Maaf para raeder saya tidak bisa membalas review kali ini, tapi ada beberapa review yang terjawab dichapter ini kok.

Disclamer

Naruto, High School DxD dan Rave Master bukan punya saya.

Naruto & High School DxD: Dark Bring Master

Raiting: M

Genere: Adventure, Fantasy, Romance, Supernatural

Pairing: Naruto X Harem

Warning: Abal, Gaje, OOC, OC, Typo

.

Chapter 4: Formation of Akatsuki

.

Disebuah desa yang terselimuti oleh turunya salju terlihat damai, tapi siapa sangka kalau damai itu akan berakhir, ketika sebuah kelompok yang bernama Oracion Seis beraksi, utnuk menghancurkan desa itu.

"Neh Kabuto apa benar ini desanya" Tanya seseorang peria berambut hitam panjang dengan poninya menutupi mata kanannya, dan juga memakai sebuah pakian tempur.

"Sepertinya begitu Madara, aku sangat yakin ini tempatnya" jawab seseorang pria bernama Kabuto yang memili rambut abu-abu, dan memakai kacamata, serta sebuah kaus berlengan pendek, dengan kerahnya yang tinggi.

"Ayo lah cepat aku sudah tidak sabar untuk membunuh para manusia-manusia itu" ucap seseorang berambut hitam panjang, dengan matanya yang menyerupai ular.

"Kau benar manusia ular aku juga sudah tidak bisa menahan diri untuk membunuh para manusia-manusia itu" balas seseorang berambut coklat, dengan tato segetiga dikedua pipinya, dan membawa sebuah anjing besar berwarna putih dengan sebuah Dark Bring terpasang didahi sang anjing.

"Sabarlah, Orochimaru, Kiba. Kita harus menyusun strategi dulu untuk menghancurkan desa ini" jawab seseorang berambut merah dengan poninya menutupi mata kanannya, dan terlihat mata kirinya yang berbentuk pola riak air.

"Benar apa yang dikatakan oleh Nagoto, kita harus sabar, terlebih lagi aku pernah mendengar kalau didesa ini mempunyai dua orang yang mempunyai Sacred Gear unik" ucap Madara, yang menambahkan penjelasan milik Nagato. "Karin, Kabuto cepat buat strategi untuk kita berpesta" perintah Madara pada Karin, dan Kabuto. Kabuto dan Karin menganggukan kepalanya, dan segera membuat sebuah strategi.

.

Disebuah rumah kecil terdapat dua sosok manusia yang sedang berbincang-bincang dengan akrab.

Orang pertama adalah seorang laki-laki yang mempunyai rambut berwarna putih, dengan tanda dua titik didahinya. Dan orang kedua adalah seorang perempuan yang mempunyai rambut hitam, berkulit putih pucat, dengan bola mata berwarna coklat.

"Kimimaro-kun aku merasakan hal yang tidak enak" ucap gaids itu kepada sang Kekasih, yang bernama Kimimaro.

"Sepertinya begitu, aku juga merasakannya Haku" ucap Kimimaro datar. Walaupun sedang bersama dengan kekasihnya, tidak mengungkiri kalau Kimimaro memang memiliki sikap datar kesemua orang.

"Kalau benar seperti itu, berarti Yukihakure diambang penghancuran?" ucap Haku tenang, dan meminum teh yang ada dihadapannya.

"Ya, terlebih lagi desa ini terlalu banyak anak-anak, dan wanita, yang sudah dapat dipastikan tidak dapat melindungi diri mereka" jawab Kimimaro datar. Kimimaro berdiri, dan memandag datar kedepan.

"Waktunya kita terjun kembali kedunia peperangan Haku"

.

Disebuah bukit kecil yang tertumpuk salju, terlihat dua orang yang sedang menyaksikan peperangan anatara warga desa Yukigakure melawan Oracion Seis, dan dua orang itu adalah Naruto, dan Itachi.

"Naruto untuk apa kita menunggu disini?" Tanya Itachi penasaran, karena dari tadi dirinya, dan Naruto hanya memandangi desa Yukigakure yang mulai hancur.

