Airigato telah mereview cerita yang acak-acakan ini, dan kurang menarik.
.
Disclamer
Naruto dan High School DxD bukan punya saya.
Naruto & High School DxD: Dark Bring Master
Raiting: M
Genere: Adventure, Fantasy, Romance, Supernatural
Pairing: Naruto x Harem
Warning: Abal, Gaje, OOC, OC, Typo
.
[Opening Chapter 10: DaisyXDaisy - Towa no Kizuna]
.
Chapter 12
.
Naruto menatap malas papan tulis berwarna putih didepan yang dipenuhi dengan deret angka. Walaupun malas setidaknya tangan kanannya tetap mencatat dengan benar dan rapih apa yang berada dipapan tulis.
Meletakan pulpen hitam miliknya diatas meja, Ia segera menyandarkan tubuhnya ditembok. "Hah sudah satu hari semenjak aku merengkarnasi Yugao-Nee menjadi bidak Kinght, sekarang yang tersisa hanya tinggal Quen, dan Bishop" batin Naruto. Mengalihlan pandangannya keluar jendela, Ia melihat salah satu gaeis anggota Kendo disekolahnya.
Mungkin gadis itu tidak terlalu populer disekolah mereka, tapi Naruto akui, teknik berpedangnya hampir menyamai Yugao, seandainya lebih diasah sedikit saja lagi, pasti gadis tersebut akan melampaui Yugao. "Hah kenapa sekolah ini berisi para Kinght, ada dengan kekuatan yang lainnya" batin Naruto.
"Anak-anak, aku guru baru disini, nama ku Yugao Uzuki, mohon kerja samanya"
Mata Naruto membulat, dengan sempurna Ia beralih menatap depan kelas, dan melihat guru yang sudah terganti. "I-ini bercanda kan" guman Naruto.
[Dark Bring Master]
TAK!TAK!TAK!
"Ayo lebih cepat lagi Naru-chan" ucap Yugao yang tagannya terus menahan setiap ayunan boken dari Naruto. "Seranglah dengan niat membunuh" perintah Yugao.
"Baiklah kalau begitu" balas Naruto dengan menarik bokennya kebelakang. "Terima ini" Dengan ayunan yang kuat Ia mengarahlan bokennya pada Yugao.
TAK!
Boken yang Naruto gemgam patah ketika bersentuhan dengan boken milik Yugao, yang hanya bertahan dari awal mereka latihan. "Sial" dengan kesal Naruto melempar bokennya asal keluar ruang Kendo sekolahnya.
BLETAK!
"I-ittai" dengan memegang kepalanya yang sakit terkena lemparan boken yang telah patah, Lee mencari pelaku siapa yang melempar boken tersebut. "SIAPA YANG MELEMPAR INI HAH" teriak Lee emosi, yang tentu-nya membuat murid-murid yang melewati dirinya ketakutan.
"Aku yang melemparnya" entah sejak kapan Ia berjalan, tiba-tiba saja Naruto sudah ada didepan Lee.
Nyali Lee yang awalnya besar, kini menciut melihat King-nya yang mengaku melempar boken patah, yang mengenai kepalanya. "Jadi kau ya" ucap Lee denga nada dibuat-buat seseram mungkin.
Naruto tak berekspresi, Ia menatap datar sosok Lee yang wajahnya pucat pasi. "Memangnya kau mau apa?" tanya Naruto datar.
"Tentu saja membalas mu" jawab Lee.
BUAKH!BUAKH!BUAKH!
Bukannya Lee yang memukuli Naruto, ini malah sebaliknya, Naruto yang memukuli Lee hingga babak belur. "Go-gomen Naruto" ucap Lee yang jatuh dicomberan kering, dekat ruang Kendo.
.
Rias bersama peragenya kini diruang klub, kecuali Kiba yang entah kemana. Selain mereka juga ada Naruto dan Yugao yang ikut serta disana, untuk membahas masalah Perage baru Naruto, kedatangan Exorcist, hilangnya beberapa pedang Excalibur, dan perubahan sikat Kiba.
"Menurut pandangan ku, kau mantan seseorang yang suci, sama seperti Asia" ucap Rias pada bidak baru Naruto.
Yugao tersenyum kecil. "Ya kau benar, aku adalah mantan kenidat Paladin beberapa tahun yang lalu" Rias berserta Peragenya menatap Yugao shok, kecuali Issei yang memang tidak tau apa itu Paladin.
"Pa-Paladin, kau tidak bercanda?" tanya Rias shok.
Yugao menggeleng kecil. "Tidak" jawabnya singkat.
