Tittle : MY BAD BOY
Cast : Jung Yunho, Kim Jaejoong, Park Yoochun, Kim Junsu, Shim Changmin, Cho Kyuhyun, And other cast
Genre : Romance/Family/NC21/MPREG
Marga disesuaikan dengan kebutuhan cerita. Jadi disini ada beberapa karakter yang nadal masukin, bukan berarti nadal ga suka sama orang tersbut, tapi lebih untuk kebutuhan cerita ^^ ingat ini hanya fiksi ^^
Reader yang penasaran sama hubungannya bakal nadal jawab di Chapter-chapter berikutnya, Mian juga nadal baru bisa update karena kepepet tugas kuliah yg deadlinenya kejar-kejaran
Happy Readdyng
Sebelumnyaahhh~
"Yoochun-ah.."
"wae?"
"ada yang ingin aku bicarakan.. tapi kau janji jangan katakan pada siapapun"
"rahasia pasti aman jika berada padaku" ucap Yoochun percaya diri.
"kemari.." Yunho menarik Yoochun agar lebih dekar dengannya "aku, tidak sengaja meniduri Jaejoong" bisik Yunho tepat pada telinga Yoochun.
"APA KAU BILANG! KAU MEN-" Yoochun kaget dengan pengakuan Yunho dan sebelum Yoochun menyelesaikan ucapan kagetnya Yunho langsung membekap mulut Yoochun.
"jangan keras-keras, nanti ada yang dengar!" ucap Yunho tajam sambil berbisik. Yoochun hanya menganggukan kepalanya dengan posisi yang masih dibekap.
Chapter 5~
"jangan keras-keras, nanti ada yang dengar!" ucap Yunho tajam sambil berbisik. Yoochun hanya menganggukan kepalanya dengan posisi yang masih dibekap.
Yunho langsung melepaskan tangannya dari mulut Yoochun dan cepat-cepat Yoochun meraup oxygen sebanyak-banyaknya.
"Yun, apa yang kau lakukaaannnn… kau tahu kan kalau aku mengejarnya" desis Yoochun dengan wajah memelas.
"aku tidak sengaja, sungguh. Aku lepas kendali" ucap Yunho yang tidak kalah pelan.
"jika pihak sekolah tahu kau bisa dipecat dari sini dan Jaejoong bisa dikeluarkan dari sekolah, dongsaengmu juga akan mendapat malu" ucap Yoochun mengingatkan.
"maka dari itu, kau adalah satu-satu orang yang aku percaya, aku tidak tahu harus menceritakan ini ada siapa dan meminta solusi apa" ucap Yunho lemas.
"aku pasti akan membantumu menyelesaikan masalah ini, aku janji" ucap Yoochun menepuk pundak Yunho.
"gomawo Yoochun-ah"
"tapi aku masih kesal kenapa harus Jae-" Yunho malah kembali membekap mulu Yoochun.
"diam atau kuhancurkan mulutmu" desis Yunho dan dianggukan lagi oleh Yoochun.
.
.
.
"ya, Changmin-ah. kenapa Jaejoong tidak masuk hari ini?" tanya Junsu saat mereka sudah berada dikantin.
"aku juga tidak tahu, dia tidak berbicara apapun saat Yunho hyung mengantarnya pulang, mungkin saja dia masih merasa pusing atau tidak enak badan bekas mabuk semalam"
"bisa jadi sih"
"oiya, kau mau ikut aku menengoknya?"
"ha? siapa? Aku?"
"iya lah, siapa lagi yang aku ajak bicara disini selain kau?"
"aku, masih sedikit canggung jika harus bertemu dengannya"
"tidak apalah, kau kan sudah lihat semalam dia bagaimana terhadapmu?"
"baiklah aku ikut"
"ya Changmin-ah"
"hyuuung.. Jaejoong tidak masuk kenapa?" seru Changmin yang datang bersama dengan Yoochun.
"dia langsung ijin padaku untuk tidak masuk hari ini dia bilang sih tidak enak badan" ucap Yunho setenang mungkin. Sedangkan Yoochun sudah mengerling-kerlingkan matanya pada Junsu.
"ya seosangnim, ada apa dengan matamu?" tanya Junsu polos.
"tidak apa-apa" ucap Yoochun yang jadi salah tingkah.
"hari ini aku mau menjenguknya bersama Junsu" ucap Changmin lagi.
