Tittle : MY BAD BOY

Cast : Jung Yunho, Kim Jaejoong, Park Yoochun, Kim Junsu, Shim Changmin, Cho Kyuhyun, And other cast

Genre : Romance/Family/NC21/MPREG

Marga disesuaikan dengan kebutuhan cerita. Jadi disini ada beberapa karakter yang nadal masukin, bukan berarti nadal ga suka sama orang tersbut, tapi lebih untuk kebutuhan cerita ^^ ingat ini hanya fiksi ^^

Reader yang penasaran sama hubungannya bakal nadal jawab di Chapter-chapter berikutnya yaahhh

Happy Reading ^^

Sebelumnyaaahhh~

"lalu jika tidak terjadi apapun kau akan pergi begitu saja?" tanya Jaejoong datar.

"bukan begitu tapi-"

"Jung seosangnim? Apa yang sedang kalian lakukan disini? Aku mencarimu di ruang guru tapi sepertinya kau belum kesana, kemudian aku ke kantin untuk melihatmu apa ada di sana, aku tanya Park seosangnim juga dia tidak tahu, tapi ternyata kau ada disini" tanya Ahra yang tiba-tiba muncul.

"jika tidak ada lagi yang ingin dibicarakan aku permisi" ucap Jaejoong yang moodnya semakin buruk dan pergi meninggalkan Yunho serta Arha yang bingung menatapnya.

Chapter 7~

"Jaejoong-ah" Yunho yang hendak mengejar Jaejoong langsung ditahan oleh Ahra.

"Jung seosangnim, kau mau kemana?"

"aku masih harus bicara dengannya, tolong lepaskan tanganku"

"kau sama sekali tidak menghargaiku, seosangnim. Aku sudah mencarimu sampai kesini untuk kita makan siang bersama" ucap Ahra yang mulai memasang wajah BTnya.

"ah, maaf. Baiklah, aku ikut denganmu" ucap Yunho pasrah.

.

.

.

Jaejoong memasuki kantin dengan wajah yang terlihat kesal, matanya melirik mencari keberadaan kedua 'temannya'. Setelah menemukan objek yang dicarinya Jaejoong langsung menghampiri dan duduk dihadapan Changmin dan Junsu.

"Jaejoong-ah, ada apa dengan wajahmu?" tanya Junsu begitu melihat wajah Jaejoong.

"kau habis dimarahi lagi?" tanya Changmin juga.

"aku tidak apa-apa dan juga tidak habis dimarahi" jawab Jaejoong malas.

"lalu? Kenapa dengan wajahmu?" tanya Junsu lagi.

"aku tidak apa-apa, aku hanya sedang malas saja"

"kau makanlah dulu, hyung. Siapa tahu kan kau bisa lebih bagik, kata umma ku, kalau lapar galak, kenyang bisa bego"

"hush! Kau ini bicara apa, bukannya bantu menenangkan kau malah mengatainya" ucap Junsu yang sedikit kesal dengan Changmin.

"itu kan kata ummaku, hyung makanlaahhh"

"aku tidak lapar" jawab Jaejoong singkat.

"ssssttt coba kalian lihat, itu hyungmu jalan dengan siapa? Biasanya kan cuma bersama guru jidat itu? Kenapa jadi bertiga?" tanya Junsu yang bingung melihat Yunho dan Yoochun yang datang bersama Ahra. Changmin langsung menoleh pada objek yang dimaksud Junsu. Sedangkan Jaejoong hanya diam tidaktertarik sama sekali untuk menoleh.

"hyung, kenapa kau diam?" tanya Changmin yang melihat Jaejoong diam tidak bereaksi.

"aku tidak apa-apa, lagi pula itu kan bukan urusanku" ucap Jaejoong sinis.

"kau itu aneh tahu, kenapa setiap kali ada hal yang berhubungan dengan Jung Seonsangnim kau selalu bersikap seperti ini" ucap Junsu.

"aku hanya tidak suka dengannya, tidak ada hal lain"

Kali ini ketiga guru tersebut duduk didekat meja yang ditempati oleh Jaejoong, Changmin dan Junsu. Yunho sedikit melirik kearah Jaejoong yang duduk memunggunginya. Changmin yang melihat arah pandangan mata Yunho langsung bersiul. Yunho langsung melihat kearah Changmin yang mengangkat alisnya tanda bertanya secara isyarat yang biasa mereka lakukan jika sedang menyembunyikan sesuatu. Yunho langsung saja menggeleng dan melihat kearah Yoochun.

"ya, apa yang kau lakukan?" tanya Junsu penasaran.