Issei memiringkan kepalanya, tanda kalau Ia tidak tau apa itu Paladin. "Boucho, Paladin itu apa?" tanya Issei binggung.
Rias menepak jidatnya pelan, Ia lupa kalau Ia belum peenah menceritakan sesuatu yang berbau Exorcist kepada Issei, kecuali senjata yang mereka kenakan. "Paladin adalah pimpinan para Exorcist, atau bisa dikatakan orang terkuat dianatara seluruh Exorcist didunia ini" jelas Rias, yang membuat Issei menatap tidak percaya pada sosok Yugao yang tersenyum kecil.
"Ja-jadi kau mantan Exorcist terkuat?" shok Issei yang menunjuk wajah Yugao.
"Bukan mantan" balas Naruto yang duduk disamping Yugao. "Tapi sampai terakhir kali Ia menjadi Exorcist Yugao Nee-chan memang yang terkuat" ucap Naruto tenang, tapi tidak untuk perage Rias yang shok, termasuk Rias.
"Te-terakhir, berarti Ia mati, memangnya mahluk sekuat apa yang bisa membunuh seorang Paladin" shok Rias.
"Tidak, Ia tidak dibunuh" balas Naruto. "Ia dipecat oleh orang yang mengatur para manusia didunia ini" lanjut Naruto.
"Ma-maksud mu seorang Malaikat Naruto-kun?" tanya Rias yang masih shok dengan berita yang diberikan Naruto.
"Ya mungkin seperti itu" jawab Naruto singkat.
"Bukannya para malaikat akan jatuh jika melakukan tindakan kriminal Naruto-san?" tanya Koneko yang bersikap tenang walaupun sesungguhnya Ia masih tidak percaya.
Naruto menghela nafas pelan, mungkin mereka tidak tau apa yang sebenarnya terjadi. "Apa kalian tau kalau Tuhan sudah tiada?" tanya Naruto.
"Tu-Tuhan tiada apa maksud mu?" tanga Issei shok.
"Tuhan mati saat Great War, mungkin Rias memang tidak tau, itu sebabnya Ia tidak menjelaskannya pada kalian" balas Naruto tenang.
"Ka-Kalau Tuhan yang mati, lalu siapa yang memgatur dunia ini?" tanya Koneko yang kali ini menunjukan emosi tidak percayanya.
"Malaikat, mereka yang mengatur segalanya, dan mahluk bebedah yang telah memecat Yugao Nee-chan adalah salah satu pimpinan Malaikat, dan Ia melakukan kejahatan, tanpa di ketahui Michael, dan Gabriel, dua pimpinan Malaikat yang lain, dan itu yang menyebabkan Ia tak jatuh" jelas Naruto.
"Jadi bisa disumpulkan kalau Ia merencanakan sesuatu" ucap Akeno yang dari tadi hanya diam memperhatikan.
"Ya begitulah" balas Naruto tersenyum singkat. "Oh ya ngomong-ngomong bukannya kalian ada janji dengan dua Exorcist" ucap Naruto mengingatkan Rias.
Rias memepuk jidatnya pelan. "Aku lupa" dengan cepat Ia berdiri. "Akeno buat lingkaran sihir transportasi" perintah Rias.
Dengan secepat mungkin Akeno membuat lingkaran sihir tersebut. "Sudah siap Boucho" lapor Akeno.
"Bagus kalau begitu" Rias besrta Perage lainnya masuk kedalam lingkaran sihir yang dibuat Akeno. "Kami pergi dulu Naruto-kun" pamit Rias sebelum pergi menghilang dengan lingkaran sihir transportasi ciptaan Akeno.
"Ya" balas Naruto tersenyum singkat pada kumpulan cahaya didepannya. Naruto mengalihkan pandanggannya dan menatap Yugao. "Lebih baik kita pulang" saran Naruto.
Yugao berdiri dari duduknya. "Mungkin kau benar" balas Yugao singkat.
[Dark Bring Master]
Malam ini adalah malam yang sial atau beruntung bagi Sasuke, tapi kali ini Ia menjaga kota Kuoh bersamaan dengan Wakil Kaicho OSIS disekolahnya, Tsubaki Shinra dia lah yang saat ini sedang berjalan bersama sang Tuan Muda Uchiha.
Sasuke melemparkan kaleng minuman kepada Tsubaki. "Ini untuk mu" ucap Sasuke dingin.
Dengan sigap Tsubaki menangkap kaleng yang dilemparkan Sasuke. "Arigato" balas Tsubaki. Tsubaki membuka kaleng minumannya, dan Ia segera menengguk beberapa mili isi dari kaleng minuman tersebut. "Kau orang yang cukup dingin ya" Tsubaki menghentikan menenguk minuman kalengnya, dan Ia lebih memilih memegangnya. "Tapi kau juga baik, dan hangat" tambahnya.
