Tittle : MY BAD BOY

Cast : Jung Yunho, Kim Jaejoong, Park Yoochun, Kim Junsu, Shim Changmin, Cho Kyuhyun, And other cast

Genre : Romance/Family/NC21/MPREG

Marga disesuaikan dengan kebutuhan cerita. Jadi disini ada beberapa karakter yang nadal masukin, bukan berarti nadal ga suka sama orang tersbut, tapi lebih untuk kebutuhan cerita ^^ ingat ini hanya fiksi ^^

Reader yang penasaran sama hubungannya bakal nadal jawab di Chapter-chapter berikutnya yaahhh

Happy Reading ^^

Sebelumnyaaahhh~

"ya kalian semua menyingkir dari sini, kalian membuat tempat ini sesak tahu" ucap Changmin mengusir beberapa orang yang mengerubungi tempatnya.

"ya? ada apa ini?" tanya Junsu yang baru saja datang.

"Junsu-ah, bantu aku untuk mengusir mereka" jawab Changmin.

"tapi ada apa ini?"

"hey hey cepat kembali ketempat masing-masing, Jung seonsangnim dataaang" emndengar peringatan dari salah satu temannya membuat beberapa orang berkumpul pada menja Jaejoong mmbubarkan diri dan kembali kemeja masing-masing.

Yunho masuk dengan santai kedalam kelas dan wajahnya mulai kelihatan bingung melihat pandangan aneh dari seisi kelas yang menatapnya.

"ya, ada apa dengan kalian semua?" tanya Yunho bingung.

Chapter 10~

"ya, ada apa dengan kalian semua?" tanya Yunho bingung.

"seonsangniiimmmm" seseorang langsung mengacungkan tanganya dan Yunho langsung melihat kearahnya "apa kau benar berpacaran dengan Kim Jaejoong?" tanya salah satu muridnya tanpa basa basi.

"ap apa?" Yunho mulai bingung dan melihat kearah Jaejoong yang mulai menyembunyikan dirinya dengan cara duduk bersandar hingga tubuhnya sedikit tertutup oleh meja.

"hampir semua orang sudah tahu seonsangniiimmm"

"siapa yang menyebarkan berita ini?" tanya Yunho tajam.

"Jaejoong sendiri yang mengatakannya saat dia bertengkar dengan Go seonsangnim?"

"apa kau bilang?" Yunho kembali melihat kearah Jaejoong "semua diam! Jangan ada yang bicarakan itu lagi dan kita akan mulai pelajaran" ucap Yunho untuk mengurangi pertanyaan yang selanjutnya akan terlontar.

"seonsangniiimm" seseorang kembali mengangkat tangannya.

"aku bilang diam karena kita akan memulai pelajaran!" bentak Yunho lagi dan seketika semua isi kelas langsung diam.

Selama pelajaran tidak ada yang berani berbicara sedikitpun. Pasalnya Yunho kali ini sama sekali tidak bisa diajak santai bahkan pada Jaejoong sekalipun. Semua murid hanya diam dan memperhatikan meskipun sesekali Ynho membentak karena mendengar ada yang berbisik.

"pelajaran jam pertama selesai, kerjakan tugas kalian masing-masing dirumah" ucap Yunho dingin dan langsung meerapikan buku yang dibawanya.

"mau kemana kau Kim Jaejoong, ikut aku sekarang" uap Yunho ektika melihat gelagat Jaejoong yang akan meninggalkan kelas.

"aku mau ke kantin, aku lapar" ucap Jaejoong yang sedikit mulai cuek.

"tidak sebelum kau menyelesaikan masalahmu denganku" ucap Yunho yang langsung menghampiri Jaejoong dan menarik tanganya.

"seonsangniiiimmm Jaejoong mau dibawa kemana?" teriak Junsu.

"sudah biarkan saja mereka, aku yakin hyungku tidak akan melakukan hal yang macam-macam padanya" ucap Changmin kemudian menarik tangan Junsu keluar kelas.

Sementara Yunho masih saja menarik lengan Jaejoong. Jaejoong hanya menurut dan mengikuti kemana langkah Yunho akan berhenti. Setelah sampai di sudut sekolah yang sangat sepi dan kemungkinan tidak akan ada yang menemukan mereka, Yunho langsung menghempaskan tubuh Jaejoong hingga membentur tembok gedung dan sedikit merapatkan tubuhnya.

"akh!" ringis Jaejoong "bisa kah kau lembut sedikit padaku?!" bentak Jaejoong langsung.

