Tittle : MY BAD BOY

Cast : Jung Yunho, Kim Jaejoong, Park Yoochun, Kim Junsu, Shim Changmin, Cho Kyuhyun, And other cast

Genre : Romance/Family/NC21/MPREG

Marga disesuaikan dengan kebutuhan cerita. Jadi disini ada beberapa karakter yang nadal masukin, bukan berarti nadal ga suka sama orang tersbut, tapi lebih untuk kebutuhan cerita ^^ ingat ini hanya fiksi ^^

Sebelumnya~

"ya! apa-apaan ini! Lepaskan aku!"

"aku tidak mau sampai disalahkan oleh pihak sekolah atau kedua orang tuamu jadi janagn membantah" ucap Yunho yang masih menarik Jaejoong menuju langsung naik ke motornya dan mengenakan helm. "cepat naik"

Bukannya menjawab pertanyaan Yunho, Jaejoong malah diam menatap Yunho dengan ekspresi yang sulit di artikan.

Chapter 3

Yunho malah langsung melemparkan sebuah helm pada Jaejoong dan langsung ditangkap.

"cepat pakai sebelum aku berubah pikiran" ucap Yunho yang langsung memakai helmnya.

Dengan perasaan yang masih kesal Jaejoong menurut saja dengan apa yang dikatakan oleh gurunya itu. Jaejoong pun mengenakan helm yang dilemparkan padanya tadi.

"cepat naik, aku tidak ingin pulang larut karenamu"

Tanpa banyak bicara Jaejoong langsung saja naik dengan berpegangan pada tubuh Yunho.

"ya! pelan-pelan kalau naik, kau membuat kita hampir jatuh tadi!" tegur Yunho dengan nada kesal.

"kau sendirikan yang menyuruhku untuk cepat naik" ucap Jaejoong tak mau kalah.

"lupakan, dimana alamatmu?"

"jalan XXXXXXXXXXXXX" (nadal ga tau harus nulis alamat apaan -,-)

"lumayan jauh juga dari sini, pegangan yang erat" Jaejoong menurut saja kenudian dia hanya memegangi baju yang Yunho kenakan. Setelah itu Yunho langsung melajukan motornya.

Sedangkan Changmin hanya mengamati hyung dan motor yang pergi membawa saahabat bandel dan polosnya itu.

.

.

.

"seosangnim, bisa kau pelan-pelan membawa motornya?" teriak Jaejoong dari belakang.

"apah?" tanya Yunho yang tidak mendengar ucapan Jaejoong.

"pelankan motornya! Aku kedinginan!" teriak Jaejoong lebih kencang.

"aku tidak dengaaaarrrr" bukannya memelankan laju motornya, Yunho malah semakin memacu kecepatan motornya tersebut. Spontan Jaejoong langsung memeluk tubuh yang lebih besar didepannya itu. (etjiyeeehhhh T.T plesbek)

.

.

.

Sudah sekitar 10 menit perjalanan sejak Jaejoong memeluk, Yunho malah merasa gugup saat ini. Bagaimana tidak?! Lengan Jaejoong kini tepat berada di dekat selangkangannya ditambah dengan tubuh Jaejoong yang menmpel dengannya. Sesekali matanya melirik kearah tangan lentik yang tepat berada di atas pahanya dan juga dekat dengan benda kebanggaannya yang tertutup oleh celana. Yunho tidak mau ambil pusing dengan pikirannya saat ini, dia lebih memilih memfokuskan penglihatannya pada jalan 'selama tengan itu tidak melakukan hal yang tidak-tidak'.

.

.

.

Roda motor Yunho berhenti tepat di depan pagar rumah mewah yang terlihat sepi tepatnya alamat rumah yang Jaejoong sebutkan sebelumnya.

"cepat turun, aku takut jika orang tuamu menunggu" ucap Yunho. Namun tidak terdengar jawaban maupun gerakan dari orang dibelakangnya.

