Tittle : MY BAD BOY

Cast : Jung Yunho, Kim Jaejoong, Park Yoochun, Kim Junsu, Shim Changmin, Cho Kyuhyun, And other cast

Genre : Romance/Family/NC21/MPREG

Marga disesuaikan dengan kebutuhan cerita. Jadi disini ada beberapa karakter yang nadal masukin, bukan berarti nadal ga suka sama orang tersbut, tapi lebih untuk kebutuhan cerita ^^ ingat ini hanya fiksi ^^

Reader yang penasaran sama hubungannya bakal nadal jawab di Chapter-chapter berikutnya yaahhh

Happy Reading ^^

Sebelumnyaaahhh~

"kau akan selamanya menjadi milikku, dan tidak ada yang bisa mengambilmu dariku" ucap Yunho sambil mencium punggung tangan Jaejoong.

"Yunnie-aahhhh" panggil Jaejoong yang matanya sudah berkaca-kaca.

"aku tidak akan meninggalkanmu apapun yang terjadi" ucap Yunbo menangkup kedua pipi Jaejoong. "aku berjanji dan akan selalu mencintaimu dan juga calon aegya kita"

Jaejoong kembali menganggukkan kepalanya. Perlahan Yunho mendekatkan wajahnya pada wajah Jaejoong yang langsung memejamkan matanya.

Bibir hati itu langsung memagut bibir cherry milik Jaejoong. Yunho sedikit menekan tengkuk Jaejoong dengan tangan kanan untuk memperdalam ciumannya, sedangkan tangan kirinya digunakan untuk memeluk pinggang Jaejoong dan Jaejoong sendiri langsung mengalungkan kedua tangannya pada leher Yunho. Hembusan ombak adalah saksi bisu dimana Yunho menetapkan Jaejoong sebagai miliknya untuk selamanya. Cukup lama ciuman itu berlangsung, dengan perlahan Yunho menuntun tubuh Jaejoong masuk kedalam cottage tanpa melepaskan ciuman mereka.

BLAM!

Yunho sedikit menendang pintu cottage agar tertutup.

Chapter12~

Yunho membaringkan tubuh Jaejoong dengan perlahan, ciuman itu terlihat awet. Decakan demi decakan terdengar mendominasi kamar cottage tersebut. Aura panas sex mulai terasa, Yunho lebih mendominasi ciuman diantara keduanya. Dengan jari-jari nakalnya Jaejoong melepaskan satu demi satu kancing kemeja yang Yunho pakai SREEETTTT kemudian merenggangkan ikat pinggang yang melingkar pada celana Yunho. Kali ini bukan karena alasan mabuk keduanya melakukan hubungan intim, melainkan adanya benih benih cinta yang beberapa minggu kemarin tumbuh diantara keduanya.

"mmmccckkkpppp" Jaejoong sedikit memiringkan kepalanya agar Yunho bisa lebih leluasa mengeksplor rongga mulutnya.

"mmmhhhh" lenguh Yunho yang merasakan jemari lentik di bawah sana mulai menyusup kedalam celananya.

Ciuman Yunho kini turun ke perpotongan leher Jaejoong. Yunho juga membuka satu persatu kancing seragam yang masih Jaejoong kenakan. Dipeluknya kepala dan diremasnya rambut Yunho ketika Jaejoong merasakan geli pada leher jenjangnya.

"Yuniie-ah~" lenguh Jaejoong ketika Yunho mulai menghisap nipplenya yang sudah mengeras.

Yunho menggigit-gigit kecil putting Jaejoong hingga menimbulkan warna kemerahan. Jaejoong sendiri hanya menggigit bibir bawahnya dan mendongakkan kepalanya menikmati rasa geli yang menjalar pada tubuhnya.

"mendesahlah, itu akan menjadi music di telingaku" ucap Yunho yang kembali menyambar leher Jaejoong.

"mmhhh Yunnie-ah" lenguh Jaejoong sambil menggesekkan lututnya pada selangkangan Yunho.

"kau menggodaku hm? Jaejoongie" ucap Yunho berbisik pada telinga Jaejoong.

Jaejoong melirik kearah wajah Yunho yang tepat berada di sebelah kirinya. Matanya terlihat sayu dan merona.