"tidak apa-apa, ini hanya urusan seorang hyung dan dongsae hahaha"

"ish menyebalkan"

Ketika Changmin dan Junsu bersenda gurau selama beberapa menit, Jaejoong hanya diam tidak banyak yang dilakukan selain memainkan handphonenya. Junsu yang menyadaari Jaejoong yang masih diam langsung mengambil handphone Jaejoong.

"apa sih yang kau lihat sepertinya ini lebih menarik dari apapun" ucap Junsu langsung melihat handphone Jaejoong "kau bermain get rich? Seperti anak kecil"

"biar saja dari pada aku bosan, berikan padaku" ucap Jaejoong yang merebut kembali handphonenya.

"kau makanlah dulu, hyung. Seperti anak kecil saja kalau sudah ngambek begini" ucap Changmin dan tidak mendapatkan jawaban dari Jaejoong "kau menyebalkan, hyung" lanjut Changmin sambil memanyunkan bibirnya.

Sedangkan dimeja yang tidak jauh dari mereka, Yunho sesekali mencuri pandangan melihat punggung Jaejoong. jaejoong sama sekali tidak berubah dari posisinya. Yunho sedikit merasa tidak enak ketika sedang berbicara denganJaejoong muncul Ahra yang mencarinya. Tapi jika dipikir juga jika Jaejoong tidak pergi meninggalkan dia dan Ahra, mungkin saat ini Ahra sudah berfikir tentang hubungannya dengan Jaejoong. Yunho kembali melihat pada gelasnya dan mengaduk-aduk minuman yang masih tersisa banyak.

"Jung seonsangnim, ada apa denganmu? Kenapa kau terlihat melamun?" tanya Ahra, Yoochun yang menyadari gelagat Yunho berusaha bersikap seperti tidak tahu apa yang terjadi dan memilih diam "kau juga Park seonsangnim, kenapa kau juga diam? Apa ada masalah diantara kalian?"

"tidak ada masalah diantara kami kok, memang kenapa?" jawab Yoochun, sedangkan Yunho masih diam.

"Jung seonsangnim.." Ahra langsung menyenggol lengan Yunho sedikit dan membuat Yunho sedikit salah tingkah ketika lamunannya berakhir.

"ada apa?" tanya Yunho bingung.

"kenapa diam? Ada apa denganmu belakangan ini Jung seonsangnim?" tanya Ahra penasaran.

"aku tidak apa-apa, aku mau ke ruangan dulu, aku duluan" ucap Yunho yang langsung bangkit mebayar pesanan dan berjalan keluar kantin lebih dulu.

"Park seonsangnim, sebenarnya ada apa dengan Jung seonsangnim?" tanya Ahra yang semakin penasaran.

"aku tidak tahu, aku juga tidak berani bertanya" ucap Yoochun bohong.

"kau kan selalu bersamanya, tidak mungkin jika kau tidak tahu"

"sungguh, aku tidak tahu Ahra-shi, aku tidak berani bertanya langsung"

Jaejoong yang mendengar suara Ahra yang selalu membahas Yunho membuat Jaejoong gerah. Jaejoong langsung bangkit dari duduknya.

"ya kau mau kemana? Main pergi-pergi saja" ucap Junsu sedikit sewot.

"aku mau ketaman, aku malas berada di sini, panas" jawab Jaejoong yang langsung pergi begitu saja. Sedangkan Changmin dan Yoochun yang sama-sama melihat raut wajah Jaejoong hanya diam tidak berani mengatakan apapun.

Jaejoong masih berjalan menuju taman sekolah yang tidak jauh dari kantin. Tangannya mengepal keras ketika pikirannya mengingat kelakuan manja Ahra yang tadi pagi dengan sengaja memegang kemeja Yunho.

"kenapa aku harus muncul saat mereka seperti itu?! Membuat kesal saja!" gerutu Jaejoong dengan wajah yang sedikit gemas.

"apa yang kau maksud mereka adalah aku dan Ahra?" tanya Yunho yang ternyata sudah menunggu Jaejoong keluar kantin dan mengikutinya.

"mau apa kau?" tanya Jaejoong yang langsung sewot ketika melihat Yunho membuntutinya.

"kau kesal denganku karena aku dekat dengan Ahra?" tanya Yunho santai.

"itu hanya mengganggu pandanganku, dan aku muak" ucap Jaejoong tanpa pikir-pikir lagi siapa yang menjadi lawan bicaranya. Dan menarik perhatian beberapa siswa.

"lebih baik jangan bicara disini" ucap Yunho yang langsung menarik tangan Jaejoong.