Yunho langsung menolehkan kepalanya untuk melihat kondisi Jaejoong. Jaejoong tertidur dengan mata tertutup dengan damai dan kepala yang bersandar pada punggung kekar Yunho.

"bisa-bisanya dia tidur dalam keadaan seperti ini, merepotkan saja" gerutu Yunho. Dengan hati-hati dia turun dari motornya sambil menahan tubuh Jaejoong agar tidak terjatuh. Kemudian Yunho menggendong tubuh Jaejoong yang jauh lebih kecil di belakang punggungnya dan berjalan memasuki pekarangan rumah mewah tersebut.

TOK TOK TOK

Dengan cepat Yunho mengetuk pintu rumah bercat coklat itu dan kembali menahan bokong Jaejoong agar tidak merosot.

"ya tunggu sebentar.." ucap suara seorang yeoja dari dalam yang tak lain umma Jaejoong.

CLEK

Pintu bercat coklat itu terbuka dan menampakan yeoja yang masih terlihat cantik namun seperti sudah berumur.

"astaga, apa yang terjadi dengan Joongie?" ucap umma Kim panik melihat tubuh anaknya di gendong dan tangan Jaejoong yang terjuntai lemas di pundak Yunho.

"jangan khawatir, dia hanya tertidur saat di jalan" ucap Yunho menjelaskan.

"kau? Kau siapa?" tanya umma Kim bigung.

"aku Jung Yunho, guru kelasnya, aku yang menyuruhnya datang kerumahku untuk belajar tadi, ngomong-ngomong dimana kamarnya?"

"o oohh, mari saya tunjukkan" ucap umma Kim mendahului Yunho. Yunho mengikuti umma Kim dari belakang dengan masih meggendong Jaejoong.

"yeobo siapa yang da-" ucapan Siwon yang tak lain adalah appa dari Jaejoong langsung terhenti saat melihat Yunho yang tengah menggendong Jaejoong. "ya, apa yang terjadi?" ucapnya menghampiri ketiga orang tersebut.

"ani, Joongie hanya tertidur saat diantar pulang, tidak apa-apa" ucap umma Kim menenagkan "seosangnim, kamar Joongie di atas, apa tidak apa-apa?" tanya umma Kim memastikan.

"a ah? tidak apa-apa" ucap Yunho ragu. 'jadi, aku harus membawa anak menyebalkan ini naik kelantai atas?!' ucap Yunho dalam hati.

"mari seosangnim" ajak umma Kim yang lebih dulu menaiki anak tangga dan di ikuti oleh Yunho yang sedikit kesusah karena membawa beban di punggungnya -,-

Setelah sampai di atas umma Kim dan Yunho langsung masuk kedalam kamar Jaejoong. Dengan perlahan umma Kim melepas tas yang masih menempel di punggung Jaejoong. Setelahnya, Yunho langsung merebahkan tubuh Jaejoong dengan perlahan di atas ranjang king sizenya. Langsung saja Jaejoong menggeliatkan tubuhnya dan mencari-cari guling untuk di peluknya secara tidak sadar. (bayangin muka jae umma yang baru bangun tidur beberapa waktu lalu yang dia telanjang dada di dalem selimut yah hahaha)

"seosangnim, maaf jika merepotkan" ucap umma Kim merasa tidak enak.

"ah tidak apa-apa, mungkin dia merasa lelah karena saat sampai dirumahku dia bilang kalau ban sepedanya bocor ditengah jalan dan dia harus mendorongnya karena tidak ada bengkel sepeda yang buka"

"oh begitu kah? Kasihan sekali anakku. Kau pasti lelah, mari kita turun dan minum dulu sebentar" ucap umma Kim yang langsung saja menarik lengan Yunho.

"ah tidak usah, ini sudah malam, sebaiknya aku pulang saja, lagi pula masih banyak yang harus aku kerjakan" ucap Yunho ragu mengikuti umma Kim turun.

