Tittle : MY BAD BOY
Cast : Jung Yunho, Kim Jaejoong, Park Yoochun, Kim Junsu, Shim Changmin, Cho Kyuhyun, And other cast
Genre : Romance/Family/NC21/MPREG
Marga disesuaikan dengan kebutuhan cerita. Jadi disini ada beberapa karakter yang nadal masukin, bukan berarti nadal ga suka sama orang tersbut, tapi lebih untuk kebutuhan cerita ^^ ingat ini hanya fiksi ^^
Reader yang penasaran sama hubungannya bakal nadal jawab di Chapter-chapter berikutnya yaahhh
Happy Reading ^^
Sebelumnyaaahhh~
"belikan aku ituuuuuuu" rengek Jaejoong.
"baiklah, kau tunggu disini dan jangan kemana-mana" ucap Yunho dan langsung meninggalkan Jaejoong.
Yunho masih sibuk dengan acara membeli ice yang Jaejoong minta. Setelah mendapatkannya Yunho segera kembali dengan dua buah ice cream ditangannya. Tapi langkah Yunho terhenti ketika tidak melihat Jaejoong ditempatnya.
"Boojae?" Yunho langsung mengedarkan pandangannya untuk mencari sosok Jaejoong "BOO?!" teriak Yunho yang mulai panik.
"Yunnie-ah!" teriak Jaejoong dari balik batu besar di belakang Yunho. Yunho yang mendengar teriakan tersebut langsung saja berlari kesumber suara.
Chapter 13~
"Yunnie-ah!" teriak Jaejoong dari balik batu besar di belakang Yunho. Yunho yang mendengar teriakan tersebut langsung saja berlari kesumber suara.
"Boo?!" teriak Yunho yang langsung berlari kesumber suara.
"cepat kesini!" teriak Jaejoong lagi.
"Boo… kau mengagetkankuuuuu!" bentak Yunho yang ketika melihat Jaejoong tengah menarik sebuah tentakel dari sela-sela karang.
"sini cepat bantu aku! Guritanya susah ditarik…" rengek Jaejoong yang mulai kewalahan.
"untuk apa kau mengambilnya, biarkan saja. Ayo cepat kemari nanti ice creammu meleleh"
"nanti duluuuuu" bantah Jaejoong yang masih menarik tentakel.
TUK!
"yaahhh… dia copot" ucap Jaejoong menenteng tentakel yang masih bergerak-gerak ditangannya.
"cepat buang itu atau akan aku habiskan milikmu" ancam Yunho.
"JANG-"
"Jung seosangnim" panggil seseorang dari belakang.
Yunho dan Jaejoong dengan kompak langsung menengok ke sumber suara. Terlihat Ahra yang tengah memergoki keduanya. Ahra berjalan sendiri di pantai yang sama ketika tengah ikut merayakan kelulusan beberapa muridnya.
"Ahra-shi?" ucap Yunho dan Jaejoong langsung berdiri dan membuang benda kenyal ditangannya.
"ayo kita pergi saja" ucap Jaejoong yang langsung menarik lengan Yunho.
"kalian mau kemana? Kenapa buru-buru begitu?" tanya Ahra dengan santai sambil melihat kearah keduanya "kalian akan kembali ketempat kalian begitu?" tanya Ahra lagi "dan apakah seorang guru dan murid pantas berada disini dengan statusnya yang belum terikat?" tanya Ahra sambil melihat-lihat kukunya.
"Go seonsangnim, apakah itu pantas bagi seorang guru yang kerjaannya menjadi seorang penguntit?" tanya Jaejoong sambil berbalik menatap Ahra dan mendekatinya "kau lihat ini? Apa aku masih belum terikat?" tanya Jaejoong sambil menunjukkan tangan kanan yang tersemat cincin dijari manisnya "dan apa aku salah merayakan kelulusanku dengan calon suamiku? Sedangkan kau siapa? Hanya perawan tua yang tidak kunjung menemukan pasangan dan kerjanya mengganggu pasangan lain dan satu hal, statusku sudah bukan murid lagi, jadiiii kau tidak perlu mempermasalahkannya" ucap Jaejoong yang habis-habisan menghina Ahra.
