Airigato telah mereview cerita yang acak-acakan ini, dan kurang menarik.

.

Disclamer

Naruto dan High School DxD bukan punya saya.

Naruto & High School DxD: Dark Bring Master

Raiting: M

Genere: Adventure, Fantasy, Romance, Supernatural

Pairing: Naruto x Harem

Warning: Abal, Gaje, OOC, OC, Typo

.

Chapter 13

.

BRAK!

Pintu kayu dibuka dengan kerasnya oleh Naruto yang sedang tergesa-gesa. "Hey kalian!" teriak Naruto.

Itachi, Lee, Yugao, Haku, dan Kimimaro yang sedang melakukan kegiatan masing-masing terpaksa berhenti, ketika Naruto memanggil mereka dengan tergesa-gesa.

"Ada apa Naru-chan?" tanya Yugao yang bertanya lebih dulu.

"Hn, ada apa?" tanya Itachi datar, sedangkan Lee, Haku, dan Kimimaro hanya memandangi Naruto, dengan ekspresi minta penjelasan.

"Hah...hah...hah..." Naruto mengatur nafasnya sesaat."Ku...Kuoh Akademi..."

"Ya Kuoh Akademi, kenapa dengan Kuoh Akademi?" tanya Yugao.

Naruto menarik nafas dalam. "Kuoh Akademi diserang oleh satu Jendral Malaikat Jatuh, dan Seorang pendeta yang menggunakan Excalibur."

"Hah?" Lima orang didepan Naruto menatap tak percaya. "Kita harus kesana sekarang." Itachi lebih dulu berlari, diikuti yang lainnya kecuali Lee yang diam ditempat, bersama Naruto.

"Apa?" tanya Naruto.

"Kenapa kau tak bertindak seorang diri? aku yakin kau mampu mengalahkan dua orang itu." Lee menatap tajam Naruto.

"Nanti kau akan tau." balas Naruto. "Tak mungkin aku memberi tau-nya." batin Naruto.

"Aku menantikan penjelasan mu, Naruto-Taicho." Lee langsung berlari menyusul yang lainnya.

...Dark Bring Master...

TRANK!TRANK!TRANK!

Bukan hanya setiap ayuanan pedang Kiba yang dapat ditahan oleh Freed, tapi ayunan pedang Xenovia pun dapat dotahan dengan mudahnya oleh Freed, setelah Freed menggambungkan 5 pedang Excalibur sekaligus.

Xenovia meloncat mundur. "Terpaksa aku menggunakannya." guman Xenovia. Sebuah lingkaran sihir tercipta disisi kanan Xenovia dengan memunculkan sebuah pedang berwarna biru yang disegel dengan rantai dari segala arah, sepeeti sebuah hewan buas.

"Tidak mungkin, pedang itu tidak dapat dikendalikan oleh siapa pun." Ilmuan gila dibelakang Freed menatap tidak percaya pada Pedang yang kini digemgaman Xenovia.

Membaca sedikit mantara untuk melepas segel pada pedangnya, sebuah cahaya biru melingkari Xenovia dan pedang tersegelnya.

[Aku panggil kau Durandal]

Cahaya biru itu menghilang, saat Xenovia menyelesaikan mantaranya, dan berhasil mencabut pedang tersegelnya, Durandal.

"Dengan tangan ini, dan pedang ku ini, aku bersumpah atas namaTuhan akan mengalahkan mu, Freed." Dengan cepat Xenovia berlari, dengan mengayunkan pedang Durandalnya pada Freed.

TARNK!TRANK!TRANK!

"Luar biasa, luar biasa, sudah lama aku tak merasakan sensasi ini, luar biasa." ucap Freed, yang masih menahan setiap ayunan pedang Xenovia.

Xenovia meloncat mundur. Mengarahkan pedangnya keatas, sebuah sinar keluar dari pedang Durandalnya.

[Atas nama Durandal]

[Pedang suci liar yang dapat dikendalikan siapa saja]

[Izinkan aku memakainya]

Mengarahkan pedangnya kebelakang, Xenovia meloncat dari tempat hingga diatas Freed.

[Getsuga Tensou]

"Terlalu lambat nona."

TRANK!

