Tittle : MY BAD BOY

Cast : Jung Yunho, Kim Jaejoong, Park Yoochun, Kim Junsu, Shim Changmin, Cho Kyuhyun, And other cast

Genre : Romance/Family/NC21/MPREG

Marga disesuaikan dengan kebutuhan cerita. Jadi disini ada beberapa karakter yang nadal masukin, bukan berarti nadal ga suka sama orang tersbut, tapi lebih untuk kebutuhan cerita ^^ ingat ini hanya fiksi ^^

Reader yang penasaran sama hubungannya bakal nadal jawab di Chapter-chapter berikutnya yaahhh

Happy Reading ^^

Sebelumnyaaahhh~

Junsu dan Changmin sama-sama sedang menikmati makanannya, tidak berbeda dengan Yunho dan Yoochun yang tengah mengobrol dan masing-masing memegang gelas.

"yak au tahu? Baru saja ada yang pingsang di dekat ruang UKS.." ucap salah satu murid yang baru saja duduk dan tidak jauh dari meja Yunho.

"siapa memangnya?" tanya lawan bicaranya.

"Kim Jaejoong, tadi beberapa siswa sih ada yang langsung menggotongnya masuk kedalam ruang UKS, aneh sekali, biasanya dia terlihat baik-baik saja, malah sok jagoan"

Yunho yang tidak sengaja mendengar ucapan murid tersebut langsung mengalihkan pandangannya.

Chapter 8~

Yunho yang tidak sengaja mendengar ucapan murid tersebut langsung mengalihkan pandangannya.

"kenapa bisa begitu?" tanya lawan bicaranya lagi.

"aku tidak tahu, katanya sih wajahnya sedikit pucat" ucap orang itu lagi. Yunho kembali menatap Yoochun. Seangkan Yoochun yang ditatap seperti itu hanya menaikan pundaknya. Yunho langsung bangkit dari duduknya dan membayar pesanan makanan yang belum sempat dihabiskan dan langsung meninggalkan kantin.

"haaahhh aku di tinggal lagi" gerutu Yoochun kemudian menatap kearah meja Junsu dan Changmin.

"Changmin-ah, kapan-kapan aku kerumahmu ya, aku mau belajar" ucap Junsu menatap Changmin yang masih sibuk dengan makanannya.

"iya kau datang saja, paling-paling aku minta tolong Yunho hyung untuk mengajari kita"

"ya udah berarti nanti ak-"

"ekhem, boleh aku duduk disini?" tanya Yoochun yang muncul dan menaruh mangkuk serta gelasnya.

"oh seonsangnim, boleh saja" ucap Changmin senang hati dan Yoochun langsung saja duduk disamping Junsu yang langsung sedikit menggeser tubuhnya "Yunho hyung kemana?" tanya Changmin kemudian.

"dia pergi ketoilet dan langsung kembali ke ruang guru, padahal aku belum selesai makan" dengus Yoochun "ya, kau kenapa geser-geser?" tanya Yoochun heran melihat Junsu.

"aku mau geser saja seonsangnim"

"kau tidak suka aku duduk disini?"

"bukan begitu, kan tidak enak duduk terlalu dekat" ucap Junsu menjelaskan.

"aku mau pesan minuman lagi" ucap Changmin yang langsung bangkit dari duduknya.

'Changmin-aaahhh kenapa kau malah meninggalkanku disini berdua' gerutu Junsu dalam hati dan sambil menunduk. Sedangkan Yoochun tenang-tenang saja dan mulai melanjutkan makannya.

.

.

.

CLEK

Yunho membuka pintu ruang UKS dimana Jaejoong tengah tertidur berbaring disalah satu ranjang dengan tenang tanpa ditemani siapapun. Yunho mulai mendekat menaruk kursi dan mulai duduk di samping ranjang Jaejoong. Cukup lama Yunho hanya diam dan memperhatikan wajah pemilik hidung bangir tersebut sampai mata doe itu terbuka.

"nngghh.." Jaejoong melenguh dan langsung memegang kepalanya "ini dimana?" tanya Jaejoong bingung tanpa menyadari Yunho ada disampingnya.

