Tittle : MY BAD BOY
Cast : Jung Yunho, Kim Jaejoong, Park Yoochun, Kim Junsu, Shim Changmin, Cho Kyuhyun, And other cast
Genre : Romance/Family/NC21/MPREG
Marga disesuaikan dengan kebutuhan cerita. Jadi disini ada beberapa karakter yang nadal masukin, bukan berarti nadal ga suka sama orang tersbut, tapi lebih untuk kebutuhan cerita ^^ ingat ini hanya fiksi ^^
Reader yang penasaran sama hubungannya bakal nadal jawab di Chapter-chapter berikutnya, soory nadalnya ga bisa bales satu-satu soalnyah ^^
Sebelumnyaahhh~
BUUKK!
Terlihat beberapa orang yang berada didalam kelas terkejut dengan tindakan Jaejoong yang malah langsung menghajar wajah Donghae dengan satu pukulan dan membuat Donghae tersungkur dari bangkunya.
"dengar ya! Changmin tidak melakukan itu! Dan kau! Kau tahu apa! Jaga mulut besarmu itu!" ucap Jaejoong yang sudah geram pada Donghae yang kini duduk memegangi pipinya dengan bibir yang sedikit mengeluarkan darah. Jaejoong tidak terima jika sahabatnya dijelek-jelekkan oleh orang lain. Bisa dibilang, meskipun Jaejoong kesal dan marah pada sahabatnya Jaejoong akan tetap membela sahabatnya.
Tidak ada dari mereka yang berani melerai jika sudah menyangkut urusan Jaejoong dan Donghae yang sudah terkenal selalu berseteru.
"apa kau! Mau aku hajar lagi?!" ucap Jaejoong tajam.
"siapa yang menyuruh kalian berkelahi didalam kelas?!" teriak Yunho yang sudah datang dan berdiri di depan kelas bersama seorang murid dan juga diikuti oleh Changmin dan Junsu.
Jaejoong dan Donghae langsung melihat kearah Yunho.
Chapter 3~
"kalian merasa jadi jagoan di sekolah hah?!" ucap Yunho tajam yang kini sudah berada di tengah lapangan sambil menggeplak kepala 2 namja yang berada di lapangan bersamanya dengan tangan kosong. (amfun jangan marahin nadal nulis iniiihhh) Yang satu diam mengusap kepalanya dengan tampang tidak bersalah, dan yang satu laginya mengusap kepala dengan wajah yang sedikit lebam dan ditonton seluruh isi sekolah "jawab aku!" bentak Yunho.
"dia yang memukulku lebih dulu seosangniiimmmm" jawab Donghae merengek.
"ya! aku tidak akan memukulmu jika kau tidak mulai duluan!" ucap Jaejoong membentak Donghae "ya seosangnim, apa kau terima jika dongsaengmu di jelek-jelekan? Seharusnya kau menghukum dia saja, tidak dengan diriku"
"apapun alasanmu, kau tetap melakukan pelanggaran dengan melakukan kekerasan, Kim Jaejoong" ucap Yunho sedikit santai "dan kau Donghae, kau akan tetap dihukum karena kau adalah biang dari keributan" ucap Yunho menatap Donghae.
"seosang-"
"kalian berdua tetap berdiri di sini sampai jam pulang sekolah, jika ada yang berani duduk, aku akan menambah hukuman kalian" ucap Yunho mutlak memotong ucapan Donghae yang hendak melakukan protes. Yunho langsung meninggalkan keduanya di tengah lapangan.
"apa yang kalian lihat?! Cepat kembali ke kelas masing-masing!" ucap Yunho marah pada siswa-siswa yang tengah menonton 2 namja yang berdiri di tengah lapangan. Karena takut melihat kemarahan si guru galak, semua siswa langsung membubarkan diri termasuk dengan Changmin dan juga Junsu yang berada disana.
.
.
.
Changmin tampak sedang memperhatikan Jaejoong juga Donghae dari lantai 2 kelasnya yang masih berdiri di tengah lapangan, padahal kelas Yunho sedang berlangsung. Jaejoong nampak tenang berdiri ditengah lapangan, sedangkan Dongehae sudah sibuk sendiri merenggangkan otot-ototnya.
