Tittle : MY BAD BOY

Cast : Jung Yunho, Kim Jaejoong, Park Yoochun, Kim Junsu, Shim Changmin, Cho Kyuhyun, And other cast

Genre : Romance/Family/NC21/MPREG

Marga disesuaikan dengan kebutuhan cerita. Jadi disini ada beberapa karakter yang nadal masukin, bukan berarti nadal ga suka sama orang tersbut, tapi lebih untuk kebutuhan cerita ^^ ingat ini hanya fiksi ^^

Reader yang penasaran sama hubungannya bakal nadal jawab di Chapter-chapter berikutnya yaahhh

Happy Reading ^^

Sebelumnyaaahhh~

"MWO?! JANGAN BILANG KALAU-"

"diam!" ucap Yoochun tajam sambil memukul lengan Yoochun "diam jangan sampai ada yang mendengar termasuk mereka" Yunho melirik kearah bocah berseragam SMU itu dan melihat polah tingkah Jaejoong yang tengah memamerkan boneka barunya.

"Jung kenapa bisa begini? Apa semua seisi sekolah tahu?"

"tidak, mereka semua hanya tahu jika aku dan Jaejoong itu berpacaran"

"lalu apa yang akan kau lakukan?" bisik Yoochun.

"aku akan bertanggung jawab atasnya, dan aku sudah mengatakannya pada orangtua Jaejoong. sekarang masalahnya adalah aku berbicara pada orang tuaku"

"lalu bagaimana?"

"mungkin akan aku pikirkan lagi nanti" ucap Yunho yang kembali melihat kearah Jaejoong yang terlihat lepas melepas tawa seperti tidak ada beban apapun "aku mulai menyayanginya. menurutku dia itu unik dan aku telah berjanji untuk menjaga dan bertanggung jawab untuk menikahinya setelah lulus sekolah nanti" ucap Yunho sambil tersenyum memandangi Jaejoong.

"mwo?" kaget Yoochun dengan apa yang baru saja Yunho katakan.

Chapter 11~

"kenapa memangnya?" tanya Yunho enteng.

"apa kau yakin akan melakukannya?" tanya Yoochun ragu.

"aku pasti akan menepati janjiku dan belajar untuk mulai mencintainnya, bukan hanya menyayangi dan melindunginya sebagai muridku, dan aku harus bisa membuatnya terbiasa dengan kehadiranku" ucap Yunho tanpa mengalihkan pandangannya dari Jaejoong.

"kuharap juga kau tidak mengingkarinya, Jung. Kasihan anak itu" ucap Yoochun menepuk pundak Yunho "sebaiknya kita duduk bergabung bersama mereka" tambah Yoochun dan dianggukan oleh Yunho kemudian berjalan mendekati bocah SMU tersebut.

.

.

.

Dua orang guru dan empat murid sekolahnya sudah masuk kedalam bioskop sekitar setengah jam yang lalu untuk menonton film horo yang baru saja di rilis The Annabelle (?). Dengan posisi Jaejoong duduk berdampingan dengan Yunho, Changmin yang duduk berdampingan dengan Kyuhyun daaannnnn…. Yoochun serta Junsu yang duduk berdampingan dengan posisi yang saling diam satu sama lain dan melipat tangannya di dada (bayangin Yoosu kaya couple yang lagi berantem ya).

Kyuhyun sudah meringkuk memeluk tangan Changmin. Sedangkan Jaejoong sudah dari tadi menahan takut dengan menutupi wajahnya. Yoochun dan Junsu sendiri saling cuek meskipun merasa takut mereka menjaga imagenya untuk tidak memeluk satu sama lain.

"kau itu berani melawan orang tapi ternyata kau takut dengan hal seperti ini" ucap Yunho yang langsung merangkul tubuh Jaejoong.

"jangan meledekku, iblis itu mengagetkanku" ucap Jaejoong yang menurut saja menyembunyikan wajahnya pada tubuh Yunho.

"AAA!" teriak kelima orang secara bersamaan. Yoochun dan Junsu yang langsung meringkuk menutupi mukanya. Changmin yang ikut menyembunyikan wajahnya pada tubuh Kyuhyun. Dan juga Yunho berusaha untuk tetap tenang dan membiarkan Jaejoong menutupi wajahnya dengan tubuh Yunho.