"bukankah kita sudah sepakat untuk menyembunyikannya?! Kenapa kau sebarkan?! Dasar bodoh!" bentak Yunho tidak tanggung-tanggung. Jaejoong sendiri mulai menampakan kilatan marah pada matanya.

"kau tidak pikir apa, wanita gila itu terus mengikutimu, dan bertanya kemana kau pergi bersamamu! Kau pikir aku suka jika aku di bentak-bentak di depan orang banyak! Kau pikir aku suka dia dekat-dekat denganmu?!"

"tapi bukan berarti kau membocorkannya kan?" ucap Yunho yang sedikit melunak ketikan Jaejoong mulai emosi.

"bela saja dia! Aku benci denganmu!" ucap Jaejoong dan langsung mendorong tubuh Yunho dan hendak meninggalkannya.

"tunggu dulu kau mau kemana?" Yunho langsung menahan lengan Jaejoong.

"ck! Lepaskan aku!" ucap Jaejoong yang sedikit berontak.

"baiklah, maafkan aku, karena semua orang sudah terlanjur mengetahui hubungan kita, bukankah akan sedikit aneh jika kita tidak berjalan bersama?"

"aku tidak mau, kau saja sana sendiri" jawab Jaejoong dengan ketus.

"aku janji aku tidak akan dekat-dekat denganya lagi dan berhentilah marah padaku"

"dan kau berhenti untuk membentakku"

"iya iya aku tidak akan membentakmu lagi" ucap Yunho mengalah "ke kantin? Kau butuh makan untuk nutrisi uri aegya" ucap Yunho lebut dan menyodorkan tangannya.

"aku bukan anak manja" ucap Jaejoong dengan sombong saat Yunho memberikan tangannya dan berjalan lebih dulu.

"tunggu, kau itu dalam pengawasanku" ucap Yunho yang langsung menggandeng lengan Jaejoong dengan erat.

"ish, bisa kan kalu kita berjalan tanpa harus kau menggenggam tanganku?"

"tidak bisa" ucap Yunho yang masih saja berjalan dan memasuki koridor sekolah.

"kau lihat mereka semua memandangi kita? Aku tidak suka jika dipandang seperti itu"

"jangan pedulikan mereka, karena kau adalah kekasihku sekarang"

"apa kau bilang?"

"sudah lah jangan banyak bicara" ucap Yunho yang masih saja menggenggam tangan Jaejoong.

.

.

.

"mwo?! Kau bilang kalau Jung seonsangnim berpacran dengan Jaejoong? apa tidak salah? mereka kan-"

"aku tidak bohong, Yunho dan Jaejoong hyung sendiri yang mengatakannya padaku, bahkan tadiii sebelum kau sampai disekolah, Jaejoong hyung beradu mulut dengan Go seonsangnim"

"hah? Kenapa bisa begitu?"

"entahlah, Go seonsangnim sendiri yang memulainya"

"hey! Lihat Jung seonsangnim" ucap Junsu kemudian Changmin mengalihkan pandangannya pada Yunho yang datang dengan menggenggam tangan Jaejoong. tidak hanya mereka berdua yang melihat kearah Yunho dan Jaejoong, tetapi juga hampir seluruh isi kantin menatap kearah mereka berdua.

Yunho sendiri membawa Jaejoong duduk sedikit jauh dari meja yang di duduki oleh Changmin dan Junsu.

"huh, mentang-mentang sudah pacaran saja, membawa Jaejoong hyung jauh dari kita, maunya hanya berdua-duaan" gerutu Changmin sedikit kesal. Pandangannya masih memandang kearah Yunho yang mulai memesan makanan untuknya.

"biarkan saja mereka, mungkin saja ingin menikmati masa-masa berdua, kan ada waktunya Jaejoong bersama kita, jika Jung seonsangnim tidak ada"

"tapi kan dia merebut teman yeoppoku" cicit Changmin yang memanyunkan bibirnya.

Sementara dimeja yang menjadi pusat perhatian, Jaejoong terlihat seperti sedang melakukan protes dengan sedikit menggerutu pada Yunho.

"kenapa kau memesan cukup banyak makanan, seonsangnim? Lalu siapa yang akan menghabiskannya?"

"tentu saja kau, kita akan makan bersama, ingat yang ada dalam perutmu" bisik Yunho sedikit mendekatkan wajahnya kearah telinga Jaejoong membuat beberapa orag yang berada dalam kantin merasa iri dengan adegan tersebut.