"Ahra-shi, bisakah kau tidak mengganggu kami lagi? Kau bisa cari kesibukan lain selain ini kan?" tanya Yunho.
"aku tidak mengganggu kalian, aku hanya bicara soal kenyataan kan?" ucap Ahra membela diri.
"lebih baik kau simpan mulut manismu itu sebelum aku menghancurkannya seonsangnim" ucap Jaejoong sedikit mengancam dan menekankan kata-katanya.
"kauuuuu!" Ahra mulai naik darah namun tidak ada lagi yang bisa dia katakan. Dengan kesal Ahra menjauhi keduanya sambil menghentakan kakinya dengan keras.
"Boo, kau tidak boleh berkata dengan kasar, jaga emosimu" ucap Yunho mengingatkan.
"habisnya dia selalu saja muncul tanpa diundang, tidak dimana tidak dimana dia ada, seperti setan saja" ucap Jaejoong kesal.
"hey sudah, emosimu itu mempengaruhi aegya.."
"orang itu tidak akan pergi jika tidak dilawan Yun" ucap Jaejoong sedikit kalap dan langsung merebut ice cream vanilla dari tangah Yunho " kita pulang saja. Disini panas banyak setannya"
"ya sudah ayo kita kembali ke cottage dulu" ucap Yunho sambil menggandeng lengan Jaejoong.
.
.
.
Yunho dan Jaejoong sama-sama sudah merapikan barang yang dibawanya dan check out dari cottage, keduanya tengah berjalan sambil berbincang dan mengusili satu sama lain. Di tempat lain Ahra mengamati keduanya dengan pandangan sinis dan rasa jengkel menyelimuti dirinya.
"kenapa harus bocah ingusan itu yang menjadi sainganku?!"
"seonsangnim? Kau kenapa?" tanya salah satu muridnya yang memergoki Ahra yang tengah mengintip.
"his! Kau ini mengganggu saja, sudah sana jangan urusi aku"
"aku kan hanya bertanyaaaa" ucap anak itu dan langsung pergi meninggalkan Ahra dan kembali ke kelompoknya. Ahra sendiri langsung melihat kearah Yunho dan Jaejoong yang sudah berada diatas motor dan bersiap untuk jalan.
"aaakkhhh! Kenapa bukan aku saja!" ucap Ahra frustasi ketika melihat Jaejoong memeluk Yunho dan mengetahui Ahra mengamati Jaejoong langsung menjulurkan lidahnya meledek tanpa sepengetahuan Yunho.
"Boo.. kau sedang apa?" tanya Yunho.
"ani, ayo cepat kita pulaaaaang" jawab Jaejoong sambil menepuk pundak Yunho.
"benar tidak ada apa-apa?"tanya Yunho lagi memastikan.
"iya sudah cepat kau itu banyak bertanya sekali seonsangniiimmm" ledek Jaejoong.
"terus saja meledekku" ucap Yunho sedikit kesal dan langsung menjalankan motornya.
.
.
.
Jaejoong langsung turun ketika motor Yunho sudah berhenti tepat didepan rumahnya.
"Yun.. kau tidak mau masuk dulu?"
"ani.." jawab Yunho singkat.
"kenapa? Kau masih takut dengan appa?" tanya Jaejoong dengan perasaan sedikit kecewa.
"aku akan datang malam nanti dengan kedua orang tuaku dan juga Changmin" ucap Yunho mengelus pipi Jaejoong seraya tersenyum.
"untuk apa?"
"tentu saja untuk membicarakan tentang hubungan kita selanjutnya"
"ahhh Yunnie-aaahhh~"
"dalam waktu cepat kau akan menjadi Nyonya Jung Boo.." ucap Yunho yang mendekati wajahnya pada wajah Jaejoong. dan Jaejoong langsung memejamkan matanya.
"ekhem!" terdengar dehaman dari belakang Jaejoong menginterupsi keduanya yang tak lain dan tidak bukan adalah appa Kim.
Yunho dan Jaejoong sama-sama tersadar ketika bibir mereka nyaris bertemu. Yunho langsung melihat sedikit takut sedangkan Jaejoong langsung membalikan badannya.
"sedang apa kalian diluar?"
"ah kami.. kami hanya-"
"Jaejoongie, cepat masuk" ucap appa Kim memotong ucapan Yunho.
