Disclaimer:kuroko no basuke tetep milik tadatoshi fujimaki kok :)kalau cerita ini milik author mei aonaru seorang ^^
warning:typo,ga-je,bahasa yang amuradul,huruf yang tiba-tiba muncul, OOC,dkk! Author ga bisa bikin ff romantis apalagi sedih jadi.. maaf kan kalau agak aneh dan gak ngebuat kalian baper /eh? *bow*
Rating:T aja deh biar agak aman dikit lah. anak kecil jangan liat! Tapi bukan berarti disini ada adegan yang aneh-aneh ya cuman author sayang kalian /plak!
kalau ga suka,gapapa author rapopo~ #pundung dipojokan
enjoy to read!
Saigo No Hanabi
.
.
.
Tut..
Tut..
Tut..
"huh.. akhirnya detak jantungnya normal.." midorima melepas maskernya
"yokata.." kata salah satu suster sambil memeluk suster lainnya
"aku kira dia akan mati.."
"tutup mulut mu" midorima pergi begitu saja yang lainnya cengo "shin-chan,matte!" takao juga ikutan pergi
"apa yang terjadi ya?" suster yang lain menggelengkan kepalanya
.
.
"ceritanya panjang.. ini salah ku.. honto ni gomen!"
"ceritakan saja nodayo" midorima mengacuhkan takao yang ada dibelakangnya
"uh? akan ku ceritakan.. sebelum itu.. ini" takao mengambil minumannya
"arigatou" midorima mengambilnya dan terus berjalan
"sebenarnya itu dari uang ku-"
"mana uang ku?" midorima berhenti dan melihat ke arah belakang
"aku sudah membelinya.. tapi tiba-tiba dia datang dan memencet oshiruko.. asalnya-"
"yasudah mana?"
"uh? terus aku minum apa?"
"beli aja lagi"
"huh? yaudah kasih aku uangnya nanti aku kasih oshirukonya"
"itu uang siapa?"
"huh. hah.. ini" karna kehabisan kata-kata takao pun memberikan oshirukonya, mereka pun pergi dari sana menuju ruangan midorima
.
.
.
"jadi dia pingsan karna melihat kerangka orang yang ditutupin kain itu loh.."
"oh jadi itu.." midorima meletakan minumannya yang sudah habis,itu yang ke dua
"kenapa dia menekan oshiruko ya... ah.. mungkin karna dia mau kali ya.. atau-"
"huh. pulang sana kau tidak lemburkan"
"kau mengusir ku?"
"b-bukan begitu.."
"ini aneh.. hm.. kalau begitu aku duluan, ja na~ rawat dia dengan baik!" takao pun pergi
"huh.. akhirnya dia pergi nanodayo..."
'dia menyembunyikan sesuatu..' gumam takao di luar ruangan itu
...
Pagi menjelang kau masih tertidur..
"bangun lah nanodayo" mendengar itu kau langsung membuka mata mu melihat ke sekitar dan akhirnya mata mu berhenti tepat di depan seorang lelaki yang membelakangi mu
"oh.. hoam.. ohayo.. dokter"
"ohayo.. bagaimana keadaan mu?" midorima membalikan badannya dan mendekat ke arah mu
"aku sudah mendingan" kau pun duduk
"souka.." midorima pergi ke arah tempat duduk dan duduk disana
"oh iya.. sebelum aku pingsan.. aku mendengar suara cewe yang lagi nembak cowo.. terus cowo itu bilang maaf.. begitu.. suaranya mirip dengan mu"
"huh. hm.." midorima menunduk dan berdiri, berjalan menuju jendela "lihat.. saljunya turun nanodayo.."
"salju-"
Deg!
Tut Tut Tut Tut
/(name)! bertahanlah!/ mata mu makin pudar kau pun pingsan
.
.
.
"huh.. belum terlambat ternyata.." detak jantung mu kembali normal
"permisi.." ibu mu datang bersama ayah mu
"dia masih tidur nanodayo.. "
"oh begitu.. saya hanya ingin kasih ini ke anak saya.. tolong sampaikan ya.." ibu mu menaruh keranjang buah di meja "permisi.." ibu mu membungkuk midorima mengangguk
'ini salah ku.. -eh? sebenarnya apa salah ku? dia benci salju? atau..'
/kau terlalu bersemangat../
/habisnya.. aku tidak sabar melihat (name) tersenyum/
"mungkin saja itu..."
. . . . .
"(nickname)-chan.. bangun.. aku sudah meletakan bunga kesukaan mu.. ayo bangun.." takao memegang tangan mu, tangan mu bergerak
"huh. kau mendengar ku? buka mata mu.. aku minta maaf tentang kemarin.." takao menunduk
"takao-kun.. aku sudah memaafkan mu.." kau tersenyum, takao memeluk mu
"akhirnya kau bangun.."
"hehe.. lagipula itu salah kerangkanya.. mengagetkan saja.." takao masih memeluk mu
"takao-kun? sudahlah.. jangan khawatirkan aku.. aku baik-baik saja sekarang.. kalau takao-kun masih memeluk ku dokter pasti marah.."