"itu sama sekali tidak menyeramkan kenapa kalian berteriak?" tanya Jaejoong.

"sssstttttt jangan berisiiiikkkk" seru beberapa orang yang berada di depan mereka.

.

.

.

"ya Jung, kenapa kau sama sekali tidak teriak tadi?" tanya mereka saat suah keluar dari bioskop.

"untuk apa? Itu memalukan" jawab Yunho.

"tapi kau modus sekali peluk-peluk Jaejoong"

"kenapa? Ada masalah?"

"ani" jawab Yoochun singkat "sudah lah, aku harus pulang" lanjut Yoochun yang langsung melengos begitu saja.

"hyung, kau mau langsung pulang atau bagaimana?" tanya Changmin.

"aku manu mengantar Jaejoong pulang dulu, kalian duluan saja"

"baiklah, ayo kita pulang" ucap Changmin yang jalan lebih dulu dan diikuti oleh Kyuhyun dan Junsu.

"aku tidak lagi-lagi ikut kalau ada Park seonsangniiimmm" rengek Junsu yang suaranya mulai memelan seiring berjalan menjauhi Jaejoong dan Yunho.

"sekarang kemana?" tanya Jaejoong.

"apa maksudmu bertanya seperti itu? Kau berharap kita pergi lagi? Tidak akan, sudah cukup kau jalan-jalan. Sekarang harus pulang dan menyelesaikan tugas sekolahmu kemudian istirahat" ucap Yunho yang langsung menggandeng Jaejoong.

"tapi sebelum pulang aku mau mencari bulgogiiii"

"ya kita akan mencarinya sepanjang jalan menuju rumahmu"

"jangan bohong ya"

"ya dank au jangan menjadi namja yang cerewet" ucap Yunho yang terus jalan menggandeng tangan Jaejoong.

"hiiisshhh"

.

.

.

Sepanjang jalan Jaejoong memeluk tubuh Yunho, sepertinya Jaejoong sudah mulai terbiasa tanpa rasa gengsi yang mendominasi dirinya. tapi kini Jaejoong sudah terlelap dengan menyandarkan kepalanya pada punggung Jaejoong meskipun tangannya tidak merenggan dan tetap memeluk Yunho. Dalam diam Yunho tersenyum ketika sekilas melihat tangan Jaejoong yang setia memeluknya dan menikmati perjalanan yang sengaja dia perlambat. Tidak lama motor Yunho kini berhenti didepan rumah Jaejoong.

"kau tertidur lagi?" tanya Yunho pelan sambil melirik kebelakang kemudian tersenyum melihat wajah malaikat Jaejoong.

Yunho turun dengan perlahan dari motornya sambil menahan tubuh Jaejoong dan untuk kedua kalinya yunho menggendong tubuh Jaejoong di belakang punggungnya dan mengambil kantung belanjaan. Dangan santai yunho berjalan memasuki pekarangan rumah Jaejoong dan langsung mengetuk pintunya.

"tunggu sebentar" ucap umma Kim.

CLEK

"Jung seonsangnim? Dari mana saja Joongie?"

"tadi kami habis pergi menonton bersama teman-temannya juga, mungkin dia kelelahan"

"tolong bantu dia ke kamarnya ne? ayo masuk" ucap umma Kim yang kembali masuk dan diikuti oleh Yunho.

"biar aku saja yang membawanya keatas" uca Yunho yang langsung membawa Jaejoong keatas.

"aku akan tunggu disini dan mengambilkan minum" ucap umma Kim menuju dapur.

Yunho masuk perlahan dan hati-hati kedalam kamar Jaejoong. meletakan Jaejoong dengan perlahan di ranjangnya. Dengan telaten Yunho membuka tas, jaket dan sepatu yang masih dikenakan Jaejoong. Kemudian Yunho duduk disamping Jaejoong, disibaknya poni yang sedikit menutupi kening Jaejoong.

"kau itu manis jika tidak marah-marah seperti disekolah" ucap Yunho sambil tersenyum dan mengelus pipi mulus milik Jaejoong. gerakan Yunho justru malah membuat Jaejoong sekit membuka matanya.

"seonsangnim"

"kau tidur lah" ucap Yunho mengelus kepala Jaejoong.

"temani aku disini" ucap Jaejoong memegangi baju jaket yang masih di pakai Yunho.