"tadi kau pingsan dan dibawa ke ruang UKS" jawab Yunho singkat. Jaejoong yang baru saja menyadari suara Yunho yang tepat berada disampingnya langsung memposisikan tubuhnya untuk duduk.

"apa yang kau lakukan disini?" tanya Jaejoong langsung.

"apa aku salah jika ingin mengetahui keadaan orang yang menjadi tanggung jawabku saat ini?"

"kau tidak perlu melakukannya" ucap Jaejoong ketus.

"kau pingsan dan aku takut terjadi sesuatu denganmu"

"aku tidak apa-apa aku mau ke kelas" ucap Jaejoong lagi dan langsung turun dari ranjang.

"kenapa kau selalu seperti ini, kau membuatku bingung" ucap Yunho yang sudah bangun dan menahan tangan Jaejoong dengan kasar.

"lepaskan aku!" pekik Jaejoong sedikit keras dan langsung menghempaskan lengan Yunho.

"aku ini peduli padamu, tidak bisa kau hargai aku sedikit?!" ucap Yunho yang sudah mulai geram.

"kau tidak perlu pedulikan aku seonsangnim" ucap Jaejoong yang sudah kesal saat melihat Yunho dan langsung berbalik badan.

"tatap aku jika bicara" ucap Yunho sambil membalikan badan Jaejoong untuk menghadapnya "dengarkan aku, apapun yang terjadi aku pasti akan bertanggung jawab, percaya padaku dan berhentilah bersikap seperti anak kecil, kau sudah dewasa Kim Jaejoong" ucap Yunho sambil memegang pundak Jaejoong. jaejoong sendiri hanya diam menatap Yunho "kau percayakan?" mendengar itu Jaejoong hanya meangguk dengan pandangan yang sedikit ragu.

CLEK

Pintu ruang UKS terbuka dan menampakan Changmin yang langsung diam terpaku menatap dua orang dihadapannya dengan saling menghadap dan Yunho memegang pundak Jaejoong. Yunho dan Jaejoong sama-sama menengok kearah Changmin. Tidak lama Jaejoong tersadar melihat kearah tangan Yunho yang masih berada di pundaknya langsung menyingkirkan tangan Yunho dan mundur sedikit dari Yunho. Sedangkan Yunho malah bingung dengan gelagat Jaejoong.

"hyuuung, apa yang sedang kalian lakukan disini?" Tanya Changmin bingung.

"aku.. aku..aku mau ke kelas" ucap Jaejoong gugup dan salah tingkah, kemudian langsung meninggalkan hyung dan dongsaeng itu dalam ruang UKS.

"hyung, apa yang kau lakukan dengan Joongie? Dan dan sejak kapan kalian dekat? Apa yang sebenarnya kalian sembunyikan?" Changmin malah langsung memberondongkan pertanyaan pada Yunho.

"aku hanya.. hanya mengecek keadaannya karena aku dengar seseorang membicarakannya dikantin" ucap Yunho sedikit berbohong.

"kenapa kau tidak bilang padaku, malah aku tahu dari orang lain" ucap Changmin bingung.

"apa itu mengganggumu? Tidak kan? Jadi jangan banyak tanya" ucap Yunho menjenggulkan kening Changmin dan langsung meninggalkannya.

"ya hyung. Kau masih berhutang jawaban padaku, kau berbohong kan, hyung?" tanya Changmin lagi sambil menyeimbangkan langkah Yunho.

"berbohong untuk apa? Kau ini banyak tanya sekali" ucap Yunho yang mengacuhkan Changmin.

"kau kan dan Joongie selalu perang dingin, kenapa tiba-tiba kalian.. tadi.. itu…" ucap Changmin yang bingung dengan kata-katanya sendiri.

"aku tidak ada apa-apa" ucap Yunho yang masih cuek.

"hyuuuung, jangan bohongi aku, atau akan aku adukan pada umma" ancam Changmin.

"adukan apa? Apa sih yang kau tahu"

"hyuuuung, beritahu aku hyuuuung"

"ya Jung Changmin, sebentar lagi kau ada kelasku kan? Cepat masuk!" bentak Yunho.

