NAUGHTY

Pairing : NaruXFemSasu

Genre : Romance

Rated : Lemon, Straight. Cerita Geje berat. EYD amburadul tidak karuan.

Sebelumnya arigataou ya readers udah mau review.

Ini adalah chap terakhir

Kalau ada yang request di jadikan skuel, silahkan review yaa..

Happy Reading

AnnieSakkie


"Naru kau mau pesan apa ?" tanya Sasuke membuyarkan ku dari lamunan.

Ku tatap buku menu yang terbuka di tangan ku. Ku baca satu persatu daftar makanan serta minuman yang tertulis disana. Menu dengan bahasa Perancis itu jelas aku tidak begitu tahu. Mengingat aku kurang begitu suka dengan makanan selain masakan Jepang. Dengan asal aku memesan salah satu makanan yang tertulis di buku menu serta minuman. Dengan sigap pelayanan itu menulis pesanan ku lalu membungkuk dan meninggalkan kan meja ku. Sepertinya Sasuke sudah memesan terlebih dahulu.

Sasuke yang meminta ke restoran Perancis ini, aku tahu dia sangat menyukai Restoran ini karena bukan sekali ia meminta datang kemari. Walaupun terpaksa aku tetap menuruti nya. Makanan di Restoran ini tidak begitu buruk, sengat enak malahan mengingat ini adalah restoran berbintang yang ada di Konoha. Aku tidak begitu suka dengan makanan Perancis entah lah. Aku pernah merasa sangat udik ketika mengingat aku pernah muntah saat aku makan makanan Italia di restoran dengan ayah ku. Makanan itu sangat aneh di lidah ku.

Ku tatap malaikat yang tampak sangat luar biasa malam ini. Tubuhnya yang indah dan berkulit putih sangat menawan dengan balutan mini dress tanpa lengan yang berwarna merah darah. Sangat kontras dengan kulit putih yang seperti susu, membuat nya nampak sangat menawan dan bersinar. Riasan nya yang begitu minimalis dan rambut hitam yang tergerai alami membuat wanita manapun akan iri dengan keindahan nya.

Di balik wajah datarnya aku tahu dia sangat bahagia dengan hari ini. Aku tahu dia pasti sudah mempersiapkan semua ini jauh-jauh hari. Mana mungkin Sasuke ku akan sudi memakai pakaian terbuka seperti ini atau ia pasti akan menolak memakai riasan walaupun hanya bedak yang tertempel di wajahnya. Lebih tepatnya dia tidak akan mau repot-repot berdandan bila tidak ada acara khusus. Namun untuk malam ini, dia terlihat sangat memukau.

.

.

"Jangan pandangi aku seperti itu Dobe, mata mu bisa lepas." katanya ketus seraya meminum air di gelas yang tersedia di meja.

"Jangan panggil aku dengan panggilan itu malam ini Teme, kau merusak malam spesial kita."

Dia terdengar mendengus lalu meletak kan gelas dengan ganggang kecil itu di meja.

"Kau memang Dobe." bisiknya pelan

"Kau cantik sekali malam ini Sasuke, apakah kau menyiap kan semua ini untuk ku ?"

"Tidak mungkin aku seperti itu, Baka." walaupun samar aku bisa melihat rona merah yang menjalar di pipinya. Ku bingkai pipi itu dengan kedua tangan ku.

"Terima kasih kau sudah secantik ini untuk ku Sasuke, aku benar-benar mencintaimu." kataku lalu mencium singkat pipinya.

Aku tidak ingin menjadi pusat perhatian dengan mencium Sasuke di khalayak umum seperti ini. Sudah cukup aku terganggu dengan pandangan beberapa pengunjung restoran yang menatap ku dan Sasuke saat datang. Kami menjadi sorotan tentu itu bukan hal yang istimewa, kami sudah sering mendapatkan itu tapi bukan berarti kami terbiasa.

"Dasar bodoh." katanya dengan wajah nya yang memerah. Ia alihkan pandangan nya pada gelas kaca jernih yang terdapat di meja. Malu, eh ? Aku terkekeh geli lalu mengusap kepalanya.

"I love you_"

"Hn. I love you too".

Tak lama pelayanan datang dengan membawakan makanan yang kami pesan. Setelah ku ucapkan terima kasih, pelayan itu pergi. Ku tatap makanan yang tersaji di meja. Entah lah aku sedikit tidak berselera.

"Kenapa kau tak suka?"—tanya Sasuke sambil menaikan alisnya. Aku menggeleng lalu tersenyum

"Aku suka, tentu saja. Aku hanya bingung memakan yang mana dulu." aku berbohong. Mana mungkin aku berkata jujur, bisa-bisa aku di bunuh oleh Sasuke. Ini adalah restoran favoritnya, tentu saja ia juga menyukai makanan nya. Aku tidak ingin menghancurkan suasana romantis yang ku bangun sejak tadi.

