Airigato telah mereview cerita yang acak-acakan ini, dan kurang menarik.
.
Disclamer
Naruto dan High School DxD bukan punya saya.
Naruto & High School DxD: Dark Bring Master
Raiting: M
Genere: Adventure, Fantasy, Romance, Supernatural
Pairing: Naruto x Harem
Warning: Abal, Gaje, OOC, OC, Typo
.
Chapter 9
.
Sebuah pusaran vortex muncul digedung pesta acara, dan menampilkan sosok Naruto yang tadinya rapih kini tampak acak-acakan akibat pertarungannya dengan Raiser.
Para penonton memandang takjub dan kagum pada Naruto yang berhasil mengalahkan Raiser beserta budak-budaknya seorang diri.
Mereka berfikir jika Naruto saja sudah sekuat itu bagaimana peragenya? pasti mereka semua kuat, walaupun tidak sekuat Naruto, tapi pasti mereka lebih kuat dari perage Raiser.
Berbeda dengan clan Phenex, mereka memandang Naruto dengan pandangan benci, sekaligus takut. Mereka benci Naruto karena berhasil membuat nama clan Phenex jatut di depan orang banyak, takut karena Naruto sang tangan kanan Maou Lucifer.
Sedangkan Rias, Grayfia, dan Akeno tampak senang Naruto tidak terluka. Issei, Kiba, Koneko, Asia, Sona, dan Sirzerch memandang Naruto dengan pandangan kagum dae takjub.
"Naruto-kun apa kau terluka?" tanya Rias yang kini ada dihadapan Naruto, tentu saja membuat Grayfia, dan Akeno iri, mereka ingin menanyakan hal yang sama tapi sudah didului Rias.
"Aku tidak apa-apa Rias" balas Naruto dengan senyum kecil yang jarang ia perlihatkan, yang tentu membuat 3 gadis yang menggelilinginya, merona, walaupun tipis.
"Naruto-kun apa kau mau minum?" tanya Grayfia cepat, takut pertanyaan didahului Rias atau Akeno, tapi tetap Grayfia mendapat pandangan tajam dari 2 gadis saingannya.
"Tidak perlu Grayfia, aku bisa mengambil sendiri" jawab Naruto tersenyum, yang tentu membuat Rias dan Akeno menahan tawanya, dan pasti mendapat pandangan tajam dari Grayfia.
"Naruto-kun apa kau butuh handuk untuk mengelap keringat mu yang keluar?" tanya Akeno dengan nada sensual, yang pasti mendapat deatglare mematikan dari Rias dan Grayfia.
"Aku tidak butuh Akeno" jawab Naruto tersenyum. Naruto mengalihkan pandangannya pada Sirzerch yang menatapnya kagum dengan senyum dibibirnya. Tidak mau buang waktu terlalu lama, Naruto segera menghampiri Sirzerch. "Sirzerch-sama aku mohon pamit, aku masih ada tugas untuk di selesaikan sekarang" pamit Naruto, yang ingin pergi dengan Kamui, tapi ia urungkan ketika ia melupakan sesuatu yang cukup penting.
Naruto merogoh kantung jasnya, dan mengambil sebuah kotak berwarna merah yang didalamnya terdapat sebuah 3 cincin emas asli.
Tanpa menunggu lama Naruto melemperkan kotak cincin itu pada Rias, Akeno, dan Grayfia, dan dengan sigap Rias menangkap kotak cincin yang dilempar Naruto.
"Itu untuk kalian, maaf jika aku tidak bisa memberikan barang mewah untuk 3 gadis yang mencintai ku dan tidak kucintai, melainkan ku sayangi" ucap Naruto tenang, dan memberikan senyum manisnya yang pasti membuat Rias, Akeno, dan Grayfia merona tipis.
Apa bukan barang mewah? 3 cincin emas asli yang Issei asumsikan mahal bukan barang mewah, lalu apa yang dianggap mewah bagi Naruto, itu lah yang Issei fikirkan tentang Naruto.
"Tidak masalah Naruto-kun walaupun bukan barang mewah yang penting pemberian mu, dan tak penting kau tidak mencintai kami, yang penting kau menyayangi kami" balas Grayfia hangat, yang tidak pernah ia tunjukan pada pemuda lain, selain Naruto, mengenai sifat hangatnya.
