Airigato telah mereview cerita yang acak-acakan ini, dan kurang menarik.

.

Disclamer

Naruto dan High School DxD bukan punya saya.

Naruto & High School DxD: Dark Bring Master

Raiting: M

Genere: Adventure, Fantasy, Romance, Supernatural

Pairing: Naruto x Harem

Warning: Abal, Gaje, OOC, OC, Typo

.

[Opening Chapter 10: DaisyXDaisy - Towa no Kizuna]

.

Chapter 11

.

Naruto tengah berjalan di kota Kuoh yang diterangi dengan sinar rembulan yang berada dipuncak. Naruto melirik jam tangan yang Ia gunakan, yang menunjuk pada pukul 00.17. Naruto menghela nafas pelan, entah kenapa Ia tak bisa tidur, dan terpaksa Ia keluar Apartemennya untuk mencari hal yang tidak membosankan, tapi setelah keluar Ia malah semakin bosan, karena tidak ada hal menarik sedikit pun, atau pun Iblis liar yang berkeliaran.

Naruto sebagai High Class Devil tentunya tahu kalau ada bahaya yang akan menyerangnya, dengan gerakan cepat Ia menunduk, dan memukul kebelakang, dan tepat mengenai seseorang perempuan yang memakai jubah hitam dengan tudung yang sudah terbuka.

Naruto mengalihkan pandangannya kebelakang, dan melihat sosok gadis berambut ungu panjang, pandangan mata tajam, yang sesang menggemgam salah satu dari 7 pecahan pedang Excaliber, yang terlempar menabrak dinding gedung karena pukulan keras yang dilancarkan Naruto.

"Apa mau mu?" tanya Naruto tajam.

"Kau Iblis, aku harus membunuh mu" Naruto membulatkan matanya sempurna, gadis itu tiba-tiba saja menghilang, dengan kecepatan yang melebihi Sasuke. Naruto merasakan bahaya dari belakangnya, segera melompat kesisi kiri.

Gadis itu kembali terlihat dimata Naruto, setelah beberapa detik tidak terlihat sedikit pun. "Kau hebat juga Iblis menjijikan" Sekali lagi Naruto membulatkan matanya, Gadis itu menghilang lagi, tanpa jejak sedikit pun.

CRAZZ!

Telat bagi Naruto untuk menghindar, walaupun Ia telah merasakan bahaya dari sisi kanannya, tapi Ia tidak dapat menghindarinya, sehingga Ia terkena sayatan dari pedang Excaliber tersebut.

Naruto memegang bahu kananya, yang sangat perih, bagaimana pun Excaliber, adalah pedang yang mematikan bagi Iblis, walaupun itu Iblis terkuat sekalipun, pedang Excaliber harus tetap dihindari bagai mana pun caranya. Dengan bahu kanan yang mulai meneteskan darah, Naruto berdiri kembali.

Sebuah lubang Vortex muncul disisi kanan Naruto, dan mengeluarkan pedang Elucidatornya. Dengan gerakan seperti orang kurang tenaga, Naruto mengambil pedang tersebut. Dengan sisa tenaganya yang berkurang drastis akibat sayatan pedang Excaliber, Ia menyalurkan Energy Dark Bring yang tersisa ke pedang Elucidatornya.

Perlahan-lahan tapi pasti aura ungu pekat mulai muncul disekitar pedang Elucidator yang Naruto gemgam. Dengan tenaga yang tersisa Ia menyerang gadis tersebut dengan gerakan yang sangat lambat dimata sang gadis.

Seperti melawan bocah berumur 5 tahun gadis itu dengan mudah menghindari setiap ayunan pedang yang benar-benar lembat, yang mengarah padanya. Dengan mata terpejam gadis itu terus menghindari. Tangan kanannya yang menggemgam pedang Excaliber bergerak lambat, dan menyat pipi Naruto.

CRAZ!

Dua kali Naruto terkena sayatan Excaliber, tenaganya berkurang drastis. Sisa tenaga yang Ia punya sudah habis, dengan lambat Ia jatuh ketanah, dengan kedua tangan sebagai tumpuan tubuhnya yang sudah tak mampu berdiri lagi.