Ayunan pedang Durandal Xenovia dapat ditahan oleh Freed dengan mudah. Mengalihkan pandangannya kebelakang, Freed menatap pendeta yang berdiri dibelakangnya.

"Apa aku harus menghabisnya?" tanya Freed.

"Terserah mu" Pendeta yang telah melakukan proyek percobaan Excalibur itu, menjawab perranyaan Freed.

"Baiklah kalau begitu." Kembali menatap Xenovia, Freed tersenyum gila. "Bersiap-siaplah untuk pertarungan yang sesungguhnya nona, hahaha" lanjut Freed.

Freed berlari dan mengayunkan pedang Excaliburnya kepada Xenovia yang melamun.

TRANK!

"Jangan melamun!" lamunan Xenovia buyar seketika, ketika Kiba membentaknya walaupun tidak terlalu keras.

"Kau memang hebat seperti biasanya." Ilmuan gila yang telah membuat proyek pedang suci, menggambil sesuatu dikantung jaket ilmuannya. "Ambil ini." lanjutnya. dengan melempar kristal biru muda pada Kiba.

Kiba melompat mundur, dan menangkap kristal yang dilemparkan oleh orang yang ingin sekali dia bunuh. "Apa ini?" tanya Kiba tajam.

"Itu? hahaha, itu adalah harapan teman-teman mu, nyawa teman-teman mu, dan keinginan teman-teman mu, hahaha."

"Kau!" Kiba menggeram kesal tanpa sadar, kristal yang ada ditangannya ia gemgam dengan kuat, hingga menimbulkan retak. "Akan kubunuh kau!"

Ctar!

Kriatal yang digemgam Kiba pecah begitu saja yang membiat Kiba kaget, dan memancarkan sinar yang bersatu dengan pedang Holy Erasernya.

.

Kiba Minspace

Putih, hanya itu sepanjang jalan yang dilihat Kiba. Sunyi tanpa suara, hanya itu yang tertangkap di pendegaran Kiba. Ruang hampa tanpa udara, itu yang Kiba rasakan.

"Tuan tanpa nama."

Kiba berbalik, dan alangkah terkejutnya Ia ketika melihat teman-temannya di ruang percobaan kini ada dibelakangnya.

"Minna." Kiba tersenyum, tanpa sadar, air mata jatuh dari dua mata indahnya.

"Hey jangan cengen seperti itu, sejak kapan kau ini cengeng."

"Minna." Kiba menghapus air mata yang mengalir di sela matanya. "Aku rindu kalian." lanjut Kiba.

"Kami juga sama, tapi maksud kami datang kesini bukan untuk reuni."

"Lalu untuk apa?" tanya Kiba.

"Jika kau ingin mengalahkannya, jangan dendam padanya, kami akan bersatu, bersatu menkadi kekuatan untuk mu, tuan tanpa nama."

End Kiba Minspace.

.

"Apa ini?" Ilmuan gila itu mentapa tak percaya. "Ti-tidak mungkin itu hal yang mustahil, dua sifat itu saling bertentangan."

Pedang Holy Eraser Kiba kini berubah menjadi pedang paling mustahil didunia ini, Holy Sword Devil, kekuatan pedang yang saling bertentangan, yang merupakan wujud dari Blance Breaker dari Sacred Gear Kiba. "Di dunia ini tak ada yang mustahil, ini adalah harapan teman-teman ku, nyawa teman-teman ku, dan keinginan teman-teman ku, yang mereka korban kan untuk ku, agar aku membunuh mu."

"Dengan ini aku akan membunuh mu, Pak tua bangka." Kiba berlari dengan cepat, tapi sayang, Freed masih ada disana dan menghalanginya.

"Jangan menghalangi ku." ucap Kiba tajam.

"Khu khu, setidaknya jika kau ingin membunuhnya, kau harus membunuh ku." balaa Freed.

"Kalau itu pilihan mu baiklah."

TRANK!TRANK!TRANK!

Keadaan menjadi terbalik, diawal pertandingan Freed lebih ungyl dari Kiba, tapi sekarang, Kiba menjadi lebih ungul Freed setelah menggunakan kemampuan lance Breakernya.

Freed melompat mundur, tapi Kiba mengikutinya dengan cepat.

"Jangan kira kau bisa lolos." ucap Kiba. "Akan aku tunjukan pada mu, teknik pedang yang dipakai seorang Paladin."