"lihat saja, aku pasti akan tahu meski tidak kau beritahu! Awas loh" ucap Changmin sedikit ngambek dan pergi meninggalkan Yunho.

"haaahhhhh, aku harus bagaimana kalau sudah begini" ucap Yunho mengusap wajahnya dan berjalan menuju ruang guru.

.

.

.

Changmin masuk kedalam kelas dengan wajah kesal dan langsung saja duduk di samping Jaejoong yang sedang menelengkupkan kepalanya di meja.

"hey kau kenapa, Chwang?" tanya Junsu heran melihat tingkah Changmin.

"ada yang harus aku introgasi" ucap Changmin enteng "ya, hyung. Aku mau bertanya padamu"

"hhhnnng" sahut Jaejoong malas.

"ada hubungan apa antara kau dan Yunho hyung?" tanya Changmin langsung dengan wajah penasaran.

"jangan tanya aku yang macam-macam, Chwang. Aku sedang pusing" ucap Jaejoong malas.

"apa maksudmu hubungan?" tanya Junsu akhirnya.

"itu tuh, tadi dia berdua-duaan dengan Yunho hyung di UKS"

"berduaan dengan Jung seonsangnim? Apa kau serius?" tanya Junsu lagi. Sedangkan Jaejoong hanya diam tidak menanggapi.

"kau tanya saja dia, aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri, bukan apa-apa, hanya saja aku kesal kenapa tidak jujur padaku?"

"aku bilang aku tidak ada apa-apa" ucap Jaejoong lagi.

"lalu apa artinya Yunho hyung memegang pundakmu dan kalian berbicara berhadap-hadapan?"

"jangan tanya aku aku sedang pusiiiiiiiinnnggggg" rengek Jaejoong.

"baiklah, taoi kalian berdua masih berhutang penjelasan padaku, ingat itu" ucap Changmin tambah kesal.

.

.

.

Jaejoong merapikan tasnya dengan sedikit tidak bersemangat, wajahnya juga terlihat sedikit pucat dan sesekali dia menyender pada tembok.

"temani aku beli komik ya" ucap Changmin.

"ayo saja, tapi jangan pulang terlalu sore, hyungmu kan memberikan tugas pada kita.

"hah, masalah tugas gampang, itu urusan nanti" ucap Changmin enteng "ya hyung. Kau ikut tidak?" tanya Changmin pada Jaejoong yang sejak tadi diam saja.

"ani, kalian saja, aku merasa tidak enak badan"

"mmmm, kalau begitu kau pulang hati-hati ne? aku dan Junsu akan pergi lebih dulu"

"hhhmmm" sahut Jaejoong lagi.

"baiklah kami duluan ya, hyuuunng" ucap Changmin menarik lengan Junsu.

"ya pelan-pelan kau membuatku tersandung tadi!" bentak Junsu.

"kau bilang kan jangan sampai pulang terlalu sore, maka dari itu kita harus cepat" jawab Changmin yang masih menarik Junsu sampai menghilang di balik pintu kelas.

Jaejoong mengambil tas punggungnya kemudian berjalan keluar dari kelas yang sudah sepi. Jaejoong berjalan sendiri dengan wajah yang lesu dan terdapat keringat di keningnya.

"Kim Jaejoong" Jaejoong berhenti saat mendengar suara bass yang cukup familiar ditelinganya kemudian Jaejoong menoleh kearah suara, kearah Yunho yang sudah berdiri melipat kedua lengannya didepan dada.

"ada apa, seonsangnim?"

"bisa kau ikut aku sebentar?"

"aku tidak bisa, aku mau pulang" ucap Jaejoong tidak semangat.

"hanya sebentar tidak lama"

"lalu bagaimana dengan sepedaku?"

"itu urusan gampang, yang jelas sekarang ikut aku" ucap Yunho yang langsung menarik lengan Jaejoong tanpa persetujuan.

"seonsangnim! Apa-apaan ini?" tanya Jaejoong yang mulai panik.

"Jung seonsangnim" panggil Ahra dari arah belakang. Yunho langsung menghentikan langkahnya dan melepaskan tangan Jaejoong.

