Tittle : MY BAD BOY
Cast : Jung Yunho, Kim Jaejoong, Park Yoochun, Kim Junsu, Shim Changmin, Cho Kyuhyun, And other cast
Genre : Romance/Family/NC21/MPREG
Marga disesuaikan dengan kebutuhan cerita. Jadi disini ada beberapa karakter yang nadal masukin, bukan berarti nadal ga suka sama orang tersbut, tapi lebih untuk kebutuhan cerita ^^ ingat ini hanya fiksi ^^
Reader yang penasaran sama hubungannya bakal nadal jawab di Chapter-chapter berikutnya yaahhh
Happy Reading ^^
Sebelumnyaaahhh~
"sekarang kau aku antar pulang, dan akan aku antar jemput sekolah mulai besok agar tidak mengganggu konidisimu" ucap Yunho menenangkan dirinya sendiri.
"itu sama saja kau dan aku mau membocorkan masalah ini dengan semua orang melihatku datang kesekolah bersamamu, itu sama saja akan mengundang pertanyaan" ucap Jaejoong yang mulai menampakkan wajah stress.
"kau akan aku turunkan agak jauh dari sekolah dan kau bisa berjalan kaki"
"apa kau bilang?! Enak saja! Lebih baik aku naik sepeda" ucap Jaejoong tidak setuju dengan ucapan Yunho.
"tapi itu bisa membahayakan kondisi kandunganmu!" bentak Yunho.
"kau begitu gugurkan saja dan semunya kan beres" ucap Jaejoong yang mendapatkan solusi buntu.
"tidak! awas saja jika kau berani melakukannya, akan kuhabisi kau" ucap Yunho sedikit mengancam.
"nn neee" ucap Jaejoong yang takut dengan ucapan tajam Yunho.
"pokoknya sekarang kau ikuti saja dengan apa yang aku katakan dan tidak ada bantahan, dan kau harus tutup mulut soal ini termasuk pada Changmin dan Junsu arasseo?"
"a ara" ucap Jaejoong gugup.
Chapter 9~
Yunho langsung mengantarkan Jaejoong pulang, Jaejoong hanya diam memanyunkan bibirnya karena kesal dengan tubuhnya yang duduk menempel pada tubuh Yunho, salahkan Yunho yang tidak melepas tangan Jaejoong agar tetap memeluk perutnya. Sedangkan Yunho membawa motornya dengan menggunakan satu tangan.
"seonsangnim, bisa kau lepaskan tanganku? Aku tidak betah jika harus seperti ini terus" teriak Jaejoong dari belakang.
"jangan bicara jika sedang dimotor, aku tidak dengar, percuma saja kau bicara sampai mulutmu berbusa itu akan sia-sia" ucap Yunho.
"ck!" Jaejoong malah menarik-narik tangannya sendiri agar terlepas dari cengkraman Yunho.
"diam! Ini sedang di jalan, jangan bahayakan diri kita" bentak Yunho lagi.
Selama dalam perjalannya, Yunho dan Jaejoong sama-sama saling adu mulut meskipun terkadang tidak mendengar dengan jelas ucapan satu sama lain. Dan sesekali Jaejoong yang mulai kesal mencubit perut Yunho hingga Yunho memekik dan berbalik mencengram dengan keras lengan Jaejoong. Tidak berlangsung lama aksi adu saling cubit dan mencengkram karena Yunho sudah menghentikan laju motornya tepat di depan pagar rumah Jaejoong. Jaejoong langsung saja turun dari motor Yunho.
"kenapa aku harus memelukmu?! Kau modus kan?"ucap Jaejoong menuduh.
"dengar, jika kau tidak di perlakukan seperi itu, mana mau kau berpegangan dengan benar? Aku juga tidak mau sampai kau tertidur sama seperti saat waktu itu, dan aku juga tidak mau mengantarmu sampai kedalam kamarmu"
"siapa suruh kau mengantarkanku sampai kamar"
TUK!
"yaish! Jangan menjitak kepalaku!" ucap Jaejoong memegangi kepalanya yang habis dijitak.
