Airigato telah mereview cerita yang acak-acakan ini, dan kurang menarik.

.

Disclamer

Naruto dan High School DxD bukan punya saya.

Naruto & High School DxD: Dark Bring Master

Raiting: M

Genere: Adventure, Fantasy, Romance, Supernatural

Pairing: Naruto x Harem

Warning: Abal, Gaje, OOC, OC, Typo

.

Chapter 7

.

Diadakan sebuah pesta besar-besaran disalah satu gedung didunia bawah. Para tamu undangan mulai ramai dipesta itu. Pesta itu adalah sebuah pesta pertunangan antara Raiser Phenex dan Rias Gremory.

Terlihat kelmpok iblis Rias saling berkempul bersama dengan kelompok iblis Sona Sitri disebuah meja putih yang terdapat air cola diatasnya.

"Kalian kalah telak, tapi aku akui kalau kalian memang hebat, mampu membuat Raiser terpojok" ucap Sona kepada kelompok iblis Rias yang sedang menikmati air cola.

Issei yang sedang meminum air cola berhenti sejenak. "Pertunjukannya masih belum berakhir Sona" ucap Issei tenang dan kembali meminum air cola ditangannya yang tadi sempat berhenti.

"Senpai kau kenapa? kau sakit? tumben sekali kau berkata seperti itu" ucap Koneko datar dengan menaruh gelas air cola yang sudah habis diatas meja putih.

"Aku diajari Naruto-senpai kalau hidup itu harus tenang dan jangan terburu-buru, apa lagi terbawa hawa nafsu, itu akan menyusahkan kita" ucap Issei tenang dan menaruh gelas cola ditas meja putih yang ada dihadapannya.

"Heh aku tidak percaya kau mau mengikuti ucapan Naruto-senpai, Issei-kun" ucap Kiba ramah seperti biasanya dan memerkan senyum andalannya, yang membuat gadis iblis remeja terpesona dengan pipi memerah. Sedangkan Sona yang masih tidak mengerti pernyataan Issei, mencoba bertanya pada sang Kaisar Naga Merah yang doyan Oppai.

"Maksud mu apa Issei-san?" tanya Sona yang tidak mengerti perkataan Issei. Issei menghela nafas sejenak dan menhembuskannya kembali.

"Aku kira kau orang yang pintar Sona-Kaicho, tapi aku salah" Issei berhenti sejenak dan mendekati jarak wajahnya dengan wajah Sona yang mulai memerah. "Kau akan tahu nanti Sona-Hime" tambah Issei tepat dikuping Sona yang membuat darah Sona mendidih karena nafsu seksualnya, terlibih lagi Issei menjilat kuping Sona yang membuat Sona semakin bernafsu karena salah satu bagian sensitif dirinya dijilat Issei.

"Hey apa yang kau lakukan brengsek!" teriak salah satu iblis bawahan Sona yang bernama Saji yang berteriak karena emosi memuncak melihat Sona diperlakukan seperti itu.

"Kau kenapa Saji? kau kalah saing dengan ku untuk merebuat hati Sona-Kaicho?" ejek Issei sinis yang membuat Saji semakin emosi. "Aku memang tak akan bisa merebut hati Boucho dari Naruto-senpai, atau Akeno-san yang telah jatuh hati pada Naruto-senpai, aku memang pasti kalah saing dari Naruto-senpai. Tapi dengan mu jangan harap" tambah Issei dengan menunjukuk Saji dikalimat terakir. Sedangkan Saji terdiam seperti patung karena tidak percaya kalau murid paling dibenci di Kuoh Akademi bisa berkata orang yang jarang di katakan.

Issei yang menatap Saji kembali menengok dan menatap Sona yang wajahnya telah memerah tapi dapat ditutupi oleh wajah tegasnya walaupun itu tidak berguna dihadapan Hyoudo Issei.

Issei menyeringai melihat wajah Sona yang seperti itu, Issei tahu kalau orang tegas ada dihadapannya menahan nafsu untuk melakukan adegan ranjang bersama seorang lelaki yang dapat memuaskan nafsu seksualnya.

Sona semakin tidak karuan melihat Issei mendekatinya. Hatinya bergejolak, darahnya mendidih, sekujur tubuhnya melemas, bahkan untuk menjauh dari Issei saja sudah tidak kuat karena nafsu seksualnya terhadap orang yang ada dihadapannya.