[Holy Wind Gusts]

Wush!

Kiba melewati Freed dengan sekali menebas kan pedangnya.

Craz!Craz!Craz!

Dalam penglihatan manusia normal pasti melihat Kiba hanya sekali menebaskan pedangnya, tapi bagi yang penglihatannya lebih dari kata normal, atau mungkin manusia tidak normal, dengan mempunyai tekaman spiritual yang ditinggi, pasti melihat Kiba menebaskan 50 ayunan pedang dalam waktu kurang dari 2 detik.

Brak!

Tubuh Freed jatuh ketanah, dengan keadaan parah.

"I-itu tidak mungkin, itu teknik Yugao." Ilmuan didepan Kiba melanglah mundur dengan ekpresi ketakutan.

"Oh, kau kenal dengan Yugao-sensei, Pak tua bangka." ucap Kiba datar.

"Ti-tidak mungkin dari mana kau belajar teknik itu." wajah Ilmuam itu semakin ketakutan.

Wush!

Tiba-tiba Kiba ada dibelalang Ilmuan itu. "Tentu saja dari pemiliknya langsung."

"Ti-tidak mungkin, i-ini langlah kilat." ucap Ilmuan itu.

"Sepertinya waktu bicara telah berakhir." Kiba mengayunkan pedangnya keleher Ilmuan itu.

Craz!

"Itu sebagai bayaran untuk teman-teman ku." lanjut Kiba berjalan meninggalkan Ilmuan itu, dengan kepala yang sudah terputus dari lehernya.

.

"Hahaha apa hanya itu kemampuan mu Sekiryuutei." ejek Kokabiel yang kini terbang dengan enam pasang sayap gagaknya.

"Kuso, kenapa aku tak punya kemampuan untuk menolong teman-teman ku." guman Issei.

Kokabiel menciptakan sebuah tombak cahata. "Hahaha kalau begitu, habis lah kalian Sekiryuutei." Kokabiel melemparkan tombaknya.

[Black Thunder Dragon Slayer: Shield]

Duuaaarrr!

Tombak cahaya milik Kokabiel, ditahan oleh petir berbentuk perisai, yanv secara ajaib, membuat tombak cahaya melebur menjadi paritekel-partikel cahaya.

Sasuke, orang atau lebih tepatnya iblis berdarah naga, yang berhasil menahan tombak cahaya Kokabiel, kini berdiri didepan Perage Rias dengan kumpulan asap mengelilingi-nya.

"Issei, tidak maksud ku Sekiryuutei, apa hanya itu kemampuan naga yang kau punya? apa hanya itu tekat naga yang kau punya?" tanya Sasuke tanpa menatap Issei. "Kalau iya, apa guna-nya kau mempunyai kemampuan naga? apa guna-nya kau mempunyai Sacred Gear Naga Surgawi? yang lebih penting apa guna-nya kau di hidupkan kembali oleh Rias-Boucho kalau bukan untuk menolongnya selagi Naruto-Taicho tak bersamanya?"

Mulut Issei bungkam, bukan hanya Issei tapi semuanya, semua Perage Rias tidak ada yang bernai mengeluarkan suara, karena baru pertama kali mereka merasakan Tekanan Spirutual sedingin Sasuke.

"Aku tanya sekali lagi. Apa guna-nya kau di hidupkan kembali oleh Rias-Boucho kalau bukan untuk menolonya selagi Naruto-Taicho tak ada?" ucap Sasuke dengan aura yang sangat dingin.

"Aku...aku...aku..." Issei mencoba mengeluarkan suara disela-sela udara yang berubah menjadi dingin.

"Aku apa?" tanya Sasuke yang masih menatap Kokabiel yang sepertinya sudah tak mampu untuk bergerak sedikit pun, karena aura yang mencengkram disekitarnya.

"Aku tanya sekali lagi. Apa guna-nya kau di hidupkan kembali oleh Rias-Boucho kalau bukan untuk menolonya selagi Naruto-Taicho tak ada?" tanya Sasuke yang telah mengulang pertanyaan ketiga kalinya.

"Jawab Sekiryuutei!."

"AKU TAK ADA GUNA-NYA. AKU TAK PUNYA KEMAMPUAN APA PUN UNTUK MELINDUNGI BOUCHO DAN TEMAN-TEMAN KU, AKU BENAR-BENAR BERGUNA UNTUK MEREKA." Issei berteriak keras.