"tidak apa, setidaknya kau mau duduk dan minum sebentar disini" ucap umma Kim meyakinkan "woonie, kenalkan, ini Jung Yunho gurunya Jaejoong"

"ah seosangnim, kupikir siapa" ucap appa Kim merasa tidak enak.

"tidak apa-apa" ucap Yunho kikuk.

"mari kita minum dulu" ajak appa Kim.

"ah, tidak terimakasih, aku harus segera pulang dan menyelesaikan tugasku dan menyiapkan materi untuk besok" tolak Yunho soapn.

"baiklah, terimakasih sudah mengantarkan Joongie, maaf sudah merepotkan"

"tidak apa-apa, sungguh. Saya permisi dulu"

Umma Kim mengangguk, Yunho berjalan menuju pintu depan. Umma dan appa Kim mengikutinya dari belakang.

"seosangnim, hati-hati" ucap umma Kim.

Sekali lagi Yunho mengangguk dan kemudian cepat-cepat berjalan menuju motornya.

.

.

.

Yunho memasuki pintu rumahnya dengan wajah datar. Changmin masih duduk menunggu Yunho datang 'karena disuruh oleh ummanya' di ruang tamu dengan memegang sebuah toples camilan sebagai teman malamnya.

"hyung, bagaimana? Melati atau bintang 2?" tanya Changmin sambil cengar cengir.

"bicara apa kau, major (manusia jorok), pokoknya kau harus suruh Jaejoong mengambil sepedanya besok, jika tidak, kau yang mengantarkan sepeda itu kerumahnya" ucap Yunho dingin menanggapi pertanyaan Changmin dan berlalu menju kamarnya begitu saja.

"ya, apa-apaan kau! Aku disuruh menunggumu di sini, bukannya terimakasih, kau malah menyuruhku yang tidak-tidak" ucap Changmin yang justru kesal berjalan menuju pintu dan menguncinya.

Yunho sendiri langsung masuk kedalam kamarnya dan merebahkan tubuhnya.

"aniya, apa yang aku pikirkan. Dia hanya tertidur tadi, dia tidak sengaja melakukannya" Yunho bergumam sendiri "tapi tangnnya itu haish" Yunho langsung melihat pada celananya 'tepatnya selangkangan'. "hampir sajaaaa" Yunho malah mengelus selangkangannya -!-

CLEK

Pintu kamar Yunho tiba-tiba saja terbuka menampakan Changmin yang terbengong dengan sebuah toples camilan yang masih dipegangnya.

"ya! kalau masuk ketok dulu!" teriak Yunho yang langsung menyingkirkan tangan dari selangkangan dan bangun duduk.

"mianhae, hyung. Tadinya aku mau protes, tapi tidak jadi. Aku tidak tahu jika kau sedang horny" ucap Changmin tanpa dosa dan langsung berlari menuju kamarnya. Yunho langsung berlari menuju pintu kamar dan menyembulkan kepalanya keluar.

"YA! JUNG CHANGMIN!" teriak Yunho yang tidak ditanggapi oleh namdongsaengnya itu.

"Yun, jangan berteriak malam-malam" teriak appa Jung dari dalam kamarnya.

"dasar bocah menyebalkan" rutuk Yunho yang kembali masuk kedalam kamarnya.

.

.

.

Jaejoong berjalan dengan gontai menuju kelasnya, hari ini, dia harus jalan kaki dipagi hari kerena sepedanya masih berada dirumah Changmin. Terlihat peluh yang ada dikeningnya, dan juga seragam sekolah yang terlihat sedikit basah.

"ya Kim Jaejoong. Kau habis mandi dijalan atau kau habis tersebor orang?" ledek seorang yang berpapasan dengannya.

"apa urusannya denganmu? Urus saja tuh gigimu yang dirantai, lebih baik diam agar cepat rapi" balas Jaejoong ketus tidak suka diledek. Kemudian Jaejoong berjalan dengan angkuh menuju kelasnya.

