NAUGHTY

Pairing : X Fem

Genre : Romance

Rated : Lemon, Straight. Cerita Geje berat. EYD amburadul tidak karuan.

.

Sebelumnya terima kasih buat reviewnya ya reader

Lemonnya bener-bener hot kah?

Chapter ini mungkin agak panjang.

Sebenernya ini cerita nya pendek banget, tapi Author juga bingung kenapa bisa jadi panjang ya.

Hehehe (Gomen ne)

Happy Reading

AnnieSakkie

Kubangunkan tubuhku dengan paksa, seks selalu saja berakhir lelah walaupun itu tidak mengurangi kenikmatan nya. Ku usap ujung penis ku yang basah oleh bekas sperma dan cairan cinta milik Sasuke dengan tissue basah. Setelah memakai baju seragam ku secara serampangan, aku membantu Sasuke yang terlihat kesusahan mengancingkan kemeja putih nya.

"Aku lelah Naru."

"Kau mau pulang, biar ku telepon supir mu dan akan mengizinkan mu."

"Aku tidak tahu, Kasaan akan curiga bila aku pulang jam segini, dengan tubuh ber aroma sperma seperti ini." jawabnya sambil mengikat rambutnya kembali. Terlihat jelas jejak kismark yang berlabuh mesra di leher putihnya. Aku tersenyum kecil mendengar jawaban nya yang vulgar dari mulut polosnya. Sasuke ku masih polos walaupun dia bukan seorang yang polos secara harfiah.

"Jangan di ikat, tanda cinta ku terlihat jelas, biarkan saja tergerai." cegah ku lalu melepas kembali ikatan rambutnya. Ia menunduk malu. Wajahnya merona merah menambah kesan cantik yang memancar alami dari si empunya

"Lain kali jangan buat tanda nya lagi, aku akan susah menutupinya saat di rumah."

"Hehehe..gomenasai sayang kau repot gara-gara aku, ne kau mau pulang?" tanyaku kembali sembari membantunya berdiri.

"Aku beristirahat di ruang kesehatan saja. Aku butuh istirahat sejenak."

Aku mengangguk lalu membantunya berjalan. Aku tahu dia akan kesusahan berjalan setelah aktivitas panas tadi. Walaupun hanya saru ronde, namun mengingat permainan ku tadi yang tidak lembut ia pasti sangat kesakitan. Apalagi pada bagian kewantiaan nya. Aku tidak ingin melihatnya tidak nyaman. Dia jarang mengeluh dan lebih senang menyimpannya dalam hati. Tapi aku sudah sangat mengenal segala macam ekspresi dan gestur tubuhnya. Aku pasti menawarkan diri walaupun aku harus mendapatkan tatapan mengerikan yang melegenda dari nya. Aku tidak menyerah dan tak segan membentaknya saat sifat keras kepala nya kambuh. Terkadang aku merasa heran sendiri dapat dari mana sikapnya yang menyebalkan seperti itu. Mengingat kedua orang tuanya sangat baik dan kakak laki-laki nya begitu lembut.

"Kau mau sesuatu Sasuke, kau lapar atau haus, aku akan ke kantin sebentar." kata ku sembari membaringkan Sasuke di atas bed di ruang kesehatan. Dia menggeleng lemah lalu menyelimutkan selimut sampai ke dadanya dan menggumam pelan

"Temui aku saat pulang sekolah nanti, hubungi Kakashi San suruh dia menjemputku tepat waktu, aku tidak ingin mendengar alasan keterlambatan nya lagi." Ku rapikan poninya yang berantakan di dahinya lalu mengecup puncak kepalanya. Dia memejamkan mata merasakan sentuhan ku.

"Fne, aku akan ke sini lagi saat pulang nanti, hubungi bila kau butuh sesuatu." Bisik ku lalu mengecup singkat bibirnya yang masih membengkak. Dia reflek membuka mata.

"Naruto ~!" hardiknya sambil memelotot kan matanya. Aku terkekeh geli.

"Oke..oke.. aku kembali ke kelas dulu. Kau yakin tidak ingin ku temani ?"

"Cepat kembali ke kelas, kau bisa di hukum oleh Hayate sensei bila terlambat. Aku tidak mungkin bisa tidur nyenyak saat kau di samping ku." katanya ketus sambil sedikit mempout kan bibir mungilnya. Ia nampak sangat menggemaskan walaupun ia jelas sekali kesal.

