The Uzumaki Dragneel: soal kekuatan Rave Master belum saya pikirkan.

Dark Namikaze ryu: maaf kalau mirip, tapi ini adalah hasil pikiran saya sendiri.

Blood D. Cherry: wah sepertinya anda salah, yang benar adalah Dark Bring. Apakah anda pernah nonton Rave Master bila pernah maka anda akan tahu apa itu Dark Bring.

WTS-gaki: saya kasih tahu bro setiap tanda titik, itu adalah tanda pindah tempat, atau ganti topic yang dibahas. Kalau skip time saya akan kasih tahu kok.

Bood Sector: penasaran sama Ophis dimananya? Terimakasih telah mengingatkan saya.

Namikazekevin: tenang saja Harem Naruto hanya ada

Dhika: sepertinya kamu benar

Jikoku no Arashi: yap anda benar sekali.

Nokia7610, Neko Twins, Zukito, Kirisaki Shin, Akbar123, Jims001, MF Dark Youko, Vian Naruto, Nanaleo099, Tsukoyumi Lucifer Namikaze, A'Raion Sun, HarisHeavenStar, Yuuki takabito,Monkey. D Nico, igneil saikari, sairaji423. Akagawa Shin, ahmadbima27. Terimakasih telah mereview fic ini.

.

Disclamer

Naruto, dan High School DxD bukan punya saya.

Naruto & High School DxD: Dark Bring Master

Raiting: M

Genere: Adventure, Fantasy, Romance, Supernatural

Pairing: Naruto X Harem

Warning: Abal, Gaje, OOC, OC, Typo

.

Chapter 2: Asia Rescue

.

Naruto memandang Rias dan Akeno yang sedang melawan sekumpulan Malaikat Jatuh. Dapat dilihat raut kelelahan dari kedua gadis cantik itu.

"Sial mereka tidak ada habisnya" ucap Rias yang terus melemparkan lingkaran sihir berwarna merah dengan lambang clan Gremory.

"Kau benar Boucho" balas Akeno yang tidak henti-hentinya menembakan petir kelawan-lawan mereka yang tidak ada habisnya. Naruto yang melihat Rias dan Akeno tampak kelelahan hanya menyeringai dengan sadis.

"Lakukan tugas kalian biar nanti aku yang urus" guman Naruto yang tetap menyeringai dengan sadis dan memandang tetap memandang Rias dan Akeno.

.

Disebuah lorong Gereja tua terlihat Issei, Koneko, dan Kiba yang terus berlari hingga tiba-tiba mereka dihadang oleh seorang pendeta berambut putih.

"Freed" ucap Issei dengan memberhentikan langkahnya, diikuti dengan Kiba, dan Koneko.

"Hei, Hei aku tidak pernah bertemu iblis yang sama untuk kedua kalinya, tapi kali ini aku pasti akan membunuh kalian" ucap Freed dengan tampang gila.

"Dimana Asia?" Tanya Issei dengan teriak kencang.

"Oh birawati itu, dia berada dibawah gereja ini" jawab Freed yang tetap memasang pose gilanya.

"Kenapa dia terlalu jujur, apa dia terlalu yakin dapat menang dari kami" guman Issei dengan pose berfikir.

"Issei-kun biar aku yang urus disini sekarang kau pergi saja dengan Koneko kebawah gereja ini" perintah Kiba pada Issei.

"Tapi-"

"Sudah cepatlah, biar aku yang urus dia karna aku juga mempunyai dendam tersendiri kepada seorang pendeta" ucap Kiba yang memotong perkataan Issei.

"Baiklah, tapi kau harus selamat Kiba" ucap Issei yang pergi dengan Koneko dan meninggalkan Kiba sendirian untuk melawan Freed. Kiba segera mengambil pedangnya dan memasang kuda-kuda berpedangnya.

"Kita selesaikan ini dengan duel pedang Freed" ucap Kiba dengan tajam.

"Hei, Hei aku terima penawaran mu iblis-chan" balas Freed. Kiba, dan Freed melesat dengan kecepatan dewanya masing-masing dan saling membetur mereka masing-masing.