"Kita lihat dulu perjuangan mereka, bila mereka tidak mampu, baru kita ikut terjun kesana" jawab Naruto yang menampilkan sebuah seringai sadis.

"Baiklah" balas Itachi pasrah.

.

DUAR!DUAR!DUAR!

Ledakan secara bruntun terus terjadi di Yukigakure. Para warga desa Yukigakure berhamburan, dan lari-lari entah kemana, yang penting menyelamatkan diri, tapi itu hanya orang pengecut yang melaukan itu.

Banyak para warga Yukigakure yang mencoba melawan 6 orang dihadapan mereka yang kemampuannya diluar akan sehat. Mungkin banyak didunia ini yang mempunyai kemampuan diluar akal sehat, tapi kemampuan 6 orang dihadapan mereka mungkin setara dengan para dewa, walaupun yang membawa anjing kelihatannya lemah, tapi kemampuannya tidak bisa diremehkan.

"Jadi kalian tetap masih mau mencoba melawan" ucap Kiba menyeringai.

"Kami tidak akan menyerah untuk mengusir kalian dari sini" ucap salah satu warga Yukigakure dengan lantang, dan bernai.

"Kau cukup berani juga tuan" ucap Kiba menyeringai sadis. "Akamaru" Kiba memanggil nama anjingnya. Anjing Kiba yang bernama Akamaru membuka mulutnya lebar-lebar, dan tercipta sebuah bola di mulut laser di mulut Akamaru.

DUUUAAARRRR!

Akamaru melepaskan bola dimulutnya, dan menghantam salah satu warga desa Yukigakure yang membuat sebuah ledakan cukup besar.

"Kiba bukannya itu keterlaluan?" Tanya seorang gadis berambut merah panjang memakai kacamata, yang bernama Karin.

"Aku sudah lama tidak melakukan ini, jadi wajarkan, Karin" ucap Kiba yang tetap menyeringai dengan sadis, dan gadis yang disebelahnya hanya menghela nafas melihat kelakukan Kiba.

Asap yang mengelilingi para warga mulai menepis, dan akhirnya menghilang. Saat asap itu menghilang, Kiba membulatkan matanya, ketika melihat sebuah perisai es melindungi mereka. Saat perisai es yang melindungi warga Yukigakure menghilang, memperlihatkan sosok Kimimaro, dan Haku.

"Jadi kalian pelakunya" ucap Kimimaro datar.

"Kalau iya memang kenapa? Kau mengajak bertarung?" ucap Kiba dengan sombong.

"Ya" balas Kimimaro datar. "Haku kau urus gadis disebelahnya, biar aku yang melawan manusia anjing itu" perintah Kimimaro pada Karin, dan Karin hanya menganggukan kepalanya.

"Apa sudah kalian bicara-bicaranya? Aku sudah tidak sabar untuk berdansa dengan mu" sombong Kiba menyeringai.

"Kalau begitu cepatlah kau maju" ucap Kimimaro datar. Tanpa basa-basi Kiba berlari menerjang Kimimaro dengan mengayunkan cakarnya, tapi Kimaro berhasil menghindari dengan memiringkan badannya, tapi Kiba kembali mengayunkan cakarnya keprut Kimimaro.

Kimimaro melompat keatas utnuk menghindari cakaran Kiba, dan mengayunkan kakinya, dengan tendangan voli kewajah Kiba.

DUUAAAKKK!

Kiba terpental hingga menabrak suatu dinding rumah yang sudah hancur, dan membuat Kiba tertumpuk reruntuhan rumah itu.

"Kau cukup hebat juga ya" puji Kiba yang menyingkarkan reruntuhan-reruntuhan menimpa tubuhnya.

"Hn" hanya itu yang keluar dari mulut sang Kaguya.

"Kau cukup dingin ya" ucap Kiba menyeringai. "Akamaru" Kiba memanggil anjingnya. Anjingnya yang berdiri tidak jauh dari Kiba berlari kearah Kiba. "Akamaru kita lakukan serengan ganda" ucap Kiba.

BOOFFTT

Akamaru yang tadinya berupa anjing, berubah menjadi KIba.