"Neh Sona-Kaicho sepertinya kau menahan nafsu seksual mu" bisik Issei tepat ditelangi Sona yang sensitif akan rangsangannya. "Kita akan melakukannya nanti setelah acara ini selesai Sona-Kaicho" tambah Issei yang diakhiri dengan jilatan dikuping Sona yang membuat Sona mendesah pelan.

"Aaahhh"

.

Disebuah ruangan, yang diketahui tempat tata rias, kini terdapat gadis cantik berambut merah crimson, yang duduk didegn cermin. Perempuan itu tampak elegan dengan rambutnya yang panjamg hingga punggungnya, dan gaun putih membalut tubuhnya yang langsing bagaikan gitar spanyol.

Rias, Rias Gremory, nama sosok gadis cantik yang tampak elengan itu. Dari cermin didepan Rias, terpantul wajah Rias yang menunjukan ekspresi kesedihan dan tetesan bening terus mengalir darg mata biru kehijaunnya. Hari ini adalah hari pertunangannya dengan salah satu keluarga Phenex, tapi kenapa ia sedih? jawabannya hanya satu, orang yang bertunangan dengannya bukan orang yang ia cintai.

Hanya satu orang yang telah menghiasi dan mengisi hatinya. Naruto, Naruto Namikaze, sang tangan kanan Maou Lucifes, dia lah yang telah mengisi hatinya yang selama ini belum ada yang mengisi dengan kata lain Naruto adalah cinta pertamanya, yang ia harapan juga sebagai cinta terakhirnya.

Rias terus mengulurkan cairan bening dari mata biru kehijauannya. Tanpa henti dia terus menyebutkan nama orang yang ia cintai.

"Naruto-kun selamatkan aku"

.

Disebuah Apartemen kecil, terlihat sosok pemuda berambut pirang alami dengan gaya jabrik sedang mengutak-atik lemari kecil yang ada dihadapannya. Pemuda itu hanya mengunakan celana boxer hijau untuk menutupi tubuhnya.

Naruto, Naruto Namikaze, sang tangan kanan Maou Lucifer, yang sedang menguatik-atik lemari kecil yang ada dihadapannya. Baju demi baju terus digeser oleh Naruto untuk menemukan pakaian yang dibelikan oleh Rias dulu saat sesudah penyelamatan Asia digereja tua, yang kata Rias merupakan hadiah ulang tahunnya, karena saat Rias memberikan hadiahnya tepat pada tanggal 10 oktober.

Naruto menyunggingkan senyum ketika pakaian yang ia cari ketemu dibagian paling belakang lemari. Yaitu sebuah jas hitam dengan dalaman kemeja putih, dan celana jeans pensil berwarna hitam gelap. Tanpa buang waktu Naruto menyambar pakaian yang ada dihadapannya dan memakainya.

Naruto tampak tampan memakai kemeja putih, dibalut jas hitam yang dibiarkan terbuka dan celana jeans penail hitam. Tanpa basa-basi Naruto menyambar sepatu yang juga pemberian waktu itu, dan memakainya dengan cepat.

"Rias tunggu aku" ucap Naruto yang menghilang dengan lubang vortex yang keluar dari kalung Dark Bringnya.

.

Pesta besar-besaran terus berjalan lancar, tapi mereka harus berhenti ketika sang pemilik acara datang dengan lingkaran sihir berlambang ckan Phenex. Dia adalah Raiser Phenex orang yang mempunya pesta besar-besaran ini.

"Para tamu undangan saya akan memperkenalkan calon istri saya" Raiser berhemti sejemak ketika lingkaran sihir berwarna merah tiba disebelahnya, dan muncul sosok gadis yang diketahuh adalah Rias, sang pearis clan Gremory. "Ini dia Rias Gremory" lanjut Raiser menyeringai.

Tamu undangan ricuh ketika sang primadona clan Gremory tiba. Laki-laki pada kecewa karena Rias akan bertunangan dengan Raiser. Sebenarnya kaum laki-laki bukan kecewa karena Rias akan bertunangan, tapi kecewa karena Rias bertunangan dengan laki-laki berengsek macam Raiser yang suka merebut kekasih orang dan dijadikan budaknya, tapi mereka bisa apa? Mereka tidak bisa apa-apa dihadapan Raiser yang tepkenal abadi.

BRAK!