"sssttt, jangan seperti ini, orang tuamu bisa marah, aku akan menunggumu sampai tertidur lagi, tidur lah" ucap Yunho yang kembali mengusap kepala Jaejoong. Jaejoong mengangguk pelan dan kembali memejamkan matanya.

Senyuman kembali tersungging di bibir hati itu ketika melihat polah tingkah Jaejoong yang mulaimanja padanya. Dilihatnya perut Jaejoong yang masih rata dalam balutan seragam.

"jadilah anak yang tangguh seperti ummamu ne?" ucap Yunho yang tanpa sadar mencium perut rata Jaejoong. kemudian dilihat lagi Jaejoong yang nampak sudah kembali pada mimpinya "aku pulang dulu" ucap Yunho mencium kening Jaejoong cukup lama.

Dengan perlahan Yunho bangkit dari duduknya dan perlahan keluar dari kamar Jaejoong. saat hendak menuruni tangga, Yunho melihat umma Kim yang tengah duduk bersama appa Kim.

"sepertinya aku akan langsung pulang saja" ucap Yunho sedikit takut melihat tatapan dingin appa Kim.

"kau tidak minum dulu?" sepertnya tidak, karena aku ada urusan.

"mmm, baiklah, terima kasih sudah mengantarkan Joongie"

"sama-sama, aku aka kembali besok, aku permisi" ucap Yunho membungkukan badannya pada umma dan appa Kim.

"hm" sahut appa Kim.

Tidak menunggu lama Yunho langsung saja pergi dari rumah Jaejoong dan langsung melajukan motornya.

"yeobo, kau kenapa bersikap dingin seperti itu?"

"aku hanya sedikit tidak suka dengannya saja" ucap appa Kim yang langsung pergi meninggalkan istrinya.

.

.

.

"hyuuung" panggil Changmin yang melihat Yunho baru saja masuk.

"ada apa?" tanya yunho dingin.

"kau habis dari manah?" tanya Changmin.

"aku habis mengantarkan Jaejoong, kenaoa memang?"

"Yun.. apa benar kau berpacaran dengan Jaejoong?" tanya umma Jung pada Yunho.

"ah itu.."

"tidak apa-apa, dia anak yang baik kok" ucap umma Jung.

"umma, appa mana? Ada yang ingin aku bicarakan pada kalian berdua" ucap Yunho dan kemudian melirik Changmin "dank au bocah, kau pergi ke kamarmu"

"enak saja, aku disini sedang nonton, jangan ganggu aku"

"Minnie-ah, kau kekamar dulu saja sana, dan sebelum itu panggil appamu di halaman belakang"

"ish umma selalu saja membela Yunho hyung" ucap Changmin memanyunkan bibirnya dan pergi "appaaaaaaaa" teriak Changmin sambil berjalan kearah belakang.

"umma.."

"ya Yun?"

"aku ingin membahas soal-"

"maafkan umma saat itu umma hanya sedikit iri ketika melihat teman umma sudah mempunyai cucu, bukan maksud umma memaksamu untuk segera mencari pasangan tapi-" ucap umma Jung yang sedikit menyesal kaena kejadian beberapa waktu langsung di potong oleh Yunho.

"tapi aku sudah tahu pasti siapa orang yang akan aku pilih umma"

"Jaejoong?"

"ne, dia. Bukankah Jaejoong sudah dekat dengan Changmin, umma dan appa?"

"tapi dia kan masih sekolah Yun"

"ada apa kau memanggil apa?" tanya appa Jung yang melepas sarung tanganya. Changmin yang tadi mengikuti appanya di belakang langsung masuk saja kedalam kamarnya.

"hah yeobo kenapa kau selalu saja membersihkan kebun belakang, sudah kubilang, kita panggil saja petukang. Kau harus memikirkan kesehatanmu"

"ah ini sekalian saja aku olahraga"

" umma, appa. Duduk dulu. Ada yang ingin aku bicarakan"

"memangnya apa?" tanya appa Jung yang langsung saja duduk. Yunho dan umma Jung juga langsung ikut duduk bersama appa Jung.

"begini, aku sekarang tengah dekat dengan Jaejoong"

"Jaejoong, teman Changmin itu?"