"kau mau kemana membawa anak ini?"

"aku punya nama Go seonsangnim" ucap Jaejoong ketus.

"ya, kau. Tidak bisa kah kau sopan sedikit terhadap guru? Dimana sopan santunmu?"

"lagipula kau duluan yang tidak sopan mengatakan 'anak ini' aku kan punya nama"

"sudah cukup, apa yang kalian berdua lakukan. Hal seperti itu saja dipermasalahkan" ucap Yunho melerai keduanya. Dan Jaejoong langsung memasang wajah cemberut kemudian melipat kedua tangannya didepan dada. Yunho sedikit menghela nafas ketika melihat sikap labil Jaejoong "ada apa Ahra-shi? Aku tidak punya waktu banyak"

"bisa kau temani aku untuk mencari beberapa buku materi?"

"mianhae, tapi aku tidak bisa. Lain waktu saja"

"tapi Jung seonsangnim, aku butuh buku itu untuk besok"

"tapi aku tid-"

"Jung seonsangnim, bisakah kita pergi sekarang? Aku punya banyak hal yang harus aku kerjakan di rumah" ucap Jaejoong yang mulai gerah melihat tingkah manja Ahra.

"ya, kau pikir kau siapa menyuruh-nyuruh Jung seonsangnim untuk pergi bersamamu?" tanya Ahra dengan ketus memajukan tubuhnya dan melotot kearah Jaejoong.

"bukan aku yang mengajaknya, tapi dia, kenapa kau yang sewot? Memang kau siapa?!" tanya Jaejoong yang mulai terlihat naik darah.

"ya kauuu!"

"sudah hentikan, ini masih dilingkungan sekolah, apa kalian berdua tidak malu?" ucap Yunho menjauhkan jarak antara Jaejoong dan Ahra.

"urus saja wanitamu itu, aku mau pulang" ucap Jaejoong yang langsung meninggalkan keduanya.

"ya, Kim Jaejoong tunggu dulu" pekik Yunho yang langsung mengejar Jaejoong.

"Jung seonsangnim, kau mau kemana?" tanya Ahra yang juga mengikuti keduanya. Yunho yang menyadari kalau Ahra mengikutinya dan Jaejoong langsung menghentikan langkahnya.

"Ahra-shi. Aku bilang aku tidak bisa, lain waktu saja aku akan menemanimu, itupun jika aku ada waktu, kumohon"

"kau mau kemana? Terlebih apa hubungannya kau dengan anak itu, Jung seonsangnim?" tanya Ahra yang mulai geregetan.

"aku tidak bisa menjelaskannya, maafkan aku" ucap Yunho yang langsung meninggalkan Ahra yang langsung memasang wajah kesal.

.

.

.

"Jaejoong-ah, tunggu" pinta Yunho yang langsung menghentikan gerakan Jaejoong yang akan menaiki sepedanya.

"ada apa lagi? Bukankah kau mau pergi dengan nenek sihir itu? Aku mau pulang" ucap Jaejoong yang sudah kesal.

"kali ini aku mohon jangan seperti ini, aku tidak pergi dengannya, sekarag kau ikut aku" ucap Yunho meohon dan Jaejoong hanya diam "pleaseeee"

"tapi ingat aku ikut denganmu itu karena terpaksa Jung seonsangni"

"terserah apa katamu, kau tunggu disini aku akan mengambil motorku" ucap Yunho yang langsung meninggalkan Jaejoong. Jaejoong hanya memanyunkan bibirnya dan menendang-nengdang batu yang berada didekatnya.

Tidak lama Yunho muncul dengan motornya dan berhenti dihadapan Jaejoong sang sudah berjoong dan menopang dagunya.

"cepat naik" ucap yunho singkat melihat Jaejoong yang berjongkok.

"helm untukku mana?" tanya Jaejoong tanpa mengubah posisinya dri berjongkok.

"aku tidak membawanya"

"lalu bagaimana dengan perlindungan kepalaku?"