"tapi setelah itu kau langsung pulang dan jangan pergi kemana-mana"
"neee…"
"sudah ayo jangan menggodanya" ucap Yunho menarik lengan Yoochun.
"siapa sih guru satu itu dari semalam menatapku begitu"
"dia? Park seosangnim, jangan heran kenapa kelakuannya seperti itu, dia memang selalu menggoda namja atau yeoja lain, termasuk Jaejoong"
"apa? Jaejoong?"
"iya, tapi untung saja Jaejoong menolaknya mentah-mentah, dia itu seperti guru mesum, dan aku sarankan ya, sebaiknya kau jauh-jauh dari dia, itu hanya mengganggu, Jaejoong saja sangat jengah dengan kelakuannya" cerocos Changmin.
"lagipula siapa yang mau dengannya? Lihat umurnya tuh, sudah tua masih mencari daun muda" sengit Junsu.
"hahaha, siapa tahu itu jodohmu" ledek Changmin.
"idiihhh, aku tidak mau, jangan sampai"
"kata pepatah nih ya, tulang rusuk itu suatu saat pasti akan kembali kepada pemiliknya dan tidak akan tertukaarrrr.." ucap Changmin sok bijak.
"sejak kapan kau sok bijak seperti itu. Menggelikan, seperti bukan dirimu" ucap Junsu menoyor kepala Changmin.
"ya! jangan main-main dengan kepala!"
"biar saja"
.
.
.
Di dalam kamarnya, jaejoong masih asik bergelung didalam selimut, sejak pagi tidak keluar kamar kecuali untuk makan, itupun jika bukan karena disuruh oleh umma Kim, Jaejoong sama sekali tidak akan beranjak dari kasurnya.
'kenapa semalam bisa terjadi? Aku harus bagaimana jika ada yang tahu? Terlebih aku melakukannya dengan Jung sialan itu? dimana harga diriku? Aku harus bagaimana jika bertemu dengannya? Aaahhh… eotteokeeee… T.T' Jaejoong berkata sendiri dalam hatinya wajahnya sudah memerah dan menggerutu dalam diam.
CLEK
Jaejoong langsung membuka selimutnya untuk melihat siapa yang membuka pintu.
"nuguseyo?" tanya Jaejoong karena tidak melihat siapapun yang masuk "umma?" tidak ada jawaban "appa?" masih tidak ada jawaban "siapa itu jangan menakutiku?!" ucap Jaejoong lebih keras sambil bangun dan duduk memojok.
"hyuuuuuuunnnggg!" pekik Changmin yang langsung masuk dengan membawa sebuah mangkuk dan diikuti Junsu yang juga membawa mangkuk.
"ya! kenapa tidak menjawab saat aku panggil tadi?!" jawab Jaejoong yang langsung sewot.
"aku tadi di panggil Kim ahjumma, aku di beri salad buah hehehe" ucap Changmin enteng.
"annyeong, Jaejoong-ah" sapa Junsu.
"oh, annyeong"
"kudengar kau sakit karena kita pergi ke club, jadi aku ikut dengan Changmin kesini untuk menjengukmu" ucap Junsu tersenyum.
"ah, gomawo" ucap Jaejoong canggung.
"sudah jalan bersama masih saja canggung seperti itu, ayo lah kalian itu satu kelas dan juga temanku" Jaejoong dan Junsu sama-sama menatap Changmin yang sudah memasukan beberapa buah kedalam mulutnya.
"mwo?" Changmin hanya melongok melihat Jaejoong dan Junsu yang menatapnya dengan aneh.
.
.
.
Yunho sedang sibuk mencoret-coret beberapa hasil test murid di kelasnya beberapa Jam yang lalu, terlihat pandangan yang tidak fosuk dan sesekali Yunho memijat keningnya.
'sentuh aku, seosangnim' Yunho langsung menggelengkan kepalanya saat mengingat wajah sendu menggairahkan dan perkataan yang dilontarkan Jaejoong padanya untuk disentuh. Kembali dia mengusap wajahnya dengan kasar dan menghembuskan nafas berat.
"jika terus memikirkan ini aku bisa gila" ucap Yunho pasrah "apa yang harus aku lakukan? Dimana etikaku sebagai seorang guru? Dan lagi? Kenapa harus anak itu" Yunho terlihat bingung dan menutupi wajahnya.
"Jung seosangnim" sama seorang yeoja dari belakang.