"sombong sekali" ucap orang itu dan pergi begitu saja.

"Kim Jaejoong!"

"kenapa pagi-pagi begini guru jidat lebar itu sudah muncul dihadapanku" ucap Jaejoong pelan saat mendengar suara husky yang sudah dia hafal.

"Jaejoongie, apa kau sibuk pulang sekolah nanti? Jika tidak, aku mau mengajakmu keluar bagaimana?" tanya Yoochun langsung pada murid dihadapannya dengan senyum yang menurut Jaejoong sangat menyebalkan.

"aku tidak bisa, aku sibuk seosangnim" tolak Jaejoong tanpa basa-basi. Dirinya sudah merasa jengah karena selalu saja digodai oleh gurunya yang satu itu.

"memangnya kau sibuk apa?"

"aku mau mengambil sepedaku di rumah Jung seosangnim" ucap Jaejoong malas.

"o oh begitu"

"sudah ya seosangnim, aku mau masuk kelas dulu" ucap Jaejoong yang langsung meninggalkan Yoochun dengan tidak sopan.

"kerumah Yunho lagi? Hah aku keduluan" ucap Yoochun murung dan pergi menuju kelas tempatnya mengajar.

.

.

.

"hyung!" seru Changmin yang melihat Jaejoong masuk. Tanpa menyahut Jaejoong langsung saja duduk disamping Changmin "hey, kau disuruh mengambil sepedamu hari ini"

"ya, tanpa disuruh aku akan melakukannya" ucap Jaejoong malas "semua ini gara-gara Jung seosangnim, aku harus jalan kaki kesekolah"

"hahahaha pantas saja penampilanmu acak-acakan,hyung" ledek Changmin.

"berisik"

"Jung seosangnim dataaannnggg" mendengar teriakan salah satu temannya itu semua murid dalam kelas langsung menuju mejanya masing-masing.

Seperti biasa, Yunho masuk kelas dan memberikan aura mencekam bagi beberapa murid yang takut dengannya, padahal penampilan Yunho seperti namja dengan style cool yang tidak seperti guru ada umumnya. Yunho menaruh beberapa buku di mejanya.

"hari ini kita kedatangan murid baru pindahan dari Jepang, aku harap kalian bisa membantunya beradaptasi di sini" Yunho langsung melihat kearah pintu "Kim Junsu masuk lah"

Tak lama seorang namja imut muncul dengan senyum manisnya.

"perkenalkan dirimu" Junsu menganggukkan kepalanya dan menghadap pada teman-teman dikelas barunya.

"annyeong, Kim Junsu imnida, aku pindahan dari Jepang, salam kenal" ucap Junsu kemudian membungkukkan sedikit tubuhnya.

"baiklah kau bisa langsung duduk di bangku yang kosong" Junsu membungkuk pada Yunho sekali lagi dan berjalan menuju bangku kosong disebelah meja Jaejoong dan Changmin.

"baiklah kita mulai saja langsung pelajaran hari ini" ucap Yunho di depan.

"ya, Kim Junsu-shi" Junsu yang mendengar bisikan di sebelahnya langsung menengok.

"hay, aku Jung Changmin" ucap Changmin berbisik dan menjulurkan tangannya.

"Kim Junsu, senang berkenalan denganmu Changmin-shi" ucap Junsu manis dan menjabat tangan Changmin.

"jangan memanggilku dengan embel-embel shi kau cukup memanggilku dengan Changmin saja"

"oh baiklah" ucap Junsu sedikit berbisik sambil tersenyum.

Jaejoong yang melirik kearah keduanya hanya bisa melihat dengan wajah sebal karena sikap sok manis yang di tunjukkan oleh Kim Junsu si murid baru dan juga Changmin yang bersikap sok akrab dengan orang baru.

"perhatikan Jung seosangnim sedang bicara" ucap Jaejoong kesal dan menarik lengan Changmin hingga terlepas dengan tangan Junsu untuk menghadap kedepan.

