutal saat ini juga. Tapi aku bersyukur dengan akal sehat ku yang masih setia mendampingku saat ini, aku menaruh rasa kasihan pada Sasuke yang kesakitan seperti itu. Ku usap permata bening yang berada di sudut mata nya. Dengan pelan ku bisiki dia sembari menenangkannya.
"Jangan takut, aku tidak akan menyakiti mu baby, aku pasti akan memuaskan mu,"_"Bolehkan aku bergerak sekarang?" Tanya ku dengan nada se lembut mungkin, berusaha menutupi ketidaksabaran ku yang mulai menguasai otak ku. Aku tersenyum saat ia mengangguk pelan. Ia pegang kedua pipi ku dan ia mentapku sayu
"Do what you want~ make me feel so hot baby." katanya dengan bahasa yang entah bagaimana bisa membangkitkan nafsu biarahi ku.
Dengan perintahnya tadi perlahan aku menggerak kan pinggulku dengan pelan.
"Ssshhh…akhh..Naruhhh...ngghh." Lenguhnya manja sembari menggigit bibir bagian bawahnya.
Huh,benar-benar nikmat dan sempit. Lubangnya pintar dan nikmat memanja penis besar ku. Ku gerakkan pinggul ku brutal dengan tempo yang sama sekali tidak di bilang lambat. Sasuke ku nampak kewalahan mengimbangi gerakan liar ku.
"Unghh….akhhh…Naruhh." desahnya pelan namun seksi saat aku mulai memanja payudara besarnya.
Waw, hebat sekali pemandangan yang di suguhkan partner tercinta ku ini. Tubuhnya yang penuh dengan peluh itu nampak mengkilat dan gerakan liarnya yang kewalahan menambah kesan naughty pada diri nya. Terlebih lagi ekspresinya yang kesakitan namun nikmat itu. God, dia benar-benar seperti pelacur.
"Kau..ouh..benar-benar bitch Suke..fuck." umpat ku pada nya. Kugerak kan semakin cepat pinggul ku.
"Yyaahhh~~Naruhhhhh….hhnn…pe..pelan…It's hurt..ough."
"Ti..tidak bisa..ssshh…penis ku bergerak sendiri…akhhhh."
" Ahhn…ahhh…fuckk me harder sayang..akhh."rancaunya yang sudah kehilangan kewarasan sebagai seorang Uchiha muda.
Ku sambut baik ketidak normalan otaknya saat ini. Owh siapa yang akan menolak pesona Sasuke ku, apalagi tatapan matanya yang memohon dan pinggulnya kini ikut bergerak cepat mengikuti gerakan ku. Terlebih sensasi vaginanya yang menjepit erat penis ku. Vagina basahnya benar-benar terasa berkedut liar membuatku semakin Hard. Aku menyeringai kecil. Ku balik paksa tubuhnya yang bergetar hebat di bawahku. Terpaksa ia menumpukan seluruh berat badannya pada kedua lutut dan tangan nya. Menurut buku yang ku baca ini dinamakan doggie style atau foxy style, entahlah mana yang benar toh mereka sama-sama merangkak. Shit tak peduli yang mana yang benar. Aku harus menyelesaikan ini dengan cepat. Aku tidak mau Sasuke pingsan seperti yang sudah-sudah.
"Naruuhh…jangan kasar..akhhh~!" belum sempat Sasuke memprotes ku, sudah ku tumbuk paksa lubang kenikmatan nya. Ku jilati punggung mulusnya untuk mengurangi rasa sakit yang ia rasakan.
"Slruuphh…akhhh… inside you so hot sukeehhhh."
"jangan menggoda kuhh…ough…shittt…yaahhh..di situ..akhh…lagi….one..morehh." pintanya saat ku tusuk bagian terdalam nya. Aku tahu itu sweet spot milik nya.
"Memohon lah sayang..ouhhh fuck…nikmat…ssshhh."
"Narruhhh…one..mo…morehh. Again...ohhh…yeahh…lagi..lagi….akhh."
"Fuck…fuckkk….kau..benar..benar…bitchh..kau pelacur sayang..ahh." ku remas payudaranya yang menggantung di bawah lalu ke genjot lebih keras lubangnya.
Bunyi daging yang bertumbukan khas orang yang memandu kasih pun terdengar di seluruh ruangan. Ruangan privat yang hanya aku yang tahu ini suhu nya meningkat beberapa derajat celcius. Keringat yang menetes, vagina basah, tetesan liur, dan desah suara yang menggema membuat kegiatan ini seperti candu yang membelenggu ku. Oh…pantat mulus putih Sasuke yang menyentuh selangkangan ku adalah pemandangan indah yang sekarang tersaji di hadapan ku.
Ku teguk berkali-kali liur yang tak berhenti menetes dari mulutku. Fantasi liar akan seks berputar-putar bak bianglala di pikiran ku yang memang sudah mesum sejak lahir. Aku sedikit merasa bersyukur memiliki gen seksual yang overload ini, entah dari siapa aku mendapatkan gen ini.