"aku hanya akan menggodamu Yunnie bear~" ucap Jaejoong yang kembali mencium bibir hati milik Yunho.

Jaejoong langsung membuka resleting celana bahan yang Yunho pakai, kemudian menurunkannya bersamaan dengan celana dalamnya. Jaejoong dengan mudah menurunkannya dengan posisi Yunho yang sedikit menungging di atas tubuhnya. Seketika benda besar yang sudah pernah merasukinya menyembul keluar dan menggantung tepat diatas juniornya sendiri. Tanpa diperintah Jaejoong menggenggam junior besar milik Yunho tanpa melepaskan ciumannya.

"nnggg..mmmhhhh" desah Yunho ketika merasakan jemari Jaejoong yang mengocok juniornya.

Yunho sendiri tidak mau kalah dan langsung meremas gundukan yang terdapat diantara paha dalam Jaejoong.

"akh!" pekik Jaejoong membuat ciumannya terlepas dan langsung melihat kearah bawah dimana Yunho tengah meremas-remas kejantanannya "aakkhhh Yunnie-ah" Jaejoong kembali mendongakkan kepalanya saat Yunho semakin gencar meremas kenjantanannya. Bukan karena merasa sakit, tetapi rasa nikmat yang menjalar ketika jemari Yunho meremasnya.

"jangan salahkan aku jika aku melakukan dengan kasar, karena kau sendiri yang menggodaku, Boo" bisik Yunho lagi kemudian melepaskan lengannya dari celana Jaejoong.

Jaejoong terlihat mangambil nafas banyak-banyak setelah merasakan bahwa juniornya sudah terlepas dari tangan Yunho. Kemudian Yunho menyibakkan baju seragam Jaejoong dan mulai membuka celana Jaejoong dengan perlahan dan menariknya hingga bersama dengan celana dalam Jaejoong dan membuangnya kesembarang arah.

CUP.. CUP.. CUP

Yunho mengecup perut Jaejoong bertubi-tubi dengan senyum yang terlihat mengembang pada bibir hantinya. Kemudian dielusnya perut rata Jaejoong.

"appa akan mengunjungimu chagi" ucap Yunho dan kembali mengecup perut Jaejoong.

"Yunnie-ah~ aku mau itu" ucap Jaejoong sambil melihat kearah Junior Yunho yang masih lemas.

"kau mau?" tanya Yunho meyakinkan. Dan langsung dianggukan oleh Jaejoong.

Yunho langsung duduk bersandar pada kepala ranjang dengan kaki terbuka dan menampakkan juniornya dengan jelas. Jaejoong langsung bangun dan duduk di antara kaki Yunho. Jaejoong langsung menggenggam junior besar milik Yunho dengan perlahan Jaejoong menurunkan kepalanya dan mulai menjilati permukaan kulit yang terdapat lubang kecil diatasnya. Jaejoong langsung saja memasukan juniar besar Yunho kedalam mulutnya dan menaik turunkan kepalanya dengan perlahan.

"ooohhhh" desah Yunho sambil mendongakkan kepalanya dan sedikit meremas rambut Jaejoong.

"sslllluuurrrppppp" terdengar decak hisapan dari mulut mungil Jaejoong.

"mmmhhh.. Boojaee-aaahhhh~" racau Yunho ketika merasakan gigi-gigi Jaejoong mengurut kejantanannya "Boojae cukup" ucap Yunho menangkup kepala Yunho dan menariknya hingga terlepas dari juniornya.

Jaejoong merangkak naik dan duduk diatas paha Yunho. Yunho langsung mendekatkan kepalanya pada telinga Jaejoong.

"aku akan memulainya ya" ucap Yunho kemudian mengecup pundak Jaejoong.

"hm.. lakukanlah" ucap Jaejoong sambil memeluk kepala Yunho.

Yunho langsung sedikit mengangkay pantat Jaejoong. Jaejoong sendiri langsung menengok kebagian bawah tubuhnya dan Yunho dan ikut membantu Yunho dengan mengarahkan junior besar itu tepat berada pada lubang openingnya.