"Akamaru ayo lakukan" perintah Kiba. KIba dan Akamaru berlari menerjang Kimimaro, tapi Kimimaro hanya menatap datar Kiba, dan Akamaru yang berlari kearahnya.

"Akan aku tunjukan apa itu kekuatan" ucap Kimmimaro datar. Kimimaro berlari menerjang Kiba, dan Akamaru yang juga berlari kearahnya. Tapi saat Kimimaro tinggil beberapa meter lagi bertabrakan dengan Kiba, dan Akamaru, Kimaro memutar badanya.

[Full Moon Dance]

CRAZ!CRAZ!CRAZ!

Tubuh Kiba, dan Akamaru tersayat-sayat oleh tulang-tulang Kimimaro yang keluar dari dalam tubuhnya, dan berujung runcing bagaikan kunai.

DUAAKHHDUAKHH!

KIba, dan Akamaru terpental saat Kimimaro menendang kedua patner itu dengan keras. Tulang-tulang yang keluar dari dalam tubuh Kimimaro masuk kembali kedalam tubuhnya.

"Itukah kemampuan Sacred Gear 'Order God' yang dikatakan mengerikan" ucap KIba yang masih tetap sombong. "Akamaru kita lakukan bersama" perintah KIba pada Akamaru.

[Round of Death]

KIba, dan Akamaru dengan kencang berputar menerjang KImimaro yang sedang menatap mereka dengan tatapan datar. Tangan kanan Kimimaro dengan lambat mengarah kedepan.

[Bone Shield]

Sebuah tulang keluar dari tangan kanan Kimimaro dengan epat. Tulang-tulang yang keluar dari dalam tubuh Kimimaro, dengan cepat membuat sebuah perisai yang melindunginya.

DUUAAARRR!

.

"Kau cukup hebat juga gadis es" puji Karin kepada Haku, yang sedang menatapnya dengan tajam.

"Kau juga gadis perak" balas Haku yang masih menatap Karin dengan tajam.

"Ayo kita lanjukan dansa kita gadis es" ucap Karin yang dengan cepat berlari menerang Haku dengan mengayunkan sebuah pedang perak yang ada ditangan kanannya.

Haku dapat mengelak serngan Karin, dengan memringkan badanya, tapi siapa sangka kalau pedang perak milik Karin berubah menjadi cambuk, dan dengan telak cambuk Karin menghantam Haku.

DUAKKHH!DUAKKHH!

Haku terpental kebekang dengan kasaranya, hingga menarak suta dinidng rumah yang sudah hancur. Haku berdiri kembali, dan menyingkarkan renrutahan-reruntuhan yang menipa tubuhnya.

"Kau masih kuat berdiri rupanya gadis es" puji Karin menyeriangi dengan sadis.

"Hn" hanya itu yang keluar dari kekasih sang Kaguya.

"Sikap mu terlalu dingin gadis es" ucap Karin yang masih tetap menyeriangai. Tapi Karin membulatkan matanya, saat ada sebuah palu es diatasnya yang siap menmpanya.

DUUAARRR!

Karin beruntung dapat menghindari palu e situ, dengan melompat kebelakang.

"Kau hebat juga gadis es" puji Karin pada Haku, tapi Haku menatapnya dengan datar dengan tangan kanan yang mengacung kedepan. Tercipta sebuah linkaran sihir berwarna biru muda ditangan kanan Haku yang sedang mengarah kedepan.

[Ice Make: Lance]

WUSH!WUSH!WUSH!

Keluar ratusan tombak es dari dalam lingkaran sihir milik Haku yang mengarah pada Karin, tapi Karin hanya menyeringai, dan kemudian cambuk perak milik Karin berubah menjadi sebuah perisai yang melindunginya.

DUARR!DUARR!DUAR!

Haku memandang Karin yang berlindung dibalik perisai perak, tapi berbeda dengan Karin yang mulai kelelahn karena kabanyakan menggunakan jurusnya.

Perisai milik Karin berubah kembali menjadi sebuah kalung, dengan bentuk Love.