"Keanapa? kenapa aku selemah ini. Kenapa?" dengan suara yang kecil Naruto terisak karena dirinya terlalu lemah, tapi gadis tersebut mendengarnya, mendengar gumanan pilu Naruto yang sudah pasrah.

Tangan kanan gadis itu bergerak, pedang Excalibernya Ia tempelkan dileher Naruto, yang sudah tidak bisa berbuat apa-apa. "Kau adalah Iblis dengan tekan aura yang tinggi, kenapa kau bisa selemah ini?" tanya gadis itu datar.

Naruto menaikan kepalanya yang tertunduk, dan menatap wajah manis gadis tersebut. "Bunuh saja aku, bunuh, aku hanya Iblis lemah, yang bahkan tak mampu melawan seorang exorcist" balas Naruto pasrah.

Gadis tersebut mengangkat pedangnya tinggi-tinggi, dan siap megngeksekusi Naruto dimalam yang diterangi sinar rembulan. "Kau mau mati? jadi kau melumpakan dendam mu itu?" tanya gadis itu datar, yang masih mengangkat pedang Excalibernya tinggi-tinggi.

Mata Naruto membulat sempurna bagaimana gadis ecorcist ini tahu tentang dendamnya, apa dia punya hubungan dengan Naruto? entahlah. "Siapa kau sebenarnya?" tanya (balik) Naruto lemah.

Gadis tersebut tak merubah ekspresinya atau posisi pedangnya yang masih Ia angkat. "Aku tidak menyuruh mu bertanya, aku menyuruh mu menjawab. Apa kau mau mati? apa kau telah melupakan dendam mu?" balas gadis itu datar.

Naruto kembali menundukan kepalanya, tetesan air mata mulai turun dari mata biru saffirnya yang terpejam. "Aku...Aku belum mau mati, Aku masih ingin membalaskan dendam ku" jawab Naruto berteriak kecil.

"Bagus" gadis itu menggerakan tangan kanannya ke leher Naruto, tapi hanya tinggal satu cm jarak pedang Excalibernya dan leher Naruto Ia menyarungkan kembali pedang Excalibernya. "Sebelum membalas dendam mu, kau masih harus banyak belajar Naru-chan" ucap gadis lembut. Gadis itu mengulurkan tangannya didepan wajah Naruto. "Berdirilah Naru-chan" ucap Gadis itu.

Dengan sisa tenaga yang hampir habis Naruto menerima uluran tangan tersebut. "Siapa kau sebenarnya, dan kenapa kau tahu nama ku?" tany Naruto lemah.

Gadis itu terseyum kecil. "Nanti kau akan tahu Naru-chan yang penting sekarang aku harus membawa mu ke Apartemen mu, untuk mengobati luka yang kau terima barusan" balas gadis itu yang tidak menjawab pertanyaan Naruto.

.

Anggota Akatsuki kini tengah tertidur lelap di kamarnya masing-masing yang berada di Apartemen Naruto, yang tentunya telah di sulap oleh Itachi menjadi sebesar Istana yang mengah, tapi jika dilihat dari luar hanya sebesar Apartemen standart yang ada di Kuoh.

TOK!TOK!TOK!

"Siapa sih tengah malam begini mengetuk pintu" guman Itachi bangun dari tidurnya yang masih setengah sadar dengan mata setengah terpejam.

Dengan gerakan yang masih mengantuk Itachi berjalan kepintu rumah yang di ketuk oleh seseorang. Hanya tinggal lima langkah lagi Itachi mencapai pintu, matanya langsung membulat, rasa ngantuknya hilang seketika ketika merasakan aura suci yang pernah Ia rasakan beberapa kali dulu saat penggembaraan mencari Dark Bring Master.

Sebuah linglaran sihir berwarna hijau muncul disisi tangan kanan Itachi, dan memunculkan sebuah pedang yang terbuat dari cahaya berwarna hijau. "Aura suci siapa ini" guman Itachi yang kembali melangkahkan kakinya.

PRAK!

"Siapa kau" dengan gesit Itachi membuka pintu, dan menyodorkan pedangnya keleher gadis yang mengetuk pintunya. Mata hitam legam Itachi melirik seseorang yang dibawa gadis itu, tapi beberapa detik kemudian membulat sempurna melihat Kingnya dibawa gadis itu. "Na-Naruto" ucap Itachi. Itachi kembali melirik gadis itu dengan tajam. "Apa yang kau lakukan pada Naruto?" tanya Itachi.