"yah appa, nanti dulu" rengek Jaejoong.
"sudah cukup kau berada diluar" ucap appa Kim lagi.
"sudah cepat sana kau masuk dari pada aku kena marah, Boo.." ucap Yunho yang sedikit mendorong tubuh Jaejoong.
"hish! Kau sama saja" ucap Jaejoong yang dengan kesal berjalan menuju appanya yang masih berdiri di pintu rumah.
Yunho sendiri masih berdiri agak jauh dari mereka. Yunho hanya melempar senyum dan dibalas dengan wajah datar yang diberikan appa Kim yang masih melipat kedua tangannya didepan dada. Yunho yang langsung menaiki motornya dan langsung menyalakan mesinnya. Sebelum menjalankan motornya, Yunho sedikit menundukan kepalanya pertanda pamit dan tersenyum. Appa Kim masih melihatnya, Yunho tidak tahu harus bagaimana lagi dan langsung melajukan motornya.
"Yunniiieeee! Hati-hatiiii!"
"ya kau berisik sekali" sungut appa Kim.
"appa, kenapa kau galak sekali, jangan terlalu galak appa"
"aku hanya ingin tahu, seberapa bertanggung jawabnya dia jika sikapku seperti ini"
"kau hanya akan menakutinya appa, mala mini dia akan datang bersama dengan orang tuanya dan juga dongsaengnya" ucap Jaejoong sambil melenggang pergi "umma mana? Ummaaaaaaaaaa"
"yaaaa! Barusan kau bilang apa?" tanya appa Kim yang langsung menyusul putranya.
"ummaaaaaaaaa"
"apa kenapa berteriak umma sedang didapur" ucap umma Kim.
"umma ayo kita masak besar, Yunnie akan kesini dengan keluarganyaaaa" ucap Jaejoong menghampiri sang umma.
"ommo! Kau belum mandi dan mengganti bajumu. Bersihkan tubuhmu dulu baru boleh membantu umma" ucap umma Kim sedikit berteriak.
"yayaya" ucap Jaejoong langsung kabur.
"jangan berlari Joongie!"
"ne ummaaaa"
"hah anak itu benar-benar" ucap appa Kim yang muncul.
"kau itu juga sama saja. Jangan terlalu galak dengan Yunho. Kasihan dia setiap kali bertatapan denganmu wajahnya selalu tegang begitu"
"aku kan hanya ngin melihat sejauh mana dia tahan dengan sikapku"
"hentikan itu yeobo. Kalau dia lari dan meninggalkan Joongie?"
"jangan mengatakan itu, kau membuatku ragu jadinya"
"habisnya kau membuat takut anak itu" ucap umma Kim sambil berjalan menuju meja makan "jika dia sudah katakan akan mengajak keluarganya kesini, bukankah itu artinya dia serius akan hal ini?"
"jika saja dia melarikan diri, maka akan aku cari dia dan akan kuhabisi dia" ancam appa Kim.
"siapa yang akan kau habisi appa? Yunnie? Yang benar saja, kau mau jika cucumu lahir tanpa appa?" tanya Jaejoong polos.
"ya jangan bicara seperti itu" ucap appa Kim yang kini merasa takut.
"habisnya appa malah berbicara seperti itu" jawab Jaejoong sambil mengambil sepotong apel yang sudah umma Kim siapkan.
"ini semua karena dirimu! Coba saja kau tidak melakukan hal yang tidak-tidak dengannya, aku tidak akan seperti ini" ucap appa Kim sambil menoyor kepala Jaejoong.
"hng! Appa jangan menoyor kepalaku"
"yeobo, mengalah pada orang hamil" bela umma Kim.
"hm, dengarkan itu" ledek Jaejoong.
"terserah kalian saja" ucap appa Kim dan meninggalkan keduanya.
"Joongie-ah, coba tolong kau potong kentangnya tapi hati-hati"
"ne umma" ucap Jaejoong yang langsung menuruti perkataan ummanya.
Dan pada akhirnya Jaejoong dan ummanya sibuk didapur untuk masak besar, sebelum Yunho dan keluarganya datang.
.
.
.
Malam sudah tiba, Jaejoong sibuk melihat pantulan dirinya didepan cermin sambil memutar mutar badannya dan juga memegang wajahnya.