"itu semua karena ulahmu yang susah bangun"
"terserah, sekarang bagaimana dengan sepedaku?"
"aku akan menyuruh seseorang untuk mengantarnya kesini"
"lalu bagaimana aku menjelaskannya pada orang tuaku?" tanya Jaejoong yang mulai bingung membuat Yunho mengusap wajahnya kasar.
"baiklah, aku akan membantumu menjelaskannya sekarang"
"apa? Sekarang?! Kau gila? Aku takuuuutttt.."
"untuk apa takut? Itu biar aku yang urus" ucap Yunho dan langsung turun dari motornya.
"kau? Mau apa turun?"
"tentu saja untuk menjelaskan kepada orang tuamu"
"sekarang? Aku takut, seonsangnim" rengek Jaejoong.
"sudahlah jangan buang banyak waktuku" ucap Yunho yang kemudian langsung menarik lengan Jaejoong.
"aaa.. seonsangnim jangaaaannnn" rengekan Jaejoong semakin menjadi ketika Jaejoong mulai menarik-narik tanganya sendiri.
"kalau dijelaskan lebih lama lagi aku justru lebih takut jika orang tuamu akan marah semakin besar nantinya" Jaejoong muali berhenti berontak dan menganggukkan kepalanya.
"tapi lindungi aku jika aku kena marah ne, janji pokoknya"
"ya, dan berhenti cerewet ikuti saja" ucap Yunho dan kembali menarik lengan Jaejoong.
TOK TOK TOK
"seonsangnim, kau yakin?" tanya Jaejoong lagi yang merasa dadanya mulai dag dig dug dengan posisinya sekarang.
"diam dan kau cukup ikuti"
CLEK
Pintu rumah Jaejoong terbuka dan menampakan umma Kim yang sedang menggendong seorang balita yang tengah masukan jari-jarinya kedalam mulut.
"oh, Jung seonsangnim. Kau mengantar Joongie lagi? Apa dia membuat masalah disekolah tadi?"
"umma, kenapa membawa anak nakal itu lagi? Nanti dia malah mengganggu Joongie"
"kau ini, dia hanya anak kecil, wajar jika dia nakal. Dia hanya ingin tahu. Dia juga mengganggumu itu karena dia suka denganmu. Kasihan orang tuanya tengah bekerja dan menitipkan dia pada umma" ucap umma Kim. Jaejoong melirik kearah balita yang tengah cengar cengir kearahnya "Jung seonsangnim, mari masuk" ucap umma Kim yang langsung masuk terlebih dahulu. Tanpa membuang waktu Yunho masuk dengan masih memegang tangan Jaejoong.
"silahkan duduk Jung seonsangnim" ucap umma Kim lagi kemudian duduk di salah satu sofa "Joongie-ah. kau ambilkan minum untuk gurumu"
"ah tidak udah, aku hanya ingin berbicara sesuatu dengan anda" ucap Yunho.
"mm, baiklah. Ya, kau jaga Taemin dulu"
"apa? Aku? Menjaganya? Shireo!" ucap Jaejoong menolak mentah-mentah.
"kau! Jika berani melanggar, umma potong uang jajanmu disekolah"
"yayaya baiklah" ucap Jaejoong yang ogah-ogahan menggendong Taemin dan membawanya ke lantai atas kamarnya "ya Taemin-ah, jangan menjambak rambutkuuuuuuuuuu" rengek Jaejoong sambil menaiki anak tangga.
"haaahhh, anak itu memang seperti itu jika bertemu anak kecil. Bagaimana jika dia mempunyai anak nantinya" tanpa sadar Yunho menelan ludahnya ketika umma Kim mengucapkan kata 'anak' pada kalimatnya "ah, seonsangnim, apa yang ingin kau bicarakan tadi?"
"itu, sebelumnya aku ingin meminta maaf, aku tidak menyangka hal ini akan terjadi padaku dan Jaejoong" ucap Yunho yang mulai bingung menyusun kata.
"hal apa? Apa ini mengenai hubungan kalian berdua?" tanya umma Kim "apa maksudmu, kalian berdua tengah menjalin hubungan? Kalau memang seperti itu aku juga senang, sepertinya kau adalah orang yang tenaggung jawab, Jun seonsangnim" ungkap umma Kim panjang lebar.
