Tittle : MY BAD BOY

Cast : Jung Yunho, Kim Jaejoong, Park Yoochun, Kim Junsu, Shim Changmin, Cho Kyuhyun, And other cast

Genre : Romance/Family/NC21/MPREG

Marga disesuaikan dengan kebutuhan cerita. Jadi disini ada beberapa karakter yang nadal masukin, bukan berarti nadal ga suka sama orang tersbut, tapi lebih untuk kebutuhan cerita ^^ ingat ini hanya fiksi ^^

Reader yang penasaran sama hubungannya bakal nadal jawab di Chapter-chapter berikutnya yaahhh

Happy Reading ^^

Sebelumnyaaahhh~

"Jung seonsangnim" panggil Ahra dari belakang saat melihat Yunho yang datang kesekolah dengan santai. Yunho mendengar, tapi berusaha untuk tidak menoleh kan kepalanya dan berpura-pura tidak mendengar "hiisshhh, Jung seonsangnim" panggil Ahra sekali lagi sambil menyamakan jalannya dengan Yunho "seonsangnim, kenapa kau tidak menanggapi panggilanku?" tanya Ahra.

"panggilan? Panggilan yang mana ya? telfon? Aku tidak melihat ponselku" jawab Yunho tanpa menoleh sedikitpun.

"aku kan tadi memangilmu"

"mian, aku buru-buru" ucap Yunho yang langsung mempercepat langkahnya membuat Ahra berhenti mengikutinya.

"lihat saja nanti, akan aku buat kau melihatku dan meninggalkan bocah ingusan itu, Jung" ucap Ahra dengan seringai yang terpancar dibibirnya.

Chapter 14~

"annyeooonnggg…" sapa Changmin yang asal masuk kedalam rumah Jaejoong.

"oh? Changmin-ah, kau kemari? Kebetulan sekali aku sedang memasak banyak hari ini" tanya umma Kim sambil menaruh beberapa piring di meja makan.

"hehehe, tenang saja ahjumma, aku pasti akan ikut makan" cengir Changmin mendekati meja makan "aku boleh coba ya" ucap Changmin yang langsung mencoba mengambil makanan dengan tangannya"

PAK!

"ya! cuci dulu tanganmu" ucap umma Kim setelah menggeplak lengan Changmin.

"yaish ahjumma, cumin sedikit kok" balas Changmin sambil mengusap lengannya.

"tetap saja kau harus cuci tangan"

"hah, Jae hyung mana?"

"dia ada dikamar, kau panggil dia ajak turun untuk makan bersama"

"hehehehe makannya nanti saja ahjumma" ucap Changmin yang langsung melarikan diri setelah mengambil sepotong paha ayam.

"ya Changmin-ah!" teriak umma Kim.

"aku mintaaaaaaaaaa" teriak Changmin sambil menaiki tangga.

"hah anak itu, susah sekali diberitahu"

CLEK

"hyuuuuuunnngggg" teriak Changin dan langsung naik keatas ranjang Jaejoong.

"hng?" Jaejoong sedikit membuka matanya dengan wajah yang mengantuk.

"ya, hyung. Kau tidur? Tumben sekali" tanya changmin heran "eh tapi tunggu dulu, aku mau bertanya"

"diam aku mengantuk" jawab Jaejoong yang memeluk guling dan membelakangi Changmin.

"kau hamil ya?" tanya Changmin dengan polosnya dan langsung menggigit paha ayam yang masih dipegangnya.

SRET!

"kau tahu darimana?!" tanya Jaejoong yang langsung membalikan tubuhnya dan mengubah posisinya menjadi duduk.

"mmmm.. aku menguping pembicaraan umma appa dan Yunho hyung beberapa hari lalu" jawab Changmin yang dengan susah payah menelan daging dimulutnya.

"kau menguping? Ya kurang ajar sekali kau!" dumal Jaejoong yang langsung menjitak kepala Changmin.

"ya! sakit tahu" ucap Changmin mengusap kepalanya.