Mungkin Jiraiya, kakek ku yang sukses sebagai penulis buku porno. Aku hampir melupakan bagian yang aku mencuri salah satu buku nya saat aku berkunjung di rumah nya. Dan berterima kasihlah aku pada buku itu, membuat ku pintar dan selalu memiliki kreasi lain saat bercinta. Setidaknya aku bisa membuat nona ku klimaks berkali-kali.
"AKHHHH Naruuhhhh~!" pekikan Sasuke mengalun lembut di telinga ku. Menandakan bahwa ia sudah mengalami ledakan besar dalam tubuhnya.
Ia berhenti dan tubuh mungilnya itu gemetar hebat. Hembusan nafasnya cepat dan tersengal-sengal. Aku tahu sekarang dia pasti merasa sangat nikmat dan lemas secara bersamaan. Tentu saja dia sudah klimaks berkali-kali dalam posisi seperti ini. Ia memang sangat menyukai bersetubuh dalam posisi doggie style ini. Itu terbukti dengan entah sudah berapa kali Sasuke ku mencapai puncak nikmatnya.
"Nkmat, hn sayang. Kau belum selesai Sasuke. Aku belum keluar sama sekali." bisik ku lalu ke jilat cuping telinganya. Ia mengangguk lemah. Nafasnya masih tersengal-sengal padahal sudah lebih dari semenit ia menikmati orgasme. Kelihatan nya ia sudah lelah. Hei aku juga ingin di puas kan. Jangan bilang kau ingin berhenti dan mengancam kau akan pingsan.
"Kau di bawah ku saja Sasu, aku tidak ingin kau pingsan lagi." kataku lalu membaringkan tubuhnya di lantai. Wajahnya benar-benar merona merah. Rambutnya awut-awutan berantakan, dan leher serta dada yang semula mulus terlihat banyak tanda kemerahan. Aku tersenyum puas dengan hasil seni yang ku gambar di tubuhnya. Ku dekatkan wajah ku lalu ku lumat bibir merah muda nya yang membengkak. Ku telusupkan lidah terampil ku untuk mengajak nya bermain. Aku ingin membangkitkan gairah nya tertidur. Aku tidak mau bermain dengan orang yang teler dan tak berdaya seperti keadaan nya sekarang. Perlahan ia menyambut dengan baik ajakan bermain lewat gerakan lidah nya seksual. Akh..dia benar-benar cepat sekali turn on.
"Akhhhhh!" pekiknya keras saat ku benamkan penis ku dengan kasar. Lalu aku tanpa menunggu pesetujuan nya bergerak liar. Membuat ku mendapat deathglare gratis yang melegenda dari klan Uchiha. Kalau orang lain yang menerima nya pasti, orang itu sudah menangis, namun berhubung aku yang mendapatkan nya aku hanya terkikik geli. Itu membuatnya terkesan seksi di mata ku.
Ku hisap lembut puting payudara nya menegang sempurna. Ku jilat dan ku gigiti bagian aerola nya. Membuatnya menjerit histeris dan mencengkram lenganku, aku tak peduli. Tetap ku hisap layaknya bayi yang ingin asi dari ibunya. Dan tangan ku yang satu ku gunakan untuk memelintir puting yang ada di sebelahnya.
"Ouh ssshhh… Naruhhh aku..aku..akan keluarr akhhhh."
"Bersama…Aku juga ingin keluar.." balas ku lalu ku hisap lagi putingnya
"AKHHH~sudah tidak bisa..di..tahan..akh..ouhhh..hisap terus puting ku sayang."
"Sslurphhh…..akhh yeahh…nikmat..Sukehhh."
"Akhh..akh…hiyyaahhh..ke..keluar Naruhhh….AKHHH~!" teriaknya lalu aku merasa vagina nya basah dan becek. Cengkraman lembut dari vagina nya membuat ku ingin mengeluarkan hasrat yang terbendung sejak tadi. Dengan gerak kan cepat dan keras di vaginanya, cairan cinta ku yang menampung berjuta-juta makhluk hidup itu menyembur kencang memenuhi liangnya.
"Nnnggghh…akhhhhh." desahku saat ku rasakan suatu euforia yang meledak di syarafku. Seketika tubuhku lemas setelah ledakan besar yang barusan terjadi. Setelah itu ku cabut pelan penis ku yang lemas dari vagina nya. Sasuke mendesis pelan. Dan aku langsung merebah kan tubuhku di sampingnya.
"I love you so much my dear." kataku pelan lalu mencium lembut keningnya yang kini basah oleh keringat.
"hhh…hah..hah.. I ..I love you too" balasnya pelan.
.
.
.
TBC
Jangan lupa reviewnya ya Minna san.
Ini sebenarnya adalah satu Chapter ajah, tapi terlalu panjang.
Ceritanya pendek sebenernya, so RnR pliss..