"Jung Changmin, apa yang kau lihat keluar? Bisa kau perhatikan aku didepan?" Changmin yang mendengar teguran hyungnya itu langsung melihat kedepan.
"seosangnim, tidak kah kau beri keringanan? Hari ini panasnya terik sekali, bagaimana jika mereka pingsan?" ucap Changmin yang iba melihat Jaejoong dan juga Donghae. (sebenernya sih kasian liat jaema)
"itu sudah hukuman ringan yang aku berikan, diam dan perhatikan sekarang"
"ne seosangnim" ucap Changmin lemas.
.
.
.
Bell sekolah sudah berbunyi sekitar 5 menit yang lalu. Murid-murid langsung bergegas merapikan tas mereka masing-masing di dalam kelasnya. Termasuk juga dengan Changmin yang merapikan tasnya juga tas Jaejoong yang di tinggal pemiliknya.
Yunho sendiri sudah keluar dari kelasnya dan sudah berada dilapangan menghampiri Jaejoong dan Donghae yang sudah mandi keringat sejak tadi.
"kalian boleh pergi dari sini dan pulang, aku harap dengan begini kalian tidak mengulanginya lagi" ucap Yunho. (nadal pernah nih di setrab 5 jam gegare madol satu kelas T~T) Jaejoong langsung saja melenggang pergi meninggalkan lapangan.
"gomawo, seosangnim" ucap Donghae sedikit terengah dan meninggalkan Yunho.
Jaejoong sudah berjalan menuju kelasnya dengan wajah kesal dan keringat yang menembus pada bajunya, mengacuhkan beberapa siswa yang menertawainya.
"hyung.." ucap Changmin yang sudah berada didepannya bersama Junsu dan membawakan tas miliknya "hyung, tasmu ak-" ucapan Changmin tiba-tiba saja berhenti ketika Jaejoong mengambil dengan kasar tas miliknya dari tangan Changmin dan pergi begitu saja tanpa mengatakan apapun.
Changmin dan Junsu hanya melihat Jaejoong yang pergi membawa tasnya dengan sembarang.
"aku khawatir denganya" ucap Changmin lirih. Junsu hanya melirik kearah Changmin "sudahlah, ayo kita pulang" ucap Changmin kemudian menarik lengan Junsu.
.
.
.
Changmin masuk kedalam pekarangan rumahnya, diliriknya tempat sepeda Jaejoong yang terparkir kemarin.
"sudah tidak ada? Apa dia sudah mengambilnya?" cepat-cepat Changmin masuk kedalam rumahnya "ummaaaaaaaa" teriak Changmin saat masuk.
"ada apa jangan teriak-teriak pulang sekolah, cepat bersihkan tubuhmu dan makan" cerocos umma Jung.
"sepeda Joongie tidak ada? Apa dia tadi kesini mengambilnya?"
"iya dia tadi kesini dan mengambil sepedanya, ada apa denganya? Kenapa dia seperti habis mandi, apa dia habis olahraga?"
"hari ini tidak ada jadwalnya olahraga, tapi dia habis dihukum Yunho hyung berdiri ditengah lapangan karena membelaku yang dijelek-jelekan teman sekelasku" ucap Changmin mengadu.
"kasihan sekali, memangnya teman sekelasmu itu melakukan apa?"
"dia memanas-manasi Joongie, dia memang tidak percaya dengan ucapan orang itu, tapi dia tersulut emosinya dan memukul orang itu"
"hah, seharusnya hyungmu tidak menghukumnya karena membelamu, tapi kalau mau membela juga Jaejoong akan tetap salah karena sudah memukulnya" ucap umma Jung pasrah.
"umma, katakan pada Yunho hyung agar tidak terlalu galak disekolah"
"kau tahu sendirikan sikap hyungmu seperti apa? Jja, kau bersikahkan badanmu, sudah bau" ucap umma Jung mendorong Changmin.
"ah umma" Changmin menurut saja dan berjalan menuju kamarnya.
.
.
.
BRAAK!
Suara sepeda baru saja dijatuhkan begitu saja di halaman rumah. Jaejoong baru saja tiba dirumahnya setelah pulang mengambil dan membawa sepedanya kebengkel. Wajahnya masih terlihat kesal sampai masuk kedalam rumah.
"Joongie?" tanya umma Kim yang melihat kedatangan anaknya dan merasakan aura yang tidak enak menguar dari diri Jaejoong.