Gadis itu tak berekspresi sama sekali, wajah datar bagaikan boneka, walaupun masih kelihatan manis. "Nanti akan jelaskan, cepat bawa King mu masuk" balas Gadis itu.

Mata Itachi tak berpaling, Ia masih menatap tajam gadis didepannya. "Untuk apa aku percaya dengan Exorcisr seperti kau" ucap Itachi.

"Hooaaam, ada ribut apa sih ma- Exorcist, kau Exorcist, untuk apa kau kemari?" Lee yang baru sadar dari tidur malam membulat kan matanya melihat seorang Exorcist ada didepan pintu rumah mereka. "Na-Naruto" mata Lee melirik posisi Naruto yang seperti terluka cukup parah. "Teme, apa yang kau lakukan dengan Naruto hah?" geram Lee dengan mengeluarkan kobaran api dikepalan tangan kanannya.

Gadis itu tetap tak bereksprisi, wajahnya masih seperti boneka walaupun sudah di geretak oleh Lee. "Sudah kubilang nanti akan jelaskan" balas gadis itu.

"Kami seorang Iblis, tentunya kami tidak akan mempercayai kata-kata dari seorang Exorcist seperti mu" sebuah suara yang berasal dari belakang Lee muncul, dan menampilkan 3 Iblis rengkarnasi yang merupakan perage Naruto.

Naruto yang sedang dibopong oleh gadis tersebut, mengangkat kepalanya lemah. "Ka-kalian tenang saja, I-Ia tak jahat kok" ucap Naruto lemah.

"Ta-tapi..."

"Apa kau me-meragukan Ki-King mu Itachi?" tanya Naruto memotong perkataan Bishopnya. "Percalah pada ku Ia tak jahat kok" tambah Naruto diikuti senyum kecil.

Itachi yang sedang menyodorkan pedangnya keleher gadis tersebut menurunkannya. "Karena ini perintah dari Naruto, aku akan mencoba mempercayaimu" ucap Itachi. Itachi membalik badannya, tanpa menoleh kebelang Ia melangkah maju. "Ikuti aku" ucapnya.

.

Anggota Akatsuki dengan gadis Exorcist tersebut duduk diruang tamu dengan berbagai hidangan disajikan diruang tersebut, tentu saja tanpa kehadiran Naruto, karena Naruto sedang di baribgkan dikamarnya.

Gadis Exorcist tersebut mengambil teh buatan Haku yang betada didepannya, dan menyesapnya sedikit. "Apa disini ada yang bisa sihir penyembuhan?" tanya Gadis tersebut.

"Tidak" jawab Itachi singkat. "Siapa kau sebenarnya kenapa kau menolong melawan Naruto dan membawanya kemari?" tanya Itachi mematap tajam Gadis dihapannya, tentunya Itachi masih belum bisa mempercayai gadis tersebut, karena Ia merpulan Exorcist, musuh yang bahaya bagi kaum Iblis seperti mereka.

Gadis tersebut kembali menyesap teh buatan Haku yang berada dicangkir yang Ia gemgam. "Bukan kah lebih baik kalian mengenalkan diri kalian dahulu" balas Gadis tersebut, yang menaruh cangkir tehnya diatas meja tamu.

"Teme, kau yang datang kesini, tanpa tahu asal usulnya, kami semua tak ada yang menganali mu, tapi kau menyuruh kami memperkenalkan diri kami, seharusnya kau tahu diri sialan" geram Lee yang duduk sisi kanan Itachi.

"Kami semua? hanya kalian yang tak menganali ku, Naru-chan mengenali ku, jadi seharusnya kalian yang memperkenalkan diri" balas Gadis itu datar.

"Teme kau..." geram Lee

"Lee percuma" bentak Itachi sedikit keras pada Lee. "Ia memang mengenali Naruto, tidak mungkin Naruto menyuruh kita mempercayainya kalau Naruto tak menganalnya, tapi kita harus tetap waspada padanya" ucap Itachi.