"sudah lah, jangan banyak tanya dan jangan membuang waktu" Jaejoong mulai kesal lagi langsung bangun dan naik keatas motor Yunho "pagangan" Jaejoong tidak menyahut dan tidak memegang jaket Yunho "ya sudah terserah" ucap Yunho yang langsung memacu motornya.

"ya! pelan-pelan jika baru jalan!" jerit Jaejoong dari belakang dan langsung memegangi jaket yang Yunho kenakan "menyebalkan sekali sih jadi orang, udah menyebalkan, seenaknya saja, hidup pula" geruta Jaejoong.

"apa yang kau katakan" tanya Yunho yang tidak jelas mendengar ocehan Jaejoong.

"diam dan fokuskan matamu pada jalan!" bentak Jaejoong.

.

.

.

Yunho langsung menghentikan laju motornya dengan sedikit mendadak didepan sebuah apotik dan membuat kepala Jaejoong membentur helmnya.

DUK!

"AW!"

"ya kau, jangan sampai mengantuk jika dimotor"

"aku tidak mengantuk, kau saja yang bodoh mengerem mendadak! Tidak lihat kalau aku tidak memakai helm?!" ucap Jaejoong yang masih jengkel "dan untuk apa kita kesini?" tanya Jeejoong yang semakin bingung melihat apotik didepannya.

"ada yang ingin aku beli dulu" ucap Yunho yang langsung saja turun dan meninggalkan Jaejoong.

"YA!" teriak Jaejoong diatas motor yang miring ketika ditinggal pemiliknya.

Yunho langsung masuk kedalam aotik tersebut dan sedikit melihat-lihat.

"ada yang bisa aku bantu?" tanya seorang apoteker.

"aku membutuhkan…..."

Jaejoong menunggu dengan kesal diatas motor, bisa-bisanya seorang guru berkelakuakn seperti Yunho yang menjengkelkan dan memperlakukan murid sesuka hatinya. Tidak lama Yunho keluar dengan membawa sebuah kantung pelastik kecil ditangannya.

"apa yang baru saja kau beli?" tanya Jaejoong yang sedikit penasaran.

"kau tidak perlu tahu" ucap Yunho yang langsung menaiki motornya lagi "pegangan yang erat" Jaejoong kali ini menuruti kata Yunho dan langsung memegang jaket Yunho. Kemudian Yunho langsung melajukan motornya lagi.

Dalam perjalan Jaejoong sedikit bingung dengan arah pikiran gurunya itu. Kenapa mereka harus kembali ke sekolah, padahal dia bilang mau mengajaknya pergi. Yunho langsung memarkirkan motornya dengan asal disebelah sepeda Jaejoong karena sekolah sudah sepi dari semua penghuninya.

"turun" Jaejoong menurut untuk turun dengan berbagai pertanyaan dalam otaknya.

"sonsangnim, kenapa kau membawaku kembali kesekolah? Kau bilang kita akan pergi?"

"jangan banyak tanya sekarang kau ikut aku" ucap Yunho yang langsung menarik tangan Jaejoong.

"sebenarnya apa yang kau rencanakan? Apa kau akan melakukan sesuatu padaku di sekolah atau semacamnya seperti malam itu?" tanya Jaejoong polos.

"pikiranmu kotor juga ternyata, aku tidak akan melakukannya" jawab Yunho yang mengerti arah pembicaraan Jaejoong.

"lantas untuk apa kita kesini"

"kubilang jangan banyak bertanya" ucap Yunho lagi sambil membawa Jaejoong masuk kesalah satu toilet sekolah.

"kk kau? mau apa?" tanya Jaejoong yang mulai merasa takut.

"kau tidak dengar kalau aku tidak akan melakukan itu lagi denganmu" ucap Yunho sambl memukul kepala Jaejoong dengan kantung pelastik yang masih dibawanya.

"lalu apa?"

"ini, kau pakai ini" ucap Yunho mengeluarkan sebuat tespack dalam kantung pelastik.

"ini? Untuk apa?" tanya Jeejoong yang masih tidak mengerti.

"kau itu bodoh atau polos sih? Kau cukup masuk kedalam bilik, dan kenakan tespack itu pana air kencingmu" ucap Yunho.