"Aku akan mengakhiri ini ga-"

CRAZZ!

Perkataan Karin berhenti ketika Haku berhasil melukai Karin dengan tangannya yang berubah menjadi sebuah pedang es.

"Sepertinya kau butuh bantuan Karin" ucap seseorang dari atas rumah yang masih berdiri dengan kokoh. Karin melihat siapa orang itu, dan terukir sebuah senyum ketika melihat pemuda yang berdiri diatas rumah.

"Sepertinya begitu Kabuto" balas Karin. Kabuto melompat turun, dan menatap Haku dengan sebuah seringai sadis.

"Jadi itukah Sacred Gear 'Ice Bringer' sunguh mengagumkan" ucap Kabuto yang masih tetap menyeringai. "Tapia pa kah Sacred Gear mu itu mampu mengalahkan Sacred Gear ku" tambah Kabuto, yang seketika muncul sebuah aura biru transparan yang membentuk sebuah pisau ditangan kanannya.

"Sacred Gear 'Cakra Bringer' ini akan merepotkan" balas Haku datar.

"Sungguh terkesan kau bisa tahu Sacred Gear ku, Master Ice Magic" ucap Kabuto tetap menyeringai dengan sadisnya. Dengan gerakan cepat Kabuto berlari kearah Haku begitu juga dengan Haku yang berlari kearah Kabuto, dengan tangan kanannya yang berubah menjadi sebuah pedang es.

WUSH!

Haku membulatkan mataya, saat tangan pedang esnya hanya menembus pisau cakra Kabuto yang terbuat ditangan kanannya.

CRAZ!

Bahu Haku terluka ketika mengenai pisau cakra Kabuto yang begitu tajam.

"Kau tidak akan pernah bisa menyentuk Sacred Gear ku. Sacred Gear ku adalah sebuah angin hanya menembus ketika bersentuhan dengan senjata, tapi Sacred Gear ku dapat melukai lawan jika bersentuhan dengan tubuh lawannya" ucap Kabuto menyeringai dengan sadis.

"Dan sekarang terima lah kematian mu, Master Ice Magic" ucap Kabuto yang berlai menerkang Haku.

DUUAAKKKHH!

Kabuto terpental jauh ketika ada seseorang yang menendangnya. Kabuto menatap orang yang menendangnya dari balik kumpulan asap, saat kumpulan asap itu menghilang memperlihatkan sosok pemuda berambut pirang, yang memakai sebuah jubbah hitam berkerah tinggi.

Kabuto yang melihat pemuda itu sebuah seringai bertambah sadis terlukis dibibirnya.

"Lama tidak jumpa Naruto Namikaze"

.

Kimimaro menatap datar sosok pemuda berambut hitam panjang yang memakai sebuah pakian tempur berwarna hitam, yang membawa sebuah kipas yang bernama Gunbai dipunggungnya.

"Sacred Gear Order God memang mengagumkan hingga bisa membuat rekan ku terluka seperti ini, tapi kemampuan itu masih kurang untuk menghadapi ku bocah" ucap Madara datar. Madara mengarahkan tangannya kedepan, dan tercipta sebuah lingkaran sihir berwarna hijau didepan Madara.

[Light Lance]

WUSH!WUSH!WUSH!

Keluar tombak-tombak cahaya dari dalam lingkaran sihir milik Madara yang mengarah pada Kimimaro dengan dengan cepat. Kimimaro menatap datar tombak cahaya yang mengarah padanya, dan segera meletakan kedua tangannya ditanah.

[Bone Shield]

DUARR!DUARR!DUARR!

Tombak-tombak cahaya milik Madara berhantaman dengan perisai tulang Kimimaro yang keluar dari dalam tanah.

KImimaro membulatkan matanya saat perisai tulangnya hancur, dan tombak-tombak cahaya milik Madara sudah tidak ada, ternyata Madara ada didepannya, dengan Gunbai yang mengarah padanya.

[Uchiha Gensai]

DUUAARRRRR!

Sernegan Madara mengani Kimimaro dengan telak, dan membuat Kimimaro terlempar kebelakang, hingga menabrak dinding rumah yang sudah hancur.