"Kalau begitu aku pergi dulu, Jaa ne" dengan kalimat terakhir itu, Naruto pergi, dengan lubang Vortex yang muncul dari kalungnya.
.
Seseorang menggunakan Armor Naga berwarna putih muncul disebuah ruangan, melalui jendela. Vali, Vali Lucifer itu lah sosok yang mengenakan Armor Naga putih yang disebut Balance Breaker.
Armor Naga Vali pecah begitu saja layaknya sebuah kaca, dan menampakan sosok Vali, yang tersenyum maniak.
"Ada apa Vali? kenapa kau tersenyum begitu? apa ada seseorang yang membuat darah mu mendidih?" tanya Kuroka, yang keluar dari dapur, dan membawa 3 cangkir teh.
"Ya, Naruto lah yang telah membuat darah ku mendidih" Vali berjalan kearah sofa dan merebahkan dirinya. "Aku tidak menyangka Naruto mempunyai kekuatan yang mengerikan seperti itu" tambah Vali.
"Bagaimana pertandingannya Vali?" tanya Ophis yang duduk disebelah Kuroka dengan menyesap teh yang dibawakan Kuroka.
"Tentu saja Naruto menang dari bayi iblis itu, bahkan tanpa luka sedikit pun" jawab Vali mengambil cangkir teh yang ada dimeja hadapannya.
"Lalu Harem bagaimana?" tanya Ophis datar, dan kembali menyesap tehnya yang tadi sempat berhenti untuk bertanya pada Vali.
"Aku tidak tahu apa itu Harem, yang aku tahu Naruto memberikan 3 cincin emas pada 3 gadis iblis, kalau tidak salah ia berikan pada, Rias, adik dari Sirzerch, lalu Akeno, anak Baraqiel, dan Grayfia, gadis maid keluarga Gremory" jawab Vali asal, karena memang ia tidak tahu mengenai wanita, ia tahu hanya bertarung, bertarung, dan bertarung.
"Bagus lah" ucap Ophis datar yang menaruh cangkir tehnya yang telah kosong diatas meja.
.
Tiga sosok gadis iblis kini tampak terlihat dihalaman rumah keluarga Gremory, bukan rumah melainkan istana, karena tampak begitu besar.
Tiga sosok gadis itu adalah Rias, Akeno, dan Grayfia, tiga gadis iblis muda dan juga kuat yang mencintai Naruto Namikaze, sang tangan kanan Maou Lucifer dengan julukan Dark Bring Master.
"Aku ingin tahu, kenapa kalian mencinta Naruto-kun" ucap Rias yang berada diayunan yang bergerak kedepan belakang dengan pelan.
"Bukannya lebih bagus jika kau menjelaskan duluan kenapa kau mencintai Naruto-kun, Rias-sama" balas Grayfia berada disisi kiri Rias yang juga duduk diayunan yang bergerak dengan lambat.
"Itu benar Boucho" ucap Akeno berada disisi kanan Rias, yang sama seperti Rias dan Grayfia, ia juga duduk diayunan yang bergoyang.
"Huh baiklah, ini terjadi saat aku pertama kali bertemu Naruto-kun"
.
Flashback
Rias kecil yang sedang bersama dengan kakak tercinta, Sirzerch Lucifer, dan Shion yang merupkan istri dari Sirzerch Lucifer, melihat bangunan sekolah, Kuoh Akademi yang baru dibangun oleh beberapa kuli bangunan.
Rias kecil memandang takjub bangunan Akademi Kuoh yang belum selesai. Ia ingin cepat-cepat gedung Akademi Kuoh selesai, dan bersekolah disitu selama 3 tahun, mungkin lebih.
Rias kecil berlari kesebuah Traktor yang mengangkat sebuah besi untuk salah satu tiang Akademi Kuoh. Mata Rias kecil berbinar-binar, ia ingin menjadi kuat, agar bisa mengangkat besi sebesar itu, tapi sayang ia perempuan, dan dua oppainya kini sudah mulai tumbuh, padahal usianya masih 10 tahun, tapi kenapa oppainya telah tumbuh, entalah, yang jelas hanya Tuhan yang tahu.
