Tittle : MY BAD BOY

Cast : Jung Yunho, Kim Jaejoong, Park Yoochun, Kim Junsu, Shim Changmin, Cho Kyuhyun, And other cast

Genre : Romance/Family/NC21/MPREG

Marga disesuaikan dengan kebutuhan cerita. Jadi disini ada beberapa karakter yang nadal masukin, bukan berarti nadal ga suka sama orang tersbut, tapi lebih untuk kebutuhan cerita ^^ ingat ini hanya fiksi ^^

Reader yang penasaran sama hubungannya bakal nadal jawab di Chapter-chapter berikutnya, soory nadalnya ga bisa bales satu-satu soalnyah ^^

Sebelumnyaahhh~

"tahu begini aku tidak akan mengajakmu, merepotkan saja" gerutu Changmin sambil membawa masuk Jaejoong ke toilet.

"kau pasti suka ketempat ini, banyak namja dan yeoja cantik" ucap seseorang pada temannya saat didalam kamar mandi.

"aku tidak biasa kesini, jadi aku masih sedikit kaku" ucap seseorang yang bersama orang petama tadi.

Changmin langsung menghentikan langkahnya ketika melihat keduanya. Kedua orang yang menjadi objek penglihatan Changmin sadar akan kehadiran Changmin dan juga Jaejoong yang masih tidak sadarkan diri langsung terkejut.

"kau?"

Chapter 5

"kau?"

"hyung.." gumam Changmin lemas sedangkan Jaejoong masih terlihat tak sadarkan diri sambil memegangi perutnya.

"apa yang kau lakukan disini?!" tanya Yunho tajam seperti sudah ada tanduk dantaring yang keluar dalam bayangan Changmin "dan lagi ada apa dengan dia?!" Yoochun hanya bengong melihat kemarahan Yunho yang langsung saja tersulut melihat dongsaengnya berada di tempat yang tidak seharusnya.

"aku.. aku.." ucap Changmin tergagap yang bingung harus menjawab apa.

"Yunho-ah sudah lah, jangan bicara disini, kita bisa membicarakannya diluar" ucap Yoochun melerai.

"aku mau muntah" ucap Jaejoong dan langsung berjalan sempoyongan.

"ya! mau kemana kau!" bentak Yunho yang langsung menarik lengan Jaejoong.

"wuuueekkk!" Jaejoong sudah tidak tahan dengan gejolak dalam perutnya ditambah di tarik paksa oleh Yunho untuk menghadapnya malah membuatnya muntah mengenai baju Yunho.

Changmin dan Yoochun sama-sama terdiam ketika melihat Jaejoong yang tanpa sadar memuntahkan isi perutnya tepat pada baju Yunho. Yunho sendiri kaget dan melepas tangan Jaejoong yang langsung oleng.

"hyuuunngg" Changmin langsung saja menahan tubuh Jaejoong agar tidak jatuh.

"yaaiiisshhhh menjijikan" gerutu Yunho melihat jijik pada pakaiannya "aku tidak mau tahu pokoknya kau harus menyelesaikan masalah ini bersama temanmu itu dirumah!" bentak Yunho marah dan di tarik keluar oleh Yoochun.

"sudah-sudah kau bereskan ini dulu baru marah lagi" ucap Yoochun menyeret Yunho.

"hyuuung eotteokeee.." rengek Changmin pada Jaejoong yang sudah tidak sadar.

.

.

.

Kini 4 namja sudah berkumpul di ruang tengah kediaman Jung Yunho. 3 namja sudah duduk dengan posisi mendunduk, dan yang satu masih dalam keadaan setengah sadar dan menyender pada sandaran. Di hadapan mereka sudah ada Yunho dan Yoochu selaku guru 3 dari 4 murid tersebut.

"siapa yang merencanakan pergi ketempat itu?" tanya Yunho dingin. Tidak ada jawaban dari keempatnya "aku tanya sekali lagi siapa yang merencanakan pergi kesana?!" bentak Yunho pada akhirnya.

"a.. aku, hyung" jawa Changmin pelan.

"masih kecil kalian sudah berani kesana?! Mau jadi apa!" marah Yunho.

"Yuuunn, kita bisa bicarakan ini tanpa perlu marah-marah" ucap umma Jung.

"tidak, ini tidak bisa d biarkan umma, biar aku yang mengurus ini" ungkap Yunho "aku sejak kapan kalian ketempat itu?"