Junsu yang sepertinya menangkap respon negatif yang ditunjukkan oleh Jaejoong, langsung merubah raut wajahnya menjadi cemberut tanpa diketahui oleh Changmin maupun Jaejoong.

"kau ini tidak sopan sekali sih hyung"

"diam dan perhatikan hyungmu" ucap Jaejoong tanpa menghiraukan teguran Changmin.

.

.

.

"ada yang tidak mengerti dengan yang baru saja aku jelaskan?" tanya Yunho yang baru saja menjelaskan materi. Seketika Junsu langsung mengangkat tangannya. Yunho yang melihat itu langsung menghampiri Junsu.

"bagian mana yang tidak kau mengerti?" tanya Yunho halus pada Junsu.

"bagian ini" tunjuk Junsu pada bukunya. Kemudian Yunho mulai menjelaskan materi pada Junsu.

'menyebalkan sekali orang itu, denganku menyebalkan, dingin dan galak sekali, giliran dengan anak baru itu, sok manis sekali dia' ucap Jaejoong dalam hati yang kesal melihat Yunho tengah menjelaskan sedikit materi yang Junsu tanyakan.

"gomawo, seosangnim" ucap Junsu berterimakasih.

"kau pelajari itu lagi dirumah agar tidak lupa" lanjut Yunho.

"ne"

"ada lagi yang masih belum mengerti?" ucap Yunho lagi. Namu tidak ada yang mengacungkan tangan " baiklah, aku anggap kalian sudah mengerti semua"

.

.

.

Waktu istirahat tiba Yunho langsung bergegas meninggalkan kelas.

"Jung seosangnim" seru Junsu.

"ya? ada apa?" tanya Yunho.

"jika ada hal yang tidak aku mengerti lagi bagaimana?"

"kau bisa bertanya padaku diluar kelas" ucap Yunho kemudian tersenyum.

"baiklah, gomawo"

"sama-sama" Yunho langsung meninggalkan kelasnya.

"ayo kita ke kantin" ucap Jaejoong sambil merapikan bukunya.

"ajak anak baru itu ne" ungkap Changmin. Seketika Jaejoong langsung menolehkan kepalanya.

"tidak" ucapnya singkat.

"kau ini kenapa? Aneh sekali"

"jika kau mau pergi dengannya ya pergi saja, aku akan kekanti sendiri" Jaejoong yang bisa dibilang mulai mengambek langsung bangkit dari duduknya dan berjalan duluan meninggalkan Changmin.

"ya, hyung tunggu aku" Changmin langsung mengejar Jaejoong yang meninggalkannya. Jaejoong sendiri tidak memperdulikan Changmin di belakangnya dan terus berjalan, tidak dipedulikan juga umpatan beberapa murid yang tidak sengaja ditabraknya karena Jaejoong tidak meminta maaf.

"hey! Kalau jalan pakai matamu!/kalau jalan lihat-lihat!" beberapa umpatan masih terdengar sampai Jaejoong memasuki kantin dan langsung duduk disalah satu kursi.

"hyung, kau apa-apaan sih? Kau tidak lihat beberapa orang jengkel karenamu?"

Jaejoong yang mendengar protes dri Changmin tidak menanggapinya. Dia malah melihat-lihat menu makanan yang ada pada daftar menu.

"aku ini bicara padamu" ucap Changmin yang langsung mengambil daftar menu yang di pegang Jaejoong.

"kau bilang kau mau mengajak anak baru itu, jadi aku pergi saja aku tidak mau ganggu" ucap Jaejoong dingin.

"sikapmu kekanakan, aku kan hanya ingin mengajaknya saja, siapa tahu juga dia bisa jadi teman kita"

"terserah kau saja" ucap Jaejoong cuek dan berjalan pada salah satu penjaga kantin untuk memesan makanan sebentar kemudian kembali duduk.