Mereka berdua hanya meninggalkan percikan api setiap kali mereka berhenti sejenak untuk membenturkan kedua pedang mereka.

Kiba tidak henti-henti mencoba menyerang Freed begitu juga dengan Freed.

"Sial kecepatannya menyami ku ini akan sulit" guman Kiba yang tetap terus menerjang Freed menggunakan pedangnya.

"Kecepatan menyami ku tapi aku tidak akan kalah" guman Freed. Kiba dan Freed mundur kebelakang. Freed mengambil sebuah pedang yang ditaruh dipunggungnya. Pedang yang Freed gemgam itu berubah menjadi cahaya.

"Kali ini kau akan mati Iblis-chan" ucap Freed yang berlari dengan kecepatan dewanya, diikuti dengan Kiba yang berlari dengan kecepatan dewanya.

TRANK!

Pedang cahaya Freed beradu dengan pedang hitam Kiba. Secara ajaib pedang cahaya milik Freed kehelingan cahaya setelah bersentuhan dengan pedang hitam milik Kiba.

"Apa itu:?" tanya Freed shok.

"Holy Eraser pedang kegelapan yang dapat menghilangkan cahaya" balas Kiba dengan senyum seperti biasa. "Baiklah kita akhiri sekarang saja Freed" tambah Kiba. Dalam sekejap mata Kiba menghilang, dan muncul kembali dibelakang Freed.

"Si-si-sialan kau ib-ib-iblis" ucap Freed terbata-bata, tapi Kiba yang masih berdiri tidak menanggapi perkataan Freed.

"Aku harus segera ke tempat Issei dan Koneko" batin Kiba segera pergi dari tempat itu.

.

Issei dan Koneko berlari menyusuri tangga menuju ruang bawah tanah gereha tua itu, tapi tidak semudah yang dipikirkan Issei karna ada sesosok Malaikat Jatuh dengan badan yang besar menghalangi jalan mereka.

"Iblis rendahan bisa sampai disini juga" ucap Malaikat Jatuh yang berdiri didepan Issei dan Koneko dengan menampilkan sebuah seringai sadis.

"Sial ini akan sulit" batin Issei yang tetap mengamati Malaikat Jatuh yang ada dihadapannya. Malaikat Jatuh itu berlalri dan mengayunkan pukulannya ke Issei dan Koneko tapi berhasil ditahan oleh tenaga supr milik Koneko.

Issei segera meloncat keatas, dan mengaktifkan Sacred Gearnya.

"Bossted Gear"

DUAAKKKGG!

Malaikat Jatuh itu terpental kebelakang saat Issei memukul wajahnya dengan Boosted Gear. Malaikat Jatuh itu segera berdiri.

"Tidak buruk untuk iblis rendahan, tapi aku akan mengakhiri ini" ucap Malaikat Jatuh itu. Muncul puluhan Tombak Cahaya diatas Malaikat Jatuh itu.

[Rain Light Spear]

TRANK!TRANK!TRANK!

Tombk-tombak cahaya yang dilemparkan oleh Malaikat Jatuh itu dapat ditanah oleh seseorang yang baru datang.

"Kiba/Kiba-senpai" guman Issei, dan Koneko secara bersamaan saat melihat Kiba ada didepan mereka, dan menyelamatkan mereka dari tombak-tombak cahaya yang menyerang mereka.

"Maaf aku terlambat Issei-kun, Koneko-chan"

.

Rias dan Akeno terengah dengan nafas kelelahan akibat melawan puluhan Malaikat Jatuh yang berada disisi luar gerja tua itu. Sepertinya dewi fortuna tidak memihak kepada Rias, dan Akeno.

Tiga Malaikat Jatuh terbang diatas Rias dan Akeno. Malaikat jatuh yang pertama berpakaian ala dektetif, yang kedua seorang perepuan berpakaian seperti orang biasa, dan yang ketika perempuan berpakaian seperti Maid.