"ya Yunho, kenapa kau tidak mengajakku kemari?" protes Yoochun yang tiba-tiba sana muncul.

"pergilah, jangan ganggu kami di sini dan cari tempat lain" bukannya mempersilahkan duduk, Yunho malah terang-terangan mengusir Yoochun.

"kau kenapa-"

"sudah sana cari tempat lain" ucap Yunho lagi sambil mendorong-dorong tubuh Yoochun sedangkan Jaejoong hanya diam melihat pemandangan di hadapannya.

"hish menyebalkan sekali sih, ada apa dengannya" gerutu Yoochun yang justru langsung duduk di meja yang sama dengan Changmin dan Junsu.

"loh? Kenapa kau duduk disini sonsangnim?" tanya Junsu bingung.

"kenapa? Kau tidak suka?" sungut Yoochun "ya, Changmin-ah, kenapa dengan mereka berdua? Kenapa seluruh isi sekolah bisa tahu tentang hal ini?"

"entahlah aku pusing, seonsangnim. Jaejoong sendiri yang membocorkannya saat beradu mulut dengah Go seonsangnim" ucap Changmin apa adanya.

"pantas saja tadi Ahra tampangnya seperti habis kebakaran jenggot"

"maksudnya?" tanya Changmin dan Junsu berbarengan.

"tadi dia masuk ke dalam ruang guru sambil marah-marah, sudah lah aku lapar" ucap Yoochun yang langsung pergi untuk memesan makanan.

Sementara di meja lain, Yunho tengah memaksa Jaejoong yang terlihat seperti terganggu untuk makan dengan mendekatkan sebuah sendok kearah mulut Jaejoong.

"aku bisa makan sendiri seonsangniiimmmm. Jangan perlakukan aku seperti ini, aku malu" ucap Jaejoong.

"aku kan hanya ingin memanjakanmu" ucap Yunho yang masih menyodorkan sendok.

Beberapa pasangan yang tengah makan bersama pun dibuat iri dengan prilaku Yunho yang memanjakan Jaejoong. tidak sedikit dari para uke atau yeoja yang mencubit pasangannya karena tidak bertindak seperti Yunho.

"ayo lah buka mulutmuu, hm?" ucap Yunho lagi. Jaejoong mnurut dan membuka mulutnya meskipun dengan wajah yang kesal.

"Jung seonsangnim" sapa Ahra yang datang sendiri. Membuat Yunho dan Jaejoong melihat kearahnya, bukan hanya mereka berdua, tetapi Yoochun, Junsu dan Changmin juga dengan orang-orang yang berada di kantin melirik pada meja Yunho dan Jaejoong "boleh aku duduk disini?" tanya Ahra langsung. Dengan cepat Jaejoong langsung menelan makanannya.

"tidak, cari saja tempat lain, jangan ganggu kami" kali Jaejoonglah yang angkat bicara karena masih jengkel dengan Ahra.

"ya, aku tidak bicara padamu mengerti?" jawab Ahra sinis.

"aku tahu kau tidak bicara padaku, dan disini, aku yang menempatinya duluan dan aku bisa saja mengusirmu"

"memangnya ada larangan jika aku tidak boleh duduk disini?"

"ada, aku yang baru saja buat" ucap Jaejoong yang bangkit dari duduknya.

"Ahra-shi, sudah cukup. Tolong tinggalkan kami" ucap Yunho yang langsung menahan tubuh Jaejoong

"Jung seonsangnim aku kan hanya ingin ikut gabung disini" jawab Ahra tidak mau kalah.

"tapi aku dan Jaejoong merasa terganggu, jadi kumohon carilah tempat lain"

"biar saja kita yang pindah" ucap Jaejoong sambil menari Yunho "Lee ahjumma, tolong pindahkan makanan kami ya"

"a ah? baik Joongie" jawab penjaga kantin yang Jaejoong panggil.

Ahra hanya menatap kesal pada sejoli yang pergi meninggalkannya dan duduk bersama Yoochun, Jusu dan Changmin.

"ya, mau apa kau duduk disini? Kau tadi mengusirku" tanya Yoochun.

"kau mau mengusirku kali ini" Yunho malah berbalik bertanya.

"aniii" cicit Yoochun karena mendapatkan death glare dari Yunho.

"seonsangnim, ini pesanan kalian aku pidahkan" ucap Lee ahjumma yang langsung menata makanan milik pasangan Yunjae.

"woooaaahhh hyung, aku minta ya" ucap Changmin kegirangan.