"mmmppphhhh" ringis Jaejoong ketika dengan perlahan Jaejoong menurunkan tubuhnya. Yunho menahan tubuh Jaejoong agar tidak langsung menjatuhkan tubuhnya yang justru akan menyakiti bayi mereka.

"aku akan memulainya dengan lembut" ucap Yunho yang langsung memeluk tubuh Jaejoong agar bersandar padanya.

"nnggghhh" lenguh Jaejoong ketia merasakan junior Yunho dibawah sana mulai bergerak pada lubangnya yang masih sempit meskipun sudah perdah dibobol oleh Yunho.

"aakkhhh.. it's so tigh Boo.." racau Yunho yang masih menggerakan pinggangnya dengan posisi duduk bersandar pada kepala ranjang dan memeluk Jaejoong.

"Yunnie periiihh" rengek Jaejoong tiba-tiba.

"bersabarlah, sakitnya hanya sebentar, aku akan mengurangi rasa sakitnya" ucap Yunho yang langsung mengocok junior mungil Jaejoong yang menempel pada perutnya dengan tangan kirinya.

"aaahhhh.." desahan Jaejoong kembali terdengar seiring dengan permainan tangan Yunho.

Jaejoong melepaskan pelukannya dari tubuh Yunho dan berusaha untuk duduk tegak. Kemudian berusaha untuk ikut bergerak naik turun berlawanan arah dengan gerakan Yunho. Yunho langsung menegakkan tubuhnya dan bertumpu pada lengan kirinya untuk menahan berat badannya.

"sluuurrrpppp" Yunho langsung menghisap putting pink pada dada Jaejoong. Jaejoong sendiri menikmati gerakannya dan kembali memeluk kepala Yunho kemudian meremas-remas rembutnya.

Yunho langsung memposisikan tubuhnya menjadi terlentang dan membiarkan Jaejoong bergerak diatasnya (uke on top). Jaejoong mulai bisa merasakan rasa perih pada bagian bawahnya mulai berkurang. Yunho kembali menarik tubuh Jaejoong untuk memeluknya, kemudian Yunho langsung menekuk kakinya dan langsung menggerakkan pinggulnya dengan cepat dan membuat tubuh Jaejoong yang berada diatasnya ikut terlonjak.

"oh my!" pekik Jaejoong yang langsung menyembunyikan wajahnya pada leher Yunho dan memejamkan matanya rapat-rapat "ssshhhh.. ahhhhhh" lenguhan Jaejoong terdengar merdu ditelinga Yunho dan membuatya mempercepat gerakannya.

"nnnggghhhh.. haaahhhhhh" desah Yunho kelimpungan merasakan lubang Jaejoong yang semakin mengetat "boo.. jangan kau..nngghhh sempitkan lubangmu, akuh sulith ber..mmhhh gerak" racau Yunho tidak jelas namun Jaejoong tidak menanggapi dan masih mendesah tepat di samping telinga Yunho.

"nnggghhhh!" lenguh Jaejoong pendek ketika tubuhnya merasa bergetar dan membuat Yunho menghentikan gerakannya.

"apa kau lelah?" tanya Yunho yang sedikit khawatir.

"anih..aku tidak apa-apa Yunnie-ah" ucap Jaejoong sedikit mendesah.

Yunho langsung mebalikan posisi tubuh mereka tanpa melepas tautan tubuh keduanya dengan Yunho yang berganti diatas tubuh Jaejoong, kemudian melebarkan kedua kaki Jaejoong. Yunho menumpukan tubuhnya dengan kedua tangan agar tidak menimpa tubuh Jaejoong. tanpa aba-aba Yunho langsung kembali menggerakan pinggulnya dengan keras membuat tubuh Jaejoong terlonjak hebat.

"ooowwhhhh… Yun.." racau Jaejoong sambil memegang dada Yunho "mmmhhhhh.. cccckkkppp…" Yunho kembali menyambar bibir Jaejoong yang sudah sedikit bengkak.

Jaejoong sendiri langsung melingkarkan kedua kakinya pada pinggang Yunho agar Yunho bisa menghentakan miliknya masuk jauh kedalam lubangnya sendiri.

SKIP TIME!