"Wah sepertinya keberuntungan ada dipihak kita" ucap Malaikat Jatuh yang menggunakan pakaian ala dektektif.

"Kau benar Donaseek, sepertinya keberuntngan sedang ada dipihak kita yang bisa membunuh adik dari Maou Lucifer" balas perempuan yang berpakaian seperti Maid.

"Kau benar sebaiknya kita cepat habisi mereka" ucap Donaseek yang segera melemparkan Light Spear kearah Rias dan Akeno.

TRANK!TRANK!

Dua Light Spear Donaseek berhasil ditahan oleh seorang pemuda berambut pirang yang diketahui adalah Naruto.

"Apa kalian berdua tidak apa-apa?" Tanya Naruto pada dua sosok gadis dibelakangnya. Kedua gadis dibelakang Naruto, membuka matanya, dan terkejut melihat kehadiran Naruto.

"Naruto-kun" ucap mereka secara bersamaan.

"Siapa kau?" Tanya Donaseek kepada Naruto.

"Aku? Aku adalah Malaikat pencabut nyawa kalian gagak" ucap Naruto. Naruto yang masih menggemgam pedang Elucidatornya segra mengarahkannya keatas. pedang Elucidator yang naruto gemgam berubah bentuk menjadi sedikit lebih tipis dan berwarna merah kehitaman. Dengan gerakan lambat Naruto mengayunkan pedangnya.

[Dark Explosion: phoenix blast]

DUAARRR!

Tiga Malaikat Jatuh yang tadi terbang terpental kebelakang ketika serngan Naruto mengani mereka dengan telak. Kumpulan asap mengerubungi ketiga Malaikat jatuh itu. Seandainya mereka bukan Malaikat Jatuh sudah dipastikan tubuh mereka akan hancur ketika terkena serngan Naruto.

"Sialan kau pirang" ucap Donaseek yang sudah keluar dari kumpulan asap. Donaseel segera menciptakan Light Spear dan mengarahkannya pada Naruto.

Naruto hanya menatap datar Light Spear yang mengarah padanya dan tidak bergerak dari tempat. Donaseek tersenyum puas saat Naruo tidk bergerak dari tempat, tapi senyum itu dikejutkan dengan Light Spear yang dilemparkan oleh Donaseek hanya menembus tubuhnya.

"Hanya itu?" ucap Naruto datar. Pedang Elucidator yang Naruto gemgam berubah bentuk lagi menjadi tipis. Dengan kecepatan dewa yang melebihi Kiba Naruto sudah ada dibelakang Donaseek.

[Dark Silfarion: flash of darkness] [Dark Explosion: explosions]

DUAR!DUAR!DUAR!DUAR!

Ledakang secara beruntun terjadi dari tempat Naruto tadi berdiri hingga tempat Naruto berdiri sekarang.

Donaseek yang terkena ledakan beruntun itu mati seketika dan tubuhnya berubah menjadi bulu sayap Malaikat Jatuh. Dua Malaikat Jatuh yang berdiri tidak jauh dari Naruto mulai ketakutan, tapi ketakutannya dikalahkan dengan sikap egois mereka.

Dua Malaikat jatuh yang berdiri didepan Naruto melemparkan Light Spear sebanyak-banyaknya. Tapi Light Spear yang dilempar mereka hanya menembus tubuh Naruto.

"Salah pilihan" guman Naruto. Pedang yang Naruto gemgam berubah lagi menjadi dua pedang tipis kembar.

[Dark Blue Crimson: two different blow]

CRAZ!CRAZ!

Dua Malaikat Jatuh yang berdiri tidak jauh dari Naruto mati seketika, saat Naruto menebaskan pedang kembarnya keleher dua Malaikat Jatuh itu.

"Kalian yang pilih kalian yang tanggung" guman Naruto, dan kedua pedang Naruto bercahaya dan kembali kebentuk pertama.

.

Issei mengarah tinjunya yang berlapis sarung tangan naga kepada Raynare. Raynare tidak bergerak dari tempat sehingga membuatnya terpental kebelkang.