"ah, Ahra-shi" balas Yunho yang langsung menengok kebelakang.
"ada apa denganmu? Apa sedang ada yang dipikirkan?" tanya Ahra dengan meelontarkan senyum manisnya.
"aniyo, aku hanya sedang penat saja melihat hasil test dadakan yang aku berikan tadi, hasilnya cukup buruk" ucap Yunho bohong.
"Jangan terlalu dipikirkan, mungkin saja karena tidak ada persiapan belajar mereka jadi tidak mengerjakannya dengan baik" ucap Ahra menenangkan.
"kurasa memang seperti itu, tapi bagaimana pun, sama saja aku belum bisa menekankan mereka untuk belajar dirumah"
"kalau begitu, coba saja sering-sering kau adakan test dadakan untuk mengetes sejauh mana mereka menangkap materi, siapa tahu saja dengan begitu mereka akan takut dengan hari esok yang bisa saja bertemu dengan test dan membuat mereka belajar saat malamnya"
"mungkin akan kupikirkan itu nanti, karena kasihan juga jika mereka harus ditekankan seperti itu"
"mmm baiklah, itu terserah padamu. Tapi bagaimana jika pulang sekolah ini kita keluar? Aku akan mentraktirmu, siapa tahu saja bisa menghilangkan penatmu"
"tidak terimakasih, aku ada urusan, mungkin.. lain kali aku bisa" tolak Yunho dengan sopan.
"oh, baiklah.. tidak apa-apa" ucap Ahra yang sedikit murung.
"ku tinggal dulu ya. aku harus menemui Yoochun" ucap Yunho yang bangkit dari duduknya dan pergi begitu saja. Sedangkan Ahra hanya menatap sendu punggung kokoh Yunho yang menghilang dibalik pintu.
.
.
.
"hyung, sebearnya kau sakit apa?" tanya Changmin yang masih mencoleki sisa susu yang masih tertinggal dimangkuk. Jaejoong terlihat bingung harus menjawab pertanyaan Changmin.
"aku, aku tidak enak badan, kepalaku masih pusing, ya pusing" Junsu malah langsung menempelkan punggung tangannya pada kening Jaejoong.
"tapi kau nampak baik-baik saja dan tidak demam. Kau berbohong ya?"
"ish, aku tidak berbohong, sungguh" ucap Jaejoong sebal sambil menyingkirkan tanga Junsu.
"tapi kenapa kau tidak masuk? Setidaknya kan kau bisa tuh istirahat di ruang UKS? Kan kelas jadi sepi jika kau tak ada" ucap Changmin asal.
"siapa bilang? Kan ada si Donghae tuh yang suka mencari masalah juga, kenapa harus ada aku kelas jadi ramai"
"entahlah, dia jadi sedikit diam dan tenang, mungkin semenjak kasus kalian yang di hukum berdiri ditengah lapangan itu dia jadi kapok" ucap Junsu.
"jangan bahas itu, memang dasar menyebalkan guru kalian itu" jawab Jaejoong kesal.
"ya, itu juga gurumu bodoh" jawab Junsu.
"mana ada guru yang men-" Jaejoong yang hampir saja membongkar rahasiannya sendiri langsung membekap mulutnya.
"men apa?" selidik Junsu dan Changmin pun jadi ikut menatapnya.
"men.. men.. menjadikan muridnya pajangan dilapangan selama 3 jam" ucap Jaejoong mencari perlindungan.
"hahaha untung saja kau tidak pingsang, hyung. Jika hal itu terjadi, mana mau hyungku menggotongmu sebagai pertanggungjawaban" ledek Changmin.
'tidak mau bertanggung jawab? Apa itu juga berlaku dengan apa yang dilakukannya semalam?' ucap Jaejoong yang ragu dalam hati.
"ya, kau kenapa bengong?" tanya Junsu yang mengibas-ngibaskan tangannya.
"ah, tidak apa-apa"
"besok kau harus masuk ya, masa kita mau berdua saja, ya kan?" ucap Changmin sambil menyenggol lengan Junsu. Dan dianggukan oleh Junsu.
"ya ya jika aku sudah merasa baikan aku akan masuk, puas kalian"
"hehehe itu baru Jaejoong hyung" ucap Changmin senang.
.
.
.
Dalam sebuah caffe Yoochun kembali meminum kopi moccachino yang di pesan bersama dengan capuchino milik Yunho. Sedangkan Yunho sendiri hanya mengaduk-aduk capuhinonya.