"Hn." gumamnya lalu melahap entah apa itu di mulutnya. Nampak nya itu salad, aku tidak tahu apa pun mengenai makanan Perancis.

Aku juga mulai melahap chicken steak yang tadi ku pesan. Rasanya enak namun aku kurang begitu suka. Ku tatap Sasuke yang tampak lahap memakan hidangan yang seperti salad itu. Ia terlihat anggun dan elegan walaupun saat makan. Ia tentu sudah sangat menguasai Tabble Menner dengan baik dan benar. Dia Uchiha, tentu saja ia harus selalu sempurna apapun dan dimana pun. Terkadang aku merasa muak juga dengan aturan keluarga yang begitu ketat itu. Ia juga manusia dan manusia tentu tidak ada yang sempurna.

.

.

Aku meminum wine dengan kadar alcohol rendah yang sengaja ku pesan.

"Kau meminum wine Naru?" tanya nya sembari mengelap bibirnya dengan tisu

"Ya,ini tidak membuat ku mabuk Sasuke, tenang lah—" jawab ku lalu menaruh kembali gelas yang sudah kosong.

"Mana mungkin aku tenang, aku tidak ingin mengalami kecelakaan dengan mu baka."

"Tidak akan. Alkohol tidak akan meracuni pikiran ku."

"Ku harap itu benar. Kau lupa kejadian saat pesta ulang tahun Kiba?"

"Itu karena mereka mencekoki dengan Vodka sayang. Tentu saja aku mabuk. Ini hanya white wine, kandungan alkoholnya hanya 5 % "

"Ya..ya..tuan bartender." Aku tersenyum geli mendengar gerutuan nya.

Walaupun aku belum lulus SMA namun aku sudah berumur 17 Tahun. Aku sering meminum minuman alcohol, itu membuat ku hafal apa-apa saja minuman itu.

Aku juga ingat tentang kejadian pesta ulang tahun Kiba— salah satu sahabat ku. Aku yang saat itu di cekok i oleh teman-teman dengan vodka, mulai mabuk dan tanpa sadar mencium Sasuke di hadapan teman-teman, bahkan aku hampir saja memperkosanya. Untung saja saat itu Lee dan Neji mencegah ku. Sejak kejadian itu aku di larang keras oleh Sasuke meminun minuman Alkohol.

"Kau mau kemana lagi setelah ini?" tanya ku sembari membingkai kedua pipinya dengan tangan ku.

"Terserah kau saja—" jawabnya.

"Kau mau menyewa hotel dan bermalam dengan ku?"

"Baka. Kau ku larang menyentuh ku untuk seminggu kan " _Owh..aku lupa dengan ultimatum nya yang satu itu. No touch berarti No seks. My Godness itu buruk sekali.

"Benarkah seperti itu, ini malam spesial kita. Aku akan memperlakukan mu dengan lembut. Im promise."

"Aku tidak mau, Kau sudah melakukan nya kemarin di sekolah." Akh.. benar juga kemarin aku sudah meminta jatah. Baiklah mungkin tidak malam ini. Sebaiknya aku bersabar.

"Mau ketaman?" tawar ku

"Kau gila, aku memakai gaun dan kau mengajak ku ke taman. Kau lupa aku bisa mati kedinginan. "

"Baik lah kita di sini saja. Sebentar lagi ada live music bukan kah kau suka ?"

"Aku suka music jaz. Selain itu aku tidak suka. Aku bukan seperti mu."

"Hahaha, apakah ada yang salah dengan music rock Suke?"

"Yah mendengar nya saja sudah membuat sakit telinga."

"Ya..yah baiklah nona pembenci music rock."

Ku genggam tangan halus nya. Ia tersentak lalu memandang ku Dengan tatapan seolah berkata "Ada Apa"

"Aku mencintai mu, Terima kasih kau sudah menjadi kekasih ku. Kau wanita terbaik yang pernah aku temui " kata ku lalu ku usap kepala nya. Ia memejam kan mata seakan menikmati sentuhan ku. Wajahnya yang seputih porselen Cina bersemu merah. Aku tahu ia merasa sangat malu sekarang.

"Gombal."

"Aku serius Suke, Aku benar-benar mencintaimu." Desak ku lalu ku genggam lagi tangan nya yang sempat ku lepas. Aku tidak sedang menggombal seperti preman kampung. Aku serius karena aku memang mencintainya. Aku juga tidak pandai ber puitis, walaupun aku sudah belajar dari Neji dan Sai.