"tidak seharusnya kau menguping seperti itu bodoh"

"biar saja, aku kan juga harus tahu, lagian kalian pakai acara menyembunyikannya"

"mulutmu kan seperti ember bocor, bukan bocor, tapi sudah pecah yang sewaktu-waktu kau bisa menumpahkannya dimana saja meski tidak sengaja" sungut Jaejoong.

"aku bisa menjaga rahasia kok"

"ya bisa, tapi tidak selamanya. Pasti saja kau keceplosan jika bicara"

"sudahlah jangan menjudgeku terus…. Hyung, memangnya berapa kali hyungku membobolmu? Kenapa bisa langsung 'dung' seperti itu?" pertanya Changmin langsung menyudutkan Jaejoong.

"apaan sih kau ini, mau tahu saja" jawab Jaejoong dengan sewot meskipun mukanya merona.

"aku serius menanyakannya" ucap Changmin lagi sambil memakan paha ayamnya.

"dua kali" jawab Jaejoong singkat.

"WOOOAAHH, jadi sampai 'dung' seperti itu kau melakukannya dua kali? Daebaakkk.. yang pertama di rumahku, dan yang kedua dimana?" ucap Changmin sambil menghayal.

"ya! aku hanya melakukannya sekali dan menghasilkan ini" ucap Jaejoong menunjuk perutnya dan mulai kesal.

"lalu yang kedua? Oooo…. Ooo… ooo… aku tahu…. Pasti waktu kemarin kau pergi bersama Yunho hyung kan? Iya kan? Benar kan?"

"hish, kau itu sudah seperti orang yang bsa mengetahui semuanya" sungut Jaejoong.

"woya jelas, aku kan pintar" ucap Changmin bangga "ini hyung, coba kau lihat ini" ucap Changmin sambil memberikan sebuah buku.

"apa ini?" tanya Jaejoong yang bingung dengan cover depan buku tersebut.

"aku membelinya ditoko buku tadi, siapa tahu kau membutuhkannya" jawab Changmin seadanya.

Jaejoong langsung membuka buku terebut dan matanya terbelalak ketika melihat isi tulisan dan gambar yang tercetak pada buku tersebut.

"iniiii? Kenapa kau memberikannya padaku? Kau berusaha untuk meracuni otakku lagi?" ucap Jaejoong marah.

"jika aku ketahuan memiliki buku itu aku pasti akan dicincang olehnya, apalagi memberikan buku itu padanya" jawab Changmin enteng.

"tapi ini kan buku tata cara sex, Changmin-ah" ucap Jaejoong dengan nada lemas.

"nah itu dia tujuanku, hahaha. Aku tahu Yunho hyung itu sedikit kaku orangnya, siapa tahu kau bisa membantunya menjadi sedikit nakal tentunyaaaa" ucap Changmin menaik-naikan alisnya.

"hish, tatapanmu itu menyebalkan sekali, seolah aku ini pervert sekali"

"yah kan aku hanya membantu kalian"

"membantu apanya, kalau ketahuan Yunnie, aku bisa digantung"

"apa tadi kau bilang? Yunnie? Hahahaha lucu sekali"

"suka-suka, aku ini yang memanggilnya"

"Joongie….Changminnn… cepat turun ayo makan" teriak umma Kim dari bawah.

"ne umma tungguuu" teriak Jaejoong "yak au taruh ini di dalam lemariku di bawah tumpukan bajuku" ucap Jaejoong memberikan buku tersebut dengan nada memerintah.

"kenapa aku yang menaruhnya?" ucap Changmin malas.

"taruh atau aku akan melaporkannya" ancam Jaejoong.

"hish! Kau itu menyebalkan" sungut Changmin dan langsung menuruti perintah ibu hamil tersebut.

.

.

.

"Jung seonsangniiimmm.. aku membawa beberapa makanan sebagai bekal, kau mau ikut makan bersamaku?" tanya Ahra berdiri didepan meja Yunho dengan membawa sekotak bekal.

"tidak terimakasih, aku sedang sibuk dan sepertinya aku tidak akan makan siang" jawab Yunho yang masih berkutat dengan beberapa berkas dihadapannya.