"sedikit tembam" gumam Jaejoong yang mencubit-cubit pipinya.
"Joongie-ah" panggil umma Kim sambil membuka pintu kamar Jaejoong dan Jaejoong langsung melirik melalui cermin "cepat turun, Yunho sudah datang, jangan hanya berdiam didepan cermin saja, tenang saja hidungmu tidak akan hilang"
"ya umma tunggu sebentar aku akan turun"
"cepat turun, jangan membuat kami lama menunggu" ucap umma Kim yang langsung kembali menuruni tangga.
Jaejoong langsung cepat-cepat merapikan baju dan juga memasang wajah tersenyum dan langsung keluar kamar menuruni tangga dengan berjalan anggun membuat semua mata yang berada di ruang tamu langsung melihat kearahnya.
"hay hyung" bisik Changmin sambil melambaikan tangannya.
"ya Jung Changmin, sopan sedikit" ucap umma Jung menurunkan tangan Changmin.
Jaejoong berjalan meghampiri semuanya dan langsung duduk diantara umma dan appanya yang langsung berhadapan dengan Yunho yang duduk disofa sebrang meja.
"mungkin langsung saja, kami datang kemari dengan maksud untuk membicarakan kelanjutan hubungan anak kita" ucap umma Jung.
"ne, aku sudah mengetahui maksud kedatangan kalian dari Joongie" balas umma Kim.
"Yunho bilang, dia sudah melamar Joongie kemarin?" tanya umma Jung.
"ne, aku sudah melakukannya" jawab Yunho malu-malu dan membuat Jaejoong langsung tersipu malu seraya mendukan kepalanya.
"ahjumma, ahjusshi. Aku ingin meminta ijin untuk menikahi Joongie dalam waktu dekat ini" ucap Yunho lantang.
"memangnya apa yang bisa kau berikan untuk kebahagiaan anakku?" tanya appa Kim berusaha tenang.
"aku akan melakukan apapu asalkan membuatnya bahagia, itu saja dan aku tidak mau munafik" ucap Yunho mantap.
"aku harap, kalian bisa menerima kami dan juga kesalahan Yunho sebelumnya" ucap appa Jung dengan bijak.
"semua itu kami berdua serahkan pada Joongie" ucap appa Kim melirik Jaejoong yang masih diam.
"aku.. menerimanya" ucap Jaejoong yang masih malu-malu.
"jadi.. kapan rencana kau akan menikahinya?" tanya appa Kim yang mulai semakin santai.
"sesudah Joongie melakukan perpisahan sekolah yang akan diadakan sekitar 2 minggu lagi, dan aku merencanakan akan menikahinya bulan depan aku merencanakan pada 10 Juni nanti. Aku yang akan mempersiapkan semuanya" jawab Yunho antusias.
"Joongie-ah, apa kau siap?" tanya appa Kim sambil melirik pada Jaejoong.
"ne, aku siap" jawab Jaejoong mantap sambil melontarkan senyum.
"sudah-sudah jangan terlihat tegang seperti ini, aku sudah memasak banyak untuk menyambut kalian, Changmin-ah, kau suka dengan masakan ahjumma bukan? Sana kedarur ajak hyungmu" ucap umma Kim pada Changmin yang memang sudah terbiasa.
"hehehe aku pasti akan langsung melesat tanpa mengajak siapapun ahjumma"
"ya, Changmin-ah kau ini memalukan" bisik appa Jung.
"dia memang sudah biasa jika berada disini, tidak kusangka kalau kita akan menjadi keluarga nantinya" ucap umma Kim seraya tersenyum "mari kita makan bersama" ucap umma Kim menggiring -?- semua orang menuju meja makan.
Semuanya langsung mengikuti umma Kim yang berjalan lebih dulu kemeja makan. Jaejoong yang langsung menggandeng lengan Yunho sedangkan Changmin menjadi nyamuk dengan cara mengganggu keduanya. Acara jamuan makan malampun dimulai dengan canda tawa dan terciptanya keharmnisan kedua keluarga yang akan menjadi satu keluarga besar.
.
.
.
"Yunnie-ah" panggil Jaejoong ketika keduanya sudah berada diatas balkon kamar Jaejoong dan duduk disebuah kursi panjang.