"kau makanlah pesananmu, ini milikku. Dan ini di sekolah, jangan panggil aku hyung" ucap Yunho tajam.

"pelit sekali" gerutu Changmin.

"lihat Go seonsangnim, kasihan sekali dia jadi duduk sendiri begitu" ucap Junsu yang sejak tadi memperhatikan Ahra duduk sendirian dan menjadi bahan obrolan beberapa siswa.

"apa kalian semua menatapku?! Cari lah objek lain selain aku!" bentak Ahra dan langsung meninggilkan kantin setelah menatap kearah meja Yunjae, Yoosu dan si bungsu Chwang.

"akhirnya pergi juga wanita gila itu" ucap Jaejoong pedas.

"ya, jangan menyebut seperti itu disekolah, jika ada yang mendengar bisa gawat" ucap Yunho mengingatkan.

"aku tahu" ucap Jaejoong cuek dan langsung kembali memakan makanannya senidri.

.

.

.

Semua mata pelajaran sudah selesai, Jaejoong , Changmin dan Junsu tengah merapikan buku-buku mereka.

"kita pergi nonton yu?" ajak Junsu.

"boleh saja, aku sedang ingin menghilangkan penat" ucap Jaejoong.

"ok, kita hanya pergi bertiga nih? Aku ajak Kyunnie ya"

"coba saja kau ajak dia" jawab Junsu.

"ok aku akan telfon dia dulu" ucap Changmin yang langsung mengambil handphonenya. Saat itu juga Yunho menghampiri mereka bertiga.

"Jaejoong-ah, ayo pulang" ucap Yunho.

"aku mau pergi nonton dulu dengan mereka, aku duluan saja" jawab Jaejoong malas.

"kau akan pergi denganku"

"shireo, aku mau pergi nonton"

"baiklah baiklah, kau tetap aku ijinkan menonton tapi kita harus pergi dulu. Nanti kau bertemu dengan mereka di bioskop"

"memang kau mau pergi kemana seonsangnim?" tanya Junsu.

"mau tahu saja kau bocah" jawab Yunho sedikit ketus.

"ish, aku kan hanya bertanya. Kau kan membawa temanku"

"dia kekasihku, kau mau apa"

"huh menyebalkan" sungut Junsu "ya Changmin-ah, kalau kau dengan Kyuhyun dan Jaejoong bersama dengan Jung seonsangnim, lalu aku dengan siapa?" tanya Junsu bingung "ya Changmin-ah!" bentak Junsu karena tidak dijawab.

"diamlah" ucap Changmin yang lari keluar kelas.

"lalu aku dengan siapaaaaaa"

"tidak apa lah, lagi pula kita kan tidak akan menganggurkanmu" jawab Jaejoong.

"lebih baik kita cepat pergi" ucap Yunho kembali menggenggam tangan Jaejoong "kau bisa ajak Yoochun kalau kau mau" tambah Yunho menatap Junsu.

"apa? Park seonsangnim? Aku tidak mau"

"kenapa? Dia bisa mengawasi kalian juga agar tidak pergi kemana-mana" ucap Yunho enteng "sudah lah aku pergi dulu" ucap Yunho yang langsung menarik tangan Jaejoong.

"beritahu aku kita akan bertemu dimana yaaaa" teriak Jaejoong yang menghilang dari balik pintu.

"hey kau awas jika pergi ketempat yang macam-macam" ucap Yunho ketika berpas-pasan dengan Changmin yang tengah menelfon.

"ya aku tunggu di tempat biasa ya" bukannya menjawab Changmin malah asik dengan telfon genggamnya.

.

.

.

"seonsangnim, kau bilang tidak akan buka-bukaan soal aku berangkat dan pulang bersamaku? bagaimana dengan sepedakuuuuu"

"untuk apa menutupinya lagi? Semua orang sudah tahu dan kau tidak akan menggunakannya selama kehamilanmu" ucap Yunho yang sudah berjalan menuju parkiran motor.

"lalu siapa yang akan mengantarnya kerumahku? Kau sudah janji kan?"

"kau tunggu disini" ucap Yunho yang langsung meninggalkan Jaejoong.

"hish, kenapa ada sih orang yang seenaknya saja seperti dia"

"ah pak Kang.." sapa Yunho melihat penjaga sekolah tengah duduk-duduk santai.

"ya Jung seonsangnim?"

"bisa kau antarkan sepeda yang ada disana?" ucap Yunho menunjuk kearah sepeda Jaejoong.