"ya hyung, kau ada masalah? Aku tidak mengerti dengan sikapmu kali ini"

"aku tidak apa-apa, jangan pedulikan aku"

"hih dasar aneh" ucap Changmin yang mulai malas.

Jaejoong tidak menanggapi, dia hanya memainkan handphonenya tapi sesekali mementokkannya pada meja.

"ada apa dengan handphone ini?! Minta di lempar apa?!" ucap Jaejoong terlihat semakin jengkel.

"lebih baik handphone itu untukku saja daripada dirusak, hyung" Jaejoong masih tidak menjawab dan tidak memperdulikan Changmin. Changmin hanya bisa menghla nafas, memang harus ekstra sabar menghadapi sahabatnya yang satu ini saat sedang marah dan mulai mengambek. (kelakuan temen nadal nih nyebelin banget kalo udah ngambek rasa pengen di nimpuk nadal mah)

"ini pesanannya" ucap seorang penjaga kantin

"gomawo Lee ahjumma" ucap Jaejoong manis.

"tapi ingat, jangan sampai kau memecahkan piring lagi karena kecerobohanmu" ucap Lee ahjumma menyindir karena kelakuan Jaejoong beberapa waktu lalu.

"ya ahjumma" ucap Jaejoong sedikit malu. Kemudian Lee ahjumma langsung meninggalkannya.

"kau bisa senyum-senyum dengan Lee ahjuma, tapi kenapa padaku tidak?" tanya Changmin bingung. Bukannya menjawab Jaejoong malah mulai makan "iissshhhhh" Changmin menatap sebal pada sahabat yang lebih tua darinya.

Saat itu juga Junsu masuk kedalam kantin sendirian. Wajahnya terlihat bingung saat untuk mencari tempat duduk.

"Junsu-ah!" teriak Changmin. Junsu langsung menoleh pada asal suara "disini sajaaaa" teriak Changmin lagi.

Jaejoong yang mendengar teriakan Changmin hanya diam dan makan dengan tampang yang kesal. Sedangkan Junsu kini mulai duduk di hadapan Changmin dan Jaejoong.

"hay, aku Junsu. Aku belum berkenalan denganmu" ucap Junsu pada Jaejoong kemudian menjulurkan tangannya.

"hng, salam kenal" ucap Jaejoong singkat dan dingin. Junsu yang lagi-lagi mendapat respon negatif menarik kembali perlahan tangannya dan melihat pada Changmin dengan tatapan sendu.

"ah kau mau makan apa? Biar aku yang pesan, tapi bayar sendiri ya hehehe" ucap Changmin menghibur karena melihat tatapan Junsu.

"aku minum saja" ucap Junsu pelan.

"apa?" tanya Changmin.

"jus jeruk, tolong ne" ucap Junsu dengan senyum yang dipaksakan.

"ok" Changmin langsung bangkit dari duduknya dan menghampiri penjaga kantin untuk memesan.

Junsu hanya diam saat ditinggalkan berdua dengan Jaejoong. Baik Junsu maupun Jaoong sama-sama tidak ada yang memulai pembicaraan. Jaejoong sendiri masih sibuk dengan makanannya. Kalo bisa dinilai, Jaejoong makan dengan cepat seperti terburu-buru. Jaejoong langsung menyelesaikan makannya, meminum minumannya dan mengambil tissue kemudian bangkit dan jalan ketempat Changmin berdiri.

"ahjumma aku mau bayar" ucap Jaejoong.

"hyung, kau sudah selesai?" tanya Changmin heran dengan cara Jaejoong makan yang cepat tidak seperti biasanya.

"ya aku sudah" jawab Jaejoong singkat sambil membayar "gomawo ahjumma" lanjut Jaejoong kemudian berjalan hendak meninggalkan kantin.

Changmin hanya bisa diam dan melihat kepergian Jaejoong sambil berjalan menuju meja tempat dimana Junsu masih menunggu dan juga menatap kearah Jaejoong yang keluar kantin.

"sepertinya dia tidak suka padaku" ucap Junsu setelah Changmin duduk.

