Disclaimer: KnB belong to Fujimaki Tadoshi, Gara Gara Tiket Gratis belong to Akina Ame.
Warning: OOC, AU, YAOI, boy x boy, gaje, judul maupun story nan mainstream, fluff, kata kata keluar dari kamus besar bahasa indonesia, or lainlain(?)
Rating: M
Pairing: AoKi
MAAFKAN AUTHOR YANG LATE UPDATE SEPERTINYA DI CHAPTER INI AKAN MULAI ADA YANG ASEM ASEM DEH :3 /CAPS lets start aja lah yah~
.
Read just for who wanna enjoy the story.
Also dont forget to write in review box XD
.
.
"Kau saja yang tiba tiba bertingkah aneh lalu berjalan lebih cepat, dasar seenaknya sendiri." Jawab Aomine tak mau kalah. Yang malahan memulai perdebatan baru.
"Sudahlah, Ahominecchi. Jangan berdebat ditempat seperti ini." Ujar, si blonde sembari memberhentikan langkah kakinya didepan plang bertulisan 'Bus Stop'.
"Hah— baiklah, terserah kau sajalah Kise!" Bentaknya kesal yang malahan membuat sang blonde menekuk wajahnya dan bercemberut ditempat.
"Hey, Aominecchi! Sebenarnya ada yang membuatku sangat penasaran 'ssu!" Ujar sang blonde menjadi berisik dan ceria lagi.
Malahan, membuat si lawan bicara yang bersangkutan menguap dan melipat tangan dibelakang kepalanya. "Hm? Apaan tuh—" Tanyanya menanggapi.
"Sebenarnya, kau itu kenapa sih ssu?! Tiba tiba saja mengatakan kalau kau dapat tiket gratis lalu mengajakku secara tiba tiba begini 'ssu?" Jleb! Pertanyaan telak yang diberikan oleh si surai pirang untuk si surai biru laut disebelahnya itu. Ditambah lagi muka dari sang ace dari Kaijo tersebut sangatlah minta dimakan. Menggemaskan. Ups!
"Ha—?" Aomine pun hanya bisa diam sembari menggaruk kepala birunya tersebut. Padahal dalam hatinya dialah sangat tertekan memikirkan apa yang harus dijawabnnya sekarang. Karna, kalau mengatakan yang sebenarnya atau membebrkan segalanya pasti dia akan mati tertusuk gunting ataupun dilempar bola basket yang banyak sekali. Lalu, akan dikatakan Aho dan sebagainya, kok bisa sampai begitu ya? Kasihan sekali kau Aomine. Author turut berduka. Sebelum OOT ayo mari lanjut ke bagian lahan flasbacknya saja.
FLASHBACK!
Padahal sang raja siang sama sekali belumlah menampakkan wujudnya dengan gagah. Tetapi, mengapa seseorang yang bahkan tak kelihatan dipagi buta ini malah bangun? Pffttt—bukan karna dia makhluk halus ya. Tetapi, karna kulitnya lah yang terlalu membaur dengan langit diluar sana. Tumben sekali untuk orang ini yang notebane adalah seorang yang sangatlah pemalas. Bahkan, hanya untuk sekedar memperputih kulitnya. Heh—itu lain lagi ya. Yah, siapa lagi kalau bukan Aomine Daki—uhuk—Daiki. Sebenarnya hanya satu faktor yang membuatnya bangun seperti ini. Itu dikarenakan sebuah mimpi buruk yang membuatnya tak ingin untuk kembali tidur yang membuatnya meringkuk didalam selimut yang bau daki itu sembari gemetaran.
Uhuk—beginilah mimpinya.
Tiba tiba saja Aomine Daiki berputar putar. Lalu, tau tau dirinya telah berada dihadapan seten cebol merah yang berlatar belakangi petir petir yang ganas. Entahlah, siapa orang itu. Tetapi, wujudnya sangatlah mirip dengan Kapten uhukceboluhuk di klub basket semasa Teiko dulu. Sosok merah tersebut pun berkata. "Daiki, kalau kau tak mempunyai hubungan khusus dengan Ryouta kau akan mati. HAHAHAHA!" Detik selanjutnya pun hanya terdengar suara petir bercampur dengan suara ketawa setan merah yang uhukceboluhuk tersebut pun mencetar serta membahana. Setelahnya, kembali hening. Aomine pun terbangun dan langsung meringkuk macam ulat baru jadi kepompong.
Jadi, tuh sebenernya Aomine Dakian—Daiki yang notebane sangat terobsesi dengan dada besar malah cintanya klepek klepek sama dada rata mana cowok lagi alias—Kise Ryouta. Apes banget deh kamu Aomine.