"ne, appa"

"dan aku sudah memutuskan bahwa Jaejoong lah yang akan menjadi terakhir bagiku"

"ma maksudmu? Kau sudah kau dan Jaejoong?" tanya appa Jung membuat Yunho sedikit menarik nafasnya.

"Jaejoong tengah mengandung, dan itu adalah anakku" cap Yunho pelan.

"apa kau bilang?!" ucap Umma dan appa Jung bersamaan.

"kumohon jangan keras-keras nanti Changmin tahu"

"Yunho appa mengajarkanmu untuk tidak melakukan hal yang tidak tahu aturan"

"aku tidak akan lari dari tanggung jawabku umma appa, bukankah kalian yang mengajariku seperti itu?" ucap Yunho berusaha tenang.

"kenapa itu bisa terjadi Yunho-ah" tanya umma Jung yang terlihat kecewa.

"saat Changmin dan teman-temannya pergi ke club dan Jaejoong menginap disi, aku tidak sengaja meniduurinya"

"lalu bagaimana ddengan tanggapan orang tuannya nanti Yunho" tanya appa Kim yang sekidit ngeri mendengar kesaksian Yunho.

"aku sudah mengatakan pada mereka, meskipun aku tahu mereka merasa kecewa sama seperti kalian, aku meyakinkan mereka untuk menutupi ini agar pihak sekolah tidak tahu dan aku akan berusaha untuk menjaganya"

"Yun.. tapi dia masih anak-anak" ucap umma Jung lagi.

"tapi aku yakin dia bisa melewati ini"

"kuharap kau tidak akan mengecewakanku untuk kedua kalinya Yun, jadilah orang yang bertanggung jawab. Meskipun aku marah apa aku bisa memutar waktu" ungkap appa Jung.

"kumohon mengertilah posisiku saat ini, dan aku ingin meminta ijin untuk menikahinya setelah lulus sekolah nanti"

"Yun, apa itu tidak terlalu cepat?" tanya umma Jung lagi.

"aku tidak mau Jaejoong mengandung dan aku tidak ada didekatnya" ucap Yunho mantap.

"aku bangga padamu, meskipun aku kecewa tapi perbaikilah kesalahan itu" ucap appa Jung menepuk punggung anak sulungnya.

"ne gomawo, aku akan kembali kekamar, maaf membuat kalian kecewa atas kejadian ini" ucap Yunho yang bangkit dari duduknya dan berjalan menuju kamarnya.

Changmin yang sudah bersembunyi menguping pembicaraan orang tua dan hyungnya langsung mengikuti Yunho yang berjalan menuju kamarnya dan ikut masuk.

"kau? Mau apa kau kesiniiii?"

"hyung apa kau serius kalau Jaejoong-"

"kau menguping tadi?! Awas saja sampai membocorkannya"

"kenapa kau tidak katakan padaku hyung?"

"kau itu brisik ya, pergi dari kamarku! Kau pikir kau sudah mengerjakan tugasmu?! Pergi sana" ucap Yunho mendorong tubuh Changmin keluar.

"YA HYUNG!"

"Jung Changmin, apa yang kau lakukan?"

"ani appa" ucap Changmin melarikan diri ke kamarnya.

Yunho langsung membuka kemejanya dan bertelanjang dada. Wajahnya kembali tersenyum ketika mengingat wajah Jaejoong yang bahagia ketika pergi bersamanya dan membeli boneka.

"selamat malam Boojaejoongie" ucap Yunho dan langsung memejamkan matanya.

.

.

.

Hari-hari terus berlalu seperti biasa Yunho akan terus mengantar jemput Jaejoong kesekolah bahkan kemanapun Jaejoong pergi. Hilang sudah jarak diantara mereka berdua tidak adalagi rasa canggung maupun malu. Yunho dan Jaejoong kini sama-sama tengah berbicara di depan ruangan dimana Jaejoong akan melaksanaka ujiannya.

"kau kerjakan itu dengan benar, ingat yang aku ajarkan padamu, Boo"

"bukan kau yang mengawas di ruangan ini?" tanya Jaejoong bingung.

"ani, kau masuklah. Aku harus mengawas diruangan lain" Jaejoong hanya mengangguk lucu dan langsung mendapat kecupan panis pada keningnya.

"dadah Yunnie, jangan lupa kemari lagi kalau sudah selesai dan jangan dekat-dekat wanita gila itu, ara?"