Dari kumpulan asap yang mengerubungi Raynare terlihat dengan jelas sosok Raynare yang masih berdiri tegak tanpa luka. Tapi dari atas ada Kiba yang mengayunkan pedang Holy Erasernya kepada Ranare.

Raynare melompat mundur ketika Kiba mengayunkan pedangnya, tapi Raynare kembali dikejutkan dengan sosok Koneko yang muncul dari belakang dengan mengarahkan tinjunya kepada Raynare.

DUAKGH!

Raynare terpental kedepan dengan sangat keras saat terkena dengan telak tinju Koneko yang bagaikan tinju monster.

Dari balik kumpulan asap Raynare kembali berdiri dan menyembuhkan luka-lukanya dengan Sacred Gear yang berada ditangannya.

Issek, Kiba, dan Koneko yang kelelahan shok melihat Raynare tidak terluka karna Sacred Gear milik Asia yang diambil paksa olehnya.

"Sial bagaimana ini" guman Issei yang melihat Raynare tidak terluka sedikit pun.

"Bagaimana kalian tidak akan menang melawan ku" sombong Raynare dengan menyeringai.

Sebuah kilatan petir tiba-tiba menyambar tubuh Raynare dan membuat Raynare terluka.

"Maaf kami datang terlambat" ucap Rias dari arah belakang Issei diikuti dengan Akeno dari arah belakangnya.

"Yare, yare kalian benar-benar licik ya main dari belakang" ucap Raynare yang segera berdiri, dengan luka-luka ditubuhnya kembali normal.

"Sherusnya kami yang bilang begitu berengsek" ucap issei yang emosi, dan mengarahkan tinjunya yang dilapisi Bossted Gear kepada Raynare.

DUAKKHH!

Raynare terpental jauh, tapi pukulan Issei tidak membuat Raynare terluka sedikit pun. Raynare berdiri dan menciptakan puluhan Light Spear diatasnya.

"Sekarang giliran ku" ucap Raynare menyeringai, dan menembakan puluhan Light Spear diatasnya ke Rias dan para budaknya.

[Kamui: suction dimension]

Rias dan budak-budaknya shok, bukan hanya mereka tapi Raynare juga shok ketika Light Spearnya dihisap oleh sebuah lubang vortex yang ada diatas Rias dan budaknya.

"Serangan yang cukup mengerikan gagak" ucap seseorang dari atas Rias dan budaknya. Raynare, Rias dan budak-budaknya mengalihkan pandanganya keatas, dan melihat pemuda berambut kuning jabrik yang diketahui adalah naruto sedang terbang dengan dua pasang sayap iblisnya.

"Si-si-siapa kau?" Tanya Raynare ketakutan melihat sosok Naruto yang bagaikan Shinigami yang sikap meregut nyawa siapa saja.

"Aku? Aku adalah Malaikat pencabut nyawa mu nona" jawab Naruto datar. Naruto mengambil pedang yang ada dipunggungnya. Pedang yang Naruto ambil berubah bentuk.

"Aku sebenarnya masih ingin bermain-main dengan mu gagak, tapi si Tomat sudah memanggil ku jadi aku akan mengakhiri ini dengan cepat" ucap Naruto datar. Naruto mengarahkan ayunan pedangnya kepada Raynare.

[Dark Explosion: Starburst Steram]

DUAAAARRRR!

Serngan Naruto berhasil mengenai Raynare sehingga ledakang yang sedikit besar terjadi. Asap yang mengumpul mulai menipis dan memperlihatkan sosok Raynare yang sudah tergeletak tidak berdaya.

Naruto terbang menuju Raynare, dan mengambil cincin yang ada sela-sela jarinya. Setelah mendapatkan cincinya Naruto mengalihkan pandangannya kepada Rias dan budak-budaknya. Rias dan budak-budaknya langsung memasang posisi bertarung, tapi hanya ditanggapi muka datar oleh Naruto.