Sudah satu jam lebih keduanya mengganti posisi dan Jaejoong sudah mengalami klimaks 3 kali. Kini Jaejoong terlihat mulai lemas dan pasrah dengan apa yang Yunho lakukan. Jaejoong terlentang dengan posisi kedua kaki yang berada diatas pundak Yunho. Yunho yang masih setia bergerak dengan peluh yang mulai menetes dari rambutnya membuat tubuhnya terlihat berkarisma. Dan Jaejoong yang berada dibawah tubuhnya terlihat sexy dengan peluh yang membasahi tubuhnya. Tangan Jaejoong masih menggenggam bantal yang berada di kepalanya.

Jaejoong menyempitkan kembali lubangnya ketika merasakan junior Yunho mulai berkedut pada lubangnya. Dengan tatapan nakal, Jaejoong tersenyum dan semakin menyempitkan lubangnya.

"hhh! Kkkhhhh!" Yunho langsung menurunkan kaki Jaejoong dan dengan kasar mengeluarkan juniornya dari lubang Jaejoong.

"Yunnie-ah, kenapa dikeluarkan?" tanya Jaejoong polos.

"aku akan menuntaskannya dikamar mandi" ucap Yunho yang langsung melarikan diri kekamar mandi.

Jaejoong bangundari posisi berbaringnya dan mengambil kemeja Yunho yang tergeletak kemudian langsung memakainya tanpa mengancinginya terlebih dahulu dan langsung menyusul Yunho yang masuk kamar mandi tanpa menutup pintunya.

"Yunnie-ah~ perlu aku bantu?" tanya Jaejoong diambang pintu sambil menatap Yunho yang tengah memijat juniornya.

"mmmhhh… ani boo, aku bisa sendiri" ucap Yunho yang masih fokus.

"sini, kau seperti terlihat tersiksa begitu" ucap Jaejoong mendekati Yunho dan langsung bersimpuh dihadapan Yunho.

"boo.. apa yang kau lakukan?" tanya Yunho yang bingung ketika Jaejoong menggenggam juniornya "boojae-ah!" pekik Yunho kaget ketika klimaksnya hampir mencapaipuncak Jaejoong justru mengulum juniornya dan langsung menggerakan kepalanya maju mundur "aaahhhh" desah Yunho sambil membelai rambut Jaejoong yang berkeringat "haaahhhh.. aahhhhh" lenguh Yunho ketika sudah tidak bisa menahan hasratnya dan menyemburkan lahar hangat yang langsung menluncur kedalam mulut Jaejoong.

Saking banyaknya, Jaejoong tidak bisa menampung semua sperma milik Yunho hingga ada yang menetes pada dagunya. Yunho mengangkat Jaejoong agar duduk di diatas closed duduk di dekat mereka. Yunho langsung menyambar kembali bibir Jaejoong untuk berbagi sperma miliknya. Setelah sama-sama menelan sperma yang ada dimulut mereka Yunho langsung menatap mata Jaejoong lekat-lekat.

"kenapa kau lakukan itu, Boo? Apa kau tidak merasa mual melakukannya?"

"untuk apa aku seperti itu pada calon suamiku Yunnie?" Jaejoong melirik kearah junior Yunho yang sudah lemas "aku mau lagiiii" ucap Jaejoong manja sambil menatap mata Yunho.

"tapi aku tidak ingin menya-"

"jangan jadikan alasan soal aegya, jika kau tidak melakukannya, maka aku tidak akan memberikanmu jatah malam pertama nanti" ucap Jaejoong sedikit nakal.

"kau mengancamku, eoh?" ucap Yunho yang langsung menyambar bibir Jaejoong.

Yunho dan Jaejoong melanjutkan hubungan intim mereka didalam kamar mandi. Tanpa melihat lokasi keduanya melepaskan hasrat untu kedua kalinya dengan posisi Jaejoong yang duduk diatas closed dan Yunho bergerak didepannya.

.

.

.

"kau menikmati malam ini huh?" tanya Yunho pada Jaejoong duduk diantara kedua kakinya dan bersandar pada tubuhnya. Mereka berdua sama-sama habis menikmati makan malamnya dan kini tengah menikmati angin malam dengan Yunho memeluk tubuh Jaejoong.

"malam ini sungguh indah untukku, apa lagi ditemani olehmu" jawab Jaejoong melihat kearah Yunho.