"hm?" sahut Yunho yang sudah duduk bersandar sambil memeluk Jaejoong yang bersandar pada tubuhnya.
"kalau nanti kita sudah menikah, kita tinggal disini ya?"
"kenapa begitu?"
"karena aku tidak mau jauh-jauh dari umma"
"kau itu sudah dewasa, masa namja nakal disekolah masih menempel dengan ummanya?" ledek Yunho.
"hish, jangan meledek"
"kau itu akan menjadi umma nantinya, kau harus belajar mandiri Boo.." ucap Yunho mengeratkan pelukannya.
"tapi nanti siapa yang akan menjagaku?"
"ada aku"
"tapi kan kau pasti akan pergi kesekolah?"
"tapikan aku akan pulang nanti, dan akau akan menemanimu"
"aku butuh teman.."
"nanti akan kusuruh Changmin untuk menemanimu bagaimana? Kau juga boleh mengajak Junus dan Kyuhyun untuk menemanimu agar tidak bosan"
"memangnya mereka tidak melanjutkan ke perguruan tinggi? Mereka pasti akan sibuk"
"memang, tapi.. apa kau tidak ingin melanjutkan keperguruan tinggi Boo?"
"ani, aku kan sudah punya dirimu? Jika aku sekolah lagi lalu siapa yang akan menjaga aegya?" tanya Jaejoong sambil mendongakkan kepalanya.
"kau ini bisa saja, katakan saja jika kau itu malas" sungut Yunho sambil mencubit hidung Jaejoong.
"aw, jangan cubit hidungku"
"ini sudah malam, sebaiknya kita masuk dank au juga harus mengistirahatkan tubuhmu Boo"
"lalu Yunnie akan pulang?"
"aku akan menemanimu sampai tidur" ucap Yunho.
"baiklah" ucap Jaejoong menegakan tubuhnya "gendong aku.."
Yunho memaklumi tingkah manja yang Jaejoong lakukan. Yunho sudah terbiasa dengan semua kelakuan Jaejoong yang manja dan memintanya ini itu, mau bagaimana lagi? Yunho langsung mengangkat tubuh Jaejoong ala bridal dan membawanya masuk kedalam kamarnya dan langsung meletakannya dengan perlahan diatas ranjang Jaejoong.
"sini temani aku dulu" rengak Jaejoong dengan manja dan dituruti oleh Yunho yang naik keatas ranjangnya dan duduk bersandar pada kepala ranjang.
Jaejoong lagsung bergeser dan memeluk tubuh besar Yunho. Kemudian menyandarkan kepalanya pada perut Yunho dan angsung memejamkan matanya. Yunho yang melihat kelakuan Jaejoong hanya tersenyum dan menyusap puncak kepala Jaejoong sambil sedikit memainkan rambut lurusnya.
"Yunnie.."
"hng?"
"jika disekolah nanti kau bertemu dengan si wanita gila itu, jauhi dia ya"
"kau masih memikirkannya? Kau tenang saja Boo"
"jika kau berani bersamanya, aku akan langsung menghampiri kalian dan dia akan aku cakar sampai dia tidak bisa melakukan apa-apa lagi"
"kau itu sedang hamil, tidak baik jika berpikir yang macam-macam Boo, bagaimana jika sifatmu itu menuru pada aegya?"
"itu bagus, maka jika wanita gila itu mendekatimu, aku dan aegya yang akan langsung melawannya"
"aigoo.. meski dia masih dalam kandungan kau sudah mengajarinya yang tidak-tidak"
"habisnya wanita itu menyebalkan dan selalu saja mengganggu kita" ucap Jaejoong sedikit terkantuk dan menguap.
"kau sudah mengantuk kan? Jangan biacara terus dan tidur sekarang" ucap Yunho lagi mengusap tubuh Jaejoong.
"berjanji akan menjauhinya?"
"ya aku janji"
"hng" sahut Jaejoong yang benar-benar memejamkan matanya.