Rias kecil tidak mempulikan hal sekitar, karena saking takjubnya dengan Traktor yang mampu mengangkat besi dengan berat lebih dari 20kg.
Sebuah besi yang dibawa Traktor lain datang, tapi entah sengaja atau tidak sengaja, besi yang dibawa Traktor satunya jatuh, dan dibawahnya terdapat Rias kecil yang takjub dengan Traktor lainnya.
"RIAS/RIAS-CHAN AWAS"
Sirzerch dan Shion telat memberi tahu Rias kecil kalau besi besar tepat ada kecil mengalihkan padandangannya keatas. Ia terkejut bukan main, besi besar yang ada diatasnya pasti menimpanya. Ia hanya bisa pasrah saja, karena percuma kabur, pasti ia akan tetap terkena besi yang ada diatasnya.
"RIAS"
DUAR!
Sirzerch terunduk lemas, ia tidak dapat menyelamatkan adik kesayangannya. Seandainya ia dan Shion lebih mengawasi Rias kecil, pasti Rias masih bisa diselamatkan.
Dengan langkah gontai seperti tidak punya tenaga, Sirzerch berjalan ketempat Rias terkena besi besar. Matanya membulatnya sempurna, Sirzerch benar-benar shok dengan keadaan sang adik.
"NII-SAMA" Rias kecil berlari kearah Sirzerch dengan keadaan menangis, dan tanpa luka sedikitpun.
"RIAS" Sirzerch memeluk Rias kecil dengan erat, dia benar-benar kawatir dengan keadaan sang adik satu-satunya.
Shion yang melihat sang adik ipar tidak terluka sedikitpun, tersenyum hangat. Tangan kanannya bergerak kekepala Rias kecil, dan mengelusnya dengan penuh kasih sayang.
"Kau tidak apa-apa kan Rias-chan?" tanya Shion lembut pada Rias kecil yang melepas pelukannya dari Sirzerch.
"Tidak apa-apa Shion-Nee-sama" Rias kecil menggeleng pelan . "Tapi dia telah menyelamatkan ku" tangan kecil Rias menunjuk sosok lelaki, yang kelihatannya seumuran dengan Rias dan berada tak jauh dari mereka.
"Neh siapa nama mu?" tanya Sirzerch pada sosok anak laki-laki yang menyelamatkan adik kesayangannya, yang tengah berjalan kearah mereka.
"Naruto, Naruto Namikaze" jawab anak lelaki, yang menyelamatkan hidup Rias, yang ternyata Naruto, lebih tepatnya Naruto kecil.
"Naruto mau kah kau ikut bersama kami ke rumah ku?" tanya Sirzerch lembut pada Naruto kecil yang tampak imut dengan ekspresi datarnya.
"Tidak, aku tidak butuh ucapan terimakasih" jawab Naruto kecil datar, yang membuat Sirzerch dan Shion ingin mencubit pipi Naruto yang tampak imut.
"Naruto-kun ayo kita kerumah Nii-sama, disana banyak mainan, dan taman bermain" ajak Rias kecil dengan ekspresi sangat imut.
"Tidak nona aku masih banyak pekerjaan yang harus ku selesaikan" tolak Naruto halus, tapi tetap mendapat paksaan dari Rias kecil.
"Kalau Rias-chan sudah meminta lebih baik kau ikut, dari pada disini hanya berdebat tidak berguna" ajak Shion lembut, yang menurunkan tingginya, agar setara dengan Naruto kecil.
"Baiklah aku akan ikut kalian" balas Naruto datar, yang tentu membuat Rias berteriak senang.
"Hore Hore"
Flasback END
.
"Dan setelah itu ia selalu menyelamatkan ku dari hal-hal buruk yang hampir menimpa ku, dan Naruto-kun selalu membuatku nyaman, hingga aku jatuh cinta padanya" Rias mengahkiri ceritanya, dengan senyum.
Akeno dan Grayfia tersenyum geli, mendengar masa kecil Rias yang diselamatkan pangeran kodok mereka bertiga. Akeno dan Grayfia benar-benar tidak percaya, kalau Rias adalah orang pemaksa, yang keinginannya harus dituruti.