"ya umma ada apa" jawab Jaejoong apa adanya.
"kau kenapa? Kenapa terlihat kesal seperti itu?" tanya umma Kim menghampiri putranya.
"tidak ada apa-apa umma, aku mau mandi dulu, badanku lengket" ucap Jaejoong dan pergi menuju lantai atas kamarnya.
Umma Kim hanya melihat punggung anak tunggalnya dri bawah.
.
.
.
Sudah sekitar 45 menit Jaejoong masuk kedalam kamarnya dan membersihkan tubuhnya. Kini langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang king sizenya dengan hanya menggunakan handuk yang melingkar dipinggangnya.
'hay, aku Jung Changmin/ bagian mana yang tidak kau mengerti?'
Pikirannya memutar kembali moment dimana Changmin dan Yunho bersikap manis pada orang baru. Pada intinya, Jaejoong tidak suka jika sahabatnya justru dekat dengan orang lain karena yang dia takutan malah akan ditinggalkan oleh Changmin, sedangkan dengan Yunho, Jaejoong kesal karena merasa diperlakukan tidak adil oleh gurunya itu yang bersikap galak dengannya sedangkan dengan Junsu bersikap lembut.
CLEK
"hyung.." pintu kamar Jaejoong terbuka menampakan Changmin yang sudah berdiri diambang pintu. Jaejoong langung membetulkan posisinya menjadi duduk. (ulala ada imin tapi jaema pake anduk doang -,-) "hyung, kau marah denganku? Tadi aku tanya ahjumma kau pulang seperti orang yang sedang marah? Apa aku berbuat salah?" tanya Changmin dmenghampiri dan duduk disampingnya.
"ani" jawab Jaejoong singkat.
"kau membuatku bingung, jika aku memang salah, katakan dimana aku berbuat salah? jangan diam seperti ini" Jaejoong menhela nafas dia bingung harus menjawab apa. (sama nadal juga bingung, biasanya kalo temen udah ngambek gini ditanya malah makin dableg -,-)
"kau tidak melakukan salah apapun, aku hanya sedang merasa bad mood saja, mungkin aku yang kekanakan malah melampiaskannya pada orang lain" ucap Jaejoong bohong.
"kau bohong, hyung. Apa ini berkaitan dengan Junsu?" Changmin memang bisa dengan mudah membaca sifat Jaejoong. Pasalnya sikap aneh yang ditunjukkan Jaejoong itu semenjak kemunculan Junsu.
"hm, aku memang tidak pandai berbohong denganmu, maafkan aku sudah seperti itu. Aku hanya.. hanya takut jika kau malah pergi meninggalkanku"
"hahaha yang benar saja, mana mungkin aku meninggalkanmu, hyung. Kau itu sahabat terbaikku" ucap Changmin lega mendengar pengakuan Jaejoong "kau tenang saja, Junsu itu orangnya baik kok, kau hanya perlu dekat dengannya saja, kan sudah aku bilang, siapa tahu kita bisa berteman baik dengannya. Aku yakin" ucap Changmin meyakinkan dan merangkul pundak Jaejoong. Meskipun lega, Changmin tahu, Jaejoong tidak mengatakan semuanya. Tapi mau bagaimana lagi, dia takut salah bicara dan justru akan membuat mood Jaejoong semakin buruk.
"ya, kau membuatku takut dengan posisi seperti ini" ucap Jaejoong merasa geli karena Changmin yang merangkulnya dengan keadaan tubuhnya yang hanya mengenakan handuk dipinggang.
"hahaha kau sendiri juga pikirannya major (manusia jorok)" ucap Changmin dan langsung menjenggul atau mendorong kepala Jaejoong.
"ya! jangan sembarangan dengan kepala, aku bisa bodoh nanti"
"kau itu memang sudah bodoh, mau diapakan lagi ya tetap seperti itu" ucap Changmin meledek dengan nada tidak bersalah.
"sialan kau, awas saja suatu saat nanti akan aku buktikan aku tidak sebodoh ini" ucap Jaejoong berjalan menuju lemarinya dan mengambil pakaian dan masuk kedalam kamar mandi.
.
.
.
"hyung, komik ini aku bawa pulang ya, aku sudah tahu dimana tempat aman untuk menyimpannya" ucap Changmin yang sudah sama-sama tertelungkup memegang komik di atas kasur bersama Jaejoong.