"Baiklah take care baby, love you."

"Hn, love you too." balasnya lalu memejam kan mata.

.

.

.

Pukul 15.30 pulang sekolah

Ruangan Kesehatan

Normal Pov

Seorang pria bersurai blondie memulaskan sebuah senyum yang menawan pada sesosok gadis yang masih bergelung di bawah selimut. Perlahan tangan nya yang berwarna tan kecokelatan menepuk pelan punggung gadis misterius itu. Ia sedikit menahan nafas saat kelopak mata yang berwarna putih susu itu terbuka perlahan. Sinaran lembut batu obsidian segelap malam yang ter refleksikan di kedua manik sang gadis itu terpancar sempurna.

"Ungh Naruhh, apakah sudah bel pulang? " Suara gadis itu yang biasanya lembut mendayu berubah serak. Entah karena barusan terbangun dari tidur atau pita suaranya terganggu karena ia telah berteriak meneriakan nama pacarnya selama hampir 1 jam lama nya.

"Hn begitu lah, kau sudah merasa agak baikan. Mau pulang sekarang atau masih ingin tidur ?"

"Aku sudah lebih baik. Apakah Kakashi San sudah datang ?"

"Mungkin. Aku belum mengecek nya karena begitu bel pulang berbunyi aku langsung menuju kemari. Gomen ne Sasuke "

"Apakah kau sudah menghubungi nya sesuai perintah ku tadi?" Tanya gadis cantik bersurai reaven itu dengan pandangan mengintimidasi seolah mengintrogasi seorang teroris. Ia benci bila apa yang di minta tidak di turuti. Terlebih lagi sekarang ia dalam kondisi yang tidak bisa di katakan baik.

"Tentu, perintah mu adalah kewajiban ku Sasuke Sama" jawab pemuda berkulit kecokelatan itu sedikit membungkuk hormat. Sasuke nama gadis itu hanya memutar bola mata nya malas. Tentu ia sudah begitu hafal dengan ketidak seriusan pacar nya.

"Sudah lah, mana tas ransel ku. Aku ingin segera pulang dan istirahat. Ingat." Sasuke menjentikan telunjuknya di depan mata yang beririskan blue shappire milik sang pacar. "kau tidak boleh menyentuh ku sampai satu minggu depan." lanjutnya datar lalu melangkah meninggalkan blondie shapire yang menganga tak percaya.

"Ta..tapi Teme ~~!"

"Oh ya satu lagi, kau dilarang untuk datang kerumah ku."

"Besok kita kan…."

"Akan ku pikirkan lagi…jaaa Dobe " Sasuke melangkah kan kaki kembali di ikuti oleh Naruto yang berteriak di belakangnya seperti orang yang hilang kewarasan.

Apa-apaan itu, aku dilarang menyentuhnya selama satu minggu. Itu berarti tidak ada jatah seks selama satu minggu pula. mungkin. Apalagi urusan besok akan di pikirkan nya lagi, berarti itu ada dua kemungkinan. Bisa tidak dan bisa iya. Arrghh….kenapa bisa begini. Setidaknya besok adalah acara penting bagi kita Teme~~ pikir Naruto frustasi sambil membujuk Sasuke yang berjalan angkuh tidak mempedulikan rengekan Naruto yang memintanya untuk mencabut ulitimatum yang di layangkannya barusan. Naruto seakan tidak peduli saat berpasang-pasang mata melihat tingkah lakunya yang seperti anak kecil. Ia tidak peduli memang, bagaimana ia peduli dengan orang lain selagi urusan nya dengan bungsu Uchiha itu belum lah usai.

"Ayolah Teme chan ~ jangan begitu, mana mungkin aku tidak menyentuh mu. Kau mau apa untuk hadiah mu besok, bilang saja dan pasti akan ku berikan tapi jangan seperti ini." Rengek Naruto cempreng saat Sasuke akan memasuki mobil jemputan nya. Sasuke diam dan hanya memandang malas Naruto yang bersikap OOC.

"Kau mau shopping atau kau mau liburan ke Paris. Kau pernah bilang mau kesana khan?"_"jadi maaf kan aku "

Sungguh sebenarnya Sasuke ingin cepat-cepat masuk mobil dan pulang kerumah. Ia lelah sungguh sangat lelah, apakah blondie berisik yang ada di hadapan nya ini lupa dengan kegiatan panas yang tadi di lakukan nya. Walaupun hanya satu ronde tapi itu cukup menguras tenaga nya.