"Aku tak tau itu ejekan atau pujian, tapi aku akan menganggap itu sebuah pujian, Arigato" balas Sasuke, yang juga memegang minuman kalengnya.
"Apa kau lapar?" tanya Tsubaki dengan membuka kantung plastik yang Ia bawa, dan menampilkan sebuah kotak bento.
"Tidak, kau saja yang makan" jawab Sasuke datar.
"Heh, apa kau yakin, aku membuatnya lebih loh" Tsubaki membuka kotak bentonya, dan menampilkan sebuah onigiri, Ikan goreng, dan beberala sayuran, dengan nasi yang cukup banyak. "Kalau kau mau, aku tak masalah kok" ucap Samui.
"Kau yakin?" tanya Sasuke.
"Hmmmpt" jawab Tsubaki dengan menganggukan kepalanya.
"Ya kalau begitu kita makan bersama" ucap Sasuke yang segera duduk dibangku dekat Tsubaki.
Tsubaki menggambil potongan Origini dengan sumpitnya, dan memberikannya pada Sasuke. "Bu-buka mulut mu" ucap Tsubaki gugup dengan rona merah menghiasi pipinya.
Sasuke memalingkan wajahnya yang sedikit memerah. "Aku bisa makan sendiri" tolak Sasuke.
"Bu-buka mulut mu!" Tsubaki membentak.
"Ti-tidak!" Sasuke balas membentak.
"Ce-cepat buka" Tsubaki membentak (lagi)
Dengan ragu Sasuke membuka mulutnya, dan menerima suapan Origini dari Tsubaki.
"Ba-bagaimana?" tanya Tsubaki gugup.
"E-enak" jawab Sasuke singkat.
.
Meletakan sumpit diatas tempat bekal Tsubakil, Sasuke menggambil tisu, dan membersihkan bibirnya yang kotor karena makanan. "La-lain kali bawakan lagi" ucap Sasuke gugup.
"Hhmmppt" Tsubaki mengangguk, dan segera memasukan kembali tempat bekalnya kedalam kantung plastik yang Ia bawa.
Deg!
Sasuke berdiri cepat. "Aura ini" guman Sasuke. Sasuke mengalihkan pandangannya, kepada Tsubaki. "Tsubaki cepat" ucap Sasuke.
"Ya" balas Tsubaki.
"Aura ini, dimana dia?" Sasuke menatap segala sisi taman.
"Hohoho" mata hitam legam Sasuke, dan mata berlapis kacamata Tsubaki, menatap satu sisi taman, dimana terdapat sebuah Iblis liar dengan tubuh Manusia kekar, dan berkepala banteng, dengan membawa sebuah kampak besar. "Sepertinya aku mendapat makanan sepasang kekasih" ucap Iblis liar.
"Jangan terlalu berharap" balas Sasuke datar. Sebuah lingkaran sihir tercipta disisi kanan Sasuke, dan memunculkan pedang Kusanagi-nya. "Aku akan membunuh mu" dengan gerakan cepat, Sasuke menggambil pedangnya, dan tanpa buang waktu Ia mengayunkannya ke Iblis liar tersebut.
TRANK!
Dua logam beradu, antara pedang Sasuke, dan kampak Iblis liar. Diantara mereka tak ada yang mau mengalah, mereka sama-sama mengayunkan senjata mereka dengan kuat.
"Hebat juga kau" puji Iblis liar.
"Sasuke-kun menyingkir" ucap Tsubaki yang meloncat dengan membawa pedangnya.
Sasuke melompat mundur, dan membiarkan Tsubaki menyerang Iblis liar tersebut.
TRANK!
Sasuke menatap tak percaya, seharusnya Iblis liar tersebut sudah tak dapat menahan serangan Tsubaki, karena pastinya lama untuk mengayunkan kampak besarnya.
"Tsubaki beri aku jalan" Tsubaki mengalihkan pandangannya, dan menatap Sasuke yang mengangguk singkat. Tanpa buang waktu, Tsubaki meloncat mundur.
[Black Thunder Dragon Slayer: Art Sword Dragon Skayer]
Sasuke menghilang dari tempatnya, dan kembali terlihat didepan Iblis liar tersebut, dengan pedang Kusanagi-nya terdapat aliran listrik berwarna hitam.
CRAZ!CRAZ!CRAZ!