"setidaknya kau makanlah dulu walau sedikit" paksa Ahra.

"Ahra-shi, bisa kau tinggalkan aku? Aku sedang banyak pekerjaan" ucap Yunho menatap Ahra langsung.

"oh, baiklah kalau begitu" ucap Ahra membalikan badannya dan berjalan keluar ruangan.

BRUK

Ahra langsung membuang kotak bekalanya di tong sampah depan ruang guru dan berjalan dengan kesal.

"ya Yun, apa kau gila menolaknya begitu saja? Apa kau tidak merasa kasihan denganya?" tanya Yoochun mendekati Yunho.

"haahhh.. aku tahu apa maksudnya, dia sangat tidak suka jika aku bersama Boojaeku, oleh sebab itu aku menghindarinya" jawab Yunho menyandarkan tubuhnya.

"tapi tadi kau tidak melihat wajahnya sih"

"memang kenapa?"

"dia sepertinya sangat marah"

"aku lebih takut jika Boojaeku yang marah" jawab Yunho dengan cengiran.

"hah dasar kau ini, dulu saja kau bilang kaku dengan lawan mainmu, tidak tahunya kau membobol pertahanan anak orang" jawab Yoochun asal dan membuat beberapa guru yang berada di ruang guru menoleh kearah keaduanya.

"ya! kau bicara apa! Jangan asal kalau bicara" ucap Yunho kesal menjitak kepala Yoochun.

"ah mian, aku lupaaa" ucap Yoochun memegangi kepalanya "hey, apa yang kalian lihat?" tanya Yoochun mengedarkan pandangannya dan guru-guru tersebut kembali menyibukan diri dengan pekerjaannya.

"memang susah jika rahasia ada ditanganmu" sungut Yunho.

"santai sajaaa, ayo kita makan. Begitu saja kau pusingkan"

"ya sudahlah ayo" jawab Yunho dang bangkit dari kursinya.

.

.

.

"ya, kira-kira sudah berapa bulan kandungan Jaejoong?" tanya Yoochun ketika mereka sudah berada di kantin dengan beberapa pesanan mereka. Ahra? Siapa peduli dia pergientah kemana.

"aku rasa usianya sekarang sudah menginjak satu bulan, tapi untuk memastikannya aku akan membawanya ke dokter sepulang nanti"

"dengan motormu?"

"tentu saja tidak, aku akan pulang mengambil mobil dulu, aku khawatir jika membawanya dengan motorku" jawab Yunho.

"kuikir kau akan nekat"

"tentu saja tidak, aku tidak mau membahayakan mereka"

"hahaha dulu saja kau itu suka menghukumnya karena dibuat kesal terus, sekarang?"

"mengingat itu aku sedikit merasa kasihan hahaha, tapi lucu juga mengingat wajahnya yang sudah mengambek dan dingin terhadapku, tapi sekarang mana? Malah menempel terus"

"kau beruntung mendapatkannya, Jung" ucap Yoochun tersenyum.

"yah, aku memang sangat beruntung" jawab Yunho dengan wajah yang merona.

"lalu kapan kau akan menikahinya?"

"tanggal 10 Juni nanti hehehe"

"baguslah cepat lah kau nikahi dia sebelum kandungannya membesar"

"aku pasti akan melakukannya, lagipula aku sudah mulai melakukan persiapan"

"haahh, aku jadi sedikit merindukan anak itu" ucap Yoochun tiba-tiba.

"siapa? Bukan Boojaeku kan?"

"bukaaannnn"

"Junsu?"

"kenapa kau bisa tahu?"

"hahaha saat menonton dibioskop waktu itu kalian seperti pasangan yang sedang bertengkar tahu, lagipula kan siswa kelas tiga semuanya sudah libur dan menunggu perpisahan saja, kenapa kau tidak temui dia saja saat perpisahan nanti?"

"bisa juga sih, tapi bagaimana jika dia seperti Jaejoong yang mencuekanku?" ucap Yoochun lesu.

"hahaha itu urusan nanti" ucap Yunho menepuk pundak Yoochun.