"Benar apa yang dikatakan Nii-san" Sasuke yang menyandarkan tubuhnya dari tembok, berjalan kearah mereka. "Lebih baik kita memperkenalkan diri kita" tambah Sasuke.

"Cih, baiklah" Lee membuang mukanya kiri agar tak terlihat oleh gadis Exorcist tersebut. "Nama ku Porthas. D Lee" Lee memperkenalkan dirinya dengan Ekspresi kesal.

"Yuki Haku"

"Kaguya Kimimaro"

"Itachi Uchiha"

"Sasuke Uchiha"

Mereka semua memperkenal diri mereka dengan datar, hanya Lee saja yang memperkenal dirinya dengan Ekspresi kesal, padahal di Sekolah barunya, Ia cukup terkenal dengan sifat datarnya, tapi tidak di rumah, Ia akan menjadi seseorang yamg bodoh bahkan sangat bodoh, karena pernah membakar kompor mereka dengan apinya itu.

"Jadi siapa dirimu nona?" tanya Itachi yang masih menatap tajam gadis exorcist didepannya.

"Yugao Uzuki, kakak angkat Naruto, yang menyelamatkan Naruto dari pulau tak perpenghuni, orang pertama yang memperkenal Dark Bring pada Naruto, orang yang telah memberi Dark Bring Kamui pada Naruto, serta orang yang telah mengajari ilmu berpedang pada Naruto" ucap Gadis Exorcist tersebut, yang memiliki nama Yugao Uzuki.

Itachi membulatkan matanya sempurna, Ia tidak menyangka kalau Yugao Uzuki sekarang ada dihadapannya. "K-Kau Yigao Uzuki?" tanya Itachi masih tidak percaya.

"Ya, memang kenapa?" tanya Yugao datar.

Itachi tak merubah eksprisinya yang masih shok dan membulatkan matanya. "Ja-jadi kau Exorcist yang merupakan calon Paladin selanjutnya?" ucap Itachi.

"Ya kau benar, tapi kalau aku tidak dikeluarkan oleh pengutus agama" balas Yugao datar.

"Apa maksudmu?" tanya Itachi

"Aku dikeluarkan oleh Exorcist beberapa tahun yang lalu, tapi tidak yang tahu kecuali teman-teman ku, setelah itu aku hidup dengan susah karena pekerjaan ku sebagi Exorcis hilang, tapi teman-teman ku datang, dan memberi tahu kalau mereka akan ke Jepang, tanpa pikir panjang aku ikut dengan mereka, karena jika di Jepang, aku bisa bersama adik anhkatku" jawab Yugao datar.

"Lalu alasan apa kau bisa dipecat?" tanya Kimimaro yang dari tadi hanya mempwrhatikan saja.

"Karena aku mengasuh anak Iblis, tapi tidak ada yang tahu itu, tidak ada yang tahu, kecuali para petinggi bebedah itu" geram Yugao dengan mengepalkan tangannya kuat-kuat.

"Kalau kau memang dipecat, bukannya seharusnya kau tak memegamg pedang Excaliber lagi, Yugao-san?" tanya Haku.

"Kau benar, tapi Excaliber ini masih dipercai oleh ku, bukan, bukan dipercayai, lebih tepatnya Excaliber ini mengel setengah kekuatan ku" jawab Yugao.

"Kekuatan? kekuatan apa itu?" tanya Sasuke.

"Sihir ku, kemampuan sihir ku disegel disini, hanya orang yang menyegelnya yang bisa membuka segel ini" jawab Yugao.

"Sini biar aku lihat" ucap Itachi yang menyodorkan tangannya didepan Yugao.

"Tapi bukannya kau Iblis?" tanya Yugao.

"Hal-hal suci tak akan berpengaruh terhadap ku, walaupun aku Iblis, jebis sihir ku adalah sihir suci, apa kau lupa tadi aku menyodorkab pedang cahaya pada leher mu?" jawab dan tanya Itachi.

"Sepertinya aku melupakan itu" balas Yugao. Yugao mengambil pedang Excalibernya, dan memberikannya pada Itachi. "Ini" ucap Yugao.