"Lalu?"

"Aku ingin kau menolong kami kali ini, dan aku ingin kau mengajarkan ku cara menggunakan kemampuan naga." Suara Issei menjadi kecil, tapi masih dapat didengar oleh kuping tajam anak naga didepannya.

Sasuke menyungingkan sebuah senyum tipis. "Setelah ini aku akan minta bayaran pada Naruto-Taicho." Senyum Sasuke hilang digantikan dengan wajah dingin.

Asia menepuk pundak Issei yang sedang menangis "Kau sudah melakukan yang terbaik Issei-san." hibur Asia.

Issei mengalihkan pandangannya, dan menatap Asia. "Arigato, Asia." balas Issei.

Sasuke yang menggemgam pedang Kusanagi yang masih bersarung, segera mencabut pedang Kusanaginya dari sarungnya. "Kokabiel, ku harap hanya kau Malaikat Jatuh yang tersisa melakukan ini semua." Sasuke hilang dari tempatnya dengan melinggalkan percikan petir.

TRANK!

Ayunan pedang Sasuke berhasil ditahan oleh tombak cahaya Kokabiel.

"Heh, efeknya sudah tak bekerja ya?" ucap Sasuke dengan nada meng-ejek Kokabiel.

Wajah Kokabiel tampak kesal. "Jangan main-mian dengan ku bocah." Tangan kanan Kokabiel yang bebas, menciptakan sebuah trisula.

Kokabiel mengayunkan Trisulanya pada Sasuke. "Mati kau."

Duar!

"Jangan bercanda tuan gagak." ucap Sasuke.

Trisula Kokabiel ditahan oleh pedang petir yang Sasuke ciptaka ditangan satunta.

"Sialan kau bocah." Kokabiel mundur kebelakang.

Tap!

Sasuke menapakan kaki-nya dengan sempurna. "Aku tak tau kalau salah satu Jendral Dai-Tenshi itu seorang pengecut." ejek Sasuke.

"Apa kata mu!" Kokabiel kesal, dengan cepat dia melemparkan sebuah tombak cahaya.

TARNK!

"Lawan mu adalah kami Kokabiel." Kiba muncul didepan Sasuke, dam berhasil menangkis tombak cahaya milik Kokabiel.

"Jangan libatkan orang luar Kokabiel." ucap Xenovia yang juga berdiri tepat disebelah Kiba.

Sasuke memasang wajah bosan. "Hah kalian ini menggagu saja, kalian tau aku sedang bermain dengan mainan ku." ucap Sasuke.

"Gomen Sasuke-kun, tapi kami tidak mau banyak bergantung pada Naruto-senpai." balas Kiba yang menatap tajam Kokabiel.

"Yaya aku tau." Sasuke merbahkan dirinya ditanah. "Kalau begitu hibur aku dengan permainan kalian." ucap Sasuke.

"Itu pasti Sasuke-kun." balas Kiba. Kiba mengalihkan pandangannya pada Xenovia."Xenovia" panggil Kiba.

"Aku tau." balas Xenovia.

Dengan gerakan cepat, Kiba dan Xenovia berlari zigzag kearah Kokabiel. Kiba dan Xenovia melonvat beraama dengan mengayunkan Pedang mereka pada Kokabiel.

TARNK!TRANK!

Kokabiel menahan ayunan pedang Kiba dan Xenovia dengan dua tombak cahaya di kedua tangannya.

"Jangan kau pikir serangan seperti itu mempan pada ku." ucap Kokabiel. Kokabiel memutar tubuhnya membuat Kiba, dan Xenovia menjadi tidak seimbang melayang diudara.

Kokabiel memanfaatkan keadaan, dengan cepat mengayunkan tombaknya pada Kiba dan Xenovia. "Mati lah kalian."

[Dragon Shoot]

Duuaaaarrr!

Dengan telak Kokabiel terkena serangan Issei.

"Jangan pernah kau lukai teman-teman ku Kokabiel." ucap Issei marah.

Tap!Tap!

Kiba, dan Xenovia menapkan kakinya dengan sempurna, mengalihlan pandangannya pada Issei, Kiba memberika senyum.