"terserah kau saja, singkirkan itu dariku" ucap Jaejoong sambil memasang headset pada telinganya.
"singkirkan? Kau membacanya?"
"hah? Tiiiidak, aku tidak membacanya, aku hanya menaruhnya dan tidak aku ambil apa lagi aku lihat"
"kau bohoooooong" ucap Changmin yang berusaha menggoda Jaejoong untuk mengaku.
"iisshhh! Diam kau!" ucap Jaejoong dengan nada kesal.
"ahahahaha, ketahuan kau sekarang, sudah aku bilang kalau-"
"kalau anak seusia kita tidak mungkin tidak tertarik dengan hal semacam ini dan blablablabla" ucap Jaejoong melanjutkan kalimat yang akan dikatakan Changmin "aku sudah tahu apa yang akan kau katakan" (dan pikiran nadal kotor karena Yunjae XD)
"sampai hafal begituuuu (-,-). Ah, hyung. Bagaimana kalau kita ke club malam minggu nanti?"
"aku sedang malas, kau saja"
"ayo lah, kau biasanya mengajakku kesana kenapa kau sekarang susah sekali diajak? Kau masih marah?"
"tidak, aku hanya sedang tidak ingin kesana, aku juga tidak tahu kenapa, kau ajak saja Junsu"
"aaahhhh ide bagus, kita akan pergi bertiga, kau, aku dan Junsu"
"kan aku sudah bilang, aku sedang malas, kau ini bagaimana"
"ayo lah, kita pergi kesana bersama. Hyuuuunnngg… ayo lah" ucap Changmin merengek dan menggoyangkan lengan Jaejoong.
"ya ya ya baiklah baiklah dan berhenti menggangguku" ucap Jaejoong sedikit menyingkir dari Changmin
"hehehe ok. Tapiii.. apa Junsu boleh ikut dengan kita? Dan lagi, apa alasanku keluar ya? hyungku pasti kepo dan jika tahu aku pergi ke club, bisa habis lah aku"
"yah itu sih urusanmu bagaimana cara kau meminta ijin mengajak Junsu, dan urusanmu juga dengan manusia menyebalkan itu, jika memang ketahuan minimal dia akan mencaci makimu, medium dia akan menghukumu, dan maximal dia akan membunuhmu" cerocos Jaejoong panjang lebar.
"hyuuung, jangan asal bicara, kau membuatku takut"
"hahaha lagipula, kok betah sih kau tinggal bersama manusia menyebalkan itu?"
"mau bagaimana lagi, dia kan hyungku, kalau itu kau, sudah aku usir dari rumah" ucap Changmin sebal "lalu kenapa kau selalu membahas hyungku? Apa jangan-jangaaaannnnn…. Aaaa… kau pastiiii…." ledek Changmin sambil menunjuk-nunjuk Jaejoong.
"apa sih yang kau bicarakan, aku tidak mengerti" ucap Jaejoong menyanggah dengan wajah yang dibuat marah dan sudah merah merona.
"hahaha aku hanya bercanda.. jangan marah hehehe" ucap Changmin sambil kembali membaca komiknya.
Jaejoong hanya diam kembali dan mengotak-atik handphonenya berusaha untuk menutupi wajahnya yang memanas dan dirasa sudah merah.
'bodoh! benar juga, kenapa aku selalu membahasnya, memalukan. Semoga Changmin memang benar-benar bercanda' ucap Jaejoong gusar dalam hatinya. (bayangin aja yah wajah jaema kalo udah ketahuan terus mukanya kerut-kerut berusaha nutupin malu)
.
.
.
"Yuuunn, sini umma mau bicara" panggil umma Jung yang melihat Yunho baru keluar dari kamarnya.
"ya? ada apa umma?" tanya Yunho menghampiri ummanya dan duduk bersama diruang keluarga.
"dongsaengmu mengadu pada umma, benar kau galak sekali disekolah?"