TAK!
Yoochun yang mulai bosan memperhatikan Yunho yang nampak tidak semangat seharian ini langsung saja meletakan cangkirrnya dengan sedikit keras.
"sudah kubilang, jika tidak terjadi sesuatu padanya kau aman, kau dan dia bisa menyepakati untuk melupakan hal tersebut" ucap Yoochun sedikit kesal, bukan hanya karena melihat Yunho yang masih diam memikirkan kejadian saat itu, tapi juga kenapa harus Jaejoong yang tidur dengannya, apa tidak ada orang lain selain Jaejoong yang bisa dia tiduri.
"laki-laki macam apa jika aku tidak bertanggung jawab, sama saja aku pengecut" ucap Yunho murung.
"ya jika kau tidak mau dibilang pengecut ya kau bertanggung jawab atas kecelakaan itu" ucapan Yoochun yang sedikit tajam membuat beberapa pengunjung caffe menatap kearah mereka berdua.
"ya kau, jika bicara ditempat umum bisa kah kau bicara sedikit pelan? Mereka menatap kita" desis Yunho. Yoochun langsung menatap beberapa orang yang melihat kearah meraka berdua.
"apa yang kalian semua lihat?! Disini bukan tontonan" ucap Yoochun tajam dan beberapa orang yang melihat mereka mulai mengalihkan pandangannya "kebiasaan jika mendengar kata aneh selalu saja menjadi bahan tontonan"
"itu karena kau tidak berhati-hati dengan mulutmu dalam bicara"
"aku masih kesal denganmu, kenapa kau harus melakukannya dengan Jaejoong, kenapa tidak dengan Ahra? Dia kan menyukaimu, aku tahu itu. Kau pasti modus"
"aku kan sudah bilang ini kecelakaan, jangan bahas Ahra, kau janji kan akan membantuku, jadi jangan ungkit lagi. Lagipula kau kan sudah mulai mempunyai incaran baru iya kan?" tuduh Yunho.
"tapi kan kau tahu Jaejoong itu incaranku Yunhooo"
"coba kau pikir, siapa yang tahan jika melihat tubuhnya yang sepeti itu, jika kau berada diposisiku, kau pasti akan melakukan hal yang sama sebagai namja yang matang, apalagi wajahmu itu seperti namja mesum"
"jangan bahas tubuhnya, aku jadi membayangkannya, dan satu lagi, berani kau mengataiku seperti itu, maka aku tidak akan membantumu"
"baiklah, aku juga tidak akan membantumu mendapatkan muridku, karena aku tahu, kau pasti menyukainya"
"ya! aku…. Sudahlah, aku mengalah"
"hahaha itu baru temanku yang paling baik"
"tapi bagaimana tanggapanmu dengan Ahra yang beberapa kali mendekatimu?"
"aku tidak tahu harus apa, aku tidak ahli sepertimu menggoda orang, sudah 3 tahun, aku merasa kaku"
"selalu saja kaku, jika dalam posisi seperti ini, sebaiknya kau hindari Ahra untuk sementara waktu"
"tapi aku merasa tidak enak tadi aku menolak untuk pergi bersamanya, bagaimana jika Jaejoong memihatku denganya? Pasti dia akan berfikir yang macam-macam tentang diriku, dan aku takut dia malah membocorkan masalah ini pada Changmin, dan yang parahnya lagi Changmin orangnya selalu mengadu pada ummaku kemudian ummaku membicarakannya pada appaku, dan jika itu terjadi maka habislah aku, umma dan appa pasti akan menyidangku, mencaci makiku dan tidak bisa dipungkiri aku harus bertanggung jawab atas hal ini, karena yang aku tahu Jaejoong juga dekat dengan orang tuaku sebagai sahabat Changmin. Aku pusing memikirkannya, aku harus bagaimana Yoochun-aahhhhh…." Ucap Yunho panjang lebar sambil menggerak-gerakan tangannya sebagai wujud ekspresi dandiakhiri dengan rengekan sambil menjambak rambutnya.
"tidak kusangka kau ternyata bisa bicara panjang lebar seperti ini, kupikir kau adalah orang yang dingin dan selalu marah-marah, ternyata kau bisa juga seperti ini"
"bantu aku bagaimana aku harus bertindaakkk"
"kau lihat saja dulu apa yang terjadi pada Jaejoong, jika lama kau melihatnya tidak ada yang aneh pada dirinya, maka kau temudi dia untuk menyepakati melupakan kejadian itu"
"dank au akan kembali mendekatinya?"