"tapi ngomong-ngomong, jika kau terlihat makan bersamaku, apa Ahra akan marah padamu?"

"biarkan saja, justru itu agar dia menjauhiku"

"aku takut dia melakukan hal yang macam-macam, Jung"

"itu tidak akan mungkin"

"hah terserah kau lah, Jung" jawab Yoochun malas.

.

.

.

TOK TOK TOK

"permisi" ucap Yunho didepan rumah Jaejoong.

"tunggu sebentar" teriak umma Kim dan langsung membukakan pintu "oh Yun, kau datang, Changmin juga ada disini"

"ah jinja? Pantas saja aku tidak melihatnya dirumah"

"masuk dulu kau susul saja dia dikamarnya sedang bersama Changmin"

"ne, sekalian aku meminta ijin untuk membawa Joongie memeriksaka kandungannya"

"ooohhhh baiklah, kau bawa saja dia supaya tidak sering bermalas-malasan didalam kamarnya, jja" ucap umma Kim mendorong-dorong tubuh Yunho.

"ne ahjum-"

"umma, kau panggil aku umma mulai sekarang, ne?" ucap umma Kim memutuskan.

"ne.. umm..ma"

"jangan ragu seperti itu, sudah sana" ucap umma Kim meninggalkan Yunho.

Yunho melihat sebentar kearah umma Kim yang berjalan menuju dapur dan langsung menaiki tangga menuju kamar Jaejoong.

CLEK

Changmin dan Jaejoong yang sama-sama sedang mentertawakan sesuatu langsung menoleh kearah pintu yang memperlihatkan Yunho berdiri dihadapan mereka.

"Boo.. kau ganti baju sekarang, kita akan pergi untuk memeriksakan kandunganmu, dank au yang tidak berkepentingan, cepat keluar dari situ" ucap Yunho melirik Changmin.

"kau sendiri?"

"ya aku disini, memang kenapa? Masalah buatmu?" tanya Yunho menantang.

"kau curang" ucap Changmin memanyunkan bibirnya dan berjalan menuju pintu.

"jangan macam-macam kau didalaaammm" ledek Changmin sambil menunjuk-nunjuk Yunho dan pergi menuruni tangga.

"kalian sudah akan jalan?" tanya umma Kim melihat Changmin menuruni tangga.

"entahlah, aku tidak ikut ahjumma, nanti sepedaku mau dikemanakan?"

"lalu dimana mereka?"

"tuh masih diatas, Yunho hyung menyuruh Jae hyung mengganti bajunya"

"aigooo.. awas saja berani macam-macam mereka"

"hahaha entahlah ahjumma, aku pulang duluan yah"

"nee.. kau hati-hati"

"ne, permisi" ucap Changmin yang langsung berlari menuju pintu luar.

Changmin langsung mengambil sepedanya danmulai mengkayuh sepedanya keluar pekarangan rumah Jaejoong. Tanpa diduga seseorang sudah memperhatikan dari dalam mobil yang jaraknya tidak begitu jauh dari mobil yang Yunho parkir. Changmin mengayuh sepedanya melewati mobil tersebut yang berisikan seseorang yang menggunakan kacamata tanpa rasa curiga bahkan tidak menyadari sedikitpun. Tidak lama Yunho dan Jaejoong muncul dengan tawa yang terlihat diantara keduannya berjalan menuju mobil Yunho. Orang yang berada dalam mobil tersebut langsung mempersiapkan mesinnya.

BREEEEMMMM!

"BOO AWAS!"

CKIIITTT BRAAAKKK!

Yunho yang langsung menarik Jaejoong dan mendempetkannya tepat pada mobil Yunho. Jaejoong yang terlihat shock dan wajah langsung memucat melihat kearah mobil yang hampir menabraknya kini sudah berhenti karena menabrak tiang listrik yang tidak jauh dari mereka dan orang-orang yang berada disana langsung menghampiri mobil tersebut. Yunho merenggangkan tubuhnya dan melihat kerah Jaejoong.