.

.

.

"lepaskan aku! Bisa tidak kau halus sedikit, seonsangnim!" ucap Jaejoong kesal setelah melepaskan cengkraman tangannya dari Yunho saat mereka sudah berada dalam taman yang sedikit sepi.

"aku bertanya padamu sekarang, kenapa sikapmu seperti menghindariku?" tanya Yunho langsung.

"untuk apa aku menghindarimu? Tidak kurang kerjaan kah bagiku? Masih banyak yang bisa aku lakukan selain mengganggu kedua guruku"

"jadi kau merasa cemburu?"

"tidak, untuk alasan apa aku merasa cemburu, jangan mengada-ada"

"lalu kenapa sikapmu seperti itu? Kan sudah ku bilang, aku tidak akan lari dari masalah ini, jika terjadi sesuatu padamu maka aku akan bertanggung jawab atas dirimu"

"dan jika tidak terjadi apapun, maka kau akan pergi begitu saja, nice Jung seonsangnim" ucap Jaejoong menuduh dan tajam.

"aku tidak bilang begitu, kenapa kau berfikir seperti itu? Aku tidak mengerti dengan jalan pemikiranmu" tanya Yunho mencengkram lengan Jaejoong dengan kencang.

"akh! Lepaskan aku! Kau menyakitiku!" ucap Jaejoong menarik lengannya dengan kasar.

"ah, mianhae aku, tidak sengaja melakukannya" ucap Yunho yang menyesal dengan yang baru saja dia lakukan. Jaejoong malah berbalik dan berjalan menjauhi Yunho.

"Kim Jaejoong, jangan kau dilarang pergi sebelum aku selesai bicara" Jaejoong mengacuhkan Yunho lagi dan tetap memilih pergi meninggalkan namja Jung itu.

Yunho hanya mengusap rambutnya kasar karena merasa pusing menghadapi sikap Jaejoong yang terus mengindarinya.

.

.

.

Jaejoong langsung masuk kedalam kelasnya dengan ekspresi wajah yang sulit diartikan. Tanpa bicara apapun Jaejoong langsung saja duduk di bangkunya. Changmin dan Junsu sudah berada di bangkunya masing-masing hanya bisa menatap Jaejoong yang diam tanpa berani bertanya. Tanpa disangka Jaejoong malah merapikan bukunya yang masih berada di luar tas.

"aku tidak enak badan, aku mau ke ruang UKS dulu" ucap Jaejoong yang langsung mennggalkan kelas lagi.

"aku semakin bingung apa yang terjadi dengannya" ucap Junsu.

"kalau aku sudah kebal jika kelakuannya seperti itu, jadi tidak aneh bagiku" jawab Changmin enteng. Junsu hanya memanggut-manggutkan kepalanya.

.

.

.

Sudah sekitar 1,5 jam kelas kembali dimulai, Jaejoong memilih untuk tidak mengikuti pelajaran dan berada dalam UKS. Matanya menerawang ketika berbaring di ranjang. Yunho masih saja berputar dalam pikirannya, ada keraguan dalam dirinya ketika Yunho mengatakan bahwa 'aku tidak akan lari dari masalah ini, jika terjadi sesuatu padamu maka aku akan bertanggung jawab atas dirimu'. Jaejoong hanya diam ketika kata-kata tersebut terngiang dalam telinganya. Bukankah itu berarti jika tidak terjadi sesuatu padanya maka Yunho akan pergi dan melupakan kejadian itu. Jaejoong memejamkan matanya untuk menghilangkan pikiran negatif yang ada dalam otaknya dan tidak lama pintu ruang UKS terbuka.

CLEK

Jaejoong masih tidak bergeming dan tidak bergerak sedikitpun dan tetap memejamkan matanya.

"ku dengar kau merasa tidak enak badan?" tanya suara bass dibelakangnya. Jaejoong masih tidak menyahut. Yunho mulai mendekati tubuh yang berbaring membelakanginya "apa kau sakit?" tanya Yunho yang menarik kursi dan langsung duduk tepat dihadapan Jaejoong "apa kau tidur? Jika kau tidak tertisur maka jawab pertanyaanku" ucap Yunho lagi.

Jaejoong masih tidak meyahut dan tetap memilih memjamkan matanya dengan tenang. YUnho yang mulai pasrah dengan perlakuan Jaejoong hanya bisa diam dan menunduk.