Nah, karna hal itu pun membuat dunia Aomine yang adem nan kalem jika dia hanya bersama dengan majalah kesayangan—Mai-chan nya tersebut langsung menggemparkan dan berubah drastis karna dengan segala hal aneh nan gak masuk diotak Aomine yang sudah terlalu sempit tersebut pun membuatnya lebih sempit lagi. Bahkan butuh waktu lebih dari seminggu buat Aomine untuk mendapatkan rencana supaya dia bisa anuanuan sama Kise. Sampai sampai membuat Aomine galau tingkat dewa.
Nah, gatau keajaiban atau emang ada rencana yang aneh aneh dibelakangnya. Tiba tiba Aomine dapet tiket gratis. Dari majalah Mai-chan favoritenya tentu saja.
Awalnya dia kekeh gamau tiba tiba dia ngajakin Kise buat ketemuan trus langsung ngajak dia nganu dipenginapan disebuah pantai. Secara Aomine ini sangatlah punya harga diri yang tingginya kayak titan ungu itu. Ups—kan.
Yaudahlah, mumpung dia luang keluarlah si Ace dari Too gakuen ini dengan gagahnya. Padahal niatnya hanyalah duduk dibawah pohon rindang yang disebelahnya ada supermarket.
Gatau, udah takdir. Eh—si pirang yang lagi dibayangin dikhayalan Aomine beneran dateng. Make segala acara acara makan eskrim dulu kan.
Yaudah, akhirnya Aomine ngajakkin Kise ke penginapan tersebut deh. Walaupun, awalnya sok sok an cuma pengen ngasih tiket tersebut untuk Kise sendiri. Eh, gataunya mau juga tuh. Dasar makhluk Dakian yang punya harga diri selangit tapi punya tampang kerendahan. Ups—lagi deh.
END OF FLASHBACK!
"AOMINECCHI! AOMINECCHI! Kenapa kau tak menjawabku, AHOMINECCHI?! Malahan, asik bengong kayak gitu, ssu! Dasar Ahominecchi!" Teriak Kise yang kesal karna pertanyaan yang sebelumnya ditanyakan malahan tak dijawab oleh yang bersangkutan. Alias terkacangi.
"Huh? Kau tadi bertanya apa, Kise?" Lontar Aomine yang berhasil kembali dari lahan flashback di otaknya yang nista itu.
"Mou! Tadi kan sudah kukatakan ssu! Bagaimana kau bisa mendapatkan dua tiket gratis ini, ssu ka?! Aku penasaran ssu!" Jawab Kise dengan semangat 45 yang membara.
"Oh, itu doang! Dapet dari..." Jawab Aomine yang terpotong dengan pemikiran alasannya yang ngadet diotak sempitnya.
"Dapet darimana ssu?! Ayolah, Aominecchi. Jangan membuatku jadi penasaran begini, ssu!" Balas Kise yang mendesak untuk mendapatkan jawaban dari Aomine.
"Dari—Lotere! Ah, Cuma dari Lotere kok, Kise! Sudahlah tak usah terlalu dipikirkan begitu! Lagipula, lihat! Busnya sudah datang! Cepatlah Kise! Nanti tertinggal lho!" Jawab Aomine pas pasan sama seperti kadar otaknya yang terlalu kecil. Mungkin sama kayak manusia purba. Lalu, Aomine pun buru-buru menaiki Bus tersebut.
"Mou! Aominecchi! Tunggu aku ssu!" Teriak Kise yang akhirnya pun menyusul Aomine dan juga menaiki Bus tersebut. Yang pada akhirnya Bus tersebut pun berangkat dari halte itu.
"Hah—akhirnya berangkat juga." Helaan nafas pun terdengar keluar melalui bibir sexy Aomine.
"Aominecchi! Aku yang duduk didekat jendela ssu!" Teriakkan Kise nan heboh pun terdengar. Hal tersebut pun membuat Aomine gagal menyelami dunia mimpinya.
"Oy, Kise! Tak bisakah kau diam sebentar?! Aku mencoba tidur disini!" Teriak Aomine yang tak kalah membahana didalam Bus tersebut yang membuat penumpang lain pun mengalihkan pandangan kepada mereka untuk sesaat.
"Makanya biarkan aku duduk disana ssu! Ditempatmu ssu! Aku mau didekat jendela ssu!" Balas Kise. Lagi masih saja dengan volume suara yang kelewat tinggi.
"Tidak mau! Cari tempat yang ada jendelanya yang lain sana!" Balas Aomine yang juga kelewat tinggi. Yang tanpa disadari oleh kedua insan ini. Bahwa mereka telah berbuat kebisingan.