Menghelah nafas pelan. Ia tatap kedua manik sebening azure yang ada di hadapan nya.

"Aku hanya lelah baby. Kau bisa tolong aku untuk tidak menghalangi ku untuk segera pulang."

"Aku tahu, tapi ku mohon untuk tidak melarang mu menyentuh mu. Kau lupa besok adalah Aniversary kita." Naruto menatap bola mata onix itu dengan puppy eyes yang imut-imut. Sasuke menghela nafas lagi, mengingat betapa kekanak-kanakan nya kekasihnya itu. Percuma saja menghadapi Naruto dengan kekeras kepalaan. Karena ia tahu, pacar nya ini juga keras kepala sama dengan nya.

"Tentu saja baka, mana mungkin aku melupakan hal itu. Baiklah kau boleh datang kerumah ku, tapi kau tak boleh menyentuh ku. Don't touch me, oke "

"Nani?! Tapi Suke~"

"Sudah-sudah aku mau pulang. Jaaa." Sasuke mengecup singkat bibir pemuda tampan itu lalu menutup pintu mobil mewah itu setelah memasuki nya.

Naruto menghela nafas lelah. Ia hanya bisa pasrah bila Sasuke seperti ini. Bila membantah ia akan habis di tangan wanita yang besok akan menjadi kekasihnya selama 1 tahun ini.

"Baiklah. Jaga diri baik-baik." ketuk Naruto pelan pada kaca mobil. Sasuke yang melihatnya hanya menganggukan kepala.

"Saya permisi dulu Namikaze Sama." pamit sopir pribadi Sasuke pada Naruto

"Hn hati-hati di jalan Kakashi San. Tolong jaga pacar ku ya. Hubungi aku bila ada apa-apa." kata Naruto pada pria tinggi bernama Kakashi tersebut.

"Baiklah Namikaze pasti akan menghubungi anda. Saya permisi." Ucap Kakashi dan berbungkuk lalu duduk di belakang kemudi lalu menjalan kan mobil super mewah itu menjauh dari pelataran Konoha Gakuen.

Sepeninggal Sasuke dengan mobil super mewah nya. Naruto melangkah kan kaki menuju parkiran untuk mengambil mobil nya yang terparkir manis di sana. Mobil sport mewah berwarna orange cerah dengan corak jilatan api berwarna merah itu adalah kendaraan mobil dengan harga ratusan juta us dollar ini adalah spesial. Dan hanya satu di dunia. Dengan kesal ia mendudukan pantatnya di kursi mobil yang terbuat dari spon mahal dengan kualitas super. Interior dalam mobil ini sungguh mewah dan eksklusif

"Baiklah..baiklah. Kali ini akan ku turuti. Lain kali jangan harap kau bisa lari dari ku Sasuke." hohoho seringaian yang Naruto tunjukan sungguh sangat mengerikan.

"BDSM seperti nya menyenangkan." lanjutnya lagi lalu ia nyalakan mesin dan menjalankan mobilnya menjauhi sekolah. Ia harus kesuatu tempat untuk mengecek barang karena ia baru saja di hubungi oleh seseorang bila barang yang ia minta sudah dapat di ambil sore ini juga.

Ia rela mengambil barang pesanan nya sendiri, padahal ia bisa menyuruh supirnya untuk mengambilnya mengingat jarak yang ia tempuh tidak lah dekat. Namun karena ini adalah hadiah spesial yang akan di berikan pada pacarnya ia akan rela serta ikhlas. Ia tak sabar untuk melihat wajah bahagia pacarnya besok saat ia melihat betapa eksklusif nya benda ini. Untuk Sasuke nya apapun akan ia lakukan untuk membahagiakan bidadarinya.

.

.

._Kediaman Uchiha Mansion keesokan harinya _

Pukul 20.00

Naruto pov

Aku mengerjapkan mata ku berkali-kali saat melihat sesosok wanita yang kini berjalan mendekat padaku. Entahlah aku merasa agak kurang sadar sekarang, apakah mata ku mengalami gangguan, sebaiknya aku harus menambah kan jadwal berkunjung ke rumah sakit dalam agenda harian ku.