"gwaenchana?" tanya Yunho yang mengarahkan pandangan Jaejoong kearah dirinya dan menangkup pipinya.

Jaejoong yang nampak shock tidak berbicara apapun dan hanya melihat Yunho dengan tatapan yang sulit diartikan.

"Yuuuunnnn ada apaaaa?" teriak umma Kim yang keluar dari dalam rumah membuat Yunho dan Jaejoong sama-sama melihat kearah umma Kim "Joongie-ah, kau kenapa? kau tidak apa-apa?" tanya umma Kim yang langsung melihat-lihat tubuh Jaejoong.

"mobil disana hampir menabraknya tadi"

"kenapa bisa begitu?" tanya umma Kim heran.

"aku juga tidak tahu, seperti ada yang tidak beres disini"

"sebaiknya kalian cepat pergi, umma rasa sudah tidak apa-apa" ucap umma Kim melihat kearah mobil yang hampir menabrak putranya.

"ne umma, aku bawa Joongie dulu" ucap Yunho membawa Jaejoong masuk.

"kalian berhati-hati lah"

"ne" ucap Yunho dan langsung masuk kedalam mobilnya dan melaju melewati kerumunan orang-orang yang berusaha mengeluarkan si pengemudi mobil.

"noe gwaenchana?" tanya Yunho lagi mengusap Jaejoong yang masih diam "katakan saja apa yang kau rasakan" ucap Yunho tanpa menghilangkan fokusnya. Jaejoong hanya menganggukan kepalanya tanpa berbicara banyak.

Yunho yang tidak ingin membuat Jaejoong semakin memikirkannya lebih meilih untuk diam dan tetap memfokuskan pandangannya pada jalan.

.

.

.

Yunho dan Jaejoong sudah berada di rumah sakit dan setelah cukup lama menunggu sekarang adalah giliran Jaejoong untuk masuk memeriksakan kandungannya.

"selamat siang" ucap dokter muda bernamtage Kim Jongkook -?-

"siang uisa"

"kita langsung saja" ucap dokter tersebut dan langsung bangun dari kursinya "silahkan yang akan diperiksa berbaring terlebih dahulu" tambahnya.

"jja, kau ikuti dia" ucap Yunho.

"ng" Jaejoong hanya menuruti dan berbaring pada ranjang yang tidak jauh dari tempat Yunho berdiri.

"maaf ya" ucap Jongkook menyibak baju bagian perut Jaejoong dan mengolesi jell pada permukaan kulit perut Jaejoong.

"Yuuunnn" panggil Jaejoong kearah Yunho.

"ne aku disini" ucap Yunho mendekati Jaejoong dan menggengjam tangannya.

"coba lihat di layar itu" ucap Jongkook yang sudah menempelkan alat pada perut Jaejoong "kalian lihat itu?" tanya Jongkook membuat Jaejoong dan Yunho sama-sama melihat kearah layar monitor disebelah Jaejoong.

"itu?" tanya Yunho terbata.

"itu adalah calon bayi kalian, memang belum terlihat jelas bentuknya, tapi aku dapat emastikan dia baik-baik saja" ucap Jongkook seraya tersenyum dan mengelap permukaan perut Jaejoong.

"Boo.. dia.." ucap Yunho dengan wajah sumringah. Jaejoong tersenyum dan menggenggam tangan Yunho erat.

"mari saya akan menjelaskan sesuatu" ucap Jongkook yang kembali kekursinya dan diikuti Yunho dan Jaejoong.

"begini, ada yang harus aku jelaskan mengingat kondisi Jaejoong-shi yang male pregnancy hal ini lebih rentan dibandingkan dengan wanita pada umumnya"

"lalu apa yang harus kami lakukan?"

"saranku untuk tidak membuat Jaejoong-shi merasa tertekan, buat dia serilax mungkin dan tidak memikirkan hal yang macam-macam" ucap Jongkook dan dianggkan oleh Yunho "dan lagi, jika kalian melakukan hubungan intim, alangkah baiknya jika dilakukan jika usia kandungan Jaejoong-shi sudah melewati 3 bulan. Mengingat juga kandungannya baru mengnginjak satu bulan, kalaupun itu tidak bisa ditahan, kalian harus melakukannya dengan hati-hati, terutama untuk mu sebagai 'suami'nya" ucapan Jongkook barusan membuat Yunho dan Jaejoong sama-sama merasa malu dan terlebih Jaejoong yang wajahnya langsung memerah.