"Hah—kau ini! Baiklah! Makan tuh jendela!" Umpat Aomine kesal. Hah, bahkan Aomine kita yang bodoh pun bisa mengalah untuk cinta.
"Yay, Terima kasih ssu!" Senyuman Kise yang bak matahari itu pun membuat Aomine salah tingkah. Dasar AHOmine.
"Ya—asalkan kau tak mengganggu tidurku saja!" Balas Aomine yang sudah kelewat salah tingkah itu. Lalu, membuat posisi siap tidurnya. Dengan menyilangkan kedua tangannya dibelakang kepalanya yang biru tersebut. Dan dimulailah acara ngorokmengoroknya Aomine.
"Aominecchi..." Kise yang tak mengetahui jika yang sedang dipanggil namanya sedanglah tidur. Dikarenakan, wajahnya yang mengarah kearah jendela dan menerawang pemandanga diluarnya.
Karna tak kunjung mendapat respon dari si empuny yang baru saja dipanggilnya. Kise pun memutuskan untuk mengalihkan pandangannya kearah Aomine.
DEG—
Seketika itupun jantung sang model yang sekaligus pemain basket itu pun hampir saja keluar meninggalkan tubuhnya. Lihat saja, disebelahnya terkujur sesosok Aomine yang uh—sexy—menurutnya. Lagi, wajahnya terlalu dekat. Bagaimana bisa wajah si dekil itu sangat dekat sekarang. Muka Kise yang semulanya berwana putih porselen pun berganti dengan merah tomat sampai keujung kedua telinganya. "Aku bodoh sekali ssu! Kenapa wajah Aominecchi sangatlah imut saat tidur ssu?! Dan ini terlalu dekat ssu!" Rutuk Kise berdebat dengan pemikirannya sendiri. Juga, dia sama sekali tak punya tenaga untuk hanya sekedar memindahkan kepalanya ke arah lainnya sebelum si Aomine itu terbangun dengan tidak indahnya.
"Kise—" Lamunan Kise yang lebih banyak mengarah kepada perdebatannya dengan apa yang sedang dia lihat didepan matanya sekarang ataupun dengan perasaan doki doki miliknya yang tak henti hentinya tersebut.
"Ao—Aominecchi?!" Respon Kise yang terkaget dengan lenguhan dari Aomine sebelumnya. Tetapi menghela napas lega saat melihat kelopak mata Aomine masihlah tertutup rapat.
Kise yang masih bingung kalau tadi itu suara siapa. "Tapi, tadi itu suaranya Aominecchi ssu!" Katanya dalam hati dan kembali terlonjak kaget dikarenakan mendengar lenguhan yang sama seperti sebelumnya tersebut. "Kise—Kau... Umhh—" Kise yang mendengarnya kembali membuat mukanya menjadi merah padam hingga ketelinganya. Padahal, sempat menghilang tadi.
"Aominecchi memimpikanku ssu! Ada apa ini sebenarnya ssu! Kenapa hatiku cenat cenut begini ssu!?" Keluh Kise dalam hati dengan segala bahasa gaul—alaynya tersebut.
"Kise—Kemarilah..." Lagi, satu lenguhan lagi keluar dari bibir nan uhuk—sexy tersebut.
"Ja-jangan ssu!" Seru Kise dengan volume suara kelewat pelan. Detik setelahnya pun sangatlah tak tak terduga. Yang tak pernah dibayangkan Kise sebelumnya
CUP—
Sangatlah tak terduga untuk Kise. Seperti mimpi saja.
.
.
.
TBC
A/N: Hai, Hello Ame bawa chapter duanya nih... akhirnya... bisa update juga ini cerita~~~ HAHAHAHAH BIARIN PARA READER PENASARAN DENGAN KELANJUTANNYA /lirik bagian terakhir cerita/ /laludiamukmasa
OH IYA JANGAN LUPAKAN DENGAN KOTAK REVIEWNYA DONGGG! ISI TUH KOTAK KOSONG BANGEETTTT! /HEH
TRUS KALO ADA YANG MAU DITANYAIN TINGGALIN DIKOTAK REVIEW AMA PM AJA YAAAAAAA! MATTA NEEEE~! /CAPSNYAMATIINOY
Ups—kelupaan. Makasih buat tsun-tsun-chin dan silent reader yang sudah membaca fanfiksi gaje ini :"3 Ame jadi terhura—! Hiksu—Hiksu... Nah, tsun-tsun-chin udah diupdate nih, dan disini juga jawaban dari tiket gratisnya, AHAHAHA.
TERAKHIR!
Sincerely, Akina Ame.
