Airigato telah mereview cerita yang acak-acakan ini, dan kurang menarik.

.

Disclamer

Naruto dan High School DxD bukan punya saya.

Naruto & High School DxD: Dark Bring Master

Raiting: M

Genere: Adventure, Fantasy, Romance, Supernatural

Pairing: Naruto x Harem

Warning: Abal, Gaje, OOC, OC, Typo

.

Chapter 6

.

Mata onyx Sasuke menatap tajam lawan didepannya yang memakai pakaian Cina sedang duduk dengan santai layaknya seorang raja. Ekor mata Sasuke melihat kesetiap sudut ruangan, atau lebih tepatnya sudut dimensi Cao Cao yang berupa ruang hampa tanpa ada satu pun barang yang ia temukan.

"Bagaimana Uchiha? Apa kau masih berniat melawan ku?" tanya Cao Cao dengan seringai sadis terpampang dibibirnya.

"Tentu" jawab Sasuke tenang dengan memejamkan matanya sejenak. Sasuke kembali membuka matanya dan menatap tajam Cao Cao. "Ayo kita selesaikan sekarang Cao Cao" Sasuke menghilang dari tempatnya dan muncul kembali dibelakang Cao Cao.

[Black Thunder Dragon Slayer: Art Sword Dragon Slayer]

TRANK!TRANK!TRANK!TRANK!TRANK!

Sasuke mendongkakan kepalanya keatas melihat hasil serangannya, shok, itulah yang dirasakan Sasuke melihat serangan tidak ada yang mengenai Cao Cao sedikitpun yang berlindung dibalik perisai yang entah datangnya dari mana.

"Bagaimana Sasuke apa kau masih berniat berdansa dengan ku?" tanya Cao Cao yang membelakangi Sasuke.

"Lebih baik aku mati dari pada menarik kata-kata ku" ucap Sasuke datar.

"Kalau itu pilihan mu, berarti kau siap mati" ucap Cao Cao yang tiba-tiba muncul pedang disekitarnya dan mengarah pada Sasuke dengan cepat.

[Black Thunder Dragon Slayer: lightning shield]

Muncul sebuah perisai petir hitam didepan Sasuke yang melindunginya dari pedang-pedang Cao Cao yang mengarah padanya.

DUAR!DUAR!DUAR!DUAR!

Pedang-pedang Cao Cao yang mengarah pada Sasuke tidak ada yang berhasil yang mengores tubuh Sasuke sedikitpun. Sasuke kembali menatap tajam Cao Cao yang membelakanginya.

"Percuma saja Uchiha, aku adalah Tuhan didimensi ini jadi tidak mungkin kau memgalahkan ku" ucap Cao Cao datar. Tiba-tiba dibelakang Cao Cao muncul Sasuke yang mengayunkan pedannya.

TRANK!

Serangan Sasuke berhasil ditahan oleh sebuah perisai yang entah datangnya dari mana, melindungi tubuh Cao Cao yang akan diserang Sasuke.

"Sudah ku bilang, kau itu hanya bagaikan mainan dewa disini. Aku adalah Tuhan, aku yang berkuasa, aku bisa menciptakan segalanya disini, jadi kemungkinan kau menang 0% dengan kata lain kau tidak akan menang dari ku" jelas Cao Cao datar.

"Kita buktikan saja ucapan mu Brengsek" ucap Sasuke yang menghilang dari tempatnya dan muncul kembali didepan Cao Cao.

"Percuma" ucap Cao Cao

TRANK!

Serangan Sasuke berhasil ditahan dengan sangat mudah oleh Cao Cao menggunakan sebuah pedang yang muncul ditangan kirinya.

"Percuma Uchihag, aku bisa melihat seluruh gerakan mu walaupun kau secepat apapun itu tidak akan berguna dihadapan ku" ucap Cao Cao dengan seringai dibibirnya.

"Aku tidak akan peduli hal itu, pasti ada cara mengalahkan mu" balas Sasuke yang mengayunkan pedangnya lagi tapi dapat ditahan dengan mudahnya oleh Cao Cao.

"Sudah ku katakan percuma, lebih baik kau menyerah saja" ucap Cao Cao dengan seringai dibibirnya, dan mengayunkan pedangnya kewajah Sasuke tapi dapat ditahan dengan mvdah oleh Sasuke.

"Kau menyerang pun tidak ada gunanya Cao Cao" balas Sasuke datar yang masih menahan pedang Cao Cao.

.

Disebuah kamar apartemen terdapat 4 orang yang duduk secara melingkar dengan meja yang berbentuk melingkar juga dihadapannya.