Yunho masih terdiam melihat Jaejoong yang tidur diatas perutnya. Tangannya masih mengusap tubuh Jaejoong dan pada akhirnya berhenti tepat diperut Jaejoong yang terlihat sedikit menggembung jika diperhatikan dengan seksama. Yunho kembali tersenyum ketika mengingat ada kehidupan lain yang tumbuh pada tubuh Jaejoong. Yunho mengecup puncak kepala Jaejoong dan kembali mengusapnya seperti orang yang tidak ingin kehilangan miliknya. Merasa Jaejoong sudah benar-benar tertidur perlahan Yunho membetulkan posisi Jaejoong dan menyelimutinya dengan benar.
"aku pulang dulu dan aku akan kembali nanti"ucap Yunho sambil mengecup kening Jaejoong dan juga perutnya. Yunho kembali berdiri dan berjalan keluar dari kamar Jaejoong.
.
.
.
1 Week Later~
"wooeekk! Uhuk! Uhuk uhuk!" matahari baru saja menampakan dirinya Jaejoong sudah direpotkan dengan morning sick yang dialaminya beberapa hari belakangan ini.
"Joongie-ah, kau muntah lagi?" teriak umma Kim yang berteriak dari dalam dapur.
"uhuk! Aaahhh.. kenapa tidak enak seperti ini rasanya" keluh Jaejoong setelah mencuci mulutnya.
Merasa tidak ada jawaban dari putranya umma Kim langsung menyeduhkan segelas susu yang sempat Yunho belikan. Kemudian umma Kim berjalan menaiki tangga menuju kamar Jaejoong. pintu kamar terbuka bersamaan dengan Jaejoong yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"Joongie-ah, minum dulu susumu"
"ah umma, baunya itu tidak enaakkk" rengek Jaejoong yang langsung naik kekasur dan menyembunyikan tubuhnya dibalik selimut.
"cepat minum, kau ini susah sekali jika diberitahu ayo cepat" ucap umma Kim memukul kaki Jaejoong.
"shireeooo! Baunya aku tidak kuat ummaaaa" rengek Jaejoong dari dalam selimut.
"baiklah, umma akan melaporkan kelakuanmu itu pada Yunho, biar dia yang memarahimu" ancam umma Kim.
"dia mana berani memarahiku"
"jadi kau berani melawan umma sekarang?" tanya umma Kim yang menaruh susu di meja nakas Jaejoong "palli!" ucap umma Kim yang langsung menarik selimut Jaejoong.
"ah ummaaaaa… aku tidak mauuuu" rengek Jaejoong sambil mempertahankan selimutnya.
"kalau tidak mau umma tidak akan mengijinkanmu pergi bersama Yunho! Ayo cepat!" bentak umma Kim yang sedikit kesal dengan kelakuan Jaejoong.
"aaahhh ummaaaaa" rengek Jaejoong membuka selimutya dan bangun duduk.
"cepat minum, kau tutup saja hidungmu" ucap umma Kim menyodorkan gelas susu hangat pada Jaejoong.
Jaejoong menerimanya dengan setengah hati dan langsung meminumnya sambil menutup hidung.
"yaaakkk.. ini tidak enak ummaaaa"
"cepat turun, umma sudah memasak untuk sarapanmu dan appa" ucap umma Kim sambil mengambil gelas dari tangan Jaejoong "cepat turun pemalas"
"ne ne ne" ucap Jaejoong yang turun dengan ogah-ogahan.
.
.
.
"Jung seonsangnim" panggil Ahra dari belakang saat melihat Yunho yang datang kesekolah dengan santai. Yunho mendengar, tapi berusaha untuk tidak menoleh kan kepalanya dan berpura-pura tidak mendengar "hiisshhh, Jung seonsangnim" panggil Ahra sekali lagi sambil menyamakan jalannya dengan Yunho "seonsangnim, kenapa kau tidak menanggapi panggilanku?" tanya Ahra.
"panggilan? Panggilan yang mana ya? telfon? Aku tidak melihat ponselku" jawab Yunho tanpa menoleh sedikitpun.
"aku kan tadi memangilmu"
"mian, aku buru-buru" ucap Yunho yang langsung mempercepat langkahnya membuat Ahra berhenti mengikutinya.
"lihat saja nanti, akan aku buat kau melihatku dan meninggalkan bocah ingusan itu, Jung" ucap Ahra dengan seringai yang terpancar dibibirnya.
Apa yang bakal Ahra lakuin selanjutnya?
_TBC_