"ada lagi yang perlu kami ketahui uisa?" tanya Yunho sedikit malu.

"ah iya, aku hampir lupa mengatakannya, dalam hal berhubungan intim disaat hamil juga ada aturan dalam posisinya" ucap Jongkook sedikit kikuk.

"apa itu?" tanya Yunho yang terlihat antusias -?-

"dalam posisinya kalian tidak boleh mengubah-ubah posisi, contohya begini. Amannya Jaejoong-shi harus berbaring nyaris dipinggir ranjang dan membuka kakinya dengan posisi telapak kaki juga berada di pinggir ranjang, itu akan mengurangi resiko bayi terjeit nantinya" ucap dokter muda tersebut dan membuat Jaejoong mengalihkan pandangan agar wajahnya yang memerah tidak terlihat. (setau nadal di artikel majalah ada tu penjelasan gitu ^^)

"oh haha jadi seperti itu" ucap Yunho yang terlihat salah tingkah "apa ada lagi?"

"tidak, kau cukup menjaga pola makannya dengan teratur saja itu sudah cukup" ucap Jongkook lagi.

"baiklah jika sudah tidak ada kami berdua permisi dulu" ucap Yunho yang langsung bangun dari duduknya "ayo Boo.."

"ne.." ucap Jaejoong yang memegang tangan Yunho dan mengikutinya keluar dari ruangan Jongkook.

"hah pernyataan itu benar-benar membuatku malu"ucap Jaejoong mangusap wajahnya.

"pernyataan yang mana?" tanya Yunho melihat kearah Jaejoong yang sepertinya moodnya sudah kembali.

"ituuu… yang ituuuu"

"ooohhh hahaha aku mengerti maksudmu apa" ucap Yunho merangkul Jaejoong "kan kita bisa mencobanya nanti saat malam pertama iya kan" usil Yunho sambil mencolek pinggang Jaejoong.

"hish dasar pervert"

"kau juga sama, kau tanpa malu meminta untuk-"

"jangan bahas itu aku maluuuuu" ucap Jaejoong memotong ucapan Yunho.

"cepat bawake UGD!" teriak salah seorang dokter yang berada didepan mereka. Jaejong dan Yunho melihat kearah pandangan dokter tersebut. Terlihat beberapa orang suster tengah mendorong sebuah ranjang yang terdapat seorang wanita yang berlumuran darah di wajah dan tubuhnya.

"Yun ayo pulang, itu membuatku ngilu" ucap Jaejoong mengalhkan pandangannya.

"ya sudah ayo kita pulang" ucap Yunho dan langsung membawa Jaejoong kearah parkiran mobil.

.

.

.

"kita pulang atau makan dulu?" tanya Yunho saat mereka sudah setengah perjalanan

"kita langsung pulang saja Yun" ucap Jaejoong sambil mengusap perutnya.

"setelah itu kau harus langsung istirahat ne" ucap Yunho mengusap kepala Jaejoong.

Saat mereka sudah memasuki kawasan perumahan tempat tinggal Jaejoong. mereka melihat mobil yang tadi hampir menabrak Jaejoong sedang bersaha di sangkutkan kemobil derek.

"apa pemilik mobil itu baik-baik saja?" tanya Yunho pada diri sendiri dan Jaejoong hanya diam memperhatikan. Yunho langsung menghentikan laju mobilnya tepat di depan halaman rumah Jaejoong yang sudah berdiri umma Kim yang tengah memperhatikan proses penderekan.

"umma" ucap Jaejoong yang langsung keluar dari mobil.

"Joongie-ah, bagaimana?" tanya umma Kim langsung.

"semuanya baik-baik saja umma" ucap Jaejoong dengan senyum manisnya.