"Apakah kau sudah menunggu lama Naruto ?" Tanya wanita cantik itu di depan ku.

"ouh..ti..tidak..Sa..sayang." Baka kenapa aku gagap begini, agaknya aku tertular penyakit gagap dari sepupu Neji.

"Ayo pergi, kita mau kemana?" tanya nya lalu mengamit lengan ku dan menyeret ku keluar,

"Ter..terse..se rah kau saja"

"Naru sejak kapan kau jadi seperti Hinata ?" Tanyanya bingung.

"Uhmm…sejak melihat mu." jawab ku asal lalu ku buka pintu mobilku untuk nya.

"Baka dobe" Gumam nya sebal lalu mendudukan diri di samping kemudi

"I love you." Sahut ku lalu ku tutup pintunya kembali setelah memakaikan safety belt pada tubuhnya.

"Kau mau kemana Sasuke?" Tanya ku saat duduk dan mulai menyalakan mesin mobil ku

"Kau yang mengajak ku bodoh."

"Aku kan hanya tanya Teme, kita makan malam di restoran saja ok." Kataku memutuskan lalu melajukan mobil ku kearah restoran yang ku maksud.

"Hn." Gumam Sasuke tak jelas seperti biasa.

Hari ini adalah tepat satu tahun hubungan ku bersama Sasuke. Walaupun aku sudah lama mengenalnya mungkin mulai sekolah dasar, namun kami benar-benar dekat saat SMA. Dia yang merupakan murid pindahan begitu popular di sekolah. Orang tua kami adalah sahabat sejak dulu tak heran aku begitu sangat mengenal keluarganya. Siapa sangka gadis kecil manja, akan berubah menjadi wanita cantik dan pendiam, seperti ini. Sasuke memang acuh saat dekat dengan orang yang tidak ia kenal, dan ia akan menampilkan sosoknya sebagai Uchiha muda, bukan sebagai 'Sasuke'. Walaupun begitu tidak sedikit orang memuja kecantikan nya atau karena kekayaan keluarga nya.

Ayah ku bernama Namikaze Minato, seorang pengusaha sukses yang bergerak dalam bidang pemasaran mobil terkenal. Ibu ku adalah Uzumaki Khusina, ia adalah wanita yang sangat hobi berbelanja. Ia selalu rutin melakukan kunjungan entah ke Paris atau mana, untuk berburu barang brended yang harga nya akan bisa membeli sebuah mobil. Dan aku, aku hanya Namikaze Naruto seorang murid SMA yang kelebihan hormone seksual yang kudapat dari Kakek ku.

Sekolah yang ku datangi setiap hari pun adalah miliki keluarga ku lebih tepatnya milik nenek lalu di berikan pada ayah ku untuk di kelola. Entah apa yang membuat nenek ku memberikan sekolah itu, sepertinya nenek ku yang cantik itu sudah lelah dan memilih untuk menghabiskan uangnya untuk berjudi dan pergi ke Casino. Sebejad-bejadnya kakek nenek ku, ingat – kakek ku seorang penulis novel mesum dan nenek ku tukang judi – mereka sangat menyayangi ku. Dan mereka berdua sangat senang saat mengetahui aku berpacaran dengan salah satu keturunan Uchiha yang terkenal itu.

Apalagi kakek ku, dia sangat senang sampai-sampai mengadakan pesta minuman keras dan berakhir dengan kekacauan di rumah mewahku satu tahun yang lalu. Aku tidak bisa melupakan saat kakek ku hampir memperkosa Sasuke saat dia berkunjung kerumah ku dan berenang di kolam renang pribadi ku. Untung saja aku datang di saat yang tepat, kalau tidak mengingat dia adalah salah satu keluarga ku, sudah ku bunuh dan mayat nya akan ku berikan pada anjing penjaga di rumah ku untuk di jadikan makan malam spesial. Mulai saat itu aku harus menjaga Sasuke ku dari kakek. Aku tahu kakek selalu menatap mesum Sasuke saat berkunjung.

.

.

.

.

TBC

Lagi-lagi ending yang Geje.

pengen nya sih di jadiin satu chapter ajh, tapi kok rasanya terlalu panjang.

Next Chap adalah endingnya.

Mungkin bisa di buat sekuelnya, entah lah.

Minta sarannya di review nya Reader...