"Kalian semua sebaiknya bantu bocah itu" ucap Naruto berdiri dari tempatnya dan berjalan keluar.

"Kau mau kemana Naruto?" Tanya Itachi pada sosok Naruto yang berdiri diambang pintu dengan menutup kedua matanya.

"Melakukan misi" itulah perkataan Naruto sebelum terhisap oleh lubang vortex yang munaul dari kalungnya.

Itachi mengalihkan pandangannya dan menatap Kimimaro serta Haku yang ada dihadapannya. "Karena ini permintaan dari Naruto jadi kita harus menjalakannya, Kimimaro, Haku" ucap Itachi dan dibalas anggukan oleh mereka berdua.

.

Muocul sebuah lubang vortex dibangku penonton Raiting Game, Rias Vs Raiser. Dari lubang vortex itu keluar sosok Naruto. Naruto berjalan dengan tenangnya kearah tempat duduk disebelah Sirzach. Mata para wanita berubah menjadi love melihat sang tangan kanan Maou Lucifer, a.k.a Naruto, berjalan dengan gagahnya.

"Sepertinya kau banyak menarik perhatian, eh Naruto" ucap Sirzach ramah disertai senyuman seperti biasa.

"Itu sudah biasa Sirzach-sama" balas Naruto datar. "Bagaimana dengan pertandingannya Sirzach-sama?" Tanya Naruto tenang.

"Kau sudah bisa menebak bukan siapa pemenangnya, Naruto" jawab Sirzach santai, dan melihat sebuah proyektor yang menunjukan jalannya Raiting Game antara Rias Vs Raiser.

"Sepertinya begitu" balas Naruto datar, yang melihat proyektor, yang menunjukan Issei dan Rias sedang melawan Raiser, dalam kondisi yang cukup parah. "Sepertinya ini akan segera berakhir" ucap Naruto datar.

"Kau benar Naruto" balas Sirzach santai yang matanya tetap fokus pada proyektor yang menunjukan hasil jalannya pertandingan.

.

Sasuke terus menghindari tombak-tombak yang mengarah padanya, seperti melakukan dansa yang sulit.

"Jadi kau dapat menghindar dari serangan-serangan ku semudah itu, tapi itu tidak mengejutkan sih kalau mengingat kau Dragon Slayer yang dilatih seekor kadal" ucap Cao Cao mengejek Sasuke, tapi dihiraukan oleh Sasuke.

"Sial tombaknya banyak sekali" batin Sasuke yang terus menghindari tombak-tombak Cao Cao yang mengarah padanya, dan menghiraukan tubuhnya yang merasa kelelahan.

"Aku sudah muak dengan ini" ucap Sasuke yang memberhentikan berhindarnya dari serangan Cao Cao. Sasuke memasukan pedang Kusanaginya kedalam tempatnya. Sasuke mengangkat tangan kanannya setingi dagunya.

"Heh kau menyerah Uchiha" ejek Cao Cao yang melihat Sasuke berhenti secara tiba-tiba. Sasuke menghiraukan ejekan Cao Cao dan fokus pada serangannya. Tercipta sebuah bola petir berwarna hitam ditangan kanan Sasuke. Sasuke segera melemparkan bola petis ditangannya.

[Black Thunder Dragon Slayer: Cursed Ball Thunder]

DUAAARRR!

Ledakan yang cukup besar terjadi ditempat Cao Cao yang duduk dengan santainya, saat asap yang mengelilingi Cao Cao menghilang memperlihatkan Cao Cao yang dilindungi oleh sebuah perisai tebal.

"Itu tidak akan mempan Uchiha" ucap Cao Cao dengan seringai diwajahnya. Sasuke berfikir keras bagaimana caranya melawan Cao Cao, tidak mungkin ada orang tanpa kekurangan, itu lah yang Sasuke fikirkan.

Cao Cao tidak lah bodoh malah dia terkenal licik digmloogan para pahlawan, jadi dia bisa tahu apa yang ada difikiran sang bungsu Uchiha. Cao Cao mencoba berfikir bagaimana caranya mengalahkan si bungsu Uchiha yang kekuatannya setara dengan naga petir sungguhan.

Sebuah seringai terukir terukir diwajah Cao Cao yang mendapat ide memgalahkan sh pembunuh naga. "Bodmhnya aku tidak terfikirkan" batin Cao Cao tersenyum sadis.a

"Kali ini kau akan mati Uchiha" ucap Cao Cao yang menciptakan ratusan, tidak bahkan ribuan pedang di sekitarnya. Tanpa membuang waktu Cao Cao melempar ribuan pedang diseketirnya ke Sasuke. Wajah Sasuke memucat ketika ribuan pedang yang mengarah padanya semakin dekat.