"Arigato Issei-kun." ucap Kiba.

Dari balik kumpulan aaap ledakan Dragon Shoot Issei, terlihat Kokabiel yang masih terbang dengan angkuhnya.

"Jangan kau pikir serangan seperti itu mempan pada ku Sekiryuutei." ucap Kokabiel angkuh.

Ekspresi ssei tak berubah, Ia masih tampak marah pada Kokabiel. "Walaupun itu tak mempan sekalipun, tapi kalau bisa membuat teman ku selamat dari kematiannya, itu semua tak masalah."

"Issei-senpai."

Konekoa menatap kagum Issei untuk pertama kalinya. Berdiri dari duduknya dengan pakaian sekolah telah hancur, Koneko mengepalkan tangannya.

"Aku membantu mu Issei-senpai."

Koneko berlari dengan cepat, pada Kokabiel. Berdiri tepat dibawah Kokabiel, Koneko meloncat, dengan mengayunkan tinjunya.

Tap!

Dengan mudah Kokabiel menangkap tinju Koneko. "Jangan kau pikir kalau kau seorang Rook itu akan mempan pada ku, Neko-chan."

Buuuaakkk!

Dengan telak Kokabiel menendang Koneko. Tubuh loli Koneko dengan keras jatuh ditanah.

"Koneko-chan." Issei dengan cepat berlari ketempat Koneko terjatuh. "Koneko-chan." ucap Issei lemah.

"Rasakan ini bebedah." Rias yang tidak terima dengan tindakan Kokabiel pada Perage-nya, melemparkan Demonic Power berbentuk bola pada Kokabiel.

Kokabiel memiringkan kepalanya, bola Demonic Power melewati sisi kepalanya begitu saja. "Kau pikir serangan seperti itu aka mempan pada ku." ucap Kokabiel angkuh.

Duuuaaarrr!

Bola Demonic Power yang dilemparkan Rias, meledak tepat dibelakang Kokabiel, menjadi Background yang bagus bagi Kokabiel.

"Jangan kau pikir serangannya telah selesai, Kokabiel." ucap Akeno. Sebuah linglaran sihir muncul ditangan kanan Akeno yang mengacung keatas.

"Rasakan ini Kokabiel!"

Duar!Duar!Duar!Duar!Duar!

Akeno terus mengarahkan petirnya pada Kokabiel yang denga geait teebang menghindarinya.

"Hebat sungguh hebat, kali-"

Wajah Kokabiel berubah menjadi pusat pasi ketika Issei beridiri didepannya, dengan Dragon Shoot yang siap ditembak.

"Kalau seranga jauh tak mempan pada mu bagaimana kalau serangan dari dekat Kokabiel."

[Dragon Shoot]

Wush!

Dengan kecepatan tinggi Kokabiel terbawa Dragon Shoot Issei yang meluncur bebas.

Duuaarrr!

Dragon Shoot Issei meledak dengan keras, asap dan debu berkumpul menjadi satu menutupi Kokabiel.

Asap menutupi Kokabiel mulai menipis. Perage Rias menatap tidak percaya apa yang mereka lihat, Kokabiel masih terbang tanpa luka dengan serangan mendadak Issei.

"Sudah ku bilang, teknik mu itu tak ada guna-nya Sekiryuutei." ucap Kokabiel angkuh.

"Aku sudah muak." Perage Rias, beserta Kokabiel melihat keasal suara.

Disana, tempat yang ditatap Perage Rias dan Kokabiel berdiri sosok Sasuke yang memasang wajah dingin.

"Aku muak dengan kesombongan mu Kokabiel, akan aku habisi kau sekarang."

Dret!

Sasuke menghilang dari tempatnya dengan meninggalkan kilatan petir. Muncul kembali didepan Kokabiel, Sasuke mengayunkan kakinya dengan kuat pada perut Kokabiel.

[Black Thunder Dragon Slayer: Thunder Dragon Kick]

Buuuaaakkkhh!

Terkena telak tendangan Sasuke, dengan kecepatan tinggi Kokabiel jatuh ketanah.

"Sialan kau Iblis rendahan." Kokabiel beridri kembali, dan menghapus darah yang keluar dari sela bibirnya.

Sasuke menatap dingin Kokabiel. "Kau masih angkuh juga Kokabiel."