"ba baru kali ini, hyung" bohong Changmin dengan nada pelan.

"jangan berbohong padaku, Jung Changmin"

"iya, baru kali ini" ucap Changmin menatap hyungnya itu. Yunho menatap pada Kyuhyun.

"kau memang bukan muridku, tapi aku bertanggung jawab atas kelakuan dongsaengku, aku akan menemui orang tuamu" mendengar itu Kyuhyun langsung menatap Yunho.

"kumohon jangan, seosangnim. nanti umma dan appaku bisa maraahhh"

"apapun alasanmu aku tidak peduli, aku akan tetap membicarakan ini dengan orang tua kalian semua, dank au Changmin kau akan langsung berurusan denganku"

"Yun, sebaiknya kita rahasiakan ini dari pihak sekolah, aku takut capmu yang sudah di nilai galak, malah bertambah karena masalah 3 muridmu, apa lagi Changmin dongsaengmu sendiri" ucap Yoochun memberi solusi.

"aku pun berfikir begitu, aku akan merahasiakan ini" Yunho kembali menatap keempat namja didepannya "aku merahasiakan ini bukan karena aku melindungi kalian, jika sampai aku tahu kalian mengulanginya lgi, awas saja"Yunho mengusap kasar wajahnya.

"kalian berdua boleh pulang, dan kau Changmin, bawa temanmu itu ke kamar tamu, aku tidak ingin membuat orang tuanya khawatir karena ulahmu" ucap Yunho meninggalkan keempatnya diikuti oleh Yoochun.

"aku tidak mau dimarahi oleh ummaaa…" rengek Kyuhyun.

"kau masih mending,daripada aku yang dimarahi oleh manusia bertanduk itu" ucap Changmin lirih.

"aku pulang saja ya" ucap Junsu.

"aku ikut denganmu ya" Kyunhyun langsung saja memberi usulan.

"lalu aku disini hanya bersamanya yang tidak bisa apa-apa?" ucap Changmin lemas menatap Jaejoong yang sudah dari tadi memejamkan matanya dengan mulut sedikit terbuka.

"sudah lah kau terima saja kami takut dengan Jun seosangnim" ucap Junsu dan dianggukan oleh Kyuhyun.

"sudah ayo kita pulang" ucap Kyuhyun menarik tangan Junsu berjalan keluar.

Changmin kembali menatap Jaejoong dan langsung memapahnya menuju kamar tamu. Sedikit kesusah membawa Jaejoong hanya berjalan menyeret kakinya dan menumpukan berat badannya pada Changmin.

"haaahh merepotkan saja kau, hyung" Changmin langsung merebahkan dengan kasar tubuh Jaejoong kemudian langsung meninggalkannya.

.

.

.

Yunho sedang memijat keningnya, baru saja beberapa saat lalu Yoochun meninggalkan rumahnya. Pikirannya kacau, apa yang harus dia lakukan dengan kelakuan murid-muridnya, di tambah Changmin yang merencanakan. Yunho bangkit dari duduknya dan berjalan keluar untuk mengecek Changmin dan juga Jaejoong.

CLEK

Yunho membuka pintu kamar Changmin dan terlihat Changmin yang sudah tertidur dengan tenangnya. Yunho langsung mendekatinya dan melihat raut muka Changmin.

"kau tidur atau pura-pura?" tanya Yunho menyenggol lengan Changmin.

"hhhnnggg.. jangan ganggu aku!" bentak Changmin yang merasa tidurnya terganggu.

Yunho sedikit tersenyum melihat kelakukan Changmin yang masih seperti anak kecil, semarah apapun dia, tidak akan pernah tega untuk menyakiti dongsaengnya itu. Yunho membetulkan posisi selimut yang dipakai Changmin dan tidak lupa Yunho mengecup kening Changmin seperti kebiasaannya sejak dulu jika sehabis memarahi Changmin. Yunho langsung pergi keluar dari kamar Changmin.

Mata itu berbuka setelah mendengar suara pintu yang ditutup. Changmin langsung bangun dari posisinya yang pura-pura tidur.

"haiisshh masih saja menciumku" gerutu Changmin pelan sambil mengusap jidatnya. Yunho sama sekali tidak tahu jika Changmin ternyata menipunya -,-

.

.

.