"kau suka?" ucap Yunho dan mengecup bibir Jaejoong singkat.

"ya, tapi bagaimana aku mengatakannya pada umma dan appa kalau aku sedang bersamamu?"

"aku sudah meminta ijin sebelumnya, dan mereka menitipkan agar kita tidak melakukan hal yang tidak-tidak. tapi ternyata hahaha" ungkap Yunho sambil tertawa.

"kau yang mulai duluan Yun" ucap Jaejoong sambil memainkan jari-jari Yunho.

"tapi aku suka kan?" ledek Yunho sambil mencubit hidung Jaejoong seperti kebiasaannya jika merasa gemas dengan orang dalam pelukannya.

"aw, berhenti mencubiti hidungku Yuuunnn" ucap Jaejoong memanyunkan bibirnya.

"haaahhh aku tidak sabar untuk menantikan hari itu" ucap Yunho yang mengeratkan pelukannya.

"kapan kau akan mengatakannya pada orang tuaku?"

"secepatnya, dan aku tidak akan menundanya agar tidak ada lag batas jarak rumah diantara kita" ucap Yunho sambil mengecup pipi Jaejoong "sebaiknya kau tidur, ini sudah malam. Kau harus istirahat untuk aegya kita, Boo"

"gendong aku" ucap Jaejoong yang langsung berbalik.

"kau ini semakin hari semakin manja saja" ucap Yunho yang bangkit dan langsung menggendong tubuh Jaejoong ala bridal.

.

.

.

Yunho masih membuka matanya sambil membiarkan Jaejoong yang sudah terlelap dalam pelukannya. Yunho tersenyum ketika mengingat adegan beberapa jam yang lalu. Dilihatnya wajah Jaejoong yang tertidur plas bak malaikat dengan menjadikan dada Yunho sebagai bantalannya. Yunho mengusap dan memainkan rambut Jaejoong sambil menciumi puncak kepalanya. Yunho langsung mengeratkan pelukannya dan ikut terlelap menyusul Boojaenya kealam mimpi.

.

.

.

Matahari mulai menampakkan dirinya. Yunho sedikit mengerutkan matanya karena merasa silau dengan matahari yang langsung menusuk kedalam kelopak matanya. Yunho sedikit membiasakan dirinya untuk membuka mata dan melihat kearah Jaejoong yang sudah dalam posisi membelakanginya sambil memeluk guling. Yunho tersenyum melihat cara Jaejoong yang tertidur seperti anak kecil. Yunho langsung mendekatkan tubuhnya dan melihat Jaejoong.

"Boojae-ah, ireona., ini sudah pagi" ucap Yunho mengecup pipi Jaejoong dari belakang.

"nnggghh.. jangan ganggu aku umma" ucap Jaejoong yang menyingkirkan wajah Yunho dari mukanya.

"Boo.. ireona.. ayo kita sarapan dulu, kau harus mengisi perutmu" ucap Yunho yang memaksa Jaejoong untuk menelentangkan tubuhnya.

"ummaaa… aku masih ngantukk.." ucap Jaejoong yang masih memejamkan matanya.

"ayo bangun dan kita sarapan diluar, Boo" ucap Yunho yang memaksa posisi Jaejoong menjadi duduk membuat Jaejoong langsung membuka matanya.

"hhhmmm… ini masih pagi.. umma aku masih mau tidur"

"aku bukan ummamu, ayo cepat bangun. Matahari sudah benar-benar keluar" ucap Yunho menepuknepuk punggung Jaejoong. jaejoong melihat kearah Yunho.

"Yun?" tanya Jaejoong setengah sadar.

"ayo kita bangun, kenapa kau susah sekali dibangunkan, aku akan mandi dulu. Jika saat aku selesai kau masih tidur, maka aku yang akan memandikanmu" ucap Yunho sambil meninggalkang Jaejoong yang kmbali merebahkan tubuhnya dan kembali terlelap.

.

.

.

"yuuunn.. aku mau kalau foto prewedding kita dilakukan disini" ucap Jaejoong yang tengah asik berjalan dipinggir pantai. Setelah sebelumnya Yunho susah payah untuk membangunkannya dan mengajaknya sarapan.

