Airigato telah mereview cerita yang acak-acakan ini, dan kurang menarik.
.
Disclamer
Naruto dan High School DxD bukan punya saya.
Naruto & High School DxD: Dark Bring Master
Raiting: M
Genere: Adventure, Fantasy, Romance, Supernatural
Pairing: Naruto x Harem
Warning: Abal, Gaje, OOC, OC, Typo
.
Chapter 5
.
Disebuah desa yang telah hancur lebur akibat peperangan dulu, terdapat sesosok pemuda berambut raven dengan model pantat ayam, bermata onyx yang menggunakan kaus berwarna abu-abu berkerah tinggi yang terdapat lambang kipas dibelakangnya.
Pemuda itu berjalan menyusuri kota yang telah hancur. Langkahnya berhenti tepat didepan bangunan yang hancurnya paling parah diantara bangunan yang lainnya.
Pemuda itu melangkahkan kakinya menunyusuri bangunan itu. Seakan mencari sesuatu sang pemuda memandang setiap sudut ruangan dengan ekor mata onyx. Tatapan matanya berhenti ketika melihat sebuah lubang berbentuk persegi.
Dengan langkah secara perlahan pemuda itu menuju lubang persegi itu. Langkahnya berhenti ketika dia ada didepan lubang itu yang menunjukan sebuah ruangan rahasia bawah tanah.
TAP!
Pemuda itu mendarat sempurna diruangan bawah tanah bangunan itu setelah meloncat dari atas. Mata onyxnya menangkap sebuah objek yang dicarinya dari tadi. Pemuda itu mendakati sang objek yang berupa katana berwarna hitam yang tertup sarungnya yang juga berwarna hitam serta memancarkan aura iblis yang begitu kuat.
Pemuda itu tersenyum tipis saat mengambil pedang yang tergeletak didpepannya dan dikelilingi oleh beberapa lilin secara melingkar yang menjadikan katana tersebut seperti benda suci yang tersegel.
Pemuda itu mencabut pedang yang digemgamnya dari sarungnya. Pedang yang dicabut dari sarungnya memancarkan aura iblis yang sangat kuat. Pemuda itu mengakat tinggi-tinggi pedang yang digemgamnya dengan sebuah emosi terpancar diwajahnya.
"Dengan ini aku akan membunuh mu...MADARA"
DUAR!
.
Naruto bersama kelompok Akatsuki berjalan menyusuri kota yang cukup ramai dan padat. Mereka menatap bangunan-bangunan disekitar mereka mencari sebuah hotel untuk mereka istirahat.
Naruto yang sedang menatap bangunan-bangunan diseketar mereka dengan mata saffirnya yang bagaikan samudra. Mata saffirnya menyipit ketika melihat pemuda didepannya yang mempunyai rambut raven dengan model pantat ayam, memakai kaus berwarna abu-abu yang terdapat lambang kipas dibelakangnya, dan membawa sebuah katana berwarna hitam yang ditaruh dipinggang pemuda raven itu.
"Aura iblis dari pedangnya sangat kuat" batin Naruto yang merasakan aura iblis sangat kuat dari pedang milik pemuda raven itu.
Naruto terus memperhatikan pemuda raven itu, hingga sang pemuda yang diperhatikan masuk kesebuah penginapan yang cukup mahal berada didepannya.
Naruto memberhentikan langkahnya tiba-tiba diikuti dengan anggota Akatsuki yang lainnya.
"Kenapa berhenti tiba-tiba Naruto?" tanya Itachi yang tetap memasang wajah datarnya.
"Kita menginap disini" jawab Naruto tidak kalah datar dengan pemuda disebelahnya.
"Tapi Naruto, bukannya penginapan itu cukup mahal?" tanya Kimimaro yang sama datarnya dengan dua pemuda stoic disebelahnya.
"Ya, tapi itu tidak akan menguras isi dompet ku" jawab Naruto datar tanpa ekpresi.