Yunho membuka pintu kamar tamu tempat dimana dirinya menyuruh Changmin untuk menaruh Jaejoong. Dilihatnya Jaejoong dari ambang pintu. Lama melihat wajah Jaejoong yang terlihat tenang membuat Yunho sedikit tertarik untuk melihatnya dari dekat. Yunho sudah berdiri di samping ranjang yang Jaejoong tempati.

Dilihatnya peluh yang sedikit menghiasi kening namja berbibir cherry itu. Jangan bilang Yunho tidak tertarik melihat tubuh molek yang kini terpampang di depannya. Yunho malah berjongkok disamping ranjang dan memperhatikan wajah itu, mulai dari mata, hidung dan sampai ke bibirnya yang masih sedikit terbuka. (bayangin adegan dangerous love ya)

"nngghh.." terdengar lenguhan dari bibir cherry itu membuat Yunho cepat-cepat bangkit dari posisi berjongkoknya. Tapi ternyata Jaejoong hanya mengigau dan malah menggaruk lehernya.

Yunho malah jadi memperhatikan Jaejoong yang kembali tenang. Matanya masih tertuju pada bibir cherry yang terlihat penuh. Dengan perlahan Yunho mendekatkan wajahnya dan dengan perlahan pula bibir hatinya menyentuh bibir plum itu. Tanpa disangka Jaejoong langsung merespon ciuman itu dan membuka matanya.

Yunho terlihat terkejut dan diam saat tangan itu melingkar di lehernya 'ani, apa yang kau lakukan? Cepat bangun dan pergi dari sini' ucap Yunho bergumam dalam hatinya. Hatinya mengatakan tidak tapi entah kenapa tubuhnya justru tidak merespon apapun. Memaksakan dirinya dan saat akan kembali dari posisinya. Tangan itu malah semakin mempererat pelukanya.

"temani aku disini, seosangnim" racau Jaejoong dengan mata sendu yang terbuka.

"aku harus keluar, lepaskan aku" ucap Yunho gelagapan sambil berusaha melepas pelukan Jaejoong. Jaejoong sendiri masih diluar kesadarannya dan bertindak diluar dugaan Yunho.

"kau jahat padaku seosangniiimmm" racau Jaejoong tidak jelas.

Namja mana yang akan tahan bila dalam posisi seperti ini, Yunho malah terpancing dengan tindakan Jaejoong. Dia kembali menyentuh bibir cherry itu dengan lembut dan Jaejoong merespon kembali sentuhannya. Semakin lama ciuman itu berubah menjadi lumatan kasar dari Yunho yang sudah terbawa suasana.

Aroma sex mulai tercium pada kamar tamu kediaman Jung Yunho. Keduanya sama-sama mengakhiri lumatan karena sudah kehabisa okxygen. Yunho menatap jaejoong yang terengah dengan mata yang kembali tertutup. Dengan sayang Yunho mengusap kepala Jaejoong yang langsung membuka matanya kembali.

"sentuh aku, seosangnim" ucap Jaejoong tanpa sadar. Yunho kembali melumat bibir cherry itu dan mebuat posisinya berada diatas tubuh Jaejoong.

Jaejoong kembali mengalungkan lengannya pada leher Yunho. Perlahan tapi pasti kini bibirnya turun menyusuri leher jenjang Jaejoong.

"nngghhhhh" lenguhan terdengar dari bibir Jaejoong dan kepalanya mendongak keatas membuat Yunho semakin mudah untuk mengeksplore leher putih tersebut.

Tangannya sudah menyusup kedalam baju yang kenakan oleh Jaejoong dan dengan perlahan Yunho mulai mengankat baju tersebut sebatas perut. Dan kembali melumat bibir cherry itu lagi. Jaejoong membuka mulutnya dan Yunho langsung memasukan lidahnya untuk mengabsen satu persatu gigi Jaejoong. yunho melepas kembali ciumannya dan melecuti satu persatu pakaian yang dikenakan Jaejoong hingga naked kemudian melecuti pakaiannya sendiri.

Jaejoong melihat pada benda besar yang sudah tegak diantara selangkangan Yunho kemudia melirik pada wajah Yunho.

"kau yang memaksaku untuk melakukannya, Kim" ucap Yunho yang langsung melumat bibir Jaejoong lagi. Tangan kiri digunakan sebagai penopang tubuhnya agar tidak menimpa Jaejoong sedangkan tangan kanannya yang bebas dia gunakan untuk memijat junior milik Jaejoong yang jauh lebih kecil dibandingkan miliknya.