Para tamu undangan mengalihkan pandangan mereka ke pintu gedung pesta yang dibuka dengan kasarnya, kecuali Issei yang sudah tahu siapa yang datang.

Didepan pintu kini tampak Naruto yang menendang pintu gedung pesta dengan kedua tangannya dimasukan kedalam saku celana pensilnya, dan tidak membawa senjata andalannya, Elucidator Dark Bring.

Tamu undangan menunjakan wajah shok ketika melihat Naruto. Bagaima mungkin seseorang yang mereka rasakan tidak mempunyai kekuatan sihir, apa dia cari mati, itu lah yang ada dipikiran para tamu undangan lelaki, kecuali perempuan yang tampak merona melihat kehadiran Naruto yang tampak cool, termasuk Ravel Phenex sang adik dari Raiser Phenex.

Wajah Rias kini tampak bahagia melihat kehadiran sosok orang yang ia cintai, tapi berbeda dengan Raiser yang menunjukan ekspresi kemarahan pada tamu yang tidak diundang olehnya.

"Siapa kau? berani sekali kau merusak acara ku" teriak Raiser marah. "Penjapa cepat usir di-" belum sempat Raiser menyelesaikan ucapannya, pundaknya didepuk oleh seseorang.

"Dia adalah tamu ku Raiser" ucap seseorang dari belakang Raiser yang ternyata adalah sang raja iblis dunia bawah, Sirzerch Lucifer.

Tamu undangan dibuat terkejut oleh perkataan Sirzerch, kecuali Issei yang sudah tahu kedatangan Naruto kesini, dan Sona yang mulai paham perkataan orang yang ia baru ia cintai.

"Seperti kerusuhan akan segera dimulai, hm? bukan begitu Sona-Kaicho?" tanya Isse kepada Sona yang sedang membetulkan kaca matanya.

"Ya kurasa begitu ku Issei-kun, bisa panggil aku Sona saja" jawab dan pinta Sona tenang pada orang yang ia cintai.

"Hm, baiklah Sona" balas Issei tenang, seperti yang diajarkan Naruto padanya waktu itu sebulum melawan Raiser, jangan menunjukan ekspresi mu didepan orang lain, itu lah yang diajarkan Naruto padanya.

Tamu undangan terus memperhatikan sosok Naruto yang terus berjalan kearah altar dengan tenang dan memasukan tangannya kedalam saku celama pensilnya.

"Raiser aku ingin kau melawan dia sebelum membawa adik ku yang manis, jika kau kalah kau harus membatalkan pertandingan ini, tapi jika kau menang kau boleh langsung menikahi adik ku" jelas Sirzerch pada Raiser yang menyeringai.

"Baiklah kalau begitu, Sirzerch" ucap Raiser dengan tidak sopannya pada sang Maou Lucifer.

"Apa dia berniat bunuh diri melawan Raiser tanpa pedangnya" batin Sirzerch yang mulai kawatir pada Naruto.

Tamu undangan dibuat shok kembali termasuk Issei dan Sona. Naruto kesini karena suruhan Lucifer-sama, tapi itu juga mungkin karena, mana mungkin ia bisa masuk kesini tanpa undangan.

Naruto kini tampak didepan sang adik Maou Lucifer, tanpa buang waktu, Naruto berlutut dihadapan Rias dan memberi sebuah bunga mawar pada Rias.

"Rias boleh aku merebut mu darinya dan menjadikan mu sebagai istri ku, jika ia terima bunga ini, dan tidak buang bunga ini" ucap Naruto seperti halnya pangeran yang melakukannya pada cinderela, itu lah yang Naruto dari buku novel yang ia baca.

Tamu undangan hanya mampu mengucapkan satu kata 'romantis' pada sosok Naruto yang seperti pangeran.

"K-KAU" ucapan Raiser tidak ditanggapi oleh dua insan yang tampak romantis.

Tangan kecil Rias perlahan bergerak untuk menyentuh bunga mawar yang dibawa Naruto, dan mengambilnya dari tamgan Naruto.

"Aku tidak bisa menolak perjodahan ini, tapi dengan senang hati, aku mengizinkan mu merebut ku dari Raiser si hidung belang" ucap Rias tersenyum manis pada Naruto.