"tidak akan, itu sudah bekas dirimu" jawab Yoochun ketus.
"mungkin aku bisa memanfaatkan Changmin untuk memantau kondisinya"
"sebaiknya jangan seperti itu, kau tahukan adikmu itu selalu mengkait-kaitkan sesuatu, jika kau selalu memantau Jaejoong melalui Changmin, tidak menutup kemungkinan Changmin akan berfikir bahwa kau menyukainya"
'aku menyukainya?' ucap Yunho dalam hati, hatinya sedikit berdesir saat Yoochun mengatakan hal itu.
"lalu bagaimana?" tanya Yunho lagi.
"kau pantau saja dia selama dalam kelas, kurasa itu sudah cukup"
"baiklah akan aku coba"
.
.
.
Seperti kata Yoochun, Yunho menuruti untuk memantau kondisi Jaejoong sementara ini hanya dalam kelas, Yunho masih berjalan sedikit gontai menuju ruang guru dan penampilannya kali ini terlihat sedikit berantakan.
"Jung seosangnim" panggil Ahra dari arah belakang. Yunho yang merasa dipanggil menengokan kepalanya dan berhenti berjalan.
"Ahra-shi, ada apa memanggilku? Apa ada yang perlu aku bantu?"
"sebenarnya tidak ada, aku melihatmu berjalan sedikit gontai, aku pikir kita bisa berjalan keruang guru bersama supaya ada teman mengobrol"
"oh begitu, baiklah" ucap Yunho tersenyum dan dib alas senyuman lagi oleh Ahra.
"oh seosangnim, tidak seperti biasanya kancing kemeja ketigamu terbuka, biar aku rapikan" ucap Ahra yang langsung mengambil posisi dan memegang kemeja Yunho untuk mengancinginya.
"Ahra-shi kau tidak perlu melakukan hal ini aku-" ucap Yunho yang sedikit tidak enak hati dalam posisi seperti ini dan berusaha untuk menolah Ahra.
Tapi tidak lama munculah Jaejoong tepat berada dibelakangnya dan langsung menghentikan langkahnya. Sadar akan kehadiran orang lain dibelakang mereka, Yunho dan Ahra menolehkan pandangannya kearah Jaejoong yang memasang wajah datar.
"Jaejoong-ah, kenapa kau berhenti disitu? Bukankah sebentar lagi masuk kelas?" tanya Ahra sambil mengingatkan.
"ya aku akan masuk kelas, maaf aku sudah mengganggu waktu kalian berdua" ucap Jaejoong dingin dan berjalan melewati Yunho dan Ahra begitu saja.
Yunho hanya bisa diam dan merasa tidak enak ketika Jajoong melihatnya seperti ini. Sedangkan Ahra tidak tahu-menahu perihal kejadian antara Jaejoong dan Yunho.
"Ahra-shi, aku buru-buru, sepertinya aku tidak ke ruang guru dan akan langsung ke kelasku, permisi" ucap Yunho yang langsung pergi begitu saja.
"Jung seosangnim aku- hah ada apa dengannya?" Ahra justru dibuat kesal dengan kelakuan Yunho yang pergi tanpa mau menatapnya.
.
.
.
"Jaejoong-ah.. chakkaman" ucap Yunho yang langsung menahan tangan Jaejoong.
KRIK KRIK
Terlihat beberapa siswa yang berada di koridor sekolah yang sama langsung melirik kearah guru dan murid yang biasa berseteru itu.
"ah, sebaiknya kita bicara diluar, ada yang ingin aku bicarakan"
"mianhae, seosangnim. Tapi aku tidak ada waktu. Aku lelah setelah sampai sini. Lai waktu saja" ucap Jaejoong dingin dan melepaskan tangannya dari genggaman Yunho dan langsung berjalan kearah kelasnya tanpa memperdulikan pandangan dari siswa lain.
"apa yang kalian lihat?" tanya Yunho tajam dan para siswa yang melihat gelagat Yunho yang mulai menyeramkan langsung membubarkan diri. Yunho kembali menatap Jaejoong yang berjalan dengan cepat dan langsung masuk kedalam kelasnya. Yunho mengusap rambutnya dengan kasar dan melanjutkan jalan menuju kelasnya.
.
.
.