"Aku akan meminta izin pada bibi Mikoto serta paman Fugaku untuk menikahi mu."

Mata Sasuke seketika melebar, bibir nya melongo. Baru pertama kali aku melihat ekspresi Sasuke yang seperti ini. Tentu saja ia terkejut. Aku bahkan tidak pernah sekali pun membicarakan hal ini pada Sasuke.

"Ka…kau Serius?!" Dan aku mengangguk sebagai jawaban ku.

.

.

Sasuke Pov

"Ka…kau Serius?!" dan ia hanya mengangguk mengiyakan pertanyaan ku.

Apakah sekarang sudah kiamat. Aku terkejut, tentu bahkan rasanya jantung ku berhenti berdetak selama beberapa detik. Entah apa yang membuatnya mengatakan kalimat yang bahkan aku tidak pernah berpikir akan mendengarnya. Ia akan meminta izin pada kedua orang tua ku untuk menikahi ku. Menikahi ku. Sekali lagi MENIKAHI KU!

"Kau tak mau ya, atau aku teralu cepat?" tanya nya lagi dengan tatapan sedih. Aku bukan nya tidak mu. Aku sangat ingin tapi, apakah ini bukan mimpi. Ku cubit sedikit paha ku. Aww, rasanya sakit. Berarti ini benar-benar kenyataan.

"Kenapa kau meminta ku seperti itu ?" tanya ku. Aku ingin mendengar jawaban nya. Aku ingin memastikan kalau ia tidak sedang bercanda, lalu berteriak 'surprice'.

"Karena aku sangat mencintaimu. Aku ingin menjadi suami mu dan aku ingin melindungi mu. Aku tahu pasti ini akan di tentang oleh ayah mu, Tapi aku benar-benar ingin menikah dengan mu Suke."

Aku tahu, ayah ku sangat over protektive padaku. Tapi aku tidak peduli. Dengan pelan aku mengangguk, aku tidak pernah sebahagia ini sekarang.

"Kau bisa memakai cincin ini sayang. Sekarang kau sudah menjadi istri ku." katanya lalu memberiku sebuah cincin berwarna putih yang ia sematkan di jari manis ku.

"Aku bukan istri mu, kita belum menikah, baka "

"Uchiha Sasuke, aku bersedia menjadi suamimu dalam keadaan sakit atau pun sehat, disaat miskin atau pun kaya, hingga maut memisah kan." katanya dengan menatap ku tajam. Ini kan janji yang sering di ucapkan oleh pendeta saat upacara penikahan. Jadi ia benar-benar mencintaiku. Akh betapa bodohnya, tentu saja ia mencintaiku mana mungkin ia tahan dengan sikap manja dan egois ku bila ia tidak benar-benar menyayangi ku.

"Uzumaki Naruto, aku bersedia menjadi istrimu dalam keadaan sakit atau pun sehat, disaat miskin atau pun kaya, hingga maut memisah kan." kataku lalu menyemat kan cincin dengan warna yang sama dengan ku di jari manisnya. Betapa memalukan nya aku, kenapa aku bisa terbawa perasaan seperti ini. Namun peduli setan, aku bahagia bisa merasakan seperti ini. Pemuda dengan kulit cokelat, bersurai pirang dan bermata biru adalah pacar ku eh- tidak dia sekarang suami ku. Suami dari Uchiha Sasuke. Aku benar-benar sudah terjerat dengan pesona nya. Pesona dari Namikaze Naruto. Dan aku bahagia sekarang

Sayu-sayup terdengan live music yang sedang menyanyikan music jaz kesayangan ku. Akh, romantis sekali suasana ini. Sepertinya aku tidak ingin keadaan ini berakhir. Tangan besar berwarna cokelat itu menarik tubuh ku agar mendekat kearah nya. Wajah ku terasa panas saat ku dengar bisikan nya

"Karena kita sudah menikah, sebaiknya kita segera melaksanakan malam pertama kita Suke."

"Baka pervert." Kata ku lalu ku pukul kepalanya.

"Auhh..itai..hahaha aku hanya bercanda. Terima kasih sayang, sekarang kau adalah istriku."

"Hn, sama-sama aku juga bahagia bisa bersama mu."

Malam itu semua berakhir dengan sebuah kecupan panas yang ku terima dari suamiku.

.

.

.

.

FIN

HAHAHA...bener-bener Geje banget khan endingnya.

Jari jemari Author sangat tidak singkron dengan otak, akhirnya jadilah cerita yang aneh seperti ini.

Sekali lagi, mohon review nya ya readers.

Sampai ketemu di lain kesempatan.

Jaaaa...!