"Kalian berhentilah tertawa, aku menjadi malu" Rias menundakan kepalanya dalam-dalam, dan menyembunyikan dua rona merah dipipi putihnya.
"Fufufu, aku tidak menyangka ternyata Rias-sama orang pemaksa" Grayfia mencoba memberhentikan tawa gelinya, mendengar masa kecil Rias.
"Yang terpenting aku mau tahu, kenapa wanita sedatar diri mu bisa jatuh cinta pada Naruto-kun" tawa geli Grayfia hilang begitu saja, rona merah menghiasi pipi Grayfia yang putih dan bersih setelah Rias mengucapkan rasa penasarannya.
"Ini terjadi saat aku masih berada di Jepang, dan belum mengenal Sirzerch-sama atau Rias-sama"
.
Flashback
Grayfia kecil berjalan disebuah gang sempit, tempat pemukiman rakyat-rakyat miskin. Grayfia kecil membawa sebuah kantung plastik, yang didalamnya terdapat makanan untuk orang-orang yang tidak mampu.
Sudah aktifitasnya selama satu bulan sekali membawa makanan untuk orang tak mampu.
Grayfia kecil terus melangkah dengan gembiranya, tapi kemudian kegembiraan dan langkahnya berhenti bersamaan, dan berbah menjadi takut.
Didepan Grayfia kecil, kini terdapat sosok manusia setengah kuda, atau sering disebut iblis liar. Iblis liar yang ada dihadapan Grayfia kecil, membawa sebuah katana, dan menyeringai penuh kemenangan.
"Tidak aku sangka aku mendapat mangsa seorang iblis dengan tekanan Sihir yang tinggi" ucap Iblis liar berkaki kuda, penuh kemenangan.
"Iblis? Sihir?" beo Grayfia kecil, tanpa sadar kakinya mundur satu langkah kebelakang.
"Jadi kau tidak tahu kalau kau iblis? Sepertinya ini akan mudah" Iblis liar dengan kaki kuda, menerjang Grayfia kecil dan mengarahkan katananya ke Grayfia kecil yang ketakutan.
"TOLONG"
DUAKH!
Seperti sebuah keajaiban, teriakan Grayfia, dapat didengar orang, yang pasti sangat mustahil untuk didengar orang lain selain Grayfia dan Iblis liar, karena tempat Grayfia diserang jauh dari pemukiman warga.
"Cih siapa kau?" tegas Iblis liar berbadan kuda yang kembali berdiri, dan menatap tajam sosok anak lelaki yang mekulnya dengan kencang.
"Aku? aku adalah Shinigami mu, mahluk menjijikan" jawab sosok laki-laki yang umurnya tidak jauh dari Grayfia, Naruto, Naruto Namikaze, yang telah menyelamatkan Grayfia dari serangan Iblis liar berbadan kuda.
Mata Grayfia tidak lepas memandang sosok tampan Naruto yang mengeluarkan bayangan dari dalam tuhuhnya perdetik.
Setelah menunggu 30 detik lebih, akhirnya sosok Naruto berhasil mengalahkan Iblis liar yang mencoba menyerang Grayfia dengan serangan bayangan.
Naruto membalik badannya, memberikan senyum manisnya pada Grayfia yang menatanya kagum.
"Sugoi, kau hebat sekali bisa mengalahkan mahluk menjijikan itu" ucap Grayfia imut. Naruto terkekeh pelan melihat ekspresi Grayfia. Ia tidak menyangka kalau yang ia tolong adalah iblis murni yang polos.
"Kau tahu tadi itu apa?" tanya Naruto memastikan, ia takut kalau gadis kecil yang ada dihadapannya tidak tahu apa-apa tentang hal yang berbau Supernatural.
"Tentu saja aku tahu" Grayfia mengangguk pasti. "Tadi itu iblis liar kan" tambah Grayfia imut, yang membuat Naruto ingin mebcubit pipinya.