"Sial aku tidak dapat menghindarinya" guman Sasuke mulai panik dengan wajah yang memucat walaupun dia mampu menutupi ekspresi itu dengan ekspresi datarnya. Tapi bagi Cao Cao itu tidak terlaku penting.

"Tamat lah riwayat mu Uchiha"

DUAR!DUAR!DUA!

.

Ke empat Maou dan para iblis yang menonton pertandingan Rias Vs Raiser menunjukan ekspresi kagum dan sedih yang bercampur aduk dengan meneteskan beberapa air mata. Bahkan Naruto yang terkenal dengan ekspresi datar dan tenang dikaum iblis, meneteskan air mata karena kata-kata bocah mesum yang doyan Oppai.

Naruto, bukan, bukan hanya Naruto tapi seluruh kaum iblis benar-benar tidak menyangka kalau pawn milik Rias Gremory sang pemegang kaisar naga merah yang terkenal mesumnya mampu berkata yang tidak mereka pikirkan sama sekali.

"Aku tidak akan menyerahkan Boucho pada orang brengsek seperti mu. Boucho hanya menaintai Naruto-senpai dan aku yakin Naruto-senpai juga mencintai Boucho. Boucho harus bersama orang yang ia cintai dan mencintai dirinya"

Kata-kata Issei terus berputar diotak cerdas Naruto. Naruto kalau dirinya memang mencintai Rias, tapi bagaimana dengan Ophis. Dia dan Ophis sudah bertunangan, tapi hatinya bilang kakau dia juga membutuhkan Rias disisinya.

Naruto yang awalnya terlihat bingung dengan hatinya, seketika mengembakan senyum bahagia ketika teringat kata Ophis.

"Kalau kau ingin membangun Harem bangun lah asal diri ku yang menjadi Alphanya"

Kata-kata membuat Naruto mengambil keputusan kalau dirinya akan memasukan Rias dalam Haremnya.

"Semoga kau tak masalah jika menjadi yang kedua Rias"

.

Disebuah ruangan yang gelap terdapat bebepa orang duduk disofa salah satunya adalah tunangan pemuda yang memegang gekar Dark Bring Master.

"Apa yang sedang kau pikirkan Ophis?" Tanya pemuda berambut abu-abu yang memiliki paras dapat memikat setiap kaum hawa kecuali dua gadis yang sedang bersamanya.

"Kalau kau ada masalah bilang saja nya~" ucap gadis berambut hitam yang memiliki postur tubuh ideal yang dapat membuat kaum adam tergoda olehnya kecuali pemuda yang bersamanya.

"Tidak, aku tidak memikarkan apapun kok" jawab Ophis datar, walaupun begitu tetap terlihat dari pancaran matanya kalau dia rindu pada seseorang yang ia cintai.

"Kau tidak bisa berbohong nya~" ucap gadis nekotama berbadan seksi yang dapat mengoda iman laki-laki.

"Benar apa yang dikatakan Kuroka, Ophis, kau tidak bisa berbohong dari kami" ucap pemuda tampan berambut abu-abu yang memiliki paras diatas rata-rata.

"Sepertinya begitu" balas Ophis datar.

"Jadi apa yang kau pikirkan? Nya~" tanya gadi nekotama berbadan seksi.

"Naruto, aku memikirkan Naruto" jawab Ophis datar seperti biasanya.

"Tenang saja Ophis Naruto itu kuat, tidak mungkin dia mati oleh iblis bau kencur dari keluar Phenex itu" ucap pemuda tampan berambut abu-abu.

"Ya aku tau itu Vali" balas Ophis datar. "Yang aku pikirkan apa Naruto bisa memilih Harem yang benar untuk dirinya" tambah Ophis dengan ekpresi datar.

"Apa aku boleh menjadi bagian Harem dari Naruto? nya~" tanya gadis nekotama yang bernama Kuroka.

"Ini urusan perempuan aku tak punya hak" ucap pemuda tampan berambut abu-abu yang bernama Vali. Vali berdiri dari duduknya dan mengeluarkan sayap kaisar naga putihnya. "Aku pergi dulu, Ophis, Kuroka" ucap Vali yang ingin pergi tapi ditahan oleh Ophis sebentar.

"Mau kemana kau Vali?" tanya Ophis datar pada Vali yang memberhentikan langkahnya.

"Melihat pertarungan Naruto dengan bayi iblis" ucap Vali yang tanpa buang waktu mengepakan sayapnya dan pergi dari rumah Ophis.