Menghilang lagi dari tempatnya, Sasuke kembali muncul didepan Kokabiel dengan menyunkan tinjunya.

[Black Thunder Dragon Slayer: Thunder Dragon Blow]

Buuaaakkk!

Kokabiel terpental dengan keras kebelakang. Tidak membuang kesempatan, Sasuke menghilang lagi, kembali muncul dibelakang Kokabiel, Sasuke menendang Kokabiel keatas dengan keras.

Membuat sebuah bola petir ditangannya, Sasuke melemparkannya pada Kokabiel.

[Black Thunder Dragon Slayer: Thunder Dragon Ball]

Duuuuaarr!

Tubuh Kokabiel terkena telak salah satu serangan mematikan Sasuke. Keadaan luka dimana-mana, 6 pasang sayap gagak, yang tersisa kini hanya tinggal Dua pasang sayap gagak, dan satu sayap tanpa pasangannya.

"Berengsek kau bocah." Kokabiel menggeram kesal.

"Hn? sepertinya, sudah saatnya mengakrir ini semua." ucap Sasuke.

Tangan kanannya diacungkan keatas, langit-langit yang awalnya gelap karena malam kini menjadi gelap karena awan hitam.

"Gomen Sona-Kaicho, Tsubaki, sepertinya aku akan menghancurkan Kekkai kalian." batin Sasuke. "Kokabiel bersiap lah."

[Black Thunder Dragon Slayer: Kirin]

GOOOAAAARRRR

Sebuah naga petir di langit muncul dibalik kumpulan awan hitam.

"Sudah berakhir Kokabiel."

Sasuke menurunkan tangannya.

Duuuuuaaaarrrrrrrr!

...Dark Bring Master...

"Se-serangan macam apa ini." dengan sekuat tenaga Sona menahan serangan dari luar Kekkainya.

"Ka-Kaicho, aku sudah tidak kuat." Tsubaki mencoba menahan, tapi tetap tidak kuat.

"A-Aku juga Kaicho, a-akuu sudah tak kuat."

"Kalian jangan menyerah." Sona mencoba menyemangati Peragenya.

TRAK!

"Sial." desis Sona.

CTAR!

Kekkai yang dibuat Perage Sona akhirnya hancur juga terkena serangan dari luar Kekkai.

Sona yang terjatuh, kembali berdiri. "Se-serangan siapa itu." guman Sona.

"Pe-petir biru, i-itu pasti Sasuke-kun." balas Tsubaki yang mendengar girauan Sona.

"Sasuke? maksud mu Knight Naruto-san, Tsubaki?" tanya Sona.

Tsubaki mengangguk kecil. "Ya, hanya dia yang mampu membuat petir biru, seperti yang dikatakan Kaicho, kalau petir biru adalah petir Dragaon Slayer, dan Sasuke-kun adalah Dragon Slayer, pasti itu serangannya" jawab Tsubaki.

"Sepertinya begitu." balas Sona.

"Sona-chan~."

Sona, Tsubaki dan yang lainnya melihat keasal suara. 4 orang lelaki dan 2 wanita berlari pada mereka.

Lee menghampiri Sona dengan ekspresi kawatir. "Sona-chan apa kau tak apa?" tanya Lee.

Sona tersenyum tipis. "Tak apa Lee." jawab Sona.

"Syukurlah." balas Lee lega.

Tsubaki yang melihat ke akrab pan mereka menaikab sebelah alisnya. "Sejak kapan kau dekat dengan Lee, Kaicho?" bisik Tsubaki pada Sona.

Wajah putih Sona memerah walaupun tipis. "K-kau jangan pengan tau urusan orang deh." balas Sona cepat.

"Hahaha." Tsubaki tertawa pelan.

"Sona aku tak tau apa maksud mu mendekati Lee, setelah apa yang kau lakulan dengan Issei setelah acara pertarungan Raiser dengan ku, tapi jika kau menyakiti Lee aku akan membunuh mu." ucap Naruto datar.

"Tenang saja Naruto-sama, Kaicho tidak melakukan apapun kok dengan Issei-san, jadi jangan cemas begitu." balas Tsubaki.

"Hn, siapa yang menghancur kan Kekkai mu?" tanya Naruto mengganti topik.

"Knight mu." jawab Sona singkat.