"Jadi kau pura-pura tidak tahu kalau kau iblis?" tanya Naruto, dan dibalas anggukan oleh si gadis berambut perak. "Kalau begitu kenapa kau tak lari?" tanya Naruto (lagi) tenang dengan memejamkanb kedua mata saffirnya.
"Aku...aku...aku harus membawa ini semua ke orang yang tidak mampu" ucap Grayfia gugup. Naruto tersenyum bangga, bagaimana pun saat ini sudah jarang iblis murni yang memiliki hati baik seperti Grayfia.
"Souka, kau memang anak yang baik" Naruto berjalan kearah Grayfia dan mengulurkan tangannya. "Nama ku Naruto, siapa nama mu?" tanya Naruto dengan senyum lima jari.
"Na-na-nana ku Grayfia" jawab Grayfia gagap, dengan rona merah menghiasi pipi imutnya. "Kau tidak menyebut nama clan iblis mu?" tanya Grayfia.
"Dilarang menyebut nama clan, dalam situasi pembrontakan, bukan ka itu hukum kita sebagai iblis murni" jawab Naruto tersenyum lembut.
FLASBACK OFF
.
"...Setelah itu Naruto-kun selalu mengantar ku untuk mengantar makanan, dan selalu menolong ku jika aku dalam bahaya" Grayfia mengakhiri ceritanya dengan semburat merah keluar dipipi mulusnya.
"Aku tidak menyangka dibalik sifat dingin mu, kau masih mempunyai hati yang baik Grayfia" Rias memberi komentar tentang cerita Grayfia yang menurutnya sedikit mengharukan.
"Aku tidak menyangka masih ada Iblis seperti mu" Akeno tersenyum lembut pada Grayfia. Beberapa saat kemudian Akeno gelagapan, ya karena ia ditatap tajam oleh Rias. "Te-tentu kau juga Rias" tambah Akeno yang membuat Rias tersenyum.
"Sekarang giliran mu Akeno" Rias kembali menatap Akeno dengan senyumnya.
"Maaf Boucho aku belum bisa menceritakannya" balas Akeno menundukan kepalanya dengan ekspressi sedih. Rias menghela nafas pelan, Ia tidak tahu kenapa kalau ia menanyakan tentang masa lalunya pasti Akeno terlihat murung.
"Tak apa Akeno" Rias memberi senyumnya untuk menenangkan hati Akeno yang sedih
.
Naruto merebahkan dirinya dikasurKing Size miliknya Hari ini adalah hari yang cukup melelahkan bagi Naruto. Dan besok Ia harus kembali besekolah, dan berkerja di Restauran.
Naruto meraba meja yang ada disisi kiri kasur King Size, dan mengambil sebuah benda yang merupakan Smarphonenya, yang beberapa hari yang lalu baru Ia beli.
Dengan gerakan jari yang begitu cepat Naruto mengetik e-main untuk memberitahukan kepada Itachi kalau Ia sudah berada di Apartemennya, dan memberitahukan alamat Apartemennya pada Peragenya.
Naruto kembali meletakan Smartphonenya diatas meja yang berada disisi kiri kasur King Sizenya. Naruto memejamkan matanya sesaat, dan kembali membukanya dengan pandangan tajam.
"Hanya tinggal kau... Hanya dirimu, Menma, orang yang akan aku kalahkan"
.
Disebuah kapal laut yang cukup besar, tetdapat 3 sosok gadis yang memakai jubah berwarna hitam, dan wajahnya tertutup tudung jubah yang mereka kenakan.
"Menurut bagaimana apa kita pantas menjalani misi ini?" tanya salah satu gadis dengan lemhut.
"Aku tidak tahu, mungkin pantas, mungkin juga tidak" jawab salah satu dari mereka dengan tenang.
"Sudahlah hal seperri itu tidak usah difikirkan, yang menuntukan pantas atau tidaknya kita sendiri" ucap salah satu dari mereka dengan bijak.
.
.
.
BERSAMBUNG
.
Flashback Rias dan Grayfia kenapa bisa bertemu Naruto? Karena Naruto telah keluar dari pulau tak berpenghuni untuk menemukan Dark Bring.
.
Chapter depan akan memasuki konflik akhir dari seasoan 1 Dark Bring Master.
.
Mohon Review
.