"hush! Kau ini sudah di beritahu jangan berucap sembarangan, masih saja, sudah sana" ucap Yunho yang langsung mendorong Jaejoong masuk kedalam kelasnya "sku pergi dulu" ucap Yunho yang berlari terburu-buru.

.

.

.

Setelah selesai ujian Jaejoong langsung saja keluar dari ruangannya, dengan wajah yang kusut dan sedikit pucat Jaejoong berdiri bersandar pada tembok.

"Boojae-ah" maaf jika aku lama "oh? Kau kenapa?" tanya Yunho yang langsung menangkup wajah Jaejoong.

"hanya sedikit pusing" jawab Jaejoong seadanya.

"aku antar ke UKS ya"

"shireo, aku tidak apa-apa, hanya pusing sedikit bukan masalah besar"

"kalau begitu kita makan ya, dank au jangan terlalu banyak berpikir" Jaejoong hanya mengangguk pelan. Yunho langsung menggandeng tangan Jaejoong untuk berjalan menuju kantin.

Hal ini terus Yunho lakukan untuk membuat Jaejoong merasa nyaman dan tidak terganggu. Tidak ada satupun orang yang tahu kecuali Yoochun, Changmin dan keluarga. Jaejoong sendiri perlahan mulai merasakan perhatian lebih yang diberikan Yunho. Banyak juga perubahan dari sikap Jaejoong yang suka meledak-ledak kini sudah mulai berkurang, bahkan Yunho sering mengacuhkan Ahra yang masih saja mendekatinya untuk menghindari reaksi Jaejoong yang akan langsung mengambek padanya.

.

.

.

3 Week Later

"woooaaahhhh! Aku lulus! Aku lulus!" teriak para siswa yang melihat namanya terpajang pada kertas yang tertempel di mading.

"permisi.. aku mau lewat" ucap Jaejoong sambil menyelag pada kerumunan siswa yang masih berdiri dihadapan mading. Jaejoong langsung mencari-cari namanya "woooaaahhh aku.. aku lulus!" teriak Jaejoong langsung memecah gerombolan siswa untuk keluar.

"bagaimana? Kau lulus kan?"

"aku luluuuusssss" ucap Jaejoong yang langsung memeluk Yunho.

"selamat ya Boo.." ucap Yunho mengeluarkan sebucket lily bunga dari belakang punggungnya.

"oh? Indah sekaliiiiii" ucap Jaejoong sambil mengambil bunga tersebut dari tangan Yunho.

"kita rayakan ini diluar bagaimana?"

"ayo, aku sudah tidak sabar, akhirnya aku bisa juga terbebas dari tugas-tugasmu Yunnie~"

"dasar anak nakal, ayo jangan buang waktu lagi" ucap Yunho yang langsung menggandeng lengan Jaejoong. Jaejoong langsung saja bergelayut manja pada lengan Yunho.

.

.

.

Yunho dan Jaejoong sama-sama menikmati perjalanan setelah keluar dri sekolah, Jaejoong dengan setia memeluk tubuh besar Yunho yang tengah mengendarai motor.

"aku akan mengajakmu pergi kemanapun, dan kau boleh memakan apapun yang kau suka, bagaimana?" teriak Yunho

"apaaaa?"

"sudah lah, ikut saja kemana aku membawamu!" teriak Yunho lagi.

Yunho terus memacu motornya memasuki sebuah pantai, Yunho langsung turun dari motornya dan membiarkan Jaejoong yang masih duduk di motornya.

"ayo kita turun"

"untuk apa kita kepantai?"

"tentu saja untuk merayakan kelulusanmu, apa lagi?" ucap Yunho mengulurkan tangannya. Jaejoong langsung menerima tangan Yunho dan turun dari motor. Sesaat kemudian Yunho langsung menutup kedua mata Jaejoong dengan tangannya.

"Yunnie-ah, ada apa ini?" tanya Jaejoong memegangi tangan Yunho.

"jangan dibuka dulu, akan aku tunjukkan sesuatu padamu" ucap Yunho menuntun langkah Jaejoong kesuatu tempat.

Yunho langsung berhenti ditempat yang sudah dia persiapkan sebelumnya. Semilir angin langsung menerpa wajah keduanya.

"jangan dibuka sebelum aku menghitung sampai angka tiga" ucap Yunho lang menurunkan tangannya.