"Tapi Naruto ki-" perkataan Itachi berheti begitu saja setelah melihat disekitarnya sudah tidak ada Naruto, Kimimaro dan Haku.
"Huh, selalu begini" guman Itachi yang segera masuk kedalam penginapan didepannya.
.
Disebuah restauran terdapat 4 orang yang saling duduk dimeja makan dengan menyantap makanan yang ada dihadapan mereka.
"Neh Naruto-kun sebenarnya ada apa hingga kau memutuskan menginap ditempat itu?" tanya Haku yang menyantap nasi kare dihadapannya.
"Hn, terlebih lagi kau tidak pernah terburu-buru dalam mengambil kesimpulan dan keputusan" tambah Itachi yang menyantap kare pedas dihadapannya.
"Nanti kalian akan tahu" jawab Naruto dengan menyantap mie ramen miso dihadapannya dengan tenang.
"Ya terserah kau saja" balas Itachi datar dan menaruh mangkuk karenya yang sudah habis dimeja. Itachi mengambil gelasnya yang berisi es jeruk dan menengguknya hingga habis.
"Naruto apa kau merasakannya?" tanya Itachi tenang dan menaruh gelasnya yang sudah kosong tanpa ada isinya.
"Hn, ini yang ku maksud" jawab Naruto datar dengan menaruh mangkuk ramennya yang habis, dan mengambil gelas yang berisi minuman kesukaannya.
"Maksud mu ini alasan kenapa kita menginap dipenginpan itu?" tanya Kimimaro yang dari diam dan menaruh mangkuknya yang sudah habis diatas meja.
"Ya" balas Naruto singkat dan menaruh gelas yang sudah habis dimeja disertai sebuah seringai yang terukir dibibirnya.
.
Naruto tengah berjalan dikota yang ramai dibawah terik matahari seorang diri. Seorang diri? ya seorang diri karena anggota Akatsuki yang lainnya sedang mencari pakaian untuk mereka masing-masing, termasuk Naruto.
"Apa tidak ada baju yang pantas untuk ku" guman Naruto yang dari tadi menatap toko-toko baju diseketirnya tapi tidak ada yang membuat Naruto tertarik.
DEG!
"Aura ini lagi" guman Naruto yang menoleh kebelakang dan melihat pemuda berambut raven dengan model pantat ayam masuk kesebuah restauran. Naruto melangkahkan kakinya mengikuti pemuda raven itu.
.
Kon'ya no tsuki wa naze ka hitomawari ōkikute
Itsumo yori akaruku terasu
Senaka o marumete tobotobo kaeru michi
Don'na toki mo mikata wa iru
.
Naruto menghela nafasnya begitu ringtone handphonenya berbunyi. Naruto merogoh kantung celananya dan mengambil handphonenya. Baru melihat nama kontak yang menelfonnya Naruto sudah mengerutu-gerutu tidak jelas. Dengan cepat Naruto memencet tombol hijau.
"Ada apa kau menelfon ku Issei?" tanya Naruto datar.
"Boucho ingin bicara Naruto-senpai"
"Kalau begitu cepat berikan" ucap Naruto datar.
"Iya Naruto-kun ini udah aku Rias"
"Jadi ada apa Rias?" tanya Naruto sedikit hangat.
"Kau akan menonton pertarungan ku kan Naruto-kun?"
"Bodohnya aku sampai lupa" batin Naruto. "Ya tenang saja Rias" jawab Naruto tenang padahal sudah panik karena lupa akan misinya.
"Yasudah kalau begitu sampai jumpa"
TUT!TUT!
"Sial kenapa aku bisa lupa. baka baka baka" Naruto terus mengomeli dirinya sendiri karena lupa akan misinya yang diberikan sang Maou Lucifer. "Si tomat dan si mesum pasti mentertawakan ku jika mengetahui kebodohan ku ini"
.