"Ambil ini" ucap Naruto dengan melemparkan cincin yang tadi diambil olehnya, dan ditangkap oleh Issei. "Jika kalian ingin menghidupkan birawati yang bernama Asia pasangkan cincin itu di jarinya" setelah mengatakan itu Naruto terhisap oleh lubang vortex dari kalungnya.

Tidak jauh dari gereja tua itu terdapat sesosok gadis kecil yang diketahui adalah Ophis sedang mengawasi mereka.

"Ternyta kau tidak perlu bantuan" ucap Ophis datar. Ophis segera pergi diikuti dengan hembusan angin kemcang.

.

Naruto sedang menghadap Maou Lucifer yang bernama Sirzechs atau yang sering dipanggil tomat oleh Naruto jika tidak ada kaitannya dengan misi.

"Ada apa kau memanggil ku Sirzechs-sama?" Tanya Naruto hormat.

"Aku punya misi lain untuk mu, dan aku yakin kau akan senang dengan misi ini" jawab Sirzechs dengan senyum.

"Misi apa itu Sirzechs-sama?" Tanya Naruto hormat.

"Rias akan segera ditunangkan dengan salah satu keluarga Phenex yang memiliki kemampuan yang hebat, tapi sayang dia terlalu sombong dan arogan akan kekuatannya itu, jadi Lord Phenex berniat menjodohkan Rias dngan anaknya tapi dibalik itu semua Lord Phenex meminta ku untuk membatalkan pertunangan itu dan membri pelajarn kepada anaknya agar tidak sombong dan arogan" jelas Sirzechs. Sirzechs mnghela nafas sejenak dan melanjutkan penjelaannya.

"Maka dari itu aku memanggil mu kesini untuk melakukan Misi membatalkan pertunangan Rias dengan keluarga Phenex itu" Lanjut Sirzechs.

"Dengan senang hati saya menerima misi itu Sirzechs-sama" ucap Naruto hormat.

"Pertunangan itu akan dilakukan 2 minggu lagi jadi bersiaplah" jelas Sirzechs.

"Baik Sirzechs-sama" balas Naruto hormat.

"Kalau begitu kau boleh pergi" perintah Sirzechs, dan Naruto pergi dengan lubang vortex yang tercipta dari kalungnya.

.

Bersambung

.

Sebanarnya ini adalah Fic dengan 3 Crossover sekaligus, jika ada yang tahu mungkin dia pernah menonton Anime yang sudah aku gabungkan dalam fic ini.

Pertama Naruto, mungkin kalian sudah tidak asing dengan Anime itu karna itu adalah Anime yang terkenal.

Kedua High School DxD. Yang ini sudah dipastikan kenal, Anime ini lagi hangat-hangatnya terkenal dikalangan Indonesia.

Ketiga Rave Master, nah yang ini mungkin kalian banyak tidak tahu dengan anime yag satu ini. Ini adalah Anime popular tahun 2001an, mungkin saya baru berumur 6 tahun saat itu, tapi aku sudah mengerti tentang Anime yang satu ini, Anime yang menceritakan seseorang dengan kekuatan Rave yang harus bertempur dengan orang yang menggunakan kekuatan Dark Bring, kalau tidak salah yang menggunakan Rave adalah Haru, dan Dark Bring adalah Lucia. Mungkin yang sudah nonton Anime ini kalian tahu kenapa aku menggunakan Dark Bring sebagai kekuatan Naruto, bukannya Rave.

.

Keterangan:

Dark Explosion: Phoenix Blast: sebuah serngan ledakan, yang ledakannya membentuk sebuah burung elang.

Dark Silfarion: flash of darkness, Dark Explosion: explosions: sebuah serngan gabungan dari gerakan gerakan kilat hitam milik Dark Silfarion dan diakhiri dengan serngan Dark Explosion yang menimbulkan ledakan beruntun.

Kamui: Suctin dimension: sebuah jurus portal yang dapat menghisap benda apapun.

Dark Explosion: Starburst Steram: sebuah serngan ledakan berutun sebanyak tiga kali, dan menimbulkan efek yang sedikit parah.

.

Chapter depan: Dark Bring Master VS Magic Master

.