"uuhhhh" tubuh Jaejoong langsung mengejang, tangannya yang sejak tadi mengalung pada leher Yunho langsung beralih pada bagian bawah tubuh besar yang tenagh mengungkungnya. Jaejoong memegang junior besar milik Yunho dan mulai mengurutnya dengan perlahan.

"ssshhhh.." Yunho melpaskan ciumannya dan menatap pada tangan Jaejoong "kau mulai nakal hm?" Yunho semakin mempercepat tangannya mengocok junior milik Jaejoong.

"ooowwhhhhh… seosangniimmmm" racau Jaejoong pelan dan pahanya kembali mengejang tangannya malah diam dan hanya memegangi junior milik Yunho. Yunho yang merasakan benda ditangannya mulai berkedut langsung merubah posisi wajahnya hingga di depan junior Jaejoong dan membuat tangan Jaejoong terlepas dari juniornya.

Tanpa rasa jijik Yunho langsung memasukan benda kecil itu kedalam mulutnya dan menggerakan kepalanya naik turun. Jaejoong sudah menahan erangan dengan menggigit bibirnya dengan keras. Jari lentik Jaejoong langsung meremas rambut tebal milik Yunho sebagai pelampiasan rasa nikmat yang menderanya.

"nnggghhhhh..aarrgghhh" semburan cum langsung melesat ceat kerongga mulut Yunho kala Jaejoong mencapa klimaks pertamanya, Yunho langsung menelan seluruh cum yang berada dimulutnya dan menjilati sisa-sisa yang masih tercecer disekitar junior milik Jaejoong.

Dilihatnya wajah Jaejoong yang sudah lemas dan kehabisan tenaga dan kembali menutup matanya.

"ya, kau tidak adil padaku" ucap yunho yang kembali meraup bibir Jaejoong. jaejoong yang sudah lemas hanya bisa pasrah dan meraba dada Yunho. Ciuman itu kembali turun ke leher dan berhenti di nipple Jaejoong juga sudah mengeras. Yunho seperti seorng bayi yang tengah menyusu pada ibunya. Jaejoong kembali memegangin rambut Yunho dan meremasnya. Sudah tidak bisa ditahan lagi, sudah cukup pemanasannya bagi Jaejoong, Yunho langsung membuka lebar kedua kaki Jaejoong dan memposisikan juniornya tepat pada lubang opening yang sudah berkedut.

"aku akan melakukannya" ucap Yunho pada orang dibawahnya. Kemudian Jaejoong menganggukkan kepalanya menyutujui apa yang Yunho ucapkan "gigit pundakku atau lakukan sesukamu jika merasa sakit" lanjutnya.

Yunho langsung memasukan junior besarnya dengan perlahan pada lubang yang masih sangat sempit itu.

"aaahhhh.." wajah Jaejoong langsung memerah dan tangannya kini meremas pundak Yunho. Mendengar rintihan Jaejoong, Yunho kembali membekap mulut Jaejoong dengan bibirnya dan memeluk tubuh dibawahnya. Tidak lupa dengan terus memajukan pinggulnya agar juniornya masuk seutuhnya.

"mmmhhh.." lenguh Yunho dan jaejoong bersamaan saat junior itu sudah benar-benar masuk. Yunho kembali menatap Jaejoong dengan posisi yang masih memeluknya.

"aku akan bergerak dengan pelan" Jaejoong hanya merespon dengan anggukkan. Perlaha Yunho mulai menggerakan pinggulnya yang berada diantara kedua paha Jaejoong naik turun. Yunho kembali memberikan ciuman panas untuk meringankan rasa sakit yang Jaejoong rasakan diawal. Jaejoong sedikit merasa sakit ketika junior itu mulai bergerak keluar dan masuk pada manholenya. Tangannya kembali dia kalungkan pada leher Yunho.

JLEB PLOP JLEB PLOP JLEB PLOP

Yunho mempercepat gerakan pinggulnya membuat samar suara kulit yang beradu terdengar. Yunho melepas ciumannya dan menatap wajah Jaejoong yang terlihat menikmati gerakannya.

"nghhh.. lebih cepaaatttt" racau Jaejoong. Yunho menurut saja dan semakin mempercepat ritme dan memperkeras hantaman (?) gerakannya. Hal ini membuat tubuh Jaejoong ikut terlonjak.