"bagusah kalau begitu, syukurlah kau tidak apa-apa" ucap umma Kim mengusap kepala Jaejoong.

"umma, siapa orang yang mengendarai mobil itu?" tanya Yunho.

"entahlah, umma dengar dia seorang wanita, tapi tadi saat dia akan dikeluarkan dari mobilnya sangat susah karena posisi tubuhnya terjepit" jawab umma Kim.

"wanita? Siapa orang yang berani melakukan hal ini pada kami" ucap Yunho bingung.

"Yun, mungkin saja orang itu wanita yang tadi kita lihat dirumah sakit?"

"mungkin saja itu orang lain, Boo"

"sudah sebaiknya kita masuk saja ayo" ucap umma Kim yang merangkul Jaejoong dan diikuti Yunho dari belakang sambil memperhatikan mobil tersebut yang sudah berhasil diderek.

.

.

.

"kalian makanlah dulu" ucap umma Kim yang menaruh beberapa toples dan air dimeja "tadi bagaimana hasilnya?"

"semua baik-baik saja, kita hanya perlu mengontrol Jaejoong agar tidak merasa tertekan dan pola makannya saja" ucap Yunho yang tidak menjelaskan penuturan dokter tersebut secara keseluruhan.

"hm, baguslah.. ada yang ingin aku tanyakan" ucap umma Kim lagi.

"apa itu?" jawab Yunho.

"apa sebelumnya kalian pernah punya masalah dengan orang lain?"

"ani, kami tidak pernah memiliki masalah apapun" ucap Yunho dengan entengnya.

"tapi bagaimana bisa orang itu?"

"entahlah umma, kami juga bingung" ucap Yunho lagi.

"kumohon jangan bahas itu lagi, semoga saja orang itu tidak mengganggu lagi setelah kejadian ini" ucap Jaejoong sedikit murung.

"jangan terlalu kau pikirkan ingat kata dokter barusan, Boo" ucap Yunho mengusap-usap kepala Jaejoong dan Jaejoong hanya mengangguk.

"kau antarkan saja Yun kekamarnya, umma akan membawakan makanan untuk kalian keatas nanti"

"ne umma" ucap Yunho dan langsung menggirirng Jaejoong menuju kamarnya.

"Yun, aku takut dia masih mengganggu" ucap Jaejoong ketka mereka sudah berada dalam kamar Jaejoong.

"kau bilang tadi tidak ingin membahas ini lagi?"

"tapi aku masih kepikiran dengan kejadian tadi"

"sudahlah, kau lupakan saja, aku akan menjaga kalian, kau tidak perlu menghawatirkannya" ucap Yunho memeluk Jaejoong dan mengusap perutnya.

.

.

.

Pagi harinya Yunho sudah berjalan menuju ruang guru, tidak seperti hari biasanya akan ada Ahra yang mengganggunya, Yunho sedikit heran dengan suasana sekolah kali ini. Yunho memasuki ruang guru dan dilihatnya meja Ahra yang masih terlihat kosong sepertinya pelmilik meja tersebut belum datang.

"Yo Yunho" panggil Yoochun dari mejanya. Yunho langsung mendekati Yoochun dan duduk di mejanya yang berdampingan dengan meja Yoochun.

"kau tahu tidak tentang Ahra?" tanya Yoochun langsung.

"dia? Memang ada apa?" tanya Yunho bigung.

"dia tewas dalam kecelakaan mobil kemarin siang"

"mwo? Kenapa itu bisa terjadi?"

"entahlah, aku mendengar kalau mobilnya menabrak tiang listrik setelah nyaris menabrak seseorang"

"apa jangan-jangan?"

"kenapa?"

"kemarin ada seseorang yang hampir menabrak Jaejoong didepan rumahnya, dan saat kami hendak pulang dari rumah sakit, kami melihat seorang wanita sedang dibawa ke UGD, tap aku tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas karena darah"

"jadi maksudmu? Ahra yang kemarin hampir menabrak Jaejoong?"

"entahlah itu hanya pemikiranku saja" ucap Yunho yang terlihat sedang berpikir.