"tapi-"

"akan aku beri uang jalan untukmu bagaimana?"

"baiklah, aku antarkan kemana?"

"tunggu sebentar" Yunho langsung mengeluarkan sebuah kertas dan pulen kemudian menuliskan alamat rumah Jaejoong tercetak jelas pada otaknya "ini dia, tolong kau antarkan ke alamat ini sebelum sore ya dan ini untuk uang jalannya" ucap Yunho memberikan secarik kertas dan beberapa lembar won pada pak Kang.

"tapi Jung seonsangnim, ini banyak sekali uangnya"

"tidak apa-apa, kau bisa simpan itu"

"jeongmal gomawo, Jung seonsangnim"

"aku juga berterimakasih kau mau membantuku, aku permisi dulu" ucap Yunho dan langsung berlari kearah Jaejoong yang sudah menyenderkan tubuhnya pada motor Yunho.

"hah, seonsangnim, kau lama sekali, disini kan panas"

"mulai sekarang jangan panggil aku seonsangnim atau semacamnya, panggil aku Yunnie saat diluar sekolah" ucap Yunho semaunya sambil mengenakan jaketnya.

"shireo, aku malas jika harus memanggilmu seperti itu, kau itu seperti seorang ahjusshi mesum bagiku"

"ya ya terserah padamu, pakai ini agar kau tidak keanginan" ucap Yunho melempar sebuah jaket pada Jaejoong.

"ini punyamu?" tanya Jaejoong sambil mengenakan jaket tersebut "dan ini kebesaraaannn" keluh Jaejoong.

"jangan banyak protes dan pakai ini" ucap Yunho yang langsung memakaikan sebuah helm kekepala Jaejoong. kemudian Yunho langsung naik keatas motornya "ayo cepat naik" tambah Yunho. Jaejoong hanya menurut saja menaiki motor dengan mata yang sedikit tertutup karena ulah Yunho yang memakaikan helm dengan posisi yang tidak benar.

"tunggu sebentar" ucap Yunho mengeluarkan handphonenya dan langsung mengutak atik.

"apa yang lakukan?"

"sssttt diam"

"hiiisshhh"

"sudah, pegangan yang erat" Jaejoong hanya menurut memegangi jaket Yunho "yang benar, peluk aku" ucap Yunho kembali menarik tangan Jaejoong suapa memeluknya.

"kau itu memang modus"

"biar saja" Yunho langsung melajukan motornya.

.

.

.

Kini Yunho dan Jaejoong sudah berada dalam sebuah mall, Yunho dengan santai masih menggandeng tangan kanan Jaejoong. Sedangkan Jaejoong tengah asik memakan ice cream vanilla yang dia minta pada Yunho dengan cara merengek.

"kita mampir untuk membeli keperluan untuk ibu hamil" ucap Yunho yang masih berjalan menuju swalayan. Jaejoong hanya menurut dan mengekori Yunho.

Yunho dan Jaejoong berjalan berdampingan layaknya seperti pasangan baru yang tengah membeli keperluan rumah tangganya dengan Yunho yang mendorong sebuah troli dan Jaejoong mengikuti disampingnya.

"akhirnya ketemu juga. Coba kau lihat, rasa apa yang kau suka?"

"tapi kan itu susu untuk ibu hamil"

"kau pikir kau sedang apa? Hamil bukan? Dan kau harus apa?"

"minum susu" cicit Jaejoong.

"kau sudah tahu kan? Sekarang pilih rasa apa yang kau suka"

"vanillaaaa"

"ambil sendiri"

"ambilkaaannnn" rengek Jaejoong.

"kau ini manja sekali" ucap Yunho yang langsung mengambilkan 3 kotak susu bubuk "apa ada yang ingin kau cari?"

"mmmm.. aku mau ituuuu…" ucap Jaejoong sambil menunjuk pada tumpukan biscuit "beli itu ya untuk menonton nanti" rengek Jaejoong lagi.

"haahhh baiklah baiklah ayo.." ucap Yunho yang kembali mendorong trolinya lagi.

.

.

.

"aku tidak meminta yang macam-macam kan?" cengir Jaejoong sambil berjalan di depan Yunho yang tengah membawa kantung belanjaan.

"yaya terserah apa yang kau ucapkan"

"woooooaaaahhhhh, seonsangnim. Lihat boneka gajah itu? Lucu bukan?"

"aku tidak akan menengok jika kau masih memanggilku dengan kata seonsangnim" protes Yunho mengundang pandangan murung Jaejoong.