Selama di dalam kelas Yunho hanya memperhatikan Jaejoong yang tengah mengerjakan soal sama seperti murid lainnya yang baru saja di berikan soal setelah materi. Yunho memperhatikan Jaejoong yang mengerjakan soalnya dengan wajah lesu dan malas serta menopang dagu.
"Kim Jaejoong, apa kau baik-baik saja? Jika kau merasa tidak enak badan, kau bisa ke ruang UKS sekarang" ucap Yunho tiba-tiba.
"aku baik-baik saja" jawab Jaejoong malas dan tanpa menengok sedikitpun.
"Shim Changmin, antarka temanmu ke ruang UKS"
"ye seosang-"
TAK
"aku bilang aku baik-baik saja" ucap Jaejoong sekali lagi setelah meletakan bulpoinnya dengan kasar. Changmin yang melihat reaksi Jaejoong langsung saja berhenti bicara dan seisi ruang kelas langsung menatap kearah Jaejoong "jika aku merasa tidak enak badan aku akan bilang, jadi jangan memaksaku" lanjut Jaejoong dan langsung kembali mengerjakan soalnya. Sedangkan para siswa lain malah melihat kearah Yunho.
"apa? Kalian sudah menyelesaikan soalnya? Kenapa menatapku? Waktu mengerjakan 5 menit lagi" tanya Yunho pedas karena tersulut oleh ucapan Jaejoong. Jaejoong yang sadar bahwa Yunho terpancing emosinya hanya diam dan menyibukan diri dengan soalnya.
.
.
.
Pelajaran pertama sudah berakhir, semua siswa dalam kelas tengah sibuk membereskan buku-bukunya untuk bergegas menuju kantin. Yunho juga melakukan hal yang sama seperti muridnya, membereskan beberapa buku dan tas yang dibawanya. Yunho melihat Jaejoong, Changmin dan Junsu yang hendak keluar kelas langsung buru-buru merapikan burunya yang masih berserakan.
"Kim Jaejoong, bisa kau ikut aku sebentar, ada yang ingin aku bicarakan" ucap Yunho datar.
"hyung, sepertinya kau akan kena masalah lagi" bisik Changmin.
"lagian sih, kau malah membentak seosangnim seperti itu. Sudah lah, kita tinggalkan saja dia daripada kena batunya" ucap Junsu yang langsung menarik Changmin keluar.
"ikut denganku" ucap Yunho yang sedikit melirik Jaejoong kemudian langsung berjalan lebih dulu. Jaejoong masih memasang wajah BTnya hanya menurut mengikuti langkah Yunho tanpa berbicara sedikitpun dan berhenti di sebuah taman di sudut sekolah. Yunho membalikan tubuhnya dan mulai menarik napas.
"maafkan aku soal tadi, aku tidak bermaksud" ucap Yunho memulai percakapan.
"soal apa?" tanya Jaejoong singkat.
"soal tadi aku yang membentakmu"
"oh itu, sebenarnya apa yang ingin kau bicarakan, seosangnim?"
"kecelakaan waktu itu, sungguh aku tidak sengaja melakukannya"
"lalu?"
"jika terjadi sesuatu padamu, kau katakan padaku, kita akan memecahkan masalah ini bersama" Jaejoong menatap Yunho yang sepertinya ada pencerahan dalam menangani masalah yang tengah mereka hadapi "aku tidak akan lari dari masalah ini, asalkan kau mau menyelesaikan ini bersama" Jaejoong masih menatap Yunho dalam diam "bagaimana menurutmu?"
"lalu jika tidak terjadi apapun kau akan pergi begitu saja?" tanya Jaejoong datar.
"bukan begitu tapi-"
"Jung seosangnim? Apa yang sedang kalian lakukan disini? Aku mencarimu di ruang guru tapi sepertinya kau belum kesana, kemudian aku ke kantin untuk melihatmu apa ada di sana, aku tanya Park seosangnim juga dia tidak tahu, tapi ternyata kau ada disini" tanya Ahra yang tiba-tiba muncul.
"jika tidak ada lagi yang ingin dibicarakan aku permisi" ucap Jaejoong yang moodnya semakin buruk dan pergi meninggalkan Yunho serta Arha yang bingung menatapnya.
Apa yang terjadi antara Yunho, Jaejoong dan Ahra selanjutnya? Kita lihat di Chapter selanjutnya ^^ gomawo
_TBC_