"ah, ya.. kami memang tengah menjalin hubungan" ucap Yunho yang sedikit berbohong "tapi bukan hal itu yang ingin aku bicarakan"
"lalu? Kau santai saja, aku tidak akan marah" pernyataan umma Kim justru membuat Yunho menggigit bibir bawahnya untuk menghilangkan rasa gugupnya.
"haahhh, mianhae, Jaejoong, Jaejoong tengah hamil" ucap Yunho dengan suara pelan.
"a apa? Kau bicara apa seonsangnim?" tanya umma Kim yang merasa kaget.
"aku aku minta maaf, aku juga tidak menyangka ini akan terjadi, tapi aku tidak akan kabur dari masalah ini. Aku akan mengurus semuanya agar pihak sekolah tidak mengetahui prihal ini, karena sebelum perut Jaejoong membesar, dia akan melaksanakan ujian. Kumohon jangan membuatnya merasa tertekan"
"aku mengerti. Aku juga sebenarnya menginginkan seorang cucu tapi tidak secepat ini. Dan aku harus bagaimana mengatakan ini pada suamiku?"
"kumohon bantu kami, aku berjanji tidak akan lari, sungguh" umma Kim bangun dari duduknya dan berjalan menuju lantai atas kamar Jaejoong. Yunho langsung mengikuti arah langkah kaki umma Kim.
Dibukanya sedikit pintu kamar Jaejoong dan memperlihatkan Jaejoong yang tengah berbarin dan Taemin yang tengah menindih tubuhnya dan menarik-narik baju seragam Jaejoong.
"ada apa Taemin-aahhhh" bukannya menjawab Taemin malah tersenyum kearahnya "kalau dilihat-lihat kau lucu juga ya" ucap Jaejoong yang langsung mengangkat tubuh Taemin tinggi-tinggi dan membuat Taemin tertawa riang.
"apa Joongie bisa melewatinya?"
"percayakan dia padaku, mulai besok, aku yang akan mengantarnya kesekolah sampai dia pulang, dia dalam pengawasanku" umma Kim melihat kearah Yunho.
"kumohon jaga Joongie ku"
"aku pasti akan menjaganya, boleh aku bicara padanya sebentar?"
"ne aku akan menunggu dibawah" ucap umma Kim yang langsung saja turun.
CLEK
JAejoong dan Taemin sama-sama langsung mengalihkan pandangan mereka pada Yunho yang tengah berdiri diambang pintu. Jaejoong sendiri langsung memposisikan tubuhnya menjadi duduk sambil memangku Taemin.
"boleh aku masuk?" Jaejoong hany mengangguk pelan dan Yunho langsung masuk.
"duduklah seonsangnim" ucap Jaejoong yang tiba-tiba ramah. Yunho langsung saja memposisikan tubuhnya duduk di pinggir ranjang Jaejoong "bagaimana?"
"kau tidak perlu memikirkan apapun, ummamu setuju untuk membantu kita merahasiakan ini, dan akan membicarakan ini dengan appamu"
"umma tidak marah?"
"mungkin saja dia sedikit kecewa, kau tahu? Dia juga menginginkan seorang cucu, tapi dia tidak menyangka akan secepat ini"
"lalu bagaimana dengan sekolahku seonsangnim"
"kau tak perlu memikirkan itu, aku yang akan mengurusnya, kau hanya tinggal mengikuti apa yang aku katakan. Aku yakin perutmu itu tidak akan membesar sampai kau menyelesaikan ujian"
"sungguh?"
"kau bisa pegang kata-kataku" Jaejoong kembali menatap dalam mata Yunho mencari kebenaran "aku pasti akan menepati janjiku" ucap Yunho sambil memegang pipi kiri Jaejoong "kau tahu? Kau itu cantik untuk ukuran seorang namja" seketika wajah Jaejoong langsung memanas dan Jaejoong tahu pasti wajahnya sudah memerah.