"belikan aku ituuuuu"

"tidak sebelum kau memanggilku dengan yang kusuruh tadi"

"baik-baik, Yunnie belikan aku boneka gajah itu neeeee" cengir Jaejoong.

"kau tunggu disini aku yang akan masuk kedalam daripada kau ikut dan mengambil yang tidak-tidak" ucap Yunho yang meninggalkan Jaejoong.

"cepat yaaaaaaa"

Tidak berapa lama Yunho keluar dari toko dengan membawa sebuah boneka gajah berukuran sedang ditangannya yang langsung disambut antusias oleh Jaejoong.

"woah! Kau memang baik sekali seon- ma maksudku yunnie, gomawooooo" ucap Jaejoong yang langsung merebut boneka itu dari tangan Yunho.

"apa temanmu sudah memberitahu untuk bertemu dimana?"

"sudah, mereka sudah menunggu kita di bioskop"

"ya sudah ayo jalan" ucap Yunho yang kembali menggandeng tangan Jaejoong.

.

.

.

"aish! Menyebalkan sekali Jung sialan itu, sudah mengusirku tadi, sekarang disuruh menemani bocah-bocah nakal" gerutu Yoochun saat memasuki bioskop yang Yunho sampaikan melalui pesan singkat "kemana anak-anak itu?" tanyanya pada diri sendiri sambil mengedarkan pandangan "Changmin-ah!" teriak Yoochun saat melihat Changmin, Junsu dan Kyuhyun sudah duduk di kursi tunggu.

"sedang apa dia disini? Apa Jung seonsangnim menyuruhnya kesini?" tanya Junsu pada kedua orang dihadapannya.

"mana aku tahu, kau kan yang tadi didalam kelas bersama Yunho hyung dan Jaejoong"

"setidaknya kau ada teman sekarang hahahaha" ledek Kyuhyun pada Junsu.

"hiiissshhh"

"mana Yunho?"

"mereka belum datang, seonsangnim" jawab Changmin.

"mereka? Yunho dan siapa?"

"ya Yoochun-ah"

"Changmin-ah, Junsu-ah, Kyunniiieee" teriak Jaejoong berlari kecil sambil memegangi boneka gajahnya. Yoochun sendiri langsung menghampiri Yunho yang beridir sedikit jauh dri gerombolan anak sekolah itu.

"kau dari mana? Kenapa kau menyuruhku untuk menemani mereka? Kau kan juga ikut" gerutu Yoochun.

"sekalian saja kau temani Junsu hahaha, bukankah kau sempat menggodainya"

"dia itu tidak jauh beda dengan Jaejoong, ngomong-ngomong apa yang kau bawa itu?"

"oh ini, aku habis berbelanja dengan Jaejoong"

"apa itu?" tanya Yoochun yang sedikit penasaran.

"susu untuk ibu hamil, eh!" jawab Yunho yang tidak sengaja keceplosan. Pasalnya Yoochun belum tahu prihal kehamilan Jaejoong.

"ooohhh, susu ibu hamil.." Yoochun diam sejenak.

TIK TOK TIK TOK

"MWO?! JANGAN BILANG KALAU-"

"diam!" ucap Yoochun tajam sambil memukul lengan Yoochun "diam jangan sampai ada yang mendengar termasuk mereka" Yunho melirik kearah bocah berseragam SMU itu dan melihat polah tingkah Jaejoong yang tengah memamerkan boneka barunya.

"Jung kenapa bisa begini? Apa semua seisi sekolah tahu?"

"tidak, mereka semua hanya tahu jika aku dan Jaejoong itu berpacaran"

"lalu apa yang akan kau lakukan?" bisik Yoochun.

"aku akan bertanggung jawab atasnya, dan aku sudah mengatakannya pada orangtua Jaejoong. sekarang masalahnya adalah aku berbicara pada orang tuaku"

"lalu bagaimana?"

"mungkin akan aku pikirkan lagi nanti" ucap Yunho yang kembali melihat kearah Jaejoong yang terlihat lepas melepas tawa seperti tidak ada beban apapun "aku mulai menyayanginya. menurutku dia itu unik dan aku telah berjanji untuk menjaga dan bertanggung jawab untuk menikahinya setelah lulus sekolah nanti" ucap Yunho sambil tersenyum memandangi Jaejoong.

"mwo?" kaget Yoochun dengan apa yang baru saja Yunho katakan.

_TBC_