"lalu aku harus bagaimana menjelaskannya padamu? Aku mengatakan hal itu bukan berarti jika tidak terjadi apapun denganmu aku akan meninggalkanmu, kau tahu kan posisi kita sama-sama terjepit, jika ada yang mengetahui kita akan sama-sama dikeluarkan dari sekolah" ucap Yunho yang seperti bicara sendiri karena Jaejoong masih tidak menanggapi. Dari Luar Yoochung yang tidak sengaja lewat ruang UKS langsung mengintip keadaan didalam.

"apa yang sedang dia lakuan? Dan siapa yang diranjang itu?" tanya Yoochun pada dirinya sendiri "omo?!" pekik Yoochun saat melihat Yunho yang memegangi pipi orang yang sedang berada diatas ranjang tersebut.

"Park seonsangnim, apa yang sedang kau lakukan disini?" tanya Changmin yang sudah berada di belakang Yoochun dan diikuti oleh Junsu.

"a aku tidak sedang apa-apa, sudahlah aku pergi dulu"

Yunho yang menyadari ada orang diluar langsung menarik tangannya kembali dan bengkit dari duduknya dan berjalan menuju pintu.

"oh seonsangnim.." sapa Junsu yang langsung membungkukkan badannya ketika melihat Yunho yang keluar dari ruang UKS.

"hyung, apa yang kau lakukan disini?"

"sudah kubilang kau boleh memanggilku hyung jika di rumah, aku hanya mengecek keadaan temanmu, dan ternyata dia sedang tertidur" ucap Yunho.

"tapi untuk apa kau menengokinya? Bukankah kau tidak suka dengannya?"

"apa aku salah jika ingin tahu kondisi muridku?" ucap Yunho dan langsung pergi.

"ih, kenapa dengan orang-orang hari ini? Aneh semua" sungut Changmin. Sedangkan Junsu sudah langsung masuk kedalam UKS.

"Jaejoong-ah"

"hm?" sahut Jaejoong yang langsung membuka matanya.

"kau tidak tertidur? Tadi Jung seonsangnim bilang kau-"

"aku hanya pura-pura su.. aku sedang malas meladeni orang lain"

Junsu langsung mengambil posisi duduk di kursi yang Yunho tempati sebelumnya dan Changmin yang langsung duduk diatas ranjang Jaejoong.

"lalu apa yang hyungku lakukan disini?" tanya Changmin.

"dia tidak melakukan apapun, dia hanya mengecekku sepertinya"

"tadi Park seonsangnim mengintip dan terpekik, pasti ada sesuatu?" ucap Junsu berusaha mencari kebanaran.

"sungguh, aku dan dia tidak melakukan apapun, aku berusaha untuk pura-pura tidur"

"sudah-sudah jangan dibahas lagi, ayo kita pulang, aku sudah membawakan tasmu nih" Jaejoong langsung bangun dan memposisikan dirinya untuk duduk dan mengambil tasnya dari tangan Changmin.

"gomawo" ucap Jaejoong singkat.

"sudah ayo pulang, kau bisa kan bawa sepedamu sendiri?"

"ya aku bisa" jawab Jaejoong yang langsung turun dari ranjang dan bersama-sama keluar dari UKS.

.

.

.

Hari terus berlalu, dan lagi-lagi kali ini Jaejoong kembali mengayuh sepedanya dengan cepat ketika melihat gerbang sekolah sudah hampir ditutup karena hari ini akan diadakan latihan ujian menuju ujian yang sebenarnya.

"aish, seonsangnim tunggu" ucap Jaejoong yang langsung masuk ketika pintu benar-benar nyaris tertutup "hah akhirnya aku berhasil juga" ucapnya dan berjalan menuju parkiran sepeda.

Jaejoong berjalan menuju kelas dari wajahnya terlihat keringat yang mnghiasi keningnya, dan juga seragam yang masih pagi sudah dalam keadaan basah dibagian punggungnya. Jaejoong berjalan dengan santai dan wajahnya tidak terlihat sedang merasa bad mood, sebab dirinya sudah tidak menemukan Yunho dan juga Ahra yang berduaan. Padahal Ahra masih saja membuntuti Yunho jika sedang berada dalam ruang guru.

Jaejoong langsung masuk kedalam kelas dan melihat Yunho yang baru saja meletakan buku yang dibawanya diatas meja. Tanpa menyapa dan masih dalam keadaan cuek Jaejoong berjaan menuju bangkunya.

"hyung, kau hampir saja telat" ucap Changmin.

"haha aku sudah memiliki cara sendiri jika tidak mau telat, ngebuuutttt"

"latihan ujian pertama saja kau sudah telat bagimana dengan hari berikutnya?" ucap Junsu menyayangkan kelakuan Jaejoong.