"oh fuck! So tigh!" umpat Yunho sambil terus menggerakan pinggulnya.

"aahhh seosangniimmm… fas..ter.." ucap Jaejoong terengah-engah. Yunho tidak mendengarkan perkataan Jaejoong, dia hanya melakukan gerakan maju mundur yang semakin cepat.

Dengan cepat Yunho memiringkan posisi Jaejoong kearah kanan dan meletakan kaki kiri Jaejoong di pundaknnya dan kembali menghantam manhole yang sudah memerah itu. Cukup lama Yunho dan Jaejoong dalam posisi miring, Yunho kembali merubah posisi menjadi doggy style. Yunho menahan pinggang Jaejoong agar tidak merosot. Sedangkan bagian atas (dada hingga kepala) Jaejoong menempel pada kasur. Yunho tidak memperlambat gerakannya, justru dengan posisi seperti ini Yunho bisa lebih leluasa melesakan juniornya.

"aku sudah tidak kuat" ucap Jaejoong yang mulai lemas. Yunho tidak menghiraukan ucapan Jaejoong dan tetap melakukan in-out.

BRUUKK

Pada akhirnya Jaejoong tidak dapat lagi menyeimbangkan tubuhnya dan jatuh tertelungkup meski yunho sudah menahannya. Yunho yang masih terlihat baik-baik saja tidak menghentikan aksinya meskipun Jaejoong sudah tidak sadarkan diri.

.

.

.

Mata doe itu perlahan terbuka ketika merasakan sinar matahari yang belum sepenuhnya menampakan diri menembus kelopak matanya.

"kenapa kepalaku pusing sekali?" gumamnya sendiri. Jaejoong pemilik mata itu langsung terbangun dan membuat selimut yang menutupi tubuhnya itu merosot "aaaahhhh" ketika berusaha untuk duduk Jaejoong merasaka ngilu pada bagian bawahnya, kemudian dia baru menyadari kalau dirinya tidak berada dikamarnya, lantas ini kamar siapa? Dan juga Jaejoong baru menyadari bahwa ada sebuah tangan yang melingkar di pinggangnya. Dengan perasaan takut Jaejoong melirik kesebalahnya. Terdapat seorang namja yang tidur tertelungkup dengan tangan kanan yang berada di pinggangnya.

"seo..seosangniiimm?" ucap Jaejoong pelan. Dengan perasaan yang kalut dengan kasar membuka slimut yang menutupi tubuh bagian bawahnya "ya Tuhan?! Apa yang aku lakukan?" pekik Jaejoong pelan, dirinya merasa kaget mendapati tubuhnya berada dalam satu ranjang dengan gurunya, ditambah lagi tubuh mereka sama-sama naked dan terdapat beberapa ceceran cum yang mengotori paha dalamnya juga kasur tepat pada pantat Jaejoong menapak.

"nngggghhhhh" Jaejoong langsung menoleh kesampingnya dan menarik kembali selimut untuk menutupi tubuhnya. Seperti seorang yeoja yang panik Jaejoong langsung memeojokan dirinya pada sandaran ranjang.

Mata musang itu terbuka dan melirik pada Jaejoong dan kembali terpejam beberapa saat.

"astaga! Apa yang…" Yunho langsung bangun ketika kesadarannya mulai kembali kemudian bangkit untuk duduk dan melihat kearah Jaejoong.

"seosangniiimmm, apa yang kau lakukan padaku?"

"ah Jaejoong-ah, aku aku bisa jelaskan ini, ini ini adalah sebuah kecelakaan" ucap yunho panik.

"aku mau pulaaang" rengek Jaejoong yang masih nampak tidak percaya dengan perkataan Yunho.

"baiklah-baiklah, kau akan aku antar pulang, tapi tolong kau jangan teriak dan rahasiakan ini sementara ok?" jaejoong tidak menjawab dan hanya menatap Yunho dengan pandangan yang sulit diartikan "kau, cepat bersihkan tubuhmu di kamar mandi situ, aku akan mengurus ini semua agar tidak ada yang curiga, setelah itu kau akan aku antar pulang" tunjuk Yunho pada kamar mandi yang berada dalam kamar tersebut. Jaejoong hanya mengangguk turun perlahan dan berjalan tertatih menuju kamar mandi sambil menutupi tubuhnya dengan selimut.