"aku ini namja, dan aku tampan, seonsangnim" sengit Jaejoong.
"tapi kau itu kan akan menjadi umma"
"apa yang kau bicarakan" sungut Jaejoong yang langsung menyingkirkan tangan Yunho.
"lihat, kita sudah seperti keluarga kecil kan?" ucap Yunho sambil melirik kearah Taemin yang menatapnya bingung. Jaejoong melirik sebentar kearah Taemin, hatinya sedikit luluh ketika melihat wajah polos seorang anak kecil. Yunho dan Jaejoong saling memandang satu sama lain dalam waktu beberapa menit.
Tanpa sadar Yunho justru mendekatkan wajahnya beberapa inchi dari wajah Jaejoong. perlahan bibir hati itu menyentuh bibir cherry di depannya. Ciuman lembut mewarnai keheningan dalam kamar. Perlahan Jaejoong dan Yunho sama-sama memejamkan matanya dan menikmati ciuman mereka. Sedangkan Taemin kecil hanya memandang dengan tatapan polos pada kedua orang dewasa dihadapannya. Jaejoong tersadar karena gerakan kecil yang dibuat Taemin dan langsung membuka matanya kembali dan menjauhkan kepalanya dari hadapan Yunho.
"a apa yang kita lakukan, disini ada anak kecil" ucap Jaejoong gugup.
"apa anak sekecil ini akan mengerti? Tidak kan?"
"kalau dia tidak mengerti kau akan melakukan hal yang lebih begitu?! Enak saja, cepat keluar dari kamarku"
"baiklah anak manja, aku akan turun dan pulang" ucap Yunho sambil membetulkan posisinya menjadi berdiri "dan jaga calon uri aegya jika aku sedang tidak ada" ucap Yunho yang langsung melengos pergi.
Wajah Jaejoong langsung memerah ketika membayangkan kembali bibirnya dan juga bibir milik Yunho menyatu. Jaejoong menyentuh bibirnya sendiri dan langsung menatap perutnya yang masih sangat rata dan perlahan memegangnya.
Sedangkan Yunho berjalan menuruni tangga dan melihat umma Kim yang sudah duduk bersama appa Kim yang baru saja pulang dari kantornya. Yunho sedikit menatap horror pandangan mata appa Kim yang meliriknya.
" " sapa Yunho yang berusaha menutupi wajah tegangnya.
Appa Kim langsung bangkit dari duduknya dan menatap Yunho dengan ekspresi yang sulit diartikan.
"apa benar dengan yang istriku bahwa kau yang telah mengahamili putraku?"
"itu, mianhae. Sungguh ini adalah sebuah kecelakaan" ucap Yunho sedikit gugup.
"dia masih sekolah, apa kau tidak berfikir akan hal itu?"
"a aku tahu, dan aku disini untuk menjelaskannya pada kalian, urusan itu aku yang akan mengurusnya, sebelum perut Jaejoong membesar, dia sudah melaksanakan ujian sekolah dan setelah itu, bolehkah aku bertanggung jawab untuk menikahinya?"
"apa aku bisa memegang kata-katamu itu? Apa kau bisa menjaga putraku? Kau bilang ini adalah sebuah kecelakaan" tanya appa Kim.
"aku akan berusaha untuk menjaganya, aku tidak akan mengingkari janji yang sudah aku buat"
"aku tidak akan membiarkanmu begitu saja, aku pegang kata-katamu"
"aku juga menitipkan Jaejoong dan juga bayinya selama aku tidak bersamanya" umma dan appa Kim sama-sama mengangguk "kalau begitu aku permisi pulang" ucap Yunho dan berjalan menuju pintu luar
"aku mau melihat anak itu" ucap appa Kim yang langsung naik kearah kamar Jaejoong.
"yeobo, jangan marahi diaaaaa" teriak umma Kim dari bawah.
Appa Kim masih terus berjalan menuju kamar Jaejoong dan langsung membuka pintu kamarnya membuat Jaejoong menengok saat tengah menepuk-nepuk Taemin yang tidur dipundaknya. Seketika pandangan appa Kim yang semula akan marah langsung luluh melihat pola tingkah Jaejoong yang seperti memiliki naluri keibuan.