.

Sasuke bersyukur serangan Cao Cao dapat ia hindari walaupun ada beberapa pedang yang mengenai tubuhnya, untungnya dia mempunyai darah naga yang mengalir didalam tubuhnya, jadi luka yang ia terima dapat sembuh kembali walaupun tidak total.

"Wah wah ternyata darah naga dalam tubuh mu telah mengobati mu Uchiha" ucap Cao Cao menyeringai. Walaupun menyeringai sebenarnya dia sangat shok karena serangan 1000 pedangnya dapat dihindari walaupun tidak semua, dan Sasuke tau itu dengan jelas, karena di Clan Uchiha diajari cara membaca ekspresi orang walaupun ekspresi itu disembunyikan.

"Kali ini kau akan kalah U- AKKHH" belum sempat melanjutkan kata-katanya ada sebuah tombak yang terbuat dari tulang mengenai dadanya dengan telak. "Uhuk~uhuk~ siapa kau? tunjukan diri mu?" uap Cao Cao keras dengan memuntahkan darah segar begitu banyak dari mulutnya.

"Kami sudah disini" jawab seseorang dengan ekspresi datar. Cao Cao dan Sasuke yang mendengar suara lain dari mereka segera mengalihkan pandangnya. Betapa terkejutnya Sasuke melihat orang yang dicarinya selama beberapa tahun ini akhirnya sekarang hadir didepan matanya.

'"Itachi" ucap Sasuke yang tanpa buang waktu berlari kearah Itachi.

"Sial~" runtuk Cao Cao yang kesal dengan kehadiran 3 iblis muda didepannya. "Bagaimana kau bisa masuk kesini?" tanya Cao Cao yang berdiri dari tempatnya.

"Hanya ada satu jawaban, pengacauan waktu" jawab Itachi datar.

"Oh jadi kau penjaga aliran waktu, pantas bisa masuk kesini" ucap Cao Cao. Cao Cao mengalihkan pandangannya dan menatap Sasuke.

"Kali ini aku akan membiarkan mu lepas Uchiha, tapi dilain waktu kau akan mati ditangan ku" ucap Cao Cao yang pergi diikuti dengan kembalinya mereka didunia nyata.

.

"Jadi kau masih belum bisa menguasai sihir terkuat mu itu?" tanya Itachi pada sang adik yang ada dihadapannya.

"Tidak, aku tidak punya waktu untuk latihan, waktu ku habis untuk mencari pedang kesayanganku" jawab Sasuke datar.

PLOK!PLOK!PLOK!

Mereka semua mengalihkan pandangan mereka ke arah sudut ruangan geduang yang mengeluarkan suara tepuk tangan.

Dari sudut ruangan keluar sosok pemuda berpakaian serba hitam dan memakai topi koboy berwarna hitam.

"Pertarungan yang menarik Sasuke Uchiha" ucap pemuda itu dengan sebuah seringai yang menghiasi wajah tampannya.

"K-k-kau Hiken no Lee" ucap Haku dengan tergagap karena bertemu orang pemegang Sacred Gear yang dapat membunuh dewa, [Sunburned].

"Hohoho jadi kau mengetahui diri ku ya nona manis" ucap Lee, lebih tepatnya, Portgas D. Lee.

"Apa mau mu kesini?" Tanya Itachi datar pada sosok yang menatap mereka dengan santai, seakao mereka bukan halangan besar buatnya.

"Melawan kalian"

.

Naruto menghela nafas melihat hasil pertandingan antara Rias denan Raiser, walaupun sebenarnya dia suah bisa menebak hasil pertandingannya tapi ia tetap kecewa karena Rias kalah. Ingin sekali Naruto memukul wajah Raiser hingga buruk rupa karena sifat sombongnya, tapi Naruto menahan itu semua mengingat nanti ia akan mempunyai arena sendiri dengan Raiser tanpa ada yang mengganggu.

"Aku tunggu pertandingan kita Raiser"

.

.

.

BERSAMBUNG!

.

Portgas D. Lee/Rock Lee: memiliki paras seperti Ace (One Piece) dan memakai pakaian Ace saat di Sakura Kingdom, Waktu Ace tidak membayar makanan.

.

Chapter depan: Naruto Vs Raiser

.

Gomen aku telat upgrade reader, keasikan maen Konoha ninja. Para raeder kalau ada yang maen Konoha ninja cari aku ya.

Server Yuki: Ultear: lvl 55

Server Inuzuka: Asia: lvl: 69

Server Sarutobi: Vali: lvl: 78

Tolog add ya kalau yang maen konoha ninja.

.

Mohn Review

.