Itachi menerima pedang itu dengam tangan kananya. Mata hitam legamnya mulai memperhatikan deretan sihir yang dipasang pedang itu untuk menyegel kekuatan Naruto. "Askera Sihir" guman Itachi. Itachi beridir dan berjalan ketempat yang cukup luas tanpa barang disana."Ini segel yang cukup rumit, tapi aku akan mencobanya" ucap Itachi. Itachi meletakan pedang itu, di lantai, dan Ia duduk bersila disisi pedang tersebut.

Sebuah lingkaran sihir dengan warna putih dengan skala sedanh mincul dilantai, dengan Itachi, dan pedang pedang Excaliber milik Yugao didalamnya. Secara perlahan-lahan tapi pasti lingkaran sihir itu mulai memancarkan cahaya. Pedang Excaliber milik Yugao mulai terangkat 5 cm dari permukaan bumi, dan Itachi mulai menerapalkan mantaranya.

[Malaikat mahluk abadi yang berabdi pada Tuhan]

[Kekuatan cahaya hanya milik Malailat]

[Jatuhkan mereka dari surga mu yang agung jika membangkang perintah mu]

[Open Seals Angels]

DUAR!

Ledakan kecil terjadi diruang tamu Apartemen Naruto yang bagaikan Istana. Cahaya putih yang menyilaukan memenumi ruangan tersebut. Seluruh pasang mata yang memandang Itachi kini menutup karena terlalu silaunya cahaya yang memenumi ruangan.

Perlahan-lahan tapi pasti cahaya tersebut mulai menghilang diikuti menghilangnya linglaran sihir Itachi, dan kini tampak Itachi yang masih dudul bersila dengan mata terpejam, Yugao menutup matanya, serta tangannya menutupi kedua matanya, Sasuke menutup matanya seperti biasa, Lee yang menutup mata rapat-rapat, Kimimaro, dan Haku hanya menutup mata biasa.

Itachi kembali membuka matanya, dan nampak mata hitam legam yang menatap pedang Excaliber dihadapannya. Sekilas Ia tersenyum kecil, tapi kembali lagi kewajah datarnya, setelah beberapa 2 detik Ia tersenyum. Itachi berdiri dan melangkahkan kakinya kedepan, dengan mengambil pedang Excaliber milik Yugao yang tergeletak. "Sampai kapan kalian akan menutup kalian?" tanya Itachi.

"Memangnya sudah selesai?" tanya (balik) Yugao.

"Tentu saja, apa kau tidak bisa merasakan kekuatan mu itu?" jawab sekaligus tanya Itachi.

Yugao, dan yang lainnya mulai membuka mata mereka dengan perlahan. "Kekuatan? Aku tak merasakan apapun" jawab Yugao.

Itachi berhenti, dan melemparkan pedang Excaliber milik Yugao. "Belum sempunuhnya, masih dalam proses, jika kau mengingikan yang cepat, hancurkan pedang itu dengan tangan mu sendiri" balas Itachi.

Yugao masih bereksprisi datar, mantap Itachi. "Menghancurkan? bagaimana caranya?" tanya Yugao.

Itachi mengangkat kedua bahunya. "Entah, itu tanggung jawab mu" jawab Itachi.

"Hn" balas Yugao datar.

.

Rias dan anggota Peragenya kini menatap dua gadis Exorcist diruang penelitian ilmu gaib yang setiap gadis membawa dua pedang Excaliber dipunggungnya. Dua gadis itu entah dari mana tiba-tiba saja hadir di ruang club mereka, dan tentunya Rias langsung menghubungi seluruh peragenya, untuk berjaga-jaga kalau tak ada hal yang Ia inginkan.

Xenovia, gadis Exorcist yang mempunyai rambut biru, dengan sehelai rambut hijau diposisi kanan jambangnya, duduk disebelah gadis berambut coklat dikepang dua, yang diketahui Rias memiliki nama Irana, yang merupakan teman masa kecil Issei. Kenapa Rias mengetahui nama dua gadis Exorcist tersebut? Karena Ia pernah bertemu di rumah Issei sebelumnya.

"Apa mau kalian datang kesini?" tanya Rias menatap tajam dua gadis Exorcist yang duduk dihadapannya.

Dua gadis itu tidak memberi ekspresi apa-apa pada tatapan tajam Rias. "Iblis yang penuh dosa, aku ingin kalian membantu kami untuk menangkap seseorang yang mencuri pedang Excaliber!" ucap Xenovia dingin.