"tenang saja, lain kali aku tidak akan terlambat. Lihat saja nanti"

"semuanya harap tenang karena ujian akan segera dimulai" ucap Yunho yang langsung membagikan beberpa kerta pada baris depan "bagikan kertas tersebut sampai barisan belakang" lanjut Yunho yang langsung duduk kembali dikursinya "waktu 90 menit dan dimulai dari sekarang" ucap Yunho dan sesmua siswa langsung mulai mengerjakan soal dengan tenang.

.

.

.

Setelah ujian selesai, Jaejoong, Changmin dan Junsu berjalan menuju kantin bersama, tak jauh di belakangnya terdapat Yunho dan Yoochun berjalan tanpa mereka ketahui.

"kenapa Ahra tidak kau tunggu dulu untuk pergi ke kantin bersama kita?" tanya Yoochun.

"tidak apa-apa, hanya saja aku merasa sedikit terganggu denganya yang selalu mengikutiku, aku lelah"

"hahaha, padahal sebelum kau muncul dan menjadi guru baru disini, dia tidak pernah seperti itu"

"sudah lah aku tidak mau membahas dia" ucap Yunho dengan malas.

BUUKK!

Yunho dan Yoochun sama-sama sedikit oleng ketika Jaejoong berlari menerobos keduanya dengan menutupi mulutnya.

"ya! Kim Jaejoong bisa kau hati-hati dengan jalanmu?!" teriak Yoochun saat mlihat Jaejoong yang terus berlari tidak memperdulikan teriakannya.

"hyung/Jaejoong-ah! tunggu!" teriak Changmin dan Junsu.

BUK! BUK!

"ya kalian berdua!" teriak Yunho ketika ditabrak oleh Changmin dan Junsu untuk mengejar Jaejoong "ada apa dengan mereka bertiga, dasar murid-murid aneh" ucap Yunho kesal dan langsung memasuki wilayah kantin yang sudah tercium bau khas makanan.

.

.

.

Jaejoong langsung masuk ke salah satu bilik dalam sebuah toilet dan langsung memuntahkan isi perutnya.

"woooeeekkk!"

"hyuuunng…" panggil Changmin yang sudah masuk kedalam toilet.

"Jaejoong-ah kau kenapa?" tanya Junsu juga.

"wuuekk! Uhuk uhuk!" Jaejoong tidak menjawab karena tengah sibuk dengan perutnya yang begejolak.

"iiiihhhhh aku keluar saja" ucap Changmin yang langsung keluar dari toilet.

"tunggu akuuuu" teriak Junsu.

"uurrggghhh… muaalll.. ada apa denganku? Apa aku salah makan?"tanya Jaejoong pada dirinya sendiri "tadi sih pake acara makan buru-buru dan langsung berangkat, membuat perutku terkocok" lanjut Jaejoong memegangi perutnya.

"Jaejoong-ah, kau sudah selesai belum? Kami menunggumu diluar" teriak Junsu.

"ya tunggu dulu" teriak Jaejoong yang langsung membersihkan mulutnya.

"mana sih dia lama sekali, aku kan sedang lapar" rengek Changmin. Tidak lama Jaejoong muncul dengan wajah yang sedikit pucat.

"kalian duluan saja, aku akan ke UKS untuk meminta obat pereda mual"

"kau yakin?" tanya Junsu dan dianggukkan oleh Jaejoong.

"baiklah kalau begitu kami duluan ne, aku sudah lapar" ucap Changmin dan langsung menarik lengan Junsu.

"hey! Pelan-pelan jangan menariku!" Jaejoong hanya melihat Junsu dan Changmin yag berkelakuan seperti anak kecil kemudian dirinya berjalan menuju arah sebaliknya.

.

.

.

Junsu dan Changmin sama-sama sedang menikmati makanannya, tidak berbeda dengan Yunho dan Yoochun yang tengah mengobrol dan masing-masing memegang gelas.

"yak au tahu? Baru saja ada yang pingsang di dekat ruang UKS.." ucap salah satu murid yang baru saja duduk dan tidak jauh dari meja Yunho.

"siapa memangnya?" tanya lawan bicaranya.

"Kim Jaejoong, tadi beberapa siswa sih ada yang langsung menggotongnya masuk kedalam ruang UKS, aneh sekali, biasanya dia terlihat baik-baik saja, malah sok jagoan"

Yunho yang tidak sengaja mendengar ucapan murid tersebut langsung mengalihkan pandangannya.

Apa yang akan Yunho lakukan ketika mendengar Jaejoong pingsan? Kita intip di chapter selanjutnya yah ^^ gomawo