"jangan pikirkan itu, paling-paling dia hanya sedang ada masalah, nanti juga baik sendiri" ucap JChangmin enteng karena memang sudah kebal dengan kelakuan Jaejoong.

"hhmm, baiklah" ucap Junsu pada akhirnya.

.

.

.

Jaejoong berjalan dengan wajah kesal, di keluarkannya handphone dari saku dan juga headset. Langsung saja Jaejoong memasang headset tersebut pada handphone dan telinganya kemudian menyalakan volume yang paling keras. Jaejoong melihat Yunho yang kebetulan berjalan dari arah berlawanan bersama dengan Yoochun hendak menuju kantin, langsung saja membuang muka seolah tidak melihat dan melewatinya begitu saja. Yunho cuek saja, sedangkan Yoochun matanya tertuju pada namja cantik yag lewat begitu saja dan justru berjalan mundur dengan pandangan yang masih tertuju pada Jaejoong.

"Yoochun-ah, kalau jalan lihat kedepan, kau bisa menabrak orang nanti" ucap Yunho mengingatkan.

"ada apa dengan anak itu?" ucap Yoochun yang kembali berjalan menghadap kedepan.

"entahlah, biarkan saja, tidak tahu terimakasih sekali sudah aku antar pulang" ucap Yunho menahan kesal.

"apa? Kau? Mengantarnya pulang? Kau modus sekali" ucap Yoochun sengit.

"aku kan sudah bilang padamu, kalau ban sepedanya bocor, jika dia pulang sendiri dan mendapat masalah, aku bisa disalahkan, dan aku tidak mau itu terjadi"

"tapi kau tidak macam-macam kan?"

"hah mana mungkin aku melakukannya, aku tidak akan melakukan hal yang tidak-tidak dengan orang yang sembarangan" ucap Yunho dengan sombong.

"halah, tidak ada yang tidak tertarik dengannya, hanya saja kelakuannya membuat beberapa orang kesal" ucap Yoochun tanpa dosa.

"jaga sikapmu, kau itu guru disini" ucap Yunho lagi sambil memasuki kantin.

"lihat yang datang itu, dia hyungku yang aku ceritakan barusan" ucap Changmin pada Junsu dengan cara memajukan bibirnya kearah Yunho dan Yoochun yang baru saja tiba.

"yang berjidat lebar itu?" tanya Junsu.

"bukaannn, tapi Jun seosangnim"

"jadi Jung seosangnim itu hyungmu?" tanya Junsu terkejut.

"hehehe begitulah" ucap Changmin cengengesan.

Kemudian Junsu memperhatikan kedua gurunya yang duduk di meja agak jauh dari mereka berdua (Changmin-Junsu).

"apa sikap Jung seosangnim di rumah sama seperti disini?"

"kurang lebih begitu, dia cuek sekali orangnya, dan juga sedikit menyebalkan menurutku"

"pantas saja dia terlihat tegas sekali saat di kelas"

"hahaha, kau tahu? Jaejoong sudah merasakan rasanya di pukul oleh hyungku"

"kenapa bisa begitu?"

"ya dia sempat melamun di dalam kelas dan tidak bisa menjawab soal, jadinya seperti itu"

"kau cuma mau menakutiku saja kan?"

"tidak, itu memang benar, kau tanya saja Jaejoong"

"aku tidak mau, melihatnya saja aku kesal, padahal aku tidak melakukan kesalahan apapun padanya, kenapa dia begitu padaku"

"dia memang seperti itu orangnya, jika sedang kesal dia akan melakukan hal seenaknya, tapi sebenarnya dia baik kok"

"mungkin" ucap Junsu ragu.

"mungkin dia belum terbiasa denganmu, jadi jangan terlalu pikirkan itu" ucap Changmin dan langsung memakan makanannya.

.

.

.