Tamu undangan mencoba menahan tawa mendengar Rias menyebut Raiser hidung belang, termasuk Ravel sang adik yang menahan tawa, bagaimana pun ia sudah muak dengan sikap Raiser pada budaknya. Raiser menahan emosinya bagaimana pun ia tidak boleh melukai Rias dihadapan Sirzerch kalau tidak mau mati konyol.

"Baiklah Hime" ucap Naruto berdiri dari berlututnya. Naruto mengalihkan pandangannya dan menatap Sirzerch. "Cepat pindahkan kami" pinta Naruto tenang. Tanpa disuruh dua kali Sirzerch, menjentikan jarinya, seketika muncul lingkaran sihir yang membawa Naruto dan Raiser berpindah tempat disuatu Arena.

Muncul lingkaran sihir berwarna abu-abu dihadapan Naruto dan Raiser yang memunculkan seorang gadis muda berusia 18 tahun berambut abu-abu yang memakai pakaian Maid, dan merepukan kakak angkat Rias, dan adik angkat Sirzerch.

"Peraturannya, siapa yang menyerah, atau tidak dapat berdiri maka dianggap kalah" ucap sang Maid tenang.

"Terimakasih Grayfia telah membacakan aturannya" ucap Naruto dengan senyum kecilnya, yang membuat sang Maid yang bernama Grayfia merona.

"Sa-sama-sama" ucap Grayfia terbata yang langsung pergi dengan lingkaran sihirnya.

Naruto segera mengalihkan pandangannya pada sosok Raiser yang menunjukan ekspresi arogan, dan mengejek Naruto.

"Lebih baik kau menyerah dari pada kau mati disini" ucap Raiser arogant, dengan menunjukan seringai mengejek pada Naruto yang menatapnya dengan datar.

"Heh menyerah, seharusnya kau yang menyerah sebelum ku permelakan clan Phenex dihadapan ku" balas Naruto tenang dan memejamkan kedua matanya.

"Jangan menghina ku bajingan" ucap Raiser kesal dan melempar bola api yang cukup besar kepada Naruto yang hanya diam ditempat tanpa bergerak sedikitpun dari tempatnya.

Sebuah seringai muncul dibibir Raiser ketika Naruto tidak bergerak sedikit pun dari tempatnya.

DUAR!

.

"NARUTO-KUN" teriak Rias kencang saat terjadi ledakan yang cukup besar di arena pertandingan. Para penonton menatap Naruto dengan pandangan kawatir melihat Naruto terkena telak dengan serangan bola api Raiser. Semoga ia baik-baik saja, batin para penonton yang menyaksikan dengan live pertandingan Naruto Vs Raiser.

"Naruto akan baik-baik saja, tenang lah Rias" ucap Sirzerch mencoba menenangkan sang adik yang tampak kawatir pada Naruto.

.

Raiser tak menghilangkan seringainya sedikit pun saat Naruto, tidak bergerak dari tempatnya dan terkena dengan telak serang bola apinya.

"Aku tak akan senang menang melawan mu" ucap Raiser arogant, dan membalikan badannya berniat meninggal kan arena.

"Apa hanya itu serangan mu Raiser?" tanya seseorang dari balik kumpulan asap dengan nada datar. Tanpa buang waktu Raiser membalik badannya. Shok, ya itu lah yang ia rasakan saat ini, begitu juga para penonton serta Rias dan budaknya, kecuali Issei yang hanya menatap layar proyektor, dengan pandangan datar.

"Membosankan" guman Issei datar, dan menyesap cola yang ada ditangannya.

.

(Kembali kearena)

Kini didepan Raiser tampak Naruto yang berdiri tegak ditempatnya tanpa bergerak sedikit pun, dan bahkan memejamkan kedua matanya.

"Akan aku beri kau waktu 1 menit untuk menyerang ku dan aku tidak akan bergerak, tapi jika 1 menit telah berlalu, bersiaplah kau akan mengalami penyiksaan yang tak pernah kau bayangkanp" ucap Naruto datar, dengan memejamkan kedua mata saffirnya.

Raiser tampak emosi melihat lawannya mengasiani dia. Baru pertama kali ada musuh yang berani menantang keluarga Phenex untuk menyerang duluan, sang Raja iblis, Sirzerch Lucifer saja tidak berani menantang keluarga Phenex hingga seperti itu, tapi orang didepannya begitu berani bahkan didepan orang banyak yang mempunyai nama Phenex, itu lah yang ada difikiran Raiser saat ini.