Malam yang indah telah tiba. Sinar sang rembulan yang indah menerangi penjuru dunia lebih tepatnya negara Jepang.
Gadis berambut merah panjang dibiarkan tergerai, memakai dress berwarna merah sedang menatap bulan dengan pandangan dan ekspresi sedih terpancar diwajah cantiknya.
"Naruto-kun" gumannya dengan pelan dan nada yang sedih.
"Boucho apa yang kau lakukan disini?" tanya pemuda berambut coklat yang menghampiri sang Boucho a.k.a Rias.
"Tidak ada Issei" jawab Rias yang mencoba ceria.
"Ayolah Boucho kenapa kau harus berbohong? Aku tahu kau sedang memikirkan Naruto-senpai kan" ucap Issei.
"Apa menurut mu Naruto-kun mencinta ku Issei?" tanya Rias dengan ekspresi sedih.
"Aku yakin Naruto-senpai mencintai mu Boucho" jawab Issei dengan senyum.
"Tapi bagaimana kalau dia sudah mempunyai kekasih?" tanya Rias yang masih memasang ekspresi sedih.
"Apa Boucho tidak ingat apa yang Boucho katakan pada ku waktu itu?" tanya balik Issei.
"Perkataan yang mana Issei?" tanya (balik) Rias.
"Jadi Boucho telah lupa" ucap Issei menghela nafas.
"Cepat katakan yang mana" perintah (paksa) Rias.
" Yang kata seorang iblis boleh mencinta lebih dari satu gadis dan mendirikan Harem" jawab Issei. "Apa lagi Naruto-senpai seorang High Clas Devil dan Iblis berdarah murni" tambahnya diserta senyum. Sedangkan Rias yang mendengar perkataan Issei langsung kembali ceria.
"Arigato Issei telah menghibur ku" ucap Rias disertahp senyum cerianya.
"Tak masalah karena itu salah satu tugas ku yang diberikan Naruto-senpai" balas Issei tersenyum.
"Tugas apa?" tanya Rias penasaran akan tugas Issei yanp diberikan Naruto.
"Menjaga Boucho selagi Naruto-senpai"
BLUSH
Wajah Rias memerah menyaingi warna rambutnya ketika mendengar perkataan Issei.
"Yasudah Boucho aku pergi dulu, aku ada jadwal latihan bersama Kiba malam ini" ucap Issei pergi meninggal Rias yang masih memerah.
"Naruto-kun" guman Rias tanpa sadar.
.
Disebuah gedung tua tidak terpakai dan terlihat seram terdapat sosok pemuda berambut raven dengan gaya pantat ayam sedang bertarung dengan iblis liar berbadan banteng yang membawa kampak besar.
"Hahaha manusia rendahan seperti mu tidak akan pernah bisa mengalahkan ku" sombong iblis liar berbadan banteng itu.
"Hn" hanya itu yang keluar dari mulut pemuda berambut raven itu.
"Cih sombong sekali kau manusia rendahan" geram iblis liar itu. Iblis liar itu mengambil kampaknya dan menerjang pemuda raven itu. "Mati kau manusia rendahan"
TRANK!
Iblis liar itu shok bukan main saat ayunan kampaknya yang kuat dapat dihentikan dengan sangat mudah oleh pemuda berambut raven itu.
"Sudah cukup main-mainnya iblis rendahan" dengan sekali ayunan pedang yang cukup kuat dapat membuat iblis liar itu mundur beberapa meter.
"Kau? bagaimana bisa? siapa kau sebenarnya?" tanya iblis liar itu yang mulai ketakutan.
"Sebagai salam perpisahan aku beritahu namaku" ucap pemuda raven itu menghilang dari tempatnya dan muncul kembali didepan iblis liar itu. "Sasuke Uchiha"
[Blach Thunder Dragon Slayer: Thunder Sword Dragon]
CRAZ!