"appa?"
"Joongie-ah, appa dan umma ingin bicara. Bisa kau turun kebawah?"
"ne, tunggu sebentar sampai Taemin benar-benar tertidur" ucap Jaejoong sedikit takut.
"setelah itu cepatlah turun kebawah" ucap appa Kim lagi dan kembali menutup pintu kamar Jaejoong.
.
.
.
Jaejoong berjalan menuruni tangga rumahnya setelah benar-benar menidurkan Taemin sendiri didalam kamarnya dan juga setelah mengganti baju. Jaejoong berjalan dengan kaku dan dapat dirasakan jika tangannya kini mulai dingin karena merasa gugup. Setelah sampai dihadapan kedua orang tuanya Jaejoong lagsung duduk dan menunduk.
"jangan tundukan kepalamu jika sedang berhadapan dengan orang tuamu" ucap appa Kim dan Jaejoong langsung menatap kedua orang tuanya "sejujurnya appa merasa sangat kecewa dengan hal yang kalian berdua lakukan"
"tapi appa, ini ini kecelakaan"
"aku tahu dan dia sudah menjelaskannya tadi, lalu apa kau siap jika melepas masa mudamu dengan menjadi seorang umma nantinya" tanya appa Kim yang membuat Jaejoong diam sejenak dan menarik nafas.
"nn ne, aku akan siap apapun yang terjadi" ucap Jaejoong takut-takut.
"appa tidak ingin dikecewakan untuk kedua kalinya, fokuskan dirimu pada ujian dan calon bayimu, setelah kau lulus. Dia berjanji akan menikahimu"
"tapi appa-"
"tidak ada tapi-tapian"
"ne" ucap Jaejoong pasrah.
"sudah lah jangan perpanjang masalah ini. Joongie-ah, cepat makan isi perutmu" ucap umma Kim melerai.
"ne umma" jawab Jaejoong dan langsung pergi meninggalkan kedua orang tuanya.
.
.
.
Yunho masuk kedalam rumahnya dengan wajah lelah dan juga lesu. Yunho melempar tasnya dengan sembarang keatas sofa.
"kau kenapa Yun?" tanya umma Jung yang muncul dari dalam dapur.
"aku tidak apa-apa umma" jawab Yunho malas sambil membuka beberapa kancig kemejanya "aku mau istirahat dulu, aku lelah" ucap Yunho yang langsung berjalan kekamarnya.
Changmin yang tidak sengaja melihat kedatangan Yunho dari dalam kamarnya langsung melesat keluar dan mengikuti Yunho masuk kedalam kamarnya.
"ya! mau apa kau? Cepat keluar aku mau istirahat" bentang Yunho.
"kau dari mana?" tanya Changmin.
"aku ada urusan"
"urusan apa sampai pulang lama seperti ini? Ingat yak au masih berhutang penjelasan padaku soal tadi di sekolah"
"apa itu penting bagimu? Sudah sana keluar aku mau tidur" ucap Yunho mendorong tubuh Changmin.
"jelas saja penting, beraninya kalian menyembunyikan itu dariku. Apa kau berpacaran dengan Jaejoong sampai sempat-sempatnya kalian berduaan dalam ruang UKS?" tuduh Changmin.
"kalau ya kenapa?" tanya Yunho menantang.
"kenapa kau tidak jujur padaku, justru itu bagus aku bisa mempunyai kakak ipar yang yeoppo sepertinya hehehe"
"aku sudah jujurkan padamu, sekarang kau pergi dari sini"
"tapi tunggu dulu, bukankah Joongie sangat tidak suka padamu?"
"apa kau pikir orang akan selamanya membenci? Bisa saja kan dia berubah pikiran. Sudah sana pergi, mengganggu saja" Yunho kembali mendorong tubuh Changmin dan langsung menutup pintu kamarnya.
"dasar menyebalkan" geru Changmin dan kemudian kembali kekamarnya.