Dengan kecepatan yang sangat luar biass, Sasuke mengayunkan pedangnya dengan akurat kesegala sisi Iblis liar, yang hanya diam saja, karena tidak mampu menangkis, ataupun menghindsr.
CRAZ!
Ayunan terakhir dilancarkan pemuda berambut raven itu, dan dengan ayunan terakhir Iblis liar itu lenyap dari hadapannya, dan hadapan Tsubaki.
"Kau memang hebat" Tsubaki berlari menghampiri Sasuke.
"Selesai sudah" Sasuke kembali menyarungkan pedangnya, dan menghilangkan pedangnya dengan lingkaran sihir.
[Dark Bring Master]
Issei dan Saji tampak tergesa-gesa berlari ditengah malam, untuk mencari Kiba Yuuto. Mereka berdua terus berlari melewati jembatan kayu besar, tapi mereka berhenti ketika melihat salah satu Exoecist yang Issei kenal berbaring dengan berlumuran darah.
"Hey bangun" Issei mengguncangkan tubuh Exorcist itu. "Hey bangun" Issei kembali mengguncankan tubuh Exorcist itu.
"Tenang Issei, dia hanya pingsan" Saji jongkok disebelah Issei. "Sebaiknya kita bawa dia keteman mu yang mempunyai Sacred Gear penyembuhan" saran Saji.
"Kau benar, sebaiknya kita bawa ke Asia" dengan cepat Issei menggendong tubuh Exorcist itu dipunggungnya.
.
Perlahan-lahan Xenovia, Exorcist yang ditolong Issei dan Saji membuka matanya perlahan-lahan. Hal pertama yang Ia lihat adalah langit-langit Ruang Klub. Xenovia mulai bangkit dari tidurnya perlahan-lahan.
"Aahh" Xenovia memegang kepalanya yang tampak sakit. "Dimana aku?" tanya Xenovia yang melihat sekelilingnya.
"Di Ruang Klub" jawab Issei.
"Ruang Klub?" beo Xenovia. "Apa itu Ruang Klub?" tanya Xenovia.
"Kuoh Akademi, Ruang Klub penelitian Ilmu Gaib" jelas Issei.
"Oh" balas singkat Xenovia. "Aku harus segera pergi" Xenovia segera bangkit, tapi pergelangan tangannya langsung dipegang oleh Issei.
"Tunggu" Issei mengikuti Xenovia yang berdiri dari tempatnya. "Dimana Irina?" tanya Issei.
Xenovia menggeleng kecil. "Aku tidak tau, tapi saat itu yang aku tau, kami diserang oleh salah satu Exorcist, dan Ilmuan gila yang membuat Proyek Pedang Suci" jawab Xenovia.
"Kemungkinan Kiba mengikuti mereka" batin Issei.
"Baiklah aku pergi dulu" Xenovia melangkahkan kakinya keluar.
"Tunggu!" lagi-lagi Xenovia memberhentikan langkagnya ketika seaeorang memeanggilnya. Xenovia menggalihkan pandangannga, dan menatap sosok Rias yang memanggilnya.
"Ada apa Gremory-san?" tanya Xenovia.
Rias berdiri dari duduknya. "Kau bisa membantu ku mengalahkan Ilmuan Gila itu?" tanya Rias.
"Untuk?" Respon Xenovia.
"Menghilangkan dendam Kiba" jawab Rias singkat.
[Drak Bring Master]
Naruto tengah berjalan di langit malam yang tampaknya sedikit buruk, bukan karena akan ada hujan, atau badai, tapi entah kenapa Naruto yakin kalau langit malam kali ini akan menandakan pristiwa yang akan menuntukan nasib dunia.
"Perasaan apa ini" guman Naruto dengan memandang langit malam.
Perasaan buruk menghantui Naruto, itu lah yang membuat Naruto keluar rumah, untuk berkeliling, walaupun sudah ada Sasuke yang berkeliling.
Deg!
Sebuah tekanan energy Spiritual dirasakan Naruto, tekanan Spirirual kali ini cukup tinggi, jadi bisa dirasakan Naruto dari kejauahn, atau bahkan sudah kehalangan Kekkai sekalipun.
"Kuoh Akamdemi" guman Naruto. "Aku harus kesana" dengan cepat Ia segera membentangkan sayap Iblisnya, dan segera terbang menuju Kuoh Akademi.
.
.
.
BERSAMBUNG!
Gomen kalau lama Update.
Kejadian buruk apa kah yang dirsakan Naruto?
Malam ini, (Malam yang saat ini di Dark Bring Master) adalah Malam akhir dari Season 1 sebelum lanjut ke Sesaon 2.