"Kau itu masih lemah bocah" ucap Madara datar, dan menancapkan Gunbainya ditanah. "Terimalah akhir mu bocah" tambah Madara yang menarik nafasnya dalam-dalam, dan menghebuskannya.

[Fire Dragon Roar]

DUUUAAARRRR!

Madara menatap datar kumpulan asap didepannya, tapi saat asap yang mengelilingi Kimimaro menghilang Madara membulatkan matanya, saat melihat sosok pemuda berambut Raven yang memakai jaket hitam berkerah tinggi dibiarkan terbuka menampilkan kausnya yang berwarna putih.

"Apa kau perlu bantuan Kaguya-san?" Tanya sosok itu yang ternyata adalah Itachi.

"Sepertinya begitu, tapi aku tidak tahu siapa kau" jawab Kimimaro pasrah, karena tubuhnya sudah terluka cukup parah.

"Kalau masalah itu tenang saja aku akan menceritakannya nanti, bersama dengan teman ku" balas Itachi, yang mengalihkan pandangannya, dan menatap Madara.

"Itachi Uchiha, sepertinya aku harus, dan teman-teman ku harus pergi sekarang, dan tidak mungkin aku mengalahkan mu saat ini, karena tidak menarik jika kita duel one by one bukan" ucap Madara datar. "Kiba panggil yang lain suruh pergi dari sini, tigas kita telah selesai" perintah Madara pada Kiba yang sedang bersandar pada dinding karena lukanya begitu parah.

"Baik Madara" balas Kiba yang pergi meninggalkan Madara.

"Lain kali kita akan bertemu kembali Itachi, dan saat itu aku akan mengambil Sacred Gear ku yang telah kau ambil" ucap Madara sebelum pergi dengan lingkaran sihirnya.

.

"Neh Naruto-kun sepertinya aku harus pergi, lain waktu kita akan bertemu kembali" ucap Kabuto yang pergi dengan kumpulan asap, dan meninggalkan Naruto yang sedang menatapnya dengan tatapan membunuh.

.

"Baiklah bisa jelaskan siapa kalian berdua ini tuan-tuan?" Tanya Haku dengan tenang, dan menatap Naruto berserta Itachi secara bergantian.

"Kami adalah iblis" jawab Itachi dengan singkat, dan padat.

"Lalu untuk apa kalian datang kemari?" Tanya Kimimaro yang dari tadi hanya diam seperti orang bisa.

"Kami sedang mencari orang yang ingin bergabung kedalam keluarga ku, atau bisa juga kalian sebut organisasi ku" jawab Naruto tenang.

"Maksud mu apa dengan keluarga?" Tanya Haku.

"Naruto akan merengkarnasi kalian menjadi iblis dikeluarganya, dan msuk kedalam organisasinya" jawab Itachi.

"Organisai apa itu?" Tanya Haku

"Akatsuki"

.

.

.

Bersambung

.

Ada yang tahu Sacred Gear apa yang diambil oleh Itachi dari Madara?

.

Keterangan Char:

Kimimaro

Nama: KImimaro Kaguya

Umur: 17 tahun

Sihir: -

Sacred Gear: Order God [kerangka dewa]

.

Haku

Nama: Haku Yuki

Umur 17 tahun

Sihir: Ice

Sacred Gear: Ice Bringer

.

Keterangan Oracion Seis:

Anggota:

Madara: Witch

Karin: Silver Engraver

Kabuto: Cakra beringer (tidak dapat menggunakan elemen, hanya dapat mengeluarkan cakra, dan membentuk sesuatu, dan juga Sushin)

Nagato: -

Orocimaru: -

KIba: Taijutsu

Akamaru: Light

.

Akatsuki [Evil peces Naruto]

King;: Naruto Namikaze

Queen: -

Bishop: Itachi Uchiha

Bishop –

Knight: -

Kinght: -

Rook: -

Rook: -

Pawn: Haku Yuki

Pawn: KImimaro Kaguya

.

Chapter depan: Knights Are Not Invincible

.

Mohon Review

.