Yunho sedikit menghela nafas setelah berhasil membohongi Changin. Dia berjalan menuju ranjangnya dan kangsung merebahkan tubuhnya. Yunho sedikit tersenyum ketika mengingat wajah Jaejoong yang memerah saat dirinya menyentuh pipi mulus dan mencium bibir Jaejoong. Yunho mengambil gulingnya dan langsung memeluknya dan tersenyum senang kemudian memejamkan matanya.
.
.
.
Keesokan harinya Jaejoong memakan sarapannya dengan tenang dan diam. Suasana sarapan kali ini tersara sedikit kaku setelah kejadian kemarin.
TOK TOK
"biara aku yang buka" ucap umma Kim yang meninggalkan meja makan dan langsung berlari kecil menuju pintu utama.
CLEK
"Jung seonsangnim?"
"annyeong, aku datang untuk menjemput Jaejoong untuk berangkat kesekolah sesuai janjiku kemarin" ucap Yunho tersenyum kaku.
"kau mau ikut sarapan dulu?"
"ah tidak usah, aku sudah sarapan tadi, apa Jaejoong sudah selesai?"
"masuklah dulu akan aku panggilkan"
"aku tunggu disini saja"
"baiklah tunggu sebentar" umma Kim langsung berjalan menghampiri Jaejoong yang masih sibuk dengan sarapannya.
"Joongie-ah, cepat selesaikan makanmu, Jung seonsangnim sudah menunggumu diluar"
"uhuk!" Jaejoong yang mendengar Yunho disebutkan dalam percakapan langsung tersedak dan cepat-cepat mengambil air.
"pelankan makanmu" ucap appa Kim mengingatkan.
"mmm.. aku sudah selesai aku berangkat dulu" ucap Jaejoong yang langsung membersihkan mulutnya dan bangkit mengambil tasnya "dah umma dah appa" ucap Jaejoong sambil mengecup kedua pipi orang tuanya dan berlari menuju pintu utama.
"Joongie! Jangan berlari!" bentak umma Kim dan Jaejoong langsung menghentikan larinya untuk berjalan biasa.
"seonsangnim" panggil Jaejoong pelan.
"ayo kita harus segera berangkat" ucap yunho yang jalan lebih dulu dan diikuti Jaejoong.
.
.
.
Dalam perjalanan Jaejoong hanya diam dengan memeluk tubuh Yunho. Yunho sendiri ikut diam dan memilih memfokuskan dirinya pada jalan. Yunho meminggirkan motornya dan mulai berhenti.
"turunlah, kau tinggal jalan saja kan" JAejoong hanya menuruti dan turun.
"tapi itu lumayan jauuuuhhhh"
"kau mau orang lain curiga? Jika Changmin bertanya kau jawab saja kalau kita pacaran" ucap Yunho yang kemudian meninggalkan Jaejoong.
"YA! BERHENTI!" teriak Jaejoong melihat Yunho yang menjauh "DASAR MANUSIA MENYEBALKAN!" teriak JAejoong yang pagi-pagi sudah dibuat kesal dan mengundang pandangan dari beberapa orang yang lalulalang "apa kalian lihat-lihat?!" ucap JAejoong dengan nada ketus dan tajam kemudian langsung melanjutkan sisa perjalanan dengan berjalan kaki.
.
.
.
Changmin langsung memarkirkan sepedanya ketika sampai. Dilihatnya salah satu sepeda Jaejoong yang masih setia berada di tempat.
"dia sudah datang? Tumben sekali, habis minum obat apa dia sudah sampai jam segini" ucap Changmin dan langsung mulai berjalan menuju kelasnya.
"Ya Changmin-ah" panggil Jaejoong dari belakang dan Changmin langsung menengokkan kepalanya.
"hyung? Kupikir kau sudah sampai kelas, darimana saja kau?"
"aku, oh aku tadi habis ke toko permen diluar sebentar" bohong Jaejoong.
"ya hyung, aku mau tanya, memang benar kau dan Yunho hyung pacaran?"
"apa?"
"jawab dengan jujur…."
'jika Changmin bertanya kau jawab saja kalau kita pacaran' kata-kata Yunho masih teringat hangat dalam otaknya dan Jaejoong langsung saja menatap Changin.