"memangnya aku mau menikahimu?" canda Yunho yang berjalan didepannya dan Jaejoong langsung menghentikan langkahnya. Yunho yang menyadari tidak ada suara langkah dibelakangnya langsung menengok "hahaha aku hanya bercanda, Boo… kemari" ucap Yunho dan langsung menggandeng Jaejoong untuk berjalan berdampingan dengannya.

"kau tidak serius mengatakan itu kan?" tanya Jaejoong sambil memanyunkan bibirnya.

"aku hanya bercanda.. jangan menanggapinya dengan serius, percaya padaku" ucap Yunho dengan gemas.

"gendong aku" ucap Jaejoong mutlak.

"ani" jawab Yunho singkat.

"ck! Meyebalkan" ucap Jaejoong yang langsung menghempaskan tangan Yunho dan berjalan menjauhinya.

"yaaaa tunggu aku hanya bercanda" teriak Yunho dan langsung memeluk Jaejoong dari belakang dan langsung memutar tubuhnya hingga membuat Jaejoong tertawa.

"ahahahaha.. Yunnie sudah aku takut jatuuuhhhhh" ucap Jaejoong memegangi tangan Yunho. Yunho langsung menuruti perkataan Jaejoong dan langsung menurunkannya.

"kau mau membeli sesuatu?" tanya Yunho.

"bagaimana kalau kita cari cendramata saja?"

"baiklah ayo jangan buang waktu" ucap Yunho dan langsung menarik Jaejoong.

.

.

.

Hampir selama 3 jam Jaejoong dan Yunho berjalan-jalan membeli beberapa cendramata dan berfoto bersama seperti pasangan yang dilanda kasmaran. Kini keduanya tengah duduk disalah satu batu yang terdapat dipinggir pantai.

"hahaha Yunnie, lihat wajahmu itu jelek sekali" ledek Jaejoong saat melihat foto Yunho yang tengah menjulurkan lidahnya.

"kau fikir kau tidak jelek apa? Lihat.. itu pipi atau bakpao? Chubby sekali" ucap Yunho yang balik meledek.

"iiissshhh.. belakangan ini aku banyak makan, dan semua itu gara-gara dirimu" ucap Jaejoong menyalahkan Yunho.

"kenapa menyalahkanku?"

"kau yang menyuruhku untuk memakan banyak makanan seonsangniiiimmmm"

"mulai memanggilku dengan sebutan itu?"

"kau kan memang guruku.. guru yang mesum tentunya"

enak saja kau kalau bicara" ucap Yunho yang langsung mencubit ppi Jaejoong "setelah kau melahirkan, diet yang benar supaya pipi ini kembali seperti beberapa minggu yang lalu.. arraseo?"

"yaya siap seonsangnim"

"ya! bicara apa tadiiiiiiii"

"hahaha aku hanya bercanda jangan marah padaku.. beran marah padaku lagi awas saja" ancam Jaejoong.

"hah aku pusing jika sudah melihatmu seperti itu" ucap Yunho sambil mendongakkan kepalanya.

"Yunnie.. aku mau itu" tunjuk Jaejoong pada mobil ice cream yang jaraknya cukup jauh dari mereka.

"apa?" tanya Yunho sambil mengikuti arah tangan Jaejoong.

"aku mau rasa vanilla"

"dingin seperti ini kau mau ice cream"

"belikan aku ituuuuuuu" rengek Jaejoong.

"baiklah, kau tunggu disini dan jangan kemana-mana" ucap Yunho dan langsung meninggalkan Jaejoong.

Yunho masih sibuk dengan acara membeli ice yang Jaejoong minta. Setelah mendapatkannya Yunho segera kembali dengan dua buah ice cream ditangannya. Tapi langkah Yunho terhenti ketika tidak melihat Jaejoong ditempatnya.

"Boojae?" Yunho langsung mengedarkan pandangannya untuk mencari sosok Jaejoong "BOO?!" teriak Yunho yang mulai panik.

"Yunnie-ah!" teriak Jaejoong dari balik batu besar di belakang Yunho. Yunho yang mendengar teriakan tersebut langsung saja berlari kesumber suara.

Kenapa Jaejoong berteriak? Hah sesek napas nadal ngetik Chapter ini ,

_TBC_