"hah, anak itu. Aku melakukannya karena aku ingin menerapkan sikap disiplin pada siswaku umma"
"tapi kau tidak seharusnya bersifat terlalu galak. Bagaimana jika ada yang mau mendekatimu tapi kau seperti itu hm? Kau malah akan membuatnya lari. Pantas saja sampai saat ini umma tidak pernah melihatmu membawa seseorang kerumah" ucap umma Jung sedikit menyindir perihal dirinya yang menjadi Jones (Jomblo Ngenes) 3 tahun belakangan. Yunho hanya diam mendengar ucapan ummanya, memang benar dia terlalu galak. Tapikan sikapnya itu memiliki alasan "coba lah kau sedikit lebih lembut"
"iya umma, akan aku coba" ucap Yunho menurut saja.
"jangan iya-iya saja. Tapi lakukaannn" ucap umma Jung memukul paha Yunho pelan dengan buku yang dipegangnya.
"iya ummaaaaa iyyaaaaaa" Yunho menyerah jika sudah berhadapan dengan ummanya yang selalu menyudutkannya mengenai pasangan. Yunho memilih pergi menuju dapur untuk mengisi perutnya.
.
.
.
"hyuung, aku pulang ya" ucap Changmin merapikan komik-komiknya.
"ya, pulang sana, jangan balik lagi" ucap Jaejoong asal.
"iissshh, aku pulang nanti kau malah merindukanku tadi saja kau bilang kalau kau-"
"aku jika kau malah pergi meninggalkanku bersma teman baru, puas kau?"
"hehehe sudah-sudah. Aku pulang dulu dadaaahhh hyug cantiikkk" ucap Changmin yang langsung kabur dari kamar Jaejoong dan membawa komik-komiknya.
"hey! Dasar tiang! Aku bukan cantiikkk!" teriak Jaejoong dari dalam kamarnya.
.
.
.
Changmin masuk kedalam rumahnya dengan hati-hati dan langsung berlari menuju kamarnya. Kalau diperhatikan dengan seksama, pada baju bagian perutnya terdapat jiplakan yang kotak terselip karet celananya dan ditutupi oleh baju. (ya olooohhh nadal parah bngt ya nulis)
"ya Changmin-ah" panggil Yunho yang muncul dari dapur. Changmin langsung terpaku ketika panggilan yang menurutnya mengerikan dengan kondisi seperti ini "dari mana kau? Aku pulang kau sudah tidak ada"
"mau tahu saja" jawab Changmin seadanya.
"aku bertanya kau darimana" ucap Yunho sekali lagi.
"aku habis kerumah Jaejoong, kenapa?"
"untuk apa kesana"
"aku hanya main saja, lagipula aku ingin tahu kondisinya setelah kau hukum tadi, dia marah dan pulang duluan meninggalkanku, umma juga bilang dia mengambil sepedanya lalu pergi lagi, gara-gara kau sih, dia jadi marah padaku"
"salahnya sendiri melakukan kekerasan"
"hm, pantas saja tidak ada yang mau denganmu, kau terlalu galak sih. Makanya jangan galak-galak jadi orang wuuueeeeee" ledek Changmin kemudian berlari ke kamarnya.
"menyebalkan sekali jadi orang"
"kau juga sama saja Yun, kau bilang adikmu menyebalkan, bagi orang lain justru kau yang menyebalkan" sindir umma Jung lagi saat membawa beberapa pakaian yang habis dijemur. Yunho hanya memutar matanya malas dan berjalan kembali kedalam kamar.
.
.
.
From: Changmin
Hyung, aku tunggu kau di tempat biasa ya, aku sudah membawa Junsu. Dan tambahan Kyunnie :3
Jaejoong membaca pesan singkat dari Changmin, dia belum bersiap sama sekali, padahal dia sudah janji akan pergi bersama Changmin ke club.
"hah malas sekali" gumam Jaejoong sambil membalas pesan singkatnya.
To: Changmin
Kau duluan saja, aku belum bersiap. Aku akan menyusulmu.
Tidak lama pesan singkat kembali masuk.
From: Changmin
Baiklah, awas saja kau berbohong dan tidak jadi datang.
Jaejoong langsung memilih-milih pakaian mana yang kiranya cocok dikenakannya untuk pergi bersama Changmin, Junsu dan juga Kyuhyun mala mini. Pasalnya ini kali pertama dia akan pergi dengan Junsu dan Kyuhyun. Dia tidak ingin sampai salah kostum dan mendapat pandangan aneh dari keduanya. (remfong bingit si ni orang satu, nadal cakar juga ni)
Setelah selasai Jaejoong langsung bergegas pergi keluar dan mengambil sepedanya. (ohemjeh masih kemana-kemana naek sepeda aje udeh maen ke club -,-)
.