Jaejoong sudah duduk dibangkunya, tatapannya masih tertuju pada jendela dan melihat kebawah karena kelasnya berada dilantai 2, seperti ada magnet yang menarik untuk melihat objek dibawah. Tidak lupa dengan headset yang masih menempel ditelinganya dengan volume yang masih tidak dikecilkan. Jaejoong melihat kesekelilingnya, hanya terdapat beberapa siswa yang duduk dibangkunya sambil bercengkrama. Dia menghela nafas saat dirasanya ada yang kurang, biasanya dia akan pergi kemanapun bersama Changmin, tapi kali ini Changmin bersama Junsu. Pandangannya kembali pada jendela dan termenung.

"ya Kim Jaejoong" panggil teman kelasnya yang bertubuh besar. Namun tidak ada jawaban dari Jaejoong yang tidak mendengar panggilan tersebut.

PUK!

"ya! siapa yang melempar penghapus ke kepalaku!" teriak Jaejoong marah dan melepas headsetnya.

"salahmu sendiri dipanggil tidak dengar, kau tuli?" ucap Donghae meledek.

Jaejoong yang memang dari awal tidak suka dengan Donghae langsung menghampirinya.

"apa masalahmu denganku, kenapa kau senang sekali membuatku kesal huh?!" ucap Jaejoong sinis tepat di depan Donghae yang sedang duduk.

"aku? Sebenarnya tidak ada, hanya saja rasanya aneh tidak ada yang selalu menjadi ekormu, kemana Jung Changmin bocah tengil itu"

"itu bukan urusanmu"

"o o o aku tahu, kau sedang bermusuhan hm? Apa karena anak baru itu? Kulihat dia bersama Changmin di kantin, waahhh sayang sekali ya, ternyata Changmin lebih memilih anak baru itu ketimbang kau yang sudah jelas sahabatnya" ucap Donghae panjang lebar. Jaejoong diam saat Junsu dilibatkan dalam perbincangannya, dia menahan marah dan berusaha untuk tidak terpancing emosi dengan perkataan Donghae yang sudah beberapa kali membuatnya naik darah.

"aku tidak mau berurusan dengan orang bermulut besar seperti dirimu Lee Donghae, jangan paksa aku melakukan kekerasan" ucap Jaejoong meletakan penghapus yang dipegangnya dengan kasar pada meja Donghae dan membuat kotoran dari penghapus itu tercetak di meja DOnghae. Kamudian Jaejoong meninggalkan bangku Donghae dan berjalan menuju bangkunya sendiri.

"kau itu bodoh atau terlalu bodoh Kim Jaejoong, melihat temanmu pergi bersama orang lain dan meninggalkanmu kau diam saja? Aku sih-"

BUUKK!

Terlihat beberapa orang yang berada didalam kelas terkejut dengan tindakan Jaejoong yang malah langsung menghajar wajah Donghae dengan satu pukulan dan membuat Donghae tersungkur dari bangkunya.

"dengar ya! Changmin tidak melakukan itu! Dan kau! Kau tahu apa! Jaga mulut besarmu itu!" ucap Jaejoong yang sudah geram pada Donghae yang kini duduk memegangi pipinya dengan bibir yang sedikit mengeluarkan darah. Jaejoong tidak terima jika sahabatnya dijelek-jelekkan oleh orang lain. Bisa dibilang, meskipun Jaejoong kesal dan marah pada sahabatnya Jaejoong akan tetap membela sahabatnya.

Tidak ada dari mereka yang berani melerai jika sudah menyangkut urusan Jaejoong dan Donghae yang sudah terkenal selalu berseteru.

"apa kau! Mau aku hajar lagi?!" ucap Jaejoong tajam.

"siapa yang menyuruh kalian berkelahi didalam kelas?!" teriak Yunho yang sudah datang dan berdiri di depan kelas bersama seorang murid dan juga diikuti oleh Changmin dan Junsu.

Jaejoong dan Donghae langsung melihat kearah Yunho.

Apa yang bakal terjadi selanjutnya?

_TBC_