"ka kalau memang iya kenapa?" tanya Jaejoong gugup.
"kenapa kau tidak jujur saja padaku, lagi pula kan itu bisa jadi pencerahan disekolah, mengingat kau dan Yunho hyung selalu berseteru, bukankah akan membuat suasana baru jika kalian menunjukkan bahwa kalian benar-benar pacaran, iya kan?"
"itu hanya akan mengundang pandangan aneh, sudah lah aku mau masuk" ucap Jaejoong yang langsung berjalan didepan Changmin.
"memangnya kau dekat sejak kapan, hyung?"
"kau itu banyak tanya ya, sekali lagi kau bertanya akan kutarik bibirmu itu" ucap Jaejoong yang mulai jengkel mungkin karena terbawa oleh kondisi kehamilannya.
"Kim Jaejoong" panggil Ahra dari belakang.
"hah dia lagi" gerutu Jaejoong tanpa menghentikan langkahnya.
"hyung, Ahra seonsangnim memanggilmu"
"biar saja" ucap Jaejoong tidak peduli.
"ya, berhenti jika kau dipanggil" ucap Ahra yang langsung membalikan tubuh Jaejoong "kemarin kau pergi dari mana dengan Jung seonsangnim?" tanya Ahra yang tiba-tiba saja sewot.
"memangnya kau siapa sampai-sampai Jung seonsangnim harus bilang padamu dia habis dari mana bersamaku" jawab Jaejoong yang tidak mau kalah "kau bukan siapa-siapanya kan, aku kekasihnya. Kau mau apa sekarang?" ucap Jaejoong yang langsung blak blakan.
"apa kau bilang? Berani-beraninya kau mengaku-aku"
"aku tidak mengada-ada, jika kau tidak percaya kau bisa tanya Jung seonsangnim kalau mau. Dan sebaiknya kau jauh-jauh dari dia mulai sekarang" ucap Jaejoong semakin sengit.
"hyung sudah ayo kita kekelas" rengek Changmin yang mulai takut.
"kau diam! Jika mau pergi ke kelasmu pergi sendiri" ucap Ahra sambil menunjuk Changmin.
"ya jaga sikapmu sebagai seorang guru dengan tidak menunjuk jika bicara" ucap JAejoong menyingkirkan tangan Ahra.
"aku tidak akan pernah percaya dengan ucapanmu yang mengaku-aku kau adalah kekasihnya, karena aku tahu kau bukanlah type yang diinginkan Yunho" ucap Ahra yang langsung meninggalkan Jaejoong karena sudah mendapatkan pandangan aneh dari beberapa murid.
Jaejoong hanya diam dan melihat Ahra yang pergi meninggalkannya dan juga Changmin yang menjadi pusat perhatian beberapa orang.
"hyung sudah lah ayo kita ke kelas" ucap Changmin yang langsung menarik langan Jaejoong.
Setelah sampai kedalam kelas Jaejoong langsung dikerubungi oleh beberapa orang satu kelasnya dan membuat Jaejoong sedikit takut.
"kalian mau apa?"
"apa benar kau berpacaran dengan Jung sensangnim?"
"aku aku?"
"kalau memang tidak kenapa Go seonsangnim sampai marah-marah bergitu?"
"ya kalian semua menyingkir dari sini, kalian membuat tempat ini sesak tahu" ucap Changmin mengusir beberapa orang yang mengerubungi tempatnya.
"ya? ada apa ini?" tanya Junsu yang baru saja datang.
"Junsu-ah, bantu aku untuk mengusir mereka" jawab Changmin.
"tapi ada apa ini?"
"hey hey cepat kembali ketempat masing-masing, Jung seonsangnim dataaang" emndengar peringatan dari salah satu temannya membuat beberapa orang berkumpul pada menja Jaejoong mmbubarkan diri dan kembali kemeja masing-masing.
Yunho masuk dengan santai kedalam kelas dan wajahnya mulai kelihatan bingung melihat pandangan aneh dari seisi kelas yang menatapnya.
"ya, ada apa dengan kalian semua?" tanya Yunho bingung.
_TBC_