.
.
Setelah sampai, Jaejoong menaruh sepedanya disamping 3 buah sepeda yang sudah terparkit lebih dulu. Sudah bisa ditebak, sepeda itu milik ke3 genggesnya yang sudah berada dalam, karena tidak ada lagi sepeda yang terparkir di sekitar club. (jadi di perkiran itu isinya motor ame mobil, nah sepeda itu cumin punye 4 anak badung itu ye)
Terdengar suara dentuman music dari dalam club, Jaejoong berjalan diantara orang-orang yang sedang menari, berjalan maupun minum sambil berjalan -?-. matanya terus mencari sosok yang betanggung jawab karena menyuruhnya datang kesini.
"JAEJOONG HYUNG!" teriak Changmin dengan suara tenornya saat melihat Jaejoong yang sedang celingak celinguk. Jaejoong langsung menoleh pada sumber suara.
Dilihatnya Changmin yang melambaikan tangan di salah satu meja bersama dengan Jusu dan Kyuhyun. Jaejoong langsung berjalan menghampiri mereka bertiga.
"ya hyung, kau lama sekali"
"aku bilang aku sedang malas kesini"
"sudah-sudah minum dulu" ucap Changmin yang menyodorkan segelas vodka. Jaejoong menerimanya dengan senang hati dan langsung meminumnya.
"apa perasaanmu sudah baikan? Aku sengaja membawa Junsu kesini untuk meluruskan kesalah pahaman kemarin"
"ya, aku juga minta maaf karena sudah melakukan hal seperti itu, hahaha tidak jelas memang" ucap Jaejoong sambil tersenyum kecut menatap gelasnya.
"aku mengerti, siapa yang mau jika temannya pergi, aku juga takut jika seperti itu. Sekarang kita teman kan?" tanya Junsu sambil mengulurkan tangannya.
"ya teman hahaha" ucap Jaejoong akhirnya dan menjabat tangan Junsu (jabatan anak gahol ya reader).
.
.
.
"hyung, sudah hentikan jangan minum lagi" ucap Changmin yang cemas sambil merebut gelas yang Jaejoong pegang.
"berikan padaku" ucap Jaejoong kesal.
"Jaejoong-ah. kau sudah mabuk, hentikan dan ayo kita pulang" ucap Junsu melihat Jaejoong yang sudah teler karena kebanyakan minum. Changmin memang suka ke club dan minum, tapi tidak seperti Jaejoong yang bisa hilang kendali jika sudah minum dan juga Changmin lebih menjaga dirinya agar tidak mabuk. Begitu juga dengan Junsu dan Kyuhyun yang hanya ikut nongkrong.
"wuuuueekk!" Jaejoong seperti sudah akan muntah.
"ya Jaejoong-ah, dengarkan kami. Berhenti minum lihat dirimu yang sudah akan muntah" cerocos Kyuhyun yang menepuk-nepuk tengkuk Jaejoong "kita pulang saja ya" ucap Kyuhyun lagi.
"aku mau muntaahhh" rengek Jaejoong yang langsung duduk bersandar.
"apa ku bilang, berhenti minum, sudah tahu kau pasti akan seperti ini masih saja minum banyak, ayo cepat kita kemar mandi" ucap Changmin sambil membantu Jaejoong untuk bangun "kalian tunggu disini sebentar ya" ucap Changmin lagi dan berlalu meninggalkan meja sambil memapah Jaejoong yang memegangi perutnya.
"tahu begini aku tidak akan mengajakmu, merepotkan saja" gerutu Changmin sambil membawa masuk Jaejoong ke toilet.
"kau pasti suka ketempat ini, banyak namja dan yeoja cantik" ucap seseorang pada temannya saat didalam kamar mandi.
"aku tidak biasa kesini, jadi aku masih sedikit kaku" ucap seseorang yang bersama orang petama tadi.
Changmin langsung menghentikan langkahnya ketika melihat keduanya. Kedua orang yang menjadi objek penglihatan Changmin sadar akan kehadiran Changmin dan juga Jaejoong yang masih tidak sadarkan diri langsung terkejut.
"kau?"
_TBC_