Akeno tersenyum seperti biasanya, tersenyum palsu. "Are are kau telah menghina kami, tapi kau mrminta bantuan kami, kaloan sungguh lucu gadis-gadis kecil, fufufu" ucap Akeno.

Xenovia tidak merbuah ekspresinya dan tetap datar ketika Akeno mengejek mereka. "Kami tidak salah kan, memang setiap Iblis banyak dosa" balae Xenovia datar.

Issei yang dari tadi diam kini tampak emosi, memang Ia bersabar, tapi sabar ada batasnya walaupun itu Issei sendiri. "Apa maksudmu Hah" geram Issei yang ingin sekali meninju wajah gadis dihadapannya.

Rias menoleh kebelakang, dan mata biru kehijauan kini menangkap sosok Issei yang wajahnya memerah karena kesal. "Issei hentikan, tak ada gunanya marah-marah" ucap Rias. Rias kembali mengqlihkan pandangannya, dan menatap dua gadis Exorcist dihadapannya. "Baiklah, untuk langkah awal aku izinkan kalian untuk tinggal di kota Kuoh, tapi kalau teman-teman ku, atau bangsa Iblis kecuali Iblis liar mati, maka kalian berdua akan mati" ucap Rias menatap tajam dua gadis tersebut.

"Setuju" balas Irana yang mengangguk. Irana mengalihkan pandangannya, dan manatap satu-satunya manusia yang ada disana. "Xenovia ayo kita pergi" ucap Irana berdiri.

"Ya" balasnya singkat, tanpa berkata sapatah kata pun, akhirnya dua gadis Exorcist tersebut pergi meninggalkan ruang penelitian ilmu gaib, yang merupakan tempat berkumpulnya Iblis Clan Gremory.

.

Kedua tangan Yugao yang menyentuh dada Naruto memancarkan sinar, sinar dengan warna biru muda. Tapi perlahan-lahan pasti, luka yang dialami Naruto menutup dengan cepat. Entah Yugao tak tahu apa-apa pedang Excaliber yang selama ini menemaninya tiba-tiba hancur, tapi dikepala Yugao sempat melintas kalau Itachi yang memghancurkannya secara perlahan-lahan dengan sihir pembuka surga.

Sinar biru muda dikedua tangan Yugao menghilang dengan sendirinya. Dengan perlahan Ia menjauhkan tangannya dari dada Naruto, dan menghusap keringat yang mengalir dikeningnya. "Huh akhirnya selesai" guman Yugao.

"Yugao-san" panggil Itachi yang berdiri dipintu kamar Naruto, dengan menyandarkan tubuhnya ditembok, dan melipat kedua tangannya didepan dada.

Yugao mengalihkan pandangannya keasal suara, dan menatap Itachi dengan senyum kecil. "Sejak kapan kau disitu?" tanya Yugao lembut.

Itachi tak memberi respon apa-apa dan tetap berekspresi datar. "Sejak kau mulai menyembuhkan Naruto" jawab Itachi. Itachi beridir tegak, dan melangkahkan kakinya kearah Yugao "Aku tak tahu ternyata kau punya sikao seorang Ibu" ucap Itachi.

Yugao tersenyum kecil. "Arigato Itachi-kun" entah sadar atau tidak tapi Yugao memanggil Itachi dengan suffix -kun.

"Hn" balas Itachi. "Tak baik kau terus menjaga Naruto seorang diri" Itachi duduk ditepi ranjang, dan memandang wajah tenang Naruto yang terlelap tidur. "Aku akan menggantikan mu, kau bisa sarapan Yugao-san" ucap Itachi.

Yugao tak menghilangkan senyumnya, dan beridiri dari tepi ranjang. "Arigato Itachi-kun, tolong jaga adik angkat ku yang merepotkan ini" balas Yugao yang melangkahkan kakinya keluar kamar.

.

.

.

BERSAMBUNG

.

Gomen kalo pendek, dan kurang seru chapter ini, ditambah lama update karena kesibukan PKL.

.

Yugao adalah mantan Exorcist yang membawa Naruto keluar dari pulau tak berpenghuni, dan orang pertama yang memperkrnalkan Dark Bring pada Naruto.

.

Mohon Review

.