Naruto memiringkan kepalanya. "Maksud mu Sasuke?." tanya Naruto.

"Ya" jawab Tsubaki dengan rona merah.

"Dasar Baka." Itachi langsung berlari kedalam, tanpa pikir panjang.

"Hey Itachi tunggu." ucap Naruto. Menghela nafas pelan, Naruro menatap Sona. "Gomen atas ulah bidak ku yang gila." ucap Naruto yang berlari kedalam.

"Sona-san." panggil Kimimaro.

"Ada apa?" tanya Sona.

"Aku sarankan kau membuat Kekkai lagi, aku merasakan akan ada pertarungan besar nanti." jawab Kimimaro.

"Aku menyarankan yang sama Sona-chan, aku merasakan sifat Naruto berubah, dan juga energy spiritualnya tidak stabil sejak tadi." ucap Lee.

Sona menghela nafas. "Baiklah." balaa Sona.

Lee, Kimimaro, Haku, dan Yugao segera masuk. "Kami menggandalkan mu Sona-chan."

"Ya." balas Sona pasrah. Berbalik, Sona menatap Peragenya. "Ayo kita buat lagi."

"Yaaa."

...Dark Bring Master...

"Sasuke." Itachi berlari kencang mencari Sasuke.

"Oh Nii-san, kenapa kau disini?" tanya Sasuke menghampiri Itachi.

"Hah...hah...hah..." Itachi mengatur nafasnya. "Aku kesini karena katanya ada Dai-Tensei dan Pendeta yang mengacaukan Kuoh Akademi." jawab Itachi.

"Oh itu." Sasuke tersenyum. "Aku sudah mengalahkannya dengan kemampuan ku, dan kau terlambat baka Nii-san." ejek Sasuke.

"Tidak mungkin, tidak mungkin kau bisa mengalahkannya, kau masih lemah, bahkan lebih lemah dari Sekiryuutei." balas Itachi.

"Apa maksud mu hahaka Aniki." ucap Sasuke tidak terima.

"Kalian hentikan!" Naruto berteriak keras dari kejauhan.

"Ada Naruto-Kaicho juga toh." ucap Sasuke menatap Naruto.

"Hah...hah...hah..." Naruto mengatur nafasnya. "Mana Kokabiel?" tanya Naruto.

"Sudah aku kalahkan." jawab Sasuke singkat.

"Mana sosok?" tanya Naruto. "Tidak mungkin dia mati begitu saja." lanjut Naruto.

"Tadi ada Hakuryuukou datang kesini dengan Blance Breaker, dan meminta tubuh Kokabiel atas perintah Azazel, dengan senang hati aku memberikannya." jawab Sasuke.

"Kau tidak bercanda kan?" tanya Naruto tidak percaya.

"Lihat saja itu." Naruto mengikuti apa yang ditunjuk Sasuke, yaitu keadaan Issei yang sangat depresi. "Kau bisa lihat betapa depresinya dia setelah bertemu Hakuryuukou yang kemampuannya jauh diatas ku." lanjut Sasuke.

"Ya." balas Naruto singkat.

Kimimaro, Haku, Yugao, dan Lee menghampiri mereka dengan santai.

"Sepertinya sudah selesai Naruto." ucap Itachi.

"Apa yang dikatakan Itachi-Nii benar, lebih baik kita pulang, aku sudah lelah." ucap Sasuke.

"Tidak." Naruto memandang sebuah hutan yang sepertinya berjalan pada mereka. "Pertandingan sesungguhnya baru akan dimulai." labjut Naruto.

Orang itu, tidak lebih tepatnya Iblis yang berjalan kearah Naruto dan yang lainnya memakai jaket biru dongker dengan tudung menutupi wajahnya. Dengan perlahan Iblis itu membuka tudungnya.

"Lama tak jumpa Adik ku tersayang."

.

.

.

TBC

.

Bagaimana chapter ini ? bagus kah atau jelek?

.

Teknik Xenovia ada yang tau? Getsuga Tensou?

Chapter depan adalah Final Chapter. Tidak disangka sudah hampir mendekati akhir cerita di Season 1, tapi tenang akan ada Seasaon 2, dimana kekuatan Naruto berubah menjadi lebih mengerikan lagi.

.

Mohon Review.

.