Dengan sekali tebasan yang disertai sihir petir hitam yang menyelimuti pedangnya dapat membuat kepala iblis liar itu putus dari tempatnya.
"Sebaiknya kau keluar atau kau akan bernasib sama sepertinya" ucap Sasuke dingin.
PLOK!PLOK!PLOK!
"Sungguh hebat kau dapat mengetahui keberadaan ku Uchiha" ucap seseorang yang keluar dari kegelapan.
"Siapa kau?" tanya Sasuke tajam pada orang didepannya.
"Perkenalkan nama ku Cao Cao aku dari golongan pahlawan" jawab orang didepannya yanp bernama Cao Cao.
"Apa tujuan mu? tidak mungkin kau menemui ku tanpa tujuan" tanya Sasuke dingin.
"Kau sungguh pintar Uchiha. Aku kesini meminta mu untuk bergabung dengan ku" jawab Cao Cao santai dan melipat kedua tangannya dibelakang kepala.
"Kalau aku tidak mau?" tanya Sasuke dingin.
"Aku akan membunuh mu" jawab Cao Cao santai.
"Lebih baik aku mati dari pada bergabung dengan mu penjahat" balas Sasuke dingin.
"Baiklah kalau itu permintaan mu ayo kita berdansa Sasuke Uchiha" ucap Cao Cao yang tiba-tiba mereka pindah kesuatu tempat yang sangat asing bagi Saske.
"Nah kau tahu ini adalah dimensi ku aku mampu membuat apapun didisi dan kau tidak akan pernah bisa menang Uchiha" ucap Cao Cao disertai seringai sadisnya.
.
Disebuah kamar penginapan terdapat 4 orang yang duduk dan berbicara mengenai hal yang serius.
"Hah aku tidak salah dengar kan Naruto?" ucap Itachi dengan ekspresi shok.
"Tidak Itachi" jawab Naruto singkat dan padat.
"Tapi Naruto-kun bukannya Kusanagi no Tsurugi sudah lama hilang?" tanya Haku yang mencoba bersikap tenang.
"Hn, itu benar" tambah Kimimaro datar.
"Aku tidak tahu, tapi sepertinya bocah itu ada sangkut dengan hilang Kusanagi no Tsurugi" jawab Naruto tenang.
"Tapi kalau difikir-difikir sepertinya itu benar" balas Itachi yang sudah tenang.
"Aku setuju dengan Itachi" balas Kimimaro datar.
"Tapi ada hal yang membuat ku ganjal" ucap Naruto tiba-tiba.
"Apa itu Naruto?" tanya Itachi pada Naruto.
"Kenapa wajahnya mirip dengan mu Itachi" jawab Naruto tenang tanpa emosi.
"Sasuke kah? tapi bagaimana dia bisa kesini?" batin Itachi. "Siapa namanya Naruto?" tanya Itachi
"Aku tidak tahu, tapi dia juga menginap disini Itachi" jawab Naruto.
"Hn, kalau begitu bagus kita bisa mengorek informasi darinya" ucap Kimimaro.
"Ya kau benar kita akan mencari infomarsi dari dia dan kalau bisa kita ajak dia bergabung" ucap Naruto datar.
.
Diruangan yang gelap dan hanya diterangi beberapa lilin yang saling melingkar terdapat sosok pemuda yang diketahui adalah Menma sedang duduk disinggasananya.
"Aku tidak sabar menantikan pertarungan kita Naruto"
.
.
.
BERSAMBUNG!
.
Gomen kalau pendek minna soalnya ngetik di hp.
.
Keterangan:
Kamui: Dimensi Naruto yang hanya mampu mengeluarkan dan memasukan barang saja.
.
Keterangan Char:
Sasuke
Nama: Sasuke Uchiha
Umur: 18 tahun
Sihir: Black Thunder Drago Slayer
Julukan: Raiyami no Sasuke
Senjata: Kusanagi no Tsurugi
.
Chapter depan: Sasuke VS Cao Cao
.