"hana.. dul.. set.." dengan aba-aba yang Yunho berikan, perlahan Jaejoong membuka matanya.

"woooaaahhhh Yunnie-ah, ini?"

"aku sengaja menyewa cottage yang langsung menghadap ke pantai untuk makan malam kita berdua, Boo"

"tapi tapi ini berlebihan, Yunniieee"

"apa berlebihan jika ini untuk calon istriku, hmm?" tanya Yunho yang langsung memeluk tubuh Jaejoong dari belakang "dan kita tidak hanya merayakannya berdua, tapi bertiga bersama calon aegya kita" ucap Yunho sambil mengusap perut Jaejoong dan mengecup pipinya dan menyandarkan dagunya pada pundak Jaejoong.

"kau mamang yang terbaik Yunnie" ucap Jaejoong menyandarkan kepalanya pada kepala Yunho.

"kau lihat ini? Kalau dilihat-lihat saat sore hari indah bukan?" tanya Yunho sambil memandang kearah pantai.

"aku suka melihat pemandangan ini, belum pernah aku kesini diwaktu senja, kenapa kau tiba-tiba mengajakku kesini?" tanya Jaejoong kemudian Yunho langsung membalikan tubuhnya.

"kau tahu, kau itu sama indahnya dengan pemandangan disini"

"kau ini bicara apa, jangan membuatku malu" ucap Jaejoong memegangi pipinya yang memerah.

"sungguh aku tidak bercanda"

"jangan kau gombali aku terus Yunnie… atau kau sering menggombali wanita lain selagi aku tidak ada?"

"itu tidak akan mungkin Boo.. aku kan sudah punya dirimu"

"aku mau menagih ucapanmu yang bilang akan merayakan kelulusanku.."

"disini kita sedang merayakannya"

"mana aku tidak melihat apapun disini" ucap Jaejoong sambil melihat-lihat sekelilingnya "kau berbohong"

"aku tidak berbohong"

"lalu apa?" tanya Jaejoong lagi dan Yunho langsung merogoh kantungnya.

"Jaejoong-ah.. will you marry me?" ucap Yunho sambil menunjukan sebuah kotak cincin di hadapan Jaejoong.

"Yunnie-ah, ini?" tanya Jaejoong bingung.

"jangan buat aku mengulanginya, Boo" ucap Yunho meyakinkan. Dan Jaejoong terdiam sejenak menatap mata Yunho dalam.

"will you marry me, Jung Jaejoong" ucap Yunho sekali lagi.

"aku mauuuu… aku mauuuu" ucap Jaejoong bahagia sambil mengangguk.

Yunho langsung mengambil cincin dalam kotak dan memegang tangan kanan Jaejoong. disematkannya cincin tersebut pada jari manis Jaejoong dengan perlahan.

"kau akan selamanya menjadi milikku, dan tidak ada yang bisa mengambilmu dariku" ucap Yunho sambil mencium punggung tangan Jaejoong.

"Yunnie-aahhhh" panggil Jaejoong yang matanya sudah berkaca-kaca.

"aku tidak akan meninggalkanmu apapun yang terjadi" ucap Yunbo menangkup kedua pipi Jaejoong. "aku berjanji dan akan selalu mencintaimu dan juga calon aegya kita"

Jaejoong kembali menganggukkan kepalanya. Perlahan Yunho mendekatkan wajahnya pada wajah Jaejoong yang langsung memejamkan matanya.

Bibir hati itu langsung memagut bibir cherry milik Jaejoong. Yunho sedikit menekan tengkuk Jaejoong dengan tangan kanan untuk memperdalam ciumannya, sedangkan tangan kirinya digunakan untuk memeluk pinggang Jaejoong dan Jaejoong sendiri langsung mengalungkan kedua tangannya pada leher Yunho. Hembusan ombak adalah saksi bisu dimana Yunho menetapkan Jaejoong sebagai miliknya untuk selamanya. Cukup lama ciuman itu berlangsung, dengan perlahan Yunho menuntun tubuh Jaejoong masuk kedalam cottage tanpa melepaskan ciuman mereka.

BLAM!

Yunho sedikit menendang pintu cottage agar tertutup.

Lalu apa yang selanjutnya yang akan terjadi? YOU KNOW WHAT I MEAN, HUH?

Syalalalala~

_TBC_