Yunho melihat Jaejoong sudah masuk kedalam kamar mandi langsung cepat-cepat memakai bajunya kembali dan membereskan kekacauan yang terjadi. Kemudian dengan perlahan atau mengendap-endap Yunho mengawasi sekitar luar kamar, dirasa cukup aman Yunho langsung berlari menuju kamarya untuk mempersiapkan dirinya menuju sekolah mumpung jam masuk sekolah masih sedikit panjang..

.

.

.

Yunho sudah mengantarkan Jaejoong pulang dengan alasan bahwa Jaejoong ketiduran dirumahnya saat bermain bersama Changmin dan sudah dalam perjalanan menuju sekolah. Jaejoong juga memberi alasan pada kedua orang tuanya untuk tidak masuk sekolah karena merasa tidak enak badan.

"Joongie-ah, jika kau merasa tidak enak badan, kau minum obat atau ke dokter saja ya?"

"ani umma, aku tidak apa-apa"

"tapi kalau ada apa-apa kau bilang ya"

"ne.."

Kemudian umma Kim meninggalkan Jaejoong dikamarnya. Jaejoong memejamkan matanya berusaha untuk mengingat bagaimana kejadian semalam bisa terjadi.

"aiiishhh, kenapa aku tidak ingat, lalu aku harus bagaimana.." rengek Jaejoong menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.

.

.

.

Yunho saat ini seperti sedang tidak bisa fokus memberikan materi untuk kelasnya. Dia duduk dan memijat keningnya setelah memberikan beberapa soal untuk dikerjakan dan dikumpulkan. Pikirannya melayang pada kejadian semalam, dilihatnya bangku Jaejoong yang kosong karena hari ini Jaejoong tidak masuk dengan alasan sakit, Yunho tahu pasti, Jaejoong tidak masuk hari ini karena ingin menghindari pertanyaan aneh dari orang ketika melihatnya berjalan.

"kalian kerjakan dengan benar, dan jangan lupa mengumpulkannya pada satu orang dan suruh dia untuk menaruhnya dimejaku" ucap Yunho kemudian membereskan bukunya dan berjalan keluar kelas.

"tidak biasanya ya seosangnim seperti itu"

"entahlah, lagi pula kelas lebih tenang jika dia tidak ada" bisik beberapa siswa yang heran dengan kelakuan Yunho.

Yunho berjalan lesudan terlihat pusing menuju ruang guru. Setelah sampai Yunho langsung saja duduk di kursinya.

"apa yang harus aku lakukan" gumam Yunho mengusap rambutnya dengan kasar.

"yo, Yunho. Ada apa denganmu?" ucap Yoochun menepuk pundak Yunho "bagaimana semalam?"

"se semalam apanya?" tanya Yunho ragu 'apanya yang bagaimana, dia tidak mungkin tahu' ucap Yunho dalam hatinya.

"apa yang kau lakukan pada adikmu dan juga Jaejoong" jelas Yoochun.

"o oh, itu, aku…" Yunho menatap Yoochun dengan penuh keraguan.

"hey, anak yang semalam berpantat bebek itu manis juga ya hahaha" ucap Yoochun yang malah membahas masalah lain.

"ah, begitu kah?"

"dia manis menurutku, hahaha pantatnya itu loh.. hah andai aku bisa mendapatkannya" ucap Yoochun berangan-angan.

"Yoochun-ah.."

"wae?"

"ada yang ingin aku bicarakan.. tapi kau janji jangan katakan pada siapapun"

"rahasia pasti aman jika berada padaku" ucap Yoochun percaya diri.

"kemari.." Yunho menarik Yoochun agar lebih dekar dengannya "aku, tidak sengaja meniduri Jaejoong" bisik Yunho tepat pada telinga Yoochun.

"APA KAU BILANG! KAU MEN-" Yoochun kaget dengan pengakuan Yunho dan sebelum Yoochun menyelesaikan ucapan kagetnya Yunho langsung membekap mulu Yoochun.

"jangan keras-keras, nanti ada yang dengar!" ucap Yunho tajam sambil berbisik. Yoochun hanya menganggukan kepalanya dengan posisi yang masih dibekap.

Apa Yoochun bisa menjaga rahasia? Kita liat di Chapter selanjutnya ^^

_TBC_