"tapi aku tida ingin kencing sekarang"

"lakukan apa saja, yang penting kau kencing, sudah sana" ucap Yunho yang langsung mendorong Jaejoong masuk kedalam bilik.

"tapi-"

"aku akan menunggu disini" ucap Yunho memotong perkataan Jaejoong dan langsung menutup pintu bilik.

"apa sih maumu? Kau membuatku pusing saja, aku mau pulang juga" gerutu Jaejoong dari dalam bilik. Yunho hanya diam dan menjadi pendengar setia setiap gerutuan Jaejoong yang keluar dari dalam bilik.

"sudah belum? Kenapa lama sekali? Atau akan aku dobrak pintu ini?" ucap Yunho sedikit mengusili Jaejoong.

"nanti dulu! Aku sedang merapikan celanaku! Awas saja kau berani mendobraknya akan ku hajar kau sekalipun kau adalah guruku!" omel Jaejoong.

"maka dari itu cepat keluar"

"ya! aku sudah" uap Jaejoong sambil keuar dari bilik "ini, dan lakukan lah sesukamu dengan benda aneh itu" uca Jaejoong sambil memberikan alat tespack tersebut pada Yunho. Yunho langsung mengambil alat tespack tersebut dari tangan Jaejoong dan mulai memperhatikannya.

Beberapa detik kemudian ekspresi wajah Yunho yang tadinya terlihat santai ini berubah menjadi tegang dan tanpa mengalihkan pandangannya dari alat tespack tersebut.

"Jung, seonsangnim?" tanya Jaejoong yang nampak khawatir. Yunho langsung melirik kearah Jaejoong dengan wajah yang masih terlihat terkejut "kau? Kenapa?" tanya Jaejoong yang sedikit takut dengan cara Yunho memandangnya "ya, Jung sensangnim! Jangan menakutiku!" ucap Jaejoong lagi sedikit memundurkan langkahnya.

"Jaejoong-ah, aku tahu maksud ini apa?" tanya Yunho menunjukkan dua garis merah pada tespack.

"ga garis apa maksudmu?" tanya Jaejoong gugup.

"garis iniiiii… kau hamil, dan itu salahku" ucap Yunho lemas.

"apa kau bilang?! Lalu bagaimana denganku?! Aku masih sekolah!" bentak Jaejoong dengan wajah panik.

"kita jaga rahasia ini jangan sampai ada yang tahu, kau sebntar lagi ujian kan? Jadi jangan khawatirkan masalah itu akau yang akan mengurusnya, kau cukup tutup mulut" ucap Yunho yang tidak kalah panik.

"lalu bagaimana aku menjelaskannya pada orangtuaku, seonsangniiimmmm"

"aku yang akan membantumu menjelaskannya"

"sekarang kau aku antar pulang, dan akan aku antar jemput sekolah mulai besok agar tidak mengganggu konidisimu" ucap Yunho menenangkan dirinya sendiri.

"itu sama saja kau dan aku mau membocorkan masalah ini dengan semua orang melihatku datang kesekolah bersamamu, itu sama saja akan mengundang pertanyaan" ucap Jaejoong yang mulai menampakkan wajah stress.

"kau akan aku turunkan agak jauh dari sekolah dan kau bisa berjalan kaki"

"apa kau bilang?! Enak saja! Lebih baik aku naik sepeda" ucap Jaejoong tidak setuju dengan ucapan Yunho.

"tapi itu bisa membahayakan kondisi kandunganmu!" bentak Yunho.

"kau begitu gugurkan saja dan semunya kan beres" ucap Jaejoong yang mendapatkan solusi buntu.

"tidak! awas saja jika kau berani melakukannya, akan kuhabisi kau" ucap Yunho sedikit mengancam.

"nn neee" ucap Jaejoong yang takut dengan ucapan tajam Yunho.

Pokoknya sekarang kau ikuti saja dengan apa yang aku katakan dan tidak ada bantahan, dan kau harus tutup mulut soal ini termasuk pada Changmin dan Junsu arasseo?"

"a ara" ucap Jaejoong gugup.

_TBC_