"biarin! lagipula dia siapa-"
"aku dokter disini. lepaskan dia, takao" midorima tiba-tiba datang dengan aura hitamnya
"eh? s-shin-chan.. ada apa?" takao melepas pelukannya, midorima mendekat ke arah tempat tidur mu
"keranjang buah itu dari ibu mu.. tadi ibu mu datang dan meletakkannya disitu karna tadi kau masih tidur jadi ibu mu pulang sama ayah mu nanodayo.."
"souka.. arigatou.. sudah memberitahukannya pada ku.." midorima mengangguk
"dan.. karna keadaan mu masih lemah kau tetap disini cukup lama.." midorima mengalihkan pandangannya
"yatta!" teriak mu dan takao
"yey~! bisa jalan-jalan la-"
"jangan harap kau bisa mengajaknya berkeliaran di rumah sakit ini dan membuatnya makin lemah, takao"
"huh. hehe.. gomen..." takao melihat ke arah mu
"daijobu.. aku bisa mengatasinya agar dia tidak tau kalau kita-"
"aku akan melihat kalian di cctv.. kalau begitu aku pergi nanodayo.."
"kowe.. sejak kau pingsan kemarin.. dia jadi menakutkan.."
"honto?" takao mengangguk
. . . . . .
Siang menggantikan pagi, kau masih bersama ayah dan ibu mu tertawa bersama akhirnya sore menjelang kedua orangtua mu pergi di gantikan midorima.
"nee, dokter-"
"kau bisa memanggil nama ku nanodayo -i-ini bukan berarti kau tidak boleh memanggil ku dokter tapi.."
"iya aku tau, tsundere.. hahaha..!"
"nama ku midorima bukan tsundere.."
"aku tau itu, shintarou-kun"
"huh. oh iya.. nanti malam kau ingin melihat kembang api bersama ku?" midorima menunduk
"jadi karna ini takao-kun tidak boleh mengajakku berkeliaran di rumah sakit.. souka.."
"b-bukan itu.. aku menghawatirkan mu.. aku takut kau pingsan lagi.." mata mu membulat, muka mu memerah, jantung mu berdetak tidak beraturan
'jantung ku? ini bukan sakit jantung.. perasaan ini.. ini cinta? mustahil! tidak mungkin aku suka dengan dia kan?'
"nee, kau mau kan?" kau hanya mengangguk
"kalau begitu aku pergi.. ja" midorima pun pergi
.
.
.
.
akhirnya malam tiba.. kau dan midorima sudah ada di atap rumah sakit hanya kalian berdua disana.. ditemani angin malam yang berhembus lembut menyentuh kulit mu
"sebentar lagi.." midorima melihat jam tangannya
"souka.." kau pun duduk "bintang disini indah ya.." midorima duduk di samping mu
"ya.. kau benar.."
.
.
.
"nee, (name).. aku.. sebenarnya.."
BUM! kembang api muncul bersamaan dengan salju yang turun saat tahun baru
"kirei.."
"menyukai mu!" teriak midorima
"na-"
Deg! Deg! Deg! detak jantungmu tidak beraturan, kau menahannya
"(name)! kau mengigat ku? maaf.. maaf kan aku... karna aku kau begini nanodayo.." midorima memegang tangan mu
"gomen.."
Deg! Deg! Deg! kau tidak tahan sakit sekali rasanya.. kau menarik napas mu dan menahannya lagi
"aku tau.. aku mengigat mu.. kembang apinya indah ya? -itte..." kau berusaha berdiri dan terjatuh lagi
'sa-sakit.. ini sakit..'
"(name) maafkan aku.." midorima memeluk mu, kau menangis
"arigatou.. karna kau aku bisa melihat kembang api terakhir ku.. shintarou- k-kun"
"(name)? (name)! sa-sadar lah! kau harus bertahan!" midorima membawa mu ke bawah menuju kamar mu
.
.
.
.
"dia pasti bahagia disana.."
'ini salah ku.. karna aku kau bagini lagi..' midorima menutup matanya
"nee, shin-chan.. hiks.. hiks.. gomen.. aku tidak bisa menghibur mu.." takao memegang bahu midorima, midorima melepasnya
"kau tidak perlu menghibur ku nanodayo.."
"aku akan keluar.." midorima keluar
. . . . .
"sumimasen.. saya sudah mencobanya.."
"(name).. hiks hiks" ibu mu memeluk ayah mu
"tenanglah.."
adik mu hanya menunduk menahan air matanya keluar
.
.
.
Aku ingat sekarang.. Dia orang yang ku kagumi dari dulu.. Dia selalu menolong ku.. Dia orang yang kusukai... Ya.. Midorima Shintarou.. Dokter berlumut, bermata empat, dan tsundere.. Dia yang selalu menemani ku dan meninggalkan ku..
[T.B.C]
Hayo.. siapa yang nebak ini udahan? hehe sebenarnya ini udahan cuman ada chapter flashback.. jadi ini belum berakhir.. wahahaha!
Btw,ada yang nangis? author sih ga kerasa feelnya.. kalau kalian?
mau nyampah lagi di kolom review? silahkan..