"Waktu terus berlalu" lamunan Raiser buyar seketika, saat Naruto berucap dengan datarnya.

.

Para penonton, termasuk Rias dan Issei dibuat shok saat Naruto menyuruh Raiser untuk menyerang duluan. Apa dia sudah gila menyuruh Raiser menyerang duluan, dan ia tak akan bergerak ditempatnya, itu lah isi pikiran para iblis yang menonton.

"NARUTO-KUN APA KA-" ucapan Rias berhenti ketika ada orang yang memegang pundaknya. Rias memalingkan wajahnya, dan menatap orang yang memegang pundaknya ternyata Kakaknya, Sirzerch Lucifer.

"Tenang lah, aku yakin Naruto tak apa" ucap Sirzerch menenangkan sang adik yang tampak gelisah. "Sepertinya ia ingin bermain sebentar" batin Sirzerch tersenyum.

Para budak Rias yang mulai sadar dari shoknya, segera mengalihkan pandangan mereka, dan menatap layar proyektor yang menunjukan, Raiser sedang menembaki Naruto dengan bola api tapi bola api Raiser hanya menembus tubuhnya.

"Ara ara kekuatan macam itu hingga serangan Raiser tak ada yang mengenainya" ucap Akeno sensual seperti biasanya.

"Bagaimana kita menyerangnya jika selalu tertembus?" tanya Asia entah pada siapa.

"Kekuatan yang mengerikan" ucap Koneko datar, sambil memakan cemilan yang ada ditangannya.

"Aku tidak menyangka jika Naruto-senpai mempunyai kekuatan yang mengerikan" ucap Kiba ramah sepertinya.

.

Raiser benar-benar dibuat terkejut, serangannya tak ada yang mengenai Naruto, bukannya tak mengenai tapi menembus tubuh Naruto yang seperti hantu.

"Kekuatan macam apa itu?" batin Raiser shok, serangannya tak ada yang mengenai Naruto.

"15 detik lagi" ucap Naruto datar yang membuyarkan lamunan Raiser. "10 detik lagi" ucap Naruto datar. Tanpa buang waktu Raiser menciptakan api ditangannya dan berlari kearah Naruto dengan menganyunkan tinju apinya.

TAP!

Tangan api Raiser ditangkap dengan mudahnya oleh Naruto, menggunakan tangan kanan, dan mata yang masih terpejam. Perlahan-lahan Naruto membuka matanya dan menatap Raiser dengan pandangan datar.

"Waktu mu telah habis dari 2 detik yang lalu, jadi..." Naruto menggantungkan ucapannya, dan bersiap menendang Raiser, dan melanjutkan ucapannya. "Waktunya penderitan mu dimulai"

BUAKH!

Raiser terpental jauh saat Naruto menendang perut Raiser memakai dengkulnya yang dilapisi jeans pensil berwarna hitam.

Tanpa ada yang melihat Naruto menyeringai yang jarang ia perlihatkan diwajah datarnya.

"Bersiaplah Raiser"

.

Digedung tua kini terdapat 4 orang yang menatap tajam seorang laki-laki berpakaian serba hitam yang menatap ke 4 orang dengan seringai mengejek dibibirnya.

"Kalian bersiaplah menerima ajal kalian, Akatsuki"

.

.

.

BERSAMBUNG!

.

Didalam pertarungan Naruto Vs Raiser, Naruto tidak menggunakan pedang Elucidator, tapi menggunakan kekuatan Dark Bring Kamui dan satu lagi yang masih rahasia, dan Chapter depan akan terbongkar salah satu kekuatan Dark Bring yang Naruto temukan.

.

Saya akan berikan profil Lee

Nama: Portgas D. Lee/Rock Lee

Umur: 18 tahun

Kekuatan: [Fire Make]

Senjata: Pisau kecil

Job: Pemburu iblis

Julukan: Hiken no Lee

.

Untuk Lee tidak punya kekuatan Mera Mera no Mi, karena fic ini tidak ada buah setannya, dan tidak mungkin kalau Naruto mempunya Haki.

.

Saya kasih sedikit bocoran, fic ini akan kelar sekitar 15 chapter keatas, saat melawa Kakabiel, tapi tenang akan lanjut keseason 2 dengan Naruto mempunyai kekuatan baru, dan dengan judul yang berbeda.

.

Mohon Review

.