"nanti siang semua guru akan mengikuti upacara pemakamannya, kau mau ikut?"

"kau sendiri?"

"aku ikut, tidak enak dengan yang lain, tapi mungkin tidak sampai selesai"

"baiklah aku ikut denganmu" ucap Yunho akhirnya yang pada awalnya tidak ingin ikut.

.

.

.

Yunho dan Yoochun sama-sama keluar dari rumah duka keluarga Ahra. Keduanya menggunakan jas hitam.

"aku kasihan melihat ibunya menangis seperti itu, katanya dia anak semata wayang" ucap Yoochun dan tidak mendapat respon sama sekali dari Yunho "hey, kau kenapa?"

"oh tidak apa-apa" ucap Yunho yang sadar dari lamunannya.

"kau mau kemana setelah ini?"

"mungkin aku akan langsung pulang, hari ini aku akan mengajak Jaejoong untuk fitting baju untuk pernikahan kami hehehe"

"ya kau mentang-mentang sudah ada calon kau melupakanku eoh"

"maka dari itu, kau carialah pasangan"

"aku pasti dapat….. kalau sudah waktunya" ucap Yoochun lemas.

"maka dari itu kau berhentilah bersikap sok play boy"

"aku tidak play boy enak saja"

"sudahlah jangan bergurau disini tidak enak dengan orang lain" ucap Yunho menarik lengan Yoochun.

.

.

.

Seperti yang dikatakannya pada Yoochun, Yunho sepulang dari rumah duka Yunho langsung mengajak Jaejoong pergi untuk melakukan fitting baju pengantin untuk persiapan nanti. Yunho tengah menunggu dikursi saat Jaejoong tengah mengganti bajuya.

"Yuuunnn.. lihat ini bagaimana?" tanya Jaejoong yang langsung kelaur dari ruang ganti. Bukan menjawab Yunho malah terbengong melihat Jaejoong yang menggunakan tuxedo berwarna pink muda "yuuuunnnn"

"kau cantik, Boo.." ucap Yunho tanpa mengalihkan pandangannya.

"aku tampan Yun"

"eh memangnya kau akan menjadi appa? Tidak kan? Kau umma dan itu berarti cantik bukan tampan" sungut Yunho.

"pokoknya aku lebih tampan dibandingkan dirimu" ucap Jaejoong tidak mau kalah dan kembali masuk kedalam ruang ganti.

Kini gantilah Jaejoong yang menunggui Yunho yang tengah mengganti pakaiannya didalam ruang ganti. Dengan sedikit bosan Jaejoong menendang-nendang kecil apapun yang berada didekatnya sambil memanyunkan bibirnya.

"Boo.. bagaimana denganku?" tanya Yunho keluar dari ruang ganti dengan menggunakan tuxedo berwarna hitam dan dalaman berwarna putih.

"tetap lebih tampan aku" ucap Jaejoong dan membuat orang yang membantu mereka mengganti pakaian sedikit terkikik.

"kau itu sudah dibilang cantik bukannya tersipu malah marah" jawab Yunho lemas dan kembali masuk kedalam ruang ganti.

.

.

.

"setelah ini kita kemana?" tanya Yunho pada jaejoong yang tengah asik dengan ice creamnya.

"hhhmmm… kita jalan-jalan dulu, aku mau ke game center, sudah lama aku tidak kesana" ucap Jaejoong.

"main saja kerjaanu" ucap Yunho menoyor kepala Jaejoong.

"hish, selagi aku bisa kesana kenapa tidak? kita kan tidak pernah main berdua" ucap Jaejoong.

"tapi setelah itu kita pulang, janji ya"

"iyaaaaaa" ucap Jaejoong.

Saat mata Yunho dan Jaejoong sama-melihat lurus kedepan mereka berpaspasan dengan dua orang yang sangat dikenal. Dan langsung sama-sama berhenti.

"kalian?" ucap Yunho dan Jaejoong bersama menatap kedua orang didepannya dengan bingung.

Siapa yang